Choronos Time

Hai Reader's~ Author kembali dengan segala kegilaan yang ada (?)

Ngomong-ngomong, author mau minta maap, untuk perkataan author di Chap sebelumnya, bahwa janji author, author akan mengepost fic satu chap lagi hari kamis, tapi ternyata beneran hiatus dari hari rabu sampe hari ini sobat(?) #Jadi

Author minta maaf sebesar besarnya, karena ternyata author ga bisa nepatin janji,soalnya author di amukin emak, dan tidak boleh buka komp sampai UAS selesai… jangan di gebukin yaaaa… anyway, hari ini belum bisa double chapter, karena Wi-Fi author abal abal neh, kadang mati kadang nyala, jadi males mau apdet apdet -_- tapi sekarang keknya Wi-Fi nya uda agak lancaran, makanya buru buru apdet sebelum jadi abal-abal again, apalagi author sekarang lagi setres, ada yang tau gak? Kenapa Flash disk ga bisa ke read? Stress nih gara-gara ga bisa ke Read! Itu flash disk beli deweeek… kalo rusak nyakit beneerr

Okelah ntarlah kapan kapan saia double, tapi ga hare ene okaaaai?

Well! Chapter 6 for Choronos Time

A Kingdom Hearts Fanfiction

Kingdom Hearts Owned by Square-enix & Disney

Teng teng teeeeeeng!

'Roxas…Kumohon…kamu jangan datang kesini…..'

'Namine! Jangan melakukan hal ceroboh!'

'Tiba tiba muncul saja di tangan ku, aku hanya berfikir bagaimana aku bisa menyelamatkan Namine dan tiba tiba dua senjata ini muncul di kedua tangan ku dan kulemparkan satu padamu'

'apakah benar ini kuncinya? Kunci dari semua persoalan ini?'


Chapter 6 : Big Plan

-Namine's Chamber-

Normal POV—

"…" Namine terdiam menunduk menghadap sebuah jendela

Tok! Tok! Tok! Seseorang menggebuk pintu Namine, eh mengetuk pintu Namine

"Nona…." Panggil seorang pelayan nya dari balik pintu

Namine bangun, memasang wajah ceria seperti memaksa dan menuju pintunya, serta membuka pintunya

"yaa… ada ap…." Namine terkaget melihat seseorang yang ada di depan pintu

"hehehe…. Ada apa nona?" Tanya perempuan itu sambil tersenyum lembut

"Ka…KAIRI!" Namine sangat bahagia! Air matanya berlinang keras (?) Ia langsung memeluknya lembut

"Kai…!" Namine tersenyum sambil menangis bahagia

Flash Back-

Ruangan penuh dengan cahaya dan suara keras seperti batu yang pecah, perlahan terlihat mulai retak dan lepas dari Roxas sehingga Roxas dapat bergerak dan terjatuh karena hilang keseimbangan

"Ro..ROXAS!" Sora terkaget dan langsung menghampiri Roxas berencana menangkap kepalanya, dan gagal, Kepala roxas membentur tanah dan menjerit "KYAAAA" #dimutilasi

Replay

"Ro…ROXAS!" Sora terkaget dan langsung berlari menghampiri Roxas berencana menangkap kepalanya dan berhasil, Kepala Roxas tepat jatuh di tangan Sora yang sliding

"WOI! ROXAS!" Sora menampar bolak balik Roxas (!)

"Woi woi! Selow! Gue juga udah denger kale! Ga usah ampe nampar nampar gitu napa?!" Roxas ngamuk ngamuk sambil noyor kepala Sora

"kok bisa bebas sih?" Kata Sora bingung

"hmm…" Roxas bangun perlahan dan duduk menyandar di dinding, untuk mengembalikan kekuatan nya

"entahlah," ucap Roxas sambil mengatur nafas

"unggh….. " "!" Kairi terbangun perlahan dan langsung kaget seketika "ROXAS!"

