Title: SOUND OF SOUL
.
.
Cast : Lee Sungmin (namja)
Cho Kyuhyun (namja)
Seohyun (Yeoja)
Kris (Namja)
Others
.
.
Genre : Romance/Hurt/Comfort, YAOI
Pairing : KYUMIN slight KYUSEO/SEOKYU/KrisMin
.
Rated: T
.
WARNING : Typo berserakan. Cerita ini mengandung keGaJean dengan aroma yang sangat pekat. Ada beberapa idol yang dijadikan 'nappeun/bad' dalam alur cerita. So, bagi yang tidak berkenan, silahkan klik icon 'X' di pojok kanan atas. Penulis bukan bermaksud menistakan idol manapun, ini hanya sebuah cerita dan disesuaikan dengan pikiran penulis. TOLONG DIPERHATIKAN, HYUN TAK MENERIMA BASH OR FLAME DALAM BENTUK APAPUN! Alo gak suka ya jangan dibaca...
Akan ada beberapa adegan CRACK PAIR! TERMASUK KYUSEO! TOLONG DIPERHATIKAN! JIKA TAK SUKA JANGAN DIBACA! TOLONG! KLIK ICON 'X' DAN SEGERA KELUAR DARI LAMAN INI. INI HANYA SEKEDAR CERITA YANG DIBIKIN BERDASARKAN IMAJINASIKU. TAK ADA MAKSUD UNTUK MENGHUJAT SIAPAPUN! THINK BEFORE READ!
.
SUMMARY
Mencintai dan menyayangi. Dua kata yang lumrah dirasakan setiap manusia. Apakah keduanya bisa didapatkan sekaligus? ataukah harus mengorbankan salah satu diantaranya? Satu lubang dalam hati yang tersakiti menjadi pilihan terakhir. –KyuMin-
.
.
DISCLAIMER
Semua tokoh dalam fict ini punya Tuhan YME dan orang tuanya masing-masing. Ide cerita murni milik HyunChan.
Kyuhyun punyamu, Sungmin punyaku #RIPHYUNCHAN
.
NO COPAS
.
DON'T LIKE, DON'T READ
.
.
.
.
^^HAPPY READING ^^
.
.
.
.
.
Previous Chapter
Aku melangkah menuju apartemen lamaku. Apartemen 137.
.
'Cklek'
.
Aku membuka pintu coklat itu setelah sebelumnya memasukkan beberapa digit nomor password apartemen.
.
Betapa terkejutnya aku saat melihat kondisi apartemen yang sebulan lalu kutinggalkan ini. Sangat berantakan dengan beberapa tumpukan sampah di sana-sini. Aku segera melangkah menuju sebuah kamar yang terletak dekat kamarku dulu.
.
'Cklek'
.
Kubuka pintu itu dan...nafasku tercekat. Apa yang kulihat sekarang benar-benar membuat sekujur tubuhku menegang. Tanganku yang masih memegang handle pintu gemetar.
.
"S-Seohyun-ah..."
.
.
SOUND OF SOUL
Chapter 7
- Let Time Go By (or) Go back to The Past -
.
AUTHOR POV
.
.
.
Mendung. Gumpalan awan hitam hampir memenuhi langit di siang hari itu. Jika orang lain memilih untuk segera mencari tempat bernaung ataupun sejenisnya, tapi tidak bagi Sungmin. Namja manis itu masih betah duduk menghadap gundukan hijau di depannya. Matanya terlihat bengkak. Aliran airmata masih tampak jelas mewarnai pipi chubbynya. Bibirnya gemetar hebat menahan isakan yang terus menerus berhasil lolos.
.
.
"Mengapa kau meninggalkan oppa?" lirih Sungmin sambil mengusap sayang batu bertulisan di depannya. Suaranya terdengar parau. Semakin terdengar miris dengan isakan-isakan kecil yang menyertainya.
.
"Kau tidak mencintai oppa lagi, eoh?" Sungmin terus mengusap lembut batu itu.
.
"Seohyun-ah...hiks...mianhae..." Sungmin terduduk lemas. Terus memeluk batu besar di hadapannya. Sebelah tangannya terus mengusap gundukan berumput itu.
.
R.I.P
Lee Seohyun
15-06-13
.
