Longinus Killer
Naruto Masashi Kishimoto
High School DxD Ichie Ishibumi
Warning : AU, OOC, OC, TYPO, Semi Canon, dan Lain – lain
HumanNaru, SmartNaru, SemidarkNaru
Chapter 7
At Asgard
Asgard malam itu kelihatan begitu sepi, tak heran karena seluruh Valkryie yang merupakan pasukan khusus pelindung Asgard telah berjejer rapi mengepung dua orang wanita pirang yang tiba – tiba saja masuk ke dalam teritori mereka. Sementara itu dari Singgasananya, Odin hanya dapat terdiam, wajah tegang semenjak kedatangan dua wanita tersebut masih bertengger di wajahnya, tak jauh berbeda dengan ayahnya Thor yang merupakan salah satu Dewa yang tergolong dalam Top 10 Strongest Being hanya sanggup menelan ludah dengan genggaman yang tak pernah luput dari Mjolnir, senjata pamungkas miliknya. Matanya masih terus menelusuri kedua wanita tak jauh di depannya. Dalam sekilas saja semua yang ada di sana dapat mengetahui kalau dua wanita tersebut hanyalah manusia biasa. Makhluk terendah dalam tingkatan kekuatan menurut mereka.
Namun, kedatangan mereka berdua dengan membawa salah satu dewa dalam mitologi mereka dalam keadaan tak bernyawa terus membuat mereka waspada. Loki, yah dialah dewa yang dibawa oleh kedua wanita tersebut. Terakhir kali Loki berada di Asgard yaitu saat ia mengancam Odin akan memulai Ragnarok karena mendengar ayahnya itu berniat bersekutu dengan fraksi Bibble dan fraksi lainnya. Tentu hal tersebut sangat mencoreng kehormatan Norse bagi Loki yang diselimuti oleh sifat – sifat buruk.
Lelah dengan hasil observasinya yang sama sekali tak menunjukkan kedua wanita tersebut memiliki kemampuan yang melebihi Loki hingga dapat membunuh dewa tersebut, Thor melirik sebentar ayahnya meminta izin untuk memulai perundingan. Yah, ini adalah perundingan kedua wanita tersebut tak mungkin datang hanya untuk mengantarkan mayat adiknya tersebut.
" Ningen ... sebenarnya ini hanya pertanyaan klasik ... tapi bagaimana kalian dapat masuk kemari ? terlebih lagi apa maksud kedatangan kalian dengan mayat adikku ? Apa kalian sadar tindakan ini dapat kami anggap sebagai pernyataan perang bagi mitologi kami ? " tanya Thor menampakkan sisi wibawanya yang merupakan Pangeran dari Asgard.
Salah satu wanita pirang dengan pakaian yang glamour dan mewah dan tak lupa senyuman yang tak pernah luput di wajahnya itu maju ke depan. Harus Thor akui, wanita tersebut merupakan salah satu wanita tercantik yang pernah ia temui seumur hidup, aura yang dikeluarkan wanita tersebut juga jelas merupakan manusia tanpa ada sacred gear namun dengan insting bertarungnya selama bertahun – tahun ia mengerti satu hal ... Kedua wanita ini berbahaya.
" Mengenai kedatangan kami yang begitu tiba – tiba kami minta maaf. Yah, kami tidak mengetahui caranya mengirim pemberitahuan kemari karena anda semua sama sekali tak memberikan kami petunjuk. Kami juga datang kemari hanya dengan alasan untuk mengantar jenazah dari pria tak punya sopan santun ini " Subaru menunjuk mayat Loki pada akhir kalimatnya.
" Yare – yare ... aku mengerti bahwa putraku yang satu ini tak punya sopan santun. Namun yang menjadi pertanyaan sekarang, apakah anda tak terlalu kasar Ojou – sama hingga membunuh putraku yang tak sopan itu ? " Walaupun diucapkan dengan nada santai namun aura yang dikeluarkan Odin begitu mencekam bahkan beberapa Valkryie terlihat bergetar merasakan aura tersebut namun hal tersebut tak berlaku bagi dua wanita tersebut yang masih tetap dengan ekspresi masing – masing. Subaru yang dengan senyumnya yang tertutupi oleh bentangan kipas yang selalu dipegangnya sementara Tsunade yang tangan kirinya di pinggang dan tak lupa tangan kanan yang masih mengenggam botol sake.
