Hallo! Mitsuki here! Bonus lagi X3... Dan Mitsuki baru sadar klo aku buat 3 versi dari cerita ini ("-w-)a
Mungkin kalian dah bosen yak dengerin cerita yang sama mulu, gomen~ (;w;) Tapi, Mitsuki janji ini yang terakhir! Dan akan fokus ke RinLen!
"Edit 5 September 2015
Maaf yang kemaren belom Mitsuki cek lagi... Jadinya ga rapi banyak tanda-tandanya gitu. Terima Kasih buat Go Minami Asuka Bi yang udah ngasih tau :3"
Kagamine Lenka, seorang gadis remaja yang selalu memakai jubah berwarna merah pemberian Neneknya kemana pun ia pergi. Lenka telah disuruh ibunya untuk mengantarkan beberapa kue dan buah-buahan untuk sang Nenek yang sakit dan sendirian di tengah hutan tempat rumahnya berada.
"Lenka, antarkan ini ke rumah Nenekmu dan ingat jangan pergi kemana-mana lagi dan juga jangan berbicara dengan orang yang tidak kamu kenal," nasihat ibunya.
"Baik bu!" jawab Lenka dan segera pergi ke rumah Neneknya.
Di perjalanan ke rumah Nenek, Lenka dengan senangnya berjalan menyusuri hutan dan bernyanyi di sepanjang jalan.
Tiba-Tiba terdengar sebuah suara dari semak-semak yang berada di samping kanan jalan Lenka. Lenka hanya terus melihat ke arah suara tersebut menunggu sesuatu akan datang. Tapi, setelah beberapa saat menunggu tidak terjadi apa-apa. Lenka pun berjalan menuju semak-semak tersebut.
Kruukk...
'Suara apa itu...?' pikir Lenka dalam hati.
Lenka terus mendekati semak-semak itu dan membuka dedaunan yang menutup asal suara aneh yang ia dengar tadi. Perlahan Lenka membuka dedaunan itu dan bersiap-siap lari jika muncul sesuatu yang ia takutkan.
"L-lapar.."
.
.
.
.
.
.
"KYAAA!" Lenka melempar sebuah batu yang entah dari mana ia dapatkan ke arah semak itu tadi dan berlari ke belakang sebuah pohon besar dan rindang.
"A-aduh... Mana perut sudah lapar, ditimpuk batu lagi..." kata suara itu (Author : Rasain lu! XD). Lenka mengintip dari belakang pohon dan melihat seekor Serigala sedang berdiri sambil memegang perutnya, "Hei kau yang ada di balik pohon..."
Mendengar hal itu Lenka membalikkan badannya kembali di pohon, takut Serigala itu akan menerkamnya. Tapi, ternyata Serigala itu menuju ke arahnya. Perlahan-lahan Serigala itu menuju ke arahnya.
1 langkah.
Lenka mulai mendengar suara jantungnya yang berdetak dengan kencang.
2 langkah.
Lenka ingin sekali berlari dari tempat itu tapi tidak bisa bergerak sama sekali.
3 langkah.
Kakinya mulai lemas dan akhirnya dia terjatuh.
4 langkah.
Dan Lenka akhirnya pasrah dan mulai meminta maaf kepada semua orang.
'Ibu... Maaf aku sudah melanggar nasehat Ibu... Nenek maaf aku tidak bisa mengantarkan keranjang ini... Nana (nama kucing peliharaan Lenka :v Nana Banana #plak) maaf aku lupa memberimu makan tadi...'
5 langkah. Dan Serigala itu berhenti tepat di belakang Lenka dengan hanya pohon yang memisahkan mereka.
"Keluar..." perintah suara dari belakang Lenka.
Lenka hanya diam di tempat, mengubur kepalanya dalam-dalam di kakinya. Ia juga bergetar dan mulai mengeluarkan air mata.
"Aku hanya ingin bertanya satu hal," kata suara itu lagi. Mendengar hal itu Lenka mengangkat kepalanya sedikit.
Tapi ternyata Serigala yang tadinya ada di belakang Lenka sekarang duduk tepat di depannya dan melihat wajahnya. Lenka terkejut akan hal itu dan mundur ke belakang namun sia-sia karena ada pohon besar di belakangnya.
Menyadari hal itu Lenka hanya bisa diam ketakutan melihat Serigala di depannya.
"O-oi.. Kenapa kau menangis?" tanya Serigala itu, namun Lenka hanya membalasnya dengan mengeluarkan semakin banyak air dari matanya, "Su-sudah sudah, aku tidak akan memakanmu atau semacamnya,"
Serigala itu mengeluarkan selembar kain berwarna kuning dan mengusap air mata yang di mata Lenka. Sesudahnya Serigala itu memberikan kain itu dan Lenka baru menyadari bahwa itu adalah sapu tangan kesayangannya.
"Ini... Punya mu kan...?" tanya Serigala menyodorkan sapu tangan itu ke Lenka.
