Tittle : The Game is On

Disclaimer : semua tokoh di ff ini (kecuali para oc) bukan punya author, saya cuma pinjem nama doang.

Rated : T

Main Pair : Kyusung

Warning : oc bertebaran, typo merajalela, yaoi

A/N : Semua hal dalam ff ini kemungkinan besar bakalan beda jauh sama keadaan sesungguhnya di Korea (soalnya author udah jarang update soal Korsel) dan perawakan tokoh juga seinget author aja hehe (misal, Kris rambutnya masih pirang di ff ini, hehe)

.

Don't like don't read

.

Yesung terdiam memperhatikan Kyuhyun yang terus bergerak kesana-kemari. Di sampingnya Greg menyesap tehnya dengan gugup. Sesekali Kyuhyun berteriak jengkel lalu mulai menggumam tidak jelas. Greg selalu terlonjak kaget setiap kali pria bersurai cokelat itu berteriak. Yesung yang melihatnya mau tidak mau merasa kasihan pada pria mungil di sampingnya.

"Kau baik-baik saja?"

Kyuhyun kembali menjerit frustasi, sekali lagi membuat Greg terlonjak kaget sebelum akhirnya pria mungil itu mengalihkan perhatiannya ke arah Yesung. "Apa dia selalu seperti itu?"

"Tidak," balas Yesung dengan senyum kecil. "Hanya kalau dia bosan."

"Seberapa sering dia bosan?"

Belum sempat pria manis itu menjawab, Kyuhyun sudah lebih dulu berbicara. "Kau tahu apa yang paling menyebalkan?! Kevin si raksasa menyebalkan itu tiba-tiba saja menyatakan kalau kasus ini selesai! Padahal aku belum bermain sama sekali! Kalau dia ada di sini akan kupatahkan hidung dan kucolok matanya! Arggghh!"

Yesung meringis mendengarnya, sementara Greg menatap bingung. "Kukira dia tidak bisa mengingat nama Kevin?"

"Ya," ucap Yesung sembari terus memperhatikan kekasihnya yang gila itu. "Dia itu memang aneh."

Tepat setelah Yesung berhenti bicara, Kyuhyun segera mengambil jaketnya dan keluar meninggalkan dorm. Meninggalkan dua pria manis dibelakangnya tanpa ucapan apapun.

.

.

Kyuhyun bergerak cepat ke arah kafe yang dicantumkan Seunghyun di pesan singkatnya. Kakinya melangkah lebar dan tak pernah sekalipun pria berambut cokelat itu mengalihkan pandangannya dari arah depan. Tak sekalipun ia menghiraukan beberapa fansnya yang kebetulan menyadari keberadaannya dan memanggil namanya. Ia hanya terus bergerak, mengigit bibirnya sendiri menahan amarah.

Laufzeit. Jangan gunakan kendaraan apapun. 30 menit atau si kecil itu mati.

Kyuhyun berbelok ke arah gang kecil yang hampir tidak disadari orang. Pria muda itu sedikit mempercepat langkahnya dan akhirnya benar-benar berlari setelah yakin tidak ada siapapun yang melihatnya. Sesekali ia melirik jam tangan pemberian Yesung yang melingkar manis di pergelangannya. Waktunya tinggal 15 menit 38 detik.

Butuh waktu 45 menit untuk menuju Laufzeit dengan berjalan kaki melewati jalan biasa, dan jalan ini lebih jauh, sepi dan jarang dilewati orang tapi jauh. Jadi Kyuhyun berlari sekencang yang ia bisa. Ia tidak tahu siapa yang disebut 'si kecil' tapi ia cukup bisa menebak kalau Seunghyun tidak pernah main-main dengan ucapannya. Dia terlambat dan 'si kecil' ini akan benar-benar mati.

6 menit 56 detik.

Kyuhyun semakin memacu langkahnya. Laufzeit masih cukup jauh.

2 menit 16 detik.

Kyuhyun berhenti dengan terengah-engah di tengah gang. Dari tempatnya berdiri kafe mengah tempat tujuannya berdiri menjulang dengan indahnya. Kafe Laufzeit, kafe bergaya eropa kuno itu merupakan salah satu kafe paling diminati orang-orang kelas atas di Seoul. Bangunannya besar dan terdiri atas tiga lantai, lantai teratas diperuntukkan untuk para pria kaya yang merokok, sementara dua lantai dibawahnya merupakan ruangan tertutup dengan nuansa zaman Victoria yang menawan. Kyuhyun pernah satu kali ke tempat ini, dan bahkan dirinya harus gigit bibir melihat bonnya.

1 menit 48 detik.

Tanpa memerdulikan kakinya yang masih berdenyut nyeri, Kyuhyun kembali berlari. Kali ini langkahnya kecil dan lambat karena kelelahan.

