Disclaimer:Masashi Kishimoto

Genre:General dan Mystery

All By Myself

Sasuke x sakura

Warning:AU,IC,Beta fic,bahasanya baku.

*oooo*

Terungkap Semua Misteri

Langkah kakinya terhenti di depan sebuah rumah. Kalau dilihat fisiknya, Rumah itu di design khas amerika hanya saja bentuk rumahnya sederhana. Dia membuka pagar besi yang sudah berkaratan. Walaupun sudah berkaratan, Pagarnya masih kokoh berdiri. Saat keberadaannya di halaman, Dia berpendapat bahwa Rumah itu Kelihatan tidak pernah di urus lagi sama pemiliknya. Buktinya, Halaman rumah itu banyak tanaman liar yang sudah memanjang bahkan ada yang sebagian sudah menjalar di pagar dan beberapa pohon sudah membesar hanya saja dahan pohon itu di tutupin tumpukan salju yang sudah menebal.

Sasuke tidak mau nunggu lama, Dia mulai memasukkan kuncinya dan masuk ke dalam rumah itu. Keadaan dalam rumahnya malah kelihatan sebaliknya, Kelihatan masih bersih meskipun sudah di tinggal pemiliknya. Sesekali sasuke mengusap jendelanya. Setelah di usap, Debu yang tebal telah membekas di Tangannya. Pandangan Sasuke tertuju ke seluruh ruangan. Ya, Sasuke melihat beberapa perabotan yang sudah usang dan berdebu. Dia juga melihat sebuah bingkai foto yang terpajang manis di dinding rumah itu. Sasuke ambil foto itu, Lalu jarinya mengusap debu yang menghalangi foto tersebut. Dia melihat foto yang tergambarkan seorang anak kecil, Kedua tangannya memegang lengan orang tuanya. Tanpa dia sadari, Bibirnya menyungging sebuah senyuman tipis. Satu-persatu bingkai foto sudah dia lihat. Setelah cukup puas, tangannya meraih sebuah kalung liontin yang tersangkut sebenarnya bukan tersangkut melainkan sengaja ditaruh di salah satu bingkai foto. Dia membuka kalung liontin. Di dalamnya terukir tulisan cinta pertamaku dan tidak lupa terdapat foto seorang gadis kecil tersenyum manis.

"Manis sekali."ucapan itu terlontar dari mulut Sasuke. Lalu dia mengambil dan menyimpannya di dalam saku celananya. Dia kembali mengedarkan pandangannya. Sampai Mata sasuke berhenti menatap pada sebuah lemari kayu yang terpampang di depan muka dia. Dia mulai berjalan menuju lemari kayu dan Tangannya sudah gatal untuk mengobrak-abrikkan lemari itu. Setelah dicari, Ternyata tidak ada hasilnya. Dia mulai mengerling ke sebuah laci kecil di dekat lemari kayu. Saat tangannya membuka laci, Dia melihat banyak sekali dokumen yang tersimpan di dalamnya. Sasuke mulai membaca setiap dokumen. Satu demi satu dia membaca dokumennya, Tidak ada dokumen yang penting baginya. Sampai akhirnya dia menemukan sebuah kotak berwarna cokelat yang telah tertumpuk di antara dokumen itu. Sasuke mulai bertanya-tanya kenapa kotak ini harus di posisi yang paling bawah. Dengan rasa penasaran yang tinggi, Akhirnya dia membuka kotak berwarna cokelat. Dahi dia berkedut setelah melihat isinya.

Sasuke Pov

'Kenapa banyak VCD di dalamnya?'kata batinku mulai bertanya-tanya. Aku mengambil salah satu VCD tersebut. Aku juga melihat tanggal kejadian yang tertera di belakangnya. Aku melirik ke arah DVD-Room, Yang jaraknya dekat denganku. Aku menekan salah satu tombol DVD-Room dan mulai memasukan VCD nya. Aku menonton satu demi satu kejadian yang telah terekam di dalam VCD tersebut. Di mulai dari berhubungan dengan keluarga sampai pekerjaannya. Hah, Aku hanya bisa mendengus kesal. Jika saja bukan sakura, Mana mungkin aku melakukannya. Apa?! Kenapa pikiranku melayang ke sakura? Berhenti lah memikirkannya, Sasuke. Fokuskan pada pekerjaanmu.

