Boy In Luv
Disclaimer Masashi Kishimoto
Pairing : Sasuke x Sakura
Rated : T
Warning : OOC, AU, typo, alay, lebay, gaje, dsb.
No copazt oke !
.
.
.
.
Don't like don't read
Happy reading minna-san
.
.
Chapter 7
.
.
.
.
Suasana pagi hari di Konoha Internasional High School hari ini benar-benar ricuh. Lebih ricuh daripada biasanya. What happen? . Penyebab kericuhan ini tak lain tak bukan adalah personil boyband kita tercinta reader-san. Sasuke Uchiha. Walah emang biasanya dia bikin semua siswi ricuh. Tapi kedatangannya bersama seseorang membuat gosip baru menyebar di sekolah elite ini dan mengakibatkan sebagian besar fansnya berteriak histeris. Ada yang mendukung dia, ada juga yang nggak suka Sasuke sama dia.
" Etto, pantat kau sih ngapain juga ngajakin berangkat bareng. Tuh liat ada gosip baru kan. Hah menyebalkan " Sakura menghentak-hentakan kakinya sebal. Sasuke sendiri memutar bola matanya bosan dengan tingkah siswi disekolahnya itu. Belom juga mereka pacaran sudah hebohnya kayak begini, apalagi sudah pacaran. *uups
" Biarkan saja " Sasuke lantas menggandeng tangan Sakura ke kelas. Terdengar riuh suara cie dari seluruh penjuru sekolah. Tak lupa dengan bisikan-bisikan iri. Para siswi melihat Sakura dengan tatapan tak suka. Sasuke yang tahu itu memberikan mereka deathglare terbaiknya.
Sasori yang sedang berada di markas BTS mendengar suara ramai dan samar-samar mendengar nama Sakura juga diteriakkan. Ia ingin memastikan bahwa pendengarannya tidak terganggu. Dan benar saja Sakura dan sasuke bergandengan tangan. Merasa kesal Sasori lantas memukul meja didepannya. Naruto yang sedang santai menikmati hembusan angin pagi terlonjak kaget.
" Sasori loe itu kenapa heh ? Nggak lihat apa orang lagi tidur gini "
" Diam " Sasori memberikan tatapan menusuk kepada Naruto. Naruto bergidik ngeri, belom pernah ia melihat tatapan menusuk dari Sasori. Tapi emang dasarnya Naruto yang cuek dengan keadaan, langsung melanjutkan tidurnya begitu saja.
" Loe kenapa ? " Neji menepuk bahu Sasori dari belakang. Sasori perlahan dapat mengontrol emosinya.
" Gue gapapa " Sasori menghembuskan nafasnya perlahan.
" Kita kan sahabat. Nggak usah disembunyiin kalau ada masalah loe bisa cerita sama kita-kita. Yaa nggak ? " yang lainnya mengangguk setuju dengan pernyataan Neji barusan.
" Gue nggak bisa cerita sekarang "
" No problem. Kita siap dengerin cerita loe kapan aja " Neji memberikan senyumnya untuk menyemangati temannya itu. Sasoripun mengangguk dan ikut-ikutan tersenyum.
Shikamaru sudah mengetahui akan kemarahan Sasori barusan. Ia sudah menyadari perasaan Sasori sejak pertama kali berurusan dengan si gulali itu. 'Perang dunia bakalan terjadi. Hoam'
" Dimana Sasuke ? tumben dia belom datang ? " Sai datang dengan membawakan minuman dan juga cemilan. Untung saja Sasori sedang mendengarkan mp3, kan kasian kalau nanti Naruto bangun lagi grgr Sasori yang marah gaje gitu. T_T
" Mungkin sebentar lagi. Biasa kencan " Gaara menyahuti pertanyaan Sai dengan bermain PS4nya. Dan kemudian sai ikut dalam permainan Gaara.
.
.
.
.
" Pantat Stop. Woy pantat STOP " Sasuke terus saja melanjutkan langkahnya ke kelas.
" Ganteng-ganteng tuli " Sakura mencibir Sasuke perlahan dengan muka yang kusut, tapi Sasuke masih bisa mendengar cibiran Sakura.
" Baru nyadar heh kalo aku ganteng " Sasuke lantas berhenti dan membalikkan tubuhnya sehingga ia bisa melihat wajah siswi didepannya yang sudah memerah. Sisi lain seorang Uchiha 'tukang narsis'.
" Aku bisa jalan sendiri pantat, nggak usah kale gandeng tangan. Emang kita mau nyebrang hah ? " Sakura melepaskan tangan sasuke dari pergelangan tangannya.
" Emang aku mau nyebrang ... nyebrang ke hati kamu " Sasuke terkikik geli melihat semburat nan merah menghiasi pipi putih Sakura.
" Pantat. Kau sana jauh dariku. Hust hust " Sakura lantas berlari menyusuri lorong meninggalkan Sasuke yang terus memasang senyum melihat tingkahnya yang salah tingkah begitu. Sasuke langsung memasang jimat andalannya –earphone dan memasukkan kedua tangannya ke dalam saku. Ia berbelok arah untuk menuju ke markas BTS. Gayanya yang cool menarik teriakan para siswi di lorong yang ia lewati. Hm pesona Uchiha.
