Ha..haloo.. ;_; *author muncul sambil nangis*
readers: kenapa ni anak? *ga tertarik*
marionetten: mau tau? mau tau? *narik-narik baju sambil puppy eyes*
readers: eng-
marionetten: begini ceritanya.. (reader belum sempet ngomong udah di potong)
sebenarnya tadi malam (malam minggu) saya udah buat fict ini sampe selesai..
dan sedetik sebelum pengen ngeklick tombol 'save' ...
LISTRIK MATI DAN FICT YANG SUDAH SAYA KERJAKAN SELAMA 3 JAM MUSNAH! hiiiikkssu! srooot (author jorok)
readers: o-ooh.. *ga peduli* udah cepet mulai aja fict nya! *author di bantai*
marionetten: o-okee.. TTwTTb
semoga chapter ini bisa membuat kesalahan-kesalahan saya dimaafkan(?) *ngomong apa sih ni anak*
langsung saja..
cari tempat yang nyaman (dan tersembunyi) and.. Happy Reading~ X3
WARNING: AU,OOC, LEMOON! XD *geplak* gaje~ (~'o')~
Disclaimer: Masashi Kisimoto (yang saya pinjam sebentar propertinya) *maling*
PAIR: KAKASAKU
DLDR!
"Karna aku juga menyukaimu!"
Kata-kata yang keluar dari bibir Kakashi seakan membuat Sakura tersambar petir yang menghentam jantungnya agar lebih cepat memompa membuat degupan kilat.
Sakura yang masih ada dalam rengkuhan hangat Kakashi mendorong tubuh Kakashi menjauh.
"a-apa maksudmu?" tanya Sakura dengan mengalihkan pandangannya dari wajah Kakashi.
Kakashi yang masih berdiri mematung dengan kemeja yang masih basaha karna tadi dia menerpa hujan yang sangat deras hanya untuk bertemu Sakura.
Kakashi mendekatkan langkahnya ke arah Sakura.
Sakura tetap mengalihkan pandangannya dari Kakashi. Pipinya sudah menimbulkan semburat berwarna merah.
Kakashi menyentuh lembut pipi Sakura dengan tangannya yang dingin karna air hujan yang mengguyurnya tadi.
Sakura memejamkan matanya yang masih belum siap memandang wajah Kakashi.
Kakashi memperhatikan setiap sudut wajah Sakura yang sangat indah. Kulitnya yang putih dan lembut, bibirnya yang mungil dan berwarna sama dengan rambut indah harum milik Sakura.
Air mata yang belum kering dari sudut pipinya dibasuh lembut oleh bibir Kakashi. Serentak Sakura membuka mata emeraldnya perlahan.
Dilihatnya mata onyx Kakashi yang memandang lurus padanya.
SAKURA POV
Dia memandang wajahku dengan matanya yang sendu.
Aku tidak boleh seperti ini. Aku cuman anak jalanan yang dipungut dan harusnya bersyukur telah memiliki keluarga yang selama ini kudambakan.
Kenapa aku harus meminta lebih. Aku memang anak yang tak tau diri! aku anak hina karna merasakan perasaan lain terhadap orang yang telah menjabat sebagai ayahku sekarang.
Kini wajahnya bertambah dekat dengan wajahku. Aku tidak tau apa yang harus kuperbuat. Hatiku memberontak untuk tidak melanjutkan situasi ini.
Tapi badanku bergerak melakukan perintah yang entah dari bagian mana diriku.
ah! Tiba-tiba aku teringat dengan mama Tsunade.
Orang ini.. adalah suaminya.
Dan aku tak pantas mengambil lebih dari nya.
"Hentikan ayah!"
Aku mendorong tubuh Kakashi menjauh, sesaat sebelumnya bibir kami hanya tinggal beberapa centi.
Aku melihat wajahnya yang tertahan dan sedih melihat penolakanku.
Tiba-tiba dia menjambak sendiri rambut peraknya.
