"The Tale Of New Ninja"
Disclaimer : Masashi Kishimoto©Naruto
Genre : Adventure
Rating : T
Warning : Typo-/Miss Typo, OOC, Alur terlalu cepat/kurang jelas,Strong!Naru,GodLike!Naru,Alive!MinaKushi,Gray!Naru, dll.
=ENJOY=
Sebelumnya : ... Narutopun hanya diam kemudian tersenyum. "Kita lihat apa yang akan kau lakukan, Orochimaru." Ucapnya penuh penekanan kemudian masuk kedalam hutan itu.
"Chunnin Exam Part 2"
[Shi No Mori-Naruto Side-]
Sudah hampir sore hari ketika Naruto mengawasi ujian tahap ini. Selain menjadi peserta, iapun harus mengawasi peserta yang mengikuti ujian ini.
"Hah, kenapa ular itu belum tampak." Ucap Naruto pelan. Iapun merebahkan dirinya di dahan sebuah pohon besar. Baru saja ingin memejamkan mata, sebuah kunai melesat menuju dirinya.
Suing!Tak!
Dengan reflek yang cukup tanggap, Naruto berhasil menmindahkan tubuhnya sebelum kunai itu mengenai kepalanya sehingga hanya menancap di pohon.
"Wah wah wah, apa yang kita dapat disini? Seorang bocah yang kehilangan arah?" ucap seorang laki- laki dengan hitai-ate Sunagakure.
"Apa mau kalian?" tanya Naruto setelah mendarat didepan mereka bertiga.
"Serahkan gulunganmu, maka kau akan selamat!" ucap temannya arogan.
Sedangkan Naruto hanya bisa tersenyum misterius kemudian menatap mereka dingin. "Coba saja ambil!" ucapnya kemudian menghilang.
Mereka bertigapun bingung kemana Naruto pergi. Sekejap saja Naruto sudah berada 10 meter dibelakang mereka bertiga.
"Lambat!" ucap Naruto kemudian merangkai segel tangan cepat.
"Katon : Goukakyu No Jutsu!"
"Gawat! Cepat Menghindar!" ucap satu- satunya wanita dalam kelompok itu.
Blarr!
Jutsu api Narutopun menabrak sebuah pohon kemudian pohon itupun hangus.
"Fiuh, untung kita selamat." Ucap wanita tadi.
"Heh, benarkah?"
"Suiton: Suishouha!"
Blarr!
Mereka bertiga pun terpental ke arah yang berbeda kala jutsu air Naruto menghantam. Dan akhirnya, ninja- ninja itupun tak sadarkan diri akibat menabrak pepohonan.
"Huh, dasar omong besar." Ucap Naruto kemudian menuju ke salah satu dari mereka dan mengambil gulungannya.
"Bumi? Cocok sekali dengan milikku." Ucapnya kemudian segera pergi ke dalam hutan tanpa menyadari ada sepasang mata mengawasi.
===Sarrira===
"Kita beristirahat disini saja." Ucap seorang bocah berambut merah dengan tiga pasang guratan dipipinya sambil duduk disalah satu lubang di bawah pohon.
Kedua rekannya pun mengangguk kemudian segera mendekat kearahnya. "Kurasa hari ini kita beruntung sudah mendapat pasangan gulungan kita." Ucap seorang perempuan berambut seperti permen kapas.
Sedangkan salah seorang dengan rambut model pantat ayam mendengus pelan. "Hey Menma. Untuk apa Naruto ikut dalam ujian Chunin ini?"
Sedangkan orang yang ditanyai melebarkan matanya. "Hah, dari mana kau tau Sasuke?!"
"Tadi sore dia bertarung dengan 3 orang genin dari Suna, dan mengalahkan mereka kurang dari 3 menit." Balas Sasuke.
Menma tambah terkejut dengan penjelas Sasuke. 'Benarkah dia sudah sekuat itu?' batinnya.
Sedangkan Sakura hanya bisa mendengarkan tanpa banyak berkomentar.
"Baiklah, aku akan berjaga pertama. Kalian tidurlah dulu." Ucap Menma mengakhiri percakapan tanpa ada yang membantah.
