Chapter 7

Author : ZaKhazaKaizzz

Title : After I Love You

Cast : Kris EXO M

Byun Baekhyun EXO K

Other Cast : EXO Members dan masih banyak lagi

Genre : Humor, Romance, Comfort

Rated : T

Warning : GS for Baekhyun, Luhan, Kyungsoo, Lay, Xiumin, Tao… OT12! typo dimana-mana

Desclimered : All Casts are belong them self and God, but this fiction is mine, so please don't copast and don't plagiating.

Za mau promosi sebentar... yang mau sharing-sharing atau ngobrol atau nambah temen bisa add twitter za di kaizan1999 karena za masih baru di twitter, jadi bisa mention buat follback ^^ terimakasih.

Happy reading...

BRAK

Baekhyun yang belum lama duduk di tempat duduknya tiba-tiba saja dikejutkan oleh segerombolan yeoja yang dengan kasar menggebrak mejanya.

"eo? Hadiah untukku?" tanya baekhyun saat ternyata ketika luhan menggebrak mejanya, ada sebuah kotak persegi berukuran 5cm.

"iya, ayo buka. Aku tidak sabar ingin melihat rekasi ketua saat melihat hadiah dari kami" jawab tao dengan nada bicara seperti ada sesuatu yang aneh dari dalam kotak tersebut.

"memangnya dalam rangka apa? Hari ini bukan ulang tahunku"

"anggap saja semacam penghargaan karena kau telah bebas dari angka 6 untuk ujian 'bahasa inggris' mu" baekhyun yang memang menganggap ini benar-benar hadiah, dengan santainya ia membuka kotak berwarna merah tersebut.

1

2

3

'ya Tuhan' baekhyun menemukan sebuah foto di dalamnya

"kenapa?" tanya xiumin. Lima sahabat baekhyun itu masih setia berdiri di depan mejanya dengan bersila tangan dan memberikan tatapan mencurigakan

Baekhyun merasa nafasnya akan habis saat ini juga. Bagaimana bisa mereka mendapatkan fotonya yang tengah berciuman dengan kris, dan itu baru saja terjadi beberapa menit yang lalu.

"HUWEEEEEEEEE…. MIANHAE,,, MIANHAE CHINGUYA~~~~" baekhyun dengan kasar meraung-raung dengan menggaruk meja meminta maaf kepada kelima sahabatnya. Ia tidak tahu harus bagaimana lagi, semuanya sudah terbongkar. Bukti nyata sudah berada di tangannya, ia tidak bisa mengelak lagi.

"ku mohon maafkan aku. Sebenarnya bukannya aku mengkhianati geng 'hate hate kris' kita yang ku bentuk, kalau kalian ingin tahu yang sebenarnya, aku membentuknya juga karena aku kesal padanya dan pada semua siswi di sekolahan ini yang begitu mengidolakan kris seonsaengnim" baekhyun menjeda pidato permintaan maafnya untuk menarik ingusnya yang hampir menetes (*jorok nih baekkie hyung)

"aku tidak sepenuhnya membencinya. Kalian salah jika berfikir kalau aku mengerjai kris seonsaengnim karena membencinya. Aku,,, aku terlalu menyukainya, jadi aku tidak suka melihatnya dekat-dekat dengan para siswi di sekolah ini. Ku mohon maafkan aku… aku tidak bermaksud menyembunyikan hubungan kami dari kalian, aku hanya mencari waktu yang tepat untuk menjelaskannya pada kalian"

Slurftt... suara indah terdengar dari lubang hidung baekhyun.

"hiks… maafkan aku, maafkan aku" semua penjelasan baekhyun diakhiri dengan ia menangkupkan kedua tangannya di hadapan kelima dabatnya tersebut, pertanda bahwa ia benar-benar meminta maaf.

"sudah selesai, bakehyun-ah?" baekhyun mengangguk lemah, ia siap jika harus melakukan apapun agar mereka memaafkannya tapi baekhyun memohon dalam hati agar mereka tidak menjauhi baekhyun.

"CHUKHAHAE IMNIDAAAAAAAA~~~~~" teriak semuanya. Tao dan kyungsoo menambah suasana semakin meriah dengan meniup terompet dan berjoget ria dengan menggulung-gulung kedua tangannya naik turun.

Baekhyun terkejut untuk yang keduakalinya. Wajahnya menandakan ia tidak mengerti dengan apa yang terjadi. Di satu sisi, ia senang karena mereka tidak marah akan hubungannya dengan kris. Tapi ia juga merasa heran, bagaimana bisa ini semua terjadi seperti ini?

"sudah ku bilang, rencana kita untuk membuat ketua kita ini kapok menerjai kris seonsaengnim akan berakhir dengan mereka yang berkencan. Aku memang benar-benar seorang match maker yang handal" ucap luhan bangga.

Memang sebenarnya lay yang mengusulkan untuk membuat baekhyun jera mengerjai kris, tapi luhan dengan mata rusanya melihat seperti ada sesuatu yang aneh semenjak kejadian hari dimana baekhyun berdua menginap di sekolah dengan kris.

"jadi, kalian-?"

Luhan mengangguk, menyetujui apa yang hendak dikatakan baekhyun. Semuanya ia yang mengetuai, mulai dari memata-matai baekhyun, mengintit jika pulang sekolah, tentang penyamaran baekhyun menjadi gadis berambut pendek hingga memotret adegan kisseu baekhyun dengan kris di atap sekolah tadi. Daebak luhan.

"AAAAH KALIAN MENYEBALKAAAAN"

Semuanya berakhir dengan saling melemparkan kata-kata kesal karena mereka sudah seperti memainkan suatu drama yang konyol. Baekhyun yang menyembunyikan perasaan cemburunya pada kris dengan cara mengerjai guru tersebut yang kemudian ternyata menjadi sepasang kekasih, kelima sahabatnya yang awalnya berniat untuk menghentikan tingkah baekhyun yang berlebihan saat mengerjai kris berkahir dengan seperti menjodohkan mereka berdua.

"targetku selanjutnya kyungsoo" perkataan luhan tiba-tiba mengentikan acara tawaria semuanya

"maksudmu?"

"maksudku, kau dan kai"

"hah? No no no, pokoknya tidak ya luhanie sayang, aku tidak mau kau menjadi match maker antara aku dengan kai. Biarkan cinta datang pada waktunya" tolak kyungsoo dengan nada jadi membayangkan bagaimana jadinya kalau ia dan kai benar-benar berkencan.

Hari ini penuh dengan kejutan dari seseorang. Seseorang tersebut seperti nila yang menetes dalam segelas susu, semua terkena. Betapa manisnya susu, namun rasa manis tersebut berubah karena telah tercampur dengan nila.

Kabar berita mengenai baekhyun yang berpacaran dengan kris langsung menyebar ke seluruh para pemuja kris yang selalu mengejar-ngejarnya.

"gege" panggil baekhyun dari kejauhan saat melihat kris berada di parkiran, seperti biasa, menunggu sang pujaan hati untuk pulang bersama.

"aku merasa ada yang aneh dengan para murid hari ini" adu kris pada baekhyun yang sudah ada di hadapannya.

"maaf, hu-hubungan kita sudah diketahui oleh teman-temanku" ujar baekhyun tertunduk menyesal.

"jadi hubungan kita benar-benar sudah menyebar?" baekhyun mengangguk kecil

"hahaha.. syukurlah. Aku senang jika akhirnya mereka semua begitu, aku bisa bertemu denganmu di manapun. Tidak selalu janjian di atap sekolah" jawab kris

Baekhyun senang, hari ini ia merasa keberuntungan berpihak padanya. Ia semakin berjalan mendekat dan memeluk tubuh tegap pria berambut piran tersebut.

"EKHEM" suara-suara aneh menginterupsi kegiatan mereka

"a-ah, iya ge. Me-mereka boleh ikut belajar bersama, kan? Aku juga ingin mereka masuk universitas dengan nilai ujian bahasa inggris yang bagus. Boleh ya ge" baekhyun memohon dengan nada memelasnya yang manja.

"iya iya, boleh, sayang" jawab kris dengan sedikit mengacak-acak rambut atas baekhyun.

Xiumin dan luhan hanya menatap bosan pada pasangan baru ini, sementara tao dan lay seperti dua orang fangirl saat melihat couple baru di sekolah kyungsoo? Oh, dia tidak ikut hari ini karena ada 'urusan' lain.

"tapi mobilku tidak akan cukup untuk kita berenam, dua orang yang lain ikut dengan mobil suho saja ya?"

"okay, aku dan lay akan ikut mobil suho seonsaengnim" jawab tao, kemudian menghampiri mobil suho yang sudah mulai menyalakan mesinnya.

Ada yang penasaran apa yang dimaksud dengan 'urusan' nya kyungsoo?

Kyungsoo, masih berada di dalam kelasnya. Sebenarnya, ia ingin ikut belajar bersama di rumah kris. Beruntung sekali, ini seperti hadiah yang dari sahabatnya adalah seorang guru bahasa inggris, dan saudara dari kekasihnya seorang guru sangat menguntungkan untuk mendapatkan nilai bagus di ujian masuk perguruan tinggi nantinya.

Tapi sayang sekali, hari ini ia tidak bisa ikut. Kyungsoo memilih untuk tidak ikut karenaia melihat tas kai masih berada di dalam kelas. di palajaran terakhir tadi setelah jam istirahat, kai tidak lagi masuk untuk mengikuti jam pelajaran. Tidak biasanya kai seperti ini.

Akhirnya, kyungsoo memilih untuk mencari kai yang mungkin saja masih berada di lingkungan terus menyusuri lorong dan menengok ke beberapa kelas yang ia lewati, tanganya memegang tasnya juga tas kai.