"kenapa? kenapa kau selalu menolakku Sakura? bukankah tadi kau mengatakan 'kau tidak mau mati sebelum menyatakan sukamu padaku?'" Tanya nya yang sukses membuatku kaget dan memompa lebih cepat denyut jantungku. Aku teringat lagi dengan kata-kataku beberapa menit yang lalu saat aku sedang putus asa.
Kakiku tak bisa kuhentikan. Kaki kaki kecil ini menuju ke arah laki-laki yang duduk termenung menatapi lantai-lantai marmer yang dingin sambil terus menutupi wajahnya dengan lengan yang ada di kepalanya.
"kau.. tidak tau Sakura! betapa aku sangat penasaran denganmu! aku selalu diam-diam datang mengamatimu di panti asuhan itu. Aku selalu memperhatikanmu dari balik jendela kamarmu saat kau dan anak panti yang lain tertawa bersama. Aku selalu tertegun melihat senyumanmu. Aku selalu memperhatikan bagaimana jika kau sedang tertawa, menangis, sedih, dan lama lama rasa ini muncul! aku tidak tahan! aku benar-benar menyukaimu sampai rasanya akan menjadi gila! kau tidak tau itu!"
Sesaat setelah ia mengatakan itu, hatiku langsung ikut menangis bersamaan dengan jatuhnya keping air mata yang membasahi pipiku.
"kenapa? kenapa kau tak pernah bilang?" Tanyaku yang kini mulai lagi melangkah maju ke arahnya.
"aku.. tidak bisa menjelaskannya.. bahkan saat ku tau wanita itu mengadopsimu menjadi anaknya.. Aku kaget saat melihatmu berada di lorong gelap waktu itu. Tak kusangka aku bisa akrab denganmu! Tapi aku tidak bisa mendekatimu karna kau sekarang anakku! kau puas dengan jawabanku? sekarang lebih baik kau tinggalkan manusia menjijikkan sepertiku Sakura!"
Aku dapat melihat, air matanya yang menetes membasahi lantai marmer itu. Aku bisa mendengar suaranya yang serak. Aku bisa melihat tubuhnya yang bergetar.
Dan sekarang aku bisa merasakan hangat tubuhnya saat tanganku memeluk punggungnya.
End Of Sakura POV
Entah karna gejolak apa, Sakura memeluk erat punggung Kakashi.
Kakashi yang sedari tadi memandang hampa ubin-ubin di bawahnya langsung membelalak kaget.
"Sakura?" tanya Kakashi memecah kesunyian.
"jangan bicara lagi!" Sakura meneteskan lagi air matanya di punggung Kakashi.
"aku tidak mungkin.. merasa jijik padamu.. harusnya kau yang merasa jijik padaku.. aku.. anak adopsi yang tidak tau diri! aku jatuh cinta pada ayahku sendiri! buang saja aku! tapi aku mohon, jangan pernah membenciku. Karna kalau kau membenciku, tidak ada gunanya lagi aku tertawa dan tersenyum. Aku menyukaimu.. ayah.."
Mendengar itu Kakashi langsung membalikkan badannya menghadap Sakura.
Tanpa aba-aba Kakashi mencium lembut bibir mungil Sakura.
"aku tidak akan pernah membencimu! yang paling membuatku senang adalah saat kau tersenyum Sakura! sekarang, tersenyumlah" Kakashi menyentuh pipi Sakura dengan tangannya.
Sakura menatap Kakashi. Air mata yang belum mengering di pelipis Sakura dibasuh oleh jari lembut Kakashi.
Sakura tersenyum.
"aku tidak peduli.. biarkan hanya malam ini.. aku boleh meluapkan cintaku.. Kakashi.."
Kakashi menampikkan semburat merah di wajahnya yang tampan XD.
"ku izinkan!"
mulai dari sini silahkan menyingkir bagi yang tidak mau berdosa~ XD
Mereka saling menatap sekarang.
Tak ada lagi keraguan di antara mereka untuk melanjutkan yang selama ini mereka pendam.
