Tittle
Kyuhyun is Me
cast
Kim Kibum x Cho Kyuhyun
Genre
Drama, Romance
Warning
GS, typos, tulisan yang tidak BAKU dan sebagainya, bahasa tidak sesuai EYD, cerita abal.
Disclaimer
Ini adalah REMAKE novel karya mbak PHOEBE dengan judul yang sedikit aku rubah dengan judul asli "Claire" ingat ini bukan plagiat tapi Remake. Ada beberapa bagian yang Lizz rubah demi kepentingan cerita.
Don't like Don't read, that SIMPLE.
Okay
.
.
.
Happy reading
.
.
.
BaB 7
"KAU DAN KIBUM, sudah berapa lama kalian menikah?" Zi Tao berusaha tersenyum. Tapi nada suaranya terdengar sangat mengintimidasi. Kyuhyun merasa beruntung karena pada malam sebelumnya, ia merasakan firasat tentang ini sehingga memaksa Kibum untuk memperbincangkan semuanya agar tidak ada satupun dari ucapan mereka yang berbeda. Kibum sangat bermalas-malasan saat itu. Baginya Kyuhyun tidak harus mengatakan apa-apa. Cukup Kibum yang berbohong. Tapi di saat itu Kyuhyun beranggapan kalau hal itu sangat perlu, bisa saja Zi Tao atau bibinya menarik Kyuhyun kedalam kamar mereka untuk bicara dan hari ini benar benar terbukti. Di Tao membawakan pudding coklat sebagai pembuka saat ia menyapa Kyuhyun yang selalu berdiam diri di kamar setiap kali Kibum tidak ada di rumah. Kyuhyun sama sekali kesulitan untuk menolak niat baik yang ia tau tidak tulus. Tapi bukankah ia sedang berperan sebagai gadis lugu yang di nikahi oleh bajingan seperti Kibum? Ia harus terus berpura-pura tidak tau, berpura-pura mempercayai Kibum sepenuhnya.
Hari itu Zi Tao benar-benar mengamati setiap sendi kamar itu seolah-olah dia tidak pernah melihatnya. Jadi dimana selama ini mereka bercinta jika bukan di kamar Kibum? Seharusnya Kyuhyun tidak bertanya karena terlalu banyak kamar di rumah ini. Beberapa hari yang lalu Kyuhyun menguping pembicaraan beberapa orang pelayan yang menganggap Kyuhyun sangat tidak beruntung karena menikah dengan laki-laki yang seringkali mendatangi iparnya untuk sekedar memuaskan hasrat kelelakiannya. Lalu beberapa saat kemudian pembicaraan mereka berubah saat Mrs. Ryeowookmasuk kedapur. Kyuhyun yakin kalau semua pelayan tau tentang hubungan Kibum dan Zi Tao sebelumnya. Hanya saja mereka terbiasa untuk tidak terlihat dan tidak bersuara sehingga rahasia itu masih aman dan belum sampai di telinga Minseok.
Setelah kejadian semi bercinta di halaman waktu itu, Kyuhyun juga beberapa kali mendengar Zi Tao mengamuk di kamarnya. Mrs. Ryeowook memintanya untuk lebih berhati-hati karena saat itu Zi Tao terlihat sangat membencinya. Jika bukan karena Mrs. Ryeowook yang mengantarkan pudding coklat itu, Kyuhyun yakin kalau ia tidak akan menyentuhnya. Zi Tao bisa saja memasukkan sesuatu kesana. Tapi sepertinya tidak. Jadi Kyuhyun tetap bisa ber-akting polos dan menyantap pudding coklat itu secara perlahan.
"Kau membuat semua ini sendiri?" Kyuhyun berusaha untuk terlihat sangat ramah.
"Ya, ku rasa kau berkhayal kalau mengira hal itu akan terjadi. Aku tidak akan pernah memasak!" Jawab Si Tao. Jelas ia sedang berusaha keras untuk bersikap lebih baik. Seandainya Kyuhyun tidak tau tentang segala kelicikannya, Kyuhyun pasti tidak akan mendengar kejanggalan dari setiap nada irama yang di ucapkannya.
