When Lavender meet Onyx
Sasuke X Hinata
Naruto (c) Masashi Kishimoto
OOC,AU,TYPO dan segala macam kekurangan lainnya
Story by Quinn Agatha Dias
.
.
Sasuke and Hinata Childhood
.
.
Danau di taman Konoha ini begitu tenang, sunyi dan airnya pun dipenuhi dengan ikan-ikan kecil, Hinata kecil berpipi gembul dengan semburat merah di pipinya dan menggunakan kimono berwarna ungu muda serta obi berwana ungu gelap, ia duduk dipinggir danau memerhatikan ikan-ikan yang ada, sesekali tersenyum kecil.
"Boleh aku bergabung?"
Hinata menolehkan wajahnya ke samping, dan melihat anak laki-laki lebih tua darinya. Anak ini mengenakan celana kain berwarna coklat muda selutut dan baju kaos berwarna biru. Hinata hanya menganggukkan kepalanya.
Anak laki-laki itu duduk di samping Hinata, "Siapa namamu?"
"A-ayahku bi-bilang tidak boleh memberi tahu nama pada orang tak dikenal." Hinata langsung menundukkan kepalanya.
Anak laki-laki ini tersenyum, "Sasuke, aku Sasuke Uchiha. Salam kenal denganmu, Hime."
Hinata mengangkat kepalanya kembali, ia malu dipanggil 'Hime' , "Anoo, jangan panggil aku seperti itu."
"Kau tak memberitahukan namamu pada orang yang belum kau kenal, maka dari itu aku mengenalkan diriku dan memanggil nama yang cocok untukmu."
Sasuke,anak yang berumur delapan tahun ini begitu pintar, omongannya seperti orang dewasa saja. Hinata, anak kecil yang baru berumur lima tahun juga tidak sulit untuk berucap.
"Aku tinggal di rumah yang berada di samping taman. Kau sering lewat dari depan rumahku jika kemari."
"Aku sering kemari karena tinggal di rumah yang berada di belakang taman ini."
"Kita bukan orang asing lagi, mengapa tidak kau katakan saja siapa namamu?"
"Hinata, Hinata Hyuuga."
"Oh, kau berasal dari keluarga Hyuuga ya? Umm, ibu dan ayahku tahu keluarga Hyuuga. Kalau begitu salam kenal padamu, Hinata-hime."
Wajah Hinata merah padam,ia begitu malu, sedangkan Sasuke hanya tertawa.
"Kau lucu sekali, Hime. Ayo kerumahku."
Sasuke langsung menarik tangan Hinata sehingga ia pun bangun, "Untuk apa Sasuke-nii?"
"Bermain sebentar kerumahku, kebetulan mereka sedang pesta barbeque, kita sekalian makan siang, lalu kembali ke danau ini."
"Tapi,ayahku pasti akan mencariku."
"Nanti saat sampai, aku minta tolong pada ibu agar menelepon keluargamu, ayo cepat." Sasuke memegang tangan Hinata dan mengajaknya berlari.
Saat sampai dirumah Sasuke, orang tua Sasuke dan abangnya, Itachi kebingungan karena Sasuke membawa gadis kecil itu.
"Sasuke, kau kenal dia?" tanya Itachi
"Iya, temanku."
"Oh jadi anak ibu sudah kenal dengan keluarga Hyuuga ya?"
"Bibi, kenal saya?" Tanya Hinata
"Iya bibi kenal dengan keluarga kamu, kamu anak dari Hiashi kan?"
"Ha'I"
Ayo, jangan sungkan, nanti bibi telpon ayahmu kalau kamu ada disini."
"Anak kecil gak boleh pacaran." Ucap Itachi
Hinata hanya tercengang, tidak tahu apa itu 'Pacaran', sedangkan Sasuke kesal dengan tingkah abangnya yang seenaknya.
Hari demi hari, Hinata dan Sasuke malah semakin akrab, keluarga mereka pun saling mengenal, kali ini Sasuke dan Hinata pergi lagi ke danau, mereka tertawa, sedangnkan Neji yang berdiri di pohon mengerucutkan bibirnya, iya dia tak diberi main bersama dengan Hinata, keinginan si Sasuke. Sasuke dan Neji tidak bermusuhan, hanya saja mereka menginginkan bisa semakin dekat dengan Hinata.