Sungmin terus menangis. Tak peduli rintik-rintik hujan yang mulai singgah di tubuhnya. Dia terus menangis sambil meracau tak jelas. Sesekali kata 'mianhae' bergulir di tengah isakannya.
Sungmin merasa sangat terpukul. Disaat dia pulang, dia menemukan Seohyun tergeletak di ranjangnya dengan mulut berbusa dan kondisi yang sangat kacau. Sebotol racun serangga tergenggam erat di tangan gadis itu beserta sepucuk surat yang sangat diyakini Sungmin adalah tulisan Seohyun. Dengan tangan gemetar dan kaki yang lemas Sungmin berusaha menelpon bantuan. Dan Kris adalah orang pertama yang dihubunginya. Pikiran Sungmin kalut saat itu. Hingga tak bisa memikirkan apapun. Sungmin makin menjerit histeris saat dokter rumah sakit mengatakan sesuatu yang sangat ditakutkannya. Adiknya telah tiada. Sungmin pingsan.
.
.
.
.
"Hyung..." Sebuah suara yang lirih terdengar memanggil Sungmin. Lay- orang yang memanggil Sungmin tadi, duduk di sebelah Sungmin yang masih tersungkur di depan pusara Seohyun.
"Jangan menangis lagi, Hyung. Adikmu sudah tenang di sana...kau akan membuatnya terus mengkhawatirkanmu jika kau terus menangis seperti ini." ucap Lay berusaha menenangkan Sungmin. Sebenarnya Lay kini juga tengah menangis. Namun dia berusaha tegar agar dapat menghibur Hyung tersayangnya itu. 'Mengapa harus Sungmin Hyung yang menanggung derita ini ?' itulah pertanyaan yang selalu di ucapkan Lay dalam hatinya. Lay merasa sangat sedih melihat Sungmin terus terpuruk.
.
".."
.
Sungmin tak menjawab apapun namun tangisnya perlahan mereda. Hanya isakan kecil yang masih lolos dari bibir yang telah memerah sempurna itu. Rintik hujan makin deras. Lay bangkit dan berusaha menarik Sungmin untuk berdiri namun namja itu menepisnya.
"Aku ingin disini sebentar lagi, kumohon...izinkan aku sebentar lagi disini." Pinta Sungmin lemah.
"Hhh~" Lay menghela nafas. Sekuat mungkin dia menahan airmata yang telah siap jatuh dari pelupuk matanya.
"Arraseo...kami menunggumu di mobil, Hyung." Lay memeluk Sungmin sebentar lalu kembali melangkah keluar dari area pemakaman. Sungmin kembali duduk di sebelah makam Seohyun. Matanya menatap makam itu sendu. Dirogohnya kantung jas hitamnya dan mengeluarkan sesuatu dari sana. Surat terakhir Seohyun.
.
.
.
Oppa...
Mianhae...
Mungkin aku sudah tak lagi bisa berjumpa denganmu saat kau membaca surat ini. Sejak kau pergi aku benar-benar menderita oppa. Aku menderita. Perasaan bersalah ini selalu menghantuiku ,membuatku sulit bernafas.
Oppa...
Kau dimana? aku selalu mencarimu...aku ingin minta maaf. Aku menyesal oppa. Jangan marah padaku...aku menyayangimu. Maaf...maaf aku telah menyakiti hatimu. Maafkan aku yang telah merebut milikmu...maafkan aku yang telah menghancurkan semuanya.
Oppa...
Kau mau tahu sesuatu?
Kyuhyun...dia mencintaimu...lebih dari rasa cintanya padaku. Aku mendengarnya sendiri oleh karena itu aku memutuskan berpisah dengannya. Dia sangat mencintaimu. Selama ini dia sangat menderita karena mencarimu. Kau dimana oppa? Kembalilah padanya...dia...membutuhkanmu.
Oppa...
Sampaikan permintaan maafku pada Paman dan Bibi. Aku menyesal tak bisa menemui mereka. Aku juga minta maaf padamu. Aku sangat berdosa padamu hingga aku tak lagi bisa menahannya. Maafkan aku memilih jalan ini. Aku sudah tak sanggup lagi. Jangan menyalahkan dirimu oppa. Kau sudah telalu banyak menderita. Karena aku dan juga...Kyuhyun.
