Game On

Tittle: Game On

Disclaimer: Cast punya Tuhan,Orang Tua,SMENT,dan EXO. But this fanfic is Mine

Pair: Our Lovely Couple KrisTao or TaoRis

HunHan

ChanBaek

Other Pair: Unofficial Pair;KrisYeol,HunTao

Other Cast: EXO's members

Genre: Romance,Drama

Rated: T+

Warning: THIS IS YAOI! HATE YAOI? DONT READ. EASY RIGHT?

More Typo Here

Summary: I heard you're a player. So, lets play a game

.

.

.

Chapter 6

.

.

.

" Toko es krim! Toko es krim! Aku tidak mau tahu pokoknya es krim! Aku tidak ingin ke taman! "

" Hey! Ini mobilku! Aku bilang ke taman ya ke taman! "

" Aku yang mengendarainya! Jadi, aku yang berhak mengatur kemanapun kita pergi "

" Kita kau bilang? Kita? Yang pergi itu kau! Yang mengajak pergi itu kau! Sedangkan aku disini hanya orang yang kau culik! "

" Memang begitu kan? "

" Sial! "

Kris tak bisa menahan emosi nya lagi. Umpatan-umpatan kasar dan kutukan untuk Zi Tao ia luncurkan dari bibir seksi nya itu. Jujur saja, ia sangat kesal dengan Huang muda ini. Bagaimana bisa pemuda berkulit gelap itu seenaknya pergi ke toko es krim padahal ia membenci es krim? Bagaimana bisa pemuda yang cukup cantik-menurutnya itu menyentuh Ace nya padahal hanya dia saja yang boleh memegang anaknya itu? Bagaimana bisa pemuda gila-menurutnya itu mengendarai mobilnya padahal itu mobil kesayangannya?

" Sudah siap mengumpatnya? "

" Diamlah Huang "

" Hey~ Ayolah, apa salah nya ke toko es krim? "

" Aku benci coklat! "

" Memangnya rasa es krim hanya coklat? "

" Aku benci vanila, aku benci stroberi, dan aku benci pisang! "

" Jika pisang punyaku bagaimana? "

Ucapan Zi Tao membuat pipi Kris memanas. Apa maksudnya pisang? Pisang yang mana? Pisang apa?

" Kau mengerti kan, Kris? "

" Kau mesum juga ya, Zi Tao? "

" Oh tentu saja. Tapi lebih mesum-an kau. Lihat saja, di kursi belakang kenapa ada mainan orang dewasa? "

Kris tersenyum kecil. Lalu ia lihat Zi Tao yang tengah menyeringai sambil mengendarai mobil nya dengan tenang. Campuran ekspresi yang tepat.

" Memang nya kenapa? Apa itu bermasalah? "

" Cukup bermasalah. Aku jadi tergoda "

" Kau mau bermain dengan mainan itu? "

" Aku tak punya teman bermain. Bagaimana itu? "

" Ada aku. Kau mempunyaiku "

" Wow, kata-kata yang membuat pipi ku memerah. Tapi maaf, aku masih ingin menyelesaikan masalah perutku. Mereka yang di dalam membutuhkan sebuah es krim "

Kris menunduk lemas. Hancur sudah harapannya untuk merape-rape Zi Tao di dalam mobilnya. Setidaknya, ia bisa membuat sejarah di mobilnya ini jika ia pernah melakukan seks dengan Zi Tao. Tapi sepertinya pikiran itu harus ia buang jauh-jauh.

" Aku tahu pikiranmu, Kris. Kau ingin melakukan seks denganku kan? "

" Ya benar, tetapi kau tak mau. Kau tahu, sangat rugi jika kau tidak mau melakukan seks denganku "

" Ayolah Yifan, kau berkata seperti kita tidak pernah melakukan seks. Bahkan kita pernah melakukan seks pada saat aku bangun tidur "

" Oh ya? Apa kau mau mengulang kejadian itu? "

" Tidak, terima kasih. Jika kau di posisi ku, kau pasti akan menolak "

Kris mengangguk mengerti. Tanpa ia sadar, mobil mereka-Kris lebih tepatnya- sudah berhenti di depan sebuah toko es krim yang lumayan kecil tapi mungkin nyaman menurutnya.

