Tittle : Our Wedding
Chapter : 7
Author : Taraufi Cho
Rating : T
Genre : Romance, Family, Fluff
Pairing : KyuMin only (Genderswitch)
Disclaimer : Mereka milik orang tua masing-masing, tapi story ini milik Tara. Tapi kalo mau nge-bash cukup bash tulisan Tara aja, jangan pair-nya okay? (^^)b
Check This Out !
.
~ Our Wedding ~
.
CHO KYUHYUN POV
.
Bosan. Itulah yang kurasakan saat ini. Saat ini aku masih mendapatkan cuti kerjaku karena menikah. Harusnya saat ini aku sedang menikmati saat-saat kebersamaanku dengan Sungmin, tapi dia malah menerima tawaran appanya untuk bekerja di perusahaan appanya itu.
Jujur, padahal aku tidak mengizinkan Minnie untuk bekerja. Bukankah mencari nafkah itu adalah kewajiban seorang suami? Tapi mengingat betapa hebat kemampuan Minnie dalam bidang berbisnis dan aku juga melihat mata berbinar-binar Minnie ketika appanya menyuruhnya untuk bekerja di perusahaannya, aku jadi tidak tega untuk tidak mengizinkannya.
Kalian tahu apa yang menjadi alasan utamaku tidak mengizinkan Sungmin bekerja? Waktu. Ya… waktu, pasti sekarang waktu kebersamaan kami akan semakin sedikit dan terbatas. Kami berdua pasti akan sering pulang larut malam, dan apalagi yang akan dilakukan ketika malam kecuali beristirahat atau tidur? Lalu bagaimana dengan waktu untuk kami berdua? Aku berkata jujur ketika aku berkata bahwa aku menginginkan Sungmin untuk selalu menyambutku ketika aku pulang kerja, membawakan tas kerjaku, memberi kecupan singkat untukku. Bukankah tugas seorang istri memang begitu? Dan sekarang apa mungkin Minnie bisa bersikap seperti itu mengingat kesibukannya bertambah?
Saat ini aku sedang berguling-guling ria diatas ranjang sambil memainkan PSP-ku. Hah… bahkan PSP saja tidak bisa menghilangkan rasa rindu yang terlalu menumpuk dihatiku. Minnie~ya… padahal kau baru meninggalkanku beberapa jam yang lalu, tetapi mengapa aku merasa kita sudah tidak bertemu bertahun-tahun lamanya?
TING TONG
Ketika aku sedang asyik melamun, tiba-tiba terdengar bel dari luar. Aish, siapa yang bertamu disiang bolong seperti ini?
Aku berjalan dengan malas ke arah pintu, dan tepat ketika aku membukanya…
"Kyunnieee…."
Tiba-tiba seorang yeoja langsung menghambur kepelukanku. Tapi chakaman… sepertinya aku mengenali suara ini. Omo, Noona!
"Noona… apa benar ini kau?" teriakku sambil melepaskan pelukan yeoja yang lebih tua dua tahun dariku ini.
"Yak! Baru beberapa tahun kutinggal saja kau sudah melupakanku? Aigoo… kenapa aku bisa mempunyai dongsaeng yang pikun sepertimu?" dengusnya kesal.
"Hehe, mianhe noonaku yang cantik." balasku sambil memasang wajah tanpa dosa.
"Hey, kau tidak mempersilakanku untuk masuk? Aku ini tamu, sopanlah sedikit!" katanya sambil menerobos masuk kedalam apartemen.
"Ya ya, sebenarnya siapa yang tidak sopan disini?" kataku kesal.
"Jadi ini apartemenmu? Sepertinya sangat nyaman." katanya sambil menelisik setiap ruangan yang berada di apartemenku.
"Noona kapan pulang?" tanyaku pada Ahra noona yang kini sedang mendudukkan dirinya di sofa.
"Kemarin malam. Aku kan belum sempat mengucapkan selamat atas pernikahanmu dengan Minnie-mu itu. Ternyata dongsaengku ini sudah tidak tahan rupanya sehingga kau melangkahiku untuk menikah. Lagipula aku juga penasaran dengan dongsaeng iparku." tuturnya sambil mengerucutkan bibirnya. Aku hanya bisa terkikik geli mendengar celotehnya. Ahra noona memang mengetahui jika aku memang mencintai Sungmin sejak lama.
"Yah… kau tahu sendiri noona betapa aku sangat mencintai Minnie. Jadi untuk apa aku mecoba untuk mengulur-ulur waktu sedangkan toh pada akhirnya Minnie tetap akan menjadi milikku. Jadi lebih baik dipercepat saja. Lagipula ini semua juga berkat perjodohan itu aku bisa menikah dengan Minnie." jawabku dengan panjang lebar.
"Ne ne, arasseo." jawab noonaku dengan wajah meremehkan.
