Disclaimer : Naruto milik Masashi Kishimoto
Pagi hari yang cerah dan cuaca yang sangat segar, sangat serasi dengan keadaan suasana hati Sakura. Dia beranjak dari tidurnya dan bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah, ketika Sakura keluar dari rumahnya.
"Naruto?" kata Sakura yang terkejut melihat Naruto tiba-tiba berdiri di depan rumahnya.
"Bisa bicara sebentar?"
Mereka berdua berjalan menuju taman di dekat situ, karena waktu masih terlalu pagi untuk ke sekolah, jadi mereka memutuskan untuk berbicara di luar sekolahan.
"Aku sudah dengar semuanya, dari Ino, bukan dari mulutmu sendiri." Kata Naruto.
"Hah? dengar apa?" tanya Sakura.
"Bahwa kau menyukaiku." Jawab Naruto sambil menatap mata Sakura.
"Hah?...ah….itu…"
"Maafkan aku, selama ini aku tidak menyadarinya, aku dan Hinata sudah putus kemarin, ternyata perasaanku pada Hinata selama ini hanya kagum pada kecantikannya." Jelas Naruto.
"N…Naruto tunggu dulu, aku…."
Perkataan Sakura terhenti karena Naruto memeluknya dengan erat.
"Aku benar-benar minta maaf, aku baru menyadarinya, aku juga mencintaimu, aku tidak mau kamu di ambil oleh Sasuke." Ucap Naruto.
Naruto melepaskan pelukannya dan menggandeng tangan Sakura."Kita mempunyai perasaan yang sama bukan? Kita berangkat sekarang yuk." Ajak Naruto.
"Naruto!" panggil Sakura dengan keras. "Dengarkan aku, memang dulu aku sangat mencintaimu, dan sampai aku merasakan rasa sakit hatti melihatmu dan Hinata, Sasuke datang, dia menyemangatiku…dia selalu ada untukku."
"Maksudmu kau mulai menyukainya?" bentak Naruto.
"Aku juga tidak tahu!" teriak Sakura dengan wajah memerah.
Melihat Sakura yang wajahnya memerah, Naruto tahu, dia sudah kehilangan teman kecilnya itu.
"Dengar Sakura! Kamu tidak perlu memikirkan Sasuke, cukup pikirkan aku saja lagi, kita bisa bahagia kalau bersama." Ucap Naruto.
"Naruto kau egois…kita tidak boleh seperti itu, bagaimana dengan perasaan Sasuke? Bagaimana dengan perasaan Hinata?" kata Sakura.
"Apa kau mencintaiku?" tanya Naruto.
"Hah?"
"Aku tanya, apa kamu mencintaiku?" tanya Naruto kembali.
Sakura terdiam, dia sendiri tidak tahu masih mencintainya atau tidak, yang jelas saat ini pikirannya terganggu oleh bayangan Sasuke dan Hinata.
"Sudahlah, ayo kita berangkat, nanti kita telat." Ajak Naruto.
Ketika mereka sampai di kelas, terlihat para siswi sedang mengerumuni Hinata, dan ketika Sakura membuka pintu, seluruh tatapan siswi menuju pada Sakura dengan sinis.
"Tenang saja Hinata, masih ada kami yang mendukungmu."
"Iya, orang seperti dia memang tidak pantas berteman denganmu."
"Apa lagi sudah merebut pacarmu, di depanmu dia bilang setuju, ternyata di belakangmu dia merebutnya, hal yang sama ketika waktu dia SMP, tidak heran dia di tindas saat itu."
"CUKUP!" teriak Sasuke dari pintu.
Seluruh siswi menutup mulutnya dan kembali ke tempat duduknya masing-masing, seolah sangat takut terhadap tatapan Sasuke.
Mereka semua kembali ke tempat duduknya masing-masing, sampai bel makan siang berbunyi, Sakura beranjak dari tempat duduknya dan menghampiri Hinata yang berada di belakang Sasuke, tapi Hinata mengabaikannya, Hinata pergi melewati Sakura tanpa menegurnya.
