Title [ Do not blame your past, because the past will never change ]

Author [ Takii_yuuki]

Genre [ angst, drama, hurt/comfort, yaoi,family, friendship, romance]

Main cast :

Zhang Yixing / Lay,Wu Yifan / Kris

Kim Jaejoong,Jung Yunho

Shim Changmin,Cho Kyuhyun

Xi Luhan,Oh Sehun

Lee Donghae, Lee Hyukjae

Zhoumi

And other character..

Rating : M

Length : Chaptered

Dislaimer : mereka milik orang tua mereka dan SMent, saya hanya pinjam nama.

Warning : cerita ini mengandung unsur boys x boys, don't like don't read, typo bertebaran. Mohon maaf. #deepbow

TVXQ-JYJ_EXO

CKLEK! Pintu kamar Yixing terbuka, terlihat Changmin sedang menyuapi Yixing dengan bubur. Mereka berdua menoleh ke arah pintu dan terlihatlah Suho, Luhan dan Kai. Mereka datang mengunjungi Yixing.

"Xing-Xing.." panggil Luhan sambil berlari ke arah Yixing. Yixing terbelalak mendapat pelukan dadakan dari Luhan.

"Lu-Luhan...s-sesakkhh.." dengan cepat Luhan melepaskan pelukannya dan meminta maaf.

"Mi/an/hada Xing, aku terlalu bersemangat. Hehehe. An/nyeong/ha/se/yo Changmin hyung." Sapa Luhan.

"An/nyeong juga Lu." Balas Changmin.

"An/nyeong Yixing, Changmin-ssi." Sapa Suho gantian. Changmin mengangguk sebagai jawabannya.

"Suho hyung, Kai, Luhan. Kalian kesini bersama siapa atau hanya kalian bertiga?" tanya Yixing.

"Kami hanya bertiga." Jawab Suho kalem.

"Xing, kami membuat catatan selama kau sakit. Jadi kau tidak ketinggalan pelajaran." Ucap Luhan sambl mengambil buku catatan dan diserahkan pada Yixing.

"Gam/sa/ham/ni/da Lu."

"Yixing kapan kau masuk lagi, sebentar lagi kita berangkat ke festival dance. Tapi kalau kau masih sakit dan tak bisa pergi, aku mungkin juga tidak akan pergi." Tanya Kai.

"Keadaan Yixing belum memungkinkan untuk masuk beberapa hari ini, tapi kau bisa ke festival dance itu tanpa Yixing, Kai-seandainya Yixing tidak bisa ikut." Jawab Changmin.

"Aku tidak akan pergi hyung jika Yixing tidak pergi, kalau bukan karena dia, kami tidak akan menang. Aku tidak mungkin kesana tanpa Yixing."

"Kai, na - yong/seo/ha/sip/sio (aku minta maaf). Tapi sungguh aku benar-benar ingin ikut Kai, ini impianku dan kau tahu itu. tapi aku tidak tahu kenapa kejadian ini menimpaku."

"Kau tidak boleh pergi Xing." Changmin beranjak dari kursinya untuk menaruh bubur di meja nakas.

"Tapi hyung, aku ingin ikut. Kau kan tahu berapa lama aku berlatih besama Kai agar bisa ikut festifal itu." Rengek Yixing, matanya mulai berkaca-kaca. Mengikuti festival dance di China adalah impiannya tapi karena kejadian ini, kemungkinan ia tidak akan bisa berangkat.

"Yixing!" bentak Changmin."... keadaanmu belum memungkinkan untuk pergi ke tempat ramai. Kau masih ketakutan jika berada di tempat ramai. Bicara dengan orang asing saja kau masih takut, apalagi pergi ke China hanya sendirian. Hyung tidak akan mengizinkanmu." Ucap Changmin dengan nada tinggi. Changmin berkacak pinggang dan terlihat marah.

"Hyung.."

"Changmin-ssi, sudah-sudah, masalah festival dance bisa kita bahas nanti, sekarang yang penting membuat Yixing nyaman dan memulihkan kondisinya dulu." Saran Suho. Chaangmin menghela nafas,ia melihat airmata Yixing yang sudah mengalir. Changmin menghampirinya dan mengusap airmata Yixing lalu memeluknya.