Kairi langsung menghampiri Roxas dan berlutut di depan nya

"Ka..Kai!" Roxas bingung melihat Kairi yang tiba tiba berlutut di depan, Roxas hendak mengangkat Kairi tapi tangan nya di tapik oleh Kairi

"Roxas! Maaf… Gara-gara aku… ini semua karena aku.. jika aku tidak berbuat ceroboh… aku yakin ini semua tidak akan terjadi… Namine… Kamu… semuanya" Kata Kairi sambil menundukkan kepalanya

"Ka..Kai! sudahlah, tidak apa" Roxas bingung mau ngapain, beberapa kali ia mau mengangkat badan kairi tapi tangan nya terus di tapik oleh kairi

"Kai! Sudah kubilang, ini semua bukan salahmu" Kata Sora menghampiri Kairi

"Kai…" Roxas malah justru balik berlutut di depan Kairi

Kairi terkaget dengan wajahnya yang penuh dengan air mata

"aku mohon" Kata roxas sambil mendongak kepalanya sedangkan badan nya masih berlutut

End Of Flash Back-

"jadi…. " Kata Namine terhenti sambil berfikir

"Ya.." Jawab Kairi melanjutkan perkataan Namine

"…" Namine mondar mandir sambil berfikir keras *ga keras keras amat kok*

Namine berjalan maju perlahan, kemudian ia menghadap Kairi, lalu langsung menghadap sebuah lemari baju yang besar dan mencari-cari sesuatu, Kairi hanya bisa terdiam bingung melihat Namine yang mondar mandir ga jelas dan mengacak lemarinya

Namine terlihat mencengkram sebuah baju dan ditariknya keluar, kemudian dia menuju ranjangnya dan mengcengkram baju yang sama seperti ia ambil di lemarinya

"Kairi… Pakai ini" Namine melemparkan pakaian itu kepada Kairi, dan Kairi merespon menangkapnya dan bingung

"Kita pergi dari sini" Namine bicara dengan lantang, ia mengambil karet rambut dan mengikat rambutnya, serta menggunakan baju yang ia pegang, dan menutup kepalanya dengan hoodie baju itu

"Kai! Cepat!" Jerit Namine sambil melirik Kairi

"ah! Iya!" Kairi terkaget dan langsung menggunakan pakaian itu dan menjepit rambutnya sehingga ia tidak susah menggunakan hoodie baju itu, Namine langsung menarik tangan kairi dan menariknya keluar rungangan lewat pintu #emangnya dari mana lagi#

"Namine! Kita mau kemana?" Tanya Kairi Kebingungan melihat Namine menarik tangannya

"sst… diam Kai-" Omongan Namine terhenti melihat Penjaga yang hendak berjalan ke arah kamar Namine dan langsung menarik Kairi untuk sembunyi

"Nam!"

"SST! Kai! Tolong diam sebentar!" Bisik Namine kepada Kairi sambil menutup mulut kairi

A.N : sebenernya kapter 6 Cuma segitu, tapi kok pendek amat yak, jadi ga enak mau nulis to be continued, karena itu, akan author lanjutkan dengan cerita lepas Xion yang nanti ujung nya akan nyambung ke Cerita awal, Lagian kurang seru kalo gatau keadaan twilight town sekarang~

Chapter Bonus : Pencarian sang Gadis bernama Xion

TOK TOK TOK!

"….."

