Bitch Boy
By Fan_dio
Cast : Do Kyungsoo, Kim Jongin, Byun Baekhyun, Park Chanyeol, Exo Member, BTS Member, Infinite Member, SNSD Member, Jo Insung, etc
Pairing Main Cast : KaiSoo and ChanBaek
Genre : Romance and Friendship
Warning : This is BL (Boys Love), Adult (No Children), 18+
Banyak Typo dan Penistaan Cast
Rated : M+
= Happy Reading =
Jongin tetap dengan posisi memeluk Kyungsoo, namja kecil dipelukannya itu perlahan tenang dan normal, dan kali ini dirinyalah yang tidak tenang, jantungnya berdegup kencang dan nafasnya perlahan memburu
"apa kamu yakin?" Tanya Jongin sekali lagi, untuk meyakinkan dirinya, dia tidak ingin bertanya mengenai 'siapa orang yang akan menjamah namja kecil itu' hingga akhirnya dia rela melakukan hubungan badan dengan dirinya, Jongin tidak ingin memikirkannya, dia akan menunggu hingga Kyungsoo berbicara tanpa dipaksa
"aku yakin, aku menagih janjimu yang sudah setuju Jongin ah" jawab Kyungsoo. Dia tidak mungkin jujur kepada Jongin bahwa dirinya saat ini terjebak dalam keluarga yang menggeluti bisnis haram, dia tidak ingin melibatkan orang luar, terutama Jongin. keterlibatan Jongin saat ini hanyalah sebagai namja yang akan mengambil keperjakaannya saja, hanya itu
Jongin menarik nafasnya dan melepaskan pelukannya, dia membelai singkat pipi Kyungsoo, sesuatu yang dilakukannya secara otomatis, padahal diantara mereka belum ada ikatan cinta apa-apa, hanya sekedar teman tapi mesra saja
Pipi tembem Kyungsoo memerah hebat, dia menunduk, Jongin telah memberikannya kehangatan yang menenangkan jiwa
"baiklah, ayo kita lakukan" kata Jongin, dia memperbaiki posisinya dan berhadapan dengan Kyungsoo
Kyungsoo yang masih memerah perlahan menjadi gemetar, ini kali pertamanya berhadapan dan sedekat ini dengan seorang namja. dikehidupannya di panti asuhan dulu dia tidak pernah merasakan seperti ini, namja yang bernama Jungkook tidak dihitung, karena namja itu hanya dianggap adik olehnya
"aku ingin kamu yang memulainya" ucap Jongin pelan, sangat pelan malah, dia tersenyum kepada Kyungsoo
Kyungsoo terdiam, namun matanya intens menatap mata Jongin, mata mereka berdua saling adu dan tidak berkedip
Dan kemudian, dengan gerakan slow motion, kedua telapak tangan Kyungsoo perlahan diletakkan didada Jongin, dia mencoba merasakan dan menikmati detak jantung namja disampingnya itu
Jongin hanya diam, dengan senyum yang masih tersungging
Kyungsoo perlahan menurunkan tangannya, dan memegang tepi baju olahraga bagian bawah milik Jongin, jantung Kyungsoo berdetak semakin cepat
Dan… Kyungsoo menarik baju itu keatas… Jongin otomatis mengangkat tangannya, baju namja itu terlepas dengan elit, dan Kyungsoo yang melepaskannya
Kyungsoo menatap bentuk tubuh Jongin, bentuh tubuh yang lumayan walaupun agak kurus
"ABS mu bagus Jongin ah" gumam Kyungsoo, nyaris seperti bisikan, terdengar jelas getaran dan gumamannya itu
Jongin membalasnya dengan senyuman, dia saat ini telanjang dada
Kyungsoo perlahan memegang 6 kotak diperut Jongin itu, dia tidak pernah menyangka akan memegang perut seorang namja, dipikirannya selama ini dia untuk pertama kalinya mungkin akan memegang payudara seorang yeoja yang seksi bahenol, namun ternyata pikiran itu salah
"aku akan membuka bajumu juga" ucap Jongin pelan, tanpa dikomando, tangannya perlahan mengarah kekancing kemeja hitam Kyungsoo, namja itu hanya diam dan melepaskan tangannya perlahan di perut Jongin. Jongin membuka satu persatu kancing kemeja itu, dia melakukannya dengan lembut dan tidak tergesa-gesa
Degup jantung Kyungsoo semakin kencang, sebentar lagi sesuatu yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya akan terjadi
Keadaan Kyungsoo saat ini juga telanjang dada, sama seperti Jongin. Jongin tersenyum menatap tubuh putih dan bahu sempit Kyungsoo
"tubuhmu ternyata lebih kecil dari yang kukira" canda Jongin, dia mengatakan itu untuk mencairkan suasana bisu dan sunyi diantara mereka
Kyungsoo menunduk malu, baru kali ini dia telanjang dada dihadapan seorang namja
"Jongin ah, maafkan aku.." kata Kyungsoo tiba-tiba
"maaf untuk apa?" Tanya Jongin tidak mengerti
"entahlah, aku hanya merasa bersalah kepadamu" jawab Kyungsoo ambigu, dia menunduk
Jongin tersenyum, dia lalu memegang dagu Kyungsoo dan mengarahkan wajah namja itu kepadanya
"kamu tidak melakukan salah apa-apa" terang Jongin, dia menenangkan Kyungsoo
Wajah Kyungsoo kembali memerah, jari Jongin masih memegang dagunya
Dan entah siapa yang memulai, kedua namja itu saling 'berciuman', dengan gerakan lambat dan tidak tergesa-gesa, kedua namja itu menyatukan bibir mereka, kedua bibir yang sama-sama seksi. Jongin memiringkan wajahnya agar bibirnya dan bibir Kyungsoo semakin menyatu sempurna
"hm…" Kyungsoo mendesah dalam pagutan bibir Jongin, dan secara otomatis tangan namja itu memegang tengkuk Jongin, agar ciuman mereka tidak terputus, Jongin tersenyum, dia memang mengharapkan agar Kyungsoo yang lebih agresif
Bunyi kecipak dan desahan nikmat menjadi pengiring indah dikamar kecil milik Jongin, hanya mereka berdua saja, mereka larut dalam indahnya ciuman yang masih belum jelas didasari cinta atau tidak
10 menit Jongin dan Kyungsoo saling berciuman, mereka sudah memasukkan lidah masing-masing dan saling bertukar saliva, ciuman ala barat itu terjadi begitu saja, tanpa perencanaan
Nafas Jongin dan Kyungsoo memburu, sepertinya mereka berdua kehabisan nafas, dan akhirnya mereka mengakhiri ciuman yang lumayan panjang itu
Kedua insan itu saling tatap,
"apa ini ciuman pertamamu?" Tanya Jongin pelan, dia memegang pipi Kyungsoo
Kyungsoo menggeleng pelan, dia jujur, itu bukanlah ciuman pertamanya, ciuman pertamanya sudah dicuri oleh namja yang bernama Jungkook
"jadi aku yang keberapa?" Tanya Jongin lagi
"yang kedua" jawab Kyungsoo polos
Jongin tersenyum
"kamu sendiri?" Kyungsoo balik bertanya, tidak adil jika hanya dia saja yang diintrogasi
"ini yang pertama untukku" jawab Jongin, namja itu jujur
Kyungsoo tersenyum,
"jadi aku yang mengambil ciuman pertamamu?" Tanya Kyungsoo, dia mendadak bangga
"ya" jawab Jongin singkat
Sesuatu yang pertama kalinya memang menjadi moment yang tidak akan dilupakan oleh sebagian orang, walau ciuman pertama Kyungsoo bukan dengan Jongin, namun seks pertamanya akan dilakukan dengan namja itu. Kyungsoo adalah namja yang mengangungkan sesuatu yang berbau 'first time', segala sesuatu yang dilakukan pertama kali harus bersama seseorang yang tepat
Jongin mengecup singkat bibir Kyungsoo dan melepaskan tangannya dipipi namja itu, dan kemudian tanpa berpikir panjang Kyungsoo memeluk tubuh tegap Jongin, dia menyatukan kedua dada telanjang mereka, pelukan Kyungsoo sangat erat
Jongin sedikit terkaget, namun dia bisa menguasai dirinya, namja itu membalas pelukan Kyungsoo dengan menautkan kedua tangannya dipunggung Kyungsoo, namja kecil itu tenggelam dalam dekapannya
Hening
Tidak ada yang memulai percakapan lagi, hanya bunyi jarum jam yang menghiasi kesunyian diantara mereka
"lakukanlah Jongin ah, masuki aku.." ucap Kyungsoo tiba-tiba, masih dalam dekapan dan pelukan Jongin
Jongin mengangguk cepat, mereka terlalu lama dengan sesi pembukaan
Jongin melepaskan pelukannya dan membaringkan Kyungsoo diranjang, namja itu lalu duduk dan ingin melepaskan celana olahraganya, namun Kyungsoo menginterupsi
"biar aku saja yang membukanya Jongin ah" pinta Kyungsoo
Kyungsoo dengan cepat mengarahkan tangannya dicelana olahraga milik Jongin, dia memegang pelan pinggir celana itu dan memelorotkannya
Jrengg..
