Jungkook sejenak menatap Taehyung yang tersenyum tulus. "Huft, baiklah aku mau." Jungkook mengangguk mantap, dan secepat kilat Yoongi membawa Jungkook untuk dirombak menjadi princess.

Chapter 7

^ Forget Me Remember Me ^

Akhirnya giliran kelas II-B tampil dengan drama Beauty and The Beast mereka., dengan Taekook sebagai pemeran utama. Jungkook mulai ke panggung, dan tentu saja Jungkook terlihat sangat cantik dengan kostum beauty-nya tak kalah dengan yeoja asli. Banyak yang tidak percaya kalau itu Jungkook bahkan Taehyung dan Jimin tidak bisa berhenti menatap Jungkook.

"Bagaimana hasil karyaku ? Aku berhasilkan mendadani Jungkook menjadi cantik kan?" Ucap Yoongi pada Jimin dan Taehyung dengan sangat bangga. "Ne, Jungkook sangat cantik." Balas Jimin yang terus menatap Jungkook. "Ya, dia benar-benar berhasil membuat otak dan hatiku tak karuan." Kali ini Taehyung yang berbicara. Sedangkan Yoonmin hanya menatap aneh Taehyung.

Sekarang giliran Taehyung yang masuk ke panggung dengan kostum Beast nya. Jungkook dan Taehyung memainkan perannya masing-masing dengan sangat baik. Bahkan untuk adegan romantic mereka benar-benar terlihat seperti orang yang sedang tergila-gila pada cinta.

Drama kelas II-B akhirnya sampai pada babak terakhir, dimana sang Beast sudah berhasil mengalahkan sang penjahat, akan tetapi dia sendiri juga lenyap. Dan Sang Beast berubah menjadi pangeran tampan.

"Beast, kau kemana ? Kenapa menghilang begitu saja ?" Ucap Jungkook dengan sendu, "Aku ada disini dibelakangmu ?" Ucap Taehyung yang tiba-tiba muncul dan berada dibelakangnya Dan berhasil membuat Jungkook melihatnya.

"Mwo ? Siapa kau ?" Ucap Jungkook dengan acting terkejutnya. "Aku Beast yang kau cintai." Balas Taehyung dengan senyum lembutnya. "Ha ! Itu tidak mungkin ! kau bukan Beast!" Ucap Jungkook dengan nada yang sedikit tinggi. "Hei, ini benar aku Beast." Taehyung mencoba meyakinkan Jungkook. Saat ini semua orang sedang terhanyut dengan acting dari Taekook yang benar-benar terlihat natural.

"Itu tidak mungkin. Kau bukan orang yang aku cintai. Kau orang yang berbeda." Kali ini suara Jungkook makin tinggi. DEG! Mendengar kata itu dari Jungkook membuat hati Taehyung merasa sakit walaupun sebenarnya mereka hanya sedang berakting.

"Mwo ? Ini aku, orang yang kau cintai. Kumohon percayalah aku tak berbohong." Ucap Taehyung dengan nada serius. Jungkook sempat bingung, dialog itu tidak ada di scenario. Ia kemudian berpikir mungkin saja Taehyung sedang berimprovisasi.

Belum sempat Jungkook mengatakan sesuatu, tiba-tiba Taehyung menaruh tangan Jungkook di dadanya, dan tangan Jungkook yang lainnya Taehyung menaruhnya di dada Jungkook sendiri. "Kau bisa merasakannya kan, detak jantungku sama sepertimu. Itu karena aku juga mencintaimu sama seperti kau mencintaiku." Terlihat Taehyung sangat serius, ia tidak seperti berakting.

"Ais, apa yang dilakukan alien itu. Ini tidak ada di scenario." Kali ini Yoongi mengomel di belakang panggung sambil sesekali membolak-balik scenario drama mereka. "Yaaa, hyung sabarlah. Mungkin ia lupa dialognya dan akhirnya ia berimprovisasi." Jimin membela Taehyung. "Ya, semoga saja begitu. Semuanya bisa kacau kalau tidak seperti itu." Ucap Yoongi pasrah, ia kembali menatap Taehyung dan Jungkook yang sedang dipanggung dengan tatapan khawatir. Ia sendiri tidak tau apa yang sebenarnya yang ia khawatirkan apakah dramanya atau mungkin khawatir dengan ucapan Taehyung pada Jungkook.