Kini jarak diantara mereka semakin mendekat dan mereka bisa saling merasakan nafas masing-masing pasangan.
"aku menyukaimu!"
Sesaat setelah mereka berdua mengatakan itu, bibir mereka saling berpaut menyatu dengan banyak rasa.
Kakashi melumat lembut bibir Sakura. Sakura merespon dengan caranya.
Ciuman yang pertama nya lembut kini mulai mengganas.
Kakashi mulai menginginkan lebih dari bibir manis Sakura.
Kakashi menggigit lembut bibir bawah Sakura, sampai kini Sakura mendesah dan membuka mulutnya.
Lidah Kakashi masuk ke dalam rongga mulut Sakura.
Tangan kanannya ia taruh di kepala Sakura untuk memberi penekanan hingga lidahnya merasa lebih leluasa didalam.
Sakura mengerang "ngh.."
Lidah Kakashi menyapu semua yang ada di dalam mulut Sakura.
Lidahnya kini mengajak lidah Sakura bermain untuk merasakan nikmatnya anugrah ciuman kedua orang yang kini sedang bergairah tinggi.
Terlihat seliva yang mengalir lewat celah mulut keduanya dan menyusuri lekuk wajah hingga seliva itu berjalan ke lekukan leher.
Kini Kakashi sudah puas bermain dengan lidah Sakura. Ia melepaskan ciuman nya.
Dilihatnya wajah Sakura yang memerah.
Kakashi lalu menggendong tubuh Sakura ala gentle man XD dan membawanya ke kasur.
Sakura melilitkan kedua tangannya di leher Kakashi.
Mereka memulai ciuman panas lagi di kasur Sakura.
Tangan Kakashi mulai meraba kancing baju tidur Sakura.
Ia menemukannya dan langsung ia melucuti baju atas Sakura. Tampaklah dua benda yang menonjol di balik bra berenda pink milik Sakura.
Kakashi melepaskan ciumannya.
Ia beralih pada leher Sakura yang menggoda.
Ia mulai menjilati leher jenjang itu dengan penuh rasa lapar [baca: nafsu].
Sakura melenguh merasakan sensasi aneh yang menjalar di tubuhnya.
Kakashi mulai menggigit halus leher Sakura dan menghisapnya.
"ngh.. a..yaah.." Lenguh Sakura.
Kakashi menghentikan aksinya lalu menatap wajah Sakura yang memerah.
"jangan panggil aku ayah.. untuk saat seperti ini dong Sakura.." Kakashi membisikkan kata-kata itu di telinga Sakura sambil menghembuskan nafas panasnya di cuping telinga Sakura, membuat Sakura merasakan sensasi lain.
"i..iya.. Kakashi.."
Sakura mulai merasakan hal aneh yang membuatnya merasa enak.
"bagus!"
Kakashi mulai melanjutkan lagi aksinya.
Kini ia sibuk membuat tanda yang tak mudah hilang di leher Sakura. Seakan menandakan bahwa Sakura adalah miliknya.
Tangannya kini mulai melepaskan kancing bra Sakura yang sedari tadi menghalangi penglihatannya terhadap dua tonjolan menggoda.
Kini tubuh atas Sakura terekspos sempurna.
Kakashi melepaskan bibirnya dari leher Sakura.
Kini ia menuju dua gunug yang sangat menggoda pada tubuh indah Sakura.
Dijilatnya salah satu gunung itu dengan penuh nafsu.
Sedangkan tangan nya meremas dada Sakura pelan namun memberikan rasa yang memuncakkan hasrat.
"a-aaah.. kaka..shi..uhh.." Sakura mendesah nikmat.
Kakashi menjilat-jilat puting susu Sakura dan sesekali menggigit lembut hingga Sakura mengerang nikmat.
Tangan Kakashi yang satu lagi diam-diam menyusup ke balik celana tidur Sakura.
Dibukanya perlahan sampai yang menutupi tubuh Sakura kini hanyalah sebuah kain berwarna putih.