"hah,,, ke mana lagi aku harus mencari kai?" desahnya kecewa say tak mendapati sosok kai di manapun.

Semuanya sudah ia datangi, mulai dari ruangan-ruangan yang berada di lantai paling atas hingga ruangan paling bawah. Merasa memang kai tidak ada di sekolah, ia memutuskan untuk pulang saja setelah ruangan terakhir yang akan ia datangi.

"tinggal ruangan ini yang belum kudatangi, semoga saja kai ada di sini"

Kyungsoo mulai membuka pintu sebuah ruangan yang lebih luas dari kelasnya. Bola mata kyungsoo perlahan tertutup oleh kelopak mata karena senyuman yang tidak bisa ia tahan saat melihat punggung seseorang yang tengah menari.

Kai memang sedari tadi berada di ruangan dance, mengasingkan diri untuk meluapkan semuanya pada kegemarannya terhadap menari.

Tapi kali ini, ada yang tubuh kai terlihat tidak beraturan, terkadang kyungsso melihat kaki kai hampir selalu tersandung dan beradu dengan kakinya yang satunya.

"KAIII?" jerit kyungsoo

Pria tan itu mulai kehilangan konsentrasi pada gerakannya dan akhirnya tubuhnya terjatuh.

Kenapa rasanya sesakit ini?

"kai, gwaenchana?" kyungsoo yang khawatir segera berlari menghampiri kai dan mengajaknya untuk duduk

Kai hanya menurut saja. Toh, apa yang bisa ia lakukan sekarang? Meski ia dapat melakukannya sendiri, tapi kenyatannya saat ini ia tidak mampu melakukan apapun. Fikirannya terlalu dalam menyelami ingatan-ingatan beberapa jam yang lalu.

"kai, kai, kau baik-baik saja? Ah, a-apa ada yang sakit?" ia bertanya demikian, mengingat ia melihat kai terjatuh dengan kaki tertekuk. Kai, hanya mengangguk sebagai balasan.

"di mana? Kaki mu? Cepat luruskan! Aku akan mengambil minyak oles dulu sebentar" kai tersenyum pahit mendengarnya. Tangan kanannya meremas kaus singlet yang ia pakai, merasakan sesak di bagian dadanya. Itu sakit yang sebenarnya.

"kaiii~ ku bilang luruskan kakimu! Nanti akan semakin bengkak kalau kau lipat begini" kyungsoo yang sudah kembali dengan sebotol minyak oles sedikit kesal karena kai hanya diam saja.

'kai kenapa sih?'

Sebenarnya ini sudah cukup malam bagi pelajar untuk berada di luar yang masih mengenakan seragam sekolah, tapi mau bagaimana lagi?Kyungsoo tidak bisa berjalan lebih harus melangkahkan kakinya pelan-pelan karena harus membawa beban dari tubuh lain.

'hari ini kai aneh sekali, apa dia sakit ya?' kyungsoo menoleh ke samping dan mendapati kai yang tertidur bersandar pada kursi bus.

"astaga, panas sekali tubuhnya" jeritnya.

Sebenarnya ia berniat untuk menyandarkan kepala kai pada bahunya agar tertidur lebih nyaman, tapi telapak tangannya mendapatkan hal yang mengejutkan saat merasakan suhu tubuh kai pada wajahnya.

Pukul sebelas lewat kyungsoo dan kai baru keluar dari bus umum yang kembali memapah kai menuju dalam rumah. Cukup berat memang, apalagi saat ini kesadaran kai semakin menurun karena kai semakin menyurukkan kepalanya pada leher kyungsoo.

Tidak lama setelah kyungsoo yang bersusah payah memencet bel, akhirnya pintu bercat cokelat susu itu terbuka oleh seorang wanita.

"ya Tuhan, Kai anakku kenapa?" jerit ibu kai saat mendapati kai yang dalam kondisi tidak baik sedang dipapah oleh seorang gadis yang berseragam sama dengan anaknya.

Dengan seluruh tenaga yang dimiliki oleh kedua wanita tersebut, mereka membawa kai menuju kamarnya yang berada di lantai pada ranjang, mengompres lalu menyelimutinya. Berharap akan cepat membaik.

"terima kasih, siapa namamu?"

"saya kyungsoo. Teman sekelas kai, ahjumma" jawab kyungsoo lengkap dengan senyum manisnya.

"sekali lagi terima kasih banyak karena sudah mengantar kai sampai rumah. Maaf sudah merepotkanmu"

"tidak apa-apa ahjumma. Kalau begitu, saya pamit pulang dulu"

"chamkka! Kau… pulang sendiri?" ibu kai bertanya agak ragu karena tidak mendapati siapapun yang menjemput kyungsoo.

"ne, aku tidak sempat menelfon umma"

"ah, aku jadi tidak enak hati. Kalau begitu, tunggulah dulu sampai taemin datang, dia yang akan mengantarkanmu pulang"

"ah, tidak perlu ahjumma. Aku bisa pulang sendiri"

"tidak, kau tidak boleh pulang sendiri. Aku khawatir gadis cantik sepertimu berada di luar rumah di jam segini. Lagi pula jam kerja taemin sepertinya sudah habis, ia pasti sudah berada di jalan menuju ke sini"

Dan malam itu terjadilah awal perbincangan hangat antara kyungsoo dengan ibu kai sesekali menghampiri kamar kai untuk mengganti air yang digunakan untuk mengompres.

Secangkir teh hangat telah kyungsoo habiskan bersama nyonya kim hingga akhirnya taemin datang dan ia benar-benar pamit untuk segera pulang ke rumah karena ibunya pun sudah mengkhawatirkan dirinya yang tak kunjung sampai rumah.

.

"kau kenapa? Kenapa wajahmu terlihat aneh sekali hari ini?" tanya gadis berkebangsaan China yang baru saja memotong rambut depannya membentuk seperti poni kuda.

"kai tidak masuk, dia sakit"jawab tao mewakili mulut gadis yang sangat tidak mood untuk berceria dengan siapapun hari ini.

"kenapa tidak menjenguknya saja? Dengan begitu kau akan semakin dekat, iya kan?"

"um. Aku sudah berniat seperti eomma bilang hari ini aku harus menjaga restoran karena dia ada keperluan lain yang penting" akhirnya bibir hati itu bersuara juga, meski tidak semerdu biasanya.

"ah, aku juga tidak bisa. Hari ini jadwalku shopping dengan tao dan juga mama" sela luhan membuat semuanya menatap aneh.

"wae?" tanyanya merasa salah tingkah karena diperhatikan sedemikian rupa oleh keempat sahabatnya.

"hey, ada apa ini?" tegur seorang gadis yang baru saja berkencan dengan kekasihnya, di mana lagi kalau bukan atap gedung sekolah?

"kai sakit, tapi kyungsoo tidak bisa datang karena haru menggantikan ummanya menjaga restoran" jawab xiumin yang menyimpulkan inti permasalahan yang sedang mereka perbinanngkan sedari tadi.

"kai sakit? Kenapa tidak ada yang bilang padaku?" jeritnya

"tai xiumin sudah bilang padamu, pabo" ejek tao

"maksudku, kenapa tidak dari tadi memberitahukan ku?"

"saat bel istirahat berbunyi, kau kan langsung menemui guru tercintamu itu" ejek lay yang memperhatikan baekhyun saat ia terburu-buru keluar kelas, bahkan sebelum hwang seonsaengnim keluar, ia sudah keluar terlebih dahulu.

"hehehe.. aku tidak tega membuatnya lebih lama menunggu. Oh ya, siapa saja yang akan ke rumah kai?"

"kyungsoo tidak bisa. Luhan dan tao juga tidak bisa karena shopping -_-'. Aku sendiri masih harus mengajar les piano sore nanti" lay mengabsen siapa saja yang sudah pasti tidak ikut, termasuk dirinya.

"kalau kau, xiumin-ah?"

"sebenarnya aku diminta untuk menemani eomma menjemput halmeoni dan harabeoji di bandara, karena appa harus lembur malam ini" jawab xiumin.

"jadi hanya aku yang bisa? Baiklah, tidak apa-apa. Aku akan ke rumahnya sepulang sekolah nanti" baekhyun bergumam hampir tidak jelas karena masih terdapat beberapa daging panggang di dalam mulutnya yang masih ia kunyah.

"habiskan dulu yang ada di dalam mulutmu itu, baaekhyun-ah" baekhyun hanya tersenyum manis sekali mendengar perintah dari sahabatnya .

Waktu terus saja berlalu, langit yang menutup bumi pun perlahan mulai kehilangan sinar mentari, awan-awan kini berhiaskan warna jingga menyambut sang senja bersama kicauan burung wallet yang tak letih untuk mengepakkan sayapnya di udara.

Kebosanan kaki-kaki seorang gadis mungil terus saja mengiringi setiap langkahnya perjalanan menuju restoran milik sangat tidak bersemangat untuk pulang, ia ingin ke rumah namja itu juga bersama sahabatnya. Tapi,,,

"eomma memang menyebalkan. Baekhyun sudah sampai rumah kai belum ya?" gumam gadis tersebut yang masih berharap bisa menjenguk kai. Lagi-lagi ia hanya menghela nafas berat.

"kalau begitu, tidak ada yang bisa menghalangiku untuk ke rumah kai baesok" ucapnya tegas dan berjalan lebih cepat dengan sedikit melompat-lompat kecil membayangkan hari esok akan tiba.

Dari hasil rapat tadi siang saat istirahat di sekolah, akhirnya diputuskan bahwa hanya baekhyun yang tidak memiliki jadwal apapun hari ini, sehingga saat ini hanya dirinya seoranglah yang sedang memencet bel pintu rumah kai dan menunggu sang pemilik rumah membukakan pintunya.

"baekkie~~"

"eommeoniiiiim" baekhyun membalas teriakan dari seseorang yang membukakan pintu untuknya dengan teriakan yang tak kalah kerasnya juga.