"Sakuraaa." Panggil Ino di pintu kelas. "Makan siang bareng yuuk."
Sakura menghampiri Ino dan pergi keatap bersama Ino, ketika mereka sampai di atap, Sakura menceritakan pada Ino apa yang terjadi di pagi hari ini.
"HAAAH? NARUTO MENYATAKAN CINTA PADAMU?" teriak Ino kaget.
"Sssttt, Ino jangan teriak." Kata Sakura yang khawatir akan di dengar oleh yang lain.
"Tidak ada siapa-siapa di sini, tenang saja, tapi aku tidak menyangka, dia akan memulai aksinya secepat ini." Ucap Ino.
"Aku bingung, aku memang mencintai Naruto, tapi entah kenapa aku selalu kepikiran oleh Sasuke." Kata Sakura.
"Sudah terpaut oleh Sasuke yah, hehehe…tenang saja, aku dan Shikamaru mendukungmu dan Sasuke kok. Pasti!" dukung Ino.
"Kenapa kalian begitu mendukung aku dan Sasuke?" tanya Sakura.
"Kenapa yah? Hhmm, mungkin kami ingin memberikan rasa terima kasih." Jawab Ino sambil tersenyum.
"Terima kasih? Untuk apa?" tanya Sakura penasaran.
"Ceritanya panjang, mau dengar?" kata Ino.
Sakura mengangguk semangat karena penasaran sebenarnya apa hubungan antara Ino, Sasuke dan Shikamaru.
"Jadi, dulu sebenarnya aku ini tunangan Sasuke." Kata Ino.
Ino melirik kearah Sasuke yang sedang tercengan mendengar perkataannya. "Hahahaha, tapi itu karena keputusan orang tuaku dan kakeknya Sasuke, kami berdua tidak setuju, karena aku menyukai Shikamaru."
"Bagaimana bisa kalian di tunangkan?" Tanya Sakura.
"Sebenarnya, kami bertiga sudah kenal sejak kecil, aku dan Sasuke adalah anak yang berasal dari kalangan orang berada, sedangkan Shikamaru, dia hanya anak dari kalangan biasa, aku dulu sering berkunjung kerumah Sasuke, dan ketika aku dan Sasuke masuk SD yang sama, disitulah aku bertemu Shikamaru, dia orang pertama yang mendekatiku bukan karena uang." Jelas Ino.
"Lalu, bagaimana pertunangan kalian bisa batal?" Tanya Sakura kembali.
"Saat SMP, kakek Sasuke kembali kesini, dan tiba-tiba aku dibawa paksa dari sekolah oleh pengawal keluarga Uchiha, tentu saja aku memberontak, saat itu Shikamaru dating menolongku." Jawab Ino.
"Akupun saat itu belum mengerti apa-apa, hanya saja, saat bersama Shikamaru aku merasa nyaman, setelah itu aku dibawa ke tempat yang sudah banyak orang, dan kau tahu…Shikamaru mengejarku." Kata Ino bercerita sambil tersenyum hangat. "dan ketika aku di pertemukan oleh Sasuke, ingin sekali rasanya berteriak kalau aku tidak mau ditunangkan oleh dia, saat itu Sasuke berkata begini."
'Aku tidak mau menikah dengan wanita yang tidak kucintai, lagi pula wanita ini sudah jadi milik orang lain.'
"Hahahaha, dan setelah Sasuke mengatakan itu, Shikamaru muncul dengan nafas yang tersengah-sengah, melihat kondisi Shikamaru yang seperti itu, aku langsung berlari menuju dia dan memeluknya, Shikamarupun membawaku pergi." Sambung Ino.
"Ino…kau bilang, cintamu pada Shikamaru bertepuk sebelah tangan, tapi mendengar ceritamu sepertinya dia juga menyukaimu." Kata Sakura.
Ino tersenyum pada Sakura dengan lembut. "Shikamaru tidak pernah mengatakan cinta atau suka padaku, tapi perlakuannya padaku seperti mengatakan, 'aku sayang padamu', atau 'aku membutuhkanmu'."