Sekarang Jongin terlihat polos dengan hanya menggunakan celana dalam saja
Degup jantung Kyungsoo semakin tidak beraturan, dilain pihak Jongin hanya diam saja dan membiarkan namja didepannya 'bekerja'
Hening, mereka berdua masih membisu
Setelah celana olahraga Jongin terlepas, sekarang giliran Kyungsoo yang membuka celana jinsnya sendiri, dia melakukannya dengan cepat dan tidak ingin Jongin yang membukanya, dia masih merasa risih, namja itu tidak menggunakan boxer
Kini keadaan mereka berdua nyaris telanjang total, hanya celana dalam saja yang menutupi daerah kemaluan mereka
Jongin dan Kyungsoo saling tatap, bukan tatap mata, namun saling menatap keindahan tubuh didepan mereka, tanpa bersuara
Kyungsoo menarik nafasnya, dan tanpa aba-aba dia mengarahkan tangannya ke selangkangan Jongin yang masih tertutupi celana dalam, Jongin awalnya kaget, namun dia berusaha bersikap biasa saja dan menerima serangan mendadak Kyungsoo
"esh…" Jongin mendesah pelan, jari jemari Kyungsoo menyapu kejantanannya dengan lembut dan aksi itu sontak membangunkan 'si adik kecil'
Tangan Kyungsoo bergetar hebat, dia meraba dan mengelus kejantanan Jongin yang masih tertutup itu, dia tidak mengerti dorongan nafsu dari mana sehingga dia nekat mengarahkan tangannya sendiri keselangkangan namja itu, tapi yang jelas, aksinya itu membuat Jongin melenguh dan mendesah nikmat
"apa aku bisa membukanya?" Tanya Kyungsoo, kali ini dia meminta izin
Jongin mengangguk, dia menelan ludahnya kasar
Dengan cepat dan tanpa aba-aba lagi, Kyungsoo memelorotkan celana dalam Jongin itu, dan..
Jreng…
Tampaklah penis kepunyaan Jongin yang terpampang badai didepan Kyungsoo, pemandangan yang sangat langka untuknya
"mainkan sesukamu Kyungsoo ya" ucap Jongin lirih,
Kyungsoo sudah mendapatkan izin, dan tidak berlama-lama lagi, namja itu memegang dan mengocok penis yang mulai tegang dan berurat itu, Kyungsoo dengan tangan gemetar merasakan bagaimana hangat dan denyutan penis itu ditangannya
"ahh…" Jongin mendesah pelan, dia merasakan nikmat yang tidak terlukiskan,
Kyungsoo semakin mempercepat kocokan tangannya, dia terlihat agresif, entah dorongan dan bisikan dari mana, dia merasa bahwa itu bukan dirinya, tapi namja kecil itu tidak peduli,
"ahh.." desahan dan racauan terdengar dari Jongin, namja itu tidak tinggal diam, dia meraih tengkuk Kyungsoo dan mencium bibir namja itu sekali lagi, Kyungsoo menerima dan menyambut bibir seksi Jongin sambil terus mengocok penis Jongin dengan ritme yang cepat
"hm…hm…"
15 menit mereka menghiasi ruangan dengan desahan, yang didominasi oleh desahan Jongin, namja itu baru kali ini menikmati kenikmatan dimana penisnya dikocok oleh orang lain, dan itu adalah namja
Ciuman mereka terlepas, Kyungsoo masih ingin melakukan lebih, dia mencium leher dan telinga Jongin secara bergantian, mungkin setan telah merasukinya, namun namja itu tetap tidak peduli
Jongin terus mendesah keenakan, tangan kanannya tidak tinggal diam, dia mengarahkannya ke puting Kyungsoo dan memelintirnya pelan, hal tersebut membuat Kyungsoo menggelinjang keenakan
"ah.."desah Kyungsoo, namja itu mendesah di ceruk leher Jongin, dia menjilat dan menyapu leher namja berkulit eksotis itu, secara tidak langsung dia meniru gaya Baekhyun yang menjilat leher Chanyeol, namun Kyungsoo melakukannya dengan lembut dan penuh penghayatan (?)
Setengah jam berlalu, pemanasan awal mereka belum juga selesai, namun sepertinya kegiatan inti akan terlaksana sebentar lagi, karena Jongin menghentikan desahannya dan menginterupsi Kyungsoo agar menghentikan kocokan dipenisnya
"kenapa?" Tanya Kyungsoo tidak rela,
"hm… sepertinya spermaku mau keluar, apa kamu ingin keluar dengan sia-sia saja?" jawab jongin dan dilanjutkan dengan bertanya balik, titik peluh mewarnai wajah namja itu
Kyungsoo tersenyum dan mengelap keringat Jongin dengan tangannya,
"baiklah, kita akan melakukan adegan inti" tukas Kyungsoo, saat ini dia seperti 'namja bitch' yang berpengalaman, mungkin karena dia larut dalam keadaaan
Jongin mengangguk, penisnya masih mengacung hebat dan siap tempur
Kyungsoo berbalik dan menelungkupkan dirinya, dia membuka celana dalamnya pelan, dan kini tubuh putihnya terekspose sempurna, tanpa sehelai benangpun
"masuki aku Jongin ah.." pinta Kyungsoo manja,
Tanpa dikomandoi, Jongin menempelkan penisnya dibokong Kyungsoo, dia tidak langsung memasukkannya, karena dia tahu bahwa ini pertama kalinya bagi Kyungsoo dan dirinya
"aku akan memasukkannya pelan-pelan Kyungsoo ya… katakan jika itu sakit" gumam Jongin, dia mengocok penisnya pelan
"ya" tukas Kyungsoo pelan,
Kemudian… sedetik… dua detik…
Jongin memasukkan pelan penisnya kebokong Kyungsoo, baru kepala penis itu yang masuk
"argh…." Erang Kyungsoo, rasa sakit dan pedih dirasakaannya
"ma…maaf" ucap Jongin cepat, mungkin karena ukuran penisnya yang besar atau lubang Kyungsoo yang masih perawan, dia tidak tahu pasti
"ti.. tidak mengapa, lanjutkan Jongin ah.." kata Kyungsoo, dia masih merintih pelan
Dan kemudian, Jongin semakin menekan penisnya, lebih dalam…. Lebih dalam…
Blassss….
Akhirnya penis besar Jongin itu amblas kedalam bokong Kyungsoo,
"akh….akh…." jerit Kyungsoo tertahan, dia menyumpal mulutnya dengan ujung bantal yang ada, dahinya berkeringat
Jongin mulai terbiasa, dia merasakan nikmat yang tiada tara, penisnya terjepit dibokong Kyungsoo, dia mulai menggerakkan dan mendorong penisnya maju-mundur, dengan gerakan lambat tentunya
"ah….ahhhh.." desah Jongin nikmat, akhirnya dirinyalah yang mengambil 'sesuatu yang pertama' dalam diri Kyungsoo, dan keperjakaannya diserahkan kepada namja itu juga… ya, Jongin masih perjaka, dan keperjakaannya amblas dibokong Kyungsoo, bukan di vagina yeoja
"akh..akh…" Kyungsoo meracau, dia melepaskan bantal yang membekap mulutnya, dia mulai merasa nikmat, rasa perih dan sakit berganti dengan rasa geli dan nikmat
Jongin tersenyum, dia pernah menontol film BL, dan mengetahui betul bagaimana reaksi wajah seseorang yang sedang dilanda nikmat, dia semakin mempercepat dan memompa pinggulnya, penisnya terus menghujam dan menusuk prostat Kyungsoo
"ahh….ah….'
"akh….akh….uh….uh…ash…. Jongin ah…"
"ahhhhh…..ah…. Kyungsoo yaa…."
