Title : Competely Love
Cast : Park Chanyeol, Oh Sehun (ChanHun), and other cast (find out in the story)
Genre : Brothership, Romance, Yaoi
Rated :T- M
Author : SuyangSuyong
Disclaimer : Ff ini pure hasil dari pikiran author 'suyangsuyong', strawberry B Cuma bantu share.
Summary : Sehun mencintai Chanyeol, begitupun sebaliknya. Hubungan percintaan mereka sejak awal memang salah, terlebih mereka adalah saudara. Akankah kisah cinta mereka akan berakhir indah? /YAOI/BOYXBOY/BL/HUBUNGAN SESAMA JENIS.
.
Warning! Don't Read If You Don't Like Yaoi
Sorry for typo
.
.
.
Happy reading guys^^
.
.
.
Chapter 7 (Go Far Away)
.
.
.
.
Pagi buta sekali Sehun sudah terbangun dari tidurnya. Ia berniat turun kebawah untuk mengambil segelas air di dapur, tenggorokannya terasa kering sekali saat bangun tidur. Saat ia menarik tubuhnya untuk bangun, ia merasakan ada lengan yang masih merangkul pinggangnya dengan sangat erat. Ah iya, Sehun baru sadar. Semalam setelah insiden itu entah mengapa ia bisa tidur bersama dengan Chanyeol lagi.
Sehun berusaha melepaskan lengan Chanyeol dari badannya, tanpa membangunkannya. Setelah berhasil, Sehun beranjak turun dari kasur dan melangkahkan kakinya keluar kamar.
"Sehun..."
Sehun menghentikan langkahnya tepat di depan pintu saat Chanyeol memanggilnya. Sehun menoleh ke arah belakang. Syukurlah Chanyeol hanya mengigau, dia kembali tertidur lelap. Sehun melanjutkan langkahnya, membuka pintu kamarnya dan keluar.
"Hyung, bangun sudah siang! Mau jam berapa kau berangkat ke sekolah!"
Sehun membangunkan Chanyeol saat dirinya sudah selesai mandi dan memakai seragamnya dengan rapi.
Karena Chanyeol tak kunjung bangun walaupun Sehun sudah berteriak-teriak untuk membangunkannya, akhirnya Sehun mendudukkan dirinya di pinggir ranjang, lalu menarik selimut yang ada di atas tubuh Chanyeol sembari menggoyang-goyangkan badannya dengan kencang.
"Hyung! Chanyeol! Cepat bangun! Kalau kau tak segera bangun aku akan berangkat sendiri ke sekolah! Aku tak mau kesiangan!"
Tiba-tiba tangan Chanyeol menarik dengan kuat tangan Sehun hingga Sehun terjatuh diatas tubuh Chanyeol. Sehun membelalakkan matanya karena terlalu terkejut dengan kejadian barusan.
"Hyung! Apa-apaan ini?! Kenapa...hmpt!"
Belum selesai ia melanjutkan kalimat nya Chanyeol sudah membungkam mulutnya dengan bibirnya. Hanya sebatas menempel, tak lebih dari itu. Hanya supaya Sehun berhenti mengomel.
"Berisik sekali sih, bukannya ucapkan selamat pagi padaku, kau malah berteriak-teriak seperti itu. Anggap saja itu tadi morning kiss dari seorang kakak kepada adiknya, hehe."
Chanyeol hanya cengar cengir sedangkan Sehun sukses diam terpaku di depannya.
"Hei, mau sampai kapan kau berada diatasku, cepatlah menyingkir, aku mau mandi!"
Sehun pun langsung tersadar dan langsung bangun.
"Ini semua salahmu, bodoh! Kau yang menarikku seenaknya, dan aish! Lihatlah seragamku jadi berantakan gara gara kau! Ah sudahlah!"
Sehun langsung keluar dari kamar, terlalu muak melihat sikap Chanyeol yang hanya cengar cengir seperti kerasukan sesuatu.
Chanyeol pun terkikik geli melihat tingkah adiknya saat ia sedang marah, begitu menggemaskan. Bahkan saat ia mengumpatkan kata kasar padanya tadi, itu sungguh sangat lucu. Chanyeol lebih baik dimarahi seperti itu oleh adiknya daripada harus didiamkan berhari-hari olehnya.