Tidak terasa waktu sudah menunjukkan jam 8 malam. Mungkin karena saking asyiknya aku mengobrol dengan noona, aku jadi lupa waktu. Aku sungguh sangat meridukan noonaku satu-satunya ini. Rindu akan omelannya, rindu akan kepeduliannya, kasih sayangnya. Entah sudah berapa tahun lamanya aku tidak pernah merasakan semua itu. Noonaku tinggal di Jepang bersama haraboji dan halmeoni sejak aku berumur 10 tahun karena halmeoni memintanya untuk menemaninya di Jepang, sangat kebetulan karena noonaku itu ingin sekali bersekolah disana, dan sekarang ia bekerja di salah satu butik milik halmeoni dan mengelolanya sendiri karena ia memang bercita-cita menjadi seorang desainer, maka ia dengan senang hati untuk mengelola salah satu butik milik halmeoni yang terkenal di Jepang itu. Dia hanya akan ke Korea jika hari libur atau pada saat hari natal tiba.
"Yak noona~ya, bagaimana hubunganmu dengan pria itu?" tanyaku. Lima bulan yang lalu dia mengabariku jika dia tertarik pada seorang pria dan mencoba untuk berkencan dengannya.
"Pria? Nugu?" tanyanya pura-pura memasang wajah tidak tahu.
"Pria Jepang yang menarik perhatianmu itu,"
"Ish, jangan sebut-sebut dia lagi. Ternyata dia itu sudah mempunyai seorang istri dan tiga orang anak." jawabnya dengan tampang kesal.
"Hahahaha, kisah percintaanmu memang tidak pernah berhasil." Aku benar-benar tidak bisa menahan tawaku. Biar saja orang yang kutertawakan itu menatapku dengan tatapan horornya.
"Ekhem!"
Suara deheman seseorang membuatku menghentikan tawaku dengan tiba-tiba. Tampak yeoja yang sudah berstatus sebagai istriku itu berdiri di ambang pintu seraya melipat kedua tangannya. Matanya menatap tajam kearahku, ditambah dengan muka tak bersahabatnya yang tertuju padaku dan juga noona-ku. Hey, ada apa dengannya?
"Minnie~ya, kau sudah pulang?" tanyaku berbasa-basi.
"Jadi dia yang bernama Minnie? Aigoo~ya bagaimana mungkin dongsaengku yang evil ini mempunyai istri yang begitu cantik." Belum sempat Minnie menjawab pertanyaanku, Noona-ku langsung berlari ke arah Minnie dan langsung memeluknya. Kulihat Minnie hanya mengerutkan dahinya tanda ia tak mengerti dengan keadaan ini. Ya… Minnie memang tidak tahu jika aku mempunyai seorang noona. Karena ketika ia liburan di rumahku, Noona sudah berada di Jepang.
"Annyeong Minnie~ya. Senang mempunyai dongsaeng ipar secantik dirimu." kata noona pada Minnie sambil tersenyum manis.
.
*** Our Wedding ***
.
LEE SUNGMIN POV
.
"Kenapa kau tidak memberitahuku dari dulu jika kau mempunyai seorang noona?" tanyaku pada Kyuhyun sesaat setelah Ahra eonni baru saja keluar dari apartemen kami. Ahra eonni sangat baik padaku. Ia juga ramah dan selalu saja memujiku cantik, dan yang membuatku ingin tertawa adalah ketika ia selalu bilang jika ia merasa tidak rela jika aku mau menikah dengan adiknya yang seperti iblis itu. Meskipun baru bertemu sekarang, tapi aku sudah sangat akrab dengannya. Bahkan Kyuhyun bilang jika aku dan Ahra eonni seperti saudara kembar yang baru dipertemukan kembali setelah sekian lama terpisah.
"Mianhe, aku lupa untuk memberitahumu." jawab Kyuhyun cuek sambil merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur. Mwo? Lupa katanya? Tidak tahu apa jika tadi aku berfikiran jika ia sedang berselingkuh dibelakangku? Dan dengan mudahnya ia hanya mengatakan bahwa ia lupa? Ck, namja ini benar-benar…
"Minnie~ya…" panggilnya padaku ketika aku baru saja keluar dari kamar mandi setelah mengganti pakaian kerjaku dengan piyama berwarna pink bergambar kelinci yang menjadi piyama favoritku untuk tidur.
"Wae?" tanyaku sambil berjalan kearahnya. Ia menepuk-nepuk kasur disebelahnya menyuruhku untuk berbaring bersamanya. Seperti seekor kucing yang menurut pada majikannya, aku langsung menjatuhkan tubuhku disamping tubuhnya. Dengan cepat ia langsung menarik tubuhku dan membawaku kepelukannya dan meletakkan kepalaku tepat diatas dada bidangnya.
"Aku tahu kau cemburu ketika melihatku sedang mengobrol bersama noona, benar kan?" tanyanya tiba-tiba yang membuat mataku yang tadi sedikit terpejam langsung membulat sempurna.
"A-aniyo, siapa juga yang cemburu padamu?" elakku. "Kau ini terlalu percaya diri, Tuan Cho." Sambungku sambil memukul pelan dadanya.
