Chapter 7: It's Summer Boot Camping Part 1

Disclaimer: Bukan punya saya tapi Capcom, saya punya OC saja. Maaf lama update gara-gara internet rusak.

Untuk semua review saya seperti biasa akan mengucapkan terima kasih dan saya akan bersemangat selalu.


Jam 4 di aula...

"Kira-kira seperti apa ya latihannya?" Tanya Keiji.

"Aku tak tahu." Tulis Fuuma.

"Aku harap ini akan ramai." Sambung Sasuke.

"Perut Keiji-san tak apa?" Tanya Yukimura.

"Tak apa santai saja." Balas Keiji sambil memegangi perutnya.

"This is interesting." Kata Masamune tiba-tiba.

"Ada apa?" Tanya Fuuma.

"Hmm?" Mamoru pun juga bingung.

"Kok ada kamera dan banyak kru tv?" Tanya Ieyasu.

"Kita akan shooting Mouri?" Tanya Matsu.

"Akan saya jelaskan. Latihan hari ini akan dijalankan tak seperti biasa, melainkan kalian akan menerima tantangan dari Pak Takeda dan Hojo, untuk itu kalian akan dibagi menjadi 2 tim." Terang Mouri.

'Aku gak dipanggil dengan embel-embel bapak.' Batin Hojo.

"Baik saya akan membagi tim utara dan tim selatan." Bagi Pak Takeda.

"Apa?" Kata mereka semua.

"Firasatku atau apa si Mouri kebanyakkan nonton Running man?" Tanya Sasuke.

"Karena tim utara dan selatan masing-masing punya 4 orang kami akan menambahkan masing-masing 2 orang ke tim." Jelas Pak Takeda.

"Kita setim kawan!" Kata Keiji sambil memeluk Fuuma.

"Uyeee!" Teriak Sasuke merangkul Keiji.

"Kita harus bisa bekerja sama!" Sambung Motochika.

"Dan aku berharap ada cewek di tim ini." Tulis Fuuma.

"Kau betul sobat." Sambung Keiji.

"Kojuu kita setim." Kata Masamune.

"Iya." Jawab Kojuurou sambil menganggukan kepala.

"Kira-kira siapa ya tambahannya?" Tanya Matsu.

"UWOOHH! AKU BERSEMANGAT!" Teriak Yukimura.

"Tim utara Masamune, Kojuurou, Yukimura, Matsu, Toshie, Ieyasu." Jelas Pak Takeda.

"Tim selatan Fuuma, Keiji, Sasuke, Motochika, Mamoru, Kasuga." Jelas Hojo.

"Eh aku ikut main?" Tanya Mamoru tiba-tiba.

"Iya cu kau ikut." Terang Hojo.

"Tempat kita ada 2 cewek sobat!" Teriak Keiji.

"Aku yang akan jadi ketua." Tulis Fuuma tiba-tiba.

'Ini anak sebenarnya kalau ada cewek kenapa sih?' Batin Sasuke.

"Setidaknya lebih baik, daripada kau yang jadi ketua." Balas Kasuga, seolah-olah tahu isi hati Sasuke.

"Jahat..." Balas Sasuke.

Di tim utara

"Alright! Aku jadi ketua!" Kata Masamune.

"Terserah asal aku bersama Matsu." Kata Toshie mengacuhkan Masamune.

"Aku juga." Sambung Matsu.

"Aduh-aduh kalian ini pasangan serasi benar." Puji Ieyasu.

"Saya setuju!" Kojuurou berpendapat.

"Saya juga!" Sambung Yukimura.

"Kalau sudah menentukan ketua kelompok, saya akan membagikan misi pada ketua tim." Kata Pak Takeda.

"Kamera akan di tempatkan dimana kalian akan bermain dan berada." Sambung Mouri.

'Kayaknya memang kebanyakkan nonton Running man ini orang.' Batin Sasuke.

Fuuma dan Masamune maju mengambil kertas misi, lalu kembali ke masing-masing tim.

"Misi kita adalah?" Tanya Keiji.

"Pergi ke desa dengan mencari orang-orang tim anda sesuai dengan nomor."

"Nah akan saya bagikan nomornya." Kata Hojo.

"Fuuma dan Masamune karena kalian adalah ketua kelompok maka nomor urut kalian 1." Terang Mouri.

"Yang lainnya akan saya bagikan dan ini adalah tempat dimana kalian akan bersembunyi." Jelas Pak Takeda.

Tim Selatan:

1. Fuuma

2. Mamoru

3. Keiji

4. Sasuke

5. Kasuga

6. Motochika

Tim Utara

1. Masamune

2. Kojuurou

3. Matsu

4. Ieyasu

5. Yukimura

6. Toshie

"Setelah kalian berpencar, kalian harus bertanya kepada penduduk untuk mendapatkan keterangan dimana mereka bersembunyi, dan harus melakukan apa yang warga desa suruh." Terang Hojo.

"Ini adalah latihan untuk fisik kalian." Jelas Pak Takeda.

"Kru akan mengikuti kalian dari belakang." Sambung Mouri.

'Serius ini orang memang terobsesi sama Running man.' Batin Sasuke.

Sekitar 10 menit kemudian.

"Para rekan tim kalian sekarang sudah bersembunyi." Terang Mouri.

"Cepatnya!" Kaget Masamune.

"Aku tak akan kalah." Tulis Fuuma menantang.

"Neither am I." Balas Masamune.

"Rekan kalian yang nomornya sama bersembunyi di tempat yang sama, untuk menemukannya kami beri peta untuk kalian berdua." Jelas Pak Takeda.

"Mengerti." Tulis Fuuma.

"Understood." Balas Masamune.

"Kalau kalian sudah menemukan rekan kalian ikat kaki kalian, ini juga melatih keseimbangan." Sambung Hojo dengan memberikan seutas tali.

"Kalau begitu pertandingan dimulai!" Teriak Mouri.

Fuuma dan Masamune langsung berlari menyusuri hutan dan berlari menuruni bukit agar bisa pergi ke desa diikuti dengan kru TV tentunya.


Di desa

"Hmm menurut peta, nomor dua seharusnya berada disekitar pasar." Kata Masamune.

"Bagaimana kalau kita tanyakan orang seperti yang tadi dijelaskan?" Tanya Fuuma.

"Ya mungkin itu…"

"Permisi apa anda melihat cewek berikat dua dengan memakai baju berwarna kuning bertuliskan I Love Wushu?" Tulis Fuuma kepada seorang pedagang buah.

"Cepat…" Sweatdrop Masamune.

"Hmm saya tak tahu, mungkin pedagang sebelah tahu.

'Kalau tak berniat memberi tahu, bilang saja.' Bisik Masamune ke kamera.

"Hmm Masamune coba kau Tanya ke pedagang sayur sebelah, aku capek!" Tulis Fuuma.

"Enak saja! Masa aku…"

"Kau kan ketua kelompok, lagipula nomor 2 Kojuu…" Tulis Fuuma.

"Permisi pak! Kira-kira toko kelontong Owari dimana ya?" Tanya Masamune.

"Kalau tentang Kojuurou dia memang cepat." Tulis Fuuma ke kamera dengan sweatdrop.

"Hmm akan saya beritahu asal kalian bisa menyelesaikan tantangan saya." Kata sang pedagang tersebut.

"Apa itu?" Tanya Fuuma.

"Memasukkan pensil ke dalam botol." Kata pedagang tersebut.

"Piece of cake!"

5 menit setelah itu…

"ARGH punggungku!" Teriak Masamune.

"Ini lubang botolnya kecil banget." Tulis Fuuma ke kamera.