'Aku harus bertemu dengannya besok.' Ucapnya lagi kemudian mulai mengawasi sekitar.
=SARRIRA=
Sinar mentari yang menembus pepohonan menandakan hari yang baru telah dimulai. Para Gennin yang sedang tertidur perlahan- lahan mulai terbangun dan bersiap- siap untuk menghadapi hari kedua ini.
Begitupula Menma dengan timnya. Mereka harus mencari pasangan gulungan mereka karena kemarin mereka belum berhasil mendapatkannya.
"Yosh! Kita harus berhasil mencari pasangan gulungan kita hari ini," ucap seorang bocah dengan rambut merah kepada rekan satu timnya sambil melompat kesalah satu pepohonan.
Kedua temannya pun mengangguk kemudian segera mengekor dibelakangnya. 'Aku harus bertemu dengan Naruto' batin Menma sambil menggunakan Chkara di kakinya agar dapat melompat lebih cepat.
==Naruto Side==
Sementara itu di salah satu dahan pepohonan terlihat salah seorang –bukan- Gennin dengan santainya memutar- mutar kunai di tangan kirinya.
Ternyata sedari tadi ia sedang memperhatikan Menma dan timnya. Namun ia sengaja menekan Chakranya hingga titik terendah agar tidak diketahui oleh mereka.
"Mereka sudah mulai bergerak," gumannya pelan sambil mengantongi kunai yang ia pegang tadi. Ia pun segera melompati dahan- dahan secara perlahan agar tidak terlalu dekat dengan mereka.
Namun ternyata sesuatu menarik perhatiannya. Samar- samar ia meraskan Chakra yang sudah ia cari –cari, yang menjadi alasan dia mengikuti ujian bodoh ini.
"Ular itu ada di sekitar sini," ucap Naruto pelan kemudian menajamkan sensornya. Persetan ia diketahui oleh Menma dan timnya, yang penting ia harus menemukan ular itu.
Dan baru saja akan melompat, sebuah kunai peledak melesat kearahnya dari belakang.
Bzzzz…DUARRR!
Naruto pun terpental jauh kearah Tim Menma dengan lengan bajunya yang terkoyak dan sedikit luka bakar karena kurang cepat dalam menghindar.
Namun ia berhasil mendarat dengan sempurna di tanah. "Akhh, ular sialan," ucap Naruto sambil melihat luka di tangannya.
"Khu…Khu…Khu, akhirnya kita bertemu lagi Na-ru-to-kun," Ucap seorang laki- laki sosok dengan wajah sepucat mayat (Nb: disini oro udah ngelepas wajah ceweknya).
Sedangkan ketiga orang selain mereka terperangah ketika melihat seseorang berhasil melukai Naruto.
"Naruto?" ucap ketiga orang itu bersamaan.
Sasuke yang melihat luka bakar di tangan Naruto sedikit menyeringai. "Kukira tidak ada yang bisa melukaimu."
Sedangkan Naruto yang mendengar komentar Uchiha muda tersebut hanya bisa mendengus pelan.
"Siapa dia itu?" Tanya satu- satunya perempuan yang ada disana.
Bukannya menjawab, Naruto malah menatap tajam tim Menma ."Kalian minggirlah! Ini bukan pertarungan untuk kalian!"
"Cih, sombong sekali dia," gumam Sasuke namun masih dapat didengar oleh timnya.
Sedangkan Orochimaru yang melihat ketiga orang di belakang Naruto mulai mengeluarkan seriangan disertai intimidasi dengan menggunakan Chakranya. "Khu…Khu…Khu…Kalian bocah- bocah lemah minggirlah! Aku harus mengambil salah satu barang berhargaku,"
Menma dan kawan- kawan yang merasakan intimidasi Chakra salah satu Sannin legendaris itupun mulai mengeluarkan keringat dingin dan kaki mereka perlahan- lahan mulai bergetar dan akhirnya terduduk.
Naruto pun semakin tidak sabaran dengan tingkah Orochimaru tersebut. Namun ia tahu bahwa melawannya secara gegabah hanya akan membuang nyawa, apalagi nyawanya hanya satu.