"Jika kau cemburu juga tidak apa-apa. Malah aku senang, itu artinya kau mencintaiku." Katanya sambil menyentuhkan hidungnya pada pucuk kepalaku. Aku hanya bisa terdiam saat ini. Anak ini… apa dia masih belum percaya jika aku benar-benar mencintainya? Aku memang belum menyatakan secara gamblang bagaimana perasaanku. Tapi bukannya waktu itu ia sudah membaca diaryku? Dan di diary itu semuanya tertulis tentang dia, benar begitu?
"Minnie~ya… bukannya lusa hari libur? Bagaimana jika besok kita berjalan-jalan mengitari kota Seoul?" tanyanya tiba-tiba.
"Maksudmu… kencan?" tanyaku dengan alis bertaut.
"Ya… bisa dibilang seperti itu. Bagaimana kau mau, kan?"
"Apa jika aku bilang tidak, kau akan membiarkanku?" jawabku dengan ketus. Ia hanya terkekeh pelan.
"Tentu saja tidak. Aku tidak menerima penolakan dan kau sudah tahu itu kan, chagiya~? Mmm… ngomong-ngomong kenapa hari ini aku begitu merindukanmu ya? Bagaimana jika sekarang kita melanjutkan eksperimen kita? Ranjang lagi sepertinya tidak menjadi masalah," tanyanya dengan tampang mesum dan salah satu matanya yang berkedip nakal ke arahku.
"YAK!"
.
*** Our Wedding ***
.
AUTHOR POV
.
"Woooaa~ permainannya banyak sekali, Kyu. Aku ingin mencoba semuanya." Teriak Minnie ketika ia baru sampai di salah satu taman hiburan kota Seoul yang terkenal, Lotte World.
"Yak, kau ini seperti tidak pernah ke Lotte World saja." decak Kyuhyun dengan wajah meremehkan.
"Bukannya kau tahu jika selama ini aku tinggal di Jepang? Aku sudah pernah kemari, tapi ketika aku masih kecil dan itupun hanya sekali." Jawab Sungmin dengan mengerucutkan bibirnya imut yang membuat Kyuhyun tidak tahan untuk mencubit pipinya yang seperti bakpau itu.
"Aw! Yak, appo! Kau ini senang sekali jika mencubit pipiku. Kau fikir pipiku ini apa, hah? Dasar evil!"
"Haha, pipimu itu seperti bakpau kau tahu? Juga seperti kue kesukaan doraemon itu. Apa namanya? ahhh… dorayaki. Membuatku ingin sekali memakanmu!" jawab Kyuhyun sambil tertawa keras.
"Hahhh… kau ini menyebalkan!" jawab Sungmin sambil menghentakkan kakinya lalu berjalan pergi meninggalkan Kyuhyun.
"Yak, tunggu aku!"
.
*** Our Wedding ***
.
CHO KYUHYUN POV
.
Kulihat Istriku selalu tersenyum bahagia ketika ia menaiki setiap wahana yang terdapat di Lotte World ini. Sepertinya aku tidak salah jika mengajaknya kemari. Aku rela melakukan apapun agar membuatnya terus bahagia disampingku meskipun harus merelakan kebahagiaan diriku sendiri. Memastikan dia merasa nyaman saat bersamaku. Bukankah cinta memang sesederhana itu? Meskipun aku tahu bagaimana hubungan kita. Sebuah hubungan yang mungkin menurut orang-orang aneh. Bayangkan saja, selalu ada pertengkaran setiap harinya dalam rumah tangga kami. Meskipun itu hanya pertengkaran kecil. Tapi aku tidak perduli apapun yang orang katakan. Bahkan aku sudah terbiasa dengan itu semua. Aku pasti akan sangat merasa aneh jika melewatkan pertengkaran ataupun adu mulut dengannya. Meskipun pada akhirnya akulah yang akan mengalah dan membiarkannya menjadi pemenang dalam adu mulut itu. Aku dan gadisku, ah ani, maksudku wanitaku - karena sekarang dia sudah tidak gadis lagi dan akulah yang sudah menghilangkan kegadisannya - sama-sama keras kepala. Tapi justru sifat keras kepalanya itu yang membuatku makin terjerat dengan pesona dan cintanya.
"Kau tidak lelah?" tanyaku seraya menyeka keringat didahinya dengan sapu tangan milikku. Bayangkan saja, ia hampir menaiki semua wahana yang berada disini. Aku saja sudah hampir mati karena serangan jantung menaiki semua wahana yang rata-rata mengerikan itu.
"Ani, aku senang." Jawabnya. Senyum yang terus tersungging di bibirnya itu sukses membuatku terpaku selama beberapa detik. Mengapa wanita ini selalu bisa membuatku seperti orang bodoh dengan hanya melihatnya tersenyum? Tidak, Cho Kyuhyun memang akan selalu menjadi bodoh jika sudah berhadapan dengan Lee- ani Cho Sungmin.
"Hey, kau ini kenapa menatapku dengan tatapan seperti itu?"