Saat ini Hinata sudah berumur delapan tahun dan Sasuke berumur sebelas tahun, Hyuuga mengadakan acara minum teh pada keluarga Sasuke. Hinata dan Sasuke duduk di pekarangan belakang, Itachi dan Neji sibuk bermain ps, Hanabi memilih membaca komik, sedangkan orang tua mereka sibuk mengobrol.
"Hiashi, Hana, putri-putri kalian cantik-cantik." Ucap Mikoto.
"Ahaha, kau ini bisa saja, Mikoto. Ayo diminum tehnya." Ucap Hana
"Untuk apa kau pindah ke Suna, Hiashi?" Tanya Fugaku
"Kerabatku ada yang tidak suka dengan kami, apalagi seminggu yang lalu kami bertengkar. Aku tidak nyaman saja, jika memang kami tidak diterima, lebih baik suruh saja kami pindah,daripada bertengkar." Tutur Hiashi
"Aku akan sangat merindukan kalian, kita sudah seperti saudara." Mikoto berujar lirih
Hana memeluk Mikoto, "Mikoto, aku juga pasti merindukanmu."
Fugaku dan Hiashi hanya memandang mereka berdua.
Setelah meminum tehnya, Fugaku berkata, "Kapan kau pindah?"
"Besok."
"Itu cepat sekali, Hiashi. Tidak bisa diundur lagi?" Ucap Fugaku
"Aku tahu kau baik padaku, Fugaku. Tapi kau tahu kan jika sudah menyangkut masalah keluarga,sungguh rumit."
"Kami mengerti akan hal itu, Hiashi." Ucap Fugaku sambil melirik Mikoto
Mikoto mewakili Fugaku untuk berbicara, "Tapi bagaimana soal perjodohan antara Sasuke dan Hinata-chan?"
"Kami tahu hal itu, tujuannya untuk menjadi sebuah keluarga." Ucap Hiashi
"Perjodohan akan tetap terjadi, tak akan kami batalkan, lagipula Sasuke dan Hinata pasti senang." Ucap Hana
Mikoto dan Fugaku tersenyum senang, "Kami menyukai Hinata."
"Ahaha, kami tahu. Anak kalian semuanya laki-laki."
Hinata dan Sasuke memilih untuk duduk di bangku, mereka saling tertawa, tapi tidak lama Hinata malah diam.
"Kau kenapa, Hinata?"
"Sasuke-nii, apa sudah tahu sesuatu?"
"Tidak ada, soal apa itu?"
"Kami akan pindah ke Suna besok." Hinata menundukkan kepalanya
Sasuke terkejut, "Kau bercanda kan, Hinata?"
Hinata menggeleng-gelengkan kepalanya, Sasuke tahu Hinata tidak berbohong.
"Kenapa?" Sasuke berkata dengan lesu
"Aku juga tidak tahu, Sasuke-nii."
Sasuke sedih, dia pun berlari kearah pintu belakang dan keluar dari rumah Hinata.
"Sasuke-nii!" Hinata mencoba mengejar, "Sasuke-nii, aku minta maaf."
Hinata menangis, orang tua mereka, serta Itachi, Neji dan Hanabi yang merasa terjadi sesuatu langsung menuju pekarangan belakang.
"Ada apa Hinata?"
"Sasuke-nii marah saat aku bilang pindah."
Mereka terdiam, cepat-cepat Mikoto memeluk Hinata, "Hinata-chan, Sasuke bukan marah, dia hanya ingin pulang sebentar. Percaya dengan bibi ya."
.
.
Sasuke gelisah, berulang-ulang ia mencoba mengganti posisi tidur pada malam ini, pikirannya dipenuhi oleh perkataan Hinata.
"Anak kecil tak boleh tidur terlalu larut."
Sasuke melempar bantalnya, "Kau berisik, Aniki."
Itachi mengelak, "Memikirkan Hinata, heh? Bocah sepertimu belum boleh cinta-cintaan." Itachi malah melempar kembali bantal itu ke kasur Sasuke.