" Ayo turun "

" Apa disini ada kopi? "

" Tentu. Cepatlah turun. Aku ingin mengunci mobilnya "

" Kau berkata seperti kau yang mempunyai mobil ini "

Zi Tao terkikik kecil mendengar perkataan Kris. Lalu, mereka berdua pun turun dari mobil Kris dan masuk ke dalam toko seperti sepasang sejoli. Oh tentu saja mereka kelihat seperti itu, lihatlah Kris yang sedang memeluk pinggul Zi Tao. Sangat romantis.

" Lepaskan tanganmu dari pinggulku, Kris "

" Tidak. Kau ini kan pacarku. Jadi aku bebas untuk memegangmu "

" Terserahmu sajalah "

Ucap Zi Tao pasrah.

Lalu, mereka berdua berjalan ke meja paling pojok di toko ini. Bukan Zi Tao yang memilih, tetapi Kris yang memilih untuk duduk di meja paling pojok.

" Kau benar-benar aneh "

" Aku hanya ingin berdua denganmu, Zi Tao "

" Ya ya terserah. Kau ingin pesan apa? "

" Kopi hitam "

" Tidak ada kopi di toko ini "

Kris menatap Zi Tao malas. Kekasih pura-pura nya ini rupanya membohonginya.

" Kau membohongiku? "

Zi Tao mengangguk sambil tersenyum manis seakan ia tak bersalah karna telah membohongi Kris.

" Licik. Kau ingin memesan apa memangnya? "

" Aku ingin memesan Dondurma. Itu sangat enak. Kau mau es krim itu? "

" Tidak, sepertinya itu es krim berbahan aneh "

" Darimana kau tahu? "

" Tentu aku tahu, sama seperti pemesannya. Aneh "

Zi Tao memutarkan bola matanya kesal.

" Lalu kau ingin es krim apa? "

" Aku tidak memesan. Aku melihatmu makan saja "

" Kau yakin? Kali ini aku yang traktir loh "

Kris menggangguk yakin.

" Baiklah Tuan Anti Es Krim. Jangan menyesal ketika kau melihatku makan Dondurma. Eum itu sangat manis~ "

" Aku lebih suka makan es krim dengan mulutmu. Pasti lebih manis "

" Kau ini suka menggombal ya? Belajar dari siapa? "

" Ayahku "

Zi Tao tersenyum kecil lalu pria yang sekarang menjadi kekasih pura-pura Kris itu beranjak dari duduknya.

" Aku memesan dulu. Kau yakin tak memesan? "

" Tidak,cantik. Sudah pesanlah "

" Aku tidak cantik! "

.

.

.

" Lu ge~ Bantu aku, tolong. Aku takut pria cantikku itu jatuh cinta dengan Kris. Ayolah ge, kenapa kau kejam begini kepadaku? "

" Tidak tidak, Hun! Usahalah sendiri. Dapatkan hati Zi Tao dengan usahamu. Jangan minta bantuan ku "

" Kau kejam ge! "

Luhan memutarkan bola matanya kesal.

Pemuda berkebangsaan Cina itu meminum lagi soda nya sambil menghiraukan ocehan-ocehan Sehun. Oh ayolah, bagaimana bisa ia membantu orang yang sangat ia cintai untuk mendapatkan sahabatnya sendiri? Ini namanya senang di Sehun dan sakit di dirinya. Jujur saja, saat Sehun mengucapkan ia mencintai Zi Tao, hatinya sangat sakit. Terkejut dan sakit, seperti itulah.

" Lu ge~ Ayolah, tolong "

" Kau ini! Aku tidak mau! Pokoknya aku tidak mau "

" Kenapa kau tidak mau? "

" Karna aku tidak mau "

" Itu tidak adil! "

" Dunia memang begitu "

Sehun mendengus kesal.

" Pasti kau punya alasan, Ge "

" Tentu "

" Apa itu? "

Luhan menggeleng.