"Ani hanya saja mengapa kau berpakaian seperti itu di musim dingin seperti ini?"
Aku baru ingat tadi ketika aku dan Sungmin sedang mengantri untuk menaiki salah satu wahana, ada seorang ahjusi yang terus memperhatikannya. Ia juga selalu menatap tubuh bagian bawah istriku. Tentu saja aku tidak tinggal diam saat itu. Aku langsung memelototinya dan seakan berkata lihat-apa-kau-dia-ini-istriku. Minnie memang tidak memakai pakaian yang terlalu minim, namun entahlah aku jadi terlalu possesif jika sudah menyangkut tentang istriku ini. Apalagi jika sudah menyangkut dengan tubuh Minnie. Tubuh Minnie itu milikku. Milik Cho Kyuhyun.
"Yak! Aku ini sudah memakai pakaian yang sopan. Kau saja yang membayangkan yang tidak-tidak pada tubuhku. Iya kan? Hah… dasar mesum!" katanya sambil mendengus kesal.
"Huh, kenapa kau ini selalu ber-negative thinking pada suamimu sendiri? Lagipula untuk apa aku membayangkan yang tidak-tidak pada tubuhmu? Toh aku kan bisa melihatnya sendiri secara langsung jika aku mau." Jawabku cuek seraya mengerlingkan mataku kearahnya.
"YAK! DASAR EVIL MESUUUM!"
.
*** Our Wedding ***
.
LEE SUNGMIN POV
.
Setelah puas bermain di Lotte World, Kyuhyun mengajakku ke daerah yang lokasinya terdapat pada salah satu novel tretalogi 'Four Season' karya Ilana Tan, yang berjudul "Summer In Seoul". Aku pernah membacanya ketika aku tinggal beberapa bulan di Indonesia untuk pertukaran pelajar. Ya… daerah ini adalah Myeong-Dong. Tempat yang sering di kunjungi oleh Sandy atau Han Soon Hee- sang tokoh utama wanita - untuk berbelanja.
Myeongdong merupakan salah satu daerah perbelanjaan Seoul yang terbesar, banyak terdapat toko-toko yang menjual barang-barang dengan harga beraneka ragam, baik barang produksi dalam negeri maupun luar negeri. Daerah Myeongdong juga merupakan pusat fashion juga bagi para remaja sehingga menjadi tempat belanja yang cukup trendy di Seoul. Di sini kita bisa melihat ratusan toko pakaian, sepatu, kosmetik, tas dan aksesoris lainnya. Sisi kiri dan kanan jalan utama di Myeongdong dipenuhi oleh jajaran toko-toko dari merek terkenal dunia, utamanya jelas produk-produk fashion. Tak cuma itu, di sini pula terdapat shopping mall besar seperti Migliore, Lotte Department Store, Avatar dan High Harriet.
Setelah itu, sekarang aku berada di daerah Sinchon. Daerah ini unik karena namanya sama dengan salah satu tokoh kartun, Sinchan. Sinchon dikenal sebagai Sinchon Fashion Street karena banyaknya toko yang menjual barang-barang fashion. Walaupun sebenarnya tak hanya ada toko fashion saja, namun juga ada kafe, bar, restoran dan lainnya. Umumnya fashion yang dijual di Sinchon ini beraneka ragam, mulai dari pakaian hingga ke aksesoris yang lucu dan unik. Mereknya pun tak hanya dari Korea, namun juga ada merek ternama, seperti Adidas, misalnya.
Lokasi Sinchon juga strategis karena berada di antara tiga universitas terkenal di Korea, yaitu Yonsei University, Sogang University dan Ewha Womans University. Jadi tak heran kalau biasanya yang datang ke Sinchon adalah remaja. Sinchon juga dekat dengan salah satu departmen terkenal di Korea, Hyundai departemen store, yang katanya adalah milik appa seorang pengusaha muda, Choi Siwon.
Setelah puas mengelilingi Sinchon, kami berpindah lokasi ke Insandong. Insadong dikenal sebagai salah satu daerah terbaik bagi para wisatawan mencari souvenir. Daerah ini juga merupakan salah satu dari sedikit area di Seoul yang masih mempertahankan ciri khasnya sebagai distrik dengan pengaruh gaya abad pertengahan yang masih terasa sekarang ini. Di sekitar jalan Insadong, kita dapat melihat banyaknya toko yang menjual souvenir tradisional Korea, khususnya souvenir kerajinan tangan, seperti topeng kayu, busana dan lampu tradisional Korea. Kemudian kita juga bisa menemukan berbagai koleksi keramik, perabot rumah tangga peninggalan masa lalu dan kerajinan tangan antik serta bervariasi perangkat pakaian tradisional Korea. Bahkan, di daerah Insadong, kita juga bisa mengunjungi beberapa galeri seni yang banyak tersebar.
