My Exanimus

Genre : Romantic

Rated : T to the M

Cast :

Kim Ryeowook as Wookie/Vivamus Angel

Kim JongWoon as Yesung/Exanimus Angel

Disclaimer : Semua cast yang ada di FF ini adalah milik Tuhannya masing-masing. Tapi FF ini tetep milik saya seorang. Tapi habis ini Yewook Oppa jadi milikku.. *dibakar cloudsomnia sedunia

Warning : NC-17, Yaoi, tears (maybe)


My Exanimus


.

"Selamat pagi anak-anak." sapa Jung Seonsaengnim.

"Pagi, Seonsaengnim."

"Hari ini kalian kedatangan Seonsaengnim baru dari Korea. Beliau akan menggantikan Han Seonsaengnim yang mengajar mata kuliah konsentrasi material ini."

"Yesung-sshi, silahkan masuk." ujar Jang Seonsaengnim pada seseorang di luar pintu kelas.

.

DEG...

'Ap..Apa? Jang Seonsaengnim tadi mengatakan namanya siapa? Ye..Yesung?' batin Wookie.

"Ne' Ahjusshi."

.

DEG...

'Aku sepertinya mengenal baik suara berat itu.' Wookie terlihat semakin cemas.

.

DEG...

'Jangan-jangan...'

.

"Annyeonghaseo. Joneun Yesung imnida. Kim Yesung. Bangapseumnida."

.

'MWO?'

.

"Yesung Hyung...!" teriak Wookie sesaat setelah Yesung memperkenalkan diri. Jang Seonsaengnim, Minho dan teman-temannya pun tentu saja menoleh dengan cepat kearahnya.

"RYEOWOOK-SSHI..! Apa yang sedang kau lakukan? Sangat tidak sopan...!" teriak Jang Seonsaengnim.

"Gweanchanhayo, Ahjusshi. Annyeong Wookie-ah." sapa Yesung.

"Wookie? Mwoya ige?" tanya Minho pada Wookie yang tentu saja masih terkejut.

"Kau mengenal Ryeowook, Yesung-sshi?"

"Ne' Ahjusshi. Ryeowook-sshi adalah nae Dongsaeng."

"Mwo?" teriak Minho.

"Benarkah, Ryeowook-sshi?" tanya Jang Seonsaengnim sambil menghadap ke arah Wookie.

"Be..Benar, Seonsaengnim."

"Arraseo. Yesung-sshi. Kau bisa memulai mata kuliahmu." ujar Jang Seonsaengnim sambil berlalu keluar dari kelas.

"Ne' Ahjusshi. Saengie sekalian. Karena saya hanya lebih tua beberapa tahun dari kalian, kalian boleh memanggil saya Hyung atau Oppa. Baiklah, kita mulai kuliah kali ini." ujar Yesung tanpa menghiraukan tatapan Wookie yang meminta penjelasan darinya.


My Exanimus


"Hyung..!"

Yesung menoleh ke sumber suara yag ia rasa tak jauh dari tempatnya bersantai. Ternyata itu Wookie denga wajah yang benar-benar kesal.

"Hyung. Apa-"

"Apa kau terkejut melihatku menjadi Seonsaengmu, huh?"

"TENTU SAJA..! Huh..! Apa ini kejutan yang kau katakan tempo hari?"

"Yeph. Aku berhasil khan?" ucap Yesung dengan bangga.

"Huh..!" Wookie segera memalingkan wajahya dan menautkan kedua lengannya di dada karena kesal.

"Apa kau marah padaku?"

"Apa ada alasan agar aku tidak marah?"

"Wookie-ah. Mianhae. Jangan marah padaku."

"Berikan satu alasan agar aku tidak marah padamu, Hyung."

.

CUP...!

.

"Hyu..Hyung..." Yesung mencium pipinya dengan cepat.

"Apa itu cukup agar kau memaafkanku?" Wajah Wookie memerah. "Wookie-ah. Gwaenchanhayo? Wajahmu merah. Apa kau sakit?" tanya Yesung dengan muka Babonya.

"Aniya." ujar Wookie sambil menutupi wajahnya yang memerah.

"Kau malu ya?" goda Yesung.

"TENTU SAJA, HYUNG. Ini tempat umum. Kau ini. Malaikat tapi babo. Walaupun sudah jadi manusia, tetap saja babo. Seonsaengnim macam apa kau, Hyung."

"Yaaahh..! Kau menganggapku masih tetap bodoh setelah aku mengajar kuliahmu tadi? Orang bodoh mana yang bisa mengajarkan mata kuliah yang tergolong sulit itu dengan lancar, huh?"

"Arraseo arraseo. Kau pintar dalam hal itu tapi tidak dalam hal lain."

"Aish kau ini."

"Weeeee... Yesungie babooo..."

"Yaaaahhh...!" Wookie yang berhasil menggoda Yesung hanya bisa tertawa terbahak-bahak melihat wajah Yesung yang ditekuk dan bibirnya yang maju beberapa senti karena jengkel.