" Tidak boleh tahu "

" Gege! Aku menyukai Zi Tao. Bisa hancur dia jika anak itu berpacaran dengan Kris. Lebih baik dia berpacaran denganku karna aku bisa melindunginya. Aku sangat yakin, Kris membuat permainan ini hanya untuk memainkan Zi Tao. Aku tidak suka itu! "

" Lalu jika Zi Tao menyukai Kris, bagaimana? "

" Aku akan bunuh diri! "

Luhan tersenyum kecil.

" Wah, itu nekat "

" Oh ayolah, ge! Jika kau membantuku, aku janji akan mencarikanmu pacar. Bagaimana? "

Luhan memasang wajah berfikir sedangkan Sehun sedang menatap Luhan dengan tatapan berharap.

" Eum, baiklah "

" Yey! Aku menyayangimu, Lu! "

Cup

Dan satu kecupan mendarat pas di pipi Luhan. Oh lihat pria manis itu, pipinya memerah, Sangat memerah malah.

" Kalau begitu, aku pulang dulu. Lu ge mau kuantar pulang? "

Luhan menggeleng sambil tersenyum tentunya. Senyum yang selalu bersinar dimata orang lain.

" Baiklah, aku pulang Lu ge. Telfon aku nanti malam "

" Tentu, Hun "

Setelah itu, Luhan melihat Sehun berjalan jauh darinya.

" Okey ini dia,Lu. Orang yang kau cintai akan pergi dari hidupmu "

Ucap Luhan menyemangatkan dirinya. Mungkin hanya ini yang bisa ia lakukan. Membantu Sehun untuk mendapatkan Zi Tao. Terlalu bodoh.

" Aku seperti orang bodoh. Terima kasih, Tuhan! Dammit! "

.

.

.

" Ayo pulang, Zi Tao. Ini sudah sore. Aku mau mandi "

" Es krim ku belum habis "

" Kau sudah makan es krim sialan ini 5 kali! Dan Demi Tuhan, Zi Tao, kau memesan dengan porsi besar! "

" Jangan berlebihan, Kris. Diamlah dan lihat aku makan "

Kris hanya mendengus kesal untuk beberapa kalinya. Ini sudah sore, dan pemuda gila es krim yang di depannya ini masih setia untuk memakan benda manis itu? Gila! Dan Kris masih berfikir, bagaimana bisa gigi Zi Tao sangat bagus padahal pemuda itu sangat suka memakan es krim dengan porsi besar? Memakai pasta gigi apa anak itu?

" Zi Tao~ Pulang "

" Tunggu es krim ku habis "

" Pulang~ "

" Tunggu "

" Kau menyebalkan! Berikan kunci mobilku! Aku mau pulang sendiri saja "

Kris beranjak dari duduknya dengan wajah kesal. Zi Tao yang melihat wajah itu hanya cuek dan langsung memakan lagi es krimnya.

" Berikan, Zi Tao "

" Ambil saja di kantung ku "

" Oh, baiklah "

Kris mendekati Zi Tao dan ia mulai meraba-raba kantung yang berada di kemeja Zi Tao.

" Ada, Kris? "

" Tidak "

" Cari di kantung celana "

Kris meraba lagi kantung yang berada di kantung celana Zi Tao. Ada 2 kantung di setiap sisinya. Kris mencari kunci mobilnya di sisi kanan.

" Ada? "

" Tidak, Zi Tao "

" Cari di sisi kiri "

Kris mengangguk. Tangannya pun pindah ke arah kiri. Tapi sialnya, tangan kanannya itu tidak sengaja menyentuh kejantanan Zi Tao. Dan itu membuat si pemilik mendesah kecil.

" Euh~ "

Kris menyeringai. Perlahan tangannya mengelus-ngelus kejantanan Zi Tao dan ia mulai memijit pelan benda itu.

" Krishh~ Apa yang kau lakukan hn? Eungh~ "

" Kunci mobilku dimana, Zi Tao? Aku tidak bisa menemukannya "

Ucap Kris sambil memainkan adik Zi Tao itu. Oh lihatlah wajah Zi Tao yang memerah itu.

