Yak. Karena si author udah kehabisan ide, magangnya udah selesai (2 bulan penuh perjuangan! *curhat*), dan mau mudik lebaran, jadi chapter ini adalah cerita terakhirnya si Kurapika yaa! :D
7. Gon & Killua
"Kurapika… Apa kau yakin?" tanya Senritsu khawatir.
"Ya, tidak ada cara lain. Aku sudah capek hidup seperti ini… Aku ingin orang-orang sadar!"
Kurapika mengatakan hal itu, walaupun matanya masih menunjukkan sedikit keraguan. Apakah ini memang cara yang paling tepat untuk mengakhiri semuanya?
"Sekali kau melakukannya, kau tidak akan bisa kembali seperti semula, lho. Paling tidak, tidak untuk waktu yang dekat ini…"
"Leorio, jangan membuatku tidak yakin! Kau seharusnya mendukungku!"
"Iya iya… Ya sudah kalau itu memang keputusanmu…"
Kurapika memejamkan matanya. "Senritsu, onegaishimasu."
Kurapika melirik gunting di tangan Senritsu sekali lagi sebelum kembali memejamkan mata.
"Baiklah… Akan kumulai…" Senritsu pun memulai ritual keramat yang diinginkan Kurapika.
"Nee, Gon…" tanya Killua pelan.
"Kenapa, Killua? Kok ngomongnya sambil bisik-bisik gitu sih?"
"Pssssstt! Jangan keras-keras…" si bocah rambut perak memperingatkan sahabatnya. "Nanti terdengar…"
"Hee? Terdengar apa?" tanya si bocah rambut jabrik, sekarang dengan bisik-bisik mode ON.
"Kau pernah ga sih penasaran sama Kurapika?"
"Penasaran kenapa?"
"Kalau Kurapika itu sebenarnya…" Killua jeda sebentar. "Sebenarnya… Laki-laki atau perempuan?"
"…" Gon menatap Killua lekat-lekat. Kemudian dia bersandar sedikit dari posisi duduknya di pinggir tempat tidur, terlihat berpikir.
"Apa kau tidak curiga? Kurapika tidak pernah mau diajak mandi bareng oleh kita, lalu bila dia melihat Leorio tidak pakai celana pasti Leorio langsung dipukul."
"Setelah kau bilang begitu, bener juga ya…"
"Apa kau tidak pernah berpikir kalau penampilan Kurapika itu terlalu… feminin untuk dikatakan sebagai seorang laki-laki? Aku tidak pernah bertemu dengan laki-laki secantik seperti itu sebelumnya…"
"Bener, sih. Tapi…" Gon memiringkan kepalanya sedikit ke samping. "Dadanya rata, tuh."
"Kan banyak perempuan yang dadanya rata," jawab Killua dengan pipi sedikit memerah.
"Hmm… Iya, sih… Tapi aku masih kurang yakin!"
"Bagaimana kalau kita selidiki?"
"Selidiki? Seperti detektif saja," Gon tertawa. "Bagaimana caranya?"
"Nah itu dia," sahut Killua sambil menunjuk Gon. "Aku tidak tahu caranya. Cara yang simpel tapi efektif."
"Aku tahu! Tanyakan orangnya saja langsung!"
"Bodoh. Pasti dia akan berbohong. Siapa tahu Kurapika memang sengaja menyembunyikan identitas aslinya karena suatu hal…"
"Kalau memang begitu, kita tidak usah selidiki, deh!"
"Jangaaan. Kita ini kan temannya. Harusnya kita berhak untuk tahu…"
Keduanya pun berpikir keras.
"Aku tahu! Bagaimana kalau sekarang kita ke kamarnya dan menanyakan hal-hal yang menjurus?" Gon mengutarakan idenya.
"M-Menjurus?"
"Iya, misalnya… Hmm… Siapa orang yang pernah menembaknya?"
"Jadi kita bisa tahu dari orang yang pernah menembaknya, gitu? Laki-laki atau perempuan, gitu?"
Gon mengangguk-angguk, bersemangat.
"Kayaknya kurang meyakinkan… Hmm… Bagaimana kalau begini saja. Kau pura-pura meminjam underwear-nya? Dari situ kita bisa tahu, apakah dia meminjamkanmu atau malah menolaknya karena alasan yang kurang jelas."
"Oh iya ya! Ide bagus tuh…"
Akhirnya kedua bocah itu memutuskan untuk segera memasuki kamar Kurapika di sebelah karena sudah tidak sanggup memendamkan luapan rasa ingin tahu mereka.