"Ku rasa Mrs. Ryeowook yang membuat. Ini sangat enak, sungguh!"
"Apa alasanmu menikah dengan Sean? Benarkah kau tidak tau siapa Sean?" Kyuhyun memandang Zi Tao, berpura-pura tidak mengerti dengan kata-katanya.
"Maksudmu kalau dia seorang Kim?"
2"Kau cukup cerdas Kyuhyun. Tapi kalau kau berharap setumpuk harta saat menikah dengan Kibum, maka kau tidak akan mendapat apa-apa. Suamiku tidak mewariskan apapun kepadanya. Ia hanya mengurusinya sampai pewarisnya di temukan! Seseorang bernama Xiao Kuixian"
"Benarkah?" Kyuhyun bergindik, ia mulai khawatir saat mendengar kambali nama aslinya di sebut-sebut. Kyujyun tidak akan meminta Zi Tao membahas tentang Xiao Kuixian jika dia tidak ingin kehilangan kendali dan menarik rambut Zi Tao secara brutal. Setidaknya itulah caranya mempertahankan diri dalam persaingan ketat di rumah bordil milik Kangin. "Aku tidak mengharapkan itu. Aku sedang menata diri untuk hidup dalam lingkungan ini. Kau pasti tau kalau aku selau kikuk jika berhadapan dengan orang kaya seperti kalian. Aku tidak ingin hidup seperti ini selamanya. Aku harap setelah wanita itu di temukan, Kibym bersedia meninggalkan semua ini dan memulai hidup baru bersamaku!"
"Kau fikir Kibum akan bersedia meninggalkan kesenangan-kesenangan itu?"
"Kesenangan? Kibum selalu mengeluh tentang ini." Kyuhyun menyuap potongan pudding yang sempat terlupakan. Ia menikmatinya, coklat membuat Kyuhyun merasa lebih percaya diri untuk menghadapi Zi Tao. Ia memandang Zi Tao dengan seksama. Sangat cantik, kulitnya kemerahan dan indah. Dia benar-benar wanita yang hidup dalam gelimang perawatan mahal. Bukan hal aneh jika Kibum sempat tergoda untuk menidurinya. Sayangnya Kim Kibum sepertinya tidak akan memberikan hatinya pada siapapun. Kyuhyun merasa sebersit rasa kecewa hadir di hatinya mengingat itu. Tapi ia berusaha tersenyum lagi. Sejak awal Kyuhyum sudah mencegah hatinya untuk berharap.
"Kau tau kalau Kibum sudah mempermainkan banyak wanita? Dia bahkan sudah berkali-kali gagal menikah, Kibum menganggap pernikahan adalah mainan!"
"Astaga!" Kyuhyun pura-pura terkejut. Ia berusaha menampilkan mimik tersinggung dalam raut wajahnya. Pada kenyataannya tentu saja Kyuhyun tidak perlu merasa tersinggung. Kibum memang seperti itu dan dia membicarakan pernikahannya dengan sangat ringan seolah-olah pernikahannya sama seperti membeli dan mengganti pakaian. Banyak wanita yang akan menyerahkan dirinya jika mendengar
iming-iming pernikahan dan Kibum menggunakan iming-iming itu untuk melengkapi kehendaknya yang tinggi. Kyuhyun rasa, wanita yang di iming-imingi oleh Kibum selama ini adalah wanita-wanita seperti Zi Tao. Mungkin semua istri Kibum sebelumnya bersikap mirip dengan Kibum.
"Kau jangan tersinggung, Kyuhyun. Aku tidak bermaksud apa-apa! Aku hanya ingin kau berhati-hati dengan laki-laki." Aku sudah terlalu sering Kyuhyun dalam hati. Ia menanti ucapan Zi Tao selanjutnya. Zi Tao tidak akan menyerah menghasutnya. Tentu saja, karena setelah itu Zi Tao segera melanjutkan ucapannya.