"Mi/an/hada Xing, hyung tidak bermaksud membentakmu. Hyung hanya tidak mau terjadi apa-apa dengan dirimu sayang. Hyung tidak mau kejadian kemarin terulang lagi padamu sayang." Yixing mengangguk dalam pelukan Changmin.

"Hyung tenang saja kami akan membantu hyung mengembalikan Yixing seperti yang dulu, benarkan Kai, Suho sunbaenim." Lirik Luhan pada Kai dan Suho. mereka berdua mengangguk menyetujuinya.

TVXQ_JYJ-EXO

Yunho bergegas ke rumah sakit setelah mendapat telepon dari sana. Ia langsung pergi ke ruangan dokter Shin yang telah menunggu kedatanganya.

TOK – 3x

"Silahkan masuk." Ucap Dokter Shin.

"Eui/sa." Sapa Yunho yang kemudian masuk.

"Tuan Jung. Silahkan duduk." Dokter Shin berdiri dan menjabat tangan Yunho kemudian mempersilahkan Yunho duduk.

"Bagaimana hasilnya Eui/sa?" Tanya Yunho to the point.

"Menurut hasilnya, sperma yang ada di tubuh Tuan Yixing bukan hanya milik satu orang tapi 4 orang Tuan."

"Ya saya tahu hal itu. Yixing diperkosa lebih dari 1 orang."

"Kami sudah memisahkan sperma itu menjadi 4, dan untuk mencocokkannya, kita harus mengambil sample dari orang yang sudah melakukan pemerkosaan itu pada Tuan Yixing."

"Aku sedang mencari orangnya Eui/sa."

"Saya turut berduka Tuan atas apa yang menimpa Tuan Yixing."

"Gam/sa/ham/ni/da Eui/sa." Yunho menghela nafas, ia menunggu kabar selanjutnya dari Junya tentang Maverick. Setelah dari ruang dokter Shin, Yunho memutuskan untuk menjenguk Yixing.

CKLEK! Yunho masuk ke kamar Yixing. Ia melihat Changmin sedang membenahi selimut Yixing. Ternyata Yixing sudah tidur sehabis minum obat. "Sudah tidur rupanya, sepertinya Appa terlambat datang, padahal Appa sangat merindukannya."

"Dia baru saja minum obat, sudah saatnya istirahat." Jawab Changmin datar. "Apa kau sudah menemukannya Yunho-ssi?"

"Cukup sulit karena mereka memakai nama samaran, tapi aku sudah mendapatkan satu nama. Maverick. Teman sekolahmu di SMA Param."

"Siapa?"

"Joo Kwon. Apa kau mengenalnya?"

"Joo Kwon?"

"Status terakhir di Instagramnya 'Beautiful Night with Beautiful Namja' ditulis pada malam dimana Yixing diperkosa. Tapi orang ku sedang mengejarnya."

"D-dia kelas 2, satu angkatan dengan Yixing tapi berbeda kelas. Kelas 2B, Satu kelas dengan Kris."

"Kris? Kris siapa?" tanya Yunho mengeryitkan dahinya.

"Kris Jung. Aku pernah berselisih dengannya dan dia pernah mencoba menggagalkan acara Yixing dengan cara membuat waktu lomba marathon dan seleksi dance Yixing bersamaan, ia ingin membuat Yixing tidak bisa ikut seleksi dance." Yunho terkejut dengan penjelasan Changmin, namun ia tak memberitahukan pada Changmin bahwa ia tinggal dengan Kris.

"MWO! Kenapa dia melakukan itu?"

"Dia bilang dia ingin balas dendam karena dia menganggap aku penyebab nu/na –nya Victoria pergi ke Kanada karena sakit hati telah aku tolak."

'Victoria? Keponakan Hyena? Kris melakukan semua ini?' bathin Yunho.

"Aku curiga Kris terlibat dalam hal ini." Changmin menoleh pada Yunho, "Tapi marga Kris adalah Jung? Apakah dia anakmu dengan wanita itu?"

"Marga Jung bukan hanya aku Min. Banyak kan di luar sana." Jawab Yunho bohong.

"Tapi bukankah kau juga memiiliki anak dengan wanita itu?"