Kakashi melepaskan pangutan bibirnya dari dada Sakura.
Ia menatap seluruh tubuh Sakura dengan wajah (mesum *author di hajar*) nya.
Sakura menampakkan semburat merahnya.
"a-apa yang kau lihat?" tanya Sakura sambil menutupi dadanya dengan tangannya.
Kakashi menyeringai.
"tidak.. hanya saja.. tubuhmu sangat indah.. membuatku tak sabar untuk menyantapmu Sakura!" kata-kata Kakashi membuat wajah Sakura semerah tomat.
"me-mesum!" Sakura tambah memerah.
Kakashi menarik tangan Sakura. Kini kedua tangan Sakura ia pegang.
"Sakura.. aku akan membuatmu merasakan apa yang disenangi para orang dewasa."
Kakashi mulai membuka celana dalam milik Sakura.
Kini badan Sakura terekspos sempurna.
Kakashi mulai menuju ruang bawah Sakura.
"tu-tunggu!" kata Sakura sambil menghentikan gerak Kakashi.
Kakashi melongok menatap wajah Sakura.
"apa?" tanya Kakashi sedikit kesal karna badannya sudah berdesir ingin merasakan 'punya' Sakura.
"curang.. aku sudah telanjang.. tapi kau,," Sakura bertambah merah setelah mengatakan itu.
Kakashi menyeringai.
"hmm.. baiklah.. kalau begitu, kau yang lepas" Kakashi menyodorkan tubuhnya pada Sakura.
Sakura bertambah merah 2x lipat.
Kini Sakura melepas satu persatu kancing kemeja Kakashi.
Lama kelamaan terlihat sudah tubuh sixpack Kakashi yang sangat indah di pandangan kaum hawa.
Sakura menghentikan gerak tangannya.
"kenapa?" tanya Kakashi sembari memberikan senyumannya.
"badanmu.. indah!" kata Sakura yang sukses membuat Kakashi berdegup.
"Sakura.. ini salahmu?"
"eh? a-"
belum selesai Sakura melanjutkan ucapannya Kakashi langsung mencium dengan buas bibir Sakura.
Tangannya ia gunakan untuk meremas dada Sakura dan memilin yang satunya.
Sakura mendesah tertahan di dalam ciuman mereka.
Kini Kakashi beralih ke selangkangan Sakura.
Ia membuka kedua paha Sakura dengan kedua tangannya.
Tanpa aba-aba, ia memasukkan satu jarinya ke lubang Sakura.
"aaah.. ukhh.. ja-ngan.. ah.." Sakura mendesah.
Jari kedua dan ketiga dimasukkan dengan seiring desah Sakura yang makin menjadi.
Kini jari-jari Kakashi berganti dengan lidahnya.
Kini lidahnya menari di tempat paling sensitive milik Sakura.
"aaah.. ahh.. kakasshi.. apa yang.. kau aahh.." Sakura melenguh dengan oktav yang lebih tinggi.
Kakashi memaju mundurkan lidahnya dalam 'liang' Sakura membuat Sakura tak henti-hentinya mendesah panjang.
Kakashi menghisap kluterus milik Sakura yang membuat Sakura tak bisa menahan cairannya untuk tidak keluar.
Sakura mendesah panjang.
Kakashi meneguk semua cairan Sakura dan menjilati sisanya.
Kini nafas Sakura sudah ngos ngosan.
"BODOH! DIMANA KAKASHI?" tanya Tsunade geram kepada kedua pelayannya.
"se-sepertinya dia pulang nyonya!"
kata salah satu pelayan.
"KURANG AJAR! BAIKLAH! SIAPKA MOBIL! BAWA AKU PADANYA SEKARANG!"
TBC
HYAA.. lemonnya keluaar..
ga begitu hot ya? =.=a
yaa.. di chapter berikutnya pasti lebih hot kok..
tunggu ya~
maafkan saya kalo chapter yang ini sangat mengesalkan! *diinjek para readers*
RnR~ x3
