Rate T-T+

..

.

Story By : Anave Tjandra

Chapter 6

Determination Over Temptation

...

..

.

"Chanyeol!"

Chanyeol menoleh kea rah sumber suara. Tampak seorang gadis dengan pakaian terbuka dan dadanan menor yang menutupi wajah cantiknya. Untuk sesaat, Chanyeol lupa dengan keberadaanya dan siapa sosok yang sudah duduk merapat di sampingnya itu.

"Kau melamun sedari tadi. Ada apa?"

Ya, Chanyeol ingat sekarang. Gadis ini bernama Yejin dan ia adalah salah satu gadis yang sesekali ikut berkumpul dengannya dan teman-temannya. Selain itu, Chanyeol ingat bahwa mereka pernah tidur bersama satu kali beberapa bulan yang lalu.

"Nothing," jawab Chanyeol sambil menaikkan bahunya lalu kembali menenggak alkohol yang sedari tadi ada di dalam genggamannya.

Pikirannya sedang melayang ke Baekhyun beberapa saat yang lalu sebelum Yejin datang dan memanggilnya. Panggilan Yejin menyadarkan bahwa ia seharusnya melupakan Baekhyun malam ini dan bersenang-senang.

Setelah Chanyeol kembali ke apartementnya tadi, ia langsung menerima panggilan dari Kai yang mengajaknya untuk clubbing. Kai adalah salah satu temannya dan pria itu selalu clubbing hampir setiap minggunya.

Sesekali Chanyeol akan menerima ajakan Kai jika sedang merasa ingin bersenang-senang. Namun malam ini, ia datang dengan tujuan untuk mengenyahkan Baekhyun dari otaknya menurut Chanyeol, ia sudah menghabiskan cukup banyak waktu untuk memikirkan dosennya itu.

"Kau terlihat memiliki banyak pikiran, Chanyeol," ucap Chen yang duduk di sampingnya sambil memangku teman kencannya yang terbaru.

"Yeah kau tidak seperti biasanya," timpal Kai. Pria itu pun sedang sibuk digelayuti oleh salah satu gadis klub.

Chanyeol tidak menjawab mereka dan malah bertanya, "Siapa lagi yang akan bergabung dengan kita mala mini?"

Kai menaikkan alisnya, sangat menyadari bahwa Chanyeol tidak berniat untuk berkomentar tentang ucapannya dan Chen. Dengan bijak ia menjawab, "Jimin dan Suho Hyung sedang dalam perjalanan."

"Dan Lily tentunya," tambah Chen sambil mengangkat tangannya dan menunjuk ke arah seorang gadis yang sedang berjalan ke tempat mereka.

"Halo, semuanya!" seru Lily ketika ia sampai dan tanpa ragu mengambil botol minuman yang berada dalam genggaman Chen.

"Hei! Itu…." Chen tidak melanjutkan protesnya lagi Karena Lily sudah meneguk minumannya. "Sama-sama," ucapnya kesal sementara teman kencannya hanya terkikik melihat ekspresi Chen.

Lily meletakkan botol minuman tersebut di atas meja dan mendesah lega. "Maaf, aku sangat membutuhkan minum mala mini."

"Kalau begitu, aku akan menambah minuman kita," ujar Yejin sambil mengankat tangannya untuk memanggil pelayan klub.

"Trims, Yejin," gumam Lily. Wanita itu kemudian menoleh pada Chanyeol yang duduk bersandar dengan ekspresi bosan. "Ada apa dengan wajahmu itu, Chanyeol?"

"Biarkan saja dia Lily," ucap Kai. "Ia sedang banyak pikiran sepertinya."

Lily melirik Kai dan Chen yang mengangguk. "Dan apa itu, jika aku boleh tahu?" tanyanya dengan tatapan menyelidik kepada Chanyeol.

"Bukan urusanmu, Lily," jawab Chanyeol kembali meneguk minumannya.

Lily berkacak pinggang dan meraih pergelangan tangan Chanyeol dengan sebelah tangannya yang bebas. "Oke. Kalau begitu kau harus berdansa denganku."

"Aku sedang tidak ingin berdansa," tolak Chanyeol halus.

"Aku tidak akan mengizinkanmu untuk duduk tanpa bersenang-senang, Chanyeol," ucapnya lagi. "After all, aku yakin tujuanmu datang ke sini adalah untuk melupakan apa pun masalahmu itu, bukan?"