" Kau belum euh~ kau belum mencari di sisi kiri ahh~ "

" Zi Tao, ayo melakukan seks "

" Hentikan dulu, Kris! Ahh~ "

Kris menuruti permintaan kekasih pura-pura nya itu. Ia lalu menghentikan kegiatan laknat nya yang membuat Zi Tao terangsang.

" Bagaimana kalau di apartemen ku, Zi Tao? "

" Kau gila?! Apa yang kau lakukan?! "

Kris hanya tersenyum manis mendengar teriakan Zi Tao.

" Oh ayolah, dear. Aku tahu kau terangsang. Lebih baik kita melakukan bersama daripada kau ber-onani di toilet kamarmu sambil mendesahkan nama ku "

Dan Zi Tao tidak bisa menutup mulutnya lagi ketika mendengar perkataan atau godaan Kris itu.

" Kau bilang apa? Mendesahkan namamu? Kau kira aku mau ber-onani sambil mendesahkan namamu yang jelek itu?! "

" Ya tentu. Kau bisa juga mendesahkan nama 'Yifan' daripada 'Kris'. 'Yifan' lebih bagus didengar, kau tahu? "

" Wuah, kau ini gila ya? I'm done! Aku pulang! "

Zi Tao beranjak dari duduknya dan ia pun melangkah ke arah pintu luar. Tapi, langkah nya terhenti ketika Kris menarik lengannya.

" Apa lagi?! "

" Kunci mobilku mana? "

Zi Tao mengembungkan pipi nya kesal. Ia pun merogoh kantung celana sisi kiri nya dan mengambil kunci mobil sialan itu lalu ia berikan kepada Kris. Dan Kris menyambutnya dengan senang hati.

" Kau tak mau kuantar, sayang? "

" Aku rela naik taksi yang kotor daripada naik mobilmu yang sialan itu! "

" Baiklah. Aku mencintaimu, Zi Tao. Sampai jumpa di sekolah "

Cup

Kris mengecup bibir Zi Tao singkat dan berjalan riang ke arah pintu luar.

" Aih! Kenapa aku berikan kunci mobilnya?! Brengsek anak itu! "

.

.

.

Setelah sampai di rumah tercintanya, Zi Tao langsung naik ke lantai dua dan berlari ke arah kamarnya, ia memeluk bantal-bantal nya dan juga boneka panda pemberian Sehun sebagai hadiah ulang tahunnya tahun lalu. Jujur saja, ia sangat menyesal karna mengajak Kris kencan. Satu kesimpulan yang dia dapat, Jangan pernah mengajak Kris kencan. Dan lagi, pada saat perjalanan pulang, ia di rape-rape oleh seorang pria tua. Untung saja Wushu nya berguna.

" Aku benar-benar sial. Kasihan sekali diriku. Oh Tuhan "

Zi Tao memukul-mukul bed nya sebagai pelampiasan kesalnya.

" Kenapa aku rela menjadi kekasih pura-pura seorang Kris Wu? Kenapa aku rela ketika kejantanan ku di pegang olehnya? Kenapa aku sangat bodoh? "

Ucap Zi Tao dengan ekspresi penuh penyesalan.

Ceklek

Mendengar suara pintu kamarnya terbuka, Zi Tao langsung mengalihkan pandangannya ke pintu kamarnya.

" Mama? "

Nyonya Huang tersenyum melihat putra tunggalnya itu. Wanita yang berumur setengah abad itu menutup pintu kamar putranya dan menghampiri anak kesayangannya itu.

" Mama sudah pulang? Kapan? "

" Sore tadi, sayang. Kau tadi kemana? Kenapa pulangnya lama? "

" Tadi jalan-jalan dengan teman "

Nyonya Huang mengangguk mengerti.

" Jalan-jalan dengan siapa, sayang? "

" Kris. Eh! "

Kali Nyonya Huang tertawa kecil.

