A/N : HAIIII

Kami hadir lagi dengan membawa ff ini ^^ , apa ada yang menantikan ff ini ? kkkk

maaf jika update nya lama karena kami memiliki kesibukan masing-masing.

Warning : OOC, KARAKTER GAK SESUAI HARAPAN. PENISTAAN KARAKTER. BUAT HAPPY-HAPPY AJA. DLDR DAN SELAMAT MEMBACA KAWAN KAWAN ^^ /senyum malaikat kematian/

Disclaimer : FF ini murni hasil kerjasama kami berdua, Tokoh nya cuma minjem.


Happy Reading

.

.

"Hanya karena kita memiliki perbedaan bukan berarti tidak bisa melengkapi kisah cinta kita ini"

.

.

Trouble Maker or Now

.

.

Yaya berpikir mengenai satu hal di hidupnya, Kenapa bisa Halilintar dan kembarannya memiliki sifat dan kepribadian berbeda, yang sangat tidak sinkron dengan fisik mereka yang sama. Topi dan Jaket yang mereka pakai, tentu membuat orang-orang cukup terbantu untuk membedakan yang mana Halilintar,Taufan ataupun Gempa.

"KAKAK IPAR!" teriak Taufan heboh membuat Yaya menoleh kearah nya dengan cepat. Perempuan berhijab pink itu mendengus kesal dan melipat tangannya kala pemuda bertopi biru itu tiba di hadapannya. "Ada apa, Taufan?..eeehh"

Yaya tersentak kedepan saat Taufan tiba-tiba menarik lengan nya lalu menariknya tanpa ijin ke taman sekolah. Oh, ini sama seperti seorang pria yang ingin menyatakan cinta pada gadisnya. Oh, lupakan hal demikian.

"Kakak ipar! kau sahabat Ying, kan?" tanya Taufan. Wajahnya yang berekspresi seperti kucing minta makan itu, terkadang membuat Yaya Ilfeel.

"Oh, tentu saja. Kau suka padanya?" tanya Yaya santai, Jackpot! Tebakan Yaya sangat benar, tentu saja itu terbukti karena wajah pemuda dihadapanya sedikit bersemu dan kelakuannya yang salah tingkah. "Yaaahh..bisa dibilang, begitulah. Maukah kau membantuku? Jebal T.T"

Taufan menggenggam tangan Yaya dengan begitu erat, sambil memasang ekspresi khas anak kucing minta makan.

BUAAAAKKKK!

Taufan terlempar sesaat kemudian. Tentunya, Yaya tau yang melakukannya tidak lain adalah Halilintar. Pemuda bertopi merah hitam dengan tatapan sedingin es itu menendang Taufan hingga menyebabkan sang kembaran terpental. Cukup dramatis, mengingat Halilintar adalah salah satu atlit Bela diri.

"ishh..Kak Hali sakit tau." Taufan bangkit lalu memegang lengan nya yang baru saja mencium tanah.

"Taufan, kau tidak apa-apa?" tanya Yaya khawatir yang hanya di balas anggukan pelan dari Taufan.

Halilintar hanya bungkam. Tidak ada pembicaraan setelah kejadian barusan. Dan tentunya, Yaya berusaha mendekati Halilintar dan menepuk bahunya pelan.

"Ya ampun Lintar! Bisakah kau tidak menendang Taufan begitu saja?" Yaya menepuk kening nya lalu geleng-geleng kepala, Halilintar sendiri hanya diam sambil menatap Yaya tajam. Aura hitam menguar keluar dari tubuh nya dengan sangat jelas.

"Apa kau marah padaku?" tanya Yaya lembut pada Halilintar. Dia tidak menjawab dan mengalihkan pandangannya dari Yaya.

"Kkkkk...Kau benara-benar lucu, jarang-jarang kau menunjukkan nya." Yaya hanya tertawa geli lalu menyikut lengan Halilintar pelan membuat laki-laki itu kembali menatap nya tajam.

"Hey, ada apa ini ribut-ribut? Eh.. Kak Taufan, ada apa denganmu?" tentunya, suara ini adalah suara Gempa. Adik bungsu dari Boboiboy bersaudara ini sangat bingung dengan apa yang terjadi. Melihat kondisi Taufan yang meringis, Gempa bisa menyimpulkan kakak pertama dan keduanya itu pasti bertengkar lagi.

"Kau tau, Gempa? Halilintar menendangku hanya karena aku memegang tangan Yaya. Bagaimana jadinya nanti kalau aku couple dance Trouble Maker dengan kekasihnya ini?"

Oh baiklah, semua orang tau jika Taufan adalah seorang Fanboy k-pop yang ikut dalam HighClass! Group –Dance Cover. Group yang cukup terkenal di SMA Pulau Rintis-. Halilintar tentu tidak mengerti tentang korea dan sebagainya. Ingatkan, bahwa dia lebih tertarik untuk menonton SAO berulang-ulang daripada mendengar penjelasan Yaya tentang segala hal mengenai Korea.

"Trouble Maker? Maksudnya apa?" Halilintar menatap curiga pada dua orang dihadapannya, terutama Taufan. Belum menjawab pertanyaannya, pemuda bertopi biru itu segera melesat dengan Skateboardnya, meninggalkan Yaya bersama dengan Gempa yang mendapat tatapan intimidasi dari Halilintar.

"Kak Hali, Trouble Maker itu ini.." Halilintar melirik Ponsel Gempa yang menunjukkan sebuah video yang membuatnya..

"Taufan….TEME!" Halilintar hampir saja menghempaskan ponsel Gempa jika saja adik bungsunya tidak cepat menyembunyikan kembali ponselnya.

"Taufan Paboya" Gumam Yaya pelan. Gadis berkerudung pink itu melirik kearah Gempa yang masih memperhatikan kakaknya yang menggerutu tidak jelas.

"Nuna… bagaimana kalau kita Cover MV Hyuna Ft Hyunseong – Now.. Nuna mau tidak?" ajak Gempa yang membuat Yaya semakin ingin pingsan. Namun,sebelum Yaya mulai mengamuk dan Halilintar makin menendangnya, Gempa mulai berlari meninggalkan mereka berdua.

"Kalian semua memang gila." Yaya memijit pelipis nya karena pusing dengan kelakuan para saudara kembar itu. Inilah yang membuat nya berfikir tentang kenapa kelakuan mereka bisa seperti ini.

Oh, untuk satu hal. Ingatkan Halilintar untuk menyumbat Biskuit 'kertas amplas' buatan Yaya pada dua adik kesayangannya saat dirumah nanti.

TBC


I/N : Hai~~~ indri hadir lagi di I/N, nyehehehe maaf kan daku Nanas yang kadang2 suka ngambil alih A/N *ditimpuk

sebenarnya aku ngambil alih A/N karena ada yang mau di umum kan *ceilah

mungkin disini ada yang membaca FF ku "Ice Prince Love Story" jadi aku mau memberitahu kalau aku lagi Hiatus dulu ngelanjutin ff itu karena lagi sibuk2 nya ama sekolah. MAAF BANGETTTT *bow*

oke itu aja sihh..btw kalian udah tengok Eps. 18? BBB AIR COOL BANGET GILAAAA ! AKU LANGSUNG JATUH CINTA 3

ehem..

yahhh.. gitu aja! BYEEEEEE

TOLONG SIDERS MENJAUH DARI FF INI YAAAAAA