"Bawa Namatame bersama kita, dia sangat kita butuhkan. Sekarang kita harus bergerak cepat, karena batas waktu kita." Kata Yu

"Ada kabar buruk Yu, aku baru dapat telepon dari ayahku. Junes sudah tutup. Jika kita menyeludup masuk itu akan percuma karena waktu kita yang terbatas. Yu, sebenarnya mengapa waktu kita terbatas?" Yosuke meneruskan pembicaraan.

Jawab Yu, "Hmm… Bukankah Igor sudah mati? Dengan begitu kita tidak dapat menggunakan persona yang kita punya lagi, karena dia yang mengendalikannya. Dan soal tv kita tak punya cara lain…" Menatap ke tv yang berada di ruangannya Namatame

"Apa kau tidak salah soal persona itu? Aku tidak yakin semua persona yang kita miliki di kendalikan secara tidak langsung oleh Igor." Tanya Yukiko

"Jika memang benar semua persona yang kita miliki di kendalikan secara tidak langsung oleh Igor berarti sekarang kita sudah tidak bisa mengendalikan persona kita" Lanjut Chie

"Namatame! Apakah kau berbohong soal Igor mati ditembak oleh Adachi? " Tanya Naoto

"I-Iya, Aku tidak berbohong! Saat itu aku melohatnya sendiri!"

"Ada yang janggal. Yu, apakah Igor juga manusia seperti kita? Aku tak pernah melihat Igor Sebelumnya." Tanya Naoto

"A-A… Sebenarnya dia bukan manusia biasa seperti kita."

"Senpai! Apa yang kau tutupi!" Tanya Kanji

"Tidak ada, Igor mati dan itu pun terjadi pada Margaret. Dan-dan sebenarnya, kekuatanku di dapatkan dari izanami. Ta-tapi, aku masih bingung mengapa ku bisa mengendalikan persona-persona ini." Jawabnya

"Lalu apakah peranan Igor dan Margaret di persona kita dan mengapa jika Igor Mati kita tidak dapat mengendalikan persona?" Tanya Rise

"AKU TAK TAHU! INI SEMUA MEMUSINGKANKU!" Jawabnya

"KAU YANG MEMULAI INI YU!" Yosuke mengangkat Yu dan menyandarkannya ke tembok

"YOSUKE!"

"PIKIRKAN SENDIRI! INI SEPERTI CERITA TANPA KEBENARAN YANG PASTI! TAK ADA JALAN KELUAR!" Yu memukul kembali Yosuke.

"AKU MUAK DENGAN SEMUA INI, BAGAIMANA MUNGKIN KAU TAK TAHU APA YANG TERJADI PADA DIRIMU SENDIRI!"

"PIKIRKAN JIKA KAU YANG MENJADI DIRIKU! TAK PUNYA OTAKKAH KAU?!"

Untuk beberapa saat terjadi adu pukul antara Yu dengan Yosuke di kamar rumah sakit itu.

Buuk… Tubuh Yu terdiam. Tiba-tiba saja Yukiko memeluknya dengan erat.

"Yu, tenanglah… aku tak bisa melihatmu terluka lebih lagi. Pertarungan antara sahabat itu sia sia. Bukankah kau yang bilang bahwa 'Ikatan dengan orang lain merupakan kekuatan yang sebenarnya'? Jadi tolonglah hentikan ini. Dan kita mulai dari awal lagi." Yukiko menasehati yu sambil di lumuri air mata.

Hening…..

PERSONA 4: TO HOLD THE ANOTHER TRUTH

PERSONA 4: TO HOLD THE ANOTHER TRUTH

"Maafkan a-aku Yu, aku terlalu keras kepala."

"Maafkan aku juga"

"Baiklah, sekarang kita tak punya waktu lagi"

Semuana melihat ke tv Namatame

"Apakah ini aman?" Tanya Teddie

"Tak ada yang tahu kita akan jatuh di mana" Jawab Rise

Lanjut Yu, "Satu hal yang harus kalian tahu, tak ada yang bisa memisahkan kita lagi. Ayo kita masuk ke dalam tv. Jangan lupa untuk membawa Namatame

Mereka semua melanjutkan perjalanan mereka ke dunia tv.

Suuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu uuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu uuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu uuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuut

Tempat ini tak asing lagi, mereka jatuh di Top Of Heaven.

"Untunglah tempat ini, bukan tempat lain" Chie

"Rise! Cepat analisis di mana Adachi dan Mitsuo!" Seru Yosuke

'Kanzeo!... Sial! Kemampuan Kanzeo mulai berkurang, apakah ini beneran?"

"Kita akan lakukan semampu kita untuk melengkapkan puzzle yang hilang" Jawab Yu

"Bagus! Aku menemukannya!"

"Katakan dimana si Bearstard itu" Kata Teddie

"Tak jauh dari sini, … hmmm, mungkin ini salah satu tempat yang kita kenal. Dan dan ini … berhubungan denganmu…. Yukiko" Jawab Rise sambil menatap Yukiko.

'Sama yang seperti namatame katakan. Kemasyhuran."

CHAPTER 7: FAME

CHAPTER 7: FAME

Tuing tuing tuing Bunyi sepatu Teddie

"Yu, akankah semua akan baik-baik saja?" Tanya Yukiko saat memagang tangan Yu, dia sangat ketakutan.