"aigo… menantu eomma ada apa datang ke sini?" canda wanita tersebut membuat baekhyun hanya mengerucutkan bibirnya yang terlihat menjadi lebih imut.

Ibunya dan ibu kai memang sama-sama aneh, kai juga jadi ikut tertular keanehan tersebut, bersyukur dirinya tidak ikut dalam permainan aneh yang selalu memanggil mertua-menantu itu -_-" siapa sih yang memulai ini semua?.

"baekkie ingin menjenguk kai, eommeonim. Dia di mana?"

"ada di kamarnya. Ini untukku?" jawab sekaligus tanya wanita tersebut saat melihat tangan baekhyun yang membawa sebungket bunga dan juga parcel buah.

"aish.. eommeonim, ini untuk kai. Aku ke kamarnya dulu ya J" dengan segera ia menarik kedua benda yang hendak diambil oleh ibu kai tersebut dan segera berlari menuju kamar kai.

"yak! Aish… padahal ku kira itu untukku" ia menggerutu tidak jelas dan kembali menuju alamnya yang sesungguhnya (read : dapur)

Baekhyun bersyukur karena dapat selamat dari ibunya kai, sepertinya sifat hyperaktifnya sedang tidak kumat.

"ka-iiiii~~~" panggil baekhyun sedikit manja saat sudah membuka pitu kamar kai dan memasukkan sedikit kepalanya.

Ia berjalan menghampiri kai yang terbaring di atas ranjang, terlihat sekali ia sedang tidak baik. Wajahnya terlihat sangat pucat dengan matanya yang kai sedang tidur ya? pikir baekhyun.

"eo? Kau?" hanya itu yang keluar dari mulut kai saat ia membuka matanya

"kau tidak senang aku ke sini?"

"anhi"

"kenapa tadi kau bilang seperti itu? Apa kau pura-pura tidur?" kesal baekhyun karena kai hanya menanggapi keberadaannya dengan tidak senang

"tidak, hanya memejamkan mata"

"kau sakit apa?" sikap baekhyun tiba-tiba berubah lembut. Sebelumnya ia sudah meletakkan buket bunga tersebut di atas meja nakas beserta juga dengan parcel buahnya.

"aish… handuknya sudah dingin. Kenapa masih ada di atas kepalamu?" ucapnya saat memegang handung yang digunakan untuk mengompres dahi kai

"suhu tubuhmu juga tidak terlalu panas, tapi masih sedikit hangat. Apa kepalamu pusing, kai?" tangan baekhyun baru saja mengecek dahi, leher, tangan dan juga pipi membalasnya dengan anggukan kecil, karena memang kepalanya sungguh sangat sakit.

"jadwal minum obatnya jam berapa?"

"jam tujuh"

"masih satu jam lagi" gumam baekhyun setelah melihat jam yang terletak di atas meja nakas. "cha! Angkat sedikit kepalamu!" perlahan baekhyun menaiki ranjang kai menggunakan lututnya. Kai bingung dengan apa yang dimaksud oleh baekhyun, jadi ia tidak meresponnya dan hanya diam.

"aish… itu saja tidak mengerti" merasa kesal, akhirnya baekhyun yang mengankat kepala kai setelah ia berhasil duduk menggantikan bantal yang dibunakan kepala kai untuk teidur sedari tadi.

Kai cukup terkejut dengan perlakuan tersebut memangku kepala kai, dan mulai menggerkkan jemari lentiknya untuk memijat kepal kai yang tadi dibilang sakit. Meski tidak tahu cara memijat dengan benar, setidaknya ini akan mengurangi pusing kepala yang kai rasakan.

Tidak ada perbincangan sedikitpun di kamar hanya terdiam menikmati suasana yang entah mengapa terasa lebih edngan kai yang muali bersemu pipinya, baekhyun menanggapi semua ini dengan perasaan biasa saja. Seperti perasaannya pada pria yang sudah lama ia kenal ini.

"kai-. Aih, romantis sekali jadi ingat saat jaman dulu pacaran dengan appa kai" akhirnya ada juga suara yang memecahkan keheningan sore ini. Sosok yang muncul dari balik pintu dengan membawa sebuah mangkuk dan segelas air putih menggunakan nampan.

"eomma mebawakan bubur untuk kai. Setengah jam lagi waktunya kai minum obat. Agar tidak terlalu kenyang, lebih baik makannya sekarang saja" jelasnya sambil menaruh mangkuk dan gelas tersebut.

"biar baekkie saja yang menyuapinya ya eommeonim"

"ah~ menantuku benar-benar perhatian pada anakku. Baiklah eomma siapkan makan malam dulu ya, nanti setelah kai minum obat, baekkie langsung ke ruang makan saja. Kita makan malam bersama"

"ne, eommeonim"

Baekhyun kembali menidurkan kepala baekhyun di atas bantal, ia pun turun untuk duduk kembali di kursi dekat ranjang. Setelah memastikan kai duduk nyaman bersandar pada kepala ranjang, ia mulai mengambil mangkuk yang tadi di bawa oleh ibu kai. Meniup-niupnya sedikit sendok berisi bubur tersebut.

"ayo buka mulutmu, kai" kai menurutinya

Pria tan tersebut menerima setiap suapan dari tangan baekhyun dengan senang hati. Perlahan hatinya yang tadi menolak kedatangan baekhyun, mulai menguar bergantikan perasaan suci kai yang seperti kai yang sebenarnya.

Mereka telah selesai dengan bubur yang hanya habis setengah dan juga habis dengan obat dari dokter untuk kai, dan sekarang ia sudah mulai merasakan hawa-hawa aneh yang memaksa matanya untuk tidak terjaga.

"baekhyun-ah, pangku aku seperti tadi lagi!" pinta kai

Baekhyun melihat ke arah masih memakai rok sekolah yang terbilang 'mini'. Matanya seketika membulat.

"KAU INGIN MENGINTIP?" jeritnya tak percaya. Kalau saja ia tidak ingat kai sedang sakit, ia sudah melemparinya dengan bantal-bantal besar itu.

"aish. hanya pula, rokmu itu masih kurang pendek untuk membuatku bisa mengintip" entah mengapa rasa kesal baekhyun bercampur dengan rasa gugup.

'kenapa kai berbicara seperti itu di depan wanita?' batinnya

"kepalamu masih pusing?" tanya baekhyun heran

"tidak, obatnya sudah mulai bekerja dan aku ingin tidur" baekhyun tersenyum mendengarnya. Kainya sudah kembali manja.

Berbeda seperti tadi, baekhyun hanya duduk di tepi ranjang dengan kaki memangku kepala kai yang tidur dalam keadaan terlentang, sementara kai ngambil tangan kanan baekhyun yang tadi berada di sekitar bahunya, menggenggamnya lembut.

"ini seperti sepuluh tahun yang lalu. Aku ingat betul saat kau memintaku untuk memangkumu tertidur, kau sampai rela menjatuhkan diri agar aku merasa iba dan mau menemanimu tertidur dengan memangkumu seperti ini" baekhyun terkekeh membayangkan masa kecilnya bersama kai saat rumah mereka masih bersebalahan, dulu.

"tidak, coba kau usap sedikit rambutku" baekhyun menurut dan mulai memainkan sedikit rambut tebal milik kai.

"ini baru sama seperti sepuluh tahun yang lalu. Aku tidur di pangkuanmu, kau mengusap rambutku dan aku memegang tanganmu" baekhyun tersenyum ternyata lebih ingat dari dirinya.

Malam ini baekhyun memutuskan untuk menginap di rumah sudah menelefon pada ibunya untuk tidak pulang karena sedang berada di rumah kai, lagi pula besok hari libur. Ia masih rindu untuk berlama-lama dengan keluarga keduanya.

Setelah makan malam bersama, baekhyun, ibu kai dan juga taemin berkumpul di ruang tamu untuk mereka menggosipi atau berkomentar aneh mengenai drama yang sedang mereka tonton.

"kai? Kau sudah bangun?" tanya taemin yang menyadari kehadiran kai yang baru saja keluar dari persembunyian kamarnya.

"baekhyun? Kau masih di sini?" taemin mendengus kai, selalu mengabaikan apapun jika sudah fokus pada satu hal. Dan saat ini ia lebih terfokus pada baekhyun, mungkin juga ia keluar dari kamarnya hanya untuk melihat baekhyun masih ada di sini atau sudah pulang.

"baekkie kita ini menginap di sini, sayang. Dia masih ingin bersama dengan eomma" baekhyun menerima dengan hembusan nafas saat ucapannya sudah di sela terlebih dahulu oleh wanita yang masih memegang benang rajutan.

"kan yang sakit aku, bukan eomma"

"tapi memang baekhyun menginap karena eomma, kai" taemin semakin memanas-manasi hati kai.

"aish, kalian menyebalkan" kesal tidak ada yang berpihak padanya, kai memilih untuk kembali ke kamarnya yang diiringi dengan suara apintu yang ia tutup dengan keras.

Melihat hal tersebut, Baekhyun beranjak dari duduknya untuk ke kamar kai untuk membujuknya. Menyebalkan sekali, yang membuat kai kesal kan ibunya dan juga taemin, tapi pada akhirnya ia yang membujuk pria tersebut.

"kai" panggilnya, merasa tidak ada jawaban, ia berani untuk masuk ke dalam kamar kai dan langsung disuguhi oleh punggung kai.

"kai, kau marah?" baekhyun menghela nafas kasar, sepertinya kai benar-benar marah.

"kai, maaf. Aku juga menginap di sini karena masih ingin mengurusmu sampai sembuh" berhasil, kai membalikkan tubuhnya dan langsung berhadapan dengan tubuh baekhyun yang duduk di kursi dekat ranjang.