Kembali pada Taehyung dan Jungkook yang sedang berakting. Seperti terhipnotis Jungkook tidak bisa bergerak. Ia terkunci dengan sikap Taehyung saat ini. Jungkook merasakan seperti terkena sengatan listrik saat tangannya memegang dada Taehyung. Dan mungkin secara kebetulan ia juga merasakan kalau jantung Taehyung saat ini berdetak sangat cepat persis dengan detak jantungnya sendiri.

Tanpa Jungkook sadari air matanya menetes, Taehyung terkejut melihat Jungkook menangis. "K-kau kenapa ?" Tanya Taehyung sambil menghapus airmata di pipi Jungkook, sedangkan Jungkook hanya menggeleng sebagai balasan pertanyaan Taehyung. "Bagaimana sekarang, apa kau percaya kalau aku adalah orang yang kucintai?" Taehyung membelai lembut pipi Jungkook, dan seperti tadi Jungkook tidak mengatakan apa-apa, ia hanya mengangguk.

"Saranghae~" Ucap Taehyung dengan sangat lembut.

"Nado Saranghae~" Balas Jungkook. Sekarang Taehyung dan Jungkook benar-benar melenceng dari scenario yang dibuat.

Yoongi bahkan hampir merasa frustasi berpikir kalau drama mereka akan hancur. Tapi saat melihat kelanjutan adegan Taehyung dan Jungkook tersebut, membuat ia berpikir kalau ending versi taekook juga tak buruk .

Sekarang, benar-benar memasuki adegan terakhir. Setelah saling mengungkapkan perasaan, entah mengapa Taehyung dan Jungkook tak bisa menahan air mata mereka. Tanpa aba-aba Taehyung langsung mencium Jungkook tepat di bibir cherrynya. Jungkook juga langsung membalas ciuman Taehyung tersebut.

Tanpa mereka sadari sekarang mereka sedang berciuman sambil menangis. Pipi keduanya sudah basah, dan air mata mereka juga sudah bersatu. Entah siapa yang mengeluarkan air mata paling banyak. Mereka benar-benar memakai perasaan mereka saat ini,

Tiraipun ditutup secara perlahan, sedangkan Taehyung dan Jungkook masih berciuman dengan air mata berlinang. Mereka baru melepaskan ciuman mereka setelah tirai sudah tertutup dengan sempurna.

"Mi-mianhae. Aku ha-hanya" Ucap Taehyung saat melepaskan bibir tebalnya yang beberapa detik lalu menempel di bibir Jungkook. "Ah, Tidak apa-apa kok hyung. Itu aktingkan ?" Ucap Jungkook dengan senyum kelincinya. "Tadi aku serius Jungkook, aku tidak berakting." Teriak Taehyung dalam hatinya yang tentu saja tidak bisa di dengar oleh namja manis di depannya. "Eh, kalau begitu ayo kita ganti baju. Aku tidak nyaman dengan baju princess ini. Heheeh." Kata Jungkook kembali sambil memperlihatkan gaun princess yang ia pakai. "Haha ne ayo. Tapi ngomong-ngomong kau cantik menjadi princess seperti itu." Ucap Taehyung tepat di telinga Jungkook. Dan otomatis membuat pipi Jungkook memerah bahkan sampai ke telinganya. Taehyung yang menyadari perubahan warna pada wajah Jungkook hanya tersenyum jahil, dan kemudian berlari sebelum Jungkook mengeluarkan jurus taekwondonya.

^ Forget Me Remember Me ^

Taehyung dan Jungkook sudah menganti baju mereka menjadi pakaian santai. Mereka kemudian berjalan keluar, Taehyung akan mengantarkan Jungkook pulang sekarang juga.

PLAK ! BUK ! BUK!

Tiba-tiba entah dari arah mana Yoongi datang dan langsung memukul kepala Taehyung dengan scenario tebal drama mereka tanpa ampun. Jimin yang memang dasarnya selalu bersama Yoongi hanya tertawa kencang saat melihat Yoongi berhasil memukul Taehyung tepat sasaran. Sedangkan Jungkook yang menyadari keadaan langsung mencoba menghentikan Yoongi dengan cara berdiri di depan Taehyung.