"Kalau kalian tak bisa, tak akan ku beritahu!" Kata pedagang.

Kontan saja mereka langsung berlomba-lomba.

"Yak aku selesai!" Tulis Fuuma di kertas, dan si pemilik toko memberi petunjuk.

"Kau curang!" Teriak Masamune.

Di toko kelontong Owari…

"Lama…" Keluh Mamoru.

"Hmm…" Balas Kojuurou.

"Merka ada apa yah?" Tanya Mamoru.

"Entahlah."

"Aku capek."

"Mau duduk?" Kata Kojuurou sambil mengambilkan kursi.

"T-Terima kasih."

Di saat yang sama di tempat Mouri…

"Woah mereka memang pasangan yang serasi ya!" Puji Pak Takeda.

"Ck, mereka sudah bergerak." Kata Mouri sambil melihat ke kamera bahwa Fuuma dan Masamune sudah menyelesaikan tantangan mereka.

Di toko Owari…

"Mamoru mau minum? Aku traktir." Tawar Kojuurou.

"Ah tidak usah terima kasih." Kata Mamoru lalu mengambil teh kotak.

"Hmm…" Kojuurou lalu mengambil uang dari sakunya.

"Ini anak udah nolak, tetep aja ngambil." Kata komentator di TV.

"AH! Mereka datang!" Teriak Mamoru melihat Fuuma dan Masamune datang.

"Maaf sepertinya kami mengganggu sesuatu?" Tanya Fuuma di kertas.

"Kojuurou, hosh hosh c-cepat!" Kata Masamune ngos-ngosan sambil mengeluarkan tali.

"Ini tali diapakan Fuuma?" Tanya Mamoru.

"Diikat di kaki." Tulis Fuuma.

"Kojuu, cepat!" Perintah Masamune.

"Hmm, sekarang mereka yang tampak seperti couple." Komentar sang komentator.


Di sawah desa tempat dimana nomor 3 bersembunyi.

"Ah sawah!" Teriak Mamoru.

"Aku rasa mereka disini." Tulis Fuuma.

Kojuurou tampak melihat sawah tersebut dengan berbinar-binar.

"Ah tampak dua orang yang suka berkebun disini, sepertinya mereka akan melakukan tantangan di sawah ini." Komentar sang komentator lagi.

"Biarkan aku yang bertanya!" Kata Masamune.

Fuuma mengangguk.

"Permisi bu apa anda tahu gubuk milik Bu Kiyoshin dimana?" Tanya Masamune.

"Ah mencari gubuk ku? Kalian harus menyelesaikan tantanganku!" Kata Bu Kiyoshin.

"Apa itu?" Tanya Fuuma.

"Menanam bibit padi ini!" Kata Bu Kiyoshin dengan senyum.

"SERAHKAN PADAKU!" Teriak Mamoru dan Kojuurou bersamaan.

"Sepertinya aku tak salah pilih Mamoru sebagai nomor dua di kelompokku." Tulis Fuuma ke kamera.

"Me too." Balas Masamune sambil melihat mereka berdua mengambil bibit padi tersebut.

"Aku tak akan kalah walaupun kau adalah senpaiku!" Kata Mamoru sambil merapikan ikatan rambutnya menjadi ikatan pony tail.

"Aku juga, jangan kira karena kau adalah seorang perempuan aku akan mengalah padamu!" Balas Kojuurou dengan semangat.

"Memang benar-benar couple yah, aku iri pada mereka." Tulis Fuuma ke Masamune.

"Ah I see, tapi kau berkeluh kesah begitu aku mengerti perasaanmu. Tapi mengapa kau mengeluh seperti itu seolah ingin aku menjadi couplemu?" Tanya Masamune sambil bergidik ngeri, dan mengalihkan perhatianya ke arah Kojuurou dan Mamoru yang sedang berlomba menuai bibit.

"Kau mau tahu sesuatu?" Tanya Fuuma di kertas sambil melihat ke arah Mamoru yang telah menuai benih setengah sawah dengan kecepatan Eyeshield 21(?).

Masamune mengangguk.

"Karena kau manis Masamune-kun. Aku ingin kau menjadi couple ku." Tulis Fuuma dengan ekspresi muka datar.

"UWOH! BIBIT TANAMAN PADI SUDAH KU SELESAIKAN!" Teriak Kojuurou dan Mamoru bersamaan dalam hitungan 2 menit.

"Memang mereka berdua jiwa seorang petani!" Kata komentator.

"Tunggu! Ada pengakuan terlarang Fuuma dan Masamune di sini, coba kau lihat Hibari!" Kata komentator lainnya.

Kamera pun menzoom Fuuma dan Masamune.

Masamune tampak membatu mendengar perkataan Fuuma.

"Fuuma aku dapat dimana lokasinya!" Teriak Mamoru.

"Masamune-sama aku tahu dimana!" Teriak Kojuurou.

"Bercanda kok! Mana mungkin aku menyukaimu! Aku masih normal." Tulis Fuuma lalu mendatangi Mamoru.

Masamune masih membatu dengan pernyataan Fuuma tadi, hingga Kojuurou mendatanginya.

"Masamune-sama?"


DOENG…

Setelah mereka menemukkan bernomor 3 yaitu Keiji dan Matsu mereka berjalan menuju sungai sambil berlari untuk menemukkan nomor 4. Dan di misi ini mereka harus menangkap ikan untuk menemukkan rekan mereka.

"Wah sungainya jernih sekali, aku bisa melihat ikan!" Teriak Keiji.

"Lumayan buat dijadikan makanan!" Sambung Matsu.

"Hmm,what should we do?" Tanya Masamune.

"Masamune-sama kita harus cepat." Pendapat Kojuurou.

Sedangkan itu, Fuuma sedang melihat sesuatu di dekat jembatan.

"Oh apa yang terjadi dengan Fuuma?" Teriak Hibari.

"Ah itu Shiroku Asaoka! Sedang apa dia di sini?" Tanya komentator lainnya.

"A-Asaoka!" Teriak Keiji.

Fuuma mengangguk.

"Who is she? Bintang porno?" Tanya Masamune.

"BUKAN!" Teriak Mamoru dan Matsu bersamaan.

"Dia model majalah sampul remaja!" Balas Mamoru.

"Daripada ribut Matsu dan Keiji harus bisa menangkap ikan sebanyak mungkin di misi ini!" Tulis Fuuma.

Mereka mengangguk dan permainan di mulai

"MATSU MENANGKAP IKAN DENGAN CEKATAN!" Teriak Hibari.

"Apa-apaan Keiji bisa dikalahkan dengan seorang wanita?" Tulis Fuuma.

"FUAH! KEKUATAN IBU-IBU LUAR BIASA!" Teriak Keiji.

"BERANI SEKALI KAU MEMANGGIL KU IBU-IBU!" Teriak Matsu mencekik Keiji sehingga melepaskan ikannya.

Tim utara cengok.

"UWAHH! SIASAT BAGUS KEIJI-SAN!" Teriak Mamoru.

"Memang Keiji luar biasa!" Tulis Fuuma.

"Jangan terkecoh Matsu!" Teriak Kojuurou.

"SIAL TU ANAK!" Marah Masamune.

"Kami membantu!" Teriak Ieyasu dan Sasuke bersamaan.

"KAMERA COBA LIHAT IEYASU DAN SASUKE MUNCUL!" Teriak Hibari.

"Aku tak tahan bersembunyi, ain imageku apalagi aku dengar Asaoka-chan shooting!" Kata Sasuke ke kamera sambil membantu Keiji.