Yang aku lihat sekarang tinggal 3 VCD yang tersisa. Baiklah, Aku akan melanjutkannya. Aku menonton adegan pembunuhan yang di lakukan 3 orang. Samar-samar aku melihat fisik mereka. Tambah kudekat pandanganku ke layar televise. Aku ingin benar-benar melihat siapa 3 orang itu. Tapi hasilnya tetap buram juga. Aku rasa ini harus dibawa ke kantor dan 2 VCD ini nanti aku nonton kembali di rumah. Aku melirik ke jam tanganku. Jam di tanganku sudah menunjukkan tengah hari. Ok, Baiklah aku akan pergi dari rumah ini. tetapi sebelumnya, Aku harus membereskan semuanya. Tidak mungkin aku meninggalkan rumah ini dalam keadaan berantakan. Aku memasukan satu persatu dokumen ke dalam lemari kayu Dan sekarang tersisa beberapa kertas yang tidak penting bagiku. Ok, Tinggal membuangnya. Setelah membuangnya, Kakiku menendang sesuatu. Wajahku menoleh ke bawah. Aku melihat, Sebuah gumpalan kertas? Aku membuka gumpalan kertas itu dan aku membacanya.

Aku akan membunuhmu, Madara! Ya kata-kata itu lah yang tertulis di kertas yang sudah lecek.

''Pasti orang ini pernah terlibat sama madara uchiha dan benda ini sebagai barang bukti yang kuat.''kataku sambil membentuk kembali kertas ini ke bentuk semula. Setelah terbentuk semula, Aku memasukannya ke dalam saku dan pergi dari tempat ini.

End Sasuke Pov

Mobil Sasuke berhenti di halaman kantor kepolisian. Dia turun dari mobilnya dan berjalan menuju ke dalam kantor. Matanya mulai terfokus pada salah satu ruangan, Dia berhenti di depan ruangan itu dan masuk ke dalam. Dia melihat 4 orang yang keberadaannya masing-masing berbeda. Sasuke melirik sekilas ke arah mereka dan kakinya melangkah menuju rekan kerjanya. siapa lagi kalau bukan uzumaki naruto. Ya, Dia melihat temannya sedang sibuk dengan beberapa lembaran kertas yang berhamparan di atas meja kerjanya. Naruto menyadari kedatangan Sasuke, Buktinya dia melihat tangan Sasuke sudah ada di mejanya. Naruto mendongak kan wajahnya dan melihat sasuke tersenyum tipis ke arahnya. Sasuke menyodorkan 3 buah VCD dan gumpalan kertas yang dia temukan. Tangan Naruto membuka gumpalan kertas itu dan dahinya berkedut saat dia membacanya.

"Aku menduga, Bahwa Obito pasti punya hubungan dengan Uchiha Madara. Kalau itu benar, Berarti ini akan mempercepat kasus ini. Akhirnya buronan yang selama ini dicari tertangkap juga. kamu sudah tau kan buronan yang selama ini kita cari?"kata naruto melirik ke arah sasuke. Naruto langsung beranjak dari tempat duduk, Lalu Naruto mendatangi sebuah ruangan seseorang.

'Terpaksa aku harus menontonnya di kantor.'kata batin Sasuke mulai berbicara. Seperti biasa Sasuke mengikutinya dari belakang. Naruto mengetuk pintunya dan orang itu mempersilakan mereka masuk. Mereka melihat seorang pria berfisik rambut runcing hitam dan tidak lupa jenggot yang menghiasi wajahnya. Mereka menyamperin pria tersebut. Kelihatan dari keadaannya pria tersebut tengah duduk yang menghadap komputer. Tangannya tidak berhenti mengetik dan pandangannya tetap terfokus sama komputer di hadapannya.