"Aku sudah terlalu lama sangat percaya kepada suamiku. Tapi kenyataannya, Kris mecintai perempuan lain sampai akhir hayatnya. Aku berusaha untuk tetap ada di sampingnya. Tapi, wanita itu bahkan berhasil membujuk suamiku untuk mencantumkan namanya dalam harta warisan." Pandangan Kyuhyun berubah tiba-tiba. Tentu saja Kris akan melakukan itu jika ia tau istrinya berselingkuh dengan sepupunya. Jika Kris memang merencanakan semua ini, termasuk memaksa Kibum mencari Xiao Kuixian yang sebenarnya sudah mati bertahun-tahun lalu, Artinya Kris ingin semuanya menjadi sulit. Kris pasti tau kalau Kyuhyun sangat membencinya, dan Kris akan mengira kalau Kyuhyun akan mempersulit semua ini hingga Zi Tao menyerah. Atau bisa saja Kris sudah mengira kalau Kyuhyun tidak menginginkannya, tapi Kibum akan berakting kalau Xiao Kuixian bukanlah orang yang mudah di urus. Kyuhyun menghela nafas. Ia tidak bisa melakukan hal ini lagi, ocehan Zi Tao membuatnya merasa sangat lelah dan ingin tidur. Tapi Kyuhyun tidak mungkinmengusir Zi Tao begitu saja. "Aku sangat menyesal mendengar itu. Tapi ku rasa Kibum tidak begitu, aku sangat mempercayainya. Kegagalan dalam pernikahan juga bukan keinginannya, ku rasa!"
"Apa kau tidak ingin mencari laki-laki baik sebagai suamimu, Kyuhyun? Kau bisa menderita jika bersama Kibum. Dia tidak akan mempertahankanmu seperti yang kau harapkan!"
"Mungkin benar. Itu akan terjadi." Kali ini ekspresi Kyuhyun sungguh-sungguh.
"Tapi aku hanya akan berusaha menikmati semuanya sampai kami benar-benar berpisah. Aku akan mengingatnya, mencintainya dan merindukannya seumur hidupku." Di Tao terdengar putus asa. Ia memandang Kyuhyun yang mungkin terlihat sangat bodoh karena mencintai orang seperti Kibum. Tapi Kyuhyun bukanlah orang yang bodoh, Zi Tao yang terlihat seperti itu karena sudah gagal untuk menghasut Cho Kyuhyun untuk pergi dari hidup Kim Kibum. Jika saja Zi Tao segera keluar, maka Kyuhyun pasti akan tertawa, tapi Zi Tao memandanginya terlalu lama, sangat lama hingga kegugupan Kyuhyun menjalar kembali.
"Aku tidak percaya kau sepolos ini Kyuhyun" Zi Tao menggeram. "Kau berasal dari belahan dunia mana? Bagaimana mungkin kau masih mempercayai bajingan seperti Kibum?" Kyuhyun tidak menjawab sepatah katapun. Tidak perlu menjawab karena perdebatan hanya akan semakin memperpanjang waktu Zi Tai untuk berada di kamarnya. Kyuhyun masih ingin tidur, ingin menutup telinga dari segala kata-kata penuh hasutan Zi Tao. Jika Zi Tao berfikir kalau Kyuhyun mudah di hasut, dia salah. Kyuhyun terlalu lama hidup di dunia yang suram. Hasutan apapun sama sekali tidak akan pernah berarti untuknya.