Glup glup
Semua mata menatap heran ke arah Tsunade yang sama sekali tak terpengaruh dengan ucapan Odin malah dengan santainya meneguk sake.
" Aahhh puasnya ... ne tua bangka Odin ... " Odin mengerutkan alisnya begitu mendengar namanya dipanggil dengan nada seperti orang mabuk tersebut. Matanya juga menyipit begitu melihat wanita tersebut sedikit linglung dengan wajah yang telah semburat merah.
' Dia mabuk ' begitulah batin semua orang disana terkecuali Subaru yang hanya terkikik kecil melihat Tsunade.
" Putra bangsatmu itu sangat tak sopan... ah sudah sewajarnya begitu melihat ayahnya hanyalah dewa bodoh yang tahu menatap mesum ke arah para wanita " Salah satu Valkryie mulai bergerak begitu mendengar pemimpinnya dihina sedemikian rupa namun dia segera mendapat tanda dari Thor untuk menahan emosi sebentar, bertindak gegabah hanya akan membawa mereka kepada kerugian yang lebih besar. Dalam keadaan seperti ini, mereka perlu tenang, sabar dan melihat situasi sekaligus mencari celah untuk menyerang balik. Thor juga masih penasaran bagaimana bisa dua wanita di depannya itu membunuh adiknya.
" Yah ... mungkin kau belum tahu karena sibuk dengan kegiatan bangsatmu itu. Putramu itu tergabung dalam Khaos Brigade saat kami temukan ia sedang mengumpulkan tentara untuk membunuhmu hahaha seharusnya kau berterima kasih karena kami terlebih dahulu membunuhnya sekaligus dengan anak – anaknya itu HAHAHAHA " Tsunade tertawa keras di akhir kalimatnya, dadanya ia busungkan ke depan semakin memperlihatkan kebanggaannya karena telah membunuh salah satu dewa.
" Begitu ? Tapi, kau sama sekali tak memiliki bukti. Anda juga seharusnya bernegosiasi terlebih dahulu pada pihak kami ... " balas Thor berusaha terdengar sopan walaupun dalam hati ia masih berusaha menahan emosinya.
Syutt
Tep
Dengan tangkas, Odin menangkap sebuah CD yang baru saja dilemparkan oleh Subaru.
" Nah, Odin – sama , Thor – sama maaf kami memiliki keperluan lain. Kedatangan kami hanya untuk mengantar CD tersebut sekaligus dengan mayat pria tak berguna ini. Semua pertimbangan kami untuk membunuhnya berada di CD tersebut. Jika kalian tak puas silahkan nyatakan perang pada kami tapi kuperingatkan terlebih dahulu untuk berpikir jernih dan menonton CD tersebut. Mungkin kalian akan mendapat sedikit gambaran mengenai kemampuan kami " Selesai dengan ucapannya tersebut dua buah portal dengan cepat menelan keberadaan Subaru dan Tsunade meninggalkan para Valkryie yang mulai meledak dan mulai menghardik kedua wanita tersebut.
" Odin – sama , Thor – sama. Anda tak perlu memikirkan apa – apa lagi, kita tinggal mencari keberadaan mereka dan lalu mengeliminasinya. Ucapan dan perilakunya jelas sekali menghina mitologi kita yang agung, Mitologi Norse. " Beberapa Valkryie lain ikut menyahut menambahkan opini mereka untuk menyerang Subaru dan Tsunade, Odin hanya mengangkat tangannya ke atas dan seketika semua sahutan itu berhenti.
" Kalian tak perlu mengingatkanku mengenai hal itu. Kedua wanita itu sangat berbahaya, ah tidak maksudku adalah kelompok mereka sangat berbahaya. Jika kalian tadi cermat maka kalian akan menyadari satu hal bahwa mereka tidak takut dengan kita dan mereka tidak sendiri. Mereka memiliki kelompok dengan kemampuan tinggi yang membuat mereka yakin dapat seimbang dengan mitologi kita. Saat ini, yang dapat kulakukan hanya menonton ini " Sebuah layar monitor dalam berukuran raksasa muncul di tengah istananya tersebut. Dalam sekian detik CD di tangannya dan secara otomatis layar tersebut mulai meloading gambarnya.