"akhhh…..ahh…"
Desahan, erangan, racauan kenikmatan mengiringi kegiatan seks yang dilakukan oleh Jongin dan Kyungsoo, kegiatan yang seharusnya dilakukan oleh pasangan suami isteri, namun kedua namja itu tidak peduli, yang pasti mereka sudah melakukannya dan sementara setengah jalan
Sudah hampir sejam Jongin dan Kyungsoo bergelut dengan kegiatan seks perdana mereka, Jongin sebagai seme terus melakukan tugasnya dengan baik dan jantan, sedangkan Kyungsoo yang berposisi sebagi uke, menerima setiap terjangan dan serangan penis Jongin itu. Mereka berdua saling menikmati dan menguntungkan
"Kyungsoo ya… aku mau keluar" desah Jongin pelan, memberikan infomasi bahwa penisnya sudah berdenyut hebat
"keluarkan saja" timpal Kyungsoo, mereka berdua memang tidak menggunakan kondom, pilihan yang buruk memang, tapi seks mereka adalah yang pertama, jadi sepertinya aman-aman saja
Jongin mengelap peluhnya yang menetes, dia mempercepat genjotan dan sodokannya, derit ranjang semakin berisik saja,
Dan kemudian…
"ahhhh….ahhhhh…." seruan nikmat yang panjang keluar dari bibir Jongin
Croot..croott…. crooot…
Namja itu menumpahkan air kehidupan alias spermanya dibokong Kyungsoo, sperma Jongin sangat banyak, mengalir keluar dari bokong dan meleleh membasahi paha putih Kyungsoo, Jongin menormalkan nafasnya, dia hilang tenaga sekarang, spermanya memuncrat sebagian di sprei ranjangnya
Kyungsoo berbalik, dan mendudukan dirinya, dia menatap penis Jongin yang masih tegang dengan banyak lendir putih membasahi batang indah itu
"ma..maaf Kyungsoo ya, pantatmu jadi kotor" ucap Jongin cepat-cepat, namja itu masih berusaha menormalkan nafasnya setelah pengeluaran spermanya
"tidak mengapa" timpal Kyungsoo, dia tersenyum, senyum bahagia, akhirnya dirinya 'dipakai' juga oleh Jongin dan bukan oleh orang lain
Jongin yang masih lelah, dengan cepat kembali menciumi Kyungsoo, dia melumat dengan ganas bibir namja itu, cara menciumnya sangat berbeda dengan yang pertama,
Tangan Jongin memegang penis Kyungsoo, sontak Kyungsoo terkaget, namun ciuman dari jongin membuatnya tidak bisa apa-apa
Jongin mengocok pelan penis Kyungsoo, dia tidak ingin jika hanya dia saja yang merasakan nikmat, Kyungsoo juga harus merasakannya dan keluar…
"hm…hm…" Kyungsoo meracau nikmat, penisnya dikocok oleh Jongin, hal yang tidak pernah dibayangkannya
Jongin semakin mempercepat ritme kocokannya, dia ingin menuntaskannya segera
Dan … 5 menit kemudian… crooot…croot…
Sperma Kyungsoo menyembur, membasahi tangan Jongin, sebagian tercecer disprei. Bau sperma menguar diruangan itu, sperma milik Jongin dan Kyungsoo
Jongin melepaskan ciumannya, nafasnya terengah-engah, begitu juga dengan Kyungsoo, setetas saliva tersangkut disudut bibirnya
"terima kasih Jongin ah.." ucap Kyungsoo, namja dihadapannya telah memberikan pengalaman seks perdana yang tidak mungkin dilupakannya seumur hidup
"sama-sama" timpal Jongin, dia mengelap saliva dibibir Kyungsoo dengan tangannya
Kyungsoo perlahan membaringkan dirinya, dia sangat lelah. Jongin juga demikian, dia memposisikan dirinya disamping Kyungsoo dan memeluk namja itu
Kyungsoo memalingkan wajahnya kearah kanan
Setetes air mata tumpah melewati pipi Kyungsoo, namja itu dengan cepat menghapus air mata itu, dia tidak ingin Jongin melihatnya. Dia tidak tahu itu air mata apa, entah air mata bahagia atau penyesalan. Kyungsoo yang meminta sendiri untuk digagahi oleh Jongin, sebelum orang lain diluar sana yang menikmatinya,
Atau mungkin Air mata itu ditujukan bagi kedua orangtuanya yang tidak pernah dikenalnya, air mata permintaan maaf karena dirinya sudah melakukan sesuatu hal yang tidak semestinya dilakukannya
"kamu menangis Kyungsoo ya?" Tanya Jongin, dia melihat bekas air mata yang dihapus dipipi Kyungsoo
"ah tidak" jawab Kyungsoo cepat
"apa kamu menyesal telah melakukannya denganku?" Tanya Jongin
"aku tidak akan pernah menyesal Jongin ah, aku bahagia" jelas Kyungsoo, dia memandang langit-langit kamar, namja itu sudah menerima takdirnya
Jongin tersenyum lega, dia takut dirinya telah menyakiti Kyungsoo. Banyak pertanyaan yang bertumpuk dibenak Jongin, pertanyaan yang sangat butuh jawaban, jawaban dari Kyungsoo. Namun, dia sudah bertekad tidak akan bertanya dan menunggu Kyungsoo sendiri yang berbicara jujur kepadanya
Demikian pula dengan Kyungsoo, banyak sesuatu yang ingin dia ungkapkan kepada namja disampingnya, tapi dia takut jika pengungkapannya itu akan mendatangkan masalah baru, untuk saat ini biarlah 'semua masalahnya' disimpan sendiri, termasuk 'perasaannya' selama ini
Jongin dan Kyungsoo larut dalam pikiran masing-masing
.
.
.
.
.
o…o…o…o…o…o…o…o
Taehyung seharian tidak keluar kamar, namja itu dengan tenang dan senang menemani namja asing dikamarnya, Jungkook
Taehyung terus saja senyam-senyum sendiri dan menatap Jungkook yang sedang melahap makanan dengan cara yang imut dan menggemaskan,
"hyung tidak makan?" Tanya Jungkook, dia bertanya dengan mulut penuh makanan
"ah, ini aku sedang makan" jawab Taehyung cepat, dia mengambil kentang goreng dan memakannya, untung saja kakaknya, Sehun, tepat waktu dan memberikannya uang, karena uang yang kemarin itu sudah habis untuk berfoya-foya, ya… Taehyung memang pengangguran, dia juga tidak sekolah, dan selama ini yang menanggung biaya hidupnya adalah Sehun
"maaf karena sudah merepotkan hyung" ucap Jungkook cepat, dia jadi tidak enak
"tidak.. tidak, kamu sama sekali tidak merepotkanku, aku malah senang" timpal Taehyung lagi
Taehyung beranjak dan mengambil salah satu botol minuman kerasnya, dia membuka tutup botol itu dan hendak menegaknya,
"alcohol tidak baik untuk kesehatan hyung" kata Jungkook, dia menginterupsi Taehyung
Taehyung terdiam, mulutnya sudah ternganga dan sudah siap meneguk minuman tersebut, namun tanpa terduga dia menghentikan niatnya, dia menutup kembali tutup botol itu
"ya, aku tahu" timpal Taehyung pelan, dia merasa aneh, karena selama ini tidak ada yang bisa melarangnya untuk minum, termasuk Sehun yang selalu mewanti-wanti dan menasehatinya, dan sekarang namja asing yang bernama Jungkook itu berhasil menahan niatnya untuk minum, ajaib
Jungkook tersenyum simpul, dia menghentikan makannya
"kata Kyungsoo hyung, kita harus hidup sehat, masa muda harus dijaga agar kelak tidak menyesal" ucap Jungkook, sok dewasa
Taehyung tersenyum pelan, dia mendekati Jungkook dan meninggalkan botol minumannya
"apa si Kyungsoo itu sangat berarti bagimu?" Tanya Taehyung berani
Jungkook mengangguk imut, lalu tersenyum
Taehyung menghela nafasnya singkat
Suara ketukan pintu menginterupsi interaksi Taehyun dan Jungkook. Taehyung dengan cepat beranjak untuk membuka pintu,
"oh, Jimin shi ada apa.." sapa Taehyung kepada namja didepan pintu kosnya
"kami semua menunggumu di base camp" kata namja yang bernama Jimin itu, mengatakan tujuan utamanya
"maaf, aku tidak ada waktu" ucap Taehyung cepat,
"kamu ini, boleh aku masuk?"
"tidak, tidak sekarang… aku betul-betul sibuk" ujar Taehyun cepat, dia menghalangi langkah Jimin untuk melongok dan masuk ke kamarnya
"kamu ini aneh, siapa didalam?" Tanya Jimin, dia penasaran
"tidak ada siapa-siapa" jawab Taehyung, semoga saja si Jungkook tidak bersuara
Namja yang bernama Jimin itu masih penasaran, namun sepertinya dia tidak bisa memaksa,
"baiklah, aku menyampaikan pesan dari wendy, yeoja itu menunggumu di Cheon hotel kemarin, tapi kamu tidak datang"
"katakan padanya bahwa aku kehabisan uang, jadi aku batal kehotel itu" kata Taehyung, dia berbohong, kemarin dia datang, namun hanya sampai dibassement, karena dia tidak sengaja bertemu Jungkook, menyelamatkan dan membawa namja itu ke kosnya
"baiklah, kalau begitu aku pergi dulu. Besok aku kesini lagi" tutup Jimin, dia melongok singkat kearah pintu kos Taehyung, namun pandangannya tetap dihalangi oleh namja didepannya itu
Akhirnya Jimin pulang
Taehyung mendesah lega, dia kembali masuk dan menutup pintu kamarnya
"tadi siapa hyung?" Tanya Jungkook, dia mulai merasa nyaman dan tidak malu lagi dengan si empunya kamar
"teman, tapi dia sudah pulang" jawab Taehyung singkat, dia tersenyum, lalu duduk disamping Jungkook
Jungkook telah selesai dengan makanannya, sedangkan Taehyung tiba-tiba merasa kenyang, hanya dengan memandangi atau menonton namja muda didepannya makan
"terima kasih hyung atas makanannya" ucap Jungkook, dia menundukkan kepalanya singkat
"sama-sama"
Taehyung lalu teringat sesuatu
"sebenarnya kamu tinggal dimana? Mungkin kedua orangtuamu mencarimu?" Taehyung bertanya pelan dan lembut
"aku tinggal dipanti asuhan hyung" jawab Jungkook, dia sedikit malu
"oh, apa nama panti asuhan itu?"
"namanya Orphanage Geong, mungkin kepala panti sedang mencariku saat ini, tapi aku masih takut hyung. Aku takut keluar" jelas Jungkook, mimik wajahnya berubah, dia adalah tipe namja yang mudah trauma
"tenanglah, aku akan mencari panti asuhan itu dan mengantarkanmu kesana, jangan takut" timpal Taehyung
"apa hyung mengusirku?" Tanya Jungkook
"oh, tidak, sama sekali tidak… kamu boleh tinggal disini bersamaku, sampai kamu ingin pulang" jelas Taehyung cepat, dia tidak ingin namja didepannya itu salah paham
Jungkook kembali tersenyum polos,
"terima kasih hyung"
Taehyung balas tersenyum, namja didepannya itu telah memberikan warna baru dalam hidupnya yang membosankan
Jungkook meraih sambal bungkusan didepannya, dia ingin memakan kentang goreng bersama sambal itu, namja tersebut membuka bungkusan sambal dengan susah payah,
"biar aku bantu" kata Taehyung cepat
"aku bisa hyung" balas Jungkook,
Dan….
Proott…. Muncratan sambal keluar, dan mengenai kaos putih yang digunakan oleh Taehyung, lumayan banyak
"ma..maaf hyung" ujar Jungkook cepat, dia tidak enak dan salah tingkah
"tidak mengapa" Taehyung berujar
Taehyung lalu membuka kaosnya tepat dihadapan Jungkook, tanpa merasa risih, baju kaos putih itu harus segera direndam
Wajah Jungkook sontak memerah, mungkin karena melihat Taehyung telanjang dada dihadapannya,
"kenapa?" Tanya Taehyung tidak mengerti, dia melihat ekspresi Jungkook yang lain
"ah, tidak ada apa-apa hyung" jawab Jungkook, dia menunduk malu
Taehyung tersenyum, dia sebenarnya sadar dan tahu betul apa yang membuat namja didepannya itu kikuk dan salah tingkah
Taehyung lekas berdiri dan masuk kedalam kamar mandi, meninggalkan Jungkook yang wajahnya masih merah, semerah tomat
Dan sepertinya wajah Kyungsoo yang selama ini dipikirkan oleh Jungkook mungkin saja perlahan hilang, tergantikan oleh wajah namja lain… hm…
Mungkin saja
.
.
.
.
.
o…o…o…o…o…o…o…o…o
Baekhyun dan Sehun pagi-pagi sekali sudah rapi, terutama Baekhyun, dia sudah tidak sabar ingin sampai cepat kesekolah. Lain halnya dengan Sehun, seragam sekolah hanya formalitas saja untuknya, dia berencana tidak masuk sekolah lagi, karena hari ini namja itu mempunyai janji dengan seseorang
"Sehun ah, kamu tidak masuk sekolah lagi?" Tanya Baekhyun, mata namja itu sembab, sepertinya semalam suntuk dia menangis dalam diam dikamarnya
Sehun tertawa pelan,
"tidak hyung, aku ada janji dengan seseorang" jawab Sehun
"bukannya kamu sudah mendapatkan honor dari Insung ajuhsi?" Baekhyun kembali melontarkan pertanyaan
"iya, tapi memang hari ini aku sudah membuat janji, dan tidak bisa dibatalkan" jelas Sehun, dia menatap layar ponselnya dan tersenyum membaca pesan dari namja yang bernama Kim Myungsoo
Baekhyun mendesah, dia memegang pundak namja yang lebih muda darinya itu
"kamu harus hati-hati Sehun ah, jangan sampai Insung ajuhsi dan anak buahnya tahu, jika kita selama ini mengambil side job diluar, itu bisa berbahaya dan mengancam kita" Baekhyun memberikan nasehat ala kadarnya
"aku tahu hyung, aku selalu berhati-hati. Aku juga melakukan ini demi adikku, Taehyung, jika honorku macet, adikku itu mau makan apa. uang jajan pemberian Insung ajuhsi tidak cukup buatku, hyung juga tahu bahwa selama aku disini gaya hidupku berubah" terang Sehun, namja itu memang selalu memakai pakaian dan benda-benda mahal, Insung secara tidak langsung mengajarkannya hidup mewah
"aku paham" ucap Baekhyun, dia mengangguk
"kamu belum melihat Kyungsoo?" lanjut Baekhyun, dia bertanya mengenai Kyungsoo. Dia tadi sempat mengecek kamar namja itu, namun masih kosong
"tidak hyung, aku malah tidak melihatnya selama 2 hari ini" terang Sehun
Baekhyun mendesah, dia khawatir pada Kyungsoo, namja itu masih muda dan tidak ada pengalaman apa-apa, seharunya dia bisa menjaga namja itu
"ini semua salahku Sehun ah, seharusnya aku bisa mengawasi Kyungsoo dan tidak terjebak nafsu kepada namja yang menjadi partner seksku.." rutuk Baekhyun, kalimatnya merujuk kepada Chanyeol
Sehun mengernyitkan dahinya, dia tidak mengerti arah pembicaraan namja dihadapannya itu, namun kalimat tadi sedikit memberikan clue mengenai kegundahan yang dirasakan Baekhyun
"jangan terlalu sering menyalahkan diri sendiri hyung, ini mungkin sudah takdir, untuk kita, untuk Kyungsoo hyung juga" Sehun menepuk pundak Baekhyun, dia mendadak bijaksana
Baekhyun mengangguk pelan
Dan beberapa menit memudian, kedua namja itu keluar rumah, dan berpisah. Baekhyun menuju kesekolah, sedangkan Sehun melewati sekolah
Yah… begitulah tingkah anak jaman sekarang
.
.
.
.
.
o…o…o…o…o…o…o…o
Baekhyun mengendap-endap diloker milik seseorang. Beberapa menit yang lalu dia sudah sampai disekolah, namun tidak langsung mengerjakan tugas sekolah yang tertunda, tapi namja itu langsung menuju kesebuah loker yang sangat dikenalnya
Baekhyun menaruh bungkusan yang berisi coklat batang digantungan pintu loker itu, dia memastikan bahwa keadaan aman dan tidak ada yang melihatnya
Baekhyun mendesah pelan, ini adalah salah satu usahanya untuk meminta maaf. Ya… meminta maaf kepada Chanyeol, didalam bungkusan coklat itu terselip kata-kata maaf darinya untuk si namja jangkung itu
Baekhyun tersenyum sekilas, dan kemudian membalikkan tubuhnya, untuk segera menuju kedalam kelasnya,
Didalam perjalanan menuju kelasnya, Baekhyun teringat kembali coretan masa lalu yang tidak akan dilupakannya
.
.