"Eh, tunggu. Kenapa harus aku yang minta pinjem underwear-nya? Hey, Killua! Kenapa aku? Jawaab! Killua curaaang!"
"Kurapika~" Gon mengetuk pintu Kurapika. Tidak ada jawaban.
"Mungkin sedang pergi. Aku tidak merasakan auranya dari dalam kamar ini," Killua mengambil kesimpulan. Dia kemudian membuka pintu dan masuk ke dalam kamar itu.
"Tuh kan tidak ada."
"K-Killua! Apa yang kau lakukan?" tegur Gon ketika Killua membuka dan mengecek isi tas Kurapika yang teronggok di pojok kamar.
"Ini kesempatan kita! Ayo segera cek underwear-nya, Gon!"
Gon tidak punya pilihan lain, karena dirinya pun sebenarnya juga sangat penasaran. Akhirnya si polos itu pun ikut-ikutan.
"Hey! Sedang apa kalian?"
Killua dan Gon melompat kaget ketika mendengar suara dari belakang mereka. Tetapi yang membuat mereka lebih kaget adalah sosok yang menegur mereka itu.
Salah satu anggota Genei Ryodan.
"Sial! Kenapa dia bisa ada di sini?" Killua langsung mengambil ancang-ancang untuk menyerang.
"Dari mana kau tahu lokasi kami berada?" tanya Gon ketus pada pemuda itu.
"Hah? Bicara apa sih kalian―"
Perkataannya tidak bisa diselesaikannya karena kedua bocah itu sudah menyerangnya. Tubuhnya dirobohkan ke atas lantai, lengannya dikunci di belakang punggungnya.
"Hei! Ribut-ribut apa ini?" Senritsu berlari ke arah kamar itu, diikuti Leorio di belakangnya.
"Senritsu! Leorio! Genei Ryodan mengejar kita lagi!" seru Gon sambil menekan kepala korbannya ke lantai.
"Sial! Apa maumu? Balas dendam karena boss-mu sudah Kurapika lumpuhkan?" Killua lah yang mengunci lengan korbannya dengan kasar.
"Gon… Killua… Pfffft," Leorio berjuang menahan tawanya.
"Sepertinya kalian salah orang…" Senritsu pun ikut menahan tawa.
"Hah?" kedua bocah itu kebingungan. Salah orang? Tidak mungkin!
"Kami tidak salah orang! Orang ini memang salah satu anggota Ryodan! Dia ini yang suka memegangi handphone berwarna pink!" Gon meyakinkan kedua temannya yang lain.
"Kalau tidak salah, namanya adalah Shalnark!" tambah Killua.
"Pfffftt hahahahahaha! Coba kalian lihat dulu bener-bener siapa itu yang kalian tindih di bawah…" akhirnya Leorio tidak kuat juga menahan tawanya.
Heran, Gon dan Killua melihat korban mereka sekali lagi. Kali ini dengan tatapan yang lebih seksama.
"…eeeehhh? Kurapika?"
Seketika kedua bocah itu melompat dari tubuh sang korban, mata mereka terbelalak.
Kurapika berdiri secara perlahan, lengannya nyeri karena tadi dikunci Killua dan wajahnya linu karena ditekan ke lantai oleh Gon.
"Sejak kapan rambutmu jadi pendek begitu?" Gon menunjuk-nunjuk rambut baru Kurapika.
"Kau jadi mirip sekali sama Shalnark, tau!" Killua ikut posenya Gon.
"Sepertinya aku salah memilihkan model rambut untukmu, Kurapika… Maaf, ya… Aku tidak tahu soalnya kalau ternyata itu model rambut salah satu anggota Ryodan…" Senritsu merasa agak bersalah, karena dialah yang bertanggung jawab memotong rambut Kurapika jadi sependek itu.
"Ka… li… aaaaaan…" Kurapika sudah mengeluarkan aura mengerikan dari dalam tubuhnya. Gon dan Killua tidak bisa kabur kemana-mana, karena secepat kilat kedua lengan Kurapika sudah berada di leher mereka masing-masing, mencekik mereka berdua tanpa ampun.
"Ampuuun! Ampun, Kurapikaaa! Huweeee!" Gon merengek meminta belas kasihan.
"Kami tau kami salah! Tolong lepaskan kamiii!" rengekan Killua tidak kalah keras.