Oppa...
Mengapa kau selama ini tak pernah marah padaku? Bahkan saat aku telah melakukan kesalahan yang sangat besarpun kau tak pernah marah padaku. Selalu menyayangiku dan merawatku penuh kasih. Kau tahu...hal itulah yang membuatku makin tersiksa...aku benar-benar menyebalkan, bukan? Marahlah oppa. Marahlah jika itu bisa membuat bebanmu berkurang. Menangislah jika kau merasa itu bisa membuatmu lebih baik. Jangan memendamnya lagi seorang diri. Kumohon berbahagialah mulai dari sekarang.
Oppa...Kyuhyun benar-benar mencintaimu...
Percayalah padaku...
Selamat tinggal, oppa. Jangan menangis karenaku, ne...
Aku menyayangimu...
.
.
-Seohyun-
.
.
"Hiks...Seo...hiks..hiks..." Sungmin menangis...kedua tangannya meremas surat itu tanpa dia sadari. Tubuhnya bergetar hebat. Separuh pikirannya masih tak percaya dengan semua hal yang terjadi. Begitu cepat hingga sulit untuk meyakininya.
Hujan turun makin deras namun Sungmin seolah tak peduli. Dengan langkah gontai dan lemah dia melangkah dari makam Seohyun. Pandangan matanya menerawang. Butiran air hujan seolah menyamarkan lelehan airmata di wajahnya yang telah memucat.
.
Deg
.
Langkah Sungmin terhenti saat manik hitamnya menangkap sosok yang kini berada tak jauh di hadapannya. Sosok itu membelakangi Sungmin. Berjalan limbung dan terseok-seok.
.
"Kyu..." hanya itu kata yang terdengar dari bibir Sungmin. Sebuah nama yang sesungguhnya masih sangat dirindukan Sungmin terucap begitu lirih hingga hampir tak terdengar. Hatinya menjerit untuk berbalik arah namun pikirannya menolak. Dengan perlahan langkahnya terayun mengikuti namja itu. Makin cepat hingga kini Sungmin telah berada di dekatnya.
.
"Kyu...hyun..." ucap Sungmin lemah. Sosok itu benar-benar Kyuhyun. Walau hanya melihat dari belakang Sungmin tetap tahu itu Kyuhyun. Sungmin tahu.
Sosok di depan Sungmin itu spontan berhenti saat merasa ada suara yang memanggilnya. Namja itu menoleh dan...seketika terbelalak saat melihat orang yang selama ini di carinya kini berada tepat di depannya. Orang yang selama ini ia rindukan, orang yang selama ini hadir di setiap mimpinya, orang yang selama ini ternyata sangat dicintainya...yang dengan bodohnya ia permainkan begitu saja.
.
.
"Su-Sungmin...?"
.
"Kyu..."
.
Tak beda dengan Kyuhyun, Sungmin juga tercekat saat melihat namja di hadapannya. Wajah yang dulu sangat tampan itu kini seperti tak terurus. Terlihat makin tirus dan...pucat. Obsidian yang dulu bergerak lincah dan berbinar kini redup tak bercahaya lengkap dengan warna hitam yang melingkarinya.
.
.
"Min...Minnie..." "
.
".."
.
"Be-benarkah itu kau...? Minnie...?" Kyuhyun menyeret langkahnya mendekati Sungmin. Kini terlihat jelas jika tubuh namja tinggi itu basah. Bahkan lebih parah dari Sungmin.
.
"K-Kyu..."
.
Sungmin hanya bisa diam membatu. Sedikitpun tak bergerak dari tempatnya berdiri walau hatinya berteriak menyuruhnya lari. Sakit di hati Sungmin terhadap namja di depannya ini memang masih pekat terasa, namun tak bisa dipungkiri jika rasa cinta terhadap namja itupun masih ada. Bahkan tak berkurang walau Sungmin terus berusaha menghilangkannya.
.
'Grep'
.
Dengan cepat Kyuhyun meraih tengkuk Sungmin dan memeluk namja itu dengan erat. "Min...Minnie...Minnie...hiks...jeongmal bogoshippo...mianhae...hiks..." Kyuhyun terisak di bahu Sungmin sementara Sungmin hanya terdiam di pelukan Kyuhyun. Tak ada respon apapun dari namaj manis itu , hanya air mata yang kembali turun ke pipinya.