[~Lizz_L_L~]
KIM KIBUM TERBANGUN LEBIH CEPAT dari biasanya. ia menggeliat memandangi sinar mata hari yang masuk ke kamarnya dengan gamblang. Semalaman, Kibum hanya mendengar cerita dari Kyuhyun tentang hasutan-hasutan Zi Tao kepadanya. Ternyata menikmati kecemburuan seorang perempuan sangat menyenangkan. Zi Tao sepertinya tidak mengira kalau Kibum dan Kyuhyun adalah musuh yang lihai. Tidak, Kyuhyun-lah musuh yang lihai dan Kibum berbahaya. Kibum tersenyum mengingat pemikirannya barusan. Kyuhyun juga menggeliat, menarik perhatian Kibum. Wanita itu memeluk selimutnya dan masih tidur dengan nyaman di lantai. Kelihatannya Kyuhyun bahkan pernah mengalami hal yang lebih buruk di bandingkan tidur di lantai sehingga lantai menjadi tempat yang cukup nyaman untuknya saat ini. Sayang sekali Kibum tidak bisa menyentuhnya. Ia belum mendapat kesempatan lagi. Meskipun mereka sudah pernah berciuman dengan sangat panas, Kyuhyun tetap sulit di jamah. Ia tidak akan bersedia di sentuh kecuali untuk kesenangan Minseok yang suka melihat kemesraan mereka. Tapi sesuatu yang mendekati ciuman seperti waktu itu benar benar tidak terjangkau lagi oleh Kibum. Dia tidak akan tahan dengan ini, seharusnya ia bisa menaklukkan Kyuhyun karena Kyuhyun adalah wanita yang sangat mudah tersulut. Tapi kenyataannya, Kyuhyun cukup hati-hati untuk tidak membuat dirinya di ganggu dengan gairah apapun. Yang perlu Kibum lakukan hanya memancing gairahnya, maka ia akan mendapatkan Kyuhyun. Tapi bagaimana caranya?
Tuhan, bagaimana cara medapatkannya? Kibum membatin sambil mengangkat tangannya dengan khidmat. Bunyi ponselnya mengejutkan Kibum. Ia memandang pesan dari Donghae beberapa saat.
("Ku dengar pagi ini Zi Tao menyuruh Salah seorang pelayan dapur Untuk mengambil pakaian kotor di kamarmu Setelah itu Zi Tao meminta pelayan itu Untuk melaporkan apa yang dia lihat Kau harus membuat kejutan, Kibum"
(Sender: Donghae!)
Kibum mendesah. Zi Tao benar-benar curiga. Mungkin sosok yang selama ini Kyuhyun tampilkan terlalu sempurna sehingga ketidak percayaan timbul di hati Zi Tao. Wanita itu sampai bangun sepagi ini hanya untuk memata-matainya. Tapi Kibum tersenyum, jalan keluarnya sudah terbuka, jalan yang wajar yang bisa menyulut hasrat Kyuhyun kepadanya.
"Psstt…, Kyu!" Kibum mencoba membangunkan Kyuhyun. Gadis itu menggeliat, mungkin mengira suara Kibum adalah suara nyamuk. "Kyuhyun bangun!" bisikan Kibum kali ini lebih keras, tapi Kyuhyun masih tak bergeming. Pesan dari Donghae masuk lagi
("Bersiap-siaplah bung! Pelayan itu bergerak dari dapur Dalam waktu beberapa menit, Ia akan sampai Di kamarmu/kalian
Sender: Donghae!)
Kyuhyun belum juga terbangun. Kibum melempar bantalnya dan ternyata itu adalah senjata yang ampuh. Kyuhyun terbangun begitu benda itu menghantam wajahnya. Ia terduduk dan melotot kepada Kibum.
"Apa yang kau lakukan?" Jeritnya nyaring. Kibum langsung menempelkan jari telunjuk di depan bibirnya lalu memberi isyarat agar Kyuhyun mendekat. Dengan perasaan yang masih kesal, Kyuhyun mendekat dan bertolak pinggang dihadapannya Kibum menunjukkan pesan dari Donghae kepada Kyuhyun dan sikap kesal Kyuhyum sirna.
"Sekarang ambillah bantal-bantal itu, Kyu—Tidak. Tidak perlu, singkirkan saja selimutmu dan buka sedikit pintu kamar!"
"Apa yang sedang kau rencanakan?"
"Apa yang seharusnya di lihat seorang pelayan jika menyelinap ke kamar pengantin baru?"
"Dia akan mengetuk pintu Kibum, sudah cukup jika aku berbaring di ranjangmu."
"Dia harus melihat yang lebih luar biasa lagi, sayang! Aku ingin membuat Zi Tao meradang!" Bunyi ketukan langkah menaiki tangga mulai terdengar. Kibum segera menarik Kyuhyun ke ranjangnya dan memaksa untuk membuka T-shirtnya. Kyuhyun melotot tak percaya. Kibum benar-benar ingin memperlihatkan kemesraan di depan orang itu? Kyuhyun lebih Shock lagi saat Kibum sudah berhasil membuat tubuh bagian atasnya benar-benar polos, ia menyelimuti Kyuhyun sebatas pinggang lalu memandangi Kyuhyun sejenak saat wanita itu menyilangkan tangan untuk menyembunyikan payudaranya.