.
.
.
.
Sakura sedang asik bercanda dengan Ino, Hinata dan juga Tenten. Tiba-tiba pintu kelasnya digebrak oleh the Queen of Gosip –Karin. Karin bersama teman-temannya menghampiri meja Sakura dengan wajah yang err nyeremin.
" Loe Sakura Haruno ? " tunjuk Karin tepat dimuka Sakura. Sakura masih bisa menahan amarahnya.
" Woy, kalo ketuk pintu tu yang pelan. Kasian tauk itu pintu " Tenten menghempaskan tangan karin dari muka Sakura.
" Heh kita nggak nggak ada urusan sama kalian rakyat jelata " Gadis berambut coklat yang diketahui bernama Matsuri itu langsung maju menghadapi Tenten. Muncul aliran listrik diantara tatapan mereka.
Ino pun yang tak suka dipanggil 'rakyat jelata' pun akhirnya menggebrak meja.
" Kalian nggak punya kaca hah ? Ngatain kita rakyat jelata. Woy orang tua loe cuman direktur di perusahaan kecil. Sini gue kasih kaca, biar kalian bisa ngaca kalo punya tampang monyet ! "
" S-sabar I-i-ino-chan "
" heh loe itu siapa ? loe belum tau kita hah " siswi berambut pendek – fuu menjawab Ino sambil mendorong bahu Ino. Ino yang tak terima diperlakukan lebih dari batas wajar alhasil tersulut juga emosinya.
" Gue ? Gue anak dari pemilik Yamanaka Corp. Puas loe hah " Fuu meneguk salivanya dalam-dalam. Yamanaka Crop merupakan perusahaan penghasil tas brended terkenal seantero Jepang. Bahkan tas KIHS adalah keluaran dari Yamanaka Corp.
" Woy, sudah ! " Sakura akhirnya turun tangan menangani masalah ini.
" Gue Sakura Haruno. Kenapa ? "
" Oh, jadi elo. Elo pacarnya Sasuke ? Kalo iya putusin 5menit dari sekarang " Karin membenarkan kacamatanya dan mengeluarkan seringai andalannya.
" Gue ? Gue pacarnya si pantat yang sok cool itu ? Hahahah ngaco deh loe " Sakura malah tertawa menanggapi perintah Karin barusan.
" Dia Saskey unyu gue~ " Sakura mendadak muntah melihat nama Sasuke yang dipanggil begitu. M-E-N-J-I-J-I-K-K-A-N.
" Yg gue tau elo sekarang lagi deket sama Sasuke. Pesen gue kalo loe nggak mau kenapa-napa jauhin Sasuke "
" Suka-suka gue dong mau deket sama siapa. Lagian yang ngedeketin duluan tuh bukan gue. Hidup-hidup gue kenapa elo yang susah " Karin mulai terpancing emosinya oleh Sakura.
" heh kenapa elo malah yang nyolot sama gue ? loe nggak tau gue hah ?! " alhasil meja milik Saipun jadi korbannya Karin.
" Elo tuh yang nyolot. Iya gue tau elo, kalo enggak dikirain gue kenapa-kenapa bicara sendiri " Sakura menunjuk tepat di hidung Karin.
Karin yang batas kesabarnnya sudah habis langsung menjambak rambut Sakura, Sakura yang tak terima ikut-ikutan menjambak rambut Karin. Fuu yang melihat pimpinannya –Karin sudah mulai ia lantas menjambak rambut Ino, Ino yang tak suka rambutnya disentuh secara paksa langsung saja menjambak rambut Fuu. Tenten dan Matsuri juga tak ingin kalah dari kedua temannya langsung saja mengikuti. Hinata ? hanya melihat dengan ketakutan.
Saat BTS menuju ke kelas, mereka mendengar suara ribut-ribut dari kelas mereka. Segera saja mereka berlari. Setelah sampai di pintu, mereka kaget melihat pemandangan yang ada di depan mereka. Sakura dan Karin sudah berguling-guling di Tenten dengan Matsuri, Ino dengan Fuu telah berakhir karena bisikan siswa-siswi yang mengataakan BTS ada dikelas. Sasori dan Sasuke langsung maju untuk melerai mereka. Dan yang dipegang keduanya sama –Sakura. Karin yang tak suka Sasuke yang memegang Sakura menjambak kembali rambut Sakura. Personil BTS yang lainnya kewalahan memegang Karin.
" woy Karin. Stop " Neji sekuat tenaga menarik tangan Karin.
" Lepasin tangan loe dari Sasuke "
" heh loe udah punya mata 4 masih juga nggak bisa ngeliat. Yang megang tu siapa heh " mereka kembali saling menjambak.
" Oi, Sasuke mending lo pegangin Karin geh " Sai juga berusaha menarik Karin agar menjauh dari Sakura.
