.
.
Suara gelak tawa terdengar menggema diruangan besar itu. Cho Sandeul, bocah perempuan berusia lima tahun itu, sejak tadi tidak bisa menghentikan tawanya karena ulah sang ayah yang terus saja menggodanya.
"Appa, geli, geli, appa" pekiknya terkikik.
"Anio biarkan appa makan dulu kelinci kecil nakal ini eoh" ucap Kyuhyun menirukan suara yang dibuat menyeramkan. Sambil terus menggelitiki perut Sandeul.
Entah sejak kapan hubungan ayah dan puteri kecilnya itu menjadi sangat akrab seperti ini. Sekarang Sandeul bahkan tidak takut lagi pada sang ayah. Gadis kecil itu bahkan langsung menanyakan keberadaan ayahnya ketika ia bangun di pagi hari.
Sementara dari kejauhan, Sungmin menarik sudut bibirnya, menyaksikan betapa bahagianya sang puteri kecil saat sedang bersama ayahnya. Yang sejauh ini Sungmin rasakan hanyalah ia merasa beruntung. Dikaruniai puteri yang manis seperti Sandeul serta suami yang baik.
"Geli, appa"
"Omma, appa menggelitiki Sandeullie terus" rajuknya ketika melihat Sungmin mendekat ke arah mereka.
.
.
.
GROWING PAIN
Written by
Hyejinpark 2015©
Disclaimer : the story and casts are belong to GOD, their families and they themselves. The idea of the story is belong to MINE pure of MIND.
Warning : GS|OOC|KYUMIN|NO bash,No Flame,Plagiat Not Allowed| DRAMA_married life|TYPO|Bad diction|Don't like? Don't read|
Rate : T
Happy reading
.
.
.
"Bagaimana keadaannya dokter?" Pria berkepala hampir botak yang kini di hadapan Kyuhyun itu pun tersenyum simpul sembari melepas kaca mata plusnya.
"Untung kau datang cepat tuan Cho, kalau tidak jika terlambat lima menit saja nyawanya bisa melayang" tukasnya menatap tubuh ringkih yang terbalut selimut itu, "Bersyukurlah, dosis obat tidur yang dia minum belum tercerna sepenuhnya, setelah ia sadar nanti berikan banyak minum dan berikan makanan lunak dulu, jika begitu aku permisi dulu"
Kyuhyun duduk termenung, memandangi sosok gadis bersurai coklat tersebut. Bibirnya mengantup rapat, dari raut wajahnya tersirat jelas jika kini gadis itu tengah menderita tekanan psikis yang tak bisa di anggap ringan. Kim Ryeowook, namanya… gadis yang tiga tahun belakangan ini menjalani hubungan dengannya.
"Huh…" Kyuhyun mendesah lirih, memijit pelipisnya pelan. Ia terlalu pusing dengan kekacauan yang Ryeowook buat hari ini. Padahal rencananya hari ini Kyuhyun akan menemani Sungmin kontrol ke Rumah Sakit. Namun harus di cancel karena panggilan dari bibi pengurus apartement Ryeowook jika gadis itu di tememukan pingsan di kamar mandi dengan botol pil yang telah kosong.
Mengingat tentang istrinya, tiba-tiba ponsel Kyuhyun bergetar, sebuah panggilan masuk darinya, " Yeoboseo" jawabnya dengan suara setenang mungkin.
"Yeoboseo, ini aku Sungmin, Apa aku menganggu?" balas sungmin merasa tak enak. Karena ia mengira jika Kyuhyun tengah bekerja sekarang.
"Ani, ada apa?"
"Igeo, begini Kyuhyun-ssi, Sandeulie ingin bicara padamu" Sungmin menengok ke arah sang anak yang sedang menatapanya dengan tatapan memohon.
"Nee?" Kyuhyun terkejut namun ia masih bisa mengendalikan suaranya, " Min, berikan telponnya pada Sandeul!"