" Oh, rupanya hubunganmu dengan Kris sudah jauh ya? Wuah, mama sangat bangga denganmu "

" Ap-apa maksud mama? "

" Mama tahu kau pacaran dengan Kris, Zi Tao. Berita kau berpacaran dengan Kris sudah menyebar di seluruh sekolah. Bahkan Ayah mu tahu. Dan dia merestuimu "

Zi Tao menatap tak percaya ke arah Ibu nya. Dan bahkan, Ayah Ibu nya meretuinya? Dunia cukup gila.

" Mama! Aku tidak berpacaran dengan Kris! K-kami hanya teman. Ya teman "

" Eo? Teman? Adakah teman yang mencium sesama? Di bibir malah "

Zi Tao mendengus kesal. Siapa lagi yang mengambil fotonya tengah berciuman dengan Kris? Sialan.

" Mama, kami saat itu sedang bermain Truth or Dare. Nah, aku memilih Dare. Dan Dare nya adalah mencium Kris "

" Mencium Kris? Kenapa mencium Kris di tengah aula? Dan kenapa mencium Kris di depan semua murid Hanyang? Kenapa tidak di kelas atau tempat tertutup saja menciumnya? Sayang, mama tahu kau. Kau ini anak mama, mengerti? "

" Iya iya aku mengerti. Aku berpacaran dengan Kris. Apa mama puas? "

Nyonya Huang tertawa kecil lagi. Lalu, ia elus sayang rambut anak nya itu.

" Apa kau mencintainya? "

Damn! Mencintainya? Mencintai Kris? Bagaimana bisa Zi Tao menjawab 'iya' padahal ia hanya berpura-pura pacaran dengan Kris dan sedang bermain taruhan dengan pria mesum itu. Jika Zi Tao bilang 'tidak', Mama-nya pasti akan kecewa. Mengingat Keluarga Huang sangat dekat dengan Keluarga Wu, coret untuk Zi Tao dan Kris.

" Apa kau mencintai Kris, sayang? "

Okey, ini dia~

" Iya. Aku mencintainya ma. Kenapa? "

" Benarkah? Bagus! Terima Kasih Tuhan! Doa ku akan terkabulkan! "

Zi Tao mengerutkan dahinya. Doa? Doa apa? Dia punya firasat buruk untuk permintaan Mama-nya itu.

" Memangnya doa mama apa? "

" Mama berdoa supaya kau dan Kris benar-benar saling mencintai. Dan satu lagi, Zi Tao. Mama punya kejutan untuk mu "

Mata panda yang cantik itu berbinar. Zi Tao tersenyum senang sambil menggenggam tangan Mama-nya erat tanda tak sabar dengan kejutan itu.

" Kejutan? Kejutan apa? Mama membelikan ku salah satu keluaran Gucci yang baru? "

" A-a. Ini lebih baik sayang. Sangat berhubungan dengan masa depanmu "

Zi Tao memasang wajah berfikirnya. Masa depan? Pikirannya belum sampai kesana. Yang ia pikirkan sekarang adalah Gucci keluaran terbaru.

" Apa ma? Oh ayolah, aku sangat penasaran "

" Keluarga kita sudah berbicara dengan Keluarga Wu tentang kalian "

Kalian? Kalian siapa? Zi Tao dan Kris? Oh, ini kabar buruk. Pasti.

" A-apa maksud mama? K-kalian maksudnya aku dan Kris? Kami kenapa? "

" Keluarga Huang dan Keluarga Wu sudah setuju. Kami akan menjodohkan kalian berdua "

CLACK

Jika ini sebuah komik, akan keluar background kaca-kaca yang retak di belakang Zi Tao. Dijodohkan? Serius dijodohkan? Ia tak salah dengar kan?

" Di-dijodohkan? Dengan Wu Yi Fan? "

Nyonya Huang mengangguk semangat.

" Kau senang, sayang? "

" Apa?! Senang?! Mama gila?! Bagaimana aku bisa senang?! Aku akan dijodohkan dengan Wu Sialan itu, Ma! Bagaimana bisa mama bilang aku senang sekarang! Astaga! Dan aku bahkan masih SMA, ma! Demi Tuhan! Aku masih SMA! "

Nyonya Huang hanya mengeluarkan reaksi kagetnya. Bukankah tadi bilang Zi Tao mencintai Kris? Seharusnya ia senang. Bukannya seperti orang yang putus asa dan ingin menggantung diri di kamar.