"Wookie-ah."

Wookie menoleh ke arah suara yang memanggil namanya. Terlihat Minho sedang berlari ke arahnya.

"Minho-ah. Come here." panggil Wookie sambil melambaikan tangannya.

"Ahh Seonsaengnim. Annyeong."

"Ne' annyeong." ujar Yesung sambil tersenyum walaupun terpaksa.

.

Sebenarnya, sejak di kelas tadi, ia merasa tidak suka dengan kedekatan Minho dan Wookie-nya. Namun sekarang, mereka malah berada di hadapan Yesung dan berbincang-bincang seakan dunia hanya milik mereka berdua.

"Ehmm... Minho-sshi. Apa kalian berdua sepasang kekasih?"

"Hyuuung..! Pertanyaan macam apa itu?" teriak Wookie sambil memukul pundak Yesung. "Sudahlah Minho-ah. Jangan jawab pertanyaan babo itu."

"Ohh jadi benar yha kalau kalian berpacaran?"

"Anio, Seonsaengnim. Kami berdua hanya sahabat sejak middle school. Lagipula, aku juga sudah punya yeojachingu." Sesaat kemudian...

"Oppaaaa..." Wookie, Yesung dan Minho tentu saja refleks menoleh ke arah suara.

"Itu dia yeojachinguku, Seonsaengnim. Taemin chagi. Come here come here." ujar Minho sambil melambaikan tangannya kepada seorang yeoja yang bernama Taemin itu. Terbersit perasaan lega di hati Yesung. Entah mengapa.

"Oppa. Aku mencarimu kemana-mana. Ehh Wookie Oppa." Wajah Taemin yang awalnya marah menjadi cerah setelah melihat Wookie.

.

Namun, ia melihat seseorang yang ia rasa ia kenal di sebelah tempat Wookie berdiri. Ya itu Yesung. Taemin lalu memberanikan diri mendekat dan bertanya.

"JongWoon Oppa kan?"

"Eh?" Yesung kebingungan hanya bisa memberikan respon itu.

"Kau, JongWoon Oppa kan? Kim JongWoon. Kakak JongJin Oppa." Wookie terbelalak. Ia mengingat nama JongJin.

"Taemin chagi. Itu bukan JongWoon. Kau lupa kalau ia sudah tidak di sini?" ujar Minho.

"Tapi, Oppa ini mirip dengannya, Oppa. Kau tidak menyadarinya?" ucap Taemin yang sudah menangis walaupun tanpa suara.

"Chagiya. Uljima uljima."

"Lalu, dimana JongWoon itu sekarang, Minho-sshi?" tanya Yesung.

"Dia sudah...emm...meninggal." ujar Minho diikuti anggukan dari Taemin.

"Ap..Apa? JongWoon Hyung itu tetanggaku kan, Minho-ah?"

"Ne'. Dia meninggal 2 tahun yang lalu. Namun, orang tuanya bahkan JongJin tidak mau ada orang yang mengetahuinya. Hanya keluarga besarnya saja yang tahu. Nitizen saja hanya tahu bahwa JongWoon, penyanyi bersuara emas itu sudah pension karena ia ingin melanjutkan sekolahnya." jelas Minho.

"Lalu, bagaimana Taemin tahu?"

"Taemin adalah sepupu sekaligus yeosaeng kesayangan JongWoon." Minho menunduk dalam. Sepertinya ia menyesal karena telah mengatakan rahasia yang selama ini ia simpan rapi.

Yesung yang merasa iba, segera menghampiri Taemin dan mensejajarkan wajahnya dengan wajah Taemin. Taemin, Minho dan Wookie merasa kebingungan dengan perilaku Yesung. Yesung yang melihat wajah kebingungan Taemin, segera mengusap rambut Taemin.

"Taemin-ah. Walaupun aku bukan JongWoon Oppamu, tapi kau bisa menganggapku sebagai Oppamu kan? Jangan menangis lagi, ne?" Wookie terbelalak. Jauh di dasar hatinya, ia tersentuh dengan perkataan Yesung. Terlihat bahwa Taemin mengangguk dan tersenyum lalu memeluk Yesung.

"Gomapseumnida, Oppa. Saranghae."

"Nado."

.

GLEKK..!

.

"Aku salah bicara yha?" tanya Yesung dengan tampang babo dan masih dalam keadaan dipeluk Taemin.

"SEONSAENGNIIIIIIMMMM...!" teriak Minho kesetanan karena melihat Taemin yang masih stay cool dipelukan Yesung.

"Oppa. Waeyo?" tanya Taemin dengan wajah polosnya yang cantik. Minho yang kaget sekaligus terpesona karena melihat wajah Taemin, hanya mampu menelan ludah.

"Minnie-ah. Ayo kita bermain." ajak Minho.

"Eungh? Seperti kemarin? Jinjja? Gaja gaja." sepertinya Taemin mengarti apa yang diucapkan Minho.

"Minho-ah. Eodiega?" tanya Wookie.