Entah kenapa saat Kyuhyun memanggil nama kecilnya tadi membuat hati wanita itu berbunga-bunga, perutnya bergejolak seperti ada puluhan kupu-kupu terbang di dalamnya, "Yeobo, kau mendengarku?" tak mendapatkan respon Kyuhyun pun memanggil Sungmin lagi dengan nada lembut dan membuat ia kikuk dengan pipi merona.
"Omona, Kyuhyun-ssi berhasil membuat ku merona lagi" benak Sungmin malu sendiri.
"APPA" panggil Sandeul yang cepat saat ponsel itu menempel ke telinganya.
"Nee, ada apa hmm. Kata omma Sandeullie ingin bicara pada appa?" Kyuhyun tersenyum, ia merasa semangatnya kembali lagi saat mendengar suara anaknya. Ia pun bangkit dari kursi dan berjalan santai menghadap jendela yang terbuka, dan menghantarkan air sejuk kepadanya.
"Hahahaha…." Kyuhyun tertawa lepas, hatinya senang sekali saat Sandeul dengan lancar menceritakan pengalamannya di Rumah Sakit saat menemani ibunya tadi, "Jika Sandeul menjaga omma dengan baik, nanti appa akan bawakan ayam goreng bagaimana Sandeulie mau?"
"Jinjjayo Appa! Uwah, omma, omma Chanie dapat ayam goreng lagi" sorak gadis kecil itu girang, "Nee appa cepat pulang dan…" Gadis itu menengok kea rah ibunya saat Sungmin mencoba membisikan sesuatu padanya, " Oh, selamat bekerja" ucapnya manis, mengakhiri panggilan telepon barusan.
Kyuhyun masih senyum-senyum sendiri sampai ia di buat terkejut bukan main dengan suara yang mengagetkanya.
"Oppa tampak bahagia sekali"
"Ryeong-a kau sudah sadar"
.
.
.
"Aaaa…"
Kyuhyun menyerah dari tadi hanya gelengan yang ia terima saat ia mencoba menyuapi gadis itu. "Jika kau tidak mau makan nanti akan semakin lemah, lambungmu baru saja di gilas Ryeong-a" ucapnya prihatin, " Kau harus makan setidaknya tiga suap saja" bujuknya lagi, namun tidak berhasil wanita itu masih tak bergeming.
"Baiklah jika kau masih belum mau makan akan ku suruh suster menjagamu. Aku pulang dulu. Dan ingat jangan melakukan hal bodoh seperti tadi lagi, aku pergi dulu"
"Oppa, jangan pergi" cegahnya menahan tangan Kyuhyun, "Uae, kau mau makan?" Kyuhyun pun kembali duduk.
"Kau ini kenapa sih, kenapa membahayakan dirimu sendiri. Untung saja kau masih bisa selamat" Kyuhyun mencoba sabar dengan gadis itu, mengingat kondisi jiwanya yang terguncang, takut-takut jika ia salah bicara akan memperparahnya. "Jangan melakukan hal bodoh lagi". Namun Ryeowook kembali diam dan tidak berani menatap Kyuhyun.
Hening di antara ke dua insan tersebut, sampai getaran ponsel Kyuhyun datang, dan membuat pria kelahiran Februari itu tersenyum karena pesan dari istrinya tersebut.
"Kyuhyun-ssi, mianhe menganggumu lagi Sandeul memintaku untuk menyampaikan ini padamu, ia bilang bisa tidak ayam gorenganya diganti dengan pizza saja. Mianhe aku merasa tidak enak"
Kyuhyun kemudian melirik arlojinya, ini sudah terlalu sore dan sepertinya ia harus membelikan pesanan Sandeul sebelum malam. Menatap Ryeowook sebentar lalu mengelus surai coklat sebahu gadis itu, "Aku pergi dulu, ingat! Jangan melakukan hal yang bodoh hmm" hanya begitu lalu pergi meninggalkan gadis itu sendirian.
Memang biar pun Kyuhyun menjalin hubungan dengan gadis lain, sikapnya memang dingin seperti itu, paling-paling cara Kyuhyun menunjukkan perhatiannya hanya mengelus rambut gadis itu atau memeluknya itu pun sebatas memeluk saja, namun Ryeowook belum pernah melihat Kyuhyun sebahagia itu.