"Bagaimana reaksi dia kalau kau menyukai orang lain yah." Ejek Sakura.
"Itu pernah terjadi." Jawab Ino. "Saat kelas 3 SMP, ada anak SMA menyatakan cinta padaku di depan Shikamaru, lalu Shikamaru menarikku dan bilang begini pada orang itu. 'Seharusnya kau berkaca sebelum menyatakan cintamu.', hahahahahaa."
"Hahahahaha, dia benar-benar aneh." Ucap Sakura.
"Ya, sangat aneh…maka dari itu, kali ini aku dan Shikamaru ingin mendukung Sasuke." Jelas Ino.
"Sakura." Panggil Ino. "Kau harus tegas pada perasaanmu sendiri, jangan plin-plan, kalai kau bingung, bukan hanya Naruto dan Sasuke yang akan terluka, tapi kamu juga pasti terluka."
"Aku tahu Ino, tapi saat ini aku benar-benar bingung." Jawab Sakura.
"Tentang Hinata, lebih baik kau bicara pelan-pelan padanya." Saran Ino.
"Ya, aku akan coba, terima kasih banyak yah Ino, kau benar-benar selalu ada untukku." Ucap Sakura.
"Itulah gunanya teman." Ucap Ino kembali sambil tersenyum.
Mereka kembali dari atap setelah makan siang, ketika mereka kembali kekelas tiba-tiba salah satu siswi menghampiri Sakura dengan wajah serius.
"Sakuraaa, dengar-dengar, apa benar, katanya saat SMP kau tidur dengan pacar temanmu sendiri?" Tanya siswi itu.
Sakura membatu karena mendengar gossip itu, dia tidak bisa bergerak dari dirinya seperti ada paku yang menancap di kedua kakinya.
"Apa benar begitu?"
"Mungkin karena itu dia di tindas."
"Benar-benar murahan yah."
"Cuma gossip kan?" Tanya Sasuke dari belakang Sakura.
Sakura menoleh kearah Sasuke yang telah mendengar semua bisikan para murid di kelas, Naruto yang juga terdiam di dalam kelas menatap Sakura, mengharapkan jawaban bahwa gossip itu tidak benar, sedangkan Hinata tidak memandangnya seolah tidak peduli dengan gossip tersebut.
"I…Iya, itu hanya gossip, jangan di percaya." Ucap Sakura dengan wajah pucat.
"Benar kan, aku bilang juga apa, Sakura tidak mungkin melakukan itu." Ucap Naruto yang membuat Hinata kesal.
"Kita kan tidak tahu, Sakura berbohong atau tidak." Ucap Hinata sinis.
"Hinata, kenapa bicaramu seperti itu? Kau kan temannya." Kata Naruto.
"Apa teman akan merebut pacar temannya sendiri?" kata Hinata pada Naruto dengan nada mengeras.
"Dia tidak merebutku darimu, ini salahku makanya semua jadi kacau, lagipula Sakura juga belum memberikan jawaban untukku." Ucap Naruto kesal.
"Jawaban?" Tanya Sasuke bingung."Jawaban apa, Sakura?"
"Ah…itu…"
"Aku menyatakan cintaku padanya pagi ini, masalah?"kata Naruto menghampiri Sakura dan Sasuke.
Sasuke menatap Naruto dengan sinis lalu kembali menatap Sakura yang hanya menunduk dengan wajah bingung.
"Pikirkanlah dengan tenang." Ucap Sasuke sambil memegang kepala Sakura dan berjalan ke kursinya.
'Sasuke…dia tidak marah?' pikir Sakura.
Seusai pulang sekolah Sakura mencoba untuk berbicara dengan Hinata, dia menunggunya di depan locker, ketika dia melihat sosok Hinata.
"Hinata." Panggil Sakura.
"Mau apa kamu?" Tanya Hinata sinis.
"Bisa bicara sebentar?" Tanya Sakura dengan mata memohon.
"Silahkan."