"Ayolah, Kau tidak perlu bertindak seperti seorang perawan!" bisik Kibum. Suara langkah semakin jelas dan sepertinya itu membuat keduanya semakin cemas.
"Sekarang cium aku!" Kyuhyun menatap Kibum dengan ekspresi mengancam, dan wajahnya seolah mengatakan 'aku akan menghabisimu karena ini' sebelum ia melingkarkan lengannya di leher Kibum. Beberapa saat kemudian mereka berciuman lagi, sangat dalam sampai Kyuhyun tidak tau mengapa ia menjadi sangat liar. Dalam waktu singkat, Kibum sudah berhasil membuatnya mendesah saat puncak payudaranya bergesekkan dengan dengan kulit Kibum. Erangan kenikmatan tergambar jelas dari kedalaman ciumannya dan sepertinya Kibum sangat menikmatinya. Puncak payudaranya bergelanyar dan mengeras dengan cepat, terlebih saat Kibum menyentuhnya. Kibum benar-benar membuat Kyuhyun meremas rambutnya karena tersengal-sengal. Kibum benar kalau Kyuhyun sangat sensitif. Sebuah 6sentuhan kecil bisa membuatnya bergairah dengan sangat cepat dan itu bisa saja menjadi pembuka dari semuanya. Hari ini masih pagi, Tapi Kibum berhasil membuat Kyuhyun menjatuhkan tubuhnya di ranjang sekali lagi. Wanita itu merangkak di atas tubuhnya, duduk di pinggangnya dan masih berusaha memberikan ciuman terbaiknya. Rambut-rambut Kyuhyun menyentuh pipinya, beberapa menyusup ke dalam telinga dan menambahkan sensasi nikmat yang tak terelakkan. Tiba-tiba, Kyuhyun merasakan tubuhnya terhempas ke ranjang, Kibum sedang membalasnya. Sekarang laki-laki itu sudah berada di atasnya dan menenggelamkan wajahnya untuk menciumi leher Claire dengan cara-cara khusus yang memabukkan. Pintu terbuka sedikit mengahasilkan bunyi klik yang sangat halus, Kyuhyun memperlebar pandangannya dan melihat seseorang berdiri disana. Seorang gadis muda yang pastinya datang karena permintaan Zi Tao. Begitu melihat tatapan Kyuhyun, gadis muda itu menunduk dan segera pergi. Seharusnya semuanya berhenti, seharusnya selesai sampai disini. Tapi sepertinya Kibum tidak perduli dan beralih ke sisi tubuh Kyuhyun yang lain. Kedua tangannya masih berusaha meremas payudara Kyuhyun dengan sangat berirama. Tidak ada hal lain yang bisa Kyuhyun lakukan selain mendesah. Ia ingin berhenti tapi tidak bisa. Tubuhnya tidak ingin kenikmatan berhenti smapai di situ saja. Tapi jika terus seperti ini, Kyuhyun akan membuat Kibum menakhlukkannya. Ia sedang merasakan sesuatu di hatinya sekarang dan perasaan itu bisa saja terus berkembang jika interaksi intim ini terus berlanjut. Kyuhyun ingin menjerit, meminta Kibum berhenti menggerayangi tubuhnya, meminta Kibum berhenti melumat payudaranya. Tapi tidak ada satu katapun yang berhasil keluar. Getar-getar halus sudah merasuk, dan Kyuhyun hanya bisa terisak meratapi kegagalannya kali ini. Kibum tidak perduli. Kyuhyun berduka untuk ketidak perdulian Kibum terhadap penderitaan hatinya.