Chanyeol membalas tatapan Lily. Gadis itu menaikkan kedua alisnya menantang Chanyeol untuk membantah ucapannya. Tahu tebakannya benar, Llily mulai menarik lembut lengan Chanyeol dan memaksanya berdiri.

Dengan setengah hati Chanyeol meletakkan botol minumannya di atas meja dan berdiri menuruti keinginan Lily. Gadis itu mulai menariknya menuruni lantai dansa dan menyeruak di antara kerumunan orang yang sedang berdansa.

Lily mulai bergoyang mengikuti irama music yang kencang dan berdansa di hadapannya. Chanyeol sendiri dengan terpaksa ikut bergoyang menemani Lily karena ia tidak mau terlihat konyol hanya berdiri di sana tanpa bergerak sedikitpun.

Tangan Lily mulai menyentuh dada Chanyeol dan mendekatkan tubuh mereka satu sama lain. Dengan gerakan tubuhnya yang menggoda, Lily berdansa semakin berani dan semakin dekat ke tubuh Chanyeol. Gadis itu tidak ragu sama sekali menggoyangkan tubuh moleknya dengan gerakan yang memprovokasi Chanyeol.

Chanyeol tahu bahwa Lily sudah tertarik padanya sejak pertama kali mereka berkenalan dan semakin lama semakin berani menggoda dirinya. Alasan utama Chanyeol tidak pernah menerima tawaran Lily yang sangat terus terang adalah karena gadis itu memiliki ketertarikan khusu terhadapnya dan itu akan menjadi sangat merepotkan jika Chanyeol sampai tidur dengan Lily. Chanyeol tidak ingin gadis itu berpikit bahwa mereka memiliki hubungan yang lebih.

Setelah dua lagu bertempo cepat, tiba-tiba saja DJ memainkan lagu dengan tempo yang cukup lamban. Lily dengan berani menarik kedua tangan Chanyeol dan meletakkannya di pinggulnya. Gadis itu juga mengalungkan kedua lengannya pada pundak Chanyeol dan melekatkan tubuhnya pada tubuh Chanyeol.

"Kau bersenang-senang?" Tanya Lily.

Tidak, Chanyeol sama sekali tidak merasakan senang saat ini dan hanya tersenyum masam kepada gadis itu. Ia sebenarnya lebih memilih untuk kembali ketempat duduknya dan meminum cairan yang dapat mengalihkan pikirannya dari Baekhyun. Namun, ia malah mendapatkan Lily bergelayutan padanya.

"Aku akan membuatmu bersenang-senang, Chanyeol. Aku pastikan itu," ucap Lily dengan rasa penuh percaya diri.

Gadis itu semakin menekan tubuhnya dan dengan sengaja menekan selangkangan Chanyeol menggunakan pinggulnya. Chanyeol dapat merasakan bahwa gadis itu menambah tekanan seiring dengan alunan lagu klub dan tidak mencoba untuk menghentikannya. Ia ingin mencoba melihat sejauh mana ia akan membiarkan Llily beraksi.

Tangan Lily mulai bergeser melingkari lehernya dan mengelus anak-anak rambut yang tumbuh di tengkuk Chanyeol dengan jemarinya. Gerakkan malas jemari Lily memang diperuntukkan untuk menggoda pria, belum lagi bentuk tubuh menggiurkan yang hanya dibalut mini dress ketat berwarna merah.

Tidak adanya penolakan dari Chanyeol membuat Lily menjadi semakin percaya diri. Ia mendekatkan wajahnya pada leher Chanyeol dan berbisik, "Bagaimana jika kita keluar dari tempat ini?"

"Kemana?" Tanya Chanyeol balik.

Lily menyunggingkan senyum menggoda yang pastinya sudah akan membuat pria lain melayang, namun tidak dengan Chanyeol. Ia terlalu mengenal Lily dan bagaimana cara berpikir gadis itu.

Membiarkan Llily menariknya, Chanyeol mengikuti langkah Lily yang membawanya menuju pintu belakang klub. Begitu mereka menginjakkan kaki mereka keluar, yang merupakan gang kecil dan gelap, Lily langsung mendorong tubuh Chanyeol ke tembok dan mulai mencium bibir pria itu.

Lidah gadis itu menyeruak masuk degan berani dan Chanyeol belum berniat untuk menghentikan aksi Lily meskipun ia ragu bahwa dirinya menikmati sentuhan yang diberikan oleh Lily.