Terlihat Loki yang bersama dengan Fenrir sedang dikepung oleh ribuan sosok berarmor. Dalam beberapa menit saja, Fenrir telah takluk dan sekarat dengan keadaan kaki kanan yang putus dan beberapa tubuh yang terbelit rantai – rantai, keadaan Loki juga tak kalah buruknya dengan tangannya yang telah terputus ia masih harus berhadapan dengan ribuan armor yang bahkan belum sama sekali berkurang jumlahnya.
Akhirnya, Loki pun tumbang begitu tak dapat menahan sebuah tusukan dari pedang yang dialiri aura yang aneh. Begitu pedang tersebut bersentuhan dengan sihir pertahanan Norse milik Loki, sihir pertahanan Loki segera menghilang seperti tak pernah ada. Odin dan Thor sedikit geram melihat bagaimana anak/ saudara mereka dibunuh dengan cara yang keji seperti itu namun akhirnya mata mereka melebar begitu di akhir video tersebut terpampang sebuah blueprint yang sanggup membuat mereka bergetar.
" I – ini tidak mungkin ... " bisik Thor
" Thor, rahasiakan kematian Loki. Rosseweisse batalkan rencana untuk beraliansi dengan Fraksi Bibble. " Perintah Odin cepat.
" Ini benar – benar diluar pemikiranku " gumam Odin dengan nada pasrah.
XoX
At Kuoh
Keadaan saat ini benar – benar pukulan telak bagi bangsa iblis. Bagaimana tidak ? mereka kecolongan dengan membiarkan dua iblis yang berasal dari organisasi berbahaya yang belum mereka tahu berkeliaran dan menguras informasi dari mereka. Asia dan pemegang Vvitra yang menghentikan serangan Sona adalah Saji, sang pawn dari Sona itu sendiri. Ironisnya mereka semua ditipu dengan akting Saji yang begitu apik sehingga benar – benar membuat mereka percaya bahwa pemuda pirang itu benar – benar menggilai Sona.
" Saji ... kenapa kau lama sekali ? " tanya Asia pelan cukup untuk didengar oleh mereka berdua.
" Ada perubahan rencana sedikit oleh master. Yah, kurasa itu bukan masalah besar " Saji mengaktifkan kembali sacred gearnya bersiap jika akan ada serangan yang diarahkan padanya dan benar saja dalam sedetik begitu tentakelnya muncul sebuah ah bukan ribuan tombak es menyerbunya dan Asia. Saji hanya menekan enteng beberapa tombol pada jam tangannya dan dalam sekejap semua tombak tersebut menghilang sebagai akibat tentakelnya yang bertambah ukuran dan jumlahnya dan dengan cepat menghisap energi semua serangan tersebut.
" Ba – bagaimana ia melakukan itu ? " Azazel, selaku peneliti Sacred Gear takjub melihat peningkatan kekuatan yang belum sanggup ia ciptakan. Gelang yang ia berikan pada Issei pun masih jauh dibawah tingkatan dari alat yang dipakai Saji.
" Ini juga merupakan perkembangan dari apa yang kau teliti Ero – datenshi " jawab Saji santai.
" K – Kau berani sekali kau menyakiti So – tan " Serafall secepat kilat telah muncul di hadapan Saji dan Asia dengan lingkaran sihir yang siap untuk menyerang dua sosok tersebut namun belum sempat serangannya tersebut muncul ia telah terlebih dahulu jatuh ketika Asia mengangkat kedua tangannya.
" Arrghhhh " Serafall yang terjatuh itu berteriak nyaring begitu merasakan rasa panas dari dalam tubuhnya sendiri. " Leviathan palsu mungkin kau tidak sadar tapi sedari kita bertemu di aula siang tadi aku telah menempelkan chip yang merupakan bagian dari sacred gear ciptaan masterku. Ini adalah pertama kali aku menggunakannya jadi kau harus merasa terhormat karena kau adalah korban pertamanya. "
Twilight Healing : Reverse
" ARRGGHHHHH " Teriakan Serafall semakin kencang begitu suara mekanik yang berasal dari dua cincin Asia berbunyi nyaring. Sebuah aura kemerahan mulai menyelimuti tubuh Serafall.
" Serafall / Leviathan – sama / Onee – sama ! " teriak para makhluk supranatural.
Serafall masih terus menjerit karena merasakan setiap tubuhnya teriris dan terbakar tanpa henti. Dengan seringai kejinya, Asia menjelaskan " Ini adalah efek destruktif terbaru dari Twilight Healing yang kami kembangkan. Dengan ini Twilight Healing bukan akan menyembuhkan melainkan membuka semua luka yang pernah diderita korban. Tentu mengingat sekarang korbanku seorang Maou yang telah melawan banyak orang akan memiliki banyak sekali bekas luka di tubuhnya, maka dari itu semua luka itu akan terbuka kembali. Dan jika kalian tak menghentikanku hahahah ... maka selamat mencari Leviathan baru untuk kaum sampah kalian itu hahahaha ... ".
Sirzech yang geram melihat temannya disakiti segera menembakkan power of destructionnya berharap serangan tersebut dapat membuat Asia membatalkan tekniknya. Namun, iblis tak dapat berharap, karena ketika mereka berharap maka yang akan terjadi sebaliknya, hal itu berlaku pula bagi raja iblis sekalipun karena serangan Sirzech terlebih dahulu menghilang begitu sebuah portal muncul. Dari dalam portal tersebut pemuda bersurai pirang dengan jaket oranye yang dibiarkan terbuka memamerkan kaos hitam terkesan simpel namun misterius dengan hoodie yang hanya memperlihatkan seringai lebar pemuda tersebut.
" Ah ... sambutan yang begitu mengagumkan dari kalian ... nyanyian merdu dari iblis cebol sekaligus kembang api murahan dari keluarga pencuri Gremory hahaha "
Seakan tak mempedulikan teriakan Serafall yang menyambut kedatangannya , sosok itu melangkah pelan melepas hoodie yang menutupi wajahnya.
" Salam ! Namaku Uzumaki Naruto ... ingat itu tumpukan sampah! "
XoX
" Ada apa ini ? " Bikou berteriak nyaring begitu di sekitar mereka berdiri telah terbentuk sebuah dinding kasat mata yang terus menerus menghisap kekuatan sihir mereka.
" Seperti yang kalian lihat ... ini merupakan proyeksi dari institut kami. Sebuah dunia tanpa sihir, ini hanyalah contoh yang masih terbatas. Bukankah ini lebih adil huh ? " tanya Sasuke. Ophis yang sedari tadi diam hanya mendengus.
" Adil ? Makhluk rendahan seperti kalian hanya bermodalkan pada besi rongsokan yang menyelimuti tubuh kalian ... tanpa teknologi tersebut kalian hanyalah makhluk tak berguna " Ophis memejamkan matanya, sebuah seringai kecil terbentuk di bibirnya. " Betapa menyedihkan kalian " bisik Ophis dengan nada pelan namun Sasuke harus segera melebarkan matanya begitu Bikou telah berpindah di belakangnya bersiap dengan telapak tangannya yang terbuka ke arah tengkuk Sasuke. Arthur juga dengan pisau kecil di tangannya khas milik para tentara juga telah berada di samping Itachi mengancam pemuda tersebut agar tak bergerak dengan menempelkan pedang tersebut pada leher Itachi yang telah tak terlindungi oleh armor.
Sasuke mendecih kesal begitu Ophis menghilang dan muncul di depan sosok lain sebagai partner Sasuke yang masih belum membuka armornya.
" Kuakui, armor kalian memang keras hingga mampu memecahkan tongkat sakti milik Bikou. Namun hanya dengan jariku aku dapat menghancurkannya.