"Tiada ampun bagi kalian! Inilah balasan terhadap apa yang kalian lakukan, termasuk kejadian yang kemarin!" Ups, sepertinya Kurapika masih menyimpan dendam kejadian di pelelangan kemarin. "Lalu tadi kalian ngapain melihat-lihat isi tasku? Pasti kalian curiga lagi ya kalau aku ini perempuan atau laki-laki lalu ingin mengecek underwear-ku?"
"Tidaaak! Kami yakin Kurapika itu laki-laki! Tolong lepaskaaan!"
Setelah kejadian itu, Gon dan Killua tidak pernah lagi mencari tahu identitas Kurapika yang sebenarnya. Orang-orang pun tidak banyak lagi yang menyangka kalau dia adalah perempuan. Hmm tapi mungkin itu hanya sementara karena kalau rambutnya panjang lagi pasti keadaannya kembali seperti semula :P
~Owari~
Terima kasih buat para pembaca yang udah ngikutin cerita garing ini dari awal sampai akhir :D Review-nya please? :3
Omake! Berhubungan udah mau lebaran…
Gon: Keluarga besar Hunter x Hunter mengucapkan…!
All: Selamat Hari Raya Idul Fitri 1434 Hijriah…!
Killua: Minal Aidin Wal Faidzin…
All: Mohon maaf lahir batin…! Yeeey!
(Semua karakter Hunter x Hunter dari yang utama sampai figuran-figuran ga penting pun saling bersalaman)
Gon: Maafin aku yaa semuanyaa D':
Killua: Gapapa, Gon. Semua kezalimanmu udah aku maafin, kok ;D
Gon: Killua lebih zalim deh perasaan -_-"
Author: *Tiba2 ikut nyusup* Waah kalian pada ganteng-ganteng yaa pake baju koko dan peci :"D *Kedip2 genit ke Hisoka & Kuroro (?)*
Leorio: Hmph… Hmph… Pfffftt
Author: Eh, kenapa lu? Ketawa mulu dah dari tadi.
Leorio: Pffffhhaahahahaha! XD *sambil nunjuk2 ke Kurapika*
Kurapika: Ni orang kenapa makin sarap dah dari hari ke hari -_-"
Gon & Killua: *Ngeliatin Kurapika, terus ikutan ngakak* Buahahahahahaha! XD
Kurapika: Heeei kalian kok jadi pada ngetawain aku sih? DX
Author: Ya ampun, Kura-chan! Costume stylist dan make-up stylist-nya siapa sih di sini?
Illumi(?): Elu bukannya?
Author: …iya, ya.
Kurapika: Sebenarnya ada apa sih? D'X
Leorio: Nih, ya. Kalo Menchi, Senritsu, Machi, Shizuku, Pakunoda, atau Neon pake kerudungan sih wajar. Nah, elu?
Kurapika: Hah?
Gon: Kurapika cantik banget pake Kaftan Syahrini dan bulu mata anti badai! :D
Killua: Kerudungannya ga nahaaan, melambai2 ketiup angin gitu :3
Kurapika: Kalian ngomong apa sih― *ngeliat penampilannya sendiri di kaca* HYAAAAAAHHHHHH D8
Author: *mencoba kabur*
Kurapika: AUTHOR SIALAAAAN! *ngejar Author pake rantai yang sebelumnya udah dipanasin* KENAPA GW BUKANNYA DIKASIH BAJU KOKO TAPI MALAH KAFTAN PLUS KERUDUNGAAAN?
Author: *ngibrit* Karena Kura-chan makin cantik kalo pake begituaaan DX
Mizuken: Kurapika, jangan jadi OOC deh… Udah pake "gw-gw"an nih sekarang…
Kurapika: Diam! Sama aja kalian semua! Kenapa gw selalu sial kalo udah soal beginian? D'X
Author: Maapin, Kura-chaaan! Kan lagi lebaraaaan DX
(Terjadi pengejaran sengit antara Kurapika dengan sang Author)
Gon: Pembaca sekalian! Ga usah dipeduliin ya mereka :D
Killua: Sekali lagi makasih banyak buat pembaca yang udah ngikutin cerita ini sampai tamat! :3
Leorio: Maapin segala kesalahan dan kegaringan si Author yaa. Yang pasti sih itu semua salah dia, bukan kita-kita ;D
All: Bye bye~~!
(Terdengar teriakan Kurapika dari kejauhan)
Kurapika: Tega ya lo semuaaaa D'X
^^V