"Tak tak akan ada yang akan menyakitimu Yukiko, Ada aku di sini…. Dan tentunya kau punya banyak teman yang siap berjuang untukmu"

"Terima kasih Yu… A-aku sangat senang punya *pip* Sepertimu" Author nyolot

Top of Yukiko's Castle

Tuing tuing tuing Bunyi sepatu Teddie

Plok plok plok plok, "Ternyata kalian masih sanggup berjuang untuk menemukan potongan kebenaranmu yang kucuri. Tapi, ku beri tahu saja… Kalian tidak akan mendapatkan kebenaran itu lagi. Betulkan… Anakku?"

"Ya, ayah"

"Mitsuo setres nyan" Kata Teddie

"I-Impossible, Tak mungkin." Naoto ketakutan

"Ada apa Naoto?" Tanya Rise

"Itu bukan Mitsuo yang sebenarnya, dirinya di kendalikan oleh seseorang! Tapi bukan Adachi."

"Maksudmu?" Tanya chie

"Ada orang ketiga di antara mereka"

"Mitsuo, Tolong atasi semua ini ya? Ayah mau mengurusi hal yang lebih penting daripada para sampah ini"

"Baik yah."

"Bye"

.

.

.

.

"Jadi, BERSIAPLAH UNTUK MATI!"

Awan merah kehitaman muncul dari sekitar ruangan

"Mari ku bawa kalian ke arenaku"

Sekitar ruangan berubah menjadi daerah padang yang kering dan gelap seperti mau badai. Angin bertiup kencang.

"Valley of Death. Welcome, Please insert your name in… A NEW CONTRACT!"

"Aku pikir Mitsuo sudah gila. ASLI!" Seru Teddie

"Tutup mulutmu Ted, Mitsuo mulai berubah" Kata rise

"Tercampakkan, terbuang, putus harapan. 3 pengertian yang menyakitkan. Itu ada padaku. Sekarang terimalah balasanku"

"EH!"

Sebuah tangan muncul dari permukaan tanah dan menarik kaki mereka.

"Rise! Analisis mereka"

"Kanzeon! Sial pengelihatan Kanzeon kabur. Dan dan ini membuat persona kita melemah"

"Izanagi!" Yu in Charge

Izanagi memotong tangan itu 'SLASH!'

"Ameterasu! Burn Them!" Yukiko in Charge

Tangan-tangan itu semua terbakar. Tiba-tiba tangan besar dating mengarah dari atas!

Sruuuuuuuuut, CLASH! Tangan itu hancur

"Kerja bagus Chie"

"Jangan menggodaku, ini kemampuan Gongen"

"Sakuna-Hikona! Serang Mitsuo!" Naoto in Charge

"Hehehe!" Nyengir(?) Mitsuo

Embun gelap menutupi mitsuo dan kemudian meledak di hadapan Sakuna

JEDUAR

"Argh!"

"Naoto! Enyahlah kau MITSUO! Takeshi-Mikazuchi!" Kanji in Charge

Plak! Mitsuo terhajar dan terpental jauh

"Too, easy"

Lingkaran besar mengelilingi mereka.

"Sial! Ini? Die for me!" ujar Yu

"Bukan bodoh!, Summon to Yomi!" Kasar Mitsuo

"Salah 1 skill andalan izanami" Kata Yosuke

"Tenang, tak perlu takut"

Supppppp!

"Bodoh, summon to yomi hanya berdampak pada orang yang tidak dalam kesehatannya" Kata Kanji

"Kamui! Bomb Nuklir in charge!" Teddie in Charge

"Throw!"

Kadabumbs

"Yosuke!" Teriak Yu

"Baik! Garudyne!"

"Izanagi, Terbang lampaui Mitsuo"

Mitsuo terangkat tinggi, kemudian di sambit dengan rantai Susano-o dan ditusuk dari atas oleh izanagi

"Sadis" Kata Kevin(?) nama Author

"Siapa pikir aku sudah kalah?" Bodoh! Kau takkan menang melawan ku! World End part 2!"

"Bearsama sama kta katakan….. MITSUO GILA!"

Tanah tanah di sekitar mereka mulai terbelah belah. Awan memerah.

"Yukiko!" Yu berteriak, Yukiko jatuh ke dalam jurang. "Sial! SETH! Tangkap Yukiko!"

Seth menangkap Yukiko dan meletakannya di samping Yu

"Te-terima kasih Yu"

"Takkan ada yang terluka. Ingat"

"Cukup main main. Sakuna Hikona!"

Mitsuo kembali terpental lagi

"Take! Jurus baru kita, THUNDER REIGN"

Jadebumbumbumbumbumbumbum

Bomb Nuklir kembali menyelimuti

Jadebambambambambambambambam

Sruuuuut bumb! Izanagi mengeluarkan tenaga aslinya ….

Mereka kembali ke Castle. Mitsuo terletak di depan mereka.

"Nice Finish"

TO BE CONTINUE

NEXT CHAPTER

CHAPTER 8: POWER, STRENGTH AND MIGHTY

PERSONA 4: TO HOLD THE ANOTHER TRUTH

Nb: Aku terjatuh dan tak bisa bangkit lagi

Aku tenggelam dalam lautan kuka dalam

Aku tersesat dan tak tahu arah jalan pulang

Aku tanpamuj butiran debu

Halo halo halo, lama gk update yah…

Iya

Okedeh, tuh ud saya buat lgi kn? Makasih ud baca smpe chap ini ya.

Oh ya. New ava lho XD X D XD X D XLS:LS:KDMN:KMD:LMS:LMS"L:MO:LDMKDPO

*cape*

Kita ketemu lagi ya

Di sana gunung di sini gunung

Di tengah tengahnya ada buaya

Yu bingung semuanya bingung

Ga apa apa

Tetap tunggu chap selanjutnya hanya di!

PERSONA 4: TO HOLD THE ANOTHER TRUTH