Setelah menyelesaikan sarapannya, buru-buru Sehun bergegas untuk berangkat sekolah sebelum Chanyeol turun dan mengganggunya lagi.
"Ibu aku berangkat dulu!"
Sehun melangkahkan kakinya keluar dari rumahnya. Baru beberapa meter ia berjalan, Chanyeol langsung berada di sampingnya, dan itu membuatnya kaget lagi.
"Hyung! Kau sengaja ya ingin membuatku mati muda! Sudah beberapa kali aku terkejut karenamu di pagi ini! Jantungku rasanya ingin berhenti berdetak karena sudah lelah berdetak terus karenamu!" Gerutu Sehun.
"Hei, santai lah adikku sayang, aku tak bermaksud untuk mengejutkanmu. Kenapa kau mengomel terus sih padaku? Salahmu, kenapa meninggalkanku tadi"
"Ah sudahlah, lepaskan tanganmu dari pundakku! Pergi, jauh jauh sana dariku, aku sedang marah padamu! Lagipula kau malah menambah beban pada pundakku, lenganmu berat!"
Sehun melepaskan tangan Chanyeol dari pundaknya lalu mendorong-dorong Chanyeol agar jauh darinya. Jujur, ia masih kesal pada kakaknya itu.
"Yak! Kenapa kau mendorong-dorong badanku! Aku tak mau pergi, aku ingin disampingmu!"
Chanyeol makin merapatkan dirinya disamping Sehun, ia meraih tangan Sehun lalu menggenggam erat tangannya.
"Kubilang menjauhlah dariku! Lepaskan tanganku!"
Sehun berusaha menarik tangannya dari genggaman Chanyeol, namun sial usahanya sia-sia. Chanyeol lebih kuat darinya.
"Diam atau ku cium lagi kau disini! Berhenti mengomel atau kita akan terlambat lagi ke sekolah!"
Chanyeol segera menarik Sehun untuk bergegas ke sekolah. Sehun masih terdiam sejak perkataan Chanyeol tadi. Demi apapun, kalau bukan di jalan umum Sehun sudah menjambaki rambut kakaknya itu sampai habis karena sudah membuat dirinya menjadi diam kaku seperti orang bodoh.
Chanyeol pun hanya tersenyum geli melihat sikap adiknya yang terdiam itu, dia rasa perkataan nya tadi cukup untuk membuat adiknya mati kaku. Sungguh Sehun sangat menggemaskan saat sedang terdiam seperti orang bodoh seperti itu.
.
.
.
.
.
.
"Sehun!"
"Hai Kai, tumben sekali sudah datang"
"Kau sendiri, tumben sekali datang siang"
"Haha, ini semua gara gara si bodoh, kakakku Chanyeol hyung."
"Hei jaga ucapanmu, itu kakakmu"
"Huh masa bodoh, masih kesal sangat aku padanya"
"Hei Sehun"
Kai menyenggol lengan Sehun, supaya ia mengalihkan perhatiannya dari bukunya kepadanya.
"Kenapa?"
"Tak apa. Nanti sore aku ingin mengajakmu pergi ke suatu tempat. Mau ya?"
"Ya tentu saja, aku mau"
Bel pulang sekolah pun berbunyi. Dengan segera Sehun menarik lengan Kai untuk cepat-cepat keluar dari kelas sebelum Chanyeol mencegatnya di depan pintu kelas.
"Sehun! Hei mau kemana kau!"
Sehun mendesah. Akhirnya Chanyeol berhasil juga mencegat Sehun dan Kai yang akan ke parkiran.
"Hyung, aku akan pergi sebentar dengan Kai, kau pulang saja duluan!"
"Kau tak boleh pergi! Bagaimana kalau ibu mencarimu, aku harus bilang apa?! Cepatlah, ayo pulang bersamaku!"
Chanyeol menarik lengan Sehun, namun Sehun berhasil menepisnya.
"Kau tinggal bilang saja pada ibu, aku pergi sebentar dengan Kai teman sebangku ku, apa susahnya sih! Sudah, pulang sana! Ayo Kai, kita pergi!"
Sehun menarik tangan Kai dan meninggalkan Chanyeol sendirian disitu.
"Maafkan aku hyung..." Lirih Sehun dalam hatinya.
