Disclaimer: Masashi Kishimoto
.
.
Permintaan
.
.
Malam itu adalah malam yang tak pernah sebersit pun ada dalam setiap pengharapan Haruno Sakura. Ia tahu apa yang telah ia perbuat. Maka, dengan mulai menata hatinya ia menerima kenyataan bahwa sebentar lagi tak ada vampir aneh yang berkeinginan menjadi manusia utuh bernama Haruno Sakura. Ia akan menjadi sejarah buruk dalam klan vampir yang menjadi contoh kebodohan untuk generasi mendatang.
Tertawa getir, berusaha memantapkan hatinya agar tak berpengharapan lebih. Sudah cukup selama ini Sakura memberi beban pada Kakashi dan kedua orang tua angkatnya. Pasrah adalah salah satu jalan yang pas untuknya sekarang.
Mungkin ia putus asa.
Tapi itulah kenyataannya.
Sampai pemuda itu muncul kembali di depannya. Mengajaknya untuk memberontak dari segala kenyataan yang akan Sakura hadapi.
Uchiha Sasuke datang dengan segala emosi yang tersimpan rapat di dalam bola mata merahnya. Dan Sakura yang tak mampu untuk menatap sendu wajah datar pemuda tersebut.
Sakura tahu, mungkin pangeran klan Uchiha tersebut datang sebagai pengganti algojo untuk membunuhnya.
Namun, segala pemikiran itu pudar bersamaan dengan tiga titik tomoe yang berputar cepat. Membawa Haruno Sakura dalam kegelapan pekat.
...
Uchiha Sasuke tak pernah bertindak segila ini sebelumnya. Dalam tindak-tanduk pangeran terakhir klan Uchiha tersebut selalu penuh dengan perhitungan. Sasuke memang tak sepandai Uchiha Itachi dalam mengatur segala polah tingkah klan-klan yang berada dalam naungan kerajaan vampir. Hidupnya adalah ambisinya. Ambisi ingin diakui sebagai yang lebih lebat dari sang kakak. Maka tak mengherankan jika Sasuke pergi dari klannya. Berkelana mencari harapannya sendiri. Harapan yang dengan mudah dimusnahkan oleh sosok vampir berkemampuan aneh bernama Haruno Sakura. Vampir perempuan yang membuat segala kekacauan dalam hidup Sasuke.
Dari Uchiha Sasuke yang hanya mementingkan diri sendiri, dipaksa untuk mementingkan kerajaan yang sebelumnya begitu malas untuk andil di dalamnya setelah kematian Itachi. Dan sekarang hilangnya kewarasan karena menaruh hati pada perempuan yang ternyata adalah keturunan Hatake Kakashi.
Semua adalah salah Haruno Sakura. Sasuke berkeyakinan.
Kalau bukan karena pesona yang dimiliki vampir merah muda tersebut, Sasuke tak pernah berpikir sebelumnya untuk menghancurkan setengah penjara kerajaannya sendiri.
Uchiha Sasuke memang gila.
Tak gentar ketika sang ayahanda yang begitu ia segani muncul di depannya. Menghalanginya. Namun, menatap wajah damai Haruno Sakura dalam gendongannya adalah penguatnya sekarang.
"Lepaskan dia, Uchiha Sasuke."
Sasuke mendekap semakin erat tubuh Sakura yang telah ia klaim miliknya. Ia dibuat seperti tak mempunyai pilihan lain oleh klannya sendiri.
Rasanya ia ingin goyah dari ketidakwarasan ini. Namun, lagi-lagi nama Haruno Sakura muncul menguasai setiap jalan pikirannya, membuntukan segala pemikiran warasnya.
Untuk terakhir kali, Sasuke tatap wajah tegas milik Uchiha Fugaku. Berharap sang ayahanda bisa memaklumi segala keputusannya.
Dua bola mata merahnya dengan cepat bertransformasi menjadi mangekyou sharingan.
Api hitam begitu saja muncul membatasi dirinya dan bebarapa vampir dari klannya yang sedari tadi mengepungnya. Mereka menatapnya penuh dengan ketidakpercayaan. Begitu pula denga Hatake Kakashi yang turut andil mencul di depannya.
Pada akhirnya, Uchiha Sasuke tersenyum tipis menatap Hatake Kakashi yang menatapnya tak percaya. Menyakinkan ayah kandung Sakura tersebut bahwa ia akan membuat Sakura bahagia dengan caranya sendiri. Dan api hitam yang diciptakan Sasuke tersebut semakin membesar, merayap mulai membakar tubuh sang pangeran Uchiha terakhir tersebut.
Uchiha Sasuke memandang dalam wajah sendu kekasihnya. Mengeratkan dekapannya sembari mengecup penuh kepala gadis itu. Api hitam tersebut semakin membesar, melahap dua tubuh yang enggan terpisah.
"Sasuke, kau bodoh..."
.
Haruno Sakura. Meskipun kau menolak permintaanku untuk melahirkan anak-anakku. Namun, kumohon sekarang penuhilah permintaanku yang mungkin menjadi yang terakhir. Aku harap kau selalu ada di sisiku, Sakura. Bersamaku. Karena aku tahu kau tak mungkin menolak permintaanku ini.
Dan kita akan bersama. Selamanya.
.
Tamat
.