"Jadi kau memang lemah ya? Hanya bisa melawan yang tingkatnya jauh sekali dibawahmu," ucap Naruto sedikit memancing emosi Orochimaru. Namun hal itu sepertinya tidak berpengaruh terhadap orang yang sudah berpengalaman.
Tanpa basa- basi, Orochimaru segera melesat kearah Naruto dengan sebilah kunai di tangan kanannya.
"Kalian pergilah! " kata Naruto kepada ketiga orang dibelakangnya. Namun ia baru ingat bahwa Orochimaru masih menggunakan intimidasi Chakranya.
"Ti-tidak b-bisa," ucap Sakura dengan berusaha menggerakan tubuhnya.
'Cih, Aku harus mengganggu konsentrasi Chakranya,' batin Naruto.
Iapun segera mengambil sebuah kunai dari kantong peralatannya kemudian melesat kearah Orochimaru.
Trangg!
Kedua kunai yang digunakan merekapun berbenturan menimbulkan suara nyaring khas besi yang cukup keras.
Takk!
Narutopun segera bersalto 3 kali kebelakang kemudian membentuk segel tangan.
Katon : Goukakyuu No Jutsu!
Burrrrr!
Naruto pun menarik nafas panjang kemudian meniupkan sebuah bola api berdiameter 5 meter kearah Orochimaru.
Sedangkan si ular yang melihat jutsu itu dating kearahnya segera membentuk segel tangan dengan cepat dan menghentakannya ke tanah.
Doton : Doryuu Heki!
Brakkk!
Dan di depan Orochimaru pun muncul sebuah dinding tanah dengan ukuran cukup besar untuk menghalau jutsu Naruto.
Blarr!
Kedua Jutsu itupun bertabrakan dan menghasilkan debu cukup tebal.
Sedangkan Naruto yang melihat jutsu itu bertabrakan segera melihat kearah tiga orang dibelakangnya, dan ternyata mereka sudah dapat bergerak akibat konsentrasi Chakra dari Orochimaru sudah mulai hilang.
Mereka pun segera menjauh ke salah satu pohon untuk mengawasi pertarungan tersebut.
Kembali ke posisi Orochimaru. Tembok yang dibuatnya ternyata sudah ia hilangkan. Namun sebagian debu masih berada di sekitarnya sehingga sedikit menghalangi pandangan.
Sedangkan Naruto yang sudah memastikann ketiga orang itu aman segera melesat menuju Orochimaru. "Aku harus segera membereskannya,"
Setelah tepat berhadapan, Naruto pun segera melakukan pukulan tangan kanan ke wajah Orochimaru.
Takk!
Namun serangan tersebut berhasil digagalkan dengan tangan kiri Orochimaru. "Khu…Khu…Khu…Hanya segini kemampuanmu Naruto-kun? Aku tau kau masih menahan diri," ucap siluman ular itu sambil mengayunkan kaki kanannya kearah perut Naruto.
Wushh!Trakk!
"Terlalu lambat ular!" ucap Naruto sambil menahan kaki Orochimaru menggunakan tangan kirinya.
Namun seketika itu dari mulut Orochimaru keluarlah pedang menuju ke kepala Naruto.
Suingg!
Zrashh! Poffft!
"Cih, bocah sialan!" umpat Orochimaru ketika Naruto berubah menjadi batang kayu.
"Tadi itu hampir saja!" teriak Naruto diatas salah satu dahan.
"Khu…khu…khu…Kau hebat juga Naruto-kun. Tapi kita lihat apa kau bisa melawan ular- ular milikku!" ucap Oro kemudian menggigit tangannya hingga berdarah dan menghentakannya ke tanah.
Kuchiyose No Jutsu!
Boftt!
Seketika itu asap mengepul dan kemudian keluarlah ular dengan ukuran yang cukup besar dari asap tersebut.
"Kenapa dia tidak mengeluarkan kemampuannya?" Tanya Sasuke yang sedari tadi serius sekali mengawasi pertandingan Naruto vs Orochimaru.