"Apa kau bilang? Bocah? Sialan kau, Aniki."
Itachi naik ketempat tidurnya sendiri, "Kau tega Sasuke, Hinata nangis karena kau kabur begitu."
Sasuke hanya membuang mukanya, "Aku tak suka dia pindah."
"Begitu yang sudah terjadi, Sasuke. Terima saja. Oya besok kau mau menyambut mereka berpamitan di rumah kita?"
"Tidak bisa, aku ada les musik besok."
"Oh,yasudah. Ayo tidur."
"Duluan saja."
Itachi pun tidur, sedangkan Sasuke berpikir apa dia harus menemui Hinata sebelum pindah? Dia bingung apa harus mengikuti les musik besok? Padahal besok hari Minggu. Akhirnya ia pun lebih memilih untuk ikut les musik besok.
"Lho? Sasuke mana?" Hana bertanya saat mereka tiba di rumah Fugaku
"Ah, dia ikut les musik pagi ini." ucap Mikoto, "Neji dan Hanabi kemana? Kenapa hanya ada Hinata-chan saja?"
"Mereka sudah berangkat duluan kemarin sore."
"Memangnya di Suna ada yang menyambut mereka?"
"Ada penjaga rumah."
"Wah, Hinata sayang, kita tidak bisa bertemu Sasuke disini." Ucap Hana
"Maaf ya Hinata-chan, Sasuke baru pulang nanti siang."
"Hm iya, Bibi."
"Kalian hati-hati ya dijalan."
"Iya, kami pamit dulu."
Saat mobil sudah jalan, Hinata memandang rumah Sasuke dari kaca jendela, ia menangis. Ia cukup tahu bahwa Sasuke pasti masih marah. diperjalanan Hinata hanya diam,sampai sebuah mobil dari belakang memblokir mobil yang dikendarai Hiashi, Hinata ketakutan dan langsung memeluk pinggang ibunya, seseorang turun dari mobil, ia memakai topeng hitam dan menodongkan pistol ke kaca jendela belakang, tempat Hinata dan ibunya duduk. dia menembak, Hana malah mencondongkan tubuhnya untuk melindungi Hinata.
Dor! Hana tertembak,Hiashi yang mengemudi didepan hanya syok, melihat istrinya tertembak,cepat-cepat ia menyuruh Hinata untuk kedepan tapi pintu malah terbuka dan Hinata langsung diseret, ia meronta,ketakutan.
"Tou-saaannnn!"
Seseorang tersebut mengeluarkan sebotol cairan, dan memaksa Hinata untuk membuka mulutnya, cairan itu pun masuk ke kerongkongan Hinata, Hiashi berontak ssat kedua tangannya di tahan oleh dua orang yang lain, "Lepaskan, anakku! apa maumu?"
Hinata malah langsung pingsan, Hiashi panik. seseorang itu malah tertawa, Hiashi begitu kenal dengan suaranya, "Takuma?"
"Iya, saudaraku, bagaimana? siap-siap untuk menemui ajalmu, seharusnya."
Siang pun tiba, Sasuke berlari di kompleks perumahan, ia kehausan dan ingin cepat sampai rumah.
Saat ia sudah tiba di depan rumah, dia sudah melihat Mikoto menangis, dan Fugaku mencoba menenangkan Mikoto. Sasuke kebingungan, perasaannya pun jadi tidak enak.
"Kaa-san, kenapa nangis?" "Otouto, Keluarga Hinata kecelakaan saat dalam perjalanan, katanya ada satu mobil yang menghadang, dan masuk ke dalam mobil keluarga Hinata, dan mereka dibilang jatuh ke jurang."
Tubuh Sasuke membeku seketika, dia menyesal sekarang.
"Hinata..."
Sedangkan di rumah sakit Suna, Neji dan Hanabi menangis mereka telat datang ke rumah sakit, saat tahu ibu mereka meninggal dan Hinata tmengalami koma. Hanabi yang tidak tahan langsung dibawa keluar dari ruang tempat Hiashi dirawat, keadaannya juga parah, tapi ia bisa membuka matanya.
"Neji.." Ucapnya lirih
"Ha'i, Tou-san..hiks."