"Sasuke sudah melacak tempat tersebut dan dia menemukan barang ini, Kapten"kata naruto menyerahkan semua barang yang di temukan oleh sasuke. Asuma melirik ke arah benda yang di hadapannya. lalu dia berhenti mengetik. Jari-jemarinya sudah menyentuh semua barang yang dihadapannya. Dia membuka gumpalan kertas dan membacanya dengan sekilas.

"Ok, Baiklah aku sekarang mengerti semua permasalahannya…"perkataan Asuma terputus. Ya, Dia meraih telepon kantornya. Dengan gesitnya, Jarinya menekan nomer seseorang yang dituju. Dengan menunggu beberapa menit, Orang yang disebrang sana menjawab panggilan Asuma.

"Halo, Kakashi. Dimana dirimu? Ok, Cepat kamu bawa dia kemari. Kita sudah dapat bukti yang akurat."perkataan Asuma menyudahi percakapannya dengan seorang pria yang bernama kakashi. Naruto dan sasuke satu sama lain saling bertukar pandang. Ya, Mereka tidak mengerti dengan rencana Asuma.

"Sekarang kalian pergi ke tempat ini dan tangkap semua para bandit yang tertera di foto ini."kata asuma seraya menyerahkan semua foto-foto para bandit dan tidak lupa dia menyerahkan selembar kertas note kecil yang tergambarkan sebuah denah lokasi yang dibuat oleh Asuma. Pelipis naruto sudah berkedut sedangkan sasuke hanya menatap datar ke kertas note. Tanpa mengelak perkataan Asuma, Mereka pergi meninggalkan asuma sendirian.

Skip Time

Sebuah mobil Porsche 911 carrera S berwarna hijau bergaris warna putih telah terhenti di depan sebuah diskotik. Mereka melirik kembali ke kertas note itu. Kalau di lihat, Mereka sudah meyakinin bahwa dari alamat, Bentuk bangunan, Nama untuk sebuah diskotik dan Nama jalan yang dituju sudah benar-benar mirip yang tertera di kertas note tersebut. Mereka mengangguk satu sama lain dan keluar dari mobil tersebut.

Langkah kaki mereka terhenti saat salah satu bodyguard yang menghadang mereka masuk dan satu bodyguard lagi menayakan apa tujuan mereka ketempat ini.

"Kami ini polisi, Jadi tolong Biarkan kami masuk. Kalau kalian tidak membiarkan kami masuk, Akan kubawa kalian ke kantor polisi."Kata Naruto sambil memperlihatkan sebuah name tag yang masih menggantung di leher naruto. Kedua bodyguard itu tidak bisa berbuat apa-apa, Lalu mereka mempersilakan naruto dan Sasuke masuk. Naruto dan sasuke berhasil masuk tanpa berusah payah harus melawan kedua bodyguard tersebut.

Dentuman lagu disko sudah terdengar di kedua kuping mereka Serta banyak orang-orang yang siap bernari ria tanpa dosa bahkan beberapa orang sudah ada yang mabuk untuk menggoda atau menyuruh mereka untuk bernari ria. Otomatis, Naruto dan Sasuke tidak merespon orang-orang tersebut. Padangan mereka mengedar sekelilingnya. Mereka ingin mencari sosok batang hidung yang tergambarkan di beberapa foto yang di berikan oleh Asuma. Sampai akhirnya mata Sasuke menemukan semua sosok tersebut.

"Naruto, Mereka disana."kata Sasuke sambil menunjuk salah satu meja yang paling ujung. Pandangan Naruto mengikuti jari telunjuk sasuke. Lalu dia mengangguk sekilas dan memberi aba-aba untuk mengikutinya dari belakang. Sasuke hanya menuruti perkataannya.

Sesampai di depan meja tersebut. Mereka melihat 4 orang sedang sibuk menggiris serbuk putih sedangkan 2 orang lagi sudah teler menikmati sebuah hidangan yang terlihat jelas di sebuah meja. Mata Hitam pekat sasuke membulat besar. Dia tidak percaya apa yang terhidangkan di sebuah meja tersebut. Sasuke melihat 4 botol minuman berenergi yang sudah kosong dilengkapi dengan sebuah pipa penghisap yang tertancap di keempat botol tersebut. Tidak lupa beberapa pill warna-warni dan sejumput serbuk putih yang masih di meja tersebut.

"Kalian ditangkap! Karena kalian menggunakan narkotika berjenis heroin dan pil ektasi! Kalian tidak bisa mengelak dari kami! Dan kalian bisa menjelaskan semua ini di pengadilan."kata sasuke sambil menodongkan pistol ke arah seseorang pria berambut jabrik hitam nan panjang. Mereka langsung kaget atas kehadiran naruto dan sasuke bahkan dua orang tersebut langsung terbangun dari mimpinya. Sasuke memberikan isyarat kepada naruto, Naruto langsung mengangguk dan mengeluarkan beberapa pasang borgol yang siap untuk memborgol kedua tangan mereka.

"Oh… Oh… Oh… Lihatlah tamu tidak diundang datang dengan sendirinya. Bahkan mereka langsung menodongkan senjata secara tiba-tiba."kata seorang pria langsung membekap mulut Naruto. Naruto sepontan kaget atas perlakuan pria itu terhadapnya. Kalau dilihat secara fisiknya pria itu berambut pendek berwarna merah dan mata sayunya berwarna cokelat. Tangan kiri pria tersebut menodongkan pistol tepat ke samping kepalanya Naruto sedangkan tangan kanannya membekap mulut Naruto yang dari tadi ngoceh tidak jelas. Sasuke hanya memandang pria itu dengan tatapan datarnya. Tangan sasuke masih tetap keadaan seperti itu.

"Oh iya, Aku baru ingat. Kamu dan bocah ini pernah nganterin keponakanku pulang kerumah pamannya Dan aku sangat-sangat mengigat cengiran bodoh dari bocah berambut kuning ini. Tapi aku tidak melihat fisikmu, Mungkin dirimu bersembunyi di dalam mobilmu yang keren. Sekarang aku menyadari bahwa kalian adalah segerombolan orang-orang tidak jelas, Yang pekerjaannya hanya menguntit, Menangkap, Menyidang orang-orang yang bersalah. Pada akhirnya orang itu mendekam di dalam penjara atau mati secara tidak sah akibat perbuatan kriminal yang dibuat dirinya sendiri. Hah, Pekerjaan yang sangat-sangat bodoh."kata pria itu tersenyum sinis kearah Sasuke. Pria itu kembali melirik kearah Naruto yang dari tadi berusaha melepaskan diri. Tenaga yang dikeluarkan tidak membawakan hasil sama sekali. Pada akhirnya Naruto berhenti memberontak Dan adegan ini yang membuat pria itu tersenyum kemenangan. Saat tatapannya kembali ke Sasuke, pria itu merasakan sesuatu benda yang dekat dibelakang kepalanya.

"Jangan Terlalu senang dulu, Sasori. Sekarang dirimu beserta teman-temanmu terkepung sama kami! Jadi kamu tidak bisa melakukan apapun."kata seseorang menodongkan pistolnya tepat di belakang kepala sasori dan itu membuat Sasori kaget. dengan tenangnya sasori menghadapkan kepalanya ke sumber orang itu. Ya, Sasori kepengen lihat siapa yang memberanikan diri menodong pistol ke arahnya.

"Hah, Ternyata dirimu Itachi. Aku pasti sudah menduga bahwa kamu akan melindungi adikmu dalam keadaan darurat. Oh, Ternyata dirimu masih bekerja di kepolisian. Tidak aku sangka, mantan rekanku masih memihak pada polisi. Sekarang kamu jangan dekat-dekat atau bocah ini mati ditanganku."kata Sasori semakin mempererat dekapannya. Jarinya mulai memegang pelatuk pistolnya. Tetapi semua perlakuan sasori tidak direspon sama itachi. Malah ini Membuat Mata Itachi semakin memincing dan senyum liciknya berkembang di mulutnya.