"Tidak biasanya kau tertarik sampai seperti ini Sasuke-kun," komen Sakura yang biasanya melihat sasuke tidak tertarik dengan hal apapun.
"Dia itu orang yang kuat. Karena itu aku mulai tertarik dengannya. Mungkin aku akan memintanya melatihku." Balas Sasuke sekenanya.
=Back To Naruto Side=
Brakk! Brakk! Brakk!
Sedari tadi Naruto berusaha menghindari serangan ular itu yang ternyata dapat bergerak dengan sedemikian lincahnya sehingga ia kewalahan menghindarinya.
'Sepertinya memang bukan waktunya untuk bermain- main lagi,' batin Naruto kemudian berhenti di tanah di depan ular dengan jarak 15 meter dan menundukan kepalanya.
Sedangkan pemilik ular yang melihat Naruto terdiam kemudian menundukan kepala mulai menyeringai. "Kau sudah menyerah Naruto-kun?" teriaknya agar Naruto dapat mendengarnya.
Iapun segera memerintahkan ularnya untuk menyerang Naruto.
=Menma and team sides=
"Apa?! dia sudah menyerah?!" Ucap Menma kepada timnya.
"Tidak mungkin! Dia tidak sehina itu!" balas Sasuke sengit.
Sedangkan Sakura yang ada di sana tidak bisa berkomentar banyak dan hanya mendengarkan apa yang kedua rekan timnya katakan.
=Naruto Side=
'Yah, sudah saatnya menggunakan kekuatan itu,' batinnya. Iapun segera berkonsentrasi dan kemudian, munculah aura chakra berwarna abu- abu disekelilingnya. Tanah disekitarnya pun anjlok hingga berdiameter 5 meter akibat konsentrasi chakra Naruto.
Dan saat itu, si ular raksasa sudah berada tepat didepan mata.
"MATILAH!" teriak Orochimaru bersemangat.
Groarrr!
"Mati? Heh, masih terlalu cepat aku untuk mati," ucap Naruto dengan agak keras kemudian menarik tinjunya kebelakang dan mengayunkannya kedepan dengan kuat.
Buaghh! Boftt!
Ular itupun terpental dan menabrak tanah dengan keras dan akhirnya menghilang.
Orochimaru pun semakin bersemangat karena dapat merasakan kekuatan memancar yang berasal dari Naruto.
"HAHAHAHA, BENAR BEGITU! SERIUSLAH!" teriak Orochimaru yang sudah kelewat semangat karena melihat Naruto mulai mengeluarkan kemampuannya.
"Dia memang sudah gila," gumam Naruto sedikit sweatdrop melihat kelakuan ninja gila tersebut. Dengan dibantu Chakranya, iapun segera berlari dengan kecepatan yang tidak dapat diikuti mata telanjang.
Bahkan Sasukepun sudah mengaktifkan Sharingannya untuk melihat pergerakn Naruto. "Cepat sekali. Bahkan Sharingan kesulitan mengikutinya," komen Sasuke melihat kecepatan berlari Naruto yang sudah terlewat cepat.
Orochimarupun sedikit terkejut tiba- tiba Naruto sudah berada di depannya.
"Makan ini!" ucap Naruto sambil mengayunkan tinjunya.
Buaghh!
"Arggh," ringis sang Sannin ular.
Iapun terpental kebelakang sejauh 10 meter. Namun belum berhenti, Naruto sudah berada dibelakangnya dengan kecepatannya kemudian menendang dagu Orochimaru dari bawah.
Buaghh!
Sannin legendaris itupun kembali terpental keatas dan Naruto kembali melakukan serangan bertubi- tubi dengan kecepatan yang tidak dapat diikuti dengan mata.
Buagghh!
Dan serangan terakhir Naruto akhirnya berhasil mendaratkan ular itu dengan keras ke tanah. Debu pun bertebaran kemana- mana disekitar tempat Orochimaru jatuh.
Dengan terengah- engah Naruto mendarat di tanah dengan jarak 20 meter dari tempat Orochimaru berhasil di jatuhkan.