"Jangan men-menangis.. ka-kau it-itu anak laki-laki, ha-harus kuat."
"Ha'i"
Neji anak yang patuh, apapun yang dikatakan ayah dan ibunya langsung ia laksanakan, meski sakit dan tak sanggup seperti yang diminta oleh Hiashi sekarang.
"Ne-neji.." Suara Hiashi semakin melemah, "Ambil surat yang Tou-san titip pada dokter..." Hiashi malah memejamkan matanya dan monitor EKG menunjukkan detak jantungnya semakin melemah dan berhenti.
"Tou-san!"
End of SasuHina's Childhood
Empat tahun berlalu, kini Hinata sudah membuka toko cake di seberang rumah mereka, dia memilih untuk membuka toko daripada bekerja pada perusahaan. Memang tokonya tidak besar, dia mencoba usaha dengan toko kecil tersebut. Syukur sekarang Hinata bisa mempekerjakan tiga orang untuk membantunya.
Pagi ini Hinata merasa kurang enak badan, maka dia pun memilih telat untuk pergi ke tokonya, toh ada tiga orang karyawannya yang sudah menjaga dan membuat cake ditoko.
Ia sendirian dirumah, Hinata merebahkan tubuhnya di sofa, kepalanya sedikit pusing. Saat hendak memejamkan matanya, pintu diketuk. Hah Hinata begitu malas, entah mengapa ia malah merindukan Sasuke, begitu ingat pada kata terakhirnya,
"Aku akan pergi darimu."
"ke-kenapa?"
"Aku harus melanjutkan studiku, tunggu aku ya, Hime?"
Hinata hanya bisa tersenyum mengingat kata itu, tapi dia sadar, pintunya masih diketuk orang. Mau tidak mau ia berjalan ke arah pintu, saat pintu dibuka, Hinata hanya melihat punggung seseorang, pastilah ia terlalu lama mengetuk pintu,makanya ia membalikkan badannya.
"Ada perlu apa?"
Orang tersebut berbalik, "Hinata." Ia langsung memeluk Hinata.
"Sasuke-nii..." Hinata membalas pelukan Sasuke.
"Kenapa tak bilang akan pulang?" Hinata melepaskan pelukan Sasuke.
"Kejutan untuk Hime."
"Sasuke-nii, aku sudah tahu tentang masa lalu itu."
"Terimakasih, kau masih menungguku, Hime."
"Ayo masuk, Sasuke-nii."
"Buang embel 'nii' ganti dengan 'kun' ya."
"Kenapa begitu?"
"Kau menungguku hanya untuk berjumpa saja? Tidak ingin melanjutkan hubungan menjadi istriku?"
"Ehh?" Wajah Hinata memerah, "Ano..." Hinata malah memainkan jari telunjuknya.
"Kau cerdas bukan untuk mengartikan maksudku?"
Wajah Hinata makin memerah, tiba-tiba Sasuke memeluknya dan mencium keningnya. "Hinata Hyuuga, maukah kau menjadi pendampingku untuk selamanya?"
"Sasuke-nii-"
"Sasuke-kun yang benar." Sasuke membetulkan
"Aku bersedia, Sasuke-kun."
Sasuke pun memeluk Hinata kembali, ia megusap pipi Hinata yang sudah memerah itu, Sasuke semakin memajukan wajahnya, Hinata tahu apa yang Sasuke mau, dia pun memejamkan matanya, bibir Sasuke semakin mendekat, mereka pun berciuman.
Owari
Selesai juga, gomen ne kalau hasilnya kurang bagus.
Thanks buat semua yang sudah repiu : kensuchan, Uchiha etha, Blossom-Hime, Hallow-Sama, Hinataholic, Mitha mitha 95, Guest-guest, MN, Cemong, LilyObsidian, Ao Sora, WinterShadow, LavendaOnyx, Luluk Minam Cullen, Earthayum, Makii desu, Nagisha Furukawa, n, Diane Ungu, Ryo Aileen,Risu-YUI, Moku-Chan, Mine, lavenderaven, flowers lavender, .16718979, Na'cchan Tsuki No Me.
Thanks juga buat yang sudah nge-fav, nge-follow, silent reader jugaaa..