"Kai, sungguh aku belum pernah ke tempat indah seperti ini!"
"Kau suka? Ah senangnya kalau kau menyukai tempat ini"
Kai mengajak Sehun ke sebuah taman bunga yang berada di pusat kota.
"Ayo kita duduk dulu"
Kai mengajak Sehun untuk duduk di bangku yang tersedia dia taman. Mereka berdua duduk dalam keheningan. Sehun masih sibuk menikmati pemandangan di sekelilingnya yang penuh dengan bunga yang beragam warna, sedangkan Kai entahlah, sepertinya sedang merangkai kata-kata di dalam benaknya.
"Sehun..." Panggil Kai.
Sehun menoleh kearah Kai, sejenak menghentikan aktifitasnya memandangi bunga-bunga.
"Ada apa?"
"Boleh kah aku bertanya sesuatu padamu?"
"Apa itu?"
"Kurasa... kurasa Chanyeol sungguh menyukaimu. Maksudku.. Chanyeol menyukaimu bukan dalam konteks sebagai seorang kakak kepada adiknya, tapi sebagai seseorang yang ia cintai. Apakah kau merasakan itu?"
Deg.
Kenapa Kai bisa mengetahuinya? Apakah Chanyeol memberitahunya? Atau memang Kai pandai membaca perasaan orang?
"Kau benar Kai... haruskah aku bercerita padamu soal ini?"
"Aku tidak akan memaksamu kalau kau tak mau bercerita, tapi aku akan dengan senang hati mendengarkan ceritamu jika kau mau bercerita" Kai tersenyum pada Sehun.
"Sebenarnya... ini masalahnya. Aku.. aku takut Kai.."
"Kau takut kenapa? Karena semua ini tak masuk akal dan tak wajar?"
"Iya, kau benar. Chanyeol hyung bilang bahwa ia mencintaiku sebagai seseorang, bukan lagi sebagai adiknya. Aku sudah pernah menjauhinya berhari-hari tapi gagal. Aku tak tega jika harus mendiamkannya terus-menerus, apalagi kita tinggal satu atap. Ibu akan curiga kalau aku terus-terusan bersikap begitu kepada Chanyeol hyung. Makanya aku selalu bersikap kasar sekarang padanya. Aku ingin ia menghilangkan perasaan anehnya itu padaku."
"Kau takkan bisa. Aku bisa melihat kau juga sangat sayang pada Chanyeol sunbae. Bukan sebagai kakak, tapi sebagai seseorang"
Kai menatap intens manik mata Sehun.
"A-apa apaan sih, kau bercanda? Aku sayang pada hyung karena dia kakakku, bukan hal lainnya!"
"Mungkin kau sekarang bisa mengelak, tapi ku yakin suatu saat kau akan menyadarinya"
Sehun terdiam. Benarkah ia begitu? Kai ini sedang berusaha menggoyahkan dirinya atau apa? Cukup lama Sehun terdiam sampai akhirnya Kai membuka suaranya lagi.
"Aku bisa membantumu menyelesaikan masalahmu"
"Uh? Apa? Apa katamu?"
"Jadilah kekasihku. Dengan begitu Chanyeol sunbae akan mundur perlahan-lahan darimu"
Sehun mencerna kata-kata Kai barusan. Dia sedang tak bercanda bukan?
"Bisakah kau membantuku untuk menghilangkan perasaan Chanyeol hyung padaku?"
"Aku tidak janji, tapi aku akan membuatmu jatuh cinta padaku sehingga kau melupakan perasaan yang Chanyeol sunbae miliki untukmu. Jadi... maukah kau menjadi kekasihku?"
.
.
.
.
.
.
.
.
"Aku pulang!"
Sehun meletakkan sepatunya di rak yang terletak di belakang pintu. Ia melihat ke sekeliling rumah. Kenapa rumah terlihat sepi sekali? Kemana ibunya yang selalu menyapanya tiap ia pulang?
Tak mau ambil pusing karena ia sendiri juga sudah lelah, ia langsung memasuki kamarnya. Ia terkejut saat membuka pintu kamarnya, Chanyeol berdiri tepat dihadapannya sambil menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan. Sejak kapan Chanyeol berada dikamarnya?