Ia membiarkan Llily melumat bibirnya dan menelusuri rahang serta lehernya dengan bibir yang bersemangat dalam menjalankan aksinya itu. Chanyeol penasaran apakah ia akan bereaksi sama terhadap Lily seperti bagaimana tubuh dan pikirannya bereaksi terhadap Baekhyun.

Lidah Lily mulai mengecap leher dan jakunnya sedangkan tangan gadis itu mulai turun menjelajahi tubuh Chanyeol dan mengusap selangkangannya yang masih dilapisi celana jeans tua favoritnya.

Lily menarik kepalanya dari ceruk leher Chanyeol saat menyadari bahwa tubuh Chanyeol tidak bereaksi di bawah sentuhannya. Ia memandang Chanyeol dengan sebelah alis terangkat karena tidak mempercayai bahwa pria ini tidak tergoda dengan aksinya barusan.

Merasa tertantang, Lily melepaskan kait celana Chanyeol dan menurukan Zipper-nya. Ia langsung menyelipkan tangannya yang terasa dingin karena udara malam dan menyentuh tubuh Chanyeol di sana. Ia mengusapnya beberapa kali dan tersenyum miring saat merasakan bagian tersebut memberikan reaksi meskipun hanya sedikit.

Lepaskan kemejamu," perintah Lily.

Chanyeol menuruti gadis itu dan melepaskan kemeja kotak-kotak yang dikenakannya sebagai outer, dipadu dengan T-shirt hitam di baliknya dan menyerahkan pada gadis itu. Menerima kemeja Chanyeol, Lily menjatuhkannya ke aspal kotor di antara tubuh mereka dan tanpa ragu-ragu langsung berlutu di atas kemeja tersebut.

Chanyeol melihat bagaimana gadis itu dengan bersemangat menurunkan celananya sedikit dan memulai aksinya di area sensitive Chanyeol, memberikan upaya besar untuk menggoda tubuh Chanyeol agar bereaksi terhadap keahliannya.

Chanyeol tidak dapat menahan tubuhnya untuk tidak memberikan reaksi apa pun, tapi ia tidak menikmatinya sama sekali, rasa mulut dan lidah yang hangat di bagian terintim tubuhnya malah terasa sangat salah dan Chanyeol tidak bisa mengenyahkan sosok Baekhyun dari kepalanya.

"Berhenti," ucap Chanyeol sambil mendorong lembut kepala Lily.

Gadis itu tidak menghiraukannya dan malah bergerak semakin jadi. Dengan kesal Chanyeol mendorong tubuh gadis itu sedikit lebih kencang dan mengancingkan kembali celananya.

Lily yang didorong oleh Chanyeol, terduduk di atas aspal yang kotor dan memandang pria itu dengan tatapan tidak percaya. "Apa-apaan?!" tanyanya marah.

"Aku sedang tidak ingin bermain denganmu, Lily," jawab Chanyeol malas. Ia tidak perduli Lily marah atau tidak.

"What?!" Lily setengah berteriak sambil bangkit berdiri dan menepuk pakaiannya yang kotor. Ia merasa terhina karena Chanyeol menolaknya, padahal jelas-jelas pria itu sudah mulai terangsang karena aksinya.

"Dengar, aku tidak tertarik untuk bermain denganmu."

"Bajingan!" maki Lily sambil menampar wajah Chanyeol.

Gadis itu dengan kesal kembali berjalan masuk ke dalam klub dan membanting pintu di belakangnya, meninggalkan Chanyeol yang hanya bisa mengelus pipinya yang terasa panas karena tamparan Lily.

Menghela napasnya, Chanyeol mengambil kemejanya dan mengibaskannya kencang untuk menyingkirkan debu dan kerikil yang menempel pada kain tersebut. Di saat seperti ini, Chanyeol selalu berharap bahwa ia adalah seorang perokok dan bisa melampiaskan rasa frustasinya dengan cara menghisap tembakau. Namun sayangnya tidak.

Chanyeol lalu beranjak dari sana dan masuk ke dalam klub. Ia mencari jalannya menuju meja di mana teman-temannya masih sedang berkumpul dan menikmati minuman mereka. Chanyeol dapat melihat bahwa Jimin dan Suho Hyung baru saja bergabung bersama mereka.