Kyuhyun yang tertawa lepas hanya karena panggilan telepon, dan Kyuhyun yang tersenyum hangat hanya karena sebuah pesan singkat, dan Kyuhyun yang meninggalkannya saat dirinya membutuhkan pria itu. Memang terkesan tidak tahu diri sih, namun selama ini juga Kyuhyun yang menawarkan 'tempat berlindung' kepadanya.
Tapi kini semua terasa lain, sejak istrinya sakit, Kyuhyun berubah…
"Ia tidak menyukai ku lagi" desah Ryeowook mencengkram selimut.
.
_Growing Pain_
.
Gelak tawa kembali meramaikan ruang makan keluarga itu, Sandeul sejak tadi tidak berhenti berceloteh kembali menceritakan pengalamannya pada sang ayah saat ia menemani ibunya tadi ke Rumah Sakit.
"Aigoo, lihat sausnya jadi belepotan begini" Sungmin membersihkan noda saus yang menempel di pipi, hidung, dan di bibir anaknya itu, sedangkan Kyuhyun dan Sandeul mereka berdua tampak asyik mengobrol sembari menyantap pizza berukuran jumbo itu.
Sebelum makan malam tadi, Kyuhyun datang memberi kejutan pada Sandeul dengan sekotak besar pizza yang sontak membuat gadis replica Sungmin itu memekik senang, lalu menghujami Kyuhyun dengan ciuman di pipinya.
"Oh, iya ngomong-ngomong, kenapa Sandeul mengganti ayam goreng dengan pizza? Bukankah Sandeulie bilang pada omma jika lebih menyukai ayam goreng?" tanya Sungmin tiba-tiba.
Kelereng mata gadis itu menatap ke dua orang tuanya bergantian lalu menaruh potongan kecil yang tidak jadi di suapkannya, " Igeo, Chanie teringat cerita Sulli omma" aku bocah manis itu, " Sulli selalu cerita jika setiap minggu Sulli, omma dan appanya selalu makan pizza bersama. Chanie kan juga mau seperti Sulli, makanya.." lanjutnya lagi,
"Nee" dan membuat Sungmin bingung dengan raut sedih anaknya barusan,
"Maafkan appa ya, selama ini apa terlalu sibuk sehingga tidak bisa menemani Sandeulie makan, baiklah mulai sekarang jika appa sedang ada waktu luang bagaimana jika kita makan bersama otthe omma"
Dalam hatinya Kyuhyun was-was saat menyadari ekspresi Sungmin dan menanggapi puterinya itu, untung saja ia cepat tanggap, sungguh ia tidak mau kebohongannya terbongkar dan menumbuhkan luka baru lagi untuk mereka.
"Nee, " Sungmin hanya bisa menjawab sebatas itu…
"Cha, dari tadi hanya appa dan Sandeulie yang makan" Kyuhyun pun mengambil potongan miliknya lalu menyuapkannya pada Sungmin, " Omma juga harus makan"
Dan Kyuhyun bisa bernafas lega.
.
.
.
Kyuhyun membaringkan Sungmin dengan lembut di ranjang mereka, lalu membenarkan letak bantal wanita itu hingga membuatnya nyaman. Hal ini memang di karenakan Sungmin belum bisa bergerak bebas, kakinya belum cukup kuat untuk menopang tubuhnya pasca kecelakaan waktu itu.
"Apa terapinya berjalan lancar?" Kyuhyun buka suara, Sungmin mengangguk lalu ikut berbaring di samping istrinya.