"Kau kemana? Kau dimana selama ini...hiks...maafkan aku, Ming...aku...hiks...aku mencintaimu..." Satu kalimat dari Kyuhyun itu membuat Sungmin kembali membulatkan matanya. Benarkah? Benarkah apa yang dia dengar?
"Aku benar-benar mencintaimu...aku membutuhkanmu, Ming. Aku...hiks...aku benar-benar mencintaimu...jeongmal saranghae...kumohon maafkan aku..." Kyuhyun terus memeluk Sungmin erat dan terisak. Tubuhnya yang memeluk Sungmin semakin bergetar. Berkali-kali Kyuhyun mengecup pucuk kepala dan telinga Sungmin demi meyakinkan namja manis itu akan perasaannya.
.
.
"K-Kyu...ak-aku..-"
"Minnie Hyung!" Sebuah suara bass yang tegas tiba-tiba menginterupsi ucapan Sungmin.
.
'Set'
.
'Grep'
.
Dengan paksa. Tubuh tinggi itu menarik tangan Sungmin dan membawanya menjauh dari tempat itu membuat Kyuhyun tercekat. Sementara Sungmin hanya bisa menatap sendu Kyuhyun dan memilih mengikuti namja yang menarik tangannya.
"Jangan...jangan pernah menemuinya! Jangan!" racau Kris sambil terus menarik lengan Sungmin.
"Kris...waeyo?" tanya Sungmin bingung. Sejujurnya lengannya sakit sekarang namun dia takut untuk mengatakannya pada Kris yang saat ini terlihat sangat marah.
"JANGAN PERNAH KEMBALI PADANYA!" teriak Kris dan seketika menghentikan langkahnya. Hujan masih setia mengguyur tempat itu walau tak sederas beberapa menit yang lalu.
"Kris..."
.
"Kau milikku! Kau milikku Lee Sungmin...aku yang akan mencintaimu selamanya! Bukan namja itu! Kau paham!" teriak Kris lantang. Sungmin ketakutan sekarang. Dia tak pernah melihat Kris semarah ini sebelumnya. Sungguh dia takut. Apalagi saat melihat mata yang biasa menatap Sungmin dengan lembut itu kini penuh kilatan amarah.
Kris yang menyadari tangan yang digenggamnya bergetar spontan menarik tubuh di depannya dan mendekapnya erat.
"Mianhae...jeongmal mianhae Hyung. Aku hanya takut kau meninggalkanku. Aku tak bermaksud membentakmu...maafkan aku..." lirih Kris di telinga Sungmin. Sungmin hanya mampu diam dan membalas pelukan Kris. Hatinya lega mendengar Kris sudah tak marah lagi.
.
"Mianhae Kris..." bisik Sungmin dan memeluk erat Kris.
.
"Sudahlah..."
.
'Cupp'
.
Kris mencium lembut dahi Sungmin. "Aku yang salah karena terlalu mencintaimu hingga selalu ketakutan kau akan meninggalkanku...mianhae..." bisik Kris dan kembali mencium kedua pipi Sungmin.
"Gomawo telah mencintaiku..." Sungmin tersenyum manis membuat Kris juga menyunggingkan senyum rupawannya.
'Chu~'
"Kajja...kau pasti kedinginan sekarang..." Kris kembali menggenggam tangan Sungmin dan membawa namja manis itu menuju mobilnya sementara Sungmin kini terdiam dengan wajah yang telah merah padam akibat kecupan singkat Kris di bibirnya...aigooo...
.
.
Sementara itu Kyuhyun masih terdiam ditempat pertemuannya dengan Sungmin tadi. Kedua lututnya lemas dan terduduk menghantam tanah. Airmata terus turun di wajahnya yang tirus.
"Minnie...aku mencintaimu...kumohon kembalilah padaku, Min. Aku mencintaimu..." ucap Kyuhyun lirih.
"Aku akan melakukan apapun, Min asal kau mau memaafkanku dan kembali padaku. Aku benar-benar tak bisa hidup tanpamu...hiks...Lee Sungmiiiinnnn...hiks...saranghae..."
.
.