Lily, yang sekarang duduk di samping tubuh Jimin, memberikan tatapan membunuh ke arahnya. Gadis itu kemudian memalingkan wajahnya dan mulai menggoda Jimin, yang dengan senang hati menerima rayuan tersebut. Tidak butuh waktu lama hingga bibir Lily yang tadi sedang mencumbu Chanyeol mulai saling melumat dengan bibir Jimin.

Jika gadis itu berpikir bisa membuat Chanyeol cemburu atau hanya sekedar menunjukan pada Chanyeol apa yang terlewatkan olehnya ketika ia menolak gadis itu, maka Lily salah besar Chanyeol sama sekali tidak perduli dan malah kasihan kepada Jimin yang dimanfaatkan oleh Lily.

"Aku akan pergi lebih dulu," ucap Chanyeol.

Suho memandangnya dengan tatapan tidak setuju. "Aku dan Jimin baru sampai dan kau sudah mau pergi? Apakah kau ingin ditertawakan oleh kasurmu sendiri?"

Chanyeol berdecak dan tersenyum. "Sorry, Man," ucapnya. "Aku hanya sedang tidak dalam suasana hati ingin bersenang-senang."

Kai dan Chen mulai ikut protes dan Jimin masih hanyut dalam cumbuannya dengan Lily.

"Kau tidak asik, Chanyeol," komentar Chen. "Tidak ada yang meninggalkan klub sebelum hari berganti, Buddy."

"Ya, benar," timpal Kai dan Suho hampir bersamaan.

"Aku akan jadi yang pertama kalau begitu," jawab Chanyeol. Ia mengeluarkan dompetnya, mengambil beberapa lembar uang dan meletakkan ke atas meja. "See you on Monday," ucap Chanyeol lalu berlalu dari sana.

Chanyeol melambaikan tangannya tanpa menoleh ketika teman-temannya mulai berseru bersamaan.

Mengendarai motornya, Chanyeol memutuskan untuk pulang ke apartementnya. Bukan, apartement Baekhyun lebih tepatnya. Bersentuhan dengan Lily tadi membuatnya ingin cepat-cepat membersihkan tubuh dan merasakan tubuh Baekhyun lagi. Ia harap dosennya itu menurut dan tidak mengganti password apartementnya.

..

.

Bunyi kunci yang terbuka membuat Chanyeol tersenyum. Ia senang karena Baekhyun tidak mengubah kunci apartementnya dan menghemat tenaga mereka berdua karena Chanyeol tidak perlu mengorek password baru dari bibir Baekhyun.

Masuk ke dalam kediaman Baekhyun, Chanyeol tidak repot-repot menyalaka lampu ruangan tersebut. Ia langsung berjalan menuju kamar wanita itu dan melihat Baekhyun yang sudah terlelap hanya dengan penerangan lampu tidur wanita itu yang remang-remang.

Chanyeol melirik jam tangannya dan melihat bahwa waktu menunjukan pukul setengah satu pagi. Dosennya itu pasti baru tidur selama beberapa jam dan sayangnya Chanyeol dengan terpaksa harus menunggu tidurnya yang lelap.

Ia mulai melepaskan pakaiannya sambil berjalan menuju sisi ranjang Baekhyun yang kosong. Sepertinya Baekhyun memiliki kebiasaan untuk tidur di sisi kanan ranjang dan Chanyeol harus mulai membiasaan diri untuk tidur di sisi kiri meskipun itu bukan sisi kesukaanya.

Dengan pelan Chanyeol menaiki ranjang dan menyelinap ke balik seliut yang menutupi setengah tubuh Baekhyun. Matanya menjelajahi bagian tubuh professornya yang terbuka karena Baekhyun hanya mengenakan kamisol tipis sebagai busana tidurnya. Chanyeol tidak sabar untuk mengintip celana seperti apa yang dikenakan oleh Baekhyun di balik selimut ini.

Menopangkan tubuhnya dengan siku kanannya, Chanyeol mengamati wajah polos Baekhyun dan mengerutkan kening. Ia menangkap lingkaran mata Baekhyun dan bagaimana sepasang mata yang tertutup tersebut terlihat sedikit bengkak. Apakah dosennya ini habis menangis?

Berpikir demikian, Chanyeol menjadi tidak tega untuk mengganggu tidur Baekhyun. Ia menggulingkan tubuh dan berbaring telentang menatap langit-langit kamar Baekhyun dan menghela napas.

Bagian tubuh bawahnya sudah berdenyut minta dipuaskan hanya dengan memandang Baekhyun yang tertidur lelap. Sangat bertolak belakang dengan reaksinya terhadap serangan Lily tadi. Jika tidak mengatakan dengan lantang apa yang sedang terjadi, sepertinya Chanyeol harus melepaskan beasiswanya karena itu artinya ia bodoh.