Dan kali ini aku berada di Apgujeong-Dong. Salah satu daerah di Korea juga yang terdapat di novel "Summer in Seoul" itu. Tempat dimana Jung Tae Woo - sang tokoh utama pria - membeli topi-topi untuk acara jumpa fans bersama Sandy. Apgujeong-dong, dianggap sebagai `Beverly Hills dari Seoul '. Ini adalah salah satu pusat fashion terkemuka dari Seoul.
"Kyu aku benar-benar lelah..." keluhku pada Kyuhyun yang kini berdiri disampingku.
"Baiklah kita beristirahat disini dulu." katanya sambil duduk disebelahku.
Ketika aku sedang asyik mengistirahatkan tubuhku pada sebuah kursi yang berada di depan sebuah toko perhiasan, mataku tertuju pada sebuah etalase transparan toko yang berada tepat dibelakangku. Disana terdapat cincin yang menyita perhatianku. Cincin itu sangat cantik. Terbuat dari emas perak yang ditengahnya terdapat bintang serta permata putih kecil diatasnya. Ahhh cantiknya… aku jadi menginginkannya.
"Loh, Kyu kau ingin kemana?" tanyaku pada Kyuhyun yang kini akan beranjak pergi.
"Aku ingin mencari toilet. Kau tunggu disini dan jangan pergi kemana-mana sebelum aku kembali, arasseo?" ancamnya yang membuatku mengerucutkan bibirku.
"Ne, arasseo." jawabku singkat.
"Jangan memasang wajah seperti itu jika tidak ingin aku menciummu disini." teriaknya dari jauh yang membuatku ingin sekali melempar high heels 8 cm yang sedang kupakai hari ini tepat kehadapan mukanya yang makin hari makin mesum itu.
.
.
Huft… lama sekali si PervertCho itu. Sudah hampir 20 menit aku menunggunya disini seperti anak kecil yang kehilangan ibunya. Dia ini pergi ke toilet apa sedang mencari PSP sih? Ya, dia memang selalu lama jika membeli PSP. Katanya mencari sebuah PSP itu seperti mencari calon istri. Jadi harus mempunyai kriteria khusus dan bla bla bla. Hah… calon istri katanya? Lalu aku ini dianggap apa olehnya? Awas saja jika dalam hitungan ketiga ia tidak muncul juga di hadapanku, aku akan langsung meninggalkannya saat ini juga.
Hana..
Dul..
"Kau sudah lama menunggu?" tanya seorang namja yang kuyakini bernama Cho Kyuhyun padaku. Hah… kau lolos kali ini, Tuan Cho.
"Bukan lama lagi. Kau hampir membuatku menjadi patung es disini. Sebenarnya kau ini darimana?" tanyaku kesal.
"Bukannya sudah kubilang jika aku pergi ke toilet sebentar?"
"Apa pergi ke toilet selama 20 menit itu sebentar?" dengusku seraya ingin beranjak dari kursi yang kududuki. Tapi sebelum kakiku melangkah, tiba-tiba sebuah lengan kekar menarikku pinggangku dan…
Cup~
Aku langsung membelalakan mataku ketika mengetahui jika Kyuhyun yang menarikku dan… astaga! Apa yang dia lakukan? Menciumku di tempat umum seperti ini?
Mataku mengerjap kaget saat merasakan benda asing menyeruak masuk kedalam rongga mulutku.
"Kau ini kenapa sangat sensitif sekali, Nyonya Cho." bisik kyuhyun ketika ia menyudahi aksi ciuman mendadaknya.
Aku masih setengah sadar dan berusaha mengerjap-ngerjapkan mataku, mengumpulkan fokusku yang sempat menghilang entah kemana. Ada sesuatu di mulutku. Benda bulat, dingin, berlubang…
Omo, bukankah ini…
"Mwo? Cincin?" teriakku kaget ketika benda tersebut sudah berada dalam genggamanku. Aku memperhatikannya sekilas. Tapi Chakaman, bukannya cincin ini cincin yang menyita perhatianku itu?
Aku langsung mengalihkan pandanganku pada etalase toko perhiasan itu. Dan voila, ternyata cincin itu benar sudah tidak ada. Jadi dari tadi Kyuhyun menyadari jika aku menginginkan cincin ini?
"Kau menatap cincin itu seperti ingin merampoknya tahu tidak? Lain kali Jika kau menginginkan sesuatu, beritahukan padaku. Bukankah aku ini suamimu?" katanya dengan cuek, seakan begitu tahu apa yang ada didalam fikiranku.
"Ne, arasseo Tuan Cho. Ternyata kau menganggapku sebagai istrimu?" jawabku pura-pura kesal. Padahal didalam hati aku berteriak senang.
"Memang susah jika berbicara denganmu. Kajja, kita harus ke satu tempat lagi sebelum mengakhiri kencan ini." Katanya sambil menarik tanganku.
.
.
Tenyata dia membawaku ke Namsan Tower. Kalian pasti sudah pernah mendengarnya bukan? Atau jika tidak, apa kalian pernah mendengar drama korea yang berjudul "Boys Before Flowers"? Di drama itu sering sekali mengambil lokasi syuting di tempat ini. Dimana di tempat ini Gu Jun Pyo menunggu Geum Jan Di sampai menggigil.