Lenka menganggukan kepalanya perlahan dan mengambil sapu tangan itu.
(Author mau cerita bentar... Di bagian sini Author lagi dengerin Jiyuu no Tsubasa lagunya Attack on Titan dan ngebayangin Lenka ama Serigala ditimpa ama Titan :v #plak
Author : Yak! Kembali ke Lap... Readers : Top!)
Serigala itu berdiri dan mulai berjalan menjauhi Lenka.
Kruukkk... (Entah kenapa banyak yang laper di Fanfic ini... Termasuk author... #plak)
"Tch..." Serigala itu memegangi perutnya dengan wajah merah semerah apel. (karena tomat sudah mainstream :3) Dan akhirnya Serigala itu terjatuh ke tanah.
Sedangkan Lenka mengelap sisa air mata di wajahnya dan berdiri. Walaupun Serigala itu menakutkan menurut Lenka tapi tetap saja Serigala itu sudah baik hati mengembalikan sapu tangannya. Lenka berlari ke arah Serigala itu dan duduk di sampingnya.
"...Ugh... Aku benar-benar lapar..." kata Serigala itu dengan matanya yang tertutup.
'Lalu kenapa dia tidak memakanku...?' pikir Lenka, 'oiya!'
Lenka mencari sesuatu di dalam keranjang yang ia bawa dan mengeluarkan sebuah apel dari sana.
"Um... Serigala, kalau kau mau... ini..." Lenka membawa apel itu dengan dua tangannya dan terus melihat ke arah Serigala itu.
Serigala itu membuka matanya dan mendapati wajah seorang gadis berada tepat di depannya. Serigala itu terkejut dan langsung duduk dengan tegak.
'Kawaii...'
"A-apa?" katanya.
"Ini..." Lenka kembali memberikan apel yang ada di kedua tangannya.
Serigala itu hanya memandangi apel yang berada di tangan Lenka dan meneguk air liurnya lalu berkata,
"S-sungguh?!" tanyanya dengan mata berbinar-binar, sedangkan Lenka hanya mengangguk pelan.
Serigala tersebut kemudian langsung menyerbu apel yang berada di tangab Lenka dan memakannya dengan lahap. Lenka yang tadinya terkejut sesaat Serigala itu langsung mengambil apel di tangannya, hanya bisa duduk diam di samping Serigala.
Beberapa saat kemudian, Serigala itu sudah menghabiskan apelnya dan diam sebentar. Melihat ke bawah, ke atas dan akhirnya ke samping, melihat tepat di wajah Lenka.
"T-terima... Kasih..." ujarnya dengan jari telunjuk menggaruk-garuk pipinya.
"Hm!" balas Lenka.
"..."
"..."
"..."
"..."
"..."
"..."
"AKH! Aku tidak tahan!" tiba-tiba setelah sunyi selama beberapa menit, Serigala berteriak dan mengacak-ngacak kepalanya sehingga Lenka kembali terkejut, "Si-siapa namamu?" tanya Serigala itu dengan mata curiga.
"Lenka..."
Setelah beberapa saat memandangi Lenka, Serigala itu akhirnya tersenyum dan berkata,
"Aku Rinto! Salam kenal!" kata Serigala, atau yang lebih baik kita sebut, Rinto memperkenalkan namanya sambil tersenyum, "apa yang kau lakukan di hutan?"
"Aku... ingin pergi ke rumah Nenek ku..." jawab Lenka dengan suara yang pelan.
"Souka*... Mau ku temani? Di jalan sana berbahaya... Ya... Ini sebagai tanda terima kasih ku juga..."
Lenka berfikir sejenak. Ia baru pertama kalinya pergi ke rumah Neneknya sendirian tanpa ditemani oleh siapapun. Lenka yang merupakan seorang gadis yang sedikit penakut menganggukan kepalanya ke arah Rinto.
"Ayo!" Rinto tersenyum ke arah Lenka dan begitu pula sebaliknya.
Di perjalanan mereka hanya saling diam berjalan berdampingan. Rinto hanya melihat ke arah sekitarnya dengan wajah gugupnya (ecieee... :v #authorditendang) sedangkan Lenka hanya mengarahkan pandangannya ke jalanan dengan wajah yg sama dengan Rinto (CIEEE! #sekalilagi #authorditendang).
Mereka hanya terus berjalan seperti itu dan sesekali melirik satu sama lain.
'Ah! Mata kami bertemu...'
Dan mereka langsung mengalihkan pandangan mereka...
'Ah... Aku harus memulai percakapan...' pikir Rinto sembari menggaruk-garuk kepalanya yg sebenarnya tidak gatal.
'A-apa yang seharusnya ku lakukan sekarang? Apa... Apa yang harus ku bicarakan...?' dan ini adalah pikiran Lenka.
"あーあのさぁー。。。君はりんご好きですか。。。?"
"H-hei... Apakah kamu suka apel...?" tanya Rinto dengan suara yang gemetar entah apakah dia sangat gugup atau hanya kedinginan di udara yang sangat berangin ini.