"Aku ingin meminta maaf, Hinata…aku benar-benar mendukungmu, sampai-sampai aku memendam perasaanku sendiri, tapi percayalah, aku mendukungmu sebelumnya." Ucap Sakura.
"Lalu? Apa pengakuanmu ini akan mengubah semuanya? Akan mengembalikan Naruto padaku? Dengar ya, Sakura…sejak awal aku memang tidak niat menjadi temanmu! Aku ingin menjadi temanmu karena melihatmu dekat dengan Naruto saat aku datang ke sekolah ini, dan aku suka pada Naruto pada pandangan pertama! Dan aku sudah muak berpura-pura peduli padamu di depan Naruto!" bentak Hinata yang langsung berlari meninggalkan Sakura.
Sakura hanya berdiri di depan locker dengan tanpa dia sadari, air mata menetes membasahi pipinya.
'Sakit…sakit sekali…kata-kata Hinata sangat sakit.'.
Sakura menghapus air matanya dan berjalan pulang sendirian, ketika dia keluar gerbang, dia melihat Naruto sedang berdiri menunggunya.
"Boleh pulang bareng?" Tanya Naruto.
Mereka berdua berjalan dengan keadaan yang canggung, Naruto ingin sekali menanyakan jawaban dari Sakura, sedangkan Sakura, di pikirannya terus-menerus terngiang oleh ucapan Hinata.
'Lalu? Apa pengakuanmu ini akan mengubah semuanya? Akan mengembalikan Naruto padaku? Dengar ya, Sakura…sejak awal aku memang tidak niat menjadi temanmu! Aku ingin menjadi temanmu karena melihatmu dekat dengan Naruto saat aku datang ke sekolah ini, dan aku suka pada Naruto pada pandangan pertama! Dan aku sudah muak berpura-pura peduli padamu di depan Naruto'
Sakura menggelengkan kepalanya berusaha menghilangkan omongan itu. Naruto yang menyadari Sakura menggelengkan kepalanya langsung memegang kepala Sakura dengan lembut.
"Kamu kenapa?" Tanya Naruto lembut.
"Ah…tidak…tidak apa." Jawab Sakura lemas.
'Kau harus tegas pada perasaanmu sendiri, jangan plin-plan, kalai kau bingung, bukan hanya Naruto dan Sasuke yang akan terluka, tapi kamu juga pasti terluka'
Itulah yang terlintas di pikiran Sakura, nasehat Ino saat mereka makan siang diatap. Sakura menghentikan langkahnya, dan itu membuat Naruto menoleh kearah Sakura.
"Sakura, ada apa?" Tanya Naruto menghampirinya, ketika Naruto ingin membelai pipinya, Sakura tidak mengijinkannya untuk menyentuh pipinya.
"Maaf….maafkan aku Naruto…maaf." Ucap Sakura sambil menunduk.
"Heiii, kenapa kau meminta maaf seperti ini." Tanya Naruto.
"Maafkan aku…maaf." Ucap Sakura sekali lagi, melihat ekspresi Sakura yang menunduk Naruto sudah tahu, mengapa Sakura meminta maaf padanya. Lalu Naruto langsung memeluk Sakura dengan erat.
"Apakah aku terlambat? Apa tidak ada kesempatan untukku?" Tanya Naruto dengan suaranya yang bergetar.
"Aku…aku memang mencintaimu, kau cinta pertamaku…tapi…aku lebih tidak ingin melihat Sasuke terluka…maafkan aku Naruto…maaf." Ucap Sakura yang menangis di pelukkan Naruto.
Naruto tetap memeluk Sakura dengan erat, Sakura bisa merasakan penyesalan Naruto, karena Sakura sadar, saat itu…Naruto menangis tanpa suara, Sakura bisa merasakan tubuh Naruto yang gemetar, maka dari itu, Sakura membiarkan Naruto memeluknya dan Sakura merasakan pelukan dari orang yang pernah dicintainya, untuk terakhir kalinya.
spoiler dikit ah...tentang Sakura tidur sama pacar temennya itu, beneran loh...XD
makasih reviewnya yaaaah...
hehehehee...