"Kami mau 'bermain'. Kau tahu maksudku khan?" Wookie yang pada awalnya sama sekali tidak mengerti apa yag diucapkan Minho, tiba-tiba saja paham.

"MWO? SEKARANG? Astaga..."

.

"Memangnya mereka mau kemana, Wookie-ah? Bermain apa?" tanya Yesung dengan tampang yang cukup Babo saat Minho-Taemin sudah cukup jauh dari tempat mereka berdiri. Wookie hanya melihat saja dengan sinis.

"Kau tidak perlu tahu, Hyung. Sebaiknya, kau jelaskan apa yang terjadi padamu hingga kau bisa..errr...berubah."

"Disini? Di antara manusia-manusia yang berkeliaran di sekitarku? ANIYA..!"

"Wae?"

"Angel punya kode etik sendiri yang berkata bahwa semua Angel tidak akan pernah mengatakan jati diri mereka yang sebenarnya kecuali pada korbannya, jika itu Exanimus."

"Arraseo."

.

SRETT..!

.

Wookie dengan cepat meraih tangan Yesung dan menggandenganya tanpa sama sekali memperdulikan mahasiswa-mahasiswa yang menatapnya dengan tatapan aneh, tajam atau bahkan patah hati.

"Kita ke rumahku. Sekarang juga..!"

"Tapi aku masih ada kuliah lagi pukul 1 nanti."

"Tidak bisakah kau izin, Hyung?"

"Arraseo. Aku akan meminta izin pada kepala jurusan untuk ini. Tunggu aku sebentar. Aku mau ke kantor. Jangan kemana-mana. Tunggu aku disini."

"Ne' Hyung. Cepat kembali ya."


My Exanimus


"So, jelaskan padaku dengan cepat dan jangan bertele-tele, Hyung."

"Eumhh... Anu... Ehmm... Aku..."

"Hyuuuuung...! Katakan dengan jelas. Minho sedang dalam perjalanan kemari. Dan kalau sampai Minho datag kau tidak mengatakan apapun, jangan harap aku akan menemuimu lagi."

"Wookie-ah. Jangan begitu. Aku hanya... tidak ingin kau marah padaku."

"Hyung." Wookie melihat ke arah Yesung dan ia menghampiri Yesung yang sedang tertunduk. "Gwaenchanha. Katakan semuanya, ne?"

"Sebenarnya..."


Flashback : ON


Yesung baru saja masuk ke gerbang akhirat dan ia langsung mencari Noonanya untuk menanyakan sesuatu. Beberapa hari ini ia terlihat gusar karena suatu masalah yang hanya Donghae dan Heechul yang tahu cara menyelesaikannya.

Kemarin, ia mencari Donghae untuk meminta pertolongan. Sayangnya, Donghae tidak mau. Untung saja, Yesung bertemu dengan Heechul yang bersedia memberitahu bagaimana cara penyelesaiannya.

"Aku ingin menjadi manusia, Noona. Beritahu aku bagaimana caranya."

"Kau yakin?" tanya Heechul.

"Ne' Noona. Apapun akan kulakukan untuk Wookie."

"Hmmm... Rupanya ada yang sudah mulai jatuh cinta pada korbannya." Yesung hanya tersipu malu dengan wajah yang mulai memerah. "Ahh.. Just like a nostalgia. Arraseo. Tapi..."

"Museun iriya, Noona?"

"Ada konsekuensi besar yang harus kau ambil agar impianmu dapat terwujud, Yesungie." Wajah Heechul yang semula cerah, tiba-tiba menjadi mendung.

"Eungh? Konsekuensi? Apapun akan kulakukan untuknya, Noona. Seperti yang tadi kukatakan. Walaupun seberat apapun konsekuensinya."

"Ta... Tapi kau akan menyesal nantinya, Yesungie."

"Aku tidak akan pernah menyesal, Noona. Aku akan menyesal jika aku tidak bisa berkorban sesuatu untuk Wookie."

"Heehhhhh..." Heechul hanya menghela nafas dengan berat.

"Baiklah. Kemarikan telingamu, Sungie." Yesung segera mematuhi apa yang diminta oleh Heechul.

"Psst..Psst..Psst.." hanya terdengar bisikan-bisikan pelan dari mulut Heechul.

"MWO? Apa kau bercanda, Noona?" Heechul menggeleng.


Flashback : OFF


My Exanimus


.

Okeeehhh...!

It's the new Chappie..

Hope you enjoy it.. :D

.


Balasan Review :

.

1. Perisai Suju : Hehehehe.. Tenang ajja.. Mungkin ga hiatus tapi update yang lama.. Tugasku semester ini banyak banget soalnya.

2. nurulamelia : Di tunggu ajja yak kenapa bisa jadi kayak gitu..hehehehe...

3. Viivii-ken : yeeee...pikirannya yadong mulu nih..masih lama tauk..hahahaha..

4. jongwoonieswife-sj : #balik kedip-kedip

5. yongie13 : ihh jahat amaaat..masih lam kok..tenang ajja.. :D

.


So,,

Mind to RnR this chappie?