"Asaoka-chan!?" Teriak Ieyasu tiba-tiba dan menjatuhkan kembali ikan.

"F%ck! Jangan terpengaruh bego!" Teriak Masamune terakhir.

"Siasat yang bagus dari tim selatan!" Kata komentator lainnya.


Sekitar 5 menit kemudian Tim Selatan berhasil dulu memenangkan pertandingan dan mencari Kasuga.

"Sial dimana Yukimura!" Kutuk Masamune.

"Masamune-kun AKU DISNI UWOH!" Teriak Yukimura berlari dengan kecepatan tinggi menerjang semak belukar.

Sedangkan tim Selatan hanya sweatdrop sambil mengikat tali.

"Tunggu dulu kita belum tarik tambang." Kata Kojuurou.

"Hmm aku yakin tim kami bakal menang." Tulis Fuuma memprovokasi tim utara yang terlihat kecil-kecil dan tak berotot.

"Karena ada Yukimura kami pasti menang!" Teriak Ieyasu.

"Oh ya?" Kata Keiji mengejek.

"Yukimura jangan terlalu bersemangat, nanti tak bisa tidur loh!" Sasuke memprovokasi juga.

"Betulan gak bisa tidur?" Tanya Yukimura ke Matsu.

"Entahlah…"

"Hei Ieyasu, Asaoka-chan tadi mandi loh di sungai…" Kata Keiji di paling belakaang.

"Mana ada bego!" Teriak Ieyasu.

"Jangan jadi tim yang suka membuat provokator!" Balas Masamune di depan dengan mengacungkan jari tengah.

Fuuma pun membalas dengan juga mengeluarkan jari tengah.

"LIHAT KEDUA TIM, ZOOM KAMERA! KETUA TIM MENGELUARKAN JARI TENGAH MEREKA MASING-MASING!" Teriak Hibari.

"Ya ampun aku bingung dengan kedua tim ini…" Keluh Kasuga.

Mamoru mengangguk.

"Yak permainan di mulai!" Teriak komentator.

"UWOH!" Teriak kedua tim.

Sedangkan di villa

"Apa taka pa mengeluarkan jari tengah seperti itu?" Sweatdrop Hojo.

"Tidak apa malah menjadi menarik!" Kata Mouri.

"Kedua tim tak mau mengalah ya…" Puji Pak Takeda.

Sedangkan itu…

"Chachachachacha! Tarian Impala!" Teriak Sasuke memprovokasi.

Fuuma hanya mengikuti irama.

"Tch, tarik!" Teriak Ieyasu.

"UWOH!" Teriak Yukimura.

"Chachachachacha!" Teriak Keiji dan Mamoru.

"Grrrr…" Marah Masamune.

"Ini dampak kebanyakkan nonton Running man." Tulis Fuuma ke kamera.

'Sempat-sempatnya nulis…' Batin Kasuga dengan sweatdrop.

"Masamune-sama ayo jangan kalah tarik!"

"Kekuatan kalian hanya segini!?" Teriak Matsu menarik dengan sekuat tenaga.

"Chachacha!" Teriak Sasuke.

"Ayo tarik!" Tulis Fuuma.

"Kedua tim sama-sama kuatnya, apa yang akan terjadi? Coba kamera zoom in talinya!" Kata Komentator.

Terlihat tali tambang semakin menipis dan…

TES!

"Hasilnya seri sodara!" Teriak Hibari.

"Aku tak terima ini." Tulis Fuuma.

"UWOH ULANG!" Teriak Yukimura, Keiji dan Ieyasu.

"Hah~" Keluh Sasuke, Kojuurou, dan Matsu.

"What the…!" Sambung Masamune.

"Aku bingung kenapa mereka tampak tak menerima hasil seri?" Tanya Kasuga ke kamera.

"Tampaknya mereka itu mempunyai jiwa seorang pejuang." Balas Mamoru.


Pencarian terakhir mereka disuruh lomba makan. Karena pemilik toko ramen berbaik hati mereka membiarkan yang bersembunyi ikut lomba.

"Makanlah ramen pedas ini, kalau kalian bisa mengabiskannya tanpa minum dan menang maka kalian tak usah membayar, jika kalah maka kalian harus membayarnya." Kata penjual ramen.

"Inuchiyo-sama! Kamu bisa!" Teriak Matsu.

"Heh, beruntung aku punya Toshie di tim ini!" Kata Masamune.

"Jangan sok begitu, kami juga punya Motochika!" Tulis Fuuma tak mau kalah.

"Kalau begitu demi Matsu!" Teriak Toshie.

"Hmm… Akan ku lakukan!"

"1,2,3!" Kata sang penjual ramen.

Di villa

"Besok subuh latihan apa?" Tanya Pak Takeda.

"Maunya masih pelenturan dan loncatan, mereka akan berlatih backflip dan butterfly kick." Kata Hojo.

"Hmm…" Gumam Mouri melihat tv.

"Ada apa Mouri-kun?" Tanya Hojo.

"Tidak aku hanya tak menyangka mereka bisa makan ramen pedas tanpa air." Heran Mouri.

"Halah palingan nanti rebutan WC! HAHAHA." Tawa Hojo.

"Ya, saya setuju." Sahut Mitsunari tiba-tiba.

"S-sejak kapan!?" Kejut Pak Takeda.

"Dia daritadi di samping ku…" Jelas Mouri.

"Lagian aku tak tertarik dan aku dilupakan…" Pundung Mitsunari.

Hojo dan Pak Takeda hanya terdiam…

Kita kembali ke kedai ramen.

"TAMBAH!" Teriak Toshie.

"LAGI!" Teriak Motochika.

"Hebat jumlah mereka seri sama-sama 5!" Kagum Ieyasu.

"Untung bukan aku…" Keluh Keiji ingat dengan kejadiannya tadi siang.

"Great!" Puji Masamune.

"Ayo jangan kalah!" Dukung Mamoru dan Matsu.

"Motochika kau kenapa?" Tulis Fuuma di kertas.

"Ada apa Toshie?" Tanya Kojuurou.

KRUK!

Semuanya langsung terdiam termasuk kru.

"UWOH WC!" Teriak mereka bersamaan.

"Mereka tampaknya kepedesan dan berebut WC saudara!" Teriak komentator.

"WC dimana pak!?" Tanya Motochika.

"Di belakang belok kiri ahahaha Cuma 1 loh!" Tawa penjual ramen.

Lantas saja mereka berdua langsung berebut WC dan berlari duluan…

DRAP DRAP! BRAK!

"Toshie-senpai cepat!" Teriak Motochika di luar sambil memegangi perutnya.

Anggota tim lain hanya sweatdrop.

"Baiklah karena tim selatan memenangkan 3 pertandingan, maka kalian akan mendapat dispensasi kalau bangun terlambat besok." Kata Hibari.

"What the!" Teriak Masamune.

"Itu tak bisa, k-kita…" Sambung Ieyasu.

"Hah, HEBAT!" Teriak Keiji dan Sasuke.

"Wow!" Teriak Kasuga.

Yukimura, Kojuurou, Matsu hanya pasrah.

"Kalau begitu ini bukti dispensasi waktu." Kata Hibari sembari membagikan 6 kertas ke Fuuma.

Fuuma mengangguk dan membagikannya.

Sedangkan itu di belakang…

"UWOH TOSHIE-SENPAI!" Teriak Motochika sambil memegangi perutnya dan menggedor pintu WC.

"SABAR!" Teriak Toshi di dalam.


Villa malam di kamar para cowok…

"Hah hari yang melelahkan…" Kata Sasuke membaringkan tubuhnya ke kasur.