"tapi aku juga ingin lebih lama lagi bersama eommeonim" lanjutnya mambuat kai mengerucutkan bibirnya kesal.

"hahaha, kau lucu sekali kai. Aku memang menginap karena kau, eommeonim dan juga taemin oppa"

Malam itu berakhir dengan taburan bunga-bungan di hati kai, ia tidak menyangka kalau baekhyun ke rumahnya dan bahkan sampai menginap segala. Apakah ia harus menyatakan perasaannya pada baekhyun besok? Bagaimana jika baekhyun menolak? Tapi siapa tahu juga kan baekhyun akan menerimanya?, terlebih lagi, baekhyun kan lebih mengenal dirinya dari pada mengenal pria tiang listrik itu.

Biarkan sajalah hati kai yang menimbang-nimbang perasaannya untuk baekhyun. Biarkan saja angin malam di luar sana membawa perasaan ragunya. Abaikan semuanya, hanya terfokuskan pada harumnya aroma kebahagiaan hari ini. Sepertinya besok ia akan benar-benar sembuh. Berterima kasihlah pada baekhyunmu itu, kai.

.

Kicauan pagi sudah tiba, menyingkapkan selimut kemalasan seorang pria berkulit tan yang baru saja keluar dari kamar mandinya.

Setelah dirasa cukup untuk berurusan dengan wangi tubuhnya di kamar mandi, ia memilih pakaian yang akan ia pakai hari ini.

Kini kai sudah rapih dan wangi. Yang selanjutnya harus ia kerjakan adalah merapihkan kasur dan segera ke ruang makan untuk makan bersama baekhyunnya. Ah, betapa senangnya…

Tapi belum selesai dengan kesenangan yang sedang ia fikirkan, ia kembali memutar otaknya.

"kalau aku sudah sembuh, baekhyun pasti akan segera pulang pagi ini juga" ia mulai bermonolog pada diri sendiri.

Keputusannya sudah bulat, ia memutuskan untuk kembali berbaring ke tempat tidurnya dan sedikit mengacak-acak rambutnya yang tadi sudah rapih. Bahkan bajunya yang sudah terkena semprotan minyak wangipun ia ganti dengan kaus lain. Dan ia juga mengenakan celana training selutut menggantikan jeans yang telah ia pakai tadi.

"kai?" akhirnya gadis yang dinantikan oleh kai datang juga.

Ia masuk ke daam kamar kai dengan membawa sarapan pagi untuk kai dan juga beberapa obat yang harus kai minum setelahnya.

"kau masih tidak enak badan?" tanya baekhyun. Kai mengangguk cepat sebagai jawaban.

"tubuhmu dingin dan… harum." Gumamnya saat menyentuh dahi dan tangan kai. "KAU HABIS MANDI?" baekhyun berteriak pada kalimat yang di capslock

"n-ne. mianhae, aku lupa kalau habis sakit. Lagi pula tubuhku sudah lengket karena kemarin tidak mandi" jelas kai.

"aiissshh. Jinjjaaaa kalau belum sembuh benar, kenapa mandi?Bagaimana kalau demam lagi? Ck, PERCUMA SAJA AKU MERAWATMU SEJAK KEMARIN"

Selesai dengan acara mengomeli kai, baekhyun pergi begitu saja dari kamar kai dengan membanting kera pintu kamar kesal karena usahanya merawati kai seolah diabaikan oleh kai sendiri.

Sementara itu, kai tidak menduga kalau keadaannya akan seperti ini. Ia benar-benar merasa bersalah. Akhirnya, Kai pun segera menyusul baekhyun dan mencari keberadaan gadis tersebut.

Kakinya sudah berkeliling rumahnya, tapi ia tidak mendapati siapapun. Bahkan ibu dan juga kakaknya tidak ada di rumah.

Samar-samar matanya menangkap sebuah bayangan di balik sofa yang cukup berfikir pasti ada seseorang yang bersembunyi di sana. Dan benar saja, ternyata orang yang sedang ia cari lah yang sedang duduk meringkuk dengan bahu bergetar.

"baekhyun-ah, mianhae" ia mendekati sosok tersebut, mencoba mensejajarkan tubuhnya dengan ikut duduk di samping baekhyun. Sementara baekhyun tetap tidak bergeming.

"baekkie~~ ku mohon maafkan aku, aku tidak akan mengulanginya lagi. Aku berjanji" mendengar hal tersebut, baekhyun membernaikan diri untuk mengangkat wajahnya.

"benarkah?" tanya baekhyun dengan suaranya yang serak

"ne"

"kau berjanji?"

"iya aku berjanji. Aku akan menuruti kemauanmu. Aku tidak akan membantah lagi" jawab kai dengan suaranya yang lembut.

Gadis tersbeut tersenyum senang dan segera menghambur ke dalam pelukan menumpahkan seluruh air matanya dalam pelukan kai.

"kau bodoh kai. Kau membuatku khawatir dan itu membuatku ulangi lagi" ucap baekhyun meluapkan amarahnya pagi ini sambil memukul pelan bahu kai.

'ya, aku bodoh. Aku memang untuk selalu mengharapkan gadis bernama byun baekhyun' kai mengusuk rambut-rambut baekhyun.

Mereka berdua melepaskan pelukan itu kemudian saling berpandangan cukup lama. Baekhyun begitu menyayangi kai, sampai kapanpun tidak akan pernah berubah perasaannya. Rasa sayangnya pada kai benar-benar banyak.

Entah bagaimana caranya, kedua bibir itu sudah saling yang memulainya. Memberikan sentuhan lembut pada kedua pipi baekhyun hingga gadis tersebut tidak mengerti harus berbuat apa. Seperti kehilangan begitu membawanya jauh dari alam sadarnya saat ini.

Tidak hampir satu menit kai menikmati bibir cherry milik baekhyun, gadis yang berada di hadapannya itu sudah mendorong kasar tubuh kai hingga ia hampir terjungkal ke belakang.

"kai? A-apa yang kau lakukan?" ia terkejut.

Tanpa berpikir panjang, baekhyun segera pergi dari rumah dipenuhi oleh perasaan kalut. Di sepanjang jalan pun ia selalu mengumpat 'kenapa ia tidak menolak kai?'.

Air matanya mengalir dengan teringat kris di sana. Ia merasa telah mengkhianati kris dengan berciuman dengan orang lain.

'kenapa rasanya berbeda?' sepasang tangannya yang dari tadi memegangi bibirnya, beralih untuk merasakan denyutan jantung yang berdetak tak beratur.

'perasaan apa ini?'

.

Sepasang kaki kecil lain berlari dari rumah keluarga kim yang untuk kedua kalinya ia datangi setelah hari pertamanya mengantarkan si bungsu karena sakit.

Ia tidak menyangka kalau niat awalnya untuk bertemu dengan seseorang yang spesial akan berakhir dengan ribuan batu yang terasa menghujam bagian jantungnya saat melihat orang tersebut tengah bercumbu dengan seseorang yang sangat ia kenal betul siapa dia. Rasanya sulit sekali bernafas.

Ribuan langkah kakinya ia sakiti. Menendang apapun yang menghalanginya untuk pergi jauh dari tempat sampai-sampai tubuhnya harus menahan luka karena terus terjatuh akibat kakinya yang terasa semakin lelah dan lemah.

"penghianat"

.

Suasana riuh seperti biasanya terdengar di sebuah ruangan yang selalu ramai di jam-jam para penghuni kelaparan. Beberapa stand makanan ringan terlihat banyak antrean para murid yang menunggu untuk membeli sesuatu sebagai pemenuhan hasrat dari perutnya yang kelaparan.

Di sebuah meja panjang yang terletak di paling ujung hanya terlihat empat orang siswi yang sedang menghabiskan waktu mereka. Ada yang memakan makanan yang ia pesan dan ada yang sekedar membaca komik.

Dua orang yang sedari tadi mereka tunggu akhirnya datang agak sedikit berbeda, salah satu diantara mereka berdua sedikit menunjukkan aura wajah yang aneh, membuat seluruh isi kantin seperti mendapatkan aura-aura hitam.

"hey, ayo duduk" tegur luhan yang sudah selesai dengan komik yang ia baca dari tadi.

Xiumin yang sedari tadi berdiri dan melihat dengan berbinar piring-piring tao dan lay berisikan makanan, segera duduk diantara keduanya.

"aku tidak mau kalau harus satu meja dengan….. 'penghianat'" kelima gadis tersebut menatap kyungsoo dengan wajah bingung. Mereka belum terlalu tuli untuk mendengar kata 'penghianat' dari mulut kyungsoo.

"apa maksudmu? Siapa yang kau bilang penghianat?" tanya lay

Tanpa sengaja mata kyungsoo beradu dengan tatapan baekhyun yang sama sekali tidak mengerti arah bicara kyungsoo. Gadis tersebut menatapnya dengan penuh kekesalan dan harapan yang seperti dihancurkan menggunakan pisau yang tajam.

Sontak, keempat pasang mata sahabatnya yang lainya itu menatap baekhyun. Karena setelah pertanyaan dari lay tersebut, kyungsoo tak mengeluarkan sepatah katapun. Tapi, ia yakin dibalik tatapannya terhadap baekhyun yang begitu dalam menyiratkan sebuah jawaban kalau yang dimaksud dengan penghianat itu ada hubungannya dengan baekhyun.

"tidak mungkin baekhyun, kan?" tanya tao meyakinkan dirinya dan ketiga temannya yang lain termasuk juga baekhyun. Karena memang ia tidak merasa bersalah, apalagi dengan 'penghianat'. Ia tidak sama sekali menghianati kyungsoo dalam hal apapun.