"Astaga, Kibum! Setidaknya yakinkan kalau pintu kalian tertutup rapat!" Akhirnya Kibum berhenti. Ia memandangi Kim Minseok yang berdiri di depan pintu sambil menggeleng-geleng tak habis pikir. Kyuhyun segera menyembunyikan tubuhnya di dalam pelukan Kibum. Ia tidak berani memandangi Minseok saat ini.
"Bagaimana jika ada yang melihat?" Minseok melanjutkan ucapannya lagi.
"Maaf . Aku tidak menyadari mengenai pintu itu!" Kim Minseok menghela nafas lalu menutup pintu. Sejenak suasana hening, hingga isakan yang tertahan dari mulut Kyuhyun keluar. Terdengar jelas meskipun sangat halus. Kibum segera memandangi Kyuhyum yang berusaha menyembunyikan wajahnya. Tidak, Kyuhyum tidak boleh menyembunyikan apa-apa darinya. Kibum berkeras untuk melihat Kyuhyun, ia memegangi dagu wanita itu keras-keras dan melihat kedalam matanya. Kyuhyun mungkin menangis, mungkin juga ia sudah berhasil menghapus airmatanya sehingga tidak sejumputpun noda basah ada di wajahnya. Tapi wajah itu benar-benar sedang menggambarkan kemalangan yang menghancurkan hati Kibum. Kyuhyun bersedih? Sudah beberapa minggu belakangan ini Kyuhyun selalu tertawa dan tersenyum. Bahkan ia merespon dengan sikap lucu saat Kibum menggodanya. Tapi saat ini Kyuhyun kembali seperti saat-saat pertamanya berada di rumah ini. Kali ini bahkan lebih menyedihkan di bandingkan dengan yang biasa Kibum lihat.
"Ada apa?" Kibum mengendurkan genggamannya pada dagu Kyuhyun.
Kyuhyum sangat cengeng, ia kembali membenamkan wajahnya dalam pelukan Kibum dan menagis sejadi-jadinya. Jika begini Kyuhyun terdengar sangat manja. Kibum membalas pelukan Kyuhyun dan mengelus-elus punggungnnya. Ia merasakan kulit Halus Kyuhyun seolah-olah memanjakan telapak tangannya. Kyuhyun tidak bicara beberapa saat hingga ia bisa lebih tenang lalu menatap Kibum lagi sejenak setelah menghapus air matanya. Beberapa saat kemudian Kyuhyum menangkupkan kedua telapak tangan pada payudaranya dan berusaha memakai pakaiannya kembali.
"Kyu, kau belum menjawab pertanyaanku. Ada apa?"
"Gagal melakukan Seks pada pagi hari bisa membuat seorang wanita tertekan." Kyuhyun menjawab dengan itu. Ia berhasil membuat Kibum tertawa.
"Kalau begitu ayo kita lakukan sekarang!"
"Aku tidak bisa, Bibimu datang menjemput kita untuk sarapan. Kita harus segera turun!" Kibum turun dari ranjang dan memeluk Kyuhyun dari belakang. "Itu semua bisa menunggu!" ia berbisik dalam jarak yang sangat dekat di telinga Kyuhyun. Kyuhyun menolak dan melepaskan dirinya dengan mudah dari pelukan Kibum. Ia sudah selesai mengenakan pakaiannya kembali lalu memandang Kibum kesal. Kyuhyun sudah kembali seperti semula. "Aku sudah bilang kalau aku tidak mau berdekatan dengan seorang Kim manapun. Jadi berhentilah menyerangku!"
"Tapi tadi, kita hampir saja bercinta jika bibiku tidak datang. Seharusnya aku mengunci pintu! Aku akan memastikannya lain kali!"
"Jangan terlalu berharap, Kim. Kita tidak akan melakukannya lagi!"
"Apa?" Kibum terdegar sangat terkejut. "Bagaimana dengan misi menjauhkan Zi Tao dariku? Bagaimana dengan kelangsungan hidupmu sebagai istriku?"
"Aku ingin membatalkan perjanjian itu, Kibum!"