Ia tertarik terhadap dosennya sendiri. Sungguh ironis, di saat ia tidak serius dengan satu pun wanita yang seumuran dengannya, ia harus terpikat kepada dosen yang lebih tua tiga tahun darinya. Terlebih lagi, dosen dingin yang sama sekali belum berpengalaman dengan pria.

Chanyeol tidak yakin apakah ia ingin menjadi yang pertama bagi Baekhyun, karena biasanya cinta pertama selalu pupus. Apa? Apakaj ia baru saja mengatakan cinta pertama? Damn! Otaknya sepertinya mulai konslet. Ia jelas tidak ingin menjadi cinta pertama dari professornya. Bukan begitu? Ya, harus begitu.

Menyingkirkan selimut yang menutupi tubuhnya, Chanyeol beranjak menuju kamar mandi. Ia butuh mandi air dingin untuk mendinginkan kepalanya dan juga tubuhnya. Sedikit menyedihkan karena ia harus menyia-nyiakan tubuhnya yang prima dengan mandi air dingin, alih-alih mengambil tubuh Baekhyun dan menikmatinya.

Tiga puluh menit kemudian, Chanyeol keluar dari kamar mandi dengan handuk warna pastel milik Baekhyun yang membungkus tubuh bagian bawahnya. Tanpa repot-repot mengenakan celananya kembali, Chanyeol menyelinap ke balik selimut dan manarik tubuh Baekhyun ke dalam rangkulannya.

Ia menempelkan bagian depan tubuhnya ke punggung Baekhyun dan menopangkan dagunya di atas pundak wanita itu. Baekhyun sama sekali tidak bereaksi dan masih lelap dalam tidurnya, membuat Chanyeol tersenyum kecil karena ternyata wanita ini tidur seperti mayat.

Chanyeol menyibakkan rambut wanita itu dan melihat bekas ciuman yang ditinggalkannya kemarin sudah berubah menjadi merah kehitaman. Sebenarnya ia ingin meninggalkan lebih banyak lagi ciuman di leher Baekhyun, namun ia masih bisa memikirkan kesulitan yang akan dihadapi oleh Baekhyun jika sampai Kissmarknya dilihat oleh orang lain.

Mengecup pundak Baekhyun sekilas, Chanyeol menyelipkan tangannya ke dalam kamisol Baekhyun dan bersentuhan langsung dengan payudara wanita itu. Ia senang karena Baekhyun tidak mengenakan bra saat tidur, memudahkannya untuk menjelajahi tubuh wanita ini.

Sedikit bereksperimen, Chanyeol meremas payudara Baekhyun lembut dan menggoda puncaknya dengan ibu jari dan telunjuk. Ia tidak menahan seringainya ketika dirasakannya puncak payudara Baekhyun bereaksi dan mulai mengeras.

Dimainkannya bagian tersebut selama beberapa menit sebelum tangan Chanyeol bergerak menuruni perut datar Baekhyun dan menyentuh celana dalamnya. Baekhyun hanya mengenakan kamisol tipis dan celana dala. Katun ketika sedang tidur, sepertinya. Chanyeol tidak keberatan, tapi ia akan mengejarkan wanita ini untuk memakai lingerie saat tidur.

Mengusap kewanitaan Baekhyun seketika langsung membangkitkan hasrat Chanyeol. Ia dapat merasakan bukti kejantanannya yang mengeras dan menekan bokong kenyal Baekhyun. Wanitua itu akan shock jika sadar dan bisa merasakan bukti hasrat Chanyeol sekarang.

Berusaha menahan diri, Chanyeol melepaskan sentuhannya pada tubuh Baekhyun dan berguling menjauh. Ia menghela napas berat merasakan bagian tuuhnya yang berdenyut dan menuntut pelepasan.

"Next time, Buddy," bisiknya pada bagian tubuhnya yang berdenyut. "ini bukan malam keberuntunganmu."

Chanyeol mencoba dengan sangat keras untuk mengalihkan pikirannya dari tubuh hangat yang berbaring di sebelahnya. Ia mulai memikirkan rumus-rumus fisika di kepalanya dan menghitung domba agar kantuk menghampirinya.

