"kh- agh!"
"K- oi! Kau kenapa?! Gawat... waktu nya!"
"tiba-tiba pusing! Cih, cepat betulkan ini!"
NORMAL POV
"aaahh!" Teriak Aomine tiba-tiba, membuat yang lain kaget.
"Oi, Aomine, kau tidak apa ap- AKH!" teriak Kagami pula.
"AAW!" "UH!" "ng-!" "AH!" "HNG!" "Hn-!"
Kenapa terdengar ambigu sekali?
tiba-tiba saja semuanya merasa pusing. Begitu pula Hanamiya yang berada di lab Shou mengawasi kerja sistemnya. Apalagi Akashi yang sedang menyanyi FINAL EMPEROR.
"Gih, pusing..!"
"B-bagaimana dengan Akashi-kun..?" Tanya Kuroko sambil memegangi kepalanya. Mereka semua menoleh ke pangung, tetapi Akashi tampak baik-baik saja.
"Ah, pusingnya hilang." Kata Takao.
"Akashi tidak mengalaminya..?" Risih Aomine. "Aho. Tentu saja dia mengalaminya tetapi dia bisa mengendalikan dirinya." Sahut Midorima sambil menaikkan kacamatanya. "Oi! Aho janee yo!" Teriak Aomine kesel.
Sementara Akashi yang sudah selesai menyanyikan FINAL EMPEROR, bersiap menyanyikan double core.
Cahaya menyelimuti permukaan panggung, dan tampaklah...
"Eeeeeeeehhh? Akashicchi kok jadi dua -ssu?" Teriak Kise kebingungan sampai sampai Aomine ingin sekali menyeplak wajah melototnya itu dengan sepatu sundel.
"Bodoh! Itu kepribadiannya yang satu lagi! Satunya itu dia yang mengalahkan Murasakibara, satunya yang sebelum itu!" Teriak Aomine kesel.
Arara, daripada bingung kenapa nggak ngomong boku sama ore aja?
Tapi kan... di anime nya nggak ada istilah mereka manggil Akashi kayak gitu jadi Author kagak mau nulis gitu...
"Ohh sou ssu ka..." kata Kise. "Daripada ribut sendiri mending bahas kenapa bisa kita tiba-tiba pusing, nee?~" kata Murasakibara, disambut anggukan setuju dari Himuro. "Apa... sistemnya mengalami kerusakan kecil?" Tebak Himuro.
"Itu juga bisa jadi..." sahut Midorima. "Kerusakan kecil...kan?" Kata Kagami sambil nyengir garing.
"Iya, seharusnya."
"SEHARUSNYA."
...
"sonna kotoba wa hibikanai..." nyanyian Akashi memecah keheningan.
"Omong-omong, Shou-chan terlihat panik." Kata Takao sambil melirik ke arah Shou. "Maa maa, biarlah dia mengurusnya. Dia jenius, bukan?" Celetuk Aomine malas dan berakhir mendapat jitakan penuh kasih sayang dari Midorima.
"Goblok. Walau begitu, manusia tetap punya keterbatasan. Bisa saja, Hanamiya salah mendengar sehingga malah memperburuk situasi, bisa juga Shou sendiri juga salah memberi instruksi yang kurang jelas, atau bisa saja Shou memang nggak ingat bentuk-bentuk sistemnya." Kata Midorima sambil membetulkan kacamatanya yang MEMANG merosot.
"Tapi masak sih Shou gitu?"
"Shou-kun bisa saja membuat kesalahan. Dia juga manusia."
"Shou pintar, baka!"
"Tapi itu nggak menutup kemungkinan untuk tidak salah."
"Tapi kan IQnya 250!"
"Tapi dia itu tetepmanusiadiapunyaketerbatasandiajugajdbjsbdjjsncnndjdnckdkcjkdnfjsbdjdbdjjjdbcjsbcjwnndjsnxjsbxjjsbx..."
Ocehan gak jelas makhluk pelangi dimulai.
Mereka berbisik bisik tapi tetep keras juga kan suaranya?
Shou yang sedang gelisah, terbengong atas grusah grusuh mereka.
"Itu, mereka ngapain sih?" Gumam Shou sweatdrop. "daripada itu, oi, ini aku harus pencet opsi yang mana aja?!" omel Hanamiya dari seberang sana. Yang sedang membetulkan sistem rusaknya.
"Ada opsi apa aja?"
"duh, bulet tauk! Ada yang clear ada yang clean ada yang clever ada yang cleanse ada ya- OI INI KENAPA PAKE CLE- CLE- CLE- SEMUA?" Hanamiya yang udah gak tahan pun akhirnya malah nyolot.
"Duh bawel. Biar gampang diinget, kata mamaku. Masalah buat loe? Etto... pilih aja deh yang clean." lalu Hanamiya pun melakukan instruksi yang diperintahkan Shou. Tapi-
"GA-!"
"Oe, Hanamiya?! Ada apa?!" Teriak Shou panik. Dia melihat jam dan... oh, tinggal 5-10 menit lagi, shitty pieces of trash, kalo misalnya ternyata tinggal 5 menit nggak bener-bener dibenerin sampe bener (Izuki : KITAKORE!), mereka bakalan...
"aaakh..!" "Gah!" "Hn..!" "Ng!" "Duh!" "Ittai!"
Ah, rupanya hal-hal yang sama terjadi pada hologram yang lain. Eh, tto, sekali lagi, Akashi berhasil menguasai dirinya sendiri.
hari ini kok sial banget ya, pusingnya mesti occur pas aku lagi nyanyi. batin Akasi agak OOC.
"Kenapa pusing lagi sih?!" Aomine galau. "Kita mengalami dua kali. Sudah jelas, ini bukan kerusakan biasa." Kata Midorima sambil memegangi dahinya.
"EH?!"
"Apa kita akan mati?"
"Hologram mana bisa mati?"
"Tapi kan kita dirancang seperti manusia, keles."
"Tapi masak sih..."
"Nggak mati, tapi hilang."
"Hilang?! Aku nggak mau hilang -ssu! Huweeee, Aominecchiiiii!"
"Bawel Kise, lepas! Ingusmu gih!"
"Kalian semua, tenanglah."
"Bakao, lepas!"
"Shin-chan... hiks... kowaii..."
"Aku dikacangi."
"Apa? Ada kacang goreng? Mau, Kuro-chin~"
Sementara mereka ribut lagiiiiiiii, si Shou mulau membuat sistemnya berjalan lancar. "Kerja bagus, Hanamiya. Mungkin, untuk sekarang kita bisa santai sedikiiiit saja." Katanya.
"Hmmmh... iya. Humph, syukurlah."
"Sekarang, kita masukkan satu program antivirus lagi. Ambil barang yang berbentuk seperti flaskdisk di sebelah kananmu, Hanamiya. Lemari itu."
"Baiklah... oi, tinggal 3 atau 8 menit lagi!"
"Tidak. Bisa dipastikan, tinggal 3 menit lagi."
"APA?! OI CEPAT BETULIIIIN!" Hanamiya jadi sewot.
"Iya makanya cepetan!"
Tidak. Tidak seharusnya kita bersantai. Mesti cepetan. Kalau nggak...
Akashi?
Sudah selesai menyanyikan lagunya, diakhiri tepuk tangan super meriah dari para penggemar, Bokushi berdiri di samping Oreshi, lalu terlihat cahaya yang sangat menyilaukan diantara keduanya. Tak lama kemudian, Bokushi menghilang. Bukan menghilang, dia masuk ke dalam Oreshi. Jadi, inilah Akashi yang sesungguhnya.
"Arigatou gozaimasu minna-san. Kami akan melanjutkan dengan Aomine Daiki yang akan menyanyikan Netsu no Kakera. Mari kita sambut, Aomine Daiki!"
Setelah selesai mengatakannya, Akashi pun langsung berjalan ke backstage sambil memberikan micnya pada Aomine.
"Kuserahkan padamu, Aomine."
"Tentu saja, Akashi!"
Shou memandangi panggung dan somehow dia merasa lega, manusia butek itu nggak gagap.
"Huwaaaa, 2 menit lagi, HANAMIYA HAYAKU!"
"YAYAYAYA!"
Sementara di backstage...
"Minna, ada keributan apa tadi? Bisikan kalian terdengar sampai panggung. Untung penonton tidak dengar." Tanya Akashi.
Semua terdiam.
"Dan lagi tadi, apa kalian merasa pusing?"
"Iya, Akashi!"
"Mungkin ada kerusakan sistem!"
"Aku juga sudah menduganya. Apa yang akan Shou lakukan..?" Gumam Akashi sambil melihati Shou yang sibuk berkutat dibalik teleponnya. Dia khawatir, kalau-kalau sistemnya rusak...
Maka mereka akan lenyap.
Konser gagal.
The end.
Tidak, tidak boleh!
Akashi memejamkan matanya sambil mengerutkan alisnya sedikit. Lalu dia berkata.
"Percaya saja pada Shou! Dia akan mengatasi semua ini."
"Ya, itu benar!"
Merekapun tetap mendengarkan nyanyian Aomine, tanpa mengetahui bahwa mereka benar-benar terancam...
Mati.
.
.
T.B.C
NG-SHUU
"aaahh!" Teriak Aomine tiba-tiba, membuat yang lain kaget.
"Oi, Aomine, kau tidak apa ap- AKH!" teriak Kagami pula.
"AAW!" "UH!" "ng-!" "AH!" "HNG!" "Hn-!"
Kenapa terdengar ambigu sekali?
tiba-tiba saja semuanya merasa pusing. Begitu pula Hanamiya yang berada di lab Shou mengawasi kerja sistemnya. Apalagi Akashi yang sedang menyanyi FINAL EMPEROR.
"Gih, pusing..!"
PUSING PALA BARBIE PALA BARBIE, AW AW~ PUSING PALA BARBIE PALA BARBIE, AAWH AWH~~ PUSING PALA BAR-
entah suara HP siapa itu, menggelegar sampai ke bangku penonton.
"SOMPLAK, EUY! HP SAPA ITU!" Teriak Aomine sewot.
"Ah, maaf. Hpku -ssu." Kata Kise nyengir sambil matiin HPnya.
Akashi (baik boku maupun ore) langsung berhenti nyanyi dan melempar micnya kekepala Kise yang otomatis membuat Kise rubuh dengan posisi yang sangat nggak elit.
"Nice shoot, Akashi-kun."
"Tentu, Tetsuya."
"Tidak masalah, Kuroko."
Maap lama update minna-san!
Maaf kalo pemakaian katanya kurang bener, masih belajar ini~
RnR please? Thanks!