"Lalu kau ingin memperkenalkan dirimu sebagai Kuixian?" Kibum memelankan suaranya dan mendekatkan wajahnya kepada Kyuhyun untuk mengucapkan nama
"Xiao Kuixian". Dengan bisikan yang sangat halus. Kyuhyun menjauhkan wajahnya seketika. "Aku hanya ingin membatalkan perjanjian tentang bermesraan di depan bibimu atau siapa saja yang berhubungan dengan Zi Tao. Aku tidak butuh jaminan hidup apa-apa. Aku hanya perlu segera keluar dari rumah ini dan tidak melihat Kim manapun lagi sepanjang hayatku. Kau berjanji untuk mempercepat proses pengalihan harta itu, kan? Sekarang usahakanlah lebih maksimal lagi. Dan aku akan segera pergi!"
"Kenapa kau bersikap seperti ini?"
"Karena aku sudah bosan menjadi pelacur! Bermesraan denganmu, lalu mendapat bayaran atau jaminan hidup sama saja dengan aku menjual diri…"
"Tapi melayani satu laki-laki dalam jangka waktu berbulan-bulan kedepan jauh lebih baik daripada melayani lima orang laki-laki yang berbeda dalam semalam!" Kibum mulai marah, "Kau tidak sedang menjual dirimu padaku, kita begini karena kau harus membantu segala hal untuk kelancaran proses…"
"Ya!" Potong Kyuhyun. Kata-kata Kibum mulai membuat emosinya meninggi "Ya, aku akan pergi sekarang. Dan aku akan berusaha membayar tiga ratus juta dolar itu segera!" Kyuhyun berjalan kelemari dan mulai mengeluarkan pakaiannya dari sana. Ia membuat Kibum frustasi, Kyuhyun juga tidak bisa menghindari kalau ia nyaris tidak bisa mengendalikan diri. Ia nyaris menangis dan mengatakan kalau dia tidak bisa tinggal karena Kibum. Karena Kyuhyun mulai menaruh harapan yang mustahil. Dia tidak bisa melakukannya. Kyuhyum tidak bisa membiarkan dirinya berharap karena itu pada akhirnya hanya akan membuatnya merasa sakit. Kyuhyum sudah bosan tersakiti. Pergi sekarang lebih baik, maka sakit hati yang dirasakannya akan lebih sedikit. Mungkin inilah yang terbaik.
TBC
Huft...rencananya lizz bakal ngebut buat namatim ff ini sama darkness sidenya setelah itu langsung lanjut FF lizz yang lain.
Untuk Annishi dan semua yang masih ngarepin HoKo lanjut maaf ya jangan salahkan lizz salahkan saja Emon El (tapi jangan juga sih kasian ntar dianya, suruh aja transfer bunga bank buat lizz supaya lizz semangat kekekeke) yang membuatku pusing tujuh keliling membuat akhir dengan ending yang tak terduga dan menguras air mata tapi gg jadi sad Ending. Huft~
"Kronologis penulisan HoKo"
"Oke oke dapet ide...bagus seperti ini saja (ketik-ketik-ketik) tidak ini tidak begitu kena, ya ya seperti ini (ketik-ketik-ketik) jelekkkkk, gg mau kalau yang seperti ini (hapus-hapus-hapus) kalau begini mungkin boleh juga( ketik-ketik-ketik) huwaaaa apa ini (hapus-hapus-hapus) bagaimana mungkin bisa jadi seperti ini, ayo ide muncul muncul muncul. Baiklah begitu saja (ketik lagi) diem muka stres, asjhtfghhjkhbhsbsjk setan nyerah nyerah ( lempar hape, pundung di pojokan)"
Nah seperti itulah gambarannya pas aku nulis HoKo.
Lizz gg mau janji yang macem-macem kalau udah yakin dan pas semua bakal langsung aku publish cepat deh. Dan terimakasih atas dukungannya. Oh ya untuk lenny makasih udah gg jadi hantu dan mau beri lizz komentar pertama, lain kali jangan males lagi ya^^. Dan salam dua jari untuk para hantu yang selalu bergentayangan di FF milik lizz moga kalian cepat sadar jika lizz adalah fakir REVIEW yang sangat mengharapkan reviewnya untuk penyemangat.
Oke selanjutnya jangan lupa REVIEW ya^^.
9
9
9
9
9