"tanyakan saja langsung pada orangnya" jawab kyungsoo dengan senyuman meremehkan

"maksudmu apa? Aku tidak mengerti, kyungsoo" baekhyun akhirnya buka suara dan bangkit dari duduknya untuk mendekat ke arah kyungsoo.

"memang. Penghianat tidak akan mengerti. Ia tidak akan pernah mengerti bagaimana rasa sakitnya dihianati. Terlebih sahabatnya sendiri"

"kyungsoo. Bicaralah yang semuanya dari awal agar kami mengerti. Kalau kau seperti ini, kami akan kebingungan" luhanpun ikut bangkit dan berdiri disamping baekhyun

"tanyakan pada orang yang berdiri dihadapanku ini. Apa yang ia lakukan bersama kai di rumahnya kemarin" baekhyun mengerutkan alisnya.

Maksud dari perkataan kyungsoo barusan itu, apakah berarti yang disebut oleh kyungsoo sebagai penghianat adalah dirinya?.

Gadis bermarga byun itu mengingat kembali apa yang terjadi kemarin bersama sahabatnya, kai. Luhan, lay, tao dan xiumin menantikan baekhyun mengatakan sesuatu yang setidaknya akan membuat semua ini tidak terasa membingungkan.

Kedua mata sipit baekhyun membulat sempurna saat mengingat bagian dimana kai menciumnya siang itu. Dan ia berharap bahwa bukan itu yang kyungsoo maksud. Kalaupun iya, berarti kemarin itu kyungsoo juga ada di sana dan melihat kai menciumnya.

"kau sudah ingat? Bagaimana?Senang bisa menghianati sahabatmu sendiri?"

"tidak. Bukan tidak bermaksud salah , kai dan ciuman itu, semuanya tidak ada , kyungsoo!" baekhyun mencoba memberikan penjelasan pada semuanya, terlebih lagi kyungsoo.

"baekhyun?" semuanya terkejut mendengar pengakuan baekhyun yang mengatakan bahwa ia berciuman dengan kai.

"ya. aku memang salah faham. Aku salah faham untuk mengartikan kedekatan kalian berdua" gadis tersebut membalikan tubuhnya dan meninggalkan kantin juga kelima sahabat lainnya.

'aku tidak tahu, baekhyun-ah. Aku tidak tahu kebenaran sedang berada di mana sekarang. Tapi hatiku masih terasa sakit karena kemarin' wajahnya berubah menjadi wajah kyungsoo yang penuh kehangatan seperti semula setelah ia berhasil pergi dari tempat tersebut.

Sejak saat itu, tidak ada lagi acara berkumpul bersama dengan anggota yang lengkap. Pasalnya kyungsoo selalu datang terakhir dan jika ia melihat baekhyun sedang bersama yang lainnya, ia memilih untuk pergi dan tidak ikut bergabung.

Baekhyun tidak mengerti dengan semua yang yang menimpa dirinya dengan menjadi campur aduk.

kejadian baekhyun berciuman dengan kai, baekhyun jadi menghindar dari kai. Mungin belum ada sebab yang pasti, tapi ia tidak bisa bertemu dengan pria it untuk sat ini. Hal inilah yang membuatnya tidak pernah datang les lagi ke apartemen kris, bahkan hari kencannya yang dijanjikan kris sebagai hadiah karena ia mendapatkan nilai baguspun ia batalkan.

Ia takut untuk bertemu dengan kekasihnya tersebut. Ia takut kalau kris tahu tentang ciumannya dengan kai.

Kemudian kyungsoo juga menjauhinya dan mengatakan bahwa baekhyun adalah penghianat. Seandainya kai tidak menciumnya, seandainya ia tidak bersembunyi dari kai, seandainya ia tidak menginap di rumah kai, atau bahkan senadainya jika ia tidak datang menjenguk sahabatnya tersebut. Pasti semuanya tidak akan berakhir begini. Ia merasa benar-benar seperti seorang penghianat. Menghianati kekasih dan juga sahabatnya.

Selain hubungan antara baekhyun-kai dan juga baekhyun-kyungsoo yang antara kai dengan kyungsoo juga tidak sedekat tidak lagi mencari perhatian lebih dari kai. Ia merasa bahwa usahanya akan sia-sia saja jika melakukan itu terus menerus,sementara dirinya sudah tahu kalau kai mencintai gadis lain.

"kyung" baekhyun mencoba mencegah kyungsoo agar tidak pulang lebih dulu, namun ia diabaikan.

Berulang kali baekhyun meminta maaf kepada kyungsoo, tapi gadis penyuka pororo tersebut tidak baekhyun memohon sambil bersimpuh dihadapannya, ia tetap tidak bicara dan lebih memilih untuk mneinggalkan baekhyun.

'kyungsoo… ku mohon jangan seperti ini. Aku memang salah'

.

Lagi-lagi hari ini baekhyun harus pulang sendiri. Langkah kakinya hanya ditemani oleh ebatuan kecil yang terkadang ia tending. Cukup menghibur.

Sorotan lampu jalanan sudah terlalu terang malam ini untuk menemaninya pulang.

'aku rindu bermain bersama kyungsoo' tangannya menyentuh wallpaper ponsel yang terdapat fotonya bersama luhan, tao, xiumin, lay dan tentunya kyungsoo. Itu adalah foto pertama mereka ketika mereka baru saling mengenal.

Tidak lama kemudian ponsel yang dari tadi ia pandangi berdering. Ada panggilan masuk dari… kai?

Bukannya mengangkat telefon dari kai, ia justru mematikannya. Dan ia melakukannya berulang kali. Ia tidak sedang marah pada kai. Hanya saja ia masih tidak mau jika kembali mendengar suara kai. Ia tidak mau ada sesuatu dibalik perasaan sayangnya pada kai selama ini.

'Kenapa kau belum pulang? Ibumu mencarimu sampai ke rumahku, dia sangat takut kau kenapa-kenapa. Katakan kau di mana! Aku akan ke sana.'

Itu isi pesan dari kai yang masuk setelah tidak lama ia tidak mengangkat telfon dari kai terus-menerus. Tapi apan pedulinya?Baekhyun tidak membalas pesan itu juga.

'Baekhyun, aku tahu kau membaca pesanku. Jadi, ku mohon beri tahu aku di mana kau sekarang.'

Pesan kedua dari kai tidak ia balas juga. Baekhyun kembali berjalan meski begitu lambat terlihat.

'Entah hanya perasaanku saja atau tidak, aku melihat ketakutan yang jelas pada raut wajah ibumu. Hati ibumu seperti merasakan ada sesuatu yang akan terjadi padamu, dan perasaanku pun begitu tidak nyaman saati ini. Ku mohon baekhyun, jangan buat semuanya menyesal. Beri tahu di mana kau sekarang! Aku akan ke sana untuk menjemputmu.'

Isi pesan yang terakhir cukup yang membacanya seperti mendapatkan rasa yang kai salurkan lewat isi pesan tersebut.

Tangan kecilnya mengetik sesuatu pada layar sentuh ponselnya tersebut. 'aku baru saja melewati kedai kopi dekat restoran ramyeon'

Waktu dalam detik terus ini begitu cepat. namun, kai masih terus berlari, bahkan semakin menambah kecepatan larinya untuk menemui baekhyun. Mesipun nafasnya tersenggal, tapi kaki-kai panjangnya dengan keras masih terus melewati jalan demi jalan.

Kompleks, toko, dan harus melewati itu semua untuk sampai pada halte pemberhentian bus. Fikirannya begitu dipenuhi oleh baekhyun. Bahkan di sepanjang nafasnya yang mengiringi langkahnya berlari, ia selalu mengatakan bahwa apapun hal buruk yang terjadi, jangan baekhyun yang mengalaminya, jika harus dirinya sebagai pengganti, kai akan merelakannya, asalkan baekhyun selamat.

Ada sepasang kaki yang berhenti tepat di hadapan baekhyun. Tubuh pria di depannya merunduk, sepertinya ia begitu kelelahan. Nafasnya yang tersenggal begitu terdengar dengan jelas, tubuhnya naik turun agar nafasnya kembali teratur.

"kai?"

Baekhyun karena mengatahui bahwa pria di depannya adalah kai, tapi karena melihat wajah kai saat dengan luka.

"kai, kau kenapa? Apa yang terjadi?" ia tidak menjawab. Kai hanya tersenyum saat mendapati bahwa baekhyunnya baik-baik saja.

"kau baik-baik saja?" tanya kai.

Tubuh baekhyun tidak dapat menahan semuanya. Baekhyun memeluk tubuh kai dengan erat.

"kai maaf" gumam baekhyun. Air matanya kembali menetes.

Sendainya ia tidak memberi tahu kai tentang keberadaannya tadi, mungkin yang akan terkena pukul oleh orang-orang yang sering mabuk di lorong dekat toko pizza itu bukan kai. Pasti dirinya.

Kenapa kai melakukan ini semua?Kenapa kai begitu peduli?Seharusnya bukan kai yang babak belur seperti dirinya.

"kita pulang?"

"ne. tapi kita lewat jalan lain saja"

"memangnnya kau tidak lelah? Hanya jalan tadi yang ku lalui yang cepat untuk sampai ke rumah mu"

"ani. Biar takut kalau orang-orang itu maish ada"

"aku akan melindungimu. Tenang saja"

"tidak kai. Aku lebih memilih lelah dari pada harus melihatmu lebih buruk dari ini"

Kai berhasil menjemput baekhyun, dan berhasil juga membawanya dengan selamat sampai ke rumahnya.

Lorong dekat toko pizza yang biasanya digunakan baekhyun dan kai pulang memang aman, selain itu juga lebih cepat untuk sampai ke rumah. Tapi akan begitu sangat buruk saat malam hari. Para pemabuk berat sering mengganggu orang yang hanya meminta uang, tapi tidak jarang juga sampai kena hantam oleh mereka.