Pelayan wanita bergaun hijau era Victoria dan bertopeng putih polos dengan ukiran anggun di depan Laufzeit menatap Kyuhyun dengan ragu saat pria muda itu sampai di hadapannya dengan napas pedek dan penampilan berantakan. "Entschuldigung, monsieur, apa ada yang bisa saya bantu?"

Kyuhyun masih berusaha mengatur napasnya, pandangannya tidak leper dari jam tangannya. 21 detik. "Ah… aku… ha-harus bertemu…"

Saat itulah sebuah tepukan ringan mendarat di punggung Kyuhyun. Masih dengan napas yang tidak teratur, Kyuhyun menoleh dan melihat Seunghyun berdiri disampingnya. Seunghyun menggunakan setelan tuxedo hitam yang memeluk tubuhnya dengan pas dan topeng hitam dengan ukiran emas yang hanya menutupi matanya. Dengan tidak suka Kyuhyun harus mengakui kalau pria disampingnya ini tampak menawan dan elegan. "Dia bersamaku. Monsieur Choi, tolong. Tadi saya sudah menelepon."

Pelayan wanita tadi tersenyum ramah dan mulai mengecek sesuatu di komputernya. Sementara itu Seunghyun menyodorkan sesuatu yang dibungkus kain hitam kearah Kyuhyun.

Setelah berhasil menenangkan napasnya, Kyuhyun meraih benda pemberian Seunghyun. Ia hanya bisa mendengus tidak peduli dan mengenakan topeng guy fawkes pemberian Swunghyun. Berbeda dengan topeng guy fawkes lainnya topeng ini hanya menutupi sampai bagian atas bibirnya, tidak seluruh wajahnya. Ia cukup senang karena Seunghyun memberinya topeng ini, membuatnya tidak harus khawatir pria ini dapat membaca matanya.

"Accueillir dans Laufzeit, monsieur Choi," ucap si pelayang wanita dengan Bahasa Perancis yang fasih, menarik kembali perhatian dua pria dihadapannya. "Meja anda sudah disiapkan. Meja nomer 36 di lantai 3. Perlu kami antar?"

"Tidak, tidak perlu, je vous remercie," ucap Seunghyun sebelum meraih tangan wanita itu dan mengecupnya. Kyuhyun hanya bisa menahan mual di balik topengnya melihat tingkah pria di sampingnya.

Wani itu jelas merona dan dengna gugup meraih tanggannya kembali. "Soyez le bienvenu."

Bagitu memasuki Laufzeit yang megah dan memesona Kyuhyun langsung sadar apa masksud Seunghyun memberinya topeng dan kenapa Seunghyun memilih tempat ini. "Pesta topeng?"

Seunghyun menyeringai kecil. "Satu tahun sekali, kesukaanku."

Laufzeit memang mengadakan pesta topeng satu kali dalam setahun. Dimana selama satu hari penuh, para pengunjung dan pelayang diwajibkan untuk mengenakan topeng. Tidak pernah jelas apa tujuannya, tapi dihari itu kafe ini selalu ramai pengunjung.

Meja mereka merupakan meja untuk dua orang yang terletak di ujung lantai tiga, terpojok dan sedikit terpisah dari meja-meja lainnya. Namun seperti meja-meja lainnya, meja mereka pun dihiasi dengan berbagai ornament khas zaman Victoria, indah dan elegan. Diam-diam Kyuhyun berencana akan mengajak Yesung kemari.

Seorang pelayan pria dengan setelan jas hitam, topi tinggi hitam, dan topeng hitam polos yang hanya menutupi matanya menghampiri meja mereka. "Selamat datang di Laufzeit, Messieurs, anda siap memesan sesuatu?"

Seunghyun segera mengambil alih dan menanyakan beberapa menu pada pelayan itu dengan bahasa Perancis yang fasih dan sama sekali tidak dimengerti Kyuhyun. Kyuhyun membiarkan Seunghyun memesankan makanan untuknya sementara matanya dengna lincah memperhatikan dua orang dihadapannya yang masih terus mengoceh dengan bahasa Perancis.

Pelayan itu pergi dan kemudian kembali lagi dengan sebotol champagne. Ia meletakkan botol itu dan menanyakan sesuatu pada Seunghyun dalam bahasa Perancis yang lagi-lagi tidak dimengerti Kyuhyun.

Seunghyun menggeleng. "Danke," ucapnya sebelum pelayan itu pergi.

Pelayan itu tampak terkejut sesaat sebelum tersenyum ramah. "Gern geschehen."