"Hah…hah…hah… Kuharap serangan itu berhasil." Ucap Naruto sambil menonaktifkan chakranya kemudian memegang lutut akibat kelelahan.
Namun tiba- tiba dari dalam debu yang dihasilkan dari pertarungan tadi keluar beribu ular dengan pedang dari dalam mulutnya.
"Apa?! Dia belum kalah?!" gumam Naruto terkejut. Diapun berdiri kemudian mengalirkan chakra ke matanya. Lama- kelamaan mata sebiru langit itupun berubah menjadi keunguan dengan pola konsentris.
Sedangakan perlahan- lahan debu mulai menghilang sehingga secara samar Orochimaru dapat melihat perubahan mata Naruto.
"Mata itu!" ucapnya.
Di tempat Naruto sekarang, ular- ular itu sudah tepat didepan. Iapun segera mengangkat tangannya kedepan.
Tendou : Shinra Tensei!
Brak! Brak! Duarr!
Tanah disekitar Naruto beserta ular- ular Orochimarupun terpental ke berbagai arah hingga menghasilkan kawah dengan diameter 10 meter.
Debu pun kembali mengepul kembali dan menutupi penglihatan mereka.
Narutopun kembali terengah- engah kemudian berlutut akibat lelah.
"Hah…hah…hah,"
Sedangkan Orochimaru semakin menggila dapat melihat secara langsung salahh satu mata legendaris yang memiliki kekuatan yang begitu besar.
"Mata itu miliku!" teriak Orochimaru sambal berlari dengan bentuk tubuh setengah ular dan katana di tangan kirinya.
Naruto yang melihat itupun hanya bisa diam dan menunggu apa yang akan terjadi karena ia sudah lelah. Melawan seorang Sannin dengan berbagai pengalaman bertarung bukanlah perkara yang bisa ditangani anak berumur 16 tahun.
Trangg!
Namun ia terkejut ketika mendengar suara besi berbenturan, bukannya suara daging yang tertusuk.
"Ka-kalian," ucap Naruto pelan melihat Sasuke dan kawa- kawan berhasil menghentikan serangan pedang yang hanya tiggal sedikit lagi menyentuhnya.
"Bahkan kau memerlukan bantuan bocah- bocah seperti kami, dasar lemah!" ucap Sasuke disertai seringaian meremehkan.
Sedangkan Naruto yang mendengarnya kemudian tersenyum singkat.
Sementara Sasuke dan Menma menahan katana Orochimaru, sakurapun melompat dan membawa Naruto menyingkir ke bawah salah satu pohon.
"Kalian jangan ikut campur!" geram Orochimaru. Iapun bertransformasi kembali ke bentuk manusia dan menendang mereka.
Duaghh! Takkh!
"Kau terlalu meremehkan kami!" ucap Menma sambil menahan tendangan Orochimaru dengan kedua tangannya.
"Sekarang Sasuke!" ucap Menma sambil melempar si ular.
Sasukepun segera melakukan rangkaian segel tangan dan menarik napas dalam- dalam kemudian mengeluarkannya hingga tercipta bola api raksasa yang mengarah ke Orochimaru.
"Arghhh!" teriak Orochimaru yang merasakan panas dari jutsu yang dikeluaran Sasuke barusan.
Menma dan Sasuke yang melihat itu kemudian mengadukan tinjunya.
"Hehehe, kita berhasil!" ucap Menma bangga.
Namun mereka terkejut ketika dari mayat yang terbakar itu, Orochimaru kembali muncul.
"Cih, sulit sekali dia dimusnahkan!" geram Sasuke.
"Khu…Khu…Khu…kalian lumayan juga bocah. Tapi lain kali kita akan bertemu lagi. Aku harus pergi sekarang," ucap Orochimaru sambil tenggelam ke dalam tanah.
Mereka akhirnya dapat bernafas lega setelah berhasil memukul mundur Orochimaru. Dan setelah itu mereka segera mendekat ke tempat Naruto.
.
.
.
"Kalian hebat juga," ucap Naruto sambil menyunggingkan sedikit senyum. Tangan Naruto setelah sebelumnya terbakar ternyata sudah sembuh karena Chakra abu- abunya membantu regenerasi.