AUTHOR POV END
.
.
SUNGMIN POV
Tepat dua minggu sudah sejak kematian Seohyun. Aku memutuskan kembali ke apartemen lamaku. Aku sudah membicarakannya dengan Kris dan untunglah Kris mengizinkannya. Aku juga kembali kerja di Blue Water sedangkan Lay tetap mengurus cabang restoran di Ilsan.
.
.
"Hyung..." panggil Kris yang entah sejak kapan kini sudah di depanku. Saat ini aku berada di apartemenku membereskan segala sesuatu yang kurasa perlu untuk dibenahi. Bersyukur ini hari Minggu sehingga aku bisa fokus mengerjakannya.
.
"Kris...kapan kau datang?" tanyaku sambil menatap heran dua bungkusan besar di tangannya.
"Baru saja...aku memanggilmu dari tadi tapi ternyata kau sedang melamun. Apa yang kau pikirkan, Hyung?" Kris menaruh bungkusan-bungkusan itu di meja dekat sofa. Aku mengikuti langkah Kris dan membantunya mengeluarkan berbagai macam bahan makanan itu dari kontong-kantong plastik dan membawanya ke dapur.
"Aniyo...aku hanya memikirkan Seohyun." Ujarku sambil membuka kulkas dan mengeluarkan sebotol jus jeruk kesukaan Kris. Namja itu langsung mengambil dan meminumnya cepat. Sepertinya dia sangat kehausan.
Tok
Tok
Tok
Bunyi ketukan pintu membuat aku yang sedari tadi memandang Kris terkejut.
.
"Kris, sebentar...aku buka pintu dulu." Ucapku meninggalkan Kris yang kini tengah mencuci beberapa sayuran yang akan di masak. Kami memang berencana untuk membuat makan siang bersama hari ini.
Tok
Tok
Tok
"Ya...sebentar..." jawabku dengan tergesa-gesa berlari menuju pintu.
.
'Cklek'
.
"Nuguse-...yo..."
.
"Minnie..."
.
'Kyuhyun!'
.
"A-ada apa K-Kyu...?" tanyaku terbata-bata. Suaraku terdengar sangat lirih. Memang kusengaja. Aku takut Kris akan mendengarnya dan kembali marah seperti waktu itu.
"Ming...aku ingin minta maaf..." ucap Kyuhyun. Obsidiannya menatapku sendu. Terlihat nyata gurat kesedihan dari mata yang dulu sangat kukagumi itu.
.
".."
.
"Aku menyesal telah menyakitimu...aku memang bodoh. Kau boleh memukulku jika kau mau. Aku...benar-benar menyesal..."
.
".."
.
"Saat kau pergi...disini sangat sakit..." Kyuhyun mencengkeram dada kirinya.
"Saat kau pergi aku baru menyadari semuanya...aku benar-benar mencintaimu..." kepala di depanku kini tertunduk. Dengan suara yang terus mengiba...aku sedih...tak pernah aku melihatnya serapuh ini.
"Kyu..."
"Seohyun...aku juga merasa sangat bersalah padanya...aku tak sempat minta maaf padanya. Aku menyesal...kumohon maafkan aku..." tubuh yang dulu tegap dan angkuh itu kini tampak sangat lemah di depanku. Begitu rapuh seakan-akan mampu hancur hanya dengan sentuhan yang lemah.
Sebelah tanganku tanpa kusadari terangkat menyentuh wajahnya. Dingin. Wajah pucat itu terasa dingin. Jemariku mulai bergerak membelai wajah itu dan membuatnya mendongak kembali, menatap matanya dengan sayang.
"Aku memaafkanmu, Kyu...dari dulu aku sudah memaafkanmu...jangan seperti ini lagi..." Aku terus mengusap wajahnya dengan lembut.
'Tes'
Setetes airmata jatuh di punggung tanganku. Airmata Kyuhyun. "Mianhae...mianhae..." ucap Kyuhyun parau.
.
".."
.
"Aku mencintaimu...kembalilah padaku...kumohon..." Kyuhyun menggenggam erat tangan Sungmin yang sedari tadi berada di pipinya.
"Kyu..."
.
SUNGMIN POV END
.
.
AUTHOR POV
"Kumohon Ming...beri aku satu kesempatan lagi...kumohon...sekali lagi...hanya sekali." Kyuhyun makin mengiba dan menatap Sungmin penuh harap. Sungmin terdiam. Hatinya merasa senang dan takut dalam waktu bersamaan. Keduanya terdiam tak menyadari sedari tadi sepasang mata menatap penuh kekecewaan pada mereka.
"Ming..."
"Mianhae, Kyu...aku...aku tak bisa kembali padamu..." ucap Sungmin dan melepaskan tangannya dari genggaman Kyuhyun. Rasa cinta di hati Sungmin menyuruhnya untuk memeluk namja di depannya itu dalam pelukannya namun wajah seseorang yang tiba-tiba melintas di benaknya membuatnya kembali meragu.
"W-wae? Waeyo?" suara Kyuhyun terdengar makin parau. Kalimat Sungmin barusan sukses menohok hatinya.
"Aku minta maaf atas kesalahanku selama ini, Ming. Aku sudah menyakiti hatimu terlalu banyak. Aku mohon izinkan aku menebus semua kesalahanku. Sekali saja. Kumohon beri aku kesempatan...sekali saja..."
.
".."
.
".."
.
"Aku...aku tak bisa kembali padamu...mianhae..."
"Ming..."
.
"Lee Sungmin!" Kris yang sudah tak tahan melihat semuanya akhirnya bergerak menghampiri Sungmin dan menatap nyalang Kyuhyun.
"Kau...untuk apa kau menemuinya lagi?"
.
".."
.
"BELUM CUKUPKAH KAU MENYAKITINYA?!" Kris makin emosi. Segera ditariknya Sungmin dan kini dia berhadap-hadapan langsung dengan Kyuhyun. Sungmin panik.
"Kris? Apa urusanmu disini?" tanya Kyuhyun mendelik pada Kris.
Kris tersenyum miring. "Urusanku? Urusanku adalah menjauhkan orang sepertimu dari orang yang kucintai." Ucap Kris santai.
"BRENGSEK!" Tanpa diduga Kyuhyun menghantam rahang Kris dengan tinjunya membuat namja tinggi itu terhuyung. Sungmin menjerit.
"KAU! BAJINGAN!" Kris bangkit kemudian balik menghajar Kyuhyun.
"Hentikan...hiks...hentikan..." Sungmin menangis melihat kondisi kedua namja itu. Keduanya seperti tak menganggap namja manis itu ada di sana. Saling memukul penuh luapan amarah.
"HENTIKAAAANNNN!" Sungmin menjerit. Tubuh mungilnya berlari mendekati Kris yang telah terkapar lemah di lantai akibat pukulan Kyuhyun. Sungmin mengangkat kepala Kris dan menaruhnya diatas pangkuannya. Namja itu terus menangis sambil menepuk-nepuk pipi Kris agar berharap namja itu kembali sadar. Kyuhyun terdiam meyaksikan adegan di depannya. Rasa sakit kembali merayapi hatinya membuatnya mengernyit sakit. Seperti ditikam berulang-ulang ditempat yang sama. Perih.
"Kris...hiks...bangun Kris...hiks..." Sungmin terus menepuk pelan pipi Kris dan mengguncang tubuh tinggi itu agar kembali membuka matanya.
"Kris...hiks..."
"Uhukk...arghkkhh.." Kris terbatuk dan mengerang. Lelehan darah keluar dari sela bibir tipisnya.
"Kris...Kris gwenchana...? Kris?" Sungmin tampak panik dan terus menepuk pipi Kris agar namja itu sadar.
Kyuhyun melangkah menghampiri Sungmin kemudian segera membopong tubuh Kris dan membaringkannya di sofa. Sungmin terdiam memandangi Kyuhyun.
.
.
Setelah membersihkan luka-luka di tubuh Kris dan meminumkannya obat. Sungmin mulai mengobati luka di wajah Kyuhyun. Saat ini Kris tengah tertidur akibat pengaruh obat yang diberikan Sungmin.
Tak ada percakapan yang terjadi diantara keduanya. Terus terdiam dan hanyut dalam pikiran masing-masing. Sungmin masih fokus membersihkan dan mengobati luka Kyuhyun sedangkan namja itu, sedari tadi kedua manik kembarnya tak henti-hentinya menatap Sungmin. Pancaran rindu dan rasa sayang terlihat sangat nyata dari kedua obsidian itu.