"Yeah…" Sambung Masamune sambil menutup mata.

"Beruntung kamarnya saling menyambung yah!" Kata Keiji ke semuanya.

"Ya, lebih enak begini…" Kata Mitsunari.

"Loh kok!" Kaget Motochika.

"Kalian mencariku? Aku daritadi bersama dengan Mouri aku malas ikut-ikutan." Balasnya sambil membaca buku.

"Setidaknya kita istirahat dulu…" Tulis Fuuma.

"Ieyasu mana?" Tanya Toshie sambil makan cemilan.

"Mandi." Balas Mouri singkat.

KRING~

"HP siapa bunyi?" Tanya Yukimura.

"Punya Ieyasu yang bunyi…" Kata Keiji sambil mengambil HP Ieyasu.

"Kita buka yuk e-mailnya! Siapa tahu ada yang menarik!" Kata Masamune sambil beranjak bangun dengan evil smile.

"Kau mau mencari bokep di HP Ieyasu?" Tulis Fuuma.

"Masamune-sama itu tak boleh!" Larang Kojuurou.

"Kau juga tak boleh begitu sobat, aku tahu rahasia mu di…" Balas Sasuke tapi mulutnya di tutup oleh Kojuurou.

"Itu lain…" Balasnya dengan muka merah.

"Ayo kita buka~" Kata Keiji.

KLEP!

"Ini foto?" Tanya mereka bersamaan.

Tampak di wallpaper Ieyasu seorang cewek yang tak lain Asaoka dengan memakai topi pantai dan dress santai dengan latar belakang pantai, sambil memegangi rambut pirangnya yang panjang.

"I-ini Asaoka-chan kan!?" Teriak Sasuke.

"Ieyasu penggemar Asaoka?" Tanya Keiji ke lainnya.

"E-mailnya juga dari Asaoka…" Tulis Fuuma.

"A-apa yang kalian lakukan!" Kata Ieyasu tiba-tiba muncul dengan handuk di kepalanya.

"Ieyasu-kunnn besok aku datang ke tempat kalian ya~ Aku juga di sini kok~ Jangan lupa istirahat! Love Asa muach~" Kata Masamune membaca e-mail dan meniru logatnya.

"Asaoka itu siapa mu!?" Tanya Toshie.

"Apa aku harus bilang?" Balas Ieyasu dengan muka merah.

"Pacar kan? Aku berani taruhan 2000 yen!" Tulis Fuuma.

"Aku 2500 yen!" Teriak Yukimura dengan menawar.

"Sudah ku balas." Tulis Fuuma.

"Kau balas apa!?" Tanya Keiji.

"Iya terima kasih, terus dukung aku… Besok jam 6 pagi kami di lapangan bola, kalau mau datang saja. Kami sampai jam 8. Kau juga jangan terlalu capek. Salam cinta…" Baca Yukimura.

"Kau puitis atau apa Fuuma?" Tanya Masamune.

"Entahlah mungkin keduanya." Balas Fuuma di kertas.

"SUDAH-SUDAH DARIPADA RIBUT TIDUR SAJA!" Marah Kasuga dari luar.

"Besok kita latihan pagi, jam 6 kata kakek." Sambung Mamoru.

Hening seketika…

"Ku rasa mereka semua tidur." Kata Matsu.

"Kita juga harus tidur, badanku pegel…" Kata Kasuga.

"Mau counterpain?" Tanya Mamoru.

"Apa mereka sudah pergi?" Tanya Keiji.

"Sebaiknya kita istirahat." Tulis Fuuma.

"Jam 6? Are you serious?" Tanya Masamune.

"Sepertinya itu tak main-main." Balas Sasuke.

"Jangan ganggu orang tidur." Sambung Motochika.

Tampak Yukimura, Ieyasu, Mitsunari, Toshie, Kojuurou sudah lelap tidur.

"Aku rasa aku harus balik ke kamar di sini panas." Tulis Fuuma.

"Selamat tidur semuanya…" Salam Keiji mengikuti Fuuma dari belakang dan menutup pintu.


Tengah malam…

'Aku haus…' Batin Fuuma lalu berjalan ke luar kamar.

"Kojuu, aku tahu kau merasa bersalah karena kau menganggap bahwa Mamori meninggal karena kau lupa memperingatkan Mamori agar lihat kiri dan kanan. Tapi apa kau tidak kasian dengan Mamoru? Sikapmu yang sekarang ini hanya akan membuat Mamoru semakin sakit." Kata Hojo.

Kontan saja Fuuma sembunyi dan mendengarkan percakapan mereka.

"Aku tahu. Tapi tetap saja… aku tidak bisa memaafkan diri ku sendiri." Sambung Kojuurou.

"Mamoru berubah setelah kepergianmu. Disaat dia butuh seseorang untuk berada di sisinya, kau malah ikut menghilang. Apakah kau sadar kalau kau membuat Mamoru semakin menderita?"

"Ya, tapi aku tidak mau kejadian yang sama terulang lagi. Aku tidak ingin Mamoru bernasib sama seperti Mamori karena keteledoranku."

'Apa yang mereka bicarakan?' Batin Fuuma.

"Kau bodoh! Kenapa masih saja memikirkan masa lalu!? Tidak kah kau lihat kalau Mamoru membutuhkanmu! Kalau kau bersikap seperti ini terus, kau tidak akan pernah bisa maju!" Bentak Hojo.

"Alasanku sudah jelas bukan? Jangan suka mencampuri urusan ku. Mamoru itu…"

"Kalau kau terus berbohong dan menyembunyikan segala sesuatunya, bukan kah itu lebih sakit!? Membohongi orang di sayangi dan diri sendiri, hanya akan melukai kalian berdua! Apa kau begitu buta sampai tidak bisa melihat keadaan sekitarmu!? Kau pecundang paling besar yang pernah kutemui! Perse #$ dengan semuanya!" Teriak Fuuma tiba-tiba, ikut terbawa emosi. Sesaat setelah Fuuma berteriak, ia seakan sadar kalau ia terbawa emosinya.

"Fuuma?" Kejut mereka berdua.

"M-Maaf, jangan hiraukan perkataanku." Tulis Fuuma.

Hojo dan Kojuurou terdiam.

"Aku tidur dulu permisi." Kata Kojuurou berlalu pergi dengan melewati Fuuma.

Hojo terdiam.

"Ada apa siapa yang ribut malam begini?" Tanya Keiji keluar tiba-tiba.

"Aduh ganggu orang tidur aja." Kata Toshie sambil membawa guling.

"Bukan apa-apa kok, kau salah dengar." Tulis Fuuma.

"Lebih baik kalian tidur saja, suara tadi itu hanya ilusi kalian…" Kata Hojo.

'Untung saja cewek-cewek gak bangun.' Batin Hojo.

"Ilusi?" Tanya Keiji dan Toshie bersamaan.

Fuuma mengangguk.

"Lalu Fuuma apa yang kau lakukan?" Tanya Keiji.

"Cari minum." Tulis Fuuma.


Jam 6 di lapangan bola…

"Wah untung semuanya pada bangun pagi!" Puji Hojo di lapangan.

"Aku masih mengantuk…" Keluh Keiji.

"Me too."

"Syukuri saja." Tulis Fuuma.

"Hari ini kita latihan apa kek?" Tanya Mamoru.

"Lompatan dan backflip." Sambung Pak Takeda.

Semua lirik ke Keiji…

"Aku mencobanya dan hampir mati…" Ejek Sasuke.

"Sekarang sudah tidak apa-apa kok! Aku sudah bisa!" Balas Keiji.

