part 7...chapter terakhir lohhhh wkwkwkwk ----gaje
~SELAMAT MEMBACA~
TOK TOK TOK pintu rumah Syaoran diketuk oleh Sakura.
KREK… Meilin membuka pintu…
"oh itu kau Sakura-Chan, dan siapa namamu?" Tanya Meilin kepada Eriol
"selamat sore, namaku Eriol Hiragizawa" kata Eriol memperkenalkan diri.
"namaku Meilin Li" balas Meilin.
"emm, Meilin-Chan, apakah Syaoran ada?" tanya Sakura.
"tunggu sebentar. SYAORAN-KU ADA SAKURA DAN TEMANNYA" panggil Meilin.
"AKU TIDAK MAU BERTEMU DENGAN MEREKA! BILANG AKU TIDAK ADA" balas Syaoran dari kamarnya.
"eh maaf Sakura-Chan, sepertinya Syaoran sedang tidak ingin menerima tamu." Kata Meilin.
"oh iya, tidak apa-apa, terima kasih ya. Kami pergi dulu." Kata Sakura pamit.
"kau lihat sendiri kan Eriol, Syaoran itu orang yang egois, keras kepala, dan dingin." Curhat Sakura kepada Eriol sambil berjalan.
"tenang Kinomoto, pasti ada waktunya" kata Eriol santai.
"tapi aku ingin meminta maaf sama dia, aku merasa bersalah, entah kenapa" curhat Sakura lagi.
"mungkin ada hal yang ga bakal kamu duga, Kinomoto." kata Eriol tersenyum.
"mungkin….." kata Sakura dengan muka pasrah.
Sakura berpisah dengan Eriol di perempatan, dan Sakura pulang ke rumahnya dengan lesu. "apa memang sifatnya seperti itu?" pikir Sakura dalam hati.
Syaoran berjalan berbulak-balik di kamarnya, memutar mutar otaknya "apa maksudnya tadi?" kata Syaoran dalam hati.
"........."
KRIIIINGGG telepon kamar Sakura berbunyi tepat pada saat Sakura beru sampai kamarnya. Segera ia mengangkat telepon itu.
"halo? Sakura Kinomoto disini?" kata Sakura mengangkat telepon.
"mmm….K-Kinomoto?" kata seseorang.
"ya ini aku, siapa ya?" jawab Sakura.
"kau….besok kau harus pergi ke taman kota jam 4 sore" kata seseorang yang tidak memberi tau namanya.
"t-tapi…siapa ini?" kata Sakura cemas.
"aku adalah orang yang kau kenal, tenang saja aku tidak akan berbuat macam-macam." Kata seseorang itu menjelaskan.
"mm…..tapi…." kata Sakura masih ragu.
"sudahlah, aku memohon kepadamu. Ada hal yang sangat penting yang harus ku beritahu" kata seseorang itu memohon.
"b-baiklah, besok jam 4" kata Sakura mengiyakan.
NOT NOT NOT telepon ditutup oleh seseorang yang misterius itu.
"siapa orang itu?" tanya Sakura sendiri.
Malamnya Sakura tidak bisa tidur, dia masih penasaran dengan orang yang tadi meneleponya. "aku mengenalnya? Hal yang sangat penting?" pikir Sakura. Tapi Sakura akhirnya terlelap dengan gelang bergambar bintang kesayangannya.
Esoknya Sakura bangun dengan lesu karena kurang tidur dan masih kepikiran dengan orang yang amat misterius itu. "huam….jam 9 ya? Untung ini hari minggu" kata Sakura sambil beranjak dari tempat tidurnya. "selamat pagi ayah" sapa Sakura kepada ayahnya yang sedang membaca Koran di sofanya.
"pagi Sakura, tak biasanya kau bangun jam segini."
"hehehehe tidak juga." Kata Sakura dan bergegas ke kamar mandi.
"anak itu…" guman ayah Sakura.