"huuuh! Kok belakangan ini aku tidak pernah melihat Sora lagi…." Xion kesal karena ketukan pintu nya tidak dibalas oleh siapapun

Sudah berhari hari Xion terus mengetuk pintu rumah Kairi hendak menemui Sora, tapi tidak pernah ada jawaban

Orang tua Kairi? Entahlah, tidak banyak yang melihat orang tua Kairi selama berhari hari, mungkin bisa dikatakan orang tua Kairi menghilang tanpa jejak 2 hari setelah Kairi dan Sora tidak terlihat, terakhir kali pence mengatkan kalau ia melihat Sora di hutan, dan Ollete juga berkata ia melihat dengan Kairi di danau, tapi Xion mana peduli sama Kairi, dia Cuma peduli Sora seorang

"Hhh… aku bosaaaaaan…. Sora.. Kamu kemana…" Kata Xion sambil terduduk di Sebuah bangku di Sandlot yang luas

Tiba-tiba Xion terbayang dengan seseorang berambut pirang di langit yang berwarna oranye

"Hey! Xion!" Seseorang memanggil Xion dari arah Back Alley

"Fuu! Hayner!"

"Yo! Sedang apa kau disini?" Tanya Hayner kepada Xion

"Entahlah.. Menunggu kepulangan Sora? Aku tidak tahu"Jawab Xion Pasrah

"Hey.. Bagaimana Rencanamu yang waktu itu?" Tanya Fuu

"hah? Rencana apa?" Bingung Hayner akan pertanyaan Fuu

"Maaf Hayner! Urusan wanita!" Jawab Xion sambil menarik Fuu menjauh dari Hayner dan duduk di bangku di Sandlot yang jauh dari Hayner

"Jadi?" Tanya Fuu Lanjut

"huh…. Gagal Fuu" Jawab Xion pasrah

"Siapa yang kau suruh?" Tanya Fuu lebih lanjut

"Katanya Teman-teman Rai" Jawab Xion sambil menghadap ke depan

"Sebenarnya, gagalnya bagaiamana sih? Kudengar teman Rai itu tidak pernah gagal dalam melakukan misi" Bingung Fuu sambil menanyakan pertanyaan

"itu dia Fuu… Mereka menculik orang yang salah"Jawab Xion

"Hah? Kok bisa?" Fuu terkaget

"aaah… entahlah.. katanya mereka buta warnaa!" Xion menjawab Fuu sambil mengacak rambutnya

"Buta warna?!" Fuu terkaget

"iyaa! Aku sudah bilang untuk menculik pemuda berambut brunette dan perempuan berambut merah! Tapi mereka malah menculik pirang pirang! Aahh!" Xion makin mengacak acak rambutnya, Dasar Xion Gila #DIBUNUH INORI

"tapi… lelaki itu…."

A.N : nanti dulu! Sebelum mau melanjutkan Author pengen comment, Ternyata yang nyulik Roxas dan Namine itu Xion toh =_=, entar.. kok author gatau sih? Sebenernya sih tau,, aih aih lupakan lupakan

Back to story

"Lelaki…?" Tanya Fuu bingung

"Laki-laki yang mereka salah culik,, entahlah…." Jawab Xion dengan wajah yang memerah

"Xion.. jangan bilang kau suka dengan laki-laki itu" tambah Fuu sambil merapikan rambut Xion yang di acak-acak tadi

"… aku tidak tahu Fuu… aku memang merasa, kalau aku suka dengan Sora, tapi dengan kehadiran laki laki itu, aku jadi serasa melupakan Sora…" Kata Xion yang penuh bimbang

"aku senang melihatmu bimbang Xion.. hmhmhm…" Kata Fuu tertawa kecil sambil merapikan rambut Xion

"ah! Fuu! Jangan menggodaku ah!"Kata Xion sambil menggembungkan pipinya

'Sora.. sampai kapan pun aku akan terus menunggumu pulang, tidak akan aku biarkan Kairi bersama mu!'

….

..

.

To Be Continued

Cih… Yang topeng putih itu Xion toh -_-

Wkwkwkwk, yaudahlah, Curcol Set~ tuuingggg :

Buat Reviewer Hezkiel Twilight : Hai bang bro, welkama toh. Terima kasih atas review anda, apanya ya yang menarik? Wkwkwk, nge post sana, hush hush wkwkwk, post di tempat anda cepat! Saya tunggu fiction dari andaa~

Read and Review please~

Arigatou Gozaimas! :3