Namsan Tower atau Seoul Tower adalah sebuah pemancar radio yang terletak di Seoul, Korea Selatan. Dinamakan Namsan Tower karena memang terletak di gunung Namsan. Gedung yang awalnya dinamai menara Namsan atau menara Seoul ini dibangun pada tahun 1969 dan baru dibuka untuk umum pada tahun 1980, tinggi menara ini mencapai 236.7 meter dan berada di ketinggian 479.7 meter diatas permukaan laut.
Saat ini aku dan Kyuhyun sedang berada didalam sebuah kereta gantung untuk bisa sampai dipuncak menara. Mau apa bocah titisan setan ini mengajakku ke puncak menara? Aish… apa jangan-jangan?
"Hey, sebenarnya untuk apa kita ke puncak menara?" tanyaku pada Kyuhyun yang sedang asyik melihat pemandangan kota seoul dari kereta gantung.
"Nanti juga kau akan tahu sendiri," jawabnya cuek. Cihh, menyebalkan sekali bukan dia ini? Aku harus sabar-sabar menghadapinya.
Untuk sampai ke puncak menara, setelah menaiki kereta gantung ini, kami juga harus berjalan kaki. Hah… sejujurnya kakiku ini sudah sangat pegal.
Akhirnya kami sampai juga di puncak menara. Aigoo~ indah sekali pemandangan dari atas sini. Lampu-lampu kota yang berkelap-kelip menjadi daya tarik tersendiri untukku. Dan kebetulan sekarang sedang ada atraksi lampu-lampu menara yang setiap menitnya berganti warna yang menakjubkan. Hah… ternyata tidak sia-sia juga aku mengunjungi tempat ini.
"Ayo, sekarang kau harus menulis janjimu digembok ini. Setelah itu kita gembok disini dan kuncinya kita buang." Perintah Kyuhyun sambil mengeluarkan 2 buah spidol dan 2 buah gembok couple beserta kuncinya. Benar bukan dugaanku jika ia juga ingin melakukan ini.
Kalian pasti tahu mitos ini bukan? Menurut apa yang kudengar, jika pasangan kekasih menulis janji mereka pada gembok dan digantung pada salah satu pagar yang berada di namsan tower ini lalu membuang kuncinya, maka janji mereka itu akan tetap ditepati oleh mereka. Namun jika gembok yang sudah terpasang itu ternyata bisa dibuka, maka itu artinya salah satu dari pasangan itu melanggar janjinya. Unik sekali bukan? Aku jadi ingin mencobanya juga.
"Yak, kau ini mengapa melamun. Ayo cepat tulis!" katanya lagi sambil menyenggol lenganku.
"Iya. Dasar cerewet." Dumalku sebal. Hmm, kira-kira apa ya yang ingin aku tulis.
'Aku akan selalu mencintai suamiku, Cho Kyuhyun. Dan berusaha menjadi istri yang terbaik untuknya'
.
*** Our Wedding ***
.
CHO KYUHYUN POV
.
Setelah seharian berkeliling kota Seoul, tujuan terakhirku adalah namsan tower. Aku hanya ingin membuktikan apa yang dikatakan masyarakat tentang mitos di namsan tower ini. Dari rumah aku sudah menyiapkan segala keperluannya, dari mulai spidol hingga gembok couplenya.
"Ayo, sekarang kau harus menulis janjimu digembok ini. Setelah itu kita gembok disini dan kuncinya kita buang." Perintahku pada Minnie yang sedari tadi asyik memandangi keindahan kota Seoul dari puncak menara. Aku juga langsung mengeluarkan 2 spidol serta 2 gemboknya.
Aisssh… Bukannya ia langsung menulis janjinya, malah ia melamun sambil memandangi gembok itu. "Yak, kau ini mengapa melamun? Ayo cepat tulis!" kataku lagi sambil menyenggol lengannya.
"Iya. Dasar cerewet." Dengusnya sebal lalu kulihat ia berfikir keras mungkin memikirkan janji apa yang akan ia tulis pada gembok itu. Hmm, jika aku, aku sudah memikirkan ini sebelumnya.
'Aku akan selalu membahagiakan Minnie, mencintainya sampai maut memisahkan kami…'
.
.
"Kau tadi menulis janji apa?" tanyaku pada Minnie yang saat ini sedang menyeruput coffe latenya. Kerena kami berdua sangat lapar akhirnya kami memutuskan untuk makan malam terlebih dahulu sebelum pulang. Jadi disinilah kami. Direstoran unik yang bernama N-Grill. Mengapa aku bilang unik, karena setiap 48 atau 120 menit sekali restoran ini akan berputar jadi kita bisa melihat kota Seoul hingga 360 derajat.
"RAHASIA!" jawabnya singkat. Jadi dia ingin bermain rahasia-rahasiaan denganku, eoh? "Kau sendiri, janji apa yang kau tulis?" tanyanya.