"Sayangnya niatmu tidak berjalan dengan lancar, Sasori."kata itachi masih tetap keadaan seperti itu. pas Itachi bilang seperti itu, Muncul 3 orang yang keberadaannya berbeda arah. Tiga orang tersebut menodongkan pistol ke arah kepala Sasori yang arahnya berbeda. satu orang menodongkan pistol di kepala bagian depan dan dua orang lainnya menodongkan pistol di sisi sebelah kanan dan kiri kepalanya Sasori. Sasori langsung kaget dan perlahan dekapannya mulai renggang. Akhirnya Naruto bisa lepas dari dekapan mautnya Sasori. Sasori juga mulai menaruh pistolnya di lantai. Dan mengacungkan kedua tangan ke arah atas. Setelah melihat tingkah Sasori, Itachi pun langsung menyuruh salah satu dari mereka untuk memasangkan borgol ke sepasang tangannya sasori.

"Terima kasih kak itachi. Untung saja kak itachi datang, Kalau tidak mungkin nasibku ada ditangan sasori."kata Naruto yang tiba-tiba langsung menodongkan pistolnya kearah lain. Dan itu membuat itachi langsung menoleh kemana arah tangan Naruto berhenti. Itachi langsung tertawa kecil, Setelah melihat apa yang dilakukan naruto. Ya, Pistol Naruto langsung menghadap ke seorang pria berambut cepak berwarna perak yang siap kabur dari hadapannya. pria tersebut langsung diam ditempat. Salah satu anggota kepolisian langsung memborgol sepasang tangan pria tersebut.

"Kerja kalian memang bagus. Harus kuakui kemampuan kalian luar biasa. Ayo, Kita langsung ke kantor. Permasalahannya belum cukup disini."kata Itachi menepuk-nepuk pundak sasuke dan berlalu meninggalkan naruto dan sasuke. Keduanya saling bertatapan dan mengikuti Itachi dari belakang.

Skip

"Sakura sekarang kamu bisa menceritakan semua kejadian yang dilakukan oleh sasori terhadapmu."kata Sasuke mulai mengajukan pertanyaan ke sakura. Terlihat dari sorot mata, Sakura mulai ketakutan dan binggung terhadap pertanyaan yang diajukan sasuke.

"Kenapa ka-kalian membawa a-aku ketempat se-seperti ini?"perkataan sakura mulai terbata-bata. Di saat seperti ini membuat keringat dinginnya keluar dengan bebasnya.

"sakura tenangkan dirimu. Aku tidak akan mempenjarai dirimu. Aku hanya ingin menayakan tentang sasori. Nanti aku menceritakan semua kejahatan sasori terhadapmu."kata Sasuke mulai mengguncang tubuh mungil sakura dengan pelannya. Sakura hanya diam. Dia menatap mata hitam pekatnya milik sasuke. Kalau di lihat, Pelupuk mata sakura ingin mengeluarkan tetesan air mata. Perlahan sasuke mulai memeluk tubuh mungilnya yang sudah bergetar dan mulai mengelus-elus tubuh mungilnya. Perlahan-lahan Air mata sakura sudah membasahin jas kepolisian milik sasuke. Ya, Sakura menangis terisak-isak. Dia menangis atas meratapin nasib buruk yang menimpa dirinya sendiri. Dia mulai memeluk sasuke dengan eratnya. Saking eratnya, Sakura tidak mau melepaskannya. Terpaksa sasuke harus menunggu sakura berhenti menangis.

"Hey, Kenapa kamu menangis, Hm? Coba kamu ceritakan kejahatan yang pernah dilakukan sama pamanmu."kata sasuke mulai menjarak kan tubuh sakura. Sasuke melihat matanya sakura sudah sebab akibat isak tangisnya. Jari Sasuke mulai mengusap air mata yang masih tersisa di ujung pelupuk matanya. Setelah diusap, Sakura tersenyum ke arah sasuke dan menceritakan semua kejadian dari pertama kali ketemu pamannya, Bekerja di tempat pamannya sampai dia usir sama pamannya sendiri.