"I-iya... Aku... suka apel..."
"...oh..."
"..."
"..."
"..."
"..."
(Ya ampun... Kalian berdua ini awkward banget sih... -_-)
"A-"
#DOR
Tiba-tiba suara tembakan terdengar.
"LENKA!"
#BRAKK
"Kau tidak apa-apa?!"
"Rin... to..." Lenka terlalu shock akan hal yang terjadi barusan. Sebuah peluru mengarah tepat ke arah Lenka dan secara refleks Rinto langsung mendorong Lenka ke semak-semak menghindari peluru tersebut.
"Lenka! Kau tidak apa-apa?!" tanya Rinto sambil mencengkram kedua pundak Lenka.
Tetapi Lenka masih diam hingga akhirnya Lenka melihat cairan berwarna merah keluar dari tangan kanan Rinto.
"Ri-Rinto! Tanganmu!" Lenka berteriak sambil menarik tangan Rinto untuk melihat lukanya.
"Ah... Itu nanti saja! Yang penting sekarang kita cari tempat lain! Mungkin saja mereka masih berada di dekat sini!" Rinto langsung menarik tangan Lenka dan kabur dari tempat itu.
~~~~~I Wuf Kagamine~~~~~
"Hah... Hah... Hah... Kau... baik-baik saja... Lenka?" tanya Rinto duduk di bawah pohon yang rindang.
Lenka setelah beberapa saat mengatur nafasnya. Dia dudul di samping Rinto dan menarik tangan kanannya.
"E-eh?!"
"Maaf aku tidak membawa obat-obatan tapi paling tidak ayo bersihkan luka ini..." Lenka mengambil sebotol air di keranjangnya (keranjang ajaib, walaupun udah jatoh 2 kali tetep utuh isinya :v).
Lenka menumpahkan seluruh isi botol tersebut ke luka Rinto secara perlahan. Rinto hanya diam dan melihat Lenka membasuh luka di tangannya.
Karena tidak ada kain yang bisa menutup luka di tangan Rinto. Lenka menyobek sebagian kain merah yang ia pakai sebagai jubahnya.
"E-eh! Jangan disobek!" perintah Rinto dan Lenka berhenti sesaat sebelum menyobek jubahnya.
"Kenapa?"
"Itu kan jubah kesayanganmu... Kau selalu memakainya saat pergi ke rumah nenek mu kan?" setelah berbicara Rinto dan Lenka menyadari hal yang sama.
"Eh...?"
"A-ah! Bu-bukannya aku... S-stalker atau semacamnya..." Rinto mulai gugup pemirsah! "Aku.. Aku hanya... Aku hanya sering melihatmu melewati jalan ini bersama ibu mu..." Rinto mengatakannya dengan suara yang kecil dan menyembunyikan wajahnya yang merah.
Lenka hanya diam duduk di samping Rinto. Ia hanya melihat Rinto yang salting dan lama-kelamaan sebuah senyuman menempel di wajahnya.
"Pff..." Lenka tidak bisa menahan tawanya dan akhirnya ia tertawa.
Melihat Lenka tertawa Rinto tersenyum kecil. Tetapi senyuman itu langsung hilang ketika sebuah kata terucap dari mulutnya.
"Maaf..." ujar Rinto.
Lenka menghentikan tawanya.
"Maaf untuk apa?"
"Sebenarnya... Peluru itu untuk ku..."
"Eh?"
"Ya... Ada pasti ada sebabnya mengapa seekor serigala bisa kelaparan di tengah hutan ini..." Rinto lalu menghela nafasnya, "Para pemburu mulai memburu serigala-serigala di hutan ini..."
"EH?!" Lenka terkejut, "Kenapa...?"
"Umm... Yaa... segerombolan serigala yang tinggal di daerah Barat hutan ini, sebulan yang lalu menyerang desa kalian kan? Mengambil ternak dan merusak ladang...?" tanya Rinto.
"I-iya..." Lenka mulai sedikit menjauhi Rinto.
Rinto melihat hal ini tetapi hanya tersenyum kecut dan melanjutkan ceritanya.
"Tenang mereka berbeda denganku... Aku berasal dari Timur dan... Keluargaku hanya memakan tumbuh-tumbuhan di hutan,"
Lenka menurunkan pundaknya sambil menghela.
"Sebenarnya serigala barat itu sudah kabur duluan ketika salah satu anggota mereka berhasil ditembak. Tapi, para pemburu itu tidak mengetahuinya dan asal menembak semua serigala yang ada di hutan ini..."
"Souka..." ujar Lenka menundukan kepalanya.
"Hmmm..."
"Tapi tetap saja... Arigatou Rinto..." Lenka tersenyum ke arahnya.
MAAF! SERIBU KALI MAAF! AUTHOR STRESS! TUGAS BANYAK BANGET! :'v
ehem, untuk sebulan lebih ini... baru segini yang bisa ku tulis...
Thank you for Reading
Sorry for Mistakes
Please Comment