"RAHASIA!" jawabku sambil memasang senyum kemenangan. Haha… memangnya hanya kau saja, aku juga bisa.
"Kau ini memang menyebalkan!" ucapnya kesal sambil meminum lagi coffenya.
"Kau yang terlebih dahulu menyebalkan." ucapku tak kalah kesal seraya mengambil mug-ku. Namun gerakanku itu terhenti ketika aku melihat pemandangan yang membuatku langsung membulatkan mata.
Hell, apa itu? Tiba-tiba saja ketika dia selesai menyeruput coffenya, sedikit sisa foam dari coffenya menempel di bibir mungilnya. Astaga~ mengapa aku jadi teringat dengan adegan yang dilakukan Hyun Bin dan Ha Ji Won dalam drama korea Secret Garden?
"Kau ingin menggodaku ya?"
"Mwoya?"
"Menyisakan krim dibibirmu. Kau ingin memancingku untuk melakukan adegan foam kiss seperti salah satu drama korea itu, begitu?" tanyaku sambil menatap wajahnya, tepatnya bibirnya dengan tajam.
"Sebenarnya apa yang sedang kau bicarakan?" tanyanya seraya mendengus kesal.
Sungmin terlihat mengangkat tangannya untuk membersihkan sisa foam itu dibibirnya, tapi aku langsung menghentikan gerakannya.
"Yak, Itu kotor. Kemari," ujarku sambil bangkit berdiri, menjulurkan tubuhku melewati meja, memegang dagu Minnie untuk menariknya mendekat dan membersihkan bibirnya dengan bibirku sendiri.
Kulihat Minnie mengerjap-ngerjapkan matanya setelah bibirku melepaskan bibirnya, masih syok mungkin atas perbuatan yang sedang kulakukan?
"Yak, kau ini dasar mesum. Kau tidak lihat jika kita sekarang berada dimana. Kenapa kau ini selalu saja menciumku sembarangan?" semprotnya ketika dia sudah menemukan kembali fokusnya.
Aku hanya menyeringai mendengar kekesalannya. "Suruh siapa kau menggodaku," jawabku cuek. Haha, karena tidak tahan akhirnya aku melakukan juga adegan yang dilakukan Hyun bin itu. Aku keren, kan?
.
*** Our Wedding ***
.
CHOI SIWON POV
.
Begitu mengetahui jika sekarang aku akan mengadakan meeting di Lee Chorporation, aku jadi bersemangat. Semoga saja dewi fortuna saat ini sedang berada dalam pihakku. Aku ingin sekali bertemu dengan gadis itu. Gadis yang mencuri hatiku.
Aku keluar dari mobil berlogo kuda jingkrak itu dengan senyum yang tak pernah luntur sedikitpun dari bibirku. Aku mengedarkan pandanganku ke segala arah. Berharap gadis pujaanku itu berada di sekitar sini.
Dan bingo!
Seorang gadis berparas cantik keluar dari honda civic putihnya. Hari ini ia masih terlihat terpesona di mataku. Ia memakai gaun di bawah lutut berwarna peach yang di balut dengan mantel bulu berwarna senada. Rambutnya yang kemarin ia gerai, ia ikat tinggi membentuk ekor kuda dan make-up tipis yang menghias wajahnya semakin menambah kadar kecantikannya saja. ia seperti peri yang turun dari kahyangan. Setidaknya begitulah yang tergambar dimataku.
"Hei, kau yang kemarin itu, bukan?" tanyanya tiba-tiba ketika kini ia berhadapan denganku.
"Ne ini aku." jawabku sambil tersenyum. "Ahh, perkenalkan aku Choi Siwon." Kataku lagi sambil mengulurkan tanganku.
"Aku Cho Sungmin. Kau bisa memanggilku Minnie." jawabnya sambil membalas uluran tanganku. Jadi namanya Cho Sungmin? Nama yang indah.
"Oh iya, kau bekerja disini?" tanyaku. Semoga saja iya, jika ternyata dia bekerja disini, kan, aku jadi bisa mempunyai alasan untuk bertemu dengannya.
"Ne, aku bekerja disini." jawabnya. Yes! Sepertinya dewi fortuna benar-benar dalam pihakku sekarang. "Kau sendiri bekerja disini? Tapi aku tidak pernah melihatmu?" tanyanya.
"Aniya. Aku tidak bekerja disini. Aku klien bisnis pemilik perusahaan ini."
"Oh begitu. Oh iya mari kita masuk. Tidak enak jika kita berbicara disini." katanya sambil tersenyum manis.
"Ah, ye." jawabku gugup. Oh god! Mengapa reaksi jantungku selalu seperti ini jika melihatnya tersenyum manis seperti itu.
.
.
LEE SUNGMIN POV
.
"Wooo~ Minnie, ada hubungan apa kau dengan dia?" tanya Ryeowook atau biasa dipanggil wookie - salah satu rekan kerjaku yang sangat dekat denganku - dengan tatapan kagum.