Jimin juga yang melihat aksi Jungkook, ikut menghentikan aksi Yoongi itu dengan cara memeluk Yoongi dari belakang dengan sangat sangat erat. Ternyata Jimin sedang modus pemirsa. Merasa ada yang memeluknya sangat erat Yoongi menghentikan acara memukul kepala Taehyung, dan saat berbalik ia melihat wajah Jimin yang sedang senyum-senyum tidak jelas menikmati acara mari memeluk Yoonginya.

BUK !

Kali ini Yoongi memukul tangan Jimin yang melingkar di perutnya. "Yak, hyung Sakit." Teriak Jimin. "Salahmu sendiri mengambil kesempatan dalam kesempitan." Balas Yoongi ketus. Mendengar perkataan Yoongi itu membuat Taehyung tertawa kecil.

Mendengar Taehyung tertawa kecil Yoongi tak tinggal diam, "Yak ! Kau juga tidak ada bedanya dengan Jimin. Kau bahkan lebih parah Ha ! Kau bahkan mencium sepupuku yang polos itu."Omel Yoongi sambil sesekali memukul Taehyung. "Ais, tidak kau tau. Kau menodai bibir Jungkook yang suci first kissnya kau tau. FIRST KISS!"Lanjut Yoongi kembali dengan menekankan kata FIRST KISS.

"Auu ! Ampun hyung. Mianhae ! Lagi pula itu bukan yang pertama kali aku mencium Jungkook." Ucap Taehyung tanpa sadar sambil menghindar dari pukulan Yoongi. Namun sedetik kemudian ia baru sadar dengan apa yang di ucapkannya. Refleks ia berbalik pada Jungkook yang sekarang memasang ekpresi kagetnya. Benar-benar gawat rahasia mereka terbongkar.

"MWO ? JADI KAU SUDAH PERNAH MENCIUM JUNGKOOK SEBELUMNYA ! YAK KIM MESUM TAEHYUNG." Teriak Yogi yang membuat gempa lokal pada sekolah mereka.

"Eh-eh hyung i-itu itu… aku" Jungkook mencoba memberi penjelasan tapi ia sendiri bingung mau mengatakan apa.

"Jeon Jungkook ? Apa benar yang tadi bukan first kissmu, karena sebelumnya kau sudah pernah berciuman dengan makhluk aneh ini?" Tanya Yoongi pada Jungkook dengan nada yang mengintimidasi.

Jungkook yang mendengar nada bicara Yoongi langsung merasa ciut dan ia hanya bisa mengangguk pasrah.

"YAK MATI KAU KIM TAEHYUNG DI TANGANKU SEKARANG JUGA. AKU BENAR-BENAR AKAN MEMATAHKAN LEHERMU."Teriak Yonggi kembali, kali ini ia berbicara dengan sangat cepat seperti orang yang sedang ngerap. Ia pun langsung menarik rambut Taehyung tanpa ampun.

"YAK, Yoongi hyung ampun. Aku tidak akan melakukannya ." Taehyung memohon pada Yoongi, Jungkook dan Jimin mencoba membantu Taehyung, namun Yoongi sangat kuat entah ia mendapat kekuatan seperti Hulk itu dari mana.

"Yoongi hyung. Sungguh aku tidak akan mencium Jungkook sembarangan, dan membuat kissmark pada leher Jungkook lagi. Aku janji." Ucap Taehyung yang sukses membuat Yoongi tambah marah lagi.

"MWO ? JADI KISSMARK ITU ULAHMU JUGA. AKU BENAR-BENAR AKAN MEMBUNUHMU." Teriak Yoongi kembali, kali ini ia mencekik leher Taehyung. Jimin yang mendengar perkataan Taehyung tadi langsung takjub dengan tindakan Taehyung yang sekarang benar-benar jauh, bahkan Taehyung sudah memberi tanda pada Jungkook. Jimin mengeleng-gelengkan kepalanya.

Sedangkan Jungkook jangan ditanya lagi, sekarang ia sudah sangat malu apalagi perkataan Taehyung yang terakhir tentang kissmark, membuat Jungkook kembali mengingat hari dimana ia dan Taehyung berdua di apartemennya.

Beberapa saat kemudian, setelah beberapa adegan kekerasan seperti mencekik,memukul kepala, menendang dsb. Akhirnya Yoongi sudah tenang dan tidak jadi memutilasi Taehyung. Itu semua karena Jungkook.