"Anak itu anak istriku dengan pria lain, dia bukan anakku, bukan darah dagingku. Anakku hanya satu dan itu adalah dirimu Min. Apakah kau ingin tahu kebenarannya? Apakah kau ingin tahu yang sebenarnya? Aku terpaksa menikahi dia saat Jae hamil dirimu. Wanita itu memaksaku menikahinya karena dia sudah bercerita pada orang tuaku kalau dia hamil karena diriku. Padahal aku baru bertemu dia 2 kali dan dia tiba-tiba mengaku hamil atas perbuatanku. Saat itu umurku baru 20tahun, emosiku masih labil dan tidak bisa mengambil keputusan dengan benar. Aku terpaksa meninggalkan Jaejoong dan menyuruhnya menggugurkanmu, agar apa? Agar dia tidak hidup susah lagi, agar dia bisa kembali ke keluarganya, kembali ke kehidupannya yang normal. Bukan karena aku tidak menyayanginya, justru karena aku sangat menyayanginya. Ia rela diusir dari rumah saat keluarganya tahu ia hamil. Ia rela hidup susah, tinggal di flat kecil dan makan seadaanya."

"Kenapa kau tetap menikahi wanita itu? bukankah kalian bisa melarikan diri bersama ke desa tempat tinggal Umma jika kalian terbiasa hidup susah bersama?"

"Karena orang tuaku mengancam akan membunuh Jaejoong kalau aku tidak menikahi wanita itu, ibuku terkena serangan jantung, nenekku terkena stroke dan kemudian meninggal. Pernah aku melawan tapi hasilnya, 13 jahitan di lengan Jaejoong karena ia hampir tertabrak mobil dan itu adalah mobil orang suruhan ayahku. Dan dengan sangat terpaksa aku menikahi wanita itu demi menyelamatkan nyawa Jaejoong dan membuat Jaejoong membenciku agar dia bisa melupankanku dan memulai hidup barunya lagi." Airmata Yunho mengalir tak kuasa menahan rasa penyesalannya. "Tahukah kau Min, tidak pernah sedetikpun aku melupakan kalian. Tidak pernah. Sejak aku menikah dengan wanita itu, aku tidak pernah menyentuhnya, aku tidak tidur sekamar dengannya selama 17 tahun, itu karena apa? Karena aku sangat mencintai Jaejoong, ibumu. Aku hanya berpura-pura baik, romantis jika berada di depan umum dan di depan orang tua kami tapi selebihnya, aku bersikap tidak mengenalnya."

Changmin meneteskan airmata mendengar cerita Yunho, ternyata semua yang dia pikirkan tentang Yunho selama ini salah. Changmin berjalan menghampiri Yunho yang menunduk karena menangis. Changmin memeluknya dan meminta maaf.

"Appa, Mi/an/hada. Appa.. na - yong/seo/ha/sip/sio" Changmin memeluk erat Yunho dan Yunho membalasnya.

"Appa juga Min, harusnya sejak dulu Appa memperjuangkan kalian. Mi/an/hada Min."

Diluar Jaejoong terisak sambil menutup mulutnya dengan tangannya, ia sudah mendengar semuanya, mendengar semua ceritanya. Jaejoong berjalan setengah melamun, hingga seseorang yang bertabrakan dengannya pun ia abaikan. Jaejoong menyendiri di tangga rumah sakit dan menangis tersedu-sedu. "Wae Yun, mu/eot/tae/mu/ne Yun.. hiks..hiks.. a/pheu/da." Jaejoong memukul dadanya keras-keras mencoba menghilangkan rasa sakit itu. Ia menyesal karena mempercayai perbuatan Yunho dilakukan karena Yunho membencinya, harusnya ia tak langsung mempercayainya, ia yang lebih tahu siapa Yunho, ia sudah bersama Yunho beberapa tahun, tapi dengan mudahnya ia menjugde bahwa Yunho itu melakukan itu karena membencinya. Jaejoong benar-benar menyesal.

Skip Time

Yunho keluar dari kamar Yixing beberapa saat kemudian. Ia terkejut mendapati Jaejoong duduk di kursi tunggu pasien di depan kamar Yixing.