Karena ibu baekhyun terlalu khawatir dengan keadaan anaknya, ia sampai mendatangi rumah kai untuk meminta agar kai mencari baekhyun. Seharusnya, ia meminta hal tersebut pada kris, karena memang pria tersebut adalah kekasih anaknya. Tapi, meminta tolong pada kai juga tidak masalah, kan?.

Semuanya senang ketika pintu rumah kai terbuka dan menampilkan kai dan juga baekhyun di sana. Tapi tiga orang di sana –ibu kai, taemin dan ibu baekhyun, juga terkejut saat mendapati wajah kai yang penuh luka dan juga darah.

"kai kenapa?" tanya ibu baekhyun.

"eomma. Kita menginap di sini, ya?aku ingin mengobati luka di wajah kai. Ini semua karna dia menjemputku"

"apakah bapak-bapak tua yang sering mencari masalah di lorong itu?" tanya taemin. Ia juga sudah hapal betul mengenai kebiasaan para pemabuk itu.

Baekhyun menarik tangan kai agar mengikutinya menuju kamar pria tersebut. Semuanya bernafas lega karena kai dan baekhyun sudah kembali, meskipun dengan keadaan wajah kai yang tidak tampan lagi untuk malam ini. Kkkk~

"kau tidak ganti baju dulu?" tanya kai saat melihat baekhyun sudah berada di hadapannya dengan membawa sebuah mangkuk bersikan air dan juga handuk kecil. Keduanya duduk di atas karpet tidak jauh dari kasur.

"anhi"

"nanti kulitmu gatal"

"biarkan saja. pejamkan matamu!" perintah baekhyun. Ia akan memulai pengobatannya pada kai.

"aku bisa sendiri. Lebih baik kau ganti baju dulu" kata kai masih dengan memejamkan matanya.

"cerewet sekali" baekhyun masih tetap pada aktifitasnya membersihkan wajah kai hingga tidak ada lagi darah ataupun debu yang melekat di wajah tampan tersebut.

Gadis tersebut membuka botol antiseptik dan menuangkannya sedikit pada kapas putih yang ia pegang.

"tahan sedikit"

"um"

Sesekali kai meringis kecil saat cairan antiseptik yang baekhyun oleskan tersebut sampai pada lukanya di dahi yang terlihat sedikit lebih parah.

"aku melihat ada yang berbeda dengan kau dan teman-temanmu yang lain" kai mencoba membuka pembicaraan kembali.

"maksudmu?"

"kau dan… kyungsoo" baekhyun yang dari tadi sedang fokus mengolesi luka baret pada bagian rahang bawah kai, tiba-tiba berhenti saat mendengar kai menyebut nama kyungsoo.

Kai tidak mendengar jawaban apapun dari gadis penyuka strawberry tersebut. Hanya helaan nafas yang cukup berat saat ia mulai membahas mengenai kyungsoo. Memangnya ada apa? Kai sendiri juga memang benar kalau dia tidak mengetahui permasalahan baekhyun dan hanya merasa kedua orang tersebut sedikit berjauhan.

"kyungsoo melihat kita berciuman waktu itu" gumamnya yang masih cukup terdengar oleh kai.

"lalu?" baekhyun kembali memandang wajah kai. Entah kenapa perasaan ketika kai menciumnya waktu itu kembali perlahan mulai terasa berdetak lebih cepat.

"hhhh… kau ini tidak peka sekali, kai. Kyungsoo suka padamu" akhirnya ia tidak bisa menyembunyikan ini lebih lama lagi dari kai. Walau bagaimanapun, kai pasti suatu saat nanti akan tau tentang perasaan kyungsoo padanya. Dan inilah saatnya, langsung dari mulut yang kai sukai.

'kau juga tidak peka dengan perasaanku'

"boleh aku minta tolong padamu?" tanya baekhyun. "tolong katakan sesuatu pada kyungsoo bahwa ciuman kita waktu itu tidak atas dasar cinta".

"tapi aku melakukannya karena aku mencintaimu"

Kedua pasang mata itu kembali saling suasana hati yang semakin tak menentu.

"tapi aku masih punya kris gege. Dia kekasihku" jelas baekhyun.

'dan aku tidak ingin berhianat darinya' lanjutnya dalam hati. Sekeras mungkin ia menghindari perasaan yang entah bagaimana bisa tiba-tiba datang, saat ini.

"aku tidak peduli" ucap pria tersebut dengan cepat.

"kai. Dengarkan aku!" tangan baekhyun yang membingkai wajah kai, semakin membuat keduanya tidak bisa menghindari tatapan masih-masing.

"aku sudah berpacaran dengan kris gege, dan aku sangat mencintainya. Cobalah mencari cinta yang lain, kai" kai masih terus memperhatikan wajah sahabatnya yang begitu dekat. "di sana masih ada kyungsoo yang menunggumu. Datangi dia! Cobalah untuk mendapatkan cinta sejati dari hatinya"

Baekhyun tidak perasaannya seperti ingin menolak untuk berucap demikian. Rasanya ia ingin lebih possessive terhadap sahabatnya. Ia akan sulit untuk menerima kenyataan nanti kalau kai benar-benar menjauh dan lebih jauh darinya.

"aku sangat ingin hubungan persahabatan kami seperti dulu, kai"

Kai tidak menjawab apapun dari terus sendiri bingung harus berkata apa, karena otaknya saja masih mencerna maksud dari semua ucapan baekhyun. Apakah baekhyun melakukan ini karena benar-benar ingin hubungannya dengan kyungsoo kembali baik, atau karena baekhyun merasa terganggu dengan hadirnya dia sebagai cinta yang lain dalam hidup baekhyun.

.

Kai berjalan dari arah kantin menuju tempat seorang gadis yang tengah duduk di depan kelas.

"igeo" tangannya memberikan sebuah minuman kaleng pada gadis tersebut.

"gomawo"

Ia duduk di sebelahnya. Sepertinya gadis tersebut tidak menghiraukan kehadirannya, terlihat dari dia yang terus saja melihat ke arah para murid yang sedang bermain sepak bola.

"bisa kita berbicara?"

"um. Bicaralah!"

Suasana seketika hening. Kai sendiri masih berfikir kata-kata apa yang akan ia keluarkan untuk memulai obrolannya dengan kyungsoo.

Kai yang masih diam, melihat seseorang yang begitu tidak ia sukai sedang berjalan ke arahnya. Tapi kali ini berbeda, dari raut wajahnya terlihat seperti penuh dengan goresan amarah. Selain itu, ia juga melihat orang lain di balik punggung pria tersebut dengan sedikit berlari.

"gegeeeee berhenti!" teriak gadis yang berlari. Baekhyun.

BUAGHHHHHH

kai yang terlalu fokus memandangi baekhyun, tidak sadar kalau ternyata pria tersebut sudah berada di hadapannya dan meninjukan pukulannya ke arah wajahnya.

kai yang tengah duduk di kursi kayu langsung terjatuh karena pukulan keras dari kris. Ini sangat sakit, mengenai tulang pipinya.

"ge. Hentikan! Biar ku jelaskan semuanya!"

Namun apa yang terjadi? Kris tetap saja mengincar wajah dan tubuh kai untuk bisa ia pukuli. Amarahnya begitu meledak saat mengetahui bahwa pria tan yang masih terseungkur di hadapannya telah dengan beraninya mencium baekhyunnya. Ia bahkan tidak mengizinkan lalat menyentuhnya, lalu ini?

"kyungsooooo~~ kau bawa kai pergi dari sini!" teriak baekhyun. Kyungsoo menurutinya, ia segera membawa pergi kai menjauh dari kris.

"lepas! Lepaskan aku baekhyun!" dengan sekali hentakan, kris berhasil lepas dari cengkraman tangan baekhyun yang menahannya.

Baekhyun tau, sekuat apapun ia menahan tubuh kris, ia akan jauh lebih lemah dari kuatnya tubuh kris untuk melepaskan diri. Tubuhnya terdorong karena tangan kris yang menarik dengan kuat hingga cengkramannya terlepas dan membuatnya tidak bisa menyeimbangkan tubuhnya.

Tanpa baekhyun duga, kris pergi begitu saja meninggalkannya dengan keadaan yang seperti bukan hanya hatinya baekhyun saja yang menangis, tapi matanya juga ikut menangis.

.

Baekhyun baru saja dari kantin setelah menemui sahabat-sahabatnya yang lagi-lagi tanpa kehadiran kyungsoo diantara berjalan melewati beberapa ruang kelas, hingga pada sebuah ruang kelas bertuliskan "Class 3B".

Matanya menangkap sosok yang begitu ia rindukan kehadirannya, yang sangat ia ingin peluk dan cubit kedua pipi tebalnya. Gadis tersebut tengah bermain dengan ponsel pintar dengan kedua telinga yang tersumbat oleh headset.

"kyungsoo-ya. bogosipeo" gumamnya

Setelah menghabiskan hampir 12 jam lebih di sekolah, seluruh murid berhamburan untuk segera pulang ke rumah atau pergi lagi ke tempat les.

Hal yang sama tentunya terjadi pada baekhyun. Ia memilih untuk pulang lebih dulu tanpa menunggo lay dan luhan yang masih mengemasi peralatan sekolahnya.

Lagi-lagi seperti ini. Berjalan melewati berbagai objek yang tidak menarik untuk ia lirik sekalipun. Matanya menatap kosong ke arah jalanan. Hingga beberapa kali ia hampir tersandung dan diklakson oleh mobil karena berjalan tanpa peduli kalau ada mobil yang akan lewat. Beruntung si pengemudi langsung menginjak gas.

Sesekali ia menunduk tanda meminta maaf terhadap orang yang berada di dalam mobil. Namun kemudian ia berjalan lagi dan hal seperti itu terjadi lagi.