"Dia? Nugu?" tanyaku sambil menautkan alisku.
"Namja yang masuk kantor bersamamu itu. Kau tidak tahu dia siapa?" tanyanya lagi dengan wajah tak percaya.
"Oh, siwon maksudmu? Bukannya dia itu salah satu klien appa?"
"Yak! Kau ini kemana saja? Dia itu Choi Siwon. Anak pemilik Hyundai departement store, kau tahu? Kau beruntung bisa berdekatan dengannya." jawabnya dengan tersenyum tidak jelas.
"Hyundai departement store? Ah… pantas saja aku merasa pernah mendengar namanya. Ternyata dia anak pemilik Hyundai Departement Store itu."
"Ne, dan sepertinya ia tertarik padamu." katanya lagi masih tetap dengan senyuman yang tersungging dibibirnya.
"Tertarik padaku? Yang benar saja! Bahkan kita baru beberapa kali bertemu. Lagipula jika benar, aku tidak mungkin membalas perasaannya itu. Kau tahu sendiri kan alasannya?"
"Ne aku tahu, Nona Lee ah ani Nyonya Cho." jawabnya dengan wajah meremehkan yang membuatku tersenyum.
"Lalu kau sendiri, bagaimana hubunganmu dengan tangan kanan suamiku itu? Siapa namanya? Ahh, Kim jong Woon?" tanyaku dengan antusias.
"Hubungan apa? Dia itu pria yang terlalu cuek. Aku jadi pesimis untuk bisa mendapatkan hatinya. Bahkan untuk berkenalan dengannya pun aku tak yakin," jawabnya dengan lesu.
"Aisssh, mengapa kau ini jadi cepat menyerah? Kau ini kan belum mencoba untuk berkenalan dengannya. Mana Wookie yang aku kenal sangat bersemangat itu?" kataku menyemangatkan.
"Ne kau benar, Minnie. Aku harus berusaha untuk mendapatkannya." Katanya dengan semangat.
"Hwaiting!" teriakku.
"Hwaiting!" balasnya dengan mengepalkan tangannya ke atas.
.
.
Hah… perutku lapar sekali. Aku ingin cepat-cepat menyelesaikan pekerjaanku, membawa berkas-berkas ini kepada appa untuk di tanda tangani lalu pergi makan siang.
Setelah 20 menit aku menyelesaikan semua pekerjaanku, aku langsung membawa berkas-berkas ini keruangannya. Namun ketika aku akan pergi keruangan appa sebuah suara menghentikan langkahku.
"Minnie!"
"Ahh… siwon-ssi. Ada apa ?"
"Aku ingin mengajakmu makan siang bersamaku. Apa kau tidak keberatan?" tanyanya.
"Mmmm, baiklah. Kebetulan aku juga ingin makan siang. Tapi aku ingin mengantarkan berkas-berkas ini dulu." Kataku sambil menunjukkan beberapa berkas padanya.
"Ohh… baiklah. Aku menunggumu di parkiran ya?"
"Ya."
.
*** Our Wedding ***
.
CHO KYUHYUN POV
.
Hari ini aku akan mengadakan meeting dengan salah satu rekan bisnisku disebuah restoran terkenal di Seoul. Rekan bisnisku yang satu ini tidak suka jika mengadakan meeting di kantor. Entahlah alasannya kenapa…
"Ah, Tuan Cho apa sudah lama menunggu?" tanya seorang pria yang aku yakini rekan bisnisku, namanya Shin Dong Hae atau biasa dipanggil Shindong.
"Ah, Tuan Shin. Tidak, aku juga baru sampai. Silakan duduk." jawabku sambil tersenyum ramah.
"Ah ye, kamsahamnida." jawabnya.
Ketika aku sedang asyik membicarakan bisnisku dengan Tuan Shin, tiba-tiba saja mataku menangkap seseorang yang paling aku hafal di memori otakku. Ya… dia Minnie istriku. Mungkin dia sedang makan siang. Tapi yang jadi pertanyaanku siapa pria yang tengah makan bersamanya?
.
.
.
*** To Be Continued ***
Annyeong~ ketemu lagi sm Tara, hehe
mianhe atas keterlambatan publish, Tara lg sibuk soalnya #bow
Tara ga bisa ngomong banyak di chapter ini, cuma mau bilang yang kesekian kali, Terima kasih banyak buat yang selalu review, terima kasih buat yg udah follow, terima kasih yg udah memfavoritkan OW #deep bow
.
And Big thanks to :
.
minnalee1, JSJW407 , danactebh , KyuMin EvilAegyo, Cho Rai Sa, Heldamagnae, dewi k tubagus, abilhikmah, vitaminsparkyu1123, Minhyunni1318, Cho MeiHwa, Kezia, Ranny, aey raa kms, Love Kyumin 137, KyuWie, Kyumin Town , hanna, Guest, PaboGirl, Adekyumin joyer, fariny, KobayashiAde
.
Ada yg belum kesebut?
.
Now, mind to review again?