"Jae, kenapa kau diisini? Kenapa tidak masuk saja?" Jaejoong memandang wajah Yunho dengan pandangan sendu. Ingin sekali ia memeluknya namun tubuhnya terasa berat untuk sekedar berdiri. Akhirnya Yunho ikut duduk disamping Jaejoong. "Apakah kau masih memikirkan keadaan Yixing?Kau tenang saja, Changmin bilang Yixing sudah lebih baik dari yang sebelumnya. Aku juga sudah menemukan salah satu pelakunya dan orangku sedang mengejarnya Jae."

"Yun.."

"Ya Jae, ada apa? Kenapa kau menatapku seperti itu?"

Jaejoong tersenyum, "Itu karena kau tampan."

"Kepalamu terbentur batu atau kenapa Jae? Kenapa kau bicara seperti itu?"

"Apakah kau masih ingat dulu saat aku kehilangan Hiro, anjing kesayanganku. Aku mengamuk dan tidak mau bicara padamu selama 1 minggu karena ku kira Hiro mati karena kelalaianmu padahal kenyataannya Hiro sendiri yang berlari keluar dari kandangnya dan tertabrak."

"Itu sudah berlalu Jae, kenapa kau membicarakan hal ini?"

"Setelah aku pikirkan, aku selalu merepotkanmu, kadang aku menangis, marah dan tak mau mendengarkanmu." Jaejoong menggenggam tangan Yunho. " Na- Jwe/song/ham/ni/da Yun karena tidak percaya padamu" Ucap Jaejoong dengan linangan airmata. Jaejoong menyandarkan kepalanya ke bahu Yunho. "Gam/sa/ham/ni/da Yun. Aku merasa bersalah padamu dan Gam/sa/ham/ni/da."

" Jae, kau.."

"Aku sudah mendengar semua, aku dengar semua yang kau katakan pada Changmin. Seharusnya aku percaya kalau kau melakukan ini bukan karena kau membenciku, harusnya aku mempercayaimu Yun." Airmata Yunho pun tak tertahankan lagi. Ia memeluk erat Jaejoong.

"Aku mencintaimu Jae, aku tak pernah sedikit pun melirik orang lain. Tidak pernah terpikirkan olehku untuk menggantikan posisimu dengan orang lain Jae." Jaejoong semakin terisak di bahu dekapan Yunho.

Changmin sampai di depan pintu ruang perawatan Yixing, ia ingin keluar namun ia urungkan karena ia mendengarkan apa yang Yunho dan Jaejoong bicarakan tentang mereka berdua.

"Hatiiku sakit saat memintamu mengugurkan Changmin, hatiku serasa dihantam batu besar saat aku berkata padamu untuk menggugurkan kandunganmu. Bohong jika aku tidak bahagia menjadi seorang ayah, bohong jika kau tidak bahagia atas kehamilanmu Jae, kau nam/ja spesial, siapapun yang memilikimu adalah orang paling beruntung di seluruh dunia."

"Tapi kenapa kau membuatku membencimu Yun? Kenapa kau tidak mengatakan yang sebenarnya Yun. Aku bisa mengerti posisimu, aku rela melepaskanmu. Kau membuatku membencimu hanya karena kau tidak ingin melihatku disakiti keluargamu."

"Aku tidak punya pilihan lain Jae, jika aku bersikeras bertahan denganmu, orang tua ku akan menyakitimu dan tak segan-segan membunuhmu Jae. Fakta bahwa keselamatanmu adalah prioritasku membuat mereka memanfaatkan kesempatan ini."

Changmin yang masih berada di dalam terkejut mendengar apa yang dikatakan Yunho.

"Karena itu kenapa aku setuju menikahi wanita itu. Aku tidak ingin mereka menyakitimu. Jika mereka sampai melakukan itu, aku tidak akan memaafkan diriku sendiri." Yunho menitihkan airmata. "Sejak meninggalkanmu, sejak saat aku menanggung penyesalan atas perbuatanku pada dirimu. Aku tidak ingin menyakitimu dan Changmin, Jae."