" Sayang, bukankah kau mencintai Kris? Seharusnya kau bahagia karna hubungan kalian akan semakin erat "

Zi Tao mengacak rambutnya frustasi. Ia sudah tahu jika jadinya begini. Sepertinya dia harus menyiapkan baju-baju nya dan memasukan ke koper nya dan kabur ke rumah Luhan atau Sehun.

" Mama, aku tidak mau tahu, batalkan pertunangan itu atau aku akan pergi dari rumah. Dan lebih buruknya, mama akan melihat aku tanpa hembusan nafas sedikit pun "

" Tidak. Mama dan Papa mu tak akan pernah membatalkan pertunangan ini. Acara pertunangan akan diadakan minggu depan. Mama sudah membagikan semua undangan ke seluruh teman Mama. Jika kau berani-berani nya kabur, Mama akan menyita seluruh aset-aset mu termasuk ponsel dan mobil. Dan tidak ada Gucci selama 3 tahun. Kau mau? "

Ini buruk! Mobil nya disita? Tidak ada Gucci selama 3 tahun? Mama nya ingin ia mati ya? Tidak! Menurutnya lebih baik bertunangan dengan Kris daripada tidak ada Gucci selama 3 tahun.

" Bagaimana Zi Tao, sayang? "

" Hah. Terserah mama saja. Aku mengikut "

" Anak pintar~Besok sepulang sekolah, kita akan mencari pakaian untuk acara pertunangan mu, sayang. Mengerti? "

Zi Tao mengangguk mengerti sebagai jawabannya.

" Baiklah, setelah ini langsung mandi dan makan malam setelah itu tidur. Mama dan Papa mu akan berjalan-jalan sebentar di pusat kota. Mama mencintaimu, Zi Tao "

Nyonya Huang lalu mengecup dahi Zi Tao sayang dan keluar dari kamar anaknya itu.

" Mimpi buruk aku datang~ "

.

.

.

" Apa?! Dijodohkan?! Aku tidak salah dengar kan?! "

Zi Tao mengangguk malas untuk keseribu kalinya. Oh ayolah, ia sudah cukup capek mendengar teriakan Sehun dan Luhan yang kaget karna dirinya akan menikah dengan Kris. Sepertinya mimpi buruk ini bukan untuk Zi Tao saja, tetapi untuk Luhan dan Sehun.

" T-tapi Zi Tao, kalian kan hanya sekedar bermain. Bukan sampai menikah. Kenapa kau tidak bilang kepada Mama-mu kalau kalian hanya berpura-pura pacaran? Ini namanya tidak adil, Zi Tao "

" Aku tidak ingin Mama kecewa, Hun. Lagipula, kalau aku membatalkan pertunangan ini seluruh barang-barang ku akan disita. Ponsel,mobil, kartu ATM ku akan disita! Lebih parahnya lagi, aku tidak akan pernah memegang Gucci selama 3 tahun! Kau mau itu terjadi padaku? "

Sehun menggeleng, lalu pria itu menunduk lemas. Tidak akan ada harapan lagi baginya untuk mendekati Zi Tao. Oh, jadi ini yang namanya patah hati? Sehun membenci patah hati.

" Kapan acara nya dimulai, Zi Tao? "

" Minggu depan, Lu. Aku harap kalian datang. Aku tidak ingin melewati mimpi buruk ini sendirian "

Luhan tersenyum manis. Ia lalu menggenggam tangan Zi Tao seakan menyalurkan semua kekuatan yang ia punya ke Zi Tao.

" Kau bisa melakukannya. Aku harap kau tidak kalah dalam permainan ini, Zi Tao. Pertunangan ini akan mengecoh mu, Zi Tao. Ingat itu "

" Aku akan mengingat nya, Lu "

Zi Tao mengangguk mengerti. Lalu ia genggam tangan Sehun erat.