"Nee, semua berjalan baik. Kyuhyun –ssi dokter Jung, menyarankanku untuk memakai jasa perawat di rumah"
"Benarkah, baiklah akan aku suruh sekertaris Kim mengaturnya nanti, kau tidurlah ini sudah larut"
"Kyuhyun-ssi, sebenarnya ada hal yang ingin ku tanyakan pada mu" ungkap Sungmin memberanikan diri, "Yeobo, sudah ku bilang jika ini menyangkut ingatan mu jang…"
"Bukan, ini tentang Sandeul" potong cepat sebelum Kyuhyun sempat meneruskan ucapannya. Kyuhyun pun bangkit lalu merengkuh tubuh istrinya itu, menyandarkan kepalanya pada ceruk leher sang istri. Sungmin penuh dengan aroma vanilla yang menenangkan.
"Katakan apa yang ingin kau tanyakan" ucapnya lembut dan kini mengelus punggungnya.
"Selama setengah bulan terakhir aku perhatikan jika Sandeul terkadang takut melihatmu dan saat aku tanya kenapa ia hanya bilang jika tidak apa-apa, Chanie senang sekarang appa di rumah terus" begitu katanya.
"Sungmin, aku ingin mengaku sesuatu padamu"
"Maafkan aku selama ini aku telah berhianat padamu"
"Nee"
.
.
.
Suara gelak tawa terdengar menggema diruangan besar itu. Cho Sandeul, bocah perempuan berusia lima tahun itu, sejak tadi tidak bisa menghentikan tawanya karena ulah sang ayah yang terus saja menggodanya.
"Appa, geli, geli, appa" pekiknya terkikik.
"Anio biarkan appa makan dulu kelinci kecil nakal ini eoh" ucap Kyuhyun menirukan suara yang dibuat menyeramkan. Sambil terus menggelitiki perut Sandeul.
Entah sejak kapan hubungan ayah dan puteri kecilnya itu menjadi sangat akrab seperti ini. Sekarang Sandeul bahkan tidak takut lagi pada sang ayah. Gadis kecil itu bahkan langsung menanyakan keberadaan ayahnya ketika ia bangun di pagi hari.
Sementara dari kejauhan, Sungmin menarik sudut bibirnya, menyaksikan betapa bahagianya sang puteri kecil saat sedang bersama ayahnya. Yang sejauh ini Sungmin rasakan hanyalah ia merasa beruntung. Dikaruniai puteri yang manis seperti Sandeul serta suami yang baik.
Sungmin juga masih teringat akan percakapan mereka tiga hari yang lalu, sungguh wanita beranak satu itu masih malu jika mengingat pengakuan Kyuhyun padanya.
.
"Maafkan aku, selama ini aku telah berhianat padamu"
"Aku yang egois selalu mementingkan pekerjaan dari pada kalian, aku menghianati hati mu yang tulus padaku. Maafkan aku, selama ini aku terlalu sibuk sehingga tidak bisa menemanimu dan Sandeulie makan. Aku lebih memilih 'berkencan' pada dokumen kantor dan menghianati mu. "
.
.
"Geli, appa"
"Omma, appa menggelitiki Sandeullie terus" rajuknya ketika melihat Sungmin melamun.
"Omma"
"Yeobeo"
Panggil anak dan ayah itu bersamaan menghamburkan lamunan Sungmin barusan.
"Kau melamun?" tanya Kyuhyun lalu mendekat ikut duduk di sebelas Sungmin, di susul dengan Sandeul yang juga duduk di tengah-tengah mereka, "Ada hal yang kau fikirkan lagi?" selidik Kyuhyun padanya.
" Maaf mengganggu tuan" pelayan tiba-tiba datang dan mengurungkan jawaban Sungmin,
"Ada apa?" tanya Kyuhyun datar.
"Perawat yang akan merawat nyonya sudah datang dan sekarang sedang…" belum sempat pelayan itu melanjutkan ucapannya, muncullah seorang gadis berperawakan mungil dengan tas besar di tangannya.
Mata Kyuhyun pun terbelalak saat melihat siluet tubuh itu masuk ke ruang keluarga.
"Perkenalkan saya Kim Ryeowook, suster yang di tugasi dokter Jung merawat nyonya Lee Sungmin"
.
.
.
TBC
.
.
.
REVIEW JUSEYO ^^
Terimakasih sudah membaca maaf untuk typo.
Sign
-hyejinpark-
.
08072015
.