Changmin tak menyangka bahwa ayahnya sangat mencintai ibunya, bahkan semua salah paham yang terjadi, Yunho membuat Jaejoong membencinya agar Jaejoong tidak disakiti orang tua Yunho. Ia menitihkan airmata terkejutannya. Tubuhnya tiba-tiba lemas, ia sudah berbuat banyak salah pada Yunho, ayah kandungnya sendiri.

"Ayo kita masuk, Changmin menunggumu. Dia bilang, dia kelaparan karena makanan yang kau bawa sudah ia habiskan tadi sore." Changmin mengusap airmatanya dan pergi ke toilet yang ada di ruang perawatan Yixing.

Yunho menggenggam tangan Jaejoong dan mengajaknya masuk. Jaejooong terdiam menatap sedih genggaman tangan Yunho, ia tersenyum dan keduanya masuk ke ruang rawat Yixing. Namun saat masuk ke dalam mereka tidak menemukan Changmin.

"Min, kau dimana nak?" panggil Jaejoong.

"Aku di toilet Umma, sebentar." Jawab Changmin dari toilet.

"Baiklah, Umma tunggu." Jaejoong dan Yunho menghampiri Yixing yang masih terlelap, Jaejoong memasukkan tangan Yixing ke balik selimut. Yunho memperhatikan apa yang dilakukan Jaejoong. "Aigoo.. kau memang ibu yang baik untuk mereka." Sahut Yunho. Jaejoong tersenyum, "Ini adalah tugasku Yun."

"Umma..." panggil Changmin berlari kearahnya dan memeluknya dari belakang. Hal itu membuaat Jaejoong sedikit terlonjak.

"Min, jangan berteriak, nanti Yixing terbangun."

"Mi/an/hada Umma, Umma aku lapar." Rengek Changmin.

"Itu Umma bawakan makan malam, Umma membuat banyak jadi bisa kau makan bersama Appa mu."

"Appa?" Changmin menggoda Jaejoong, "Umma sudah menerima Appa Yun? Cie Umma"

"Apa yang kau bicarakan Min?Umma tidak mengerti?" pipi Jaejooong bersemu merah, ia malu, sedangkan Yunho, ia hanya tersenyum melihat Jaejoong yang tersipu karena digoda Changmin.

"Sudah Min, lihat Umma mu seperti kepiting rebus, jangan menggodanya lagi."

"Siap Appa."

"Ayo kita makan, nanti dingin makanannya." Jaejoong segera menyiapkan makan malamnya. Ia berjalan menunduk karena ia tidak ingin Yunho dan Changmin melihat wajahnya yang memerah. Sedangkan Yunho dan Changmin saling melempar pandang dan senyum. Akhirnya kesalahpahaman itu sudah diluruskan dan semua masalah sudah diselesaikan.

TVXQ_JYJ-EXO

"Tuan Jung." Junya membungkuk setelah Yunho datang.

"Dimana dia?"

"Dia ada didalam Tuan. Mari ikut saya." Junya membawa Yunho ke sebuah ruangan. Saat masuk ke dalam, ia melihat seorang nam/ja yang terikat dengan mata tertutup dan wajah yang berdarah, terlihat seperti habis dipukuli.

"T-tolong.. Ampun.. Jangan siksa aku, ampun.. aku akan melakukan apapun untuk kalian." Mohon Jo Kwon.

"Kau Maverick?" tanya Yunho mendekati nam/ja itu.

"Mian/ha/da Tuan, aku tidak mengerti maksud Tuan?"

"Aku punya 3 rules, rules pertama, jika aku bertanya padamu, kau hanya perlu menjawab ya atau tidak, rules kedua, jangan menjawab jika aku tidak bertanya padamu yang ketiga jika kau tidak menjawabku dalam waktu 5 detik, jarimu akan aku remukkan satu persatu. Pasang Ring nya." Perintah Yunho. Junya dan 2 orang temannya, Junhong dan Shindong mengambil Ring dan memasangnya di jari Joo Kwon.

"A-a-apa ini? T-tolong.. am-ampun.." jerit Joo Kwon itu.

"Apakah kau benar Maverick?"

"M-Maverick? Siapa itu.. Arrrgghhh" Shindong mencengkram Ring itu dan melukai jari kelingking Joo Kwon namun belum parah.

"Ne-Ne, aku Maverick."