Kyuhyun mendekatkan wajahnya kearah Sungmin membuat Sungmin tersentak.
"Kau mau apa?" tanya Sungmin dengan sangat dingin. Kyuhyun terkejut dengan respon Sungmin. Selama dia mengenal namja manis itu, tak pernah sekalipun namja itu berkata dingin padanya. Selalu ceria dan lembut.
"Apa...kau benar-benar tak mencintaiku lagi...?" tanya Kyuhyun tanpa menjauhkan wajahnya dari wajah Sungmin.
.
".." Sungmin terdiam.
.
"Apa aku sudah tak memiliki tempat lagi di hatimu?"
.
".."
.
"Minnie..."
Dengan memberanikan diri, Kyuhyun mulai mengeliminasi jarak diantara mereka dan dengan cepat bibir tebalnya membungkam bibir Sungmin dan membawanya dalam satu ciuman hangat tak menuntut.
Bibir Kyuhyun mulai bergerak dan melumat bibir Sungmin pelan. Jantung keduanya berpacu dengan cepat. Menghentak keras saling bersahutan. Kedua pasang mata itu terpejam.
Kyuhyun menekan tengkuk Sungmin dan makin membawa bibir itu masuk dalam buaian bibirnya. Sungmin masih terus terdiam.
'Tes'
Setetes airmata jatuh di pipi Sungmin. Membuat Sungmin membuka matanya bersamaan dengan Kyuhyun yang melepaskan bibirnya. Kedua kening mereka masih saling menempel.
.
"Maaf telah membuatmu menderita...walau kau tak lagi mencintaiku, aku akan selalu mencintaimu. Kau nafasku, Ming."
.
'Cupp'
.
"Mianhae..."
.
Setelah mengucapkan itu, Kyuhyun beranjak meninggalkan apartemen Sungmin. Meninggalkan Sungmin yang kini menatap sendu pintu apartemennya. Masih tampak tetesan airmata di pipi namja itu. Bukan airmatanya...tapi Kyuhyun...
"Mianhae Kyu...hiks..."
.
.
.
.
.
.
.
TBC
Chingudeul annyeooooonnngggg \(^^)/...
Waaahh Hyun seneng banged looh
Gak nyangka respon chingudeul di chappie 6 segitunya...hiks..hiks..Hyun terharu #srroot#lap ingus di baju Kyunnie
Belum 1 jam publish dah ada lebih dari 300 visitor...woaaa...Hyun speechless, belum lg yg ngerifyu...aigooo...deepbow buat kalian semua...
Jeongmal gamsahaeyo! m(_ _)m
.
SPECIAL KISS n HUG to :
Cholee137, ChoKyunnie, deviyanti137, paprikapumpkin, , hideyatsutinielf, , KyuMin Child Clouds, Zahra Amelia, Milky Andromeda, tripler lee, Safira Blue Sapphire, skittlescinth, elfkyulover, Rilianda Abelira, abilhikmah, lenyclouds, kyutamins, sitapumpkinelf, ChoHuiChan, pumpkinsparkyumin, Kyurin Minnie, epildedo, sitara1083, winecoup137, KyuKyuKyuKyuBabyKyunnie, SPREAD JOY137, ChanMoody, Diamond, EvilBunny Cho, minnievie, say yes kyumin, guest, Park WinTeuk, Adekyumin joyer, cho minimi, sary nayola, kyuminsaranghae, evilbunny, sissy, winecouple, Ardilla KyuMin
Serta seluruh yang dah FAV n FOLLOW ff Hyun ini...I LOVE U ALL!
Silent readers semuanya...makaci dah mau baca ff abal Hyun ini. Sungguh Hyun akan makin sennag jika kalian memutuskan untuk menulis satu huruf di kotak review. hwehehe...
.
Jangan bosen-bosen buat review ya teman-teman...Hyun sangat membutuhkannya...
KEEP REVIEW YAAAHHHH #kasihdalemanKYU #bbuingbbuing#
Akhir kata...gomawoooo \('v')
.
SALAM KMS JOYERS. BELIEVE IT. KYUMIN IS REAL