Flashback on :
Beberapa bulan yang lalu,
Hiruk pikuk perayaan hari ulang tahun seorang namja jangkung menghiasi kelas. Ruangan kelas itu memang dipilih sebagai tempat merayakan bertambahnya usia si namja, agar seluruh teman sekelasnya bisa merasakan kebahagiaan seluruhnya
"selamat ulang tahun Chanyeol shi, semoga semakin tampan dan mapan" ucap salah seorang teman namja itu,
Yang merayakan ulang tahun adalah namja yang bernama Park Chanyeol
"selamat ultah oppa, semoga tambah sukses"
"HBD oppaku tersayang, semoga keluarga oppa semakin kaya"
"happy birthday Chanyeol shi, panjang umur untukmu"
Dan berbagai macam tipe ucapan yang senada, dilontarkan untuk Chanyeol. Namja itu otomatis sangat senang. Sebetulnya keluarganya ingin merayakan hari ultah anak mereka itu dirumah atau digedung mewah, tapi atas permintaan Chanyeol sendiri akhirnya pesta ultah itu diadakan disekolah
Seorang namja, namja yang menggunakan eyeliner tipis, terlihat mematung disamping pintu kelas, kebetulan acara ultah Chanyeol itu diadakan setelah proses belajar mengajar usai, jadi anak kelas lain semuanya sudah pulang
Namja itu terlihat ingin masuk dan bergabung dengan kemeriahan acara yang ada, namun dia sedikit ragu, dan akhirnya memutuskan untuk berdiri saja didekat pintu, lagipula dirinya bukan bagian dari kelas Chanyeol, jadi secara otomatis dia tidak diundang
"hei, ungkapkan perasaanmu kepadanya, sebelum terlambat.." sebuah suara mengagetkan namja itu,
"eh, Seok Jin… aku takut" jelas si namja
Namja yang dipanggil Seok Jin itu merengut, dia hanya ingin dipanggil dengan Jin saja, tanpa ada embel-embel lain
"masuklah, sebentar lagi acaranya selesai, Baekhyun ah" sahut Jin
Ternyata namja didekat pintu itu adalah Baekhyun, namja itu memegang kado, yang isinya coklat batangan dan ucapan selamat ulang tahun, untuk Chanyeol
"masuklah… aku mendukungmu Baek ah.."
Baekhyun mendesah kembali, tapi akhirnya mengangguk
"yap, begitu.. oh, iya, besok aku sudah pindah sekolah, kita akan berpisah… aku harap kamu mau datang kerumahku nanti malam, kita akan mengadakan perayaan kecil-kecilan" terang Jin lagi, dia menepuk pelan bahu Baekhyun, lalu berlalu
Baekhyun mengangguk pelan, dia menelan ludahnya kasar. Dia harus kuat dan tegar, ini saat yang tepat untuknya, dan mengungkapkan perasaannya
Namja itu perlahan masuk kedalam ruangan kelas Chanyeol, acara potong kue sudah berlangsung sedari tadi,
Deeg…
Banyak namja dan yeoja memandang Baekhyun dengan pandangan aneh, wajar saja, Baekhyun bukanlah bagian dari kelas mereka
"dia siapa?"
"entahlah"
"modus mungkin"
"…"
Berbagai cibiran dan celutukan diterimanya, Baekhyun disekolah itu memang bukanlah namja popular, dia hanyalah namja yang mendapat bantuan dari sekolah, tinggal diasrama sekolah secara gratis dan bekerja paruh waktu menjadi pelayan disebuah café untuk menyambung hidup
Baekhyun mendekati Chanyeol pelan, sedangkan Chanyeol sendiri tidak menghiraukan keberadaan Baekhyun, entah dia tidak melihat atau apa, tapi yang pasti namja jangkung itu asyik dengan teman sekelasnya sendiri
"Chanyeol shi…" panggil Baekhyun pelan,
Tidak ada jawaban, si Chanyeol masih sibuk
"Chanyeol shi.." ulang Baekhyun
Masih sama
"Yeol shi…" teriak Baekhyun keras, waktu seakan berhenti, semua mata menoleh kepadanya, dan sontak saja, wajah namja itu memerah
"ya.. ada apa?" Tanya Chanyeol malas-malasan, dia sebenarnya namja yang alergi dengan namja lain yang tidak selevel dengannya
"aku… aku…" gagap Baekhyun, dia masih memegang kadonya
"ya, kenapa? Katakan…" desak Chanyeol,
Beberapa pasang mata mendelik kearah Baekhyun, terutama yeoja-yeoja yang menyukai Chanyeol, yeoja centil dan ababil itu tidak henti-hentinya mengumpat pelan
"cepat katakan, ada apa? kita tidak sekelas… dan…"
"aku mencintaimu Yeol shi, maukah kamu menjadi namjachinguku"
Degg…. Wusss
Akhirnya Baekhyun berhasil mengucapkan dan mengungkapkan perasaannya kepada Chanyeol, dan itu dilakukannya didepan teman-teman Chanyeol
Waktu lagi-lagi seakan berhenti
"ap..apa katamu?" Tanya Chanyeol tidak percaya, dia mengambil topi kerucut dikepalanya dan meremas benda itu
"aku mencintai dan menyukaimu Yeol shi" ulang Baekhyun, dia tertunduk
Wajah dan mimik Chanyeol berubah drastis, dia memandang ekspresi teman-temannya yang memandang jijik kepadanya dan Baekhyun
"ma..maaf teman-teman, itu tidak seperti yang terdengar, dia bercanda" gugup Chanyeol, dia meyakinkan teman-temannya dan tidak memperdulikan Baekhyun
"menjijikkan"
"dunia sudah tua"
"enak saja, suka dengan Yeol, oh no… paling harta yang menjadi incarannya"
"aku ingin muntah, mudah-mudahan tuan Park tidak tahu hal ini"
"jalang"
Dan berbagai umpatan lain, umpatan bernada kasar
"pulang kamu.. pulang.. jangan mimpi aku akan membalas cinta sialanmu itu.." usir chanyeol kasar, dia malu dengan teman-temannya
Baekhyun mendongakkan wajahnya, sepertinya dia membuat kesalahan dengan mengutarakan cinta didepan orang banyak, terlebih lagi didepan teman Chanyeol. dia merutuki dirinya
"pulang, sekarang juga…." Teriak Chanyeol
Dan akhirnya pesta yang awalnya meriah dan baik-baik saja itu, hancur berantakan. Chanyeol langsung memutuskan pulang tanpa mengambil kado dari teman-temannya, hari bahagianya seakan hancur berkeping-keping. Dia tidak ingin dikira menyimpang oleh teman-temannya. Sedangkan Baekhyun terus menerus diumpat dan dicaci oleh teman Chanyeol, kado ditangannya belum sempat diberikan
Baekhyun pulang dengan perasaan sedih, hampa dan sakit. Dia mengakui bahwa caranya salah, namun semuanya telah terjadi
Besoknya,
Park Chanyeol memutuskan untuk pindah sekolah, pindah kesekolah yang lebih elit dan tidak ada Baekhyun disana. Hal ikhwal mengenai kepindahan Chanyeol itu terdengar ditelinga Baekhyun, tentu saja namja itu jadi sedih, dia terus menerus merasa bersalah. Temannya Jin sudah pindah, dan sekarang namja yang ditaksirnya juga pindah, meninggalkannya
Beberapa bulan kemudian,
Baekhyun ditemukan oleh ajuhsi yang bernama Insung, pekerjaan paruh waktunya sebagai pelayan café menarik perhatian Insung. Orang kaya itu menawarkan Baekhyun suatu pekerjaan yang menjanjikan, Insung juga menawarkan Baekhyun untuk tinggal dirumahnya, untuk menemani anak angkatnya, Sehun yang seorang diri. Baekhyun tanpa pikir panjang menerimanya, kedua orangtuanya sudah tidak ada, dan kehidupan diasrama sekolah sama sekali bukanlah kehidupan yang nyaman.
Insung memindahkan Baekhyun kesekolah yang baru, sekolah yang sama dengan tempat Sehun menimba ilmu, sekolah elit. Dan tanpa terduga, sekolah itu adalah sekolah yang sama dimana Jin dan Chanyeol pindah. Mereka kembali bertemu tanpa adanya perencanaan sebelumnya
Sikap Chanyeol masih sama. Malahan disekolah yang baru itu, si jangkung itu sering membully Baekhyun. Baekhyun tidak pernah membalas, namja itu mencoba melupakan Chanyeol, karena sekarang dia mempunyai pekerjaan baru, dan pekerjaannya itu sangat 'menguras tenaga dan waktu'. Dari hasil pekerjaannya, Baekhyun bisa menaikkan statusnya, dia menjadi salah satu namja popular disekolah, sampai-sampai banyak yeoja yang bertekuk lutut, hanya untuk bisa mengisap penisnya
Flashback off
.
.
.