"Oh jadi begitu. Sudah sepantasnya pamanmu mendapatkan hukuman mati untuk dirinya beserta semua anggota genk akatsuki. Oh iya, Aku kepingin kamu menonton…"perkataan sasuke terputus. Ya, Kali ini sakura memotong pembicaraannya.

"Ya, Aku sudah menonton VCD itu dan papa mati terbunuh oleh madara uchiha. Aku tidak menyadari bahwa selama ini dalang dari semuanya itu bermula dari madara dan diteruskan oleh pamanku sendiri."kata sakura yang mulai membuka mulutnya. Padangan sakura mulai ke bawah. Sakura tidak mau dirinya kedapatan nangis oleh sasuke. Jari-jemari sakura mulai menghapus air mata yang sudah keluar.

"Sekarang, Kamu tidak bisa asal membenci orang dari sikap keegoisannya aja."kata Kakashi yang sedari tadi bungkam akhirnya berbicara juga. Wajah sakura mulai memberanikan diri untuk menatap wajah kakashi.

"Ayahmu dulunya seorang dektetif kepolisian. dia juga dektetif yang handal. Saking handalnya, Aksi menguntitnya berhasil sampai tidak ada satu pun tugas terbongkar. Pada akhirnya ayahmu mendapatkan tugas dari asuma. Waktu dulu asuma adalah seorang mayor kepolisian dan ayahmu disuruh melacak keberadaan madara uchiha. Disaat seperti ini, Ayahmu ketahuan identitas aslinya. Dia terus dikejar sama para gerombolan genk akatsuki. Pada akhirnya Ayahmu menyuruh kamu dan ibumu pergi dari jepang di karenakan takut mereka akan membunuh kamu beserta ibumu. Dari sejak itu lah ayahmu sengaja menyembunyikan pekerjaannya dari kamu."kata Kakashi menjelaskan panjang lebar kejadiaan ayahnya. Sakura diam sejenak, Dia mencerna setiap perkataan kakashi. Akhirnya Sakura hanya tersenyum ke arah kakashi.

"Iya aku mengerti paman Kakashi."jawab sakura. Pada akhirnya, Sakura mendapatkan elusan gratis dari kakashi.

"Hah, Akhirnya selesai juga kasus ini. Mungkin Sasuke kamu bisa mengungkapkan perasaanmu yang sesungguhnya kepada sakura."kata Naruto dengan isengnya menyikut tubuh Sasuke. Kali ini semburat merah muncul dikedua pipinya Sasuke. Disaat seperti ini Asuma langsung datang secara tiba-tiba dan langsung menyambar tangan Sasuke untuk memegang tangannya sakura.

"Ingat! Ungkapan sejujur mungkin."kata asuma membisikan ke kuping sasuke. Lagi-lagi semburat merah muncul di kedua pipinya sasuke. Sasuke harus mengalihkan wajahnya dari sakura.

"Sakura… Apakah kamu.."perkataan Sasuke tiba-tiba putus. Sasuke tidak sanggup melanjutkan perkataannya. Sasuke kembali mengumpulkan semua tenaganya untuk menyatakan sebenarnya.

"Apakah kamu mau menikah denganku?"sambungan Sasuke sambil menelan ludah dirinya sendiri. Sasuke tidak berani memandang Sakura dikarenakan takutnya dia menolak cinta Sasuke.

"Ya, Aku mau."kata Sakura mengengam tangannya Sasuke. Mendengar perkataan itu, Membuat senyumannya Sasuke terkembang di bibirnya.

TBC

Note:hah, akhirnya selesai juga ceritanya. Aku gak bisa ngejelasin secara detail masalah genknya akatsuki. Gomen sebanyak-banyaknya kalau banyak kekurangan dan ceritanya kurang asik. RnR please?