"Chanyeol hyung... sedang apa kau dikamarku?" Tanya Sehun, tetapi Chanyeol hanya diam.
Tak kunjung dijawab pertanyaannya Sehun pun mulai lelah dan ingin segera masuk ke kamarnya, namun terhalangi oleh Chanyeol.
"Minggirlah hyung, aku lelah ingin beristirahat."
Namun Chanyeol tak kunjung bergerak. Ia masih menatap wajah Sehun.
"Hyung berhentilah bersikap seperti ini! Aku lelah!" Teriak Sehun.
Chanyeol menarik kuat tangan Sehun, lalu dengan segera meraup bibir Sehun. Tak ingin buang-buang waktu ia segera melumat habis bibir tipis milik adiknya itu. Menyesap seakan tak ada waktu lain lagi, menggigit bibirnya meluapkan emosi tertahannya disana.
Sehun yang tak tahan segera mendorong kuat Chanyeol. Setelah berhasil melepaskan Chanyeol dari bibirnya, tangannya refleks untuk menampar pipi kakaknya itu.
"Hyung! Apa-apaan kau ini! Aku tahu kau ini kakakku, tapi kau tak bisa bersikap seenakmu seperti ini! Aku lelah hyung!" Teriak Sehun.
"Kau pikir kau saja yang lelah! Aku juga lelah dengan sikapmu yang seakan-akan menjauh dariku dengan segala sikapmu yang selalu memarahiku! Ada apa denganmu sebenarnya! Apalagi salahku padamu?!" Chanyeol ikut berteriak karena merasa sudah jengah dengan sikap Sehun padanya.
Sehun tertunduk. Terdiam lama sekali. Kakinya sudah tak kuat berdiri rasanya. Ingin rasanya bumi segera menelannya hidup-hidup detik ini juga. Sungguh Sehun tak menginginkan ini semua terjadi.
Tak lama isakan tangis pun keluar dari Sehun. Masih dalam posisinya dengan kepala yang masih menunduk dalam.
Chanyeol mengetahui adiknya sedang menangis, ia melihat bahunya bergetar dan juga terdengar isakan kecil dari Sehun.
Dengan segera Chanyeol menarik Sehun kedalam pelukannya. Sedikit merasa bersalah karena ia membentaknya tadi.
"Maafkan aku Sehun, aku tidak bermaksud seperti itu. Sungguh maafkan aku.."
"Kenapa hyung.. kenapa seperti ini.. hiks"
Sehun terisak di dalam pelukan Chanyeol. Chanyeol semakin mengeratkan pelukannya.
"Berhentilah hyung.. hiks. Aku lelah.."
"Berhenti apa maksudmu?"
"Berhentilah menyukaiku. Aku sudah memiliki Kai, aku menyukainya.."
Lirih Sehun sambil terisak.
Ya, dan itulah jawaban Sehun tadi sore. Ia menerima tawaran Kai untuk menjadi kekasihnya. Mencoba membuka hatinya untuk orang lain yang mencintainya dan juga disisi lain ini keputusan baik untuk masa depan Chanyeol hyungnya.
Chanyeol melepaskan pelukannya begitu saja. Matanya langsung menatap manik Sehun yang sembab, mencari kebenaran. Tapi sepertinya Sehun jujur padanya.
"Benarkah seperti itu? Kau dan Kai..."
"Ya hyung, itu benar. Tadi sore kami resmi menjalin hubungan. Jadi kumohon hyung, hilangkan perasaanmu itu padaku, dan carilah orang yang lebih baik di luar sana yang bisa mencintaimu tulus apa adanya. Dan maafkan aku atas sikapku selama ini"
"Baiklah kalau itu maumu, aku menyerah."
Chanyeol keluar dari kamar Sehun dengan lesu. Ia sangat kecewa sekali. Ia berjanji takkan menggangu hubungan adiknya dengan Kai, namun ia takkan menghilangkan perasaannya begitu saja pada Sehun.
Karena Sehun sudah benar-benar tertancap kuat di dalam hatinya dan tak akan mungkin bisa dicabut begitu saja.
.
.
.
.
.
TBC
Eumm...
Kira kira gimana yah kelanjutan kisah mereka?
Penasaran?
Eits, sabar hihihi
Next?
Jangan lupa tinggalkan jejak yah^^
See you in next update...