" Ogah. Kenapa nggak Sasori yang bantuin "
" Yang diminta karin tuh elo. " Sasori menjawab Sasuke dengan muka yang dingin.
" kenapa nggak elo aja "
" kenapa malah kalian yang bertengkar ! Sasuke cepetan pegangin Karin "
" Tap- "
" Nggak ada tapi-tapian. Cepetan. Loe mau Sakura terus diginiin ! " Sasuke memikirkan perkataan Shikamaru barusan.
" Nggak usah kebanyakan mikir "
Dengan sangat ogah-ogahan akhirnya ia melepaskan pegangannya pada Sakura dan beralih untuk memegang Karin. Karin langsung bergelanyut manja di lengan Sasuke. Sasuke yang jijik dengan tingkah Karin membawa –menyeret pergi keluar.
" SETAN MERAH BBBAAAAAKKKKKKKAAAAAAAAAAAAA ! " Sakura berteriak dengan kencang sampai ia lupa-
" ekhm. Kita merah nona " Gaara dan Sasori bersamaan memberikan deathglare ke Sakura.
" hehe. Lupa " Sakura mengacungkan kedua jarinya membentuk 'V' sign.
" cepatlah ke toilet. Rapikan dandananmu dan juga pakaianmu itu " Sai memberikan sapu tangan untuk digunakan Sakura.
.
.
.
.
" Sakura, kau pulang sama temen-temenmu yaa. Aku ada urusan sedikit "
" Hm "
" Langsung pulang "
" Bawel "
Sakura segera merapikan buku-bukunya yang berada di atas meja. Saat ingin meninggalkan kelas tangannya tiba-tiba ditarik seseorang.
" Apalagi pantat ? kepalaku masih pusing grgr nenek lampir itu "
Sasuke mencium kening Sakura. Sakura sendiri merasa kaget dengan apa yang barusan terjadi. Sasori yang melihat kejadian tersebut mengepalkan tangannya erat sambil memberikan tatapan menusuk.
" Hati-hati di jalan dan cepat sembuh " Sasuke lalu mengacak-ngacak rambut pink milik Sakura dan tersenyum sangat manis.
Sakura mengangguk dan tersipu malu dengan sikap bungsu Uchiha didepannya ini. Sasori semakin kesal saja dengan drama didepan. Ia langsung mengambil tasnya secara kasar dan melewati Sasusaku dengan aura hitam yang menguar disekeliling tubuhnya.
.
.
.
.
Group BTS
Subject : Penting !
Kumul di Café Fris sore ini jam 4
Shikamaru
.
.
.
.
" Hoy Shika ada apaan ? tumben-tumbenan kita disuruh ngumpul di tempat kayak gini " Sai meminum Orange juice pesanannya.
" Yang pasti itu penting Sai. Emang elo nggak liat tadi subjectnya apa " Neji mengambil kentang goreng pesanannya. Naruto ikut-ikutan mengambil kentang goreng milik Neji. Alhasil pertengkarang kecil di mulai.
" siapa yang belum datang ? "
" hanya sasuke dan Sasori "
" Bagus "
" kevenava bavagavus shivik ? " Naruto berkata dengan mulut penuh kentang goreng. Dan jitakan keras melayang dari Gaara.
" Ittai gaara "
" Habiskan dulu makananmu Baka "
" Kenapa bagus Shik ? " Saipun mengajukan pertanyaan yang sama yang dilontarkan Naruto.
" Karena bakalan terjadi perang dunia "
.
.
.
.
TBC
.
.
.
Pendek ya ? Gomen yaa. Aku rada bingung bikin konflik. Soalnya aku cinta damai \=D/ Hehehe
Pengennya aku bikin kejutan di chap ini tapi di next chap aja, biar tambah bikin greget, penasaran :D
Oia, maksih buat reviewnya, bermanfaat banget
Makasih juga ynag udah baca, terus baca fic karya aku yaa :D
.
.
.
Pojok bales review :
Rinda Kuchiki : Udah di next, tapi rada telat gitu :D. makasih ya selalu baca makasih ya udah baca sama review
ruru kazeharu : soalnya aku baca fic itu ada yang rata tengah. Iya ini udah aku ganti jadi nggak rata tengah lagi. Makasih buat sarannya makasih juga udah baca makasih ya udah baca sama review
diniavivah23 : Ini udah dilanjut makasih ya udah baca sama review
MyAngelic Angel : hahaha iya makasih bakalan terus berusaha biar fic ini jadi lebih baik lagi. Di next fic aja pakek " aku kamu " gitu, soalnya nanti kalo disini dirubah jadi agak gimana gitu. Makasih buat sarannya . iya makasih udah baca makasih juga udah review
Azmey : Hahaha iya makasih aku sebenernya malah mau buat Sasuke, Sasori, sama Gaara yang saingan tapi terlalu ribet orang gini aja aku mikirnya bingung :D iya udah next ini. Makasih udah baca makasih juga udh review.
Setelah baca Review yaa
Arigatou gozaimasu