Selesai mandi dan berpakaian, sakura sering sekali menatap jam. Berharap jam 4 cepat cepat. dia sangat penasaran siapa orang itu. Hal apa yang ingin orang itu ingin beritahu. "ayolah jam 4!" oceh Sakura. Karena kemarin Sakura kurang tidur, cewe itu pun terlelap di sofa sampai……."APA! JAM SETENGAH 4?" teriak cewe itu setelah terbangun dari tidurnya. Bergegaslah Sakura menuju kamar, menyisir rambutnya yang kusut, merapikan kuncirannya, berganti pakaian, dan menuruni tangga dan keluar rumah untuk pergi ke taman. Saat melihat jam, jarum jam menunjukkan pukul 15.50. "oh tidak sedikit lagi jam 4" kata Sakura yang sangat terburu. Dia merasa hatinya berkata dia akan menemui seseorang yang sangat amat spesial yang sudah dia tidak pernah ia temui lagi dengan waktu yang sangat lama. Sampai lah Sakura di depan taman, di situ banyak anak kecil yang sedang bermain, ibu ibu yang menemani anaknya bermain sambil berbincang bincang, dan…SYAORAN? "Syaoran? Sedang apa dia? Setahuku dia tidak suka keramaian" kata Sakura sambil masuk ke taman.
"em…Syaoran, hallo. Sedang apa kau di sini?" tanya Sakura.
"eh? Kinomoto? kau sudah tiba?" kata Syaoran sambil tersenyum.
"dia tersenyum….kepadaku….untuk pertama kalinya" kata Sakura dalam hati. "sudah tiba? Apa maksudmu? Jangan jangan kau…"
"ya a-aku adalah orang yang menelepon mu kemarin" kata Syaoran agak malu.
"tapi kenapa? Kenapa kau tidak memberi tau ku? Dasar kau, aku pulang!" kata Sakura marah dan berbalik.
"tunggu! Tolong, jangan pergi. Bukan kah kau yang menyuruhku untuk menemanimu karena kau kesepian? 8 tahun yang lalu…." Kata Syaoran dengan agak memohon.
DEG…..
"Syaoran, jangan tinggalkan aku, a-aku kesepian disini"
"a-apa m-maksudmu?" tanya Sakura yang berbalik kearah Syaoran dengan nada gemetar.
"S-Sakura-Chan….aku…aku belom meninggal.." kata Syaoran menunduk. "aku adalah laki-laki yang memberimu gelang itu" ujar Syaoran lagi.
"gelang ini sangat berarti untukku, kalau kau merasa sedih, lihat saja gelang ini. Mungkin bisa membuatmu lebih tenang, Sakura-chan."
"k-kau….kau adalah…..tapi kenapa bisa? Jelaskan Syaoran." Tanya Sakura.
"waktu itu aku memang sekarat, aku banyak kehilangan darah, dan jantungku melemah. Tapi… ada seseorang yang bersedia menyumbangkan darahnya untukku. Dan sampai saat ini….sebenarnya aku masih hidup, Sakura-Chan." Jelas Syaoran.
"hiks…jadi yang dikatakan orang orang hanya salah paham?." Kata Sakura menangis.
"jangan menangis Sakura-Chan, apa kau tidak?" kata Syaoran yang tiba-tiba mendekap Sakura.
"kalau kau merasa sedih, lihat saja gelang ini. Mungkin bisa membuatmu lebih tenang" kata Syaoran dan Sakura bersamaan.
"kau…kau benar benar Syaoran! Syaoran…jangan tinggalkan aku lagi…janji ya.." kata Sakura membalas dekapan Syaoran.
"ya…aku berjanji Sakura-Chan, aku berjanji" kata Syaoran tersenyum bahagia.
Akhirnya berakhirlah sebuah pencarian yang sangat amat panjang dari kedua orang tersebut untuk mencari cinta pertama mereka. Di tempat yang sama dan di suasana yang sama.
~HAPPY ENDING~
Ya....inilah akhir ceritanya...jelek kah? bagus kah? ungkapanlah dengan cara REVIEW :DDD