Sebenarnya, lampu untuk pejalan kaki, lima detik lagi akan menjadi merah dan seharusnya, bagi yang ingin menyebrang, lebih baik menundanya dan menunggu hingga lampu tersebut kembali hijau.

Tapi tidak untuk baekhyun, kedua pasang matanya hanya melihat kalau lampu tersebut berwarna hijau, tidak melihat berapa detik lagi lampu hijau tersebut akan bertahan.

Akibatnya sebuah mobil yang melaju cukup kencang hampir saja menabraknya, membuat seluruh orang berteriak mobil tersebut tidak menghentikan mobilnya. Tapi beruntung ada orang lain di sana. Ia menarik tubuh baekhyun yang begitu ringan ke dalam pelukannya untuk menghindar dari mobil yang hampir menabraknya tersebut.

'pelukan ini begitu hangat'

Gadis tersebut tidak bergerak tetap berada dalam pelukan penyelamatnya. Perlahan air matanya mulai mengalir membasahi pipinya dan juga bahu si merasa nyaman dengan plukan ini. Ia juga merindukan pelukan ini.

"kris gege… hiks…" entah apa yang membuatnya memanggil nama kris. Tapi baekhyun merasa bahwa ada kehadiran kekasihnya di rindu kris.

"sssst… aku di sini. kita pulang, ya?" baekhyun mengangguk sebagai jawaban.

Sepanjang perjalanan pulang tadi, tidak terjadi percakapan apapun antara kris dan juga baekhyun karena memang gadis tersebut tertidur dengan sangat lelap hingga kris menunda niatnya untuk menanyakan mengenai ciuman antara kekasihnya tersebut dengan kai.

Ia membawa tubuh terlelap baekhyun ke apartemennya. Karena beberapa saat yang lalu eomma baekhyun menelfon ke ponsel baekhyun yang kris angkat dan mengatakan bahwa ia sedang tidak ada rumah dan baekhyun tidak membawa kunci rumah.

Ia merebahkan tubuh kecil tersebut yang sedikit mengeliat karena terganggu tidurnya akibat gendongan kris sepanjang perjalanan menuju ruangan apartemennya tersebut.

Di ruangan tersebut hanya ada dirinya dan dan suho sengaja meliburkan les pada hari ini karena keadaan mood kris sedang tidak baik.

.

Suho sendiri saat ini tengah disibukkan mencari-cari kyungsoo yang tidak ia temui di sekitar sekolahan. Padahal sedari bel pulang sekolah berbunyi, ia sudah berada di dalam mobilnya yang terparkir tak jauh dari pintu keluar namun, hingga saat ini tidak ada satupun tubuh yang ia kenali sebagai sosok kyungsoo melewati gerbang tersebut.

Tidak mungkin jika kyungsoo pulang lebih dulu. Seingatnya tadi ia masih melihat kyungsoo mengikuti mata pelajaran terakhir. Dan sekolah ini juga hanya memiliki satu pintu gerbang. Tidak mungkin juga kan kalau kyungsoo pulang sekolah dengan memanjat gerbang belakang sekolah yang begitu tinggi.

Enggan untuk terus menunggu, akhirnya suho memilih untuk mencari kyungsoo dengan kedua dan matanya menyelidik ke setiap penjuru kelas yang cahayanya sudah berganti dengan lampu-lampu putih.

"belum pulang?" suho bernafas lega dan segera duduk di samping gadis yang sedari tadi ia cari.

Ia berhasil menemukan kyungsoo di taman sekolah yang dekat dengan kolam jernih berisi beberapa ikan di sana. Terlihat kyungsoo yang sedang memberinya makan dan bermain-main sedikit dengan ikan-ikan tersebut.

"belum. Oppa juga belum pulang?" jawabnya lembut

"belum. Aku bosan kalau harus ke ku temani di sini?Sepertinya kau juga sedang bosan" kyungsoo hanya memberikan satu anggukan.

"kau suka dengan ikan?" tanya suho saat melihat kyungsoo begitu sering melemparkan beberapa makanan ke kolam.

"suka. Tapi aku lebih suka katak"

"katak? Kau suka katak?Kenapa kau suka katak?"

"karena katak itu lucu" jawabnya. Sementara suho tertawa terbahak-bahak mendengar jawaban polos dari mungkin katak yang kyungsoo sukai adalah katak kartun? Ia berani bertaruh kalau kyungsoo tidak akan mungkin memegang katak sungguhan secara langsung.

"ya! kenapa kau tertawa? aish… menyebalkan sekali" ia kembali memberikan makanan kepada ikan dengan bibirnya yang mengerucut.

"oppa~~ berhentilah tertawa"

"ahahaha baiklah. Aku akan berhenti tertawa" suho pun menghentikan tawanya. "kau ini manis sekali" tangannya mengusap-usap puncak kepala kyungsoo membuat gadis tersebut tersipu malu.

"aku senang kau yang seperti ini. Lebih banyak ekspresi" kyungsoo menatap tidak mengerti kemana arah pembicaraan suho.

"kau sedang ada masalah? Belakangan ini aku jarang melihatmu tersenyum, cemberut dan juga membulatkan kedua matamu" kedua mata kyungsoo menatap tak mungkin suho mengetahui ini.

"bahuku masih terlalu kuat untuk menjadi sandaranmu, kyungsoo"

"kau tahu? Ringan rasanya jika semua beban yang kau miliki berhasil kau bagi dengan orang lain" ucapnya lagi.

Kyungsoo menyerah, ia akhirnya berani untuk bersandar pada bahu suho. Tanpa diminta, kedua mata kyungsoo mengeluarkan cairan bening yang lama kelamaan semakin deras membasahi pipi tembamnya.

Entah apa yang membuatnya berani untuk mengatakan semuanya pada suho. Ia hanya merasakan ada sebuah kenyamanan yang luar biasa saat ia mulai bersandar pada bahu suho. Air matanya pun tak henti-hentinya menetes, tangan-tangan suho juga tak hentinya mengusap air mata tersebut dan mengelus rambut kyungsoo untuk menenangkan gadis tersebut.

Hari ini suho mulai melakukan kyungsoo mempercayainya untuk menceritakan semuanya, meskipun suho masih merasakan bahwa kyungsoo masih ragu untuk kembali menjalin persahabatan yang baik dengan baekhyun, tapi setidaknya gadis tersebut tidak menyela semua nasehat yang suho berikan.

Hingga pukul 9 malam, suho memilih untuk segera pulang ke apartemennya dan mengantarkan kyungsoo ke rumahnya.

"kris sudah bicara dengan baekhyun atau belum, ya?" tanya suho pada diri sendiri.

Setelah berhasil memasukkan kode untuk kamar apartemen milik sepupunya itu, tanpa berfikir panjang segera masuk ke dalamnya.

"ini… sepatu baekhyun, kan?" matanya menangkap sepasang sepatu sekolah wanita yang tidak asing baginya di rak sepatu dekat pintu.

Bibirnya tersenyum begitu tahu kalau baekhyun berada di pertanda bahwa kris sedang menjalani pendekatan kembali pada saja berjalan dengan lancar.

Untuk mengobati rasa penasarannya, setelah ia meneguk beberapa air putih dari dalam kulkas, suho berjalan menuju kamar kris. Karena memang sedari tadi ia tidak menangkap sang penghuni di manapun.

Benar tengah berbincang-bincang di tepi ranjang yang cukup besar. Telinganya ia tempelkan pada pintu kamar agar dapat mengetahui lebih jelas lagi apa yang mereka bicarakan.

"…kyungsoo melihat kai menciumku. Gege tahu kan aku hanya mencintaimu, jadi kami tidak berciuman. Tapi kai yang menciumku. Kyungsoo salah paham, dan hubunganku dengannya jadi seperti ini…" gadis tersebut menunduk sedih menatapi hubungannya dengan kyungsoo

"iya, aku tahu. Kau tenang saja, kita cari jalan agar kyungsoo percaya bahwa kau tidak mencintai kai" sepasang tangan pria berambut pirang itu menangkup wajah sang kekasih dan mengelus kedua pipinya dengan lembut, mencoba memberikan ketenangan padanya.

"dia juga mengatakan kalau aku penghianat… aku tidak mungkin menghianatinya ge, aku hanya mencintai gege. Aku tidak mencinati kai, aku tidak bermaksud mengambil kai dari kyungsoo aku sama sekali tidak mengetahui kalau kai menyukaiku sejak lama… hiks…"

"kyungsoo menganggapmu penghianat? Berarti dia meragukan perasaanmu dalam hubungan kita?" baekhyun mengangguk, membuat kris memiliki sebuah ide yang cemerlang.

"bagaimana kalau kita tunjukkan saja kemessraan kita berdua di depan orang-orang, eoh?" bisiknya. Ini menguntungkan bagi baekhyun agar kyungsoo percaya kalau dia hanya mencintai kris. Dan ini juga menguntungkan bagi kris, karna dengan begitu, kai akan melihat betapa mesra dan serasinya hubungannya dengan baekhyun.

"ne, aku setuju"

Keduanya saling berpelukan membagi kasih dan saling menyalurkan kerinduan yang melanda mereka mereka sangat kehilangan momen berdua seperti ini.

"gege"

"ne?"

"maaf"

"untuk apa?" kris melepaskan pelukannya

"a-aku akhir-akhir ini menjauh darimu, aku juga mebatakan kencan yang aku minta darimu" ucapnya menyesal

"maafmu ku terima, sayang"

"mungkin karena terlalu banyak masalah, sehingga aku seperti tidak memiliki siapapun untuk aku mintai sebagai teman berbagi. Karena terus teringat bayang-bayang kai yang menciumku, aku merasa malu untuk bertemu denganmu, ge."Kris tersenyum menanggapi gadis polosnya ini.