"Hyung sudahlah jangan seperti ini. Ini juga kesalahanku. Kenapa aku diam saja saat Tae-hyung menciumku. Jika aku tidak suka, maka aku sudah lebih dahulu memenggal kepala Tae-hyung." Ucap Jungkook yang membuat Yoongi berhenti menyiksa Taehyung. Sedangkan Taehyung dan Jimin yang mendengar ucapan Jungkook, langsung menelan ludah kasar. "Saudara sepupu yang psikopat." Pikir mereka kompak.

Yoongipun menatap Taehyung tajam. "Awas kau kalau menyakiti Jungkook lagi." Ancam Yoongi. Taehyung hanya mengangguk dan langsung menarik Jungkook untuk pulang, takut Yoongi berubah pikiran.

^ Forget Me Remember Me ^

Taehyung kini sudah berada di apartemen Jungkook. Semenjak pulang tadi mereka berdua hanya diam, tak ada yang berbicara satupun. Bahkan sampai saat Taehyung masuk ke apartemen Jungkook tidak ada yang berbicara, mereka berdua hanya diam berdiri sambil menatap satu sama lain.

"Hmm Ju-Jungkook " Taehyung mulai membuka pembicaraan. "Ne, ada apa Tae-hyung?" Jawab Jungkook dengan tatapan polosnya yang sukses mebuat Taehyung ingin segera memeluk Jungkook.. "A-aku itu. saat aku mencium mu, kau sungguh tidak marah padaku ?" Taehyung akhirnya bisa menyakan apa yang sedari tadi menganggu pikirannya.

Jungkook tersenyum "Ne, hyung. Yang tadi ku katakan pada Yoongi hyung itu jujur kok." Jawab Jungkook dengan nada polosnya. Taehyungpun tersenyum mendengar apa yang dikatakan Jungkook tadi, seperti ada kelinci yang melompat-lompat di dadanya, dan itu karena kelinci manis yang ada di depannya.

Tanpa diduga Jungkook mendekat ke arah Taehyung dan sedikit menjijit ia kembali merapikan poni Taehyung persis seperti yang ia lakukan di café tadi. "Tae-hyung sudah berapa kali aku bilang kau harus merapikan ponimu yang berantakan." Ucap Jungkook santai sambil tetap menata poni Taehyung.

Tiba-tiba Taehyung memegang tangan Jungkook yang terangkat karena merapikan poni Taehyung. Taehyung menatap lekat mata hitam Jungkook yang membulat karena kaget dengan tindakan Taehyung yang langsung memegang tangannya. Dan tanpa aba-aba Taehyung langsung meraup bibir Jungkook dengan bibir tebalnya. Dengan sedikit tenaga Taehyung mendorong Jungkook untuk berjalan mundur hingga punggung Jungkook menabrak tembok.

Kini Jungkook dalam posisi terhimpit antara tembok dan Kim Taehyung. Tangannya masih mengantung di udara dan tentu saja Taehyung masih memegang tangan Jungkook itu dan menghimpitkannya dengan tembok. Jungkook mencoba mengimbangi permainan bibir Taehyung yang sekarang sedang melumat bibirnya. Lidah Taehyung juga mulai bermain dengan lidah Jungkook.

Seperti sebelumnya saat Jungkook mulai kehabisan napas maka Taehyung akan bergerilya pada leher putih Jungkook. Tak lupa ia memberi tanda pada leher Jungkook dan kali ini lebih banyak dari sebelumnya. Seperti hilang ingatan ia lupa kejadian dengan Yoongi tadi. Ia tetap terus membuat tanda pada leher Jungkook.

Jungkook hanya pasrah, ia mengenggam bahu Taehyung dengan sangat keras berusaha menahan desahannya. "Ta-Tae-hyung." Ucapnya terbata, mendengar suara Jungkook Taehyung kembali mencium bibir Jungkook, tapi kali ini tangannya tidak diam saja, ia sudah melepaskan genggamannya pada tangan Jungkook yang mengantung di udara.

Saat tangan Taehyung memegang satu daerah sensitifnya, Jungkook tidak sadar mencakar leher Taehyung, tapi Taehyung tidak peduli dengan rasa perih yang ia rasakan.

Beberapa saat kemudian di saat ciuman mereka makin panas, tiba-tiba Taehyung mundur dan menatap keadaan Jungkook.

"Mi-Mianhae Jungkook, a-aku melakukan ini lagi padamu." Sesal Taehyung pada Jungkook, sedangkan Jungkook langsung merosot dan duduk ia sudah tidak bisa berdiri lagi, kakinya terasa lemas. Baru kali ini ia merasakan hal seperti ini.

"Gwenchana hyung." Ucap Jungkook dengan bibir bengkaknya akibat ulah Taehyung.

Taehyung ikut duduk di lantai di depan Jungkook.

" Jeon Jungkook Saranghae." Ucap Taehyung dengan satu tarikan nafas.

"MWO ?" Teriak Jungkook tanpa sadar, ia kaget dengan pernyataan Taehyung yang mendadak itu.

"NE, aku mencintaimu Jungkook." Taehyung memegang tangan Jungkook.

"Ta-tapi hyung aku mencintai orang lain." Balas Jungkook, entah kenapa dadanya terasa sakit.

"Tae-hyung walaupun aku tidak mengingat orang itu tapi aku tidak ingin mengkhianatinya hyung. Kau tau kan aku sangat mencintainya walaupun ia membenciku. Aku akan mencintainya sejahat apapun dia." Lanjut Jungkook dengan tatapan lurus kedepan mencoba mengingat tentang orang yang ia cintai, walaupun itu sia-sia karena Jungkook tak bisa sedikitpun mengingat orang itu. Entah mengapa saat mengatakan itu Jungkook hanya bisa membayangkan wajah Taehyung.

Taehyung tersenyum miris, ia kemudian membelai rambut hitam Jungkook dengan lembut.

"Baiklah kalau itu alasanmu, aku tidak bisa apa-apa. Aku akan merelakanmu Jungkook-ah. Dan aku baik-baik saja dengan ini semua." Taehyung menatap Jungkook lembut.

Jungkook langsung menyunggingka senyum manisnya. "Gomawo, kau memang baik Tae-hyung." Balas Jungkook. Taehyung hanya tersenyum miris mendengar perkataan Jungkook.

"Eh-hyung duduklah di sofa, aku akan mebuatkanmu minum."Jungkookpun langsung berdiri menuju ke dapur.

GREB !

Baru beberapa langkah tiba-tiba ada yang memeluknya belakang, dan Jungkook yakin itu adalah Taehyung. Jungkook hendak berbalik namun ditahan oleh Taehyung. "Kumohon sebentar saja Kook seperti ini. Ada yang ingin aku katakan, tapi tak bisa ku katakan jika aku menatap matamu. Jadi biarkan aku mengatakannya dengan posisi seperti ini." Jelas Taehyung. Jungkook hanya mengangguk tanda kalau ia setuju.

"Jungkook tadi aku berbohong, aku tidak baik-baik saja. Aku juga tidak bisa merelakanmu." Ucap Taehyung tepat di telinga Jungkook dengan nada sedih.

"Jungkook aku adalah orang yang kau cintai itu." Kata Taehyung tegas,

DEG! Jantung Jungkook berdetak keras

"Aku adalah orang jahat itu, aku adalah namja yang selalu membuatmu menagis. Aku adalah orang yang kau lupakan itu. Dan aku adalah namja yang kau cintai walaupun aku selalu menyakitimu." Ucap Taehyung dengan sangat lantang dan jelas

TO BE CONTINUED

Alo-alo i'm back, kayaknya di chapter ini Rating naik jadi T++ soalnya kalo untuk rating M author belum bisa buat hahahaha

Dan semoga reader suka chapter ini, sekali lagi author minta maaf belum bisa balas reviewnya satu-satu, tapi author selalu baca kok review kalian,

Dan yang minta buat FF nya buat dipanjangin, gimana nih dengan ini apa masih kependekan. Oke dan untuk chapter selanjutnya author nggak yakin bisa fast updatenya soalnya author udah mulai masuk kuliah dan tugas mulai numpuk kkkkk.

Oke jangan lupa fava tau follow dan paling penting review,,bye bye

PS : Author mau update cerita baru tapi kok nggak bisa yah, author cuman bisa update cerita yang ada dengan new chapter, kalau new story kok nggak bisa. apa karena di blokir ama provider author,heheheh

PS.S : Author sayang ama readers hahah #ABAIKAN