"Kau mau pamer ya?" todong Kyuhyun sesaat setelah pelayan itu pergi. kedua tangannya terlipat di depan dada dan wajahnya merengut tidak suka dibalik topeng guy fawkessnya.

Seunghyun tertawa pelan, tawa yang menyenangkan namun serasa menusuk tulang Kyuhyun. Pria itu kemudian menuangkan champagne ke gelas yang sudah tersedia dihadapannya dan Kyuhyun. Ia meneguk gelasnya sendiri dan mengerang nikmat. "Kau tahu apa yang hebat dari Laufzeit? Selain dari pesta topengnya dan champagnenya yang luar biasa?" belum sempat Kyuhyun menjawab, ia sudah melanjutkan. "Para pelayan di sini harus menguasai 4 bahasa sekaligus, Korea, Inggris, Perancis, dan Jerman. Hebat kan?"

Kyuhyun meneguk gelasnya sendiri dan harus menahan dirinya agar tidak mengerang nikmat, satu hal, Seunghyun benar soal champagne yang luar biasa. Ia benar-benar harus mengajak Yesung ke tempat ini. "Jadi kau mengajakku ke sini hanya untuk pamer kemampuanmu berbahasa Perancis dan Jerman? Karena yah, itu mengejutkanku, aku tidak tahu kau bisa bicara bahasa Perancis atau Jerman."

Sekali lagi Seunghyun tertawa. "Temanku Kyuhyun, bukan itu alasanku." Ia kembali mengisi gelasnya yang sudah kosong. "Kau tahu artinya Laufzeit?"

Kyuhyun mengangkat bahunya dan ikut mengisi gelasnya kembali.

"Laufzeit itu bahasa Jerman, artinya waktu," ucap Seunghyun sembari memutar-mutar gelasnya yang sudah setengah kosong. "Alasanku mengajakmu kemari adalah karena kau baru saja membuang-buang waktumu, sobat."

Dan Kyuhyun langsung sadar kearah mana pembicaraan ini.

"Kalau saja semalam kau tidak bermesraan dengan pacarmu itu, mungkin kau bisa mendahului polisi dalam memenangkan permainan kemarin."

Kyuhyun mendengus pelan. "Aku tidak akan bertanya bagaimana kau tahu apa yang kulakukan semalam. Aku tidak peduli." Pria bersurai karamel itu menyeringai kecil, meski di hatinya ia merasa sedikit ciut mengetahui Seunghyun benar-benar bukan lawan yang mudah. "Aku kalah di ronde ini, para polisi itu mendahuluiku, lalu apa? Kau akan membunuhku?"

Pria dihadapannya tertawa keras, tubuhnya yang besar bergetar hebat dengna tawanya. "Kyuhyun, temanku, aku tidak akan membunuhmu secepat ini, kan? Kita baru saja mulai. Tenang saja, kau tidak sepenuhnya kalah. Para polisi itu hanya menemukan pembunuhnya, tidak menemukan tubuhnya."

"Kau mau aku menemukan tubuhnya?"

"Waktumu 48 jam sebelum tubuh itu membusuk dan kau akan semakin sulit untuk menemukannya. Temukan tubuh itu, dan kita akan melanjutkan permainan kita."

"Aku ada jadwal besok, tidak bisa."

"Apa aku terlihat peduli, Kyuhyun?"

Pandangan Seunghyun mengeras dibalik topeng hitamnya. Dan akhirnya Kyuhyun hanya bisa mendesah pasrah. "Aku hanya perlu tahu satu hal, siapa yang kau sebut 'si kecil' tadi?"

"Seseorang yang akan membuatmu menangis saat dia mati."

Kyuhyun menggebrak meja, tidak memerdulikan beberapa pasang mata yang menatapnya bingung. "Kau sudah berjanji tidak akan melibatkan Yesung dalam permainan ini, brengsek."

Seunghyun memutar bola matanya bosan dan kembali meneguk gelasnya. "Aku tidak bicara soal Yesung. Dan omong-omong kau sebaiknya segera pergi, waktumu tersisa 47 jam 58 menit."

Dan Seunghyun menyandarkan punggunnya, mengusir Kyuhyun dari hadapannya tanpa kata-kata. Sebelum Kyuhyun sempat melangkahkan kaki menjauh, suara beratnya kembali terdengar. "7275746466, kau akan membutuhkannya."

Tanpa sepatah katapun lagi, Kyuhyun beranjak pergi.

.

.

ALOHAAA

Saya kembaliii. Haha gila ya, udah hampir 2 tahun ga pernah nengok FFN lagi dan tiba-tiba jadi kangen.

FF ini bener-bener ngelanjutin yang sebelumnya jadi mohon maaf kalau ceritanya beda sama apa yang udh kejadian sekarang.

Thanks for reading, review please^_^