Sedangkan yang disebutpun hanya meletakan tangan di dada menyombongkan diri.
"Oh iya, kita belum mendapatkan pasangan gulungan." Ucap Menma mengingatkan.
Sasukepun segera merogoh kantongnya dan mengeluarkan gulungan bertuliskan 'bumi'. "Tadi dia meninggalkan gulungannya."
"Woah! Bagus Sasuke-kun!" balas Sakura antusias.
"Baiklah, kalau begitu kita hanya tinggal mencapai menara utama," kata Naruto kemudian berdiri sambil membersihkan bajunya.
"N-Naruto," ucap Menma pelan tetapi masih dapat didengar jelas oleh mereka. Pandangan ketiga orang selain Menmapun teralihkan kearahnya. Sedangkan Naruto sendiri memandangnya dengan tatapan –tidakbiasanyakaumemanggilku-.
"Kenapa?" Tanya Naruto sedikit mengangkat alisnya namun .
Menma yang mendengar Naruto berbicara kepadanya seketika itu kehilangan keberaniannya untuk berbicara. "Ti-tidak,"
Narutopun semakin bingung dibuatnya. Namun dia tidak mempedulikan hal tersebut.
"Cepatlah, kita harus mencapai menara itu!" balas Naruto sambil melompat kesalah satu dahan.
"Ada apa Dobe?" Tanya Sasuke pada Menma.
"Tidak apa- apa Teme," balas Menma kemudian menyusul Naruto. Dan kedua rekannya pun segera mengekor di belakang.
_ANSEL_
=Menara Utama =
"Bagus! Kalian sampai di menara ini sebagai kelompok yang pertama." ucap Kakashi sambil memamerkan eye smilenya. "Dan oh iya, Naruto. Sandaime-sama menunggumu di sana." Lanjutnya sambil menunjuk salah satu tempat.
"Baiklah," balas Naruto sambil berjalan perlahan.
Tetapi Sasuke masih memperhatikan Menma yang menatap kosong punggung Naruto. 'Sepertinya ia memendam sesuatu,' batinnya.
"Ada apa Jiji?" Tanya Naruto penasaran.
"Apa kau sudah bertemu dengan Orochimaru?" Tanya Sandaime.
Narutopun menghela napas,"Sudah Jiji, tapi dia berhasil kami pukul mundur. Kemungkina besar dia masih berkeliaran di Desa Konoha,"
"Begitukah? Baiklah, terimakasih Naru. Beristirahatlah, besok masih ada babak penyisihan," balas Sandaime kemudian melangkah pergi.
Dan Narutopun memutuskan untuk beristirahat di tempat yang disediakan oleh panitia.
.
.
.
Keesokan Harinya
Setelah diberi waktu semalam untuk beristirahat, para peserta ujian Chunnin pun berkumpul disekitar arena untuk mendengarkan pengarahan yang diberikan.
Setelah semua berkumpul, Hokage keempat alias Minato segera maju kedepan untuk memberikan pengarahan mengenai babak ini.
"Baiklah kepada kalian semua yang lulus aku ucapkan selamat. Namun jangan senang dulu karena perjalanan kalian belum selesai. Karena peserta masih cukup banyak, maka panitia mengadakan babak tambahan berupa pertarungan satu lawan satu," jelas Minato panjang lebar.
Dan setelah memastikan semua peserta paham, pertarungan babak penyisihan pun dimulai.
Pertandingan pertama yang mempertemukan Sasuke melawan Akadou Yoroi berjalan sengit, namun akhirnya Sasuke berhasil mengalahkannya dengan meniru gerakan Lee. (Sisa pertarungannya sama seperti Canon sampai Menma Vs Kiba).
Pertarungan Menma dengan Kiba bisa dibilang sebagai pertarungan paling seru. Keduanya berhasil memojokan satu dengan yang lain. Namun Kiba akhirnya harus menelan kekalahan karena terkena jutsu andalan milik Menma Rasengan.
