Title : First Love
Disclameir : Semua cast yang ada di sini bukan milik saya.
Pairing : Yewook, Siwook, kyumin. Sligh Lee Donghae, kim kibum.
Warning : BL,Typo, aneh, abal, gaje, M-PREG, EYD berantakan, alur rada maksa.
Tidak suka jangan di paksakan membaca silahkan klik back aja... warning berlaku jadi No Bash
Previous chapter
Byurr
Tubuh mungil itu terhempas jatuh kelautan yang tidak jauh dari posisinya berdiri.
"GYAA, ANDWAE!" teriak Ryeowook.
Tap tap
Byur
Seorang namja bertubuh kekar menjatuhkan dirinya kedalam laut dan menangkap tubuh mungil itu.
Chapter 7
"Aku mendapatkannya!" teriak namja bertubuh kekar dari arah laut, namja itu kemudian berenang ketepi dan di bantu juga oleh Kyuhyun untuk naik.
"Donghae, bagaimana keadaanya hyung." Tanya Ryeowook panik.
"Dia pingsan, sebaiknya kita langsung bawa dia kerumah sakit." Ujar Siwon.
Ryeowook dan Kyuhyun mengangguk kemudian melangkah pergi meninggalkan tempat itu dan juga seprang namja tampan yang masih terpaku di tempatnya, 'apa yang telah kulakukan? Donghae maafkan Appa' batinnya sambil meneteskan airmatanya.
'Aku harus mengikuti mereka' batinnya lagi dan mulai melangkah mejauhi tempat itu menuju mobilnya.
Tap tap tap
"Kita harus cepat-cepat yeobo." Ucap seorang yeoja paruh baya yang berjalan tergesa-gesa di sepanjang koridor rumah sakit.
"Aku tau istriku, tapi tidakkah jangan berjalan terlalu tergesa-gesa seperti ini, kau harus ingat jika di antara kita berlima ada yang sedang hamil." Sahut namja paruh baya yangternyata adalah suaminya sambil melirik kearah seorang namja manis berwajah aegya di belakang mereka.
"Mianhae Sungminnie, ahjumma tidak ingat jika kau sedang hamil, ahjumma hanya terlalu cemas dengan keadaan cucu pertama ahjumma." Ujarnya lirih, raut cemas tercetak jelas di wajah yang sudah menampakan sedikit kerutan itu.
"Gwaenchanna ahjumma, kita memang harus secepatnya ketempat Donghae di rawat." Ujar namja manis yang ternyata adalah Sungmin.
Kelima orang yang ternyata adalah kedua orangtua Ryeowook, kedua orangtua Siwon dan juga Sungmin terus berjalan di lorong koridor rumah sakit yang lumayan panjang itu, mereka begitu shok saat mendengar kabar tentang Donghae yang jatuh kedalam air, beruntung Siwon yang memang jago berenang terjun kedalam air dan langung menangkap tubuh mungil itu sebelum tenggelam terlalu dalam.
Hentakan demi hentakan menggema di sepanjang lorong rumah sakit, mereka terus berjalan menuju lift kemudian masuk dan naik kelantai 2, sesampainya di lantai 2 mereka kemudian mencari kamar 209.
"207,208, ah itu di sana." Tunjuk Sungmin.
"Wonnie." Panggil nyonya Choi pada putra tunggalnya yang kini sedang duduk di kursi tunggu sambil mendekap Ryeowook.
"Umma, Appa." Siwon menoleh kearah mereka berlima, raut wajah Siwon terlihat sangat kusut tuxedo putih yang di kenakannya pun basah dan juga tampak kusut.
"Gwaenchanna?" nyonya Choi mengusap kening putranya, Siwon menggeleng lemah.
"Aku gagal Umma." Lirihnya menatap lurus kedua orangtuanya dengan tatapan hampa, "Pernikahanku, dan juga 'anak'ku."
"Aniya, kau belum gagal chagie, kalian masih bisa menikah setelah Donghae sembuh." Sang Umma berusaha menenangkan anaknya semata wayangnya.
"Itu benar Siwon, kau tidak gagal, kau berhasil menyelematkan cucuku walaupun keadaanya belum di pastikan."nyonya Kim ikut menimpali.
Segaris senyum tipis tampak terukir di bibir namja berbadan kekar itu.
"Gomawo, kalian masih mendukungku."
"Sekarang kita fokuskan keadaan Donghae, kau tenang saja semua masalah di pesta pernikahanmu telah kami atasi." Ucap nyonya Choi.
"Benarkah Umma?"
"Ne, kami mengatakan jika pernikahan kalian di tunda karena terjadi sesuatu."
"Aku beruntung memiliki orangtua seperti kalian." Kedua orantua Siwon tersenyum lembut.
"Apapun, jika itu untuk kebahagiaan putra kami, kami akan memenuhinya."
Sementara para wanita yang di perkirakan berusia paruh baya itu sedang menghibur Siwon, dua pria yang berstatus suami dari para wanita itu pun terlihat sedang berbincang-bincang dangan jarak yang agak jauh.
"Aku sangat menyayangkan akan kejadian yang terjadi hari ini." Ucap tuan Kim.
"Tak apa, bukan kah kita sudah merundingkannya, lagi pula kita sudah sepakat hanya menunda pernikahan mereka dan bukan membatalkan." Tutur tuan Choi.
"Tapi tetap saja, aku merasa tidak enak hati pada kalian dan juga putramu."
"Kau tak perlu merasa cemas, lagi pula aku dan istriku sudah menganggap Ryeowook seperti anak kami sendiri."
"Mudah-mudahan setelah ini kejadian seperti ini tidak akan terjadi lagi."
"Yah, semoga saja."
...
Nyonya Kim memperhatikan kondisi Ryeowook yang saat ini sedang memejamkan matanya, raut wajahnya pun tak jauh berbeda dengan Siwon di tambah bekas-bekas airmata masih tampak di pipi tirusnya tampak juga setitik cairan bening yang kemudian mengalir di pelupuk matanya.
"Ssstt tenang chagie, semua akan baik-baik saja, Donghae juga pasti baik-baik saja." Bisiknya, mencoba menenangkan tubuh sang kekasih yang berada dalam dekapannya yang sempat bergetar dan sesaat kemudian tampak tenang setelah Siwon membisikan kalimat tersebut.
"Apa sejak tadi dia terus seperti ini?" tanya nyonya Kim.
"Ne, dia tak henti-hentinya menangis dan memanggil nama Donghae." Jawab Siwon.
"Umma tidak mengerti, apa yang ada dalam pikiran Yesung saat ini, bagaimana bisa dia berbuat seperti itu pada anaknya sendiri." Ucap nyonya Kim.
"Donghae anakku Umma." Ralat Siwon.
"Ah mianhae Umma lupa," ujar nyonya Kim yang baru ingat jika Siwon selalu mengatakan jika Donghae adalah anaknya.
" Lalu bisakah kau menceritakan detail kejadiannya pada Umma." Lanjut nyonya Kim.
"Aku memang tidak tau persis awalnya seperti apa, yang ku tau saat tiba di sana aku sudah mendapati tubuh Donghae yang saat itu terlempar ke dalam air."
"A-aku yang salah Umma, jika saja aku tidak berusaha merebut Donghae dari tangan Yesung hyung pasti hal ini tidak akan terjadi." Ryeowook yang sudah tersadar ikut berbicara.
"Wookie kau sudah bangun chagie." Sapa Sang Umma.
"Aku..memang sudah terbangun sejak tadi Umma." Ujarnya, tak lama berselang airmata pun kembali mengalir di kedua pipi tirus namja mungil bersurai madu itu.
"Uljima chagie," ucap sang Umma, sambil menghapus cairan bening yang terus mengalir di kedua pipi anaknya.
Ryeowook memposisikan dirinya menjadi duduk namun masih tak lepas dari dekapan Siwon, "Tapi ini memang salahku, jika aku sedikit mengalah dan mau berbicara baik-baik dengan Yesung hyung pasti hal ini tidak akan terjadi."
"Apa yang terjadi pada Donghae adalah sebuah kecelekaan, Wookie. Diantara kau dan Yesung sebenarnya tidak ada yang bersalah, kau menginginkan anakmu sedangkan Yesung menginginkan kalian berdua, Umma akui Yesung sebenarnya juga bersalah seandainya Yesung tidak egois saat itu dan merelakan semuanya pasti hal ini pun tak akan terjadi kan." Mendengar itu Ryeowook jadi merasa sedikit tenang dirinya mulai berhenti menangis dan menyesali semuanya.
Dari arah sebelumnya seorang namja tampan berambut ikal kecoklatan datang sambil membawa tas yang entah apa isinya.
"Wonnie hyung sebaiknya kau ganti bajumu dulu, nanti kau bisa masuk angin ini aku sudah membawakan baju ganti untukmu." Ucap namja tampan yang ternyata adalah Kyuhyun itu sambil menyodorkan tas yang tadi di bawanya, oh rupanya isi tas itu adalah pakaian milik Siwon.
"Kyu kau darimana saja?" tanya Sungmin saat melihat suaminya baru saja menampakan dirinya.
"Aku tadi turun dulu kebawah menunggu pelayan di rumah Siwon hyung mengantarkan pakaian ganti untuknya." Jawab Kyuhyun.
"Gomawo kyu, ah~ apakah kau menanyakan keadaan Kibum juga? Aku belum sempat menanyakannya kabarnya tadi." Ujar Siwon sambil mengambil tas tersebut.
"Ne dia sedang tidur di rumah, kata pelayan di rumahmu Kibum akan di antar kemari nanti sore." Balas Kyuhyun.
"Kibum sebelum pulang kerumah terus menanyakan keberadaan Donghae." Sela nyonya Choi.
"Dia pasti sangat khawatir pada dongsaengnya." Lanjutnya.
"Kenapa hal seperti ini harus terjadi." Gumam nyonya Kim.
"Umma tolong jaga Wookie sebentar, aku akan mengganti bajuku dulu." Siwon menyandarkan tubuh Ryeowook di bahu nyonya Choi kemudian beranjak dari sana sambil membawa tas berisi baju yang di bawa Kyuhyun.
Tak lama berselang muncul sesosok namja tampan berambut hitam berjalan tergesa kearah mereka dia adalah Yesung.
"Bagaimana keadaan Donghae, apa dia baik-baik saja?" tanya Yesung saat dirinya sudah di depan mereka yang berada di sana.
Deg
Ryeowook tersentak saat mendengar suara baritone yang sangat di kenalnya suara dari seseorang yang tak ingin di temuinya untuk selamanya, 'untuk apa dia kemari' batin Kyuhyun sambil menatap tajam Kim Yesung.
"Kau.."
TBC
.
.
.
.
.
.
.
(haha becanda kok ^^v#kabur)
.
.
.
"Kau.." Sungmin berdiri dari duduknya menatap tajam kearah pemuda beriris gelap itu tangannnya terkepal kuat namun belum sempat dia meneruskan niatannya sebuah cekalan di pergelangan tangannya menghentikan aksinya.
"Jangan." Kyuhyun menggeleng pelan memberi isyarat agar Sungmin tidak perlu ikut campur urusanYesung dan Ryeowook, Sungmin kembali duduk di samping suaminya namun mata foxynya tetap menatap tajam pemuda yang berdiri tidak jauh dari mereka.
Ryeowook beranjak dari duduknya dan menghampiri mantan suaminya.
Plak
Sebuah tamparan yang lumayan keras dan terasa panas di pipi Yesung di layangkan oleh namja mungil di depannya, nyonya Kim sempat terpekik kaget melihat reaksi yang diberikan putranya pada sang mantan suami saat namja itu datang.
"Untuk apa hyung datang kemari!" maki Ryeowook keras di depan wajah Yesung.
"Hyung hanya ingin melihat keadaan Donghae." Jawab Yesung lirih, gurat kesedihan tercetak jelas di wajah tampannya.
"Belum puas kah-.."
"..."
"Belum puaskah dengan apa yang sudah kau lakukan terhadapku." Ryeowook menubruk tubuh Yesung dan memukul-mukul dada bidang namja tampan itu.
"Wookie.."
"Kau jahat hyung, belum puaskah kau sudah menghancurkan perasaanku, belum puaskah kau juga sudah menghancurkan pernikahanku dengan Siwon hyung..."
"Wookie..hyung tidak..."
"Sekarang lihat apa yang sekarang hyung lakukan pada Donghae...hiks...kau keterlaluan..hiks...aku tidak bisa memaafkanmu..hiks." Yesung memeluk tubuh mungil itu erat.
"Mianhae, mianhae chagie." Bisiknya dan terus merapalkan kata maaf di telinga namja mungil itu.
"Benci, benci, benci padamu hyung."
"Ne, bencilah hyung sepuasmu walau hyung tau hatimu tetaplah mencintaiku, bencilah hyung." Yesung membalas ucapan Ryeowook, lidah memang tidak bertulang dan pandai untuk berucap apapun walau kadang tak sejalan dengan hati dan perasaan dan Yesung tau itu, sebanyak apapun kata benci yang terucap dari bibir cerry namja mungil di depannya dirinya merasa yakin jika dalam hati Ryeowook masih sangatlah mencintainya.
Set
Sebuah tangan kekar memisahkan pelukan Yesung pada Ryeowook, Siwon namja kekar itu baru saja kembali setelah selesai mengganti pakaiannya, dirinya merasa cemburu dan marah begitu melihat Ryeowook yang berada di pelukan Yesung dan langsung memisahkan keduanya.
"Jangan sentuh dia." Ucap Siwon dingin dan penuh penekanan, onixnya menatap tajam kearah Yesung.
"Ck, penganggu." Decak Yesung kesal.
"Untuk apa kau kemari?" tanya Siwon masih dengan tatapan dingin menusuk miliknya.
"Hanya ingin mengetahui keadaan anakku, apa itu salah?" jawab Yesung.
"Setelah sebelumnya kau mencelakainya?" Siwon sedikit menyudutkan Yesung dengan pertanyaanya.
"Itu sebuah kecelakaan, aku tidak sengaja melakukannya." Yesung membela diri karena memang kenyataanya dirinya tidak sengaja membuat anaknya terlempar kedalam air, dirinya saat itu kaget karena tangis kesakitan anaknya yang tanpa sengaja di pegang erat oleh Yesung saat Ryeowook berupaya merebut Donghae, hingga akhirnya pegangannya terlepas dan tangannya terayun kearah samping yang mengikut sertakan bayi mungil itu harus melayang kearah laut dan tenggelam disana.
"Tetap saja kau adalah Appa yang ceroboh." Desis Siwon, mau tidak mau dia mengeluarkan kalimat itu, karena bagaimanapun dirinya tetap keukeuh jika dirinya adalah Appa Donghae.
"Jangan mencari masalah denganku Choi." Ujar Yesung tajam, dirinya tidak peduli jika kedua orangtua Siwon berada di sana, karena ini memang urusan antara dirinya, Ryeowook dan juga Siwon.
"Kau pikir aku takut padamu." Siwon maju beberapa langkah kehadapan Yesung.
"Siwon hyung hentikan, aku mohon." Ryeowook menahan tubuh namja kekar itu.
"Tapi Wookie dia.."
"Jangan," Ryeowook memberikan gelengan kuat, Siwon pun tidak jadi menyerang Yesung.
"Dan kau Yesung hyung, pulanglah dan ku mohon jangan pernah menemui kami lagi."
"Tidak!" seru namja tampan itu.
"Hyung jangan keras kepala, dan kau harus tau hyung jika aku akan tetap menikah dengan Siwon hyung, dan kami akan pergi dari kota ini." Yesung mengepalkan tangannya sedangkan Siwon tampak tersenyum penuh kemenangan.
"Baiklah aku akan pergi dari sini," Yesung perlahan berjalan mendekat kearah Ryeowook kemudian mendekatkan mulutnya ketelinga Ryeowook, Yesung agak sedikit merendahkan kepalanya.
"Kau pergi kemana pun...pasti dengan mudah akan kutemukan walau itu harus mencapai ujung dunia ini." Setelah membisikan itu Yesung berbalik kemudian pergi dari tempat itu, membiarkan sosok Ryeowook yang kini tengah membatu dengan iris caramel yang membulat sempurna.
"Chagie, kau baik-baik saja?" tanya Siwon.
"Wae?" ujar Ryeowook pelan.
"Mwo?"
"Kenapa dia tidak pernah membiarkan aku hidup tenang." Sebuah isakan terdengar dari bibir cerry namja mungil itu, tubuhnya merosot tidak kuat menahan beban tubuhnya dan dengan sigap pula Siwon ikut merosot dan memeluk tubuh mungil itu.
"Ssst tenang chagie, ada aku."
"Hiks..bawa aku pergi hyung...hiks kemana pun asal jangan di sini..." isaknya.
"Ne ne, setelah Donghae sembuh kita akan pergi jauh, tentunya setelah kita melangsungkan pernikahan kita." Ryeowook mengangguk dalam pelukan Siwon.
Cklek
Pintu kamar 209 terbuka menampakan sesosok berbalut jas putih khas seorang dokter.
"Bagaimana keadaan Donghae, uisa?" tanya Ryeowook yang langsung menghampiri sang dokter.
"Kondisinya sudah membaik hanya menunggu bayi anda tersadar saja." Jelas sang dokter, semua yang berada di sana menghela nafas lega terutama Ryeowook yang langsung mengucapkan kata syukur dalam hati.
"Bolehkah saya masuk dan melihatnya?" tanya Ryeowook.
"Tentu saja silahkan, dan saya juga akan kembali keruangan saya jadi jika ada sesuatu datang saja, permisi." Ujarnya kemudian berlalu dari hadapan semuanya.
"Kita kedalam."Ryeowook menarik pergelangan tangan Siwon dan masuk kedalam kamar rawat Donghae.
"Apa kita akan di sini terus?" tanya Sungmin.
"Kami di sini saja." Jawab nyonya Kim di sertai anggukan dari yang lainnya.
"Ya sudah aku juga di sini saja."
"Hae." Panggil Ryeowook pada bayi mungilnya, jemarinya menyentuh helaian hitam yang masih tipis di kepala bayi mungil itu.
"Dia pasti sebentar lagi tersadar." Ucap Siwon.
"Ne, ku harap secepatnya." Balas Ryeowook.
"Dan kita bisa secepatnya pergi juga dari sini."
"Lalu pernikahan kita?"
"Kita akan melakukannya setelah kita pergi." Ryeowook mengangguk.
Skip
2 hari kemudian.
"Kalian benar-benar akan pergi?" tanya nyonya Choi pada anak dan menantunya -ralat masih calon-
"Ne Umma kamu berdua memang sudah sepakat untuk pergi dari Korea." Jawab Siwon, ya memang sesuai rencana yang mereka bicarak saat masih di rumah sakit jika mereka akan pergi keluar negri setelah Donghae sadar dan memutuskan untuk menikah di negara yang sudah di tetapkan Siwon untuk menjadi tempat tinggal sementara mereka, ya hanya sementara karena suatu saat nanti mereka pasti akan pulang kenegaranya kembali.
"Yah~, terserah kalian saja yang penting kalian bahagia dan itu harus." Ucap nyonya Choi, kedua pasangan itu tersenyum.
"Ne Umma, aku berjanji akan membahagiakan Ryeowook dan juga kedua prince kami."
"Dan jangan lupa hubungi kami jika kalian sudah menentukan tanggal pernikahan kalian."
"Itu sudah pasti."
"Ngomong-ngomong Wookie, kami tidak melihat Appa dan Umma-mu?" tanya tuan Choi.
"Appa dan Umma sudah berangkat ke China tadi pagi sekali, jadi mereka tidak bisa mengantar kami." Jawab Ryeowook.
"Sayang sekali ya, ah tapi sepertinya kami juga tidak bisa terlalu lama di sini, tak apa kan jika kami tidak menunggu kalian naik pesawat dulu?" tanya nyonya Choi.
"Tak apa Umma, lagi pula pesawatnya akan berangkat sebentar lagi kok." Jawab Siwon, kedua orangtua Siwon pun memutuskan untuk pamit dari sana.
"Hyung jangan terlalu cepat." Sebuah seruan keras dari arah samping membuat pasangan Choi itu menoleh karena merasa kenal dengan suara mereka, dan benar saja begitu keduanya menoleh kedua bola mata Siwon dan Ryeowook terbelalak.
"Minnie hyung."
"Hai Wookie." Sapa namja berwajah aegya itu.
"Loh kalian mau pergi kemana?" tanya Siwon karena pasangan Cho itu membawa 2 koper yang lumayan besar dan juga sebuah ransel yang di pakai Kyuhyun, tidak jauh dari keadaan Siwon dan Ryeowook juga sih.
"Mau mengikuti kalian."
"Kami?
"Ne, aku sudah berjanjikan padamu, kalau aku akan tetap bersamamu dan supaya aku juga bisa mengawasi kalian." Ujar Sungmin.
"maksud hyung?" tanya Ryeowook tak mengerti.
"Aku hanya ingin kau tidak mengulang kisah lama Wookie, kehidupan rumah tanggamu yang dulu tidak boleh terulang lagi, maka dari itu aku akan terus mengawasi kalian." Jelas Sungmin.
"Apa kalian sudah membeli tiket?" Kyuhyun dan Sungmin memperlihatkan dua benda berbentuk kertas yang di yakini adalah tiket pesawat dengan tujuan yang sama dengan mereka.
Tak lama pesawat yang di tunggu keempatnya pun tiba, mereka bergegas untuk naik kepesawat.
Benar-benar *TBC*
Chap 7 hadiiirrrr
Ada yang bisa nebak siwon ngajak pindah kemana?
Thank's to :
Dirakyu, Girrafe Wookie, mie2ryeosom, leeaoury, Chiekyu Yewook, Byun Ryeokyu, cartwightelfsuju shawoolshinee, MyryeongKU, hatakehanahungry, NathanZhu, cloudsomnia88, YongWook Kim, ichigo song, Gim Heegi, etwina kim, giietha 1212, dheek enha1, hanazawa kay, meidi96, danactebh, lailatul magfiroh hadiroh 16, Gotichlolita89.
Sampai jumpa di chap 8 yaa
Pai pai
.
.
.
'Kimidori'
