Saat semuanya sudah pergi ke ballroom, bibi Yulgi baru menyelesaikan pekerjaannya. Ia tersenyum puas setelah menyuruh Baekhyun berdiri dan melihat penampilannya. Jungha yang juga masih disana bersama mereka terlihat tersenyum juga, matanya berkaca-kaca.
Mereka pergi ke ballroom dengan gugup, Baekhyun memeluk lengan Jungha dengan tegang dan bersandar padanya. Bibi Yulgi yang ada dibelakang mereka membawa sekotak kelopak kelopak bunga mawar merah.
Baekhyun merasakan kegugupan menyusuri tubuhnya saat dia sudah ada dipintu ballroom, menunggu pintu itu terbuka dan dia berjalan ke altar dengan ayahnya. Rasanya seperti ia ingin kembali kebelakang punggung ayahnya itu. Ia ingin menarik baju ayahnya, dan merengek karna ia begitu takut. Jungha merasakan genggaman putrinya dilengannya. Ia yang menyadari ketakutan Baekhyun itu, lalu mengelus lembut tangannya. Dan tersenyum padanya, mengatakan bahwa semua akan baik-baik saja. Walaupun dia sendiri merasa gugup juga.
BAEKBYBAEKBYBAEKBYBAEKBYBAEKBYBAEKBYBAEKBY
"...pengantin wanita dipersilahkan masuk...". Ini dia! Sang MC sudah memberikan waktunya. Pintu terbuka perlahan, Chanyeol merasa perutnya bergejolak, dan matanya terasa silau saat pintu itu mulai menampakkan bayangan putih dibaliknya. Ia melihat dua sosok yang terlihat asing didepan pintu sana, Baekhyun dan Jungha yang berjalan perlahan kearahnya.
Saat perlahan mata Chanyeol mulai menyesuaikan bayangan itu, seketika saja matanya terasa panas, cairan dimatanya terasa mengumpul dikelopaknya. Baekhyun seperti malaikat. Inikah Baekhyun yang pernah berlibur dengannya?, inikah Baekhyun yang selalu bermasalah dengan tinggi badannya?, inikah Baekhyun yang yang dikenalnya?. Peryanyaan pertanyaan itu bergemuruh dikepala Chanyeol, merespon sosok cantik yang menggandeng lengan ayahnya. Dia terlihat seperti wanita yang harus dilindungi.
Gaun putih tertutup yang dikenakannya, membuatnya seperti Baekhyun yang rapuh dan Chanyeol ingin memeluknya. Eyeliner yang tipis membuat matanya yang terlhat lembut, mengingatkannya pada Baekhyun saat kecil dulu. Ia baru sadar bahwa Baekhyun tidak pernah berubah. Mata Baekhyun yang terlihat seperti menyimpan sesuatu, menginginkan sesuatu.
Kulit Baekhyun yang terlihat seperti kelopak bunga mawar putih, dan saat itulah kelopak bunga mawae merah menyentuh pipinya dengan lembut menyisakan rona merah disana. Rambut Baekhyun yang diikat ponytail, dan mahkota bunga mawar pink yang menghiasi, Baekhyun adalah seorang...
Ia sudah menyentuh tangan Baekhyun dan menggenggamnya, tangannya begitu lembut dan mungil. Tak terbendung lagi, air matanya akhirnya menetes. Baekhyun adalah seorang malaikat.
Jungha tersenyum padanya terlihat membisikkan sesuatu padanya seperti, semua akan baik-baik saja. Lengan Baekhyun dengan lembut menggenggamnya dan ia menuntunnya keatas altar kehadapan pastur dan mengucap janji pernikahan mereka. Tidak akan menyakiti, selalu menemani, dan berbahagia.
Bibir Baekhyun terasa begitu lembut, terasa begitu pas dengan bibirnya, seperti takdir yang membuatnya begitu. Bibir Baekhyun yang tipis mencium bibirnya. Chanyeol merasa semua seperti mimpi, ia melayang diawan, dan ia tidak ingin mimpinya menghilang sehingga ia memeluk mimpinya itu dan merasakan manisnya, tidak membiarkan pergi menjauh.
Tidak banyak yang hadir dipernikahan mereka. Hanya keluarga Baekhyun dan keluarganya, dan juga Sehun dan lelaki yang dikenalnya bernama Shim Changmin dan Kim Jongin. Tapi Chanyeol merasa keberkatan begitu melingkupinya hingga meluap luap, dan ia ingin besorak gembira.
BAEKBYBAEKBYBAEKBYBAEKBYBAEKBYBAEKBYBAEKBY
Baekhyun merasakan tangan kekar Chanyeol melingkar dipinggangnya yang bulat itu. Ia tidak tau kenapa tapi ia merasaka sensansi geli menggelitik telinganya. Ia tersenyum karena itu. Chanyeol terasa mengeratkan pelukannya, dan Baekhyun merasa secepatnya meledak. Karena ya Tuhan, kenapa bibir Chanyeol begitu berpengaruh pada kesadarannya. Ia merasa limbung dan ingin jatuh dan jatuh lagi dipelukan Chanyeol yang erat.
Saat ia mendengar tepuk tangan sorai, Chanyeol melepaskan pelukannya, dan dia kembali kebawah bumi. Setelah beberapa saat ia ada dilangit.
Ia menatap mata Chaanyeol yang lebar itu dan menyadari ada cairan yang mengalir dari sana. Chanyeol menangis. Dada Baekhyun bergemuruh merespon itu. Benar, Chanyeol sudah beristri. Apa yang telah kulakukan. Baekhyun menundukkan kepalanya dan merasa bersalah. Hatinya begitu berat.
BAEKBYBAEKBYBAEKBYBAEKBYBAEKBYBAEKBYBAEKBY
Setelah upacara pernikahannya selesai, mereka semua masih berkumpul disana. Baekhyun memperkenalkan Changwook pada mereka.
Changwook terlihat begitu mirip dengan Baekhyun, hanya saja Changwook sedikit pendiam dan dingin.
"Hei, Oppa, kau dan Changmin oppa seumuran kan?!" Seru Baekhyun saat selesai memperkenalkan kakaknya itu pada mereka. Changmin menoleh pada Baekhyun seketika. Sementara Changwook hanya melirik adiknya itu dan terlihat berpikir. "Kalian sama sama bertugas di Byeomu seharusnya kalian sudah saling mengenal". Changwook lalu menoleh pada Changmin dan menyadari sesuatu.
"Ya Tuhan! Kau Changmin yang di kepolisian?!" Changwook berseru. Changmin tertawa gugup. "Kau, Changmin yang pernah berpacaran dengan Baekhyun-ku kan?!". Setelah itu teriakan dramatis mengisi ballroom yang luas itu.
BAEKBYBAEKBYBAEKBYBAEKBYBAEKBYBAEKBYBAEKBY
Changmin, setelah menerima beberapa rentetan pertanyaan seperti interogasi, meminta izin untuk memberi Baekhyun kadonya. Mereka mempersilahkan. Changmin pergi keujung ruangan dimana piano berada dan dia menyanyikan lagu untuk Baekhyun.
"Baekhyun-ah lagu ini adalah kado pernikahanmu dan kado ulang tahun dariku, selamat berbahagia Baekhyun-ah!" Changmin mengakhiri. Baekhyun merasa terharu dan memeluk Changmin sambil mengucap terima kasih.
Sementara itu Chanyeol yang sejak tadi hanya menyimak merasakan dentuman jantungnya, Baekhyun ulang tahun?!. Kebersalahan meliputi Chanyeol saat itu juga. Dan ia merasa dia seharusnya tidak disana. Itu bukan tempatnya. Disana adalah tempat Baekhyun seharusnya berbahagia.
Ia pergi setelah meminta izin pada mereka dan meninggalkan ruangan agak terburu buru.
BAEKBYBAEKBYBAEKBYBAEKBYBAEKBYBAEKBYBAEKBY
Setelah kepergian Chanyeol satu persatu mereka meninggalkan ruangan dan pergi kekamar hotel yang sudah dipesan untuk mereka yang menghadiri uapacara pernikahan itu. Byeoja mengatakan bahwa besok mereka akan mengadakan pesta.
Baekhyun, Sehun, dan Jongin masih disana, mereka mengobrol panjang lebar tentang Changmin dan Baekhyun. "Kau tau Baekhyun, aku merasa sakit hati sekarang. Kenapa kau tidak pernah cerita kalau kau pernah berpacaran dengan Changmin-subae?" Tanya Jongin sambil mengeluarkan ekspresi terluka. "Saat itu kau sedang menyukaiku mana bisa aku bercerita!" Baekhyun membela diri. "Kau dan Sehun berciuman tapi selalu bercerita tentang orang yang kau sukai!". "Yak Jongin!" Baekhyun dan Sehun berseru pada Jongin berbarengan.
Beberapa saat kemudian Baekhyun mengatakan bahwa ia ingin pergi ke toilet sebentar dan meminta mereka untuk menunggu disana. Jadi Sehun dan Jongin tinggal berdua di ballroom itu.
"Kau pikir Baekhyun akan baik baik saja?" Tanya Jongin tiba tiba saat Baekhyun keluar dari ruangan itu. Sehun menoleh pada Jongin dan menggigit bibirnya, "aku juga tidak tahu". "Baekhyun itu terlalu baik kau tahu?!" Kata Jongin. Sehun menggagguk setuju, "selama 17 tahun ini aku sudah mengetahuinya".
"Tapi apa kau tau Park Chanyeol itu orang yang baik?" Jongin bertanya lagi. Sehun terdiam sesaat, "apa istrinya itu juga orang yang baik?" Jongin terdengar khawatir. Sehun mendesah, "mana ada wanita yang rela berbagi suaminya, tentu saja dia orang yang baik".
Tiba tiba lampu ballroom mati. Sehun dan Jongin terlonjak kaget. "Apa yang terjadi?" Jongin mencari cari tempat Sehun berada. Pintu ballroom terbuka perlahan, Jongin merasa merinding. Ia melihat cahaya kuning disana, dan Baekhyun membawa kue.
"Selamat ulang tahun, selamat ulang tahun, yang tercinta Byun Baekhyun selamat ulang tahun" Baekhyun tersenyum sambil menyanyikan lagu ulang tahun untuk dirinya sendiri. Ia berdiri didepan Sehun dan memberikan kue itu padanya. Saranghae Sehun-ah. Begitu tulisan itu tertulis diatas kuenya. Kue coklat yang dijanjikan Baekhyun.
Sehun menerima kue itu dengan senyum tak percaya, Baekhyun memeluk lengan Jongin dan meminta Sehun untuk meniup lilinnya. Sehun terdiam memegang kue itu. Tentu saja ada wanita baik selain wanita yang rela berbagi suaminya. Yaitu Baekhyun yang merelakan kebahagiaan ulang tahunnya untuk kebahagiaan orang lain. Sehun tersenyum dan meniup lilinnya.
"Aigoo... aigoo, lihatlah kalian, bagaimana kalian bisa tidak pacaran. Sedangkan kalian semanis ini" Jongin mengejek dan mendapat cubitan dari Baekhyun. Sehun hanya tertawa mengiyakan.
Chanyeol yang sebelumnya diminta Byeoja untuk menjemput Baekhyun menghentikan langkahnya dipintu. Mendesahkan nafasnya berat dan berpikir bahwa ia memang tidak seharusnya berada disana.
Haaii... hehehehe, lama ya? iya aku lagi ada kegiatan, jadi gitu deeh
oh ya Chanbaekhunlove, akhirnya ada juga yang notice ketidak jelasan jalan ceritanya... tenang dear, emang saya bikin gitu, entar bam! ada cerita dibalik sebuah cerita... *evillaugh maaf ya kalo bikin jengkel, pokonya semoga kamu sukaa
Kareninna, aku juga gregeeeeet sama Hunbaekkkkkk . mari kita lihat perkembangannya ;) soalnya aku belum menampakkan (hiyah) semua ceritanya, jadi gitu deh... hehehehe semoga kedepannya tetep suka yaa
SELUsin iya nih telat bangeett, hehehehe... tapi makasih ya, karna review kamu yang tiba tiba muncul ditengah kejemuan ku sama kegiatan kegiatan akhirnyaaaa chapter ini diterbitkannn...
dan semuuuuaa pemberi review aku cinta kalian, saya sangat mengapresiasi itu!