"Fuuma, Kojuurou, Kasuga, Yukimura, Sasuke, Masamune, Matsu, Mamoru. Kalian bisa kan?" Tanya Hojo.

"Yang sanshou latihan di sini bersamaku!" Teriak Pak Takeda.

"Yah… padahal aku ingin liat Matsu." Keluh Toshie.

"Sabarlah, sudah nasib kita." Balas Ieyasu.

"TUNGGU PAK TAKEDA! AKU JUGA BISA!" Teriak Keiji sambil berlari.

"Kau bisa sejak kapan?" Tanya Fuuma di kertas.

"Biar ku buktikan!" Kata Keiji mengambil ancang-ancang dan melakukan backflip 10 kali beruntun tanpa henti.

"Amazing!" Puji Masamune.

"Aku tak menyangka dia bisa…" Kata Sasuke sambil cengok.

"Wow seharusnya dia ikut klub senam." Puji Kasuga.

"Kalau Keiji bisa 10 aku bisa 20!" Kata Yukimura.

"Aku khawatir akan nasibnya setelah ini." Keluh Kojuurou.

"LIHAT AKU LAOSHI AKU BISA KAN!" Teriak Keiji dengan senang.

"Mamoru kau siapkan saja freshcare." Kata Matsu tiba-tiba.

"Kenapa?" Tanya Mamoru.

HOEK!

"Hii... Jorok benar jadi cowok…" Kata Mitsunari.

"Untung aku belum bisa…" Sambung Motochika.

"PERTOLONGAN PERTAMA BUAT KEIJI AKAN DATANG!" Teriak Mamoru beremangat.

"Kalau soal P3K, tampaknya kita tak usah meragukan Mamoru." Kata Masamune.

Semuanya mengangguk setuju.

Sekitar jam 8 setelah wushu selesai…

"Baiklah aku meminta Kojuurou dan Mamoru untuk melakukan duilian." Pinta Hojo.

"Duilian? Bukannya itu buah yang ada durinya ya?" Tanya Keiji.

"Itu durian bego!" Kata Masamune.

"Duilian itu merupakkan bagian dari taolu, biasanya jurus ini di mainkan beregu, dan duilian ini seperti melakukan pertunjukkan pertarungan dengan tangan kosong atau membawa senjata." Tulis Fuuma.

"Kau pinter sobat!" Puji Keiji.

"Tidak, barusan aku buka di internet." Tulis Fuuma.

"Mamoru kau maju tuh…" Kata Kasuga.

"Selamat bersenang-senang…" Kata Matsu.

"Aku…"

"Ayo." Kata Kojuurou.

"Mamoru bisa wushu?" Tanya Masamune.

"Jangan tanya padaku, tanya saja pada rumput yang bergoyang. Aku tidak tahu jawabannya." Balas Mitsunari.

Dengan rambut berubah jadi ikat satu Mamoru maju dengan Kojuurou. Lalu saling berhadapan dan melakukan pertarungan dengan tangan kosong.

"Mereka cepat!" Kagum Yukimura.

"Itu beneran kena?" Tanya Sasuke sambil melihat Mamoru menendang ke bagian dada Kojuurou.

"Tidak, itu hanya bagian dari acting." Tulis Fuuma.

"Tapi kalau Mamoru ikat satu dia berubah jadi serius yah!" Kata Keiji.

"Gerakan mereka cepat! Dan aku tak menyangka Mamoru bisa wushu!" Kata Motochika.

"Perempuan memang mengerikan." Kata Keiji dan Sasuke bersamaan.

"Itulah kekuatan perempuan!" Kata Matsu.

Fuuma dan Ieyasu mengangguk setuju dengan pendapat mereka tadi.

"Lumayan gerakkan menghindar Kojuu bisa di pakai di sanshou." Kata Toshie.

Gerakkan Mamoru sangat cepat di barengi dengan melompat ke punggung Kojuurou, sehingga Kojuurou terjatuh. Dan Mamoru menarik Kojuurou lalu memutar kepalanya. Seolah-olah Kojuurou mati dan Mamoru memenangkan duel itu. Lalu mereka berdua keluar lapangan. Kojuurou dan Fuuma sempat beradu pandang. Hojou yang memperhatikan dari pinggir lapangan terdiam, dapat dirasakannya perbedaan aura antara Kojuurou dengan Fuuma saat mereka beradu pandang.

"Mamoru kau hebat!" Puji Kasuga memeluk Mamoru.

"T-terima kasih…" Balas Mamoru sambil melepas ponytail nya dan mengikat kembali menjadi twin tail.

"LUAR BIASA!" Teriak seorang cewek di pinggir lapangan.

"Itu siapa?" Kata Masamune meyipitkan mata.

"Tubuh mungil itu…" Kata Kasuga.

"Rambut panjang pirang itu…" Sambung Kasuga.

"Jangan-jangan…" Kata Keiji.

"SHIROKU ASAOKA!" Teriak Sasuke dan Fuuma lewat secarik kertas.

"A-Asaoka-chan?" Tanya Ieyasu dengan muka merah.

"Siapa nih yang gebetannya datang?" Goda Sasuke.

"Kalau begitu kami pergi dulu… nanti mengganggu" Goda Masamune.

"Jangan begitu donk, aku kan penasaran sama wushu." Sambung Asaoka tiba-tiba.

"B-begitu?" Kata Ieyasu.

"Kalau kau mau ikut latihan tak apa." Kata Matsu.

"Hmm aku tak bisa, jadwalku sangat sibuk, kebetulan saja aku ada waktu, jadi kesini."

"Susah ya jadi artis." Tulis Fuuma.

"Yah begitulah…" Keluh Asaoka.

"Asaoka-chan…" Kata Keiji.

"Keiji ternyata fansnya Asaoka ya?" Tanya Yukimura.

"Begitulah haha!"

"Asaoka-chan kalau mau menginap di tempat kami juga…" Goda Sasuke.

BLETAK!

"MANA DIA MAU!" Marah Kasuga.

Ieyasu terdiam.

"Boleh nanti aku akan tidur di villa, setelah aku pemotretan!"

"Are you serious?" Tanya Masamune.

"Ya tentu saja!"

"Kita bisa berbincang-bincang!" Kata Mamoru.

"Betulkah?" Tanya Ieyasu.

"Iya beneran!" Kata Asaoka dengan menggandeng tangan Ieyasu.

"Kalian akan punya jam bebas sampai malam." Sambung Mouri tiba-tiba.

"Jam bebas maksudnya?" Tanya Fuuma.

"Kalian bebas melakukan apapun yang kalian mau. Mau lanjut latihan atau keliling desa juga boleh." Jelas Mouri.

"Aku mau mandi dulu kalau begitu, biar bisa keliling!" Kata Motochika dan berjalan pergi.

"Tidur…" Kata Mitsunari.

"Masamune-sama sebaiknya kita bergegas kembali…" Kata Kojuurou.

"Baiklah, see ya." Balas Masamune sambil berjalan pergi.

"Keiji aku mau kembali, kau ikut?" Tulis Fuuma.

"Kunci sama kamu kan?" Tanya Keiji.

"Iya, aku mau mandi, gerah…" Balas Fuuma.

"OK! Aku pulang dulu! Dah Asaoka-chan!" Kata Keiji.

"Sampai jumpa…" Tulis Fuuma.

"Yuki ayo pulang! Waktunya mandi!" Ajak Sasuke tiba-tiba.

"AYO MANDI! AKU GERAH!" Teriak Yukimura semangat.