" Zi Tao? "

" Kau, kenapa lemas begitu? Yang akan menikah itu aku, bukan kau. Dasar "

" Maafkan aku "

Sehun tersenyum kecil dan membalas genggaman tangan Zi Tao. Sedangkan Luhan hanya melihat Sehun dalam-dalam yang sedang menggenggam tangan Zi Tao dan mengabaikan hati nya yang sakit. Satu lagi, Luhan benci patah hati. Sama seperti Sehun.

" Semangat, Zi Tao "

" Terima kasih, Sehun "

" Zi Tao! "

Mendengar namanya dipanggil, Zi Tao melepaskan genggaman tangannya dari Sehun dan Luhan. Ia pun membalikan badannya dan menghadap ke arah si pemanggil. Itu, Kris. Iya, Kris. Dan tampak Kris yang sedang berjalan ke arahnya dengan tatapan yang err dingin. Zi Tao cukup terkejut dengan tatapan itu. Sebenci dan semarah apapun Kris dengannya, ia tidak pernah menatap Zi Tao dengan tatapan dingin itu. Tatapan dendam, sejenis itulah.

" Zi Tao "

" I-iya, Kris? Kenapa kau menatapku seperti itu sih? Mengerikan, kau tahu "

" Aku tidak punya banyak waktu. Ikut aku sekarang "

Deg

Bukan hanya tatapan dingin yang Kris berikan untuknya, suaranya pun juga begitu dingin. Mana Kris yang selalu menggodanya dan mesum dengannya itu? Kenapa hilang begitu saja?

" Kris? "

" Cepat ikut aku "

Setelah itu, yang Zi Tao lihat adalah Kris yang melangkah jauh darinya.

" Aku pergi dulu, Luhan, Sehun. Nanti kutemui kalian di kantin "

Sehun dan Luhan mengangguk sebagai jawaban. Dan lalu, Zi Tao pun beranjak dari duduknya dan menyusul Kris.

" Hun "

" Ge, aku patah hati "

Luhan tertegun. Sehun benar-benar sudah jatuh cinta dengan Zi Tao rupanya. Lalu bagaimana dengan dirinya?

" Hun, jangan begitu "

" Rasanya sakit, ge. Tidak enak. Aku benci patah hati "

" Sehun "

" Aku tidak punya kesempatan lagi. Aku mencintainya, ge. Bagaimana itu? "

Luhan mengelus punggung Sehun lembut. Lalu, Sehun menaruh kepalanya di bahu Sehun layaknya seorang pria yang sedang bermanja dengan kekasihnya. Tapi Luhan yakin Sehun bersikap seperti ini bukan untuk bermanjaan dengannya, tetapi menyalurkan kesedihannya kepada Luhan. Dan Luhan tahu bagaimana sakitnya Sehun sekarang.

" Apa Zi Tao mencintai Kris, Luhan ge? "

Luhan menggeleng sambil mengecup puncak kepala Sehun.

" Belum saatnya, Hun "

" Berarti suatu saat Zi Tao akan mencintai Kris? Dan Zi Tao akan meninggalkan ku begitu saja, ge? "

" Kau masih punya kesempatan, Hun. Setidaknya hati Zi Tao masih bisa kau dapatkan. Aku mendukungmu, Hun. Aku menyayangimu. Sebagai adik kesayanganku "

Bohong! Semua yang Luhan katakan bohong! Adik? Adik kesayangan atau orang yang sangat ia cintai?

" Terima kasih Luhan ge. Aku juga menyayangimu "

" Eum, tentu. Aku akan membantumu mendapatkan hati Zi Tao "

Sehun mengangguk senang, lalu ia memeluk Luhan erat. Sangat erat. Dan sekarang ini, Luhan sangat ingin menangis. Ia munafik dan ia tahu itu.

" Semoga, Lu ge. Semoga aku bisa mendapatkan hati Zi Tao dan menjauhkan dirinya dari Kris "

" Semangat, Hun! Semangat! "

.

.

.

TBC

Wuhu~ I'm back~ Chap ini panjang loh dari chap chap kemarin ._. Semoga ga ada readers yang kecewa dengan chap ini ^^

Review?