Ctak
Dengan gampang Ophis menyentil sosok armor itu sehingga armor itu rusak berantakan. Pemandangan setelah itu membuat Bikou dan Arthur shok karena tak ada apapun dalam armor tersebut. Sedetik setelah hancur,armor tersebut tersusun kembali.
" Itu adalah armor yang dikendalikan jarak jauh. Aku telah merencanakan ini sejak awal ... " suara itu tidak berasal dari 6 sosok yang sedari awal berada dalam konfrontasi melainkan berasal dari sosok pemuda bersurai perak yang malah santai membaca buku kecil dengan cover orange dan duduk di atas dahan pohon yang entah sejak kapan berada di sana.
Tep
Selesai dengan bacaannya, pandangannya yang didominasi dengan tatapan malas didireksikan pada 3 makhluk supranatural yang menatap waspada ke arahnya.
" Kau buang pengendalimu terhadap armor tersebut jika – " Ucapan bikou terputus begitu merasakan rasa sakit di tengkuknya sebelum pandangannya benar – benar menjadi buram ia terlebih dahulu jatuh dengan sebuah peringatan yang masuk ke pendengarannya.
" Jika kau tak ingin mati lebih baik kau tidur dulu Baka – Saru " Arthur juga telah pingsan dengan pukulan cepat di tengkuknya. Kini di sekitar Ophis telah berdiri 5 orang baru termasuk pemuda bersurai perak tersebut yang berbeda 4 orang lainnya menggunakan armor.
" Kita sudahi ini naga loli ... kedatangan kami kemari hanya untuk meletakkanmu di tempat yang aman " Itachi bersedekap dada. Sementara Ophis yang sadar dengan keadaannya yang terjepit hanya mendengus.
" Bagaimana aku dapat percaya dengan kalian ? "
" Hatake Kakashi, kau dapat memanggilku begitu. Hah ... " Dengan helaan nafas yang panjang, Kakashi menatap bosan Ophis. " Sejak kapan kau berpikir begitu keras, Sebagai ekstensi terkuat kau cukup menghancurkan kami saja jika memang benar kami memiliki niat buruk padamu bukan ? Lagipula aku yakin sedari awal kau dapat menghancurkan kami. Jadi ... Ophis bisa kau katakan kenapa kau tak berbuat apa – apa tentang institusi kami ? "
" Jadi kalian sudah sadar huh ? Aku hanya malas saja. Lagipula apapun yang kalian perbuat hal itu tak akan berpengaruh padaku. Terkecuali, kutukan Samael tersebut. Kuakui kutukan tersebut akan berpengaruh padaku. Namun dengan tingkat teknologi kalian saat ini, aku masih dapat menghindari panah tersebut. " Sasuke mendengus mendengar ucapan Ophis.
" Kau baru benar – benar menyatakannya setelah dua sampah ini pingsan ya ? Ya aku yakin kau benar – benar telah sadar dengan tujuan institut kami. "
" Yah, dengan adanya kalian. Tugas dasarku sebagai penjaga keseimbangan dunia ini lebih mudah. Maka dari itu aku tak menghabisi kalian. Melihat kemampuan kalian sekarang cukup tinggi, baik aku akan ikut kalian. Khaos Brigade juga telah retak dan aku sudah mengetahui beberapa pihak yang akan berkhianat padaku. "
" Mengenai hal tersebut, kau tak perlu khawatir. Hero Faction telah berada di tahanan kami dan longinus yang mereka miliki juga telah kami sita. Hades dan Loki telah tewas dan sasaran kami berikutnya adalah ... Rizevim Livan Lucifer "
TBC
Hai hai ... Selamat tahun baru ya ( walaupun sedikit telat :v ). Yah, di chapter ini sudah kuberikan gambaran tentang nasib Hero Faction, Naruto juga telah muncul di hadapan para makhluk supranatural. Selanjutnya bagaimana ? Tunggu saja update selanjutnya hehe. Mengenai jadwal update aku nggak bisa pastiin karena memang sekarang lagi sibuknya dengan ujian.
Beberapa review yang mengatakan lanjut maka ini sudah saya lanjut. Mengenai pertanyaan – pertanyaan lain akan saya jawab pada chap depan.
Trims