.
o…o…o…o…o…o…o…o
Baekhyun menulis tugas sekolah dengan tidak konsentrasi, pikirannya terus menerus tertuju kepada namja yang bernama Chanyeol, malah pesan singkat dari Insung ajuhsi tidak dipedulikannya
Namja teman Baekhyun, yang bernama Jin, datang dan menghampir Baekhyun, dia melihat dan menoleh singkat ke buku tugas milik Baekhyun
"hei.. kamu menulis apa, kamu menulis kata 'cabe', apa itu?" Tanya Jin, namja itu tidak habis pikir dengan rekannya tersebut
Baekhyun ber-Oh pelan, dia tidak sadar bahwa telah menulis kata yang sama sekali tidak dikenalnya
"kamu ini sebenarnya kenapa? Kamu tidak pernah cerita denganku" seru Jin, sebagai sahabat disekolah lama dan sekolah baru, wajar jika namja itu ingin Baekhyun curhat
"tidak ada apa-apa" jawab Baekhyun, dia masih belum ingin berbagi, pengalaman masa lalu mengajarinya agar tidak banyak melibatkan orang, walaupun temannya itu sudah lama tahu bahwa dia menyukai Chanyeol
"baiklah, terserah kamu sajalah… eh, tadi aku ke kelas basket, disana rusuh dan riuh, ada kejadian heboh"
"kejadian heboh apa?" Tanya Baekhyun, dia tidak menoleh, dia tetap melanjutkan kegiatan menyalin tugas
"di loker salah satu siswa, ditemukan video porno, kondom, alat vibrator, pil anti hamil dan apa itu.. eh.. aku lupa detailnya. Hari ini memang diadakan sweeping mendadak di loker para siswa dikelas itu" jelas Jin, dia menjelaskan dengan antusias
"siapa pelakunya?" Tanya Baekhyun malas
"kalau tidak salah, si namja jangkung kaya itu, aku lupa… Chansoo, SinChan.. siapa ya" pikir Jin, dia mendadak melupakan nama si namja
"Chanyeol?" Baekhyun menghentikan kegiatannya
"ya, itu. Namanya Chanyeol.." angguk Jin senang
Tanpa Ba..Bi..Bu.. lagi, Baekhyun lekas menghambur, dan meninggalkan tugasnya yang belum selesai, tampak wajah Jin melongo dan tidak mengerti
.
.
.
Baekhyun berlari dengan kencang, dia lekas menuju ke loker kelas Basket. Dan benar saja, disana sudah berkerumun para siswa dan siswi, ada beberapa guru juga, dan ditengah-tengah, berdiri seorang namja Jangkung, dia menunduk
"masih tidak mau mengaku, ini milikmu kan?" bentak si guru, guru tambun dengan wajah bulat dan perut besar
"bukan, saem. Aku sudah mengatakannya bahwa itu hanya dititip, itu milik…"
"jangan banyak alasan" potong guru itu lagi
"aku tidak bohong, buat apa aku menyimpan benda sepert itu saem" namja itu masih kekeuh
Sang guru mendesah pelan,
"park Chanyeol, kalau kamu tidak mau mengaku, aku akan memanggil kedua orangtuamu kesini, mereka harus tahu" kata si guru, ditangannya saat ini terdapat barang bukti, berupa kondom, VCD porno, alat perangsang dan sebagainya, dalam kantongan plastik tebal
"jangan saem, aku betul-betul tidak bohong" kata namja yang ternyata adalah Chanyeol itu, dia jujur, semua barang itu bukan miliknya, tapi milik temannya, yang dititipkan, dan temannya itu sudah 2 minggu tidak masuk
"tuan Park harus tahu ini…"
"jangan saem.."
Dan kemudian….
"itu bukan miliknya saem, itu milikku" seru sebuah suara, suara namja,
Namja itu menyelinap masuk kedalam kerumunan, dan mendekati Chanyeol dan guru tersebut, namja itu adalah Baekhyun
"semua barang itu punyaku saem" ulang Baekhyun lagi, nadanya mantap dan serius
Bibir Chanyeol bergetar, dia ingin menginterupsi pengakuan Baekhyun, namun namja bereyeliner itu memblok ucapannya
"aku yang bertanggungjawab dengan benda itu saem, aku menitipkannya kepada Chanyeol shi" jelas Baekhyun lagi
"oh, baiklah… aku suka dengan keberanian dan pengakuanmu, Byun Baekhyun" kata si guru, dia membaca name tag Baekhyun
Baekhyun menahan nafasnya, dia melihat bingkisan coklatnya ditangan Chanyeol, dia senang, karena namja itu tidak membuangnya
"aku tetap akan memanggil orangtua atau walimu Byun Baekhyun, seperti yang kalian ketahui, sekolah ini harus steril dari tindakan tak senonoh dan asusila, kalian semua harus paham" seru si guru, kalimatnya itu ditujukan bagi semua siswa dan siswi yang berkerumun disana
Hening
"sebagai hukuman awal, aku ingin kamu membersihkan toilet rusak dibelakang sekolah, toilet itu akan diperbaiki dan ditambah, dan sepertinya perlu sentuhan sikat dan sabun darimu tuan Byun" tutup si guru, dia memberikan aba-aba kepada semua siswa untuk bubar
Akhirnya semua siswa bubar dengan tenang. Chanyeol terdiam, ditangannya masih terdapat bungkusan pemberian Baekhyun. Sedangkan Baekhyun perlahan melangkah dan menjauh, menuju tolilet belakang sekolah
Chanyeol menatap punggung Baekhyun yang menjauh, dalam diam
.
.
.
.
.
Baekhyun menyikat toilet rusak dan bau dalam suasana hening dan khidmat, dia bekerja telaten dan tidak tergesa-gesa. rasa senang sekaligus kesal menyatu dalam dadanya,
Namja itu menemukan kondom bekas, dengan sisa air mani didalamnya, dia memungut kondom itu tanpa rasa jijik dan membuangnya ketempat sampah. rupanya selain ruangan gudang, ternyata toilet rusak tersebut merupakan sarang mesum juga
Baekhyun mengguyur lantai toilet itu dengan air bercampur sabun dan selanjutnya menyikatnya kembali, hal tersebut dia lakukan berulang-ulang, karena kerak dilantai itu yang membandel. Namja itu mengelap keringatnya pelan, tugas sekolahnya belum jadi, dan sekarang dia malah harus dihukum karena perbuatan yang sama sekali tidak dilakukannya, tapi dia tidak menyesal
"kenapa kamu melakukan semua ini?" Tanya sebuah suara, suara bass yang menghentikan aktifitas Baekhyun
itu suara Chanyeol, namja itu muncul dan berdiri beberapa meter dari posisi Baekhyun yang menjongkok sambil menyikat
"melakukan apa?" Tanya Baekhyun, dia tidak memandang Chanyeol, namun sangat jelas bahwa degup jantungnya tidak normal lagi
"kamu mengaku untuk sesuatu yang kamu tidak lakukan.." jelas Chanyeol, dia perlu mengkonfirmasi, karena dia tahu betul bahwa barang bukti tadi bukan milik namja dihadapannya
"lupakan sajalah. Jangan khawatir jika waliku dipanggil, itu bukan masalah" tukas Baekhyun, dia memang tidak mempermasalahkan jika Insung datang dan diberitahu mengenai penemuan Kondom, VCD porno dkk, Insung dipastikan bakal ketawa saja, karena dia sudah tahu bahwa Baekhyun akrab dengan semua barang-barang seks itu
Chanyeol terdiam, dia menyembunyikan kedua tangannya dibelakang punggungnya, kedua tangan itu menggenggam erat bungkusan coklat dari Baekhyun, sedari tadi namja tinggi itu belum meletakkannya
Lalu…
Chanyeol perlahan berbalik, dia tidak mengatakan sepatah kata lagi, namja itu meninggalkan Baekhyun sendirian
Baekhyun mendesah pelan, ternyata sikap Chanyeol masih sama, tapi tidak mengapa, kerasnya batu bisa hancur dengan tetesan air hujan, asal tetesan itu menetes terus menerus, itu prinsip Baekhyun saat ini
10 menit berlalu…
Dan tanpa terduga, Chanyeol muncul, kali ini sambil membawa sikat panjang khusus toilet, dia mendekati Baekhyun dan jongkok bersamanya
Baekhyun terdiam, dia menahan nafasnya,
"ka..kamu mau apa Yeol shi..?" Tanya Baekhyun, dia mendadak tergagap
"aku ingin membantumu, apa itu masalah?" tukas Chanyeol, nadanya masih ketus, namun dalam taraf wajar, namja itu berinisiatif sendiri
Baekhyun tersenyum cerah, ada secercah harapan dari sikap Chanyeol, dia tidak akan menyerah dan akan terus berusaha
"kamu sikat disana, aku sikat disini" kata Chanyeol, dia kemudian menyikat lantai toilet dengan cara yang kaku, maklum saja, dia anak orang kaya dan tidak terbiasa dengan kegiatan bersih-membersihkan
Baekhyun tersenyum pelan, dia sering mencuri-curi pandang kearah Chanyeol, nafasnya masih memburu secara mendadak,
"ash.. aduuh" erang Chanyeol pelan, dia memperbaiki duduknya, sepertinya ada yang tidak beres dengan selangkangannya
"kenapa Yeol shi?" Tanya Baekhyun otomatis
"bukan urusanmu" jawab Chanyeol, dia masih terus memperbaiki cara jongkoknya agar merasa nyaman
Baekhyun berpikir dan seketika sadar, sepertinya Chanyeol meringis karena penis namja itu lecet. Baekhyun memang sedikit keterlaluan memperlakukan kejantanan Chanyeol itu beberapa hari yang lalu, dia terbawa nafsu dan tidak memperdulikan bagaimana keadaan dan perasaan namja yang menjadi objek seksnya tersebut
Dan akhirnya, kedua namja yang berbeda tinggi badan itu membersihkan toilet bersama-sama, walau tanpa candaan dan tawa, namun paling tidak kebersamaan itu menandakan bahwa pintu maaf itu masih terbuka, walau masih sebatas celah saja
Baekhyun menyikat, sesekali melirik dan tersenyum singkat,
Namja itu jadi ingat dengan fanfiction yang pernah dibacanya, ada ungkapan seperti ini : 'selama kamu masih mencintai, harapan itu masih tetap ada'
.