"Nama aslimu Joo Kwon, pelajar SMA Param?"

" ."

"Kau memperkosa pelajar bernama Zhang Yixing tanggal 3 Juni kemarin?"

"MWO!" Joo Kwon terkejut mendengar pertanyaan Yunho.

"3, 2,1" Yunho melihat arlojinya dan menghitungnya sampai selesai kemudian Junya mencengkram ring yang satunya membuat kelingking kiri Joo Kwon memerah

"Arrggghh...! Ampunn.. Ne-ne aku melakukannya tapi.."

"Jadi benar kau yang melakukannya?"

"Ne-ne Tuan, tapi aku hanya disuruh. A-aku hanya disuruh. Bukan aku sendiri."

"Dengan siapa saja kau melakukan ini?"

"T-Tuan, Mian/ha/da." Joo Kwon tak menjawab.

"SIAPA?"

"T-Tuan.. Arrgghhhh... !"

"JAWAB!" Bentak Yunho.

"Y-Yoda, Yifan , Az-zazel. Ampun Tuan.. ampuni aku..." pinta Joo Kwon dengan rintihan kesakitan. Kedua jari kelingkingnya sudah terluka parah.

"Jika kau bekerja sama denganku, aku tidak akan melaporkanmu ke polisi dan menghancurkan bisnis keluargmu. Jawab pertanyaanku, jangan berbelit-belit jika kau ingin selamat." Joo Kwon menggangguk keras, ia ingin keluar hidup-hidup dari cengkraman Yunho.

" Ne Tuan, aku akan menjawab apapun yang kau tanyakan. Tapi benar kan Tuan, anda tidak akan melaporkanku ke polisi?"

"Kau bisa pegang janjiku."

"Gam/sa/ham/ni/da Tuan."

"Siapa nama asli mereka?"

"Yoda-Park Chanyeol, Azazel-Yong Guk dan Yifan adalah Kris Jung." Yunho terbelalak mendengar nama terakhir yang Joo Kwon katakan. "Aku disuruh Yifan, karena dia mengancam akan melaporkan ku ke kepala sekolah dan terancam akan di keluarkan dari sekolah karena aku ketahuan pernah membawa ganja ke sekolah. Yifan merekam semuanya, dari 5 sudut, aku punya satu Tuan, jika anda butuh akan saya ambil dan berikan kepada Anda."

"Kenapa Yixing? Kenapa dia mengalami hal itu?"

"Yifan ingin membalas Changmin seon/bae karena telah melukai nu/na nya Victoria dan karena Yixing telah mengalahkannya di lomba marathon di sekolah."

"MWO!Apa kalian tidak punya hati HAH? Yixing hanya nam/ja polos yang tidak tahu apa-apa. Apakah kau tidak bisa menolak permintaan bos mu itu, bos mu itu hanya nam/ja brengs*ek yang melakukan perbuatan bejat tanpa memikirkan akibat yang dia lakukan."

"Jwe/song/hada Tuan, aku menyesal, sangat menyesal."

.DRT Telepon Yunho bergetar. Yunho mengangkat teleponnya.

"Yeo/bo/se/yo"

"Kami sudah menemukannya Tuan dan hasilnya positif. Ada sidik jari Tuan Kris di barang milik Tuan Yixing."

",Ne, aku tahu. Sekarang Tangkap Park Chanyeol, dan Bang Yongguk di sekolah, bawa ke tempat biasa."

"Ne Tuan." PIP Yunho mematikan ponselnya. "Kalian sudah membawa orang-orang yang aku perintahkan kemarin?"

"Sudah Tuan, sekarang mereka ada di ruang sebelah."

"Bawa mereka kesini."

"T-Tuan, a-a-apa yang akan k-kau lakukan? Anda berjanji tidak akan membunuhku."

"Memang aku tidak akan membunuhmu tapi kau akan merasakan apa yang Yixing rasakan. dan jika kau melapor polisi, bukan aku yang ditangkap tapi justru dirimu dan teman-temanmu yang akan masuk penjara. a/ra/deut/ta?"

"MWO?Jangan..! Tidakk! Ampun Tuan."