"Jam bebas? Kebetulan lagi ingin belanja bahan makanan. Bagaimana kalau nanti sore Mamoru, Kasuga, dan Asa ikut?" Tawar Matsu.

"Boleh saja…" Kata Kasuga dan Mamoru.

"Sore? Maafkan aku, aku tidak bisa. Aku ada jadwal pemotretan." Balas Asa.

"Tidak apa-apa…" Kata Matsu tersenyum.

"Ngomong-ngomong kok ini langsung sepi yah?" Tanya Ieyasu yang mengedarkan pandangannya pada lapangan kosong di sekitarnya.

"Mungkin mereka terlalu bersemangat karena mendapat jam bebas?" Tanya Asa.

"Yah mungkin saja…" Keluh Kasuga sweatdrop.


Jam bebas sekitar jam 4 sore di desa tepatnya di pasar...

"Jam bebas!" Teriak Keiji ke Fuuma.

"Iya-iya aku tahu, setidaknya bantu aku nyari buku." Tulis Fuumasweatdrop.

"Iya buku tentang diet kan?" Kata Keiji sambil menyari di rak buku.

"Iya kau juga mau diet kan?" Tulis Fuuma.

"Tentu saja donk!" Teriak Keiji.

"Di toko buku jangan berisik!" Teriak sang pemilik toko.

Ketika Fuuma berjalan mencari tampak Kojuurou dan Hojo berjalan berdua lalu bertemu pandang kembali, sebelum Kojuurou mengalihkan pandangannya.

"Ada apa Kojuurou?" Tanya Hojo, merasakan perubahan di sekitar Kojuurou.

"Tak apa." Balasnya.

Tiba-tiba…

"MALING!"

"KAMU YANG MALING! KEMBALI!" Teriak seorang cowok berpakaian polisi mengejar cowok lainnya.

"Ada maling?" Tanya Keiji.

"Maling kok teriak maling?" Tulis Fuuma sambil melirik di jendela.

"BERHENTI KAU PEN…"

BRUK!

"Aduh! Kalau jalan lihat-lihat donk!" Keluh cowok tersebut yang terjatuh akibat tertabrak Kojuurou.

"Maaf." Kata Kojuurou sambil membantunya berdiri.

"Kamu!" Kata cowok tersebut sambil menunjuk Kojuurou.

"!?"

"Katakura Kojuurou!" Teriak cowok tersebut.

"Kato Aikawa!?" Kejut Kojuurou.

"Kato Aikawa atlit wushu cewek dari Hokkaido?" Sambung Hojo.

"Iya! Ingat aku!?" Kata Aikawa yang ternyata seorang cewek.

"Rival waktu aku SMP, tentu saja. Kau tinggal di sini?" Balas Kojuurou dengan senyum.

"Iya, nanti dulu ya, aku lagi ngejar…"

"MALING TUNGGU AKU JANGAN LARI KAU!" Teriak Keiji sambil mengejar maling.

"Aku permisi dulu… Sampai jumpa.." Kata Aikawa sambil berlari mengejar maling.

"Aduh bagaimana Keiji ini…" Tulis Fuuma sweatdrop sambil keluar dari toko buku.

Di tempat lain tepatnya di dekat taman pada waktu bersamaan…

"Yuki kamu dimana!?" Teriak Sasuke.

"Yuki where are you!?" Teriak Masamune.

"Itu anak susah bener dicari…" Keluh Sasuke.

"Coba kita cari di dekat air mancur." Saran Masamune.

Di dekat air mancur tampak berdiri seorang cewek memakai tas ransel dan memegang kamera memoto-moto pemandangan sekitar. Ketika mau memoto air mancur tersebut…

CKLEK!

"Ah!" Kejut cewek tersebut.

Tampak hasil foto adalah sebuah mata cokelat yang di close up dan menutupi air mancur yang ingin di foto oleh cewek tersebut. Yah bisa di pikirkan sendiri, tak lain mata milik Yukimura. Mereka saling beradu tatap, dan tiba-tiba cewek tersebut berkata…

"Guten tag, Yuki. Wie geht es dir? Erinnere dich an mich?" (1) Kata cewek tersebut dalam bahasa Jerman.

"Ah, Señorita. Me acuerdo de ti. Si no me equivoco, usted es Yuu." (2) Balas Yukimura dengan bahasa Spanyol.

"Ah itu dia ketemu!" Teriak Masamune.

"Akhirnya ketemu juga!" Teriak Sasuke.

Kontan saja Yukimura dan cewek tersebut terkejut.

"Kau darimana Yuki?" Tanya Sasuke.

"Jalan-jalan…" Sambung Yukimura.

"Merepotkan…" Kata Masamune.

"Hmm? Españoles? Nunca cambio Yuki."(3) Balas cewek tersebut dengan bahasa Spanyol.

"Ich erinnere mich jetzt! Du bist Sanada Yuu! Wie geht es dir? Du bist mein Cousin aus deutschen, nicht wahr?" (4) Balas Yukimura dengan bahasa Jerman.

Tampak cewek tersebut, Sasuke, dan Masamune sweatdrop melihat tingkah laku Yukimura, karena ditanya pake bahasa apa dijawab pake bahasa apa.

'Dibalik kepolosan Yukimura ternyata dia bisa menguasai bahasa antah berantah ini.' Batin Masamune.

Lalu cewek tersebut melihat kearah Sasuke.

"Erinnere dich an mich Sasuke? Es ist mir, Sanada Yuu."(5)Kata cewek tersebut sepertinya juga menyebut namanya dengan bahasa Jerman.

"Qui êtes-vous? Je pense que je te connais."(6)Balas Sasuke dengan bahasa Perancis.

'Mereka ini…' Batin Masamune yang tak mengerti apa-apa.

"ADUH! Kalian tak ingat aku? Aku! Sanada Yuu!" Kata cewek tersebut.

"Yang mana?" Tanya Sasuke.

"Sepupuku yang pergi Jerman itu…" Kata Yukimura.

"Sasuke! Dulu kita berteman waktu playgroup, kau selalu ku ganggu ketika main di taman bermain, suka membuatmu jatuh! Ingat!?" Kata Yuu dengan semangat.

Sasuke mengingat dan tampak merinding dengan pengalamannya dulu.

"Hah, itu iya… Aku ingat…" Kata Sasuke yang seperti nya tak ingin mengingat masa lalunya yang kelam.

"Capek-capek kau gunakan Translator, ternyata bisa bahasa Jepang juga dia!" Sahut Masamune.

"Ku kira Sasuke bisa memakai bahasa Perancis." Kata Yukimura.

"Lalu kalau tidak salah, kau Date Masamune kan? Ingat aku tidak?" Kata Yuu.

"Who?"

"Yang waktu SD seneng jahilin kamu! Sampai-sampai kamu…" Kata Yuu.

"Stop that! I remember now!" Kata Masamune tiba-tiba dengan muka merah.

"Ingat toh?"

"Kau cewek?" Tanya Masamune sambil melihat ke arah Yuu.

"Memangnya kenapa?"

Masamune tampak mengingat masa lalunya. Tepatnya saat dulu di mana ia pernah menyentuh dada Yuu.

"Gak, dulu ku kira kamu cowok. Pantas aku tidak mengenalmu, kau berubah." Kata Masamune dengan muka merah.

"Dasar kau…" Marah Yuu.

"MALING! WOY! KEMBALI KAMU!" Teriak Keiji dan Aikawa mengejar maling yang tampaknya lewat di taman itu.

"ADA MALING!? DIMANA!? KEADILAN HARUS DITEGAKKAN UWOH!" Teriak Yukimura sambil berlari mengejar maling yang sudah lewat.