.
.
.
.
o…o…o….o…o…o…o…o
Jongin dan Kyungsoo menelusuri pinggiran jalan yang ramai. Selama hampir dua hari Kyungsoo tidak pulang kerumah milik Insung, dia sempat khawatir, namun dengan adanya Jongin bersamanya, rasa khawatir itu mereda
Mereka berdua saat ini berboncengan. Ya.. berboncengan, dengan menggunakan sepeda, sepeda milik Jongin
"Jongin ah, aku tidak pernah melihatmu memakai sepeda ini kesekolah" kata Kyungsoo memecah kebisuan, posisinya saat ini ada diboncengan sepeda
Jongin tersenyum simpul
"aku tidak mungkin memakai sepeda ke sekolah, aku akan ditertawai, kamu tahu sendiri sekolah kita itu sekolah anak-anak orang kaya" jawab Jongin diplomatis, ibunyalah yang menginginkannya masuk kesekolah elit itu
"menurutku tidak, bersepeda itu sehat untuk badan" ujar Kyungsoo, dia meringis pelan
Jongin menghentikan kayuhan sepedanya, dia menoleh kearah Kyungsoo
"apa itumu masih sakit?" Tanya Jongin khawatir,
"sedikit" jawab Kyungsoo tidak enak, bagian bokongnya memang masih perih, ini kali pertamanya merasakan hal seperti itu, jadi dia harus terbiasa
"lebih baik kamu kugendong saja Kyungsoo ya" tawar Jongin, masih dengan wajah khawatir
"tidak, jangan.. aku masih bisa duduk" timpal Kyungsoo cepat, dia lekas menormalkan dirinya
Jongin mendesah pelan,
"baiklah, aku akan mengantarmu sampai rumah"
"kita membolos lagi Jongin ah" Kyungsoo risau
"tenang saja, sepertinya hari senin ini guru-guru rapat, itu kebiasaan para guru untuk menghabiskan anggaran" canda Jongin
Kyungsoo tertawa pelan
"apa ommamu pagi-pagi tadi berangkat kerja? aku tidak mendengarnya.."
"ya, omma pagi-pagi sudah berangkat kerja Kyungsoo ya, hari minggu kemarinpun sama" ungkap Jongin, dia kembali mengayuh sepedanya pelan
Hembusan angin menerpa mereka berdua
"aku ingin sekali-kali berbicara dengan ommamu" Kyungsoo berujar gundah
"pasti, kapan-kapan jika kamu datang lagi" sahut Jongin
"kamu beruntung Jongin ah, masih mempunyai omma dan appa, sengat berbeda denganku, aku sedari kecil tidak pernah mengenal siapa omma dan appaku" tutur Kyungsoo, dia mendesah
"sabar Kyungsoo ya, kita harus selalu mensyukuri segala sesuatu yang ada pada diri kita, itu yang terbaik untuk kita, seperti dirimu Kyungsoo ya, aku bersyukur mengenal namja sepertimu"
Kyungsoo tersenyum,
"aku juga Jongin ah" timpal Kyungsoo singkat
"kalau boleh tahu, namja yang bernama Baekhyun itu siapa? sepupu saudara atau apa?" Tanya Jongin, dia mengalihkan topik
"dia sekarang ini menjadi saudaraku, saudara tidak sedarah"
"jadi kamu, Baekhyun shi dan Sehun shi sudah menjadi saudara?" Tanya Jogin memastikan, dia sudah mendengar bahwa Baekhyun dan Sehun diambil anak angkat oleh seorang 'pengusaha', dan sekarang tambahannya adalah Kyungsoo
"begitulah, mereka saudara yang baik" gumam Kyungsoo
Jongin tersenyum, kedua namja itu adalah saudara Kyungsoo, jadi tidak ada alasan untuk mencemburui keduanya (?) kecuali kepada namja yang bernama Jungkook
"Kyungsoo ya, aku.. aku ingin mengatakan sesuatu kepadamu.." tiba-tiba Jongin kembali berujar, namun kali ini nada bicaranya sangat berbeda
"mengatakan apa? katakanlah…"
"hm… sebenarnya…"
"?"
"sebenarnya… aku…" Jongin semakin memperlambat laju sepedanya
Namun kemudian…
"maaf Jongin ah, stop disini…" interupsi Kyungsoo, dia membuyarkan semua kalimat yang disusun oleh Jongin dibenaknya
"ah.." Jongin menghentikan kayuhan dan menekan rem sepedanya,
"ada apa?" Jongin bertanya, dia sedikit kecewa,
"tidak ada apa-apa, hanya saja aku ingin kamu menurunkanku disini, tolonglah" jelas Kyungsoo pelan, wajahnya sedikit gelisah
"baiklah" ujar Jongin setuju
Kyungsoo turun dari atas boncengan sepeda Jongin, TTM-nya dengan Jongin terhenti karena dia melihat mobil Insung yang melaju dengan cepat dan ada satu mobil lagi dibelakangnya
"kamu tidak apa-apa Kyungsoo ya?" Tanya Jongin, dia aneh melihat mata Kyungsoo yang memutar tidak jelas
"ah, tidak apa-apa, terima kasih Jongin ah, kamu langsung pulang saja" ucap Kyungsoo, dia tidak ingin Jongin terlibat dan diseret oleh Insung
Jongin mendesah, namun namja itu mengangguk
"baiklah, jaga dirimu.. aku minta maaf jika telah menyakitimu" ungkap Jongin lagi, dia masih tidak enak telah 'membobol' Kyungsoo
"tidak, aku baik-baik saja" tegas Kyungsoo
Dan kemudian, Kyungsoo melayangkan kecupan singkatnya ke pipi Jongin, lalu tersenyum kepada namja itu
Jongin balas tersenyum dan memegang pipinya pelan, dia cukup bahagia
Dan akhirnya, Jongin berbalik dan mengayuh sepedanya untuk pulang, dia melambaikan tangannya singkat kearah Kyungsoo, Kyungsoo membalasnya, dan kali ini dengan menggunakan tangan dan membentuk 'hati', hal tersebut membuat Jongin yang masih menoleh, menjadi berbunga-bunga
Untuk sementara, belum ada kejelasan mengenai hubungan kedua namja tersebut, belum ada kata cinta dan ikatan yang menyertai hubungan pertemanan mereka, namun jika menilik 'adegan panas yang masih kaku' yang sudah mereka lakukan, bisa diambil kesimpulan bahwa memang ada 'sesuatu' yang tersimpan dan terpendam dihati masing-masing
.
.
.
.
.
o…o…o…o…o…o…o…o
Insung kembali muncul dan menampakkan diri dirumahnya setelah sehari menghilang. Dia tidak benar-benar hilang, orang kaya itu hanya menghabiskan waktu diluar rumah bersama bos besar partner kerjasama bisnisnya. Dan kali ini, dia mengajak bos besar alias tamu itu untuk kerumahnya
Insung mempersilahkan tamunya untuk masuk, tamu yang sudah kedua kalinya datang kerumahnya,
"hm.. sepertinya suasana dirumah ini sangat berbeda, sejak aku datang terakhir kalinya 6 bulan yang lalu" terang si tamu, dia mendudukkan dirinya tanpa disuruh
Insung tersenyum singkat, senyum yang dipaksakan
"mungkin karena sudah banyak perabot baru dirumah ini, jadi kelihatan berbeda. Kerjasama kita memang banyak mendatangkan keuntungan Mr.X" kata Insung, dia sok manis, sebetulnya dia masih aneh dengan panggilan Mr.X, nama panggilan itu seperti lelucon konyol di kartun anak-anak, mirip dengan pahlawan bertopeng dan kura-kura ninja
"mungkin saja, tuan Zo. Aku turut senang dengan peningkatan taraf hidupmu" timpal Mr. X, bos besar yang sukses dalam bisnis lendirnya di Jepang
Wajah Mr.X sama sekali tidak ada Jepang-Jepangnya, dia adalah warga Korea asli, dan kebetulan mengembangkan bisnis di Jepang, dia punya 2 kewarganegaraan sekarang
Dua orang pelayan membawakan minuman dan camilan, mereka meletakannya diatas meja dan lekas berlalu. Kali ini Mr.X tidak datang sendiri, dia dikawal oleh 2 pengawal bermuka datar
"jadi anak itu belum pulang juga?" Tanya Mr.X kemudian, dia mengulangi lagi percakapan di hotel kemarin dengan Insung
"ya, anak itu belum pulang, aku mohon maaf" ucap Insung, dia menundukkan kepalanya singkat, sekali
"apa kamu yakin anak itu tidak kembali ke panti asuhan?"
"tidak, aku sudah menyuruh orang mengeceknya, dia sepertinya tidak pulang kesana" jelas Insung
"kemarin dua anak buahku kena pukul, aku rasa mereka salah orang" kata Mr.X lagi, dia menyeruput minuman dihadapannya
"sepertinya begitu"
Mr.X merogoh ponselnya dan mengetikkan sesuatu disana, dia mengecek E-mail yang masuk dan membalasnya cepat
"aku harap kamu bisa menangani dan menjaga anak itu, tuan Zo. aku tidak akan memafkan jika anak itu betul-betul kabur dan tidak kembali. gunakan panti asuhan itu sebagai ancaman, kalau perlu suruh orang membakar sebagian ruangan di panti asuhan itu, atau culik salah satu anak kecil disana, buat kepanikan, agar anak itu sadar bahwa tidak ada kata main-main" Mr.X memberikan saran,
"aku sudah mengatakannya, aku juga sudah mengancamnya, ada seorang anak juga, yang sangat dekat dengannya, aku menggunakan anak itu sebagai ancaman dan tumbal jika Kyungsoo menolak" ungkap Insung, dia mendudukkan dirinya di kursi berlainan dengan Mr.X
"hm.. Kyungsoo… Do Kyungsoo…" gumam Mr.X, dia mengangguk-anggukan kepalanya sambil tersenyum licik
Insung menegakkan duduknya dan memulai pertanyaan yang sudah lama ingin ditanyakannya,
"sebenarnya apa istimewanya Kyungsoo untuk bisnis ini? aku rasa banyak pemuda lain yang lebih pantas dan cocok" Tanya Insung, dia mengatakan itu dengan sangat hati-hati
Mr.X tersenyum singkat dan mulai memberikan jawabannya
"dia istimewa, sangat istimewa tuan Zo…"
Insung masih menunggu jawaban lengkap
"baiklah, aku akan mengatakan alasannya…"
"…"
"aku sudah membuat perjanjian dengan omma anak itu, perjanjian pribadi, ya.. sudah sangat lama, beberapa tahun yang lalu, aku masih muda saat itu. omma anak itu bekerja padaku, dan perempuan itu berjanji tidak akan hamil dan punya anak, karena akan mengganggu pekerjaannya…" Mr.X menghentikan kalimatnya
"… dan ternyata perempuan itu hamil, dan melahirkan seorang putra" lanjut Mr.X
"putra yang lahir itu adalah Kyungsoo?" tanya Insung cepat, dia antusias
"ya, tepat sekali, perempuan itu melahirkan Kyungsoo dan meninggalkan pekerjaannya. Dia melahirkan anak itu dengan sembunyi-sembunyi, berharap aku sebagai atasannya tidak tahu. Namun akhirnya, malang untuknya, dengan terpaksa perempuan itu membuang anaknya di panti asuhan, dengan campur tanganku tentu saja"
Insung tidak berkomentar, dia mencoba mencerna dan mendengar penuturan si Mr.X dengan seksama
"beberapa saat kemudian, perempuan itu akhirnya kembali kedunia lamanya dan meninggalkan anaknya dipanti asuhan. Aku jelas tidak begitu saja terima dan diam, perempuan itu melanggar perjanjian dan vakum selama lebih 9 bulan selama mengandung anaknya, itu membuatku merugi dan pendapatanku menurun drastis" lanjut Mr.X, dia terkekeh bodoh
Insung mencoba menghentikan penuturan Mr.X, dan kembali bertanya,
"sebenarnya apa pekerjaan omma Kyungsoo itu?" Tanya Insung tidak sabar
Mr.X tertawa, kali ini tawanya menggelegar, cetar badai dan lebay
"pekerjaan perempuan itu adalah menjadi Pelacur, Pelacur yang menjadi primadona dimasanya" jawab Mr.X memperjelas siapa sebenarnya ibu kandung Kyungsoo
"jadi?"
"ya, omma Kyungsoo itu pelacur, pelacur jalang. Dan anaknya sudah pasti adalah anak haram" tukas Mr.X sambil terus tertawa, dia tidak ingin berhenti tertawa, tawa mengejek dan puas
"…"
"Do Kyungsoo adalah seorang anak haram"
Dan tanpa ada yang melihat dan menyadari, sedari tadi seorang namja, berdiri disamping pintu utama, namja itu mematung dengan tangan dan kaki yang bergetar hebat, dia mendengar semua kalimat-kalimat terakhir yang diutarakan oleh si Mr.X itu
Namja itu adalah Kyungsoo, dia mendengar dengan jelas, mendengar informasi mengenai dirinya, catatan hitam masa lalu ibunya
'benarkah? Benarkah kalau ommaku seorang pelacur…?' batin Kyungsoo, dia mendadak lemas lagi
Apakah sudah takdirnya? Mengikuti jejak ibunya, dan menjadi seorang pelacur
Pelacur namja, Bitch Boy…
.
.
.
.
.
.
.
TBC
#...#...#...#...#...#...#...#...#...#...#
Chapter 7 selesai, chapter ini adalah yang terpanjang, yaitu 7000 karakter lebih, mudah-mudahan pembaca tidak bosan dan pusing dengan Chapter ini, update cepat khusus untuk pembaca yang selalu Review FF ini, maaf jika NC Kaisoo disini kurang Hot dan kaku, ya.. itulah mereka
Dikesempatan ini, aku sebagai author baru, yang baru membuat 4 FF berchapter dan 1 oneshoot, ingin mengucapkan permintaan maaf kepada pembaca yang tidak suka dengan segala penistaan, kata-kata kotor dan pembunuhan karakter bias-nya di FF 'Bitch Boy' ini (FF ini adalah FF rated M dan No children), mungkin aku kurang sensitive sebagai author baru, ada Review yang masuk, dan itu sangat-sangat panjang dan menyudutkan, Review itu tidak ingin melihat dan membaca lagi penistaan BaekYeon, terutama Taeyeon yang dinistakan di FF ini, sekali lagi aku minta maaf, tidak ada niat menistakan bias manapun, aku hanya berkreasi dan mencari cast yang sesuai kehidupan nyata, namun sifat dan karakternya jelas beda dan disesuaikan dengan jalan cerita. Review itu jelas membuatku down juga, walau baru sekali ini, namun aku menerimanya dengan lapang dada dan tidak akan mengulanginya lagi. Sekali lagi aku mohon maaf jika ada yang masih tidak berkenan dengan FF kasar ini
Inilah Chapter 7, kali ini aku tidak bisa janji lagi akan update kilat seperti biasanya. Entah mengapa aku kehilangan sedikit semangat. Tapi yang pasti FF ini tidak akan berhenti ditengah jalan, aku akan menyelesaikannya seperti 4 FF berchapter terdahulu. terima kasih semuanya, yang telah memberikan semangat selama ini, you all the best reader…
Bagi yang masih berkenan, Reviewnya masih diharapkan… gomawo
Thanks to Review :
, Baekhyunniewife, KaisooLovers, ShinJiWoo920202, Meosshi, MIKORIN, SR, Guest, BabyBuby, dims, kyungsoodo, Seoglyu Yeowang, oasana, snowy07, Dokimkyungsoojongin, kaihunhan, Kyungkyung kim, laurenna liu, yunjae q, LasmaniaStevani, taeyon, leeraexolnur, raul. seungsoo12, renata. Anastasya. 92, Devrina, alkoheol, Re-Panda68, Bulet, 13613, mrblackJ, VijnaPutri, sycarp, Metacho137, .5011, humaira9394, cahayaanjanie, lailatul maghfiroh 16, beng beng max, 1004baekie, dekaeskajei, maple fujoshi2309, t.a, Kainaru Aikorin, zhea. Zhiioott, Desta Soo, BlackXX, Jung Eunhee, Kaisooya, thelostisland35, SognatoreL, doctorbaek, t.a, asdfghjkkristao, gin, soo kyung dan all
By Fan_dio