Hanya senyum simpul dari kris untuk menanggapi semua penjelasan baekhyun. Ternyata gadis ini begitu menjaga diri dari orang lain karena ia begitu menginginkan kalau kris yang suatu saat nanti benar-benar akan memilikinya.

"kau marah?" tanya baekhyun saat tidak mendapatkan tanggapan apapun dari kris

"kalau aku baru mendengarnya sekarang, mungkin aku bukan hanya marah. Aku akan benar-benar member perhitungan pada kai. Tapi kemarin sore, teman-temanmu menceritakannya padaku dan suho. Jadi, emosiku lebih mudah ku kontrol"

"maaf. Aku tidak bisa menjaga bibir ini untukmu"

" tidak apa-apa, sayang. Bukan kau yang salah"

Baekhyun masih dalam keadaan tertunduk dengan fikirannya sendiri. Dan kris yang terus menatap kekasihnya tanpa berkedip, ia sungguh-sungguh merindukan kekasihnya ini. Bahkan tangannya tidak berhenti menggenggam dan mengelus tangan kekasihnya.

"cium aku"

"ne?" otak kris masih loading mendengar hal tersebut dari baekhyun, terlebih lagi dengan wajahnya yang kini sudah kembali lurus menatapnya.

"ku mohon cium aku. Hilangkan sisa-sisa bibir kai dari bibirku" kris mengangguk menyanggupi permintaan kekasihnya.

Dengan gerakan sedikit lambat, kris yang telah menangkup wajah baekhyun, mendekatkan wajahnya ke wajah baekhyun. Mulai menempelkan kedua bibir tersebut, setelah beberapa detik menempel, ia menggerakkannya dengan lembut, membuat baekhyun terlena dan ikut menggerakkannya juga, menyeimbangi gerakan dari kris.

Baru beberapa detik mereka berciuman, kris merasakan ada rasa yang anhe yang masuk ke dalam mulutnya.

Matanya mencoba terbuka untuk memastikan berasal dari mana rasa asin ini. Dan dilihatnyalah pipi baekhyun yang basah dengan matanya yang tertutup terus mengalir tetes demi tetes air mata dari sana.

Merasa tidak sanggup untuk melanjutkan ciuman tersebut, kris menarik mundur kepalanya agar melepas ciumannya. Tapi tidak dengan baekhyun, tangannya yang melingkar di tengkuk leher kris menariknya lebih rapat agar tidak kehilangan sentuhan yang sangat ia rindukan.

'baekhyun'

Tidak ingin membuat kekasihnya kecewa, akhirnya ia memilih untuk melanjutkan ciuman tersebut dengan lebih dalam lagi agar sang kekasih mampu melupakan semua rasa yang telah kai torehkan di bibirnya.

Entah bagaimana caranya, kini baekhyun sudah berada di atas pangkuan kris masih dengan tangan yang melingkari leher yang sudah tidak kuat lagi dan ingin segera mencari oksigen sebanyak-banyaknya, membuatnya menarik diri dari ciuman tersebut dan mendongak untuk mencari udara sebanyak mungkin.

Sementara itu bibir kris yang kecepian karena ditinggal oleh bibir baekhyun, mencari tempat pelampiasan yang lain, yakni leher putih yang tersaji dihadapannya.

Kris menenggelamkan wajahnya di perpotongan leher baekhyun, mencari-cari tempat yang nikmat untuk ia beri tanda. Tangan baekhyun pun kini sudah beralih meremas rambut pirang pria tersebut.

"aaaackhhh.."

BRAK

WTF?Kris mengumpat dengan sangat sangat kesal pada seseorang yang dengan lancangnya mendobrak pintu kamarnya tersebut. Lihatlah! Wajahnya yang sudah dipenuhi dengan nafsu kini bertambah jelek karena menahan kesal pada orang yang mengganggu 'aktivitas'nya bersama baekhyun. Ya Tuhan, dia baru mengukir sat tanda di leher baekhyunnya, dan suho main masuk dengan seenaknya.

Lain dengan kris, baekhyun hanya menunduk malu karena kepergok oleh suho sedang bermesraan dengan kris, terlebih kini tubuhnya masih berada di pangkuan kris.

Lalu, suho?

Mata malaikat tak berdosanya menatap kedua makhluk di tepi ranjang itu dengan tatapan polos dan diselingi dengan kedipan yang lucu.

Krik krik krik….

Biarkanlah suara-suara jangkrik yang menjadi backsound momen tersebut.

.

Sore ini baekhyun kembali pulang sendiri, ia berfikir waktu pulangnya akan terasa lama sekali untuk sampai ke rumah.

Beberapa kali ia menghembuskan nafas dengan bibir tipisnya yang mengerucut dan kedua alisnya yang juga turun. Menandakan ia begitu tidak bernafsu untuk melakukan apapun, ia terlalu banyak memikirkan hal-hal yang membuatnya diliputi rasa gelisah.

Kakinya dengan malas tetap ia jalankan, begitu pelan. Kalau begini caranya, bagaimana ia akan cepat sampai rumah? Sedangkan hari sudah mulai gelap, jalanan juga sudah mulai sepi.

Sesuatu yang ada di dalam sakunya bergetar.

Siapa lagi sih? Ia menggerutu dalam hati.

Sebenarnya, kris tadi pagi sudah janji akan pulang bersama dengannya. Tapi, pihak universitas meminta seluruh mahasiswa yang sedang melaksanakan tugas lapangan untuk berkumpul di sana. Jadilah sekarang mood baekhyun bertambah buruk. Tapi, kris yang merasa tidak enak, selalu mengiriminya pesan sejak beberapa jam yang lalu. Terus meminta maaf dan memberikan rayuan-rayuan aneh di mata baekhyun. Aneh, tapi berhasil membuat baekhyun seperti orang gila saat membaca pesan tersebut.

'eodindeyo?' Ternyata pengirimnya adalah kai. Meskipun begitu, baekhyun tetap tidak bisa untuk tidak tersenyum. Ia merasa diperhatikan.

Saat tengah asik membaca pesan singkat dari kai dan ingin membalasnya, sudut mata kanananya menangkap ada orang lain di seberang jalan yang sepertinya akan menemaninya –setidaknya hingga pertigaan nanti.

'kyungsoo?'

Matanya yang tadinya sayup, kini menjadi lebih besar dan kembali segar. Rasanya sudah lebih dari seminggu ia tidak bertegur sapa dengan gadis pemilik mata besar itu.

'aku'

Ia baru mengetik kata tersebut, karena sudah merasa teralihkan pada sosok gadis dengan kaca mata yang masih melekat di hidung mancungnya itu, baekhyun kembali menaruh ponselnya di dalam sakunya. Tanpa disadari, kalimat yang belum sempat ia susun telah terkirim.

"kyungsoo-ya" baekhyun tersenyum puas saat mendapati panggilannya ditanggapi oleh kyungsoo.

"k-kyungsoo..." nada suaranya sedikit lebih lemah dari panggilan yang tadi. "mianhaeeeeee... mianhae kyungsoo-ya~~" teriaknya keras. Ia ingin permintaan maafnya terdengar jelas di telinga sahabatnya tersebut.

"aku tidak pernah ingin merebut kai darimu. Aku hanya menyukai kris gege" rasanya ini sudah kesekian kalinya ia mengatakan hal seperti ini. Tapi bir saja. Ia tidka akan pernah bosan sampai kyungsoo memaafkannya.

Ia melihat kyungsoo mengangguk, tapi tidak melihat kearahnya.

"bisakah kita seperti dulu lagi? Ayo kita berteman lagi dengan baik" pintanya kemudian.

Baekhyun menghentikan langkahnya karena ia melihat kyungsoo juga menghentikan langkahnya. Dengan cepat ia menutup mulutnya dengan kedua tangannya, ia khawatir kalau kyungsoo akan kembali marah padanya.

Masih dengan pandangan ke bawah, kyungsoo terlihat mengangkat wajahnya dan menatap lurus ke depan, kemudian ia terlihat mengangguk dengan pasti. "tapi, beri aku waktu" ucapnya.

"um... aku akan menunggu. Terima kasih J"

Keduanya kembali berjalan beriringan di jarak yang sangat jauh. Baekhyun berjalan di sebelah kiri dan kyungsoo berada jauh di seberang jalan. Tidak ada lagi percakapan diantara keduanya, suasana terasa begitu canggung. Hingga mereka harus berpisak di pertigaan jalan.

"annyeonghi gyeseyo, kyungsoo-ya~~~"

Gadis tersebut masih dapat mendengar teriakan itu dari balik punggungnya. Baekhyun berteriak begitu kencang, sudah pasti telinganya masih bisa menangkap suara indah tersebut. Tak ayal, sudut bibirnya juga terangkat. Tidak tahan untuk tersenyum.

'kau memang berbeda. Aku baru sadar kalau kau memang terlalu berharga untuk tidak dimiliki. Pantas saja kai dan kris menyukaimu, ku rasa masih banyak orang yang juga menyukaimu'

Hhhhh~~~~

"ku harap kita bisa segera bersama seperti dulu lagi" gumamnya.

Ia kembali melangkah dengan pasti. Berpapasan dengan empat wanita dengan pakaian serba hitam yang berbeda arah dengannya. Satu orang yang terdepan berjalan begitu angkuh, rambut pendeknya yang pirang membuat kesan gothicnya tidak kentara, sedangkan tiga orang yang lainnya berada di belakang, bak para prajurit. Lengkap dengan kayu-kayu di tangan mereka yang terlihat seperti...

'pemukul baseball?'

TBC

Maaf banget karena updatenya yang terlalu lama... za lagi gak ada inspirasi, hehehe... diharapkan masukan dari readers yaaaa supaya semakin menambah inspirasi biar cepet end.. kkkk

RnR juseyooooo...