Namun karena peserta yang dieliminasi sudah cukup, maka Naruto tidak mengikuti ujian babak ini (setelah berkonsultasi dengan Minato) dan langsung menuju babak final.
"Peserta yang lulus jadi 9 orang. Uchiha Sasuke, Hyuuga Neji, Sabaku Gaara, Sabaku Temari, Sabaku Kankuro, Nara Shikamaru, Namikaze Menma, Aburame Shino dan ini, tinggal satu tahap lagi menuju akhir dari ujian Chunnin, yaitu babak final. Prosedurnya sama dengan babak penyisihan ini. Namun, lawan kalian akan ditentukan sekarang." Ucap Sandaime.
Namun secara diam- diam dia memperhatikan ekspresi Minato ketika nama Naruto disebutkan tanpa marga 'Namikaze'. Dan seperti dugaannya, tiba- tiba tatapan Minato menjadi kosong. 'Ternyata dia masih berada dalam tekanan,'
Setelah itu Iapun mengeluarkan beberapa gulung kertas. "Ambilah dan sebutkan nomor yang kalian dapat."
"Dua," ucap Sasuke
"Lima," ucap Neji
"Delapan," ucap Gaara
"Tiga," ucap Temari
"Enam," ucap Kankuro
"Satu," ucap Shikamaru
"Empat," ucap Menma
"Tujuh," ucap Shino
"Sembilan," ucap Naruto
(Nb. Nomor Sembilan menunggu pemenang dari pertarungan terakhir.)
"Jika sudah, bacalah ini," ucap Sandaime lagi sambil mengeluarkan kertas berisi nomor dan lawan yang akan dihadapi. Dan hasilnya adalah :
2-8 : Sasuke vs Gaara
5-4 : Neji vs Menma
3-1 : Temari vs Shikamaru
6-7 : Kankuro vs Shino
9-? : Naruto vs ?
"Setelah ini kalian akan diberikan waktu untuk beristirahat selama satu bulan. Gunakanlah waktu tersebut sebaik mungkin. Dan sekarang kalian boleh bubar," kata Sandaime mengakhiri
"Hah, satu bulan ya," ucap Naruto sambil berjalan keluar dan berfikir untuk ke tempatnya biasa berlatih bersama Kakashi.
"Naruto, tunggu sebentar!" ucap Sasuke sambil berlari. Sedangkan yang dipanggil menghentikan langkahnya kemudian melihat kebelakang.
"Ada apa?" tanyanya.
"Aku ingin berbicara denganmu," ucap Sasuke.
"Ya baiklah, temui aku di Ichiraku Ramen sekitar pukul 7. Kita bicara disana oke?" ucap Naruto kemudian kembali berjalan dan kemudian menghilang dalam kepulan asap.
"Hah, dia itu." Ucap Sasuke sambil berjalan ke Ichiraku.
=Ichiraku Ramen, Malam Hari=
"Itu dia," ucap Sasuke sambil mempercepat langkahnya.
"Hey, kemarilah," ucap Naruto yang sudah merasakan kehadiran Sasuke. Sedangkan yang dipanggil segera masuk dan duduk disebelah Naruto.
"Ji-san, ramen special satu jumbo." Ucap Naruto.
Baru saja Sasuke akan protes, Narutopun memotong, "Jika kau tidak makan, aku tidak akan mau bicara,"
Dan jawaban tersebut menjadi keputusan mutlak yang tidak dapat dihindari lagi.
"Jadi, apa yang mau kau bicarakan?" Tanya Naruto.
"Sejak pertemuanmu dengan kami tadi," ucap Sasuke menggantung. "Menma seolah- olah ingin mengatakan sesuatu padamu. Dan kurasa itu adalah permintaan maaf." Lanjutnya.
Sejenak suasana menjadi sunyi. Hanya suara beberapa hewan malam yang menghiasi tenangnya suasana.
"Jika boleh tahu. Apa sebenarnya permasalahan antara dirimu denganya?" Tanya Sasuke mengakhiri ucapannya.
Kemudian Narutopun terdiam. Matanya menerawang ke masa- masa dahulu. Berbagai mini-flashback pun memenuