It's crystal clear – I'll stay right here and keep the simple things
(The Simple Things – Randy Travis)
Previous Chapter: Selah pertemuannya dengan Nyonya Cho, Sungmin bertekad untuk mengubah Kyuhyun menjadi anak yang lebih baik.
"Apa kali ini kau akan membolos?" tanya Sungmin pada Kyuhyun yang sedang tidur di klinik sekolah.
Bel tanda jam pelajaran pertama baru saja berbunyi, dan Sungmin yang akan menuju kelas yang diajarnya melihat Kyuhyun malah berjalan ke arah klinik sekolah. Karena itu Sungmin mengikutinya, dan mendapati Kyuhyun yang baru saja akan berbaring di matras pasien.
"Apa kau mau menemaniku?" Kyuhyun malah balik bertanya. Ia terduduk dan tersenyum melihat Sungmin yang sedang berdiri di pintu klinik.
Sungmin menggeleng. "Tentu saja tidak. Saya seorang guru, dan saya akan bertanggung jawab pada pekerjaan saya," jawab Sungmin tegas. Sungmin melangkah masuk ke dalam klinik dan memperhatikan ruangan putih yang baru pertama kali didatanginya itu. "Apa kau sakit?"
Kyuhyun mengangguk. "Aku sakit hati, karena kau terus menolakku," Kyuhyun membaringkan tubuhnya. Menjadikan lengannya sendiri sebagai bantalan.
Sungmin tidak terlalu mempedulikan jawaban Kyuhyun. "Kalau kau tidak sakit, sebaiknya kau berada di kelas. Tempatmu di sana, bukan di sini."
"Aku akan masuk kalau kau yang mengajar," gumam Kyuhyun, matanya mulai terpejam.
"Tapi gurumu bukan hanya saya. Kau harus mengikuti semua pelajaran, itu kewajiban dan tanggung jawabmu sebagai seorang siswa," Sungmin mencoba melakukan tindakan persuasif pada Kyuhyun.
"Aku tidak tertarik," ujar Kyuhyun acuh.
"Aku akan memberimu hadiah kalau kau berjanji hari ini akan mengikuti semua kelas…" ujar Sungmin. Kyuhyun membuka kedua matanya, tertarik. "… sampai jam terakhir nanti."
"Oke," Kyuhyun terduduk mengahadap Sungmin yang berdiri tidak jauh dari matras pasien. "Apa itu hadiahnya?"
"Masuklah ke kelas. Saya akan memberikanmu hadiah hanya jika kau menepati janji," Sungmin mengulurkan jari kelingking kanannya tepat di hadapan Kyuhyun.
Kyuhyun menautkan jari kelingkingnya. "Baiklah, dengan senang hati. Aku tidak akan membolos. Kalau begitu sampai jumpa pulang sekolah nanti," Kyuhyun berdiri dan melepaskan tautannya. "Jangan merindukan aku ya, Min," ucap Kyuhyun sebelum meninggalkan Sungmin di klinik.
"Ada apa dengannya?" tanya Eunhyuk. Donghae, orang yang ditanya mengikuti arah dagu Eunhyuk menunjuk, Cho Kyuhyun.
Donghae menggeleng seraya mengangkat bahunya. "Mungkin dia sakit," jawab Donghae prihatin.
"Ini sudah hampir jam pelajaran terakhir. Tapi dia masih tetap di sini dan tidak membolos. Apa tidak berbahaya ya?" Eunhyuk menunjukkan ekspresi ketakutan. Seolah kehadiran Kyuhyun selama pelajaran berlangsung tadi adalah fenomena alam yang sangat langka.
"Hey Kyu, apa kau baik-baik saja?" Akhirnya Donghae bertanya langsung untuk membunuh rasa penasarannya.
Kyuhyun menaikkan sebelah alisnya mendengar pertanyaan Donghae. "Memangnya aku kenapa?" Kyuhyun bergantian menatap kedua sahabatnya. "Kalian aneh sekali."
"Justru kau yang aneh, Kyu," Eunhyuk menimpali. "Kau tidak bolos sama sekali dari jam pelajaran pertama. Bahkan mengerjakan tugas yang diberikan guru."
Kyuhyun tiba-tiba tersenyum mendengar ucapan Eunhyuk. Kyuhyun menggerakkan telunjuknya, mengisyaratkan agar kedua sahabatnya mendekat. "Lee Sungmin berjanji akan memberikanku hadiah kalau hari ini aku tidak bolos," bisik Kyuhyun.
"Lee Sungmin? Maksudmu Bu Sungmin guru kita?" Donghae nyaris tidak percaya.
"Yap." Kyuhyun menjawab cepat sambil terus tersenyum.
"Kyu," Eunhyuk memanggil pelan. "Apa kau benar-benar menyukai Bu Sungmin?"
Kyuhyun mengerutkan dahinya, menimbang-nimbang pertanyaan Eunhyuk. "Yang jelas aku tidak pernah merasa seperti ini pada perempuan lain," jawab Kyuhyun.
"Aku hanya mengingatkanmu. Usia Bu Sungmin sudah lebih dari 25 tahun, sementara kita belum tujuh belas tahun. Bukankah perbedaannya jauh?"
Kyuhyun mengedikkan bahunya. "Aku hanya mengikuti alurnya saja."
"Yang terpenting, kau jangan mempermainkannya. Kalau kau hanya bermain-main, pasti ada yang terluka. Entah Bu Sungmin, atau kau sendiri," ujar Eunhyuk bijaksana.
Tepat saat itu guru untuk pelajaran terakhir datang. Kyuhyun hanya menghembuskan napasnya. Minat belajarnya turun drastis karena kata-kata Eunhyuk. Tapi mengingat apa yang dijanjikan Sungmin untuknya, Kyuhyun berusaha untuk tidak kabur dan duduk di bangkunya sebagai siswa baik-baik.
Begitu bel pulang berbungi, Kyuhyun langsung melesat meninggalkan kelasnya. Eunhyuk dan Donghae hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah sahabatnya. Pertama-tama, Kyuhyun membawa langkahnya ke ruang guru. Saat Kyuhyun membuka ruang guru tanpa permisi, semua mata mengarah padanya. Kyuhyun mengabaikannya dan menatap satu per satu wajah guru-gurunya. Tidak ada Sungmin di ruangan ini.
Kyuhyun melanjutkan perjalanannya. Langkahnya melambat, ia perlu memikirkan di mana Sungmin berada. Kemudian ia berjalan ke klinik sekolah, tempat di mana tadi pagi mereka membuat janji. Kekecewaan itu datang lagi. Ruangan bernuansa putih itu kosong. Hanya ada Dokter Henry, dokter yang berjaga di klinik tersebut, yang akan mengunci klinik dan mengatakan tidak melihat ada Sungmin datang.
Kyuhyun mencoba mencari ke seluruh penjuru sekolah, tapi sosok yang dicarinya tidak ada. Sementara matahari sudah mulai enggan bekerja, sore yang sepi. Tidak ada pilihan, Kyuhyun sudah mencari Sungmin. Tapi Sungmin mengingkari janjinya. Kyuhyun menyeret langkah kecewanya menuju parkiran sekolah yang sudah kosong. Hanya ada motor besar berwarna biru miliknya.
Saat Kyuhyun hendak menyalakan starter motornya, Kyuhyun melihat sesuatu di antara rem tangan kanannya. Kyuhyun membuka helm yang sudah dipakainya dan mengapitnya di pinggang. Kening Kyuhyun mengernyit, lalu melihat ke sekelilingnya. Kosong.
"Pensil?" gumam Kyuhyun.
Pandangan Kyuhyun kemudian tertarik pada kertas yang juga diselipkan di rem tangan motornya. Kyuhyun membuka kertas itu dan membacanya.
'Jangan membolos lagi'
TBC
Dear readers, maaf bangeeettt karena lama nggak update. Rumahku kebanjiran sampe 4 kali, dan sekarang lagi direnov. Jadi aku agak kesulitan cari waktu untuk ngetik. Maaf ya, mohon dimaklumi. :)