"Aduh macam mana ini…" Keluh Sasuke.

"Sebaiknya kita kejar Yukimura." Saran Yuu.

"Agree." Sahut Masamune.

Tidak jauh dari itu sekitar 300 meter tempat dimana Asa pemotretan, maling berhasil dibekukan dengan adegan disensor oleh kamera.

"Terima kasih atas kerja samanya…" Kata Aikawa sambil memborgol tangan maling dan memberikan salute kepada Keiji dan Yukimura.

"Tak masalah!" Kata Keiji dan Yukimura.

"Ada apa ini? Tanya Asa.

"Tak apa, keadaan sudah aman sekarang, tak perlu khawatir." Kata Aikawa.

"Apa yang terjadi di sini?" Tanya Kojuurou tiba-tiba.

"Malingnya berhasil ditangkap." Balas Masamune.

"Wah! Lumayan bisa di foto! Jarang-jarang aku menemukan kejadian seperti ini!" Kata Yuu.

"Tampaknya atlit-atlit berkumpul disini yah…" Kata Hojo sambil digendong Fuuma.

"Maksud anda apa?" Tanya Fuuma di kertas.

"Katakura Kojuurou, Kato Aikawa, Sanada Yuu, dan cucuku Hojo Mamoru. Tampaknya ini sudah takdir." Kata Hojo sambil turun dari gendongan Fuuma.

"Maksudnya Laoshi?" Tanya Keiji bingung.

"Sepertinya ini bakal panjang." Jawab Ieyasu tiba-tiba.


Di café Liberta dekat dengan tempat pemotretan Asa…

"Terima kasih telah mau mengajak kami ke cafe, maaf merepotkan kalian." Kata mereka serempak ke Hojo, lalu mereka duduk.

"Ah kenapa aku selalu duduk sebelahan denganmu." Tulis Fuuma dengan kecewa.

"Mana ku tahu… Padahal aku mau sebelahan dengan Asa-chan." Balas Keiji.

"Ada waktunya…" Balas Ieyasu yang duduknya di sebelah Asa.

"Tenang-tenang nanti kita foto bareng habis ini." Kata Asa yang duduk dekat jendela.

"UYEE!" Teriak Keiji dan Sasuke bersamaan.

"So, kenapa kita ada di sini?" Tanya Masamune yang diapit oleh Yukimura dan Yuu.

"Oh ya aku lupa mengucapkan terima kasih buat… Siapa nama kalian?" Tanya Aikawa yang bersebelahan dengan Kojuurou.

"Maeda Keiji!"

"Sanada Yukimura!"

Di belakang kursi tersebut…

"Aduh koneksi wifi nya lemod, di tempatmu lambat gak Mouri?" Tanya Mitsunari.

"Gak…"

"Mouri aku kan sudah menemaniku, traktir aku makan apa kek…" Kata Motochika.

"Es krim vanilla sana kau ambil." Balas Mouri singkat.

"Cuman itu doank?"

"Daripada gak ditraktir sama sekali." Balas Mitsunari.

'Sia-sia aku menemani Mouri.' Batin Motochika.

Kembali ke kursi depan…

"Karena kalian berkumpul, bukankah ini saatnya bagus untuk saling mengenal?" Tanya Hojo.

"Iya juga ya…" Kata Sasuke.

"Kalau boleh tahu nama kak polisi siapa? Saya Fuuma Kotarou." Tanya Fuuma di kertas dengan ragu-ragu soal gender polisi tersebut.

"Aku? Kato Aikawa. Panggil Ai saja." Balasnya.

"Kalau kakak cantik di sana?" Goda Keiji.

"Sanada Yuu." Balasnya senyum.

"Shiroku Asaoka." Sambung Asa. Yang lain cuma sweatdrop karena Asa ikut mengenalkan diri. Lagipula, jaman sekarang, siapa tidak kenal Asa.

"Jadi Sanada margamu? Sama dengan Yuki dong? Ada hubungan keluarga?" Tanya Ieyasu.

"Sepupu Yukimura Sanada." Balasnya dengan senyum.

"Sepupu ku ini baru datang dari Jerman, bakalan pindah ke sekolah kita." Balas Yukimura.

"WHAT!?" Teriak Sasuke dan Masamune bersamaan.

"Kenapa? Apa ada yang salah?" Tanya Yukimura.

Yuu hanya bisa tersenyum penuh arti.

"Oh begitu Yuu-san kelas berapa sekarang? Kan pindahan?" Tanya Asa.

"Kelas 1 SMA, jadi nanti aku pindah ke kelas 1. Mohon bantuannya." Balas Yuu dengan evil smirk dan melihat ke arah Masamune.

"Oh berarti kau lebih muda dariku." Sahut Aikawa.

"Aikawa-kun kelas berapa?" Tanya Ieyasu masih tak tahu soal gendernya.

"Kelas 2. Ngomong-ngomong aku cewek." Balas Aikawa dengan kecewa.

Tiba-tiba…

"KALIAN CURANG MAKAN TAK MENGAJAKKU MAKAN!" Teriak Toshie membuka pintu café sambil membawa berbagai barang belanjaan.

'Aduh duitku bisa habis nih.' Batin Hojo yang menyendiri di ujung.

"Wah pada ramai nih." Kata Matsu.

"Boleh bergabung?" Tanya Kasuga.

Yuu dan Mamoru beradu pandang.

"Mamoru!?" Teriaknya lalu berlari memeluk Mamoru.

"Sanada Yuu?"

"Lebih baik kalian duduk, menganggu para pelayan tuh…" Kata Masamune.

Setelah mereka duduk…

"Jadi Aikawa cewek?" Tulis Fuuma.

"Iya…" Balas Aikawa kecewa.

"Hmm memang kelihatan sih dari mukanya…" Balas Matsu.

"Kalian cowok tak mengerti perasaan wanita." Sambung Kasuga.

"Itu juga wig kan?" Tanya Keiji.

Aikawa mengangguk. Sedangkan itu Masamune terlihat sedikit cemberut karena Kojuurou tak duduk di sampingnya…

"Masa-pyon jangan cemberut donk!" Kata Yuu sambil menyubit pipi Masamune.

"Masa-pyon!?" Tulis Fuuma dan jus Alpukat nya hampir muncrat.

"WUAHAHAHAHA! PANGGILAN YANG ANEH!" Teriak Keiji.

"Jadi boleh kami panggil Masa-pyon?" Tanya Mamoru.

"Masa-pyon nama yang bagus!" Kata Matsu.

"GRR…."

"Masamune-sama…"

"Masa-pyon! Masa-pyon!" Ejek Keiji dan Sasuke.

"Sudah-sudah tenang…" Kata Asa.

"Oh ya Aikawa-san, hubungan Aikawa-san dengan Kojuurou senpai apa?" Tanya Fuuma di kertas.

"Rival waktu SMP, sampai sekarang." Balasnya dengan senyum.

"Ada-ada saja." Balas Kojuurou.

"Oh ya Aikawa ini atlit wushu loh di jurus selatan." Kata Hojo tiba-tiba.

"WOGH! Jangan bercanda!" Teriak Keiji juga hampir memuntahkan cappuchino latte nya.

"Iya, di kepolisian diajarin." Balas Aikawa.

"Ajarkan kami!" Tulis Fuuma.

"Semua ada waktunya…" Sambung Kojuurou.

"Ah sudah sore…" Kata Asa.

"Iya, aku juga melihat polisi lain juga berpatroli sore, aku harus pulang dulu." Kata Aikawa salute sambil berdiri.

"Mau kuantarkan pulang?" Tanya Kojuurou.

Kontan saja Masamune dan Fuuma terkejut.

'Mamoru mau di kemanain?' Batin Fuuma.

"Gak usah, terima kasih sobat, rumahku dekat kok, Yuu dengan Asa kalau mau pulang akan ku antarkan. Tidak baik cewek pulang sendiri tanpa penjagaan." Kata Aikawa.

"Boleh tuh." Kata mereka bersahutan.

Setelah mereka bertiga pulang.

"Pulang!" Teriak Keiji dan Yukimura.

"Terima kasih atas makanannya." Tulis Fuuma.

"Laoshi, thank you very much!" Kata Masamune.

Hojo hanya mengangguk dan meratapi uangnya yang habis gara-gara Toshie.

'Memang nasib tak kemana.' Batin Hojo.

"Anoo tunggu sebentar." Kata Mamoru tiba-tiba.

"Ada apa Mamoru-chan?" Tanya Matsu.

"Mouri-kun mau berbicara…"

"Kalian semua, duduk lah sebentar ini tak akan lama." Kata Mouri.

"Emangnya ada apaan?" Tanya Sasuke.

"Malam ini jam 12 kita akan jurit malam, bersiaplah." Kata Mouri.

"Jurit malam?" Tanya Ieyasu.

"Iya, ini akan melatih keberanian kita." Sambung Mitsunari.

"Aku ikut, dan aku harap pasanganku bukan Keiji." Tulis Fuuuma.

"Ih, siapa yang mau sama kamu." Kata Keiji.

"Aku mengerti." Jawab Kojuurou.

"Pasang alarm jam 12, dan berkumpul di halaman, sekian." Balas Mouri.

"Kira-kira apa yang akan terjadi ya?" Tanya Matsu.

"UWOH JURIT MALAM!"

"Tunggu kita lupa foto sama Asa-chan!" Kata Sasuke.

"Asa-chan tunggu!" Teriak Keiji.


Jam 12 malam di halaman...

"Baiklah kita akan menentukkan pasangan!" Kata Matsu.

"Hojo, Pak Takeda, Mouri, Mitsunari dimana?" Tanya Sasuke.

"Aku gak tahu, mungkin tidur." Balas Kasuga ketus.

"Aku yang mengambil pertama ya!" Kata Keiji dan Yukimura mengambil juga mengambil.

"Aku juga." Kata Ieyasu dan Masamune.

Kojuurou dan Fuuma mengambil tanpa komentar.

"Baik lah…" Kata Motochika.

"Aku ambil juga? Iya deh…" Kata Mamoru.

"Mudahan sama Matsu…" Pinta Toshie.

"Yang nomornya sama akan menjadi pasangan." Kata Matsu.

Di tempat lain di desa…

"Kak Kuroda nanti sekitar jam 1 kita patrol di gunung yah?" Tanya Aikawa.

"Iya Asa-san kan di sana kita harus menjaga mereka." Kata Kuroda.

"Kebetulan wushu jurit malam juga kak."

"Hmm wushu dari Kyoto itu?"

"Iya, kenapa?"

"Gak apa-apa…" Balas Kuroda dengan penuh arti.

Di kaki gunung…

"Pemandangan indah sekali!" Kata Yuu sambil memoto Asa sedang shooting.

'Aku harap Ieyasu taka pa-apa.' Batin Asa.

"Asa-chan foto ke sini donk! Siapa tahu kau juga memenangkan hadiahnya!" Kata Yuu.

"Hmm oke, tapi habis ini aku shooting film yah!" Kata Asa dengan senyum.

"Iyaaa…"

Kembali ke villa

"Lalu kenapa aku harus berpasangan dengan mu lagi Keiji." Tulis Fuuma dengan bertatap mata.

"Aku juga tak mau! Padahal ini kesempatanku dengan cewek malah sama kamu!" Kata Keiji dengan memanyunkan mulut.

"Sudahlah terima saja nasib kalian…" Kata Toshie dengan senang karena berpasangan dengan Matsu.

'Ah aku memang beruntung.' Batin Toshie.

"Kan kalian juga sahabat ya kan Kasuga?" Kata Sasuke.

"Hanya kali ini saja, OK! Ini karena tuntuan tugas!" Kata Kasuga.

"Mohon bantuannya Kojuurou-senpai." Kata Mamoru.

"Ya aku juga."

"UWOH MASAMUNE-KUN!" Kata Yukimura.

"Yukimura are you ready!?"

"Habis ini kita putus! OK!" Tulis Fuuma.

"Putus! OK! Fine!" Kata Keiji tapi mengerti maksud dari Fuuma.

"Kau jangan buat aku kesasar!" Kata Ieyasu melirik ke Motochika.

"Jangan khawatir sobat!"

"Kalau begitu karena sudah dapat pasangannya masing-masing, kalian harus mendapat stempel dari pos di sepanjang jalan, tidak akan tersesat karena ada petunjuk arah." Kata Matsu sambil membagikan kertas yang harus di cap.

"Jadi ini berdua-dua dulu?" Tanya Sasuke.

"Iya."

"Aku tahu pikiran mesummu!" Kata Kasuga.

"Pasangan pertama Keiji Fuuma silahkan."

"Awas kalau kamu pegang-pegang aku!" Ancam Fuuma di kertas.

"Siapa juga? Aku gak homo juga!" Balas Keiji sambil mengambil kertas.

"OK! Silahkan berjalan duluan…"

"Good luck."

"Keiji dan Fuuma berjuanglah!" Semangat Mamoru.

"Mamoru-chan arigatou~" Kata Keiji sambil terpana.

"HUSH! Ayo cepat!" Tulis Fuuma sambil menarik tangan Keiji.


"Kok posnya gak ketemu yah?" Tanya Keiji sambil menyenteri jalan.

"Kita tersesat maksudmu?" Tulis Fuuma.

"Gak deh kayaknya…" Kata Keiji.

"Kau takut?" Tanya Fuuma di kertas sambil melirik sekitar.

"G-gak lah bukan! Daritadi kamu lihat apa sih…" Kata Keiji terbata-bata.

Fuuma diam dan tiba-tiba terhenti.

"F-Fuumaa ada apa?" Tanya Keiji.

Fuuma hanya menunjuk ke depan dan…

"AAAAAAAA!"

"Eh suara apa itu?" Tanya Toshie.

"Sudah di mulai rupanya…" Kata Matsu tersenyum penuh hati.

"AARGGGHHHHH!" Teriak Sasuke.

"A-aku takut…" Kata Mamoru sambil memegangi tangan Kojuurou.

"Jangan takut…" Balas Kojuurou.

"AKHH LARI!" Teriak Motochika.

"Ke-kenapa m-mereka hantu gak ada kan?" Tanya Sasuke.

TBC…

Apa yang sebenarnya terjadi? Tunggu part 2 nya ya…

Thanks for Ms. Beilschmidt buat bahasa Perancis, Jerman, dan Spanyol nya. XD

Terjemahan:

Maafkan kalau salah soalnya pake Google Translate

1. Selamat sore Yuki, apa kabar? Masih ingat aku?

2. Ah nona, tampaknya saya ingat anda, kalau tidak salah Yuu…

3. Hmm? Bahasa Spanyol? kau tak berubah Yuki.

ingat! Kamu Sanada Yuu, apa kabar! Karena anda sepupu saya dari Jerman.

5. Kamu ingat aku Sasuke? Ini aku loh Yuu Sanada.

6. Siapa ya? Kalau ingat rasanya aku pernah liat kamu.