"Bawa mereka masuk" Junya membawa masuk 4 orang namja yang sudah dipesan Yunho. Joo Kwon mencoba meloloskan diri namun tidak bisa. "Aku tunggu di mobil, dan bawakan sample nya."

"Baik Tuan." Yunho meninggalkan ruangan bersama Junya, Shindong dan Junhong dan meninggalkan Joo Kwon bersama 4 orang pesanan Yunho. Joo Kwon meronta-ronta, hal yang terakhir Yunho lihat sebelum ia pergi, Joo Kwon di tindih oleh seorang namja dan setelah itu dia tak mau tahu.

10 menit kemudian, Junya membawa sample sperma Joo Kwon dan Yunho tersenyum senang. "Kita pergi dari sini. Shindong, ambil DVD di rumah anak itu, bawa padaku."

"Baik Tuan." Jawab Shindong sambil membungkuk. Tak lama setelahnya Yunho pergi dari tempat itu bersama Junya.

At Hospital

"Dari hasil pemeriksaan dan tes yang sudah dilakukan, sample yang anda bawa cocok dengan salah satunya Tuan. Sample B cocok dengan yang anda bawa."

"Besok akan saya bawakan ketiga sample yang lain Eui/sa."

"Apakah anda akan melaporkannya ke polisi?"

"Saya belum memikirkannya, Yixing tidak mau melaporkan hal ini pada polisi. Kapan Yixing bisa pulang Eui/sa?"

"Secara fisik Tuan Yixing sudah sembuh dan sehat, tapi secara psikis dia belum sepenuhnya sehat. Semua tergantung Tuan Yixing. Kapanpun dia siap pulang, anda bisa membawanya." Yunho mengangguk.

"Aku akan membicarakannya dengan Yixing. Kalau dia sudah siap untuk pulang, nanti saya akan mengatakannya pada anda."

"Ne Tuan, jangan terlalu memaksa. Keadaan Yixing jauh lebih baik daripada kebanyakan korban pemerkosaan yang lain. Banyak mereka yang sampai gila bahkan bunuh diri karena tidak sanggup menanggung malu. Yixing memang mengalami Trauma, namun hal itu bisa disembuhkan."

"Gam/sa/ham/ni/da Eui/sa." Tak lama kemudian Yunho berpamitan dengan Dokter Shin.

Yunho memutuskan kembali ke rumah. Sampai di rumah ia bertanya pada Maid tentang keberadaan Kris dan Hyena, namun mereka berdua belum kembali ke rumah. Hal itu dimanfaatkan Yunho untuk memeriksa kamar Kris.

BRAKK! Yunho membuka kamar Kris dengan kasar. Kamarnya terlihat berantakan, tipe kamar anak laki-laki. Yunho memeriksa koleksi DVD Kris namun tidak ia temukan lalu beralih ke brankas dan ia menemukan 4 keping DVD yang disimpan di dalam sana. Yunho mengambil DVD itu dan memutarnya.

Mata Yunho terbelalak melihat isi DVD tersebut, ia menggeram marah, tangannya terkepal. Kris melakukan hal bejat yang tak pernah ia bayangkan. Dengan kasar Yunho mematikan DVD itu dan membawanya. Ia berjalan keluar dari kamar Kris dan menelpon Junya.

"Kalian sudah menangkapnya?"

"..."

"Siksa mereka seperti teman mereka"

"..."

"Aku tunggu kabar selanjutnya."

CKLEK!

Terdengar suara pintu dibuka, Yunho berbalik dan bersamaan dengan masuknya Kris juga Hyena. Yunho menatap mereka tajam.

"Yun, kau sudah pulang?" tanya Hyena. Yunho berjalan menghampiri Kris dan menghajarnya.

BUGH! Kris jatuh tersungkur. Sudut bibirnya berdarah

"Yunn, apa yang kau lakukan?" Yunho mencengkram kemeja Kris.

"A-appa!"

"Aku akan membunuhmu Wu YIFAN!" geram Yunho tanpa melepaskan cengkramannya.

.

TVXQ-JYJ_EXO

TBC

Buat yang udah review, terima kassih...Review lagi please. Maaf banyakk typo, edit kecepetan. No edit. takut besok gak bisa post, cz leppy mau dipinjem kakak.#deepBow