Usahanya lumayan berhasil karena Chanyeol dapat merasakan bahwa bagian bawah tubuhnya sudah kembali ke ukuran semula. Menghela napas, ia memejamkan matanya untuk tidur.

Tapi tiba-tiba, Baekhyun bergerak dan membalikkan badannya. Tangan wanita itu tersampir di dadanya dan kaki Baekhyun melintang di perut bawahnya, membawa Chanyeol kembali sadar akan tubuh wanita di sampingnya ini.

"Sial," desisnya kesal.

Menolehkan kepalanya, Chanyeol melihat puncak kepala dosennya yang bersandar di pundaknya. Wanita ini memang sengaja ingin menyiksa Chanyeol sepertinya, karena sekarang aroma shampoo Baekhyun mulai mencari dan menggoda indra penciuman Chanyeol.

"Anda memang sengaja ingin menggodaku, bukan?' Tanya Chanyeol pada Baekhyun.

Wanita itu jelas tidak menjawabnya.

Chanyeol menggeleng dan mendesah. "Aku menyerah untuk bersikap sopan, professor,"

Chanyeol mengangkat tangannya dan merangkulkan ke pundak Baekhyun. Dengan lembut ia menarik tubuh wanita itu ke dalam pelukkanya, merasakan gundukan lembut Baekhyun menekan sisi tubuhnya.

Menggertakkan gigi, Chanyeol berusaha mati-matian untuk tidak memanfaatkan Baekhyun di saat wanita ini tidur tak sadarkan diri. Ia harap resolusinya di saat wanita ini tidur tak sadakan diri. Ia harap resolusinya dalam menjadi seorang pria sejati bertahan hingga esok pagi.

Chanyeol kembali memikirkan rumus-rumus fisika dan menghitung domba di kepalanya untuk mengalihkan pikirannya sekali lagi. Namun kali ini usahanya gagal karena ia dapat melihat betapa tinggi tenda yang terbentuk di atas selangkangannya.

Baekhyun memilih saat-saat itu untuk bergerak dan tanpa sengaja menyenggol benda keras nan sensitif tersebut, membuat Chanyeol mengerang karena merasa tersiksa. Ia kemudian melirik kepala Baekhyun yang masih bersandar di dadanya.

"Persetan," umpatnya sambil menggulingkan tubuh mereka.

Tubuh Baekhyun sudah berada di bawahnya sekarang dan tidak ada selimut yang menutupi tubuh mereka. Mata Chanyeol menjelajah dari puncak kepala hingga ke ujung kaki Baekhyun, melahapnya dengan tatapan lapar dan penuh nafsu.

Menyerukkan kepalanya di antara bahu dan leber Baekhyun , Chanyeol menghirup aroma tubuh Baekhyun yang menggoda. Ia mulai menciumi rahang dan leher wanita itu. Tangannya pun tidak tinggal diam dan mulai meremas kedua bukti kembar Baekhyun.

"Umm." Baekhyun mengeluarkan gumaman kecil.

Kedua alis Baekhyun mengkerut seolah merasa terganggu dengan aksi Chanyeol meskipun kamisol gadis itu mencetak kedua puncak payudaranya yang mencuat indah.

Tangan Chanyeol bergeser turun sekali lagi dan mengusap kewanitaan lembut Baekhyun. Dengan kedua lututnya, Chanyeol membuka paha wanita itu dan berlutut di antaranya. Ia mengelus tubuh Baekhyun dan mencumbunya selama beberapa saat sebelum berhenti secara tiba-tiba.

Dada Chanyeol kembang kempis berusaha mengatur napasnya yang tidak beraturan dan kedua tangannya terkepal di samping tubuhnya. Chanyeol mengumpat dalam hati kemudian beranjak dari sana.

Dengan kesal ia kembali menyelimuti tubuh Baekhyun kemudian meraih celana jeans-nya dan mengenakan kembali. Ia memutuskan untuk tidur di sofa ruang tamu Baekhyun saja karena tidak mungkin ia bisa menahan diri untuk tidak menyentuh wanita itu.

~To Be Continued

...

..

.

~note~

menepati janji untuk update minggu ini...hehehe

mumpung libur jadi di babat habis,,,kalau ada yang typo tolong d komen aja ya ^^

terimakasih untuk yang bersedia me review remake ini, walaupun bukan hasil karya aku bacanya tetep ada seneng2nya gitu..

oh iya rencananya mau remake story dari watty lagi tapi cuman chap pendek2 dan tetep hott,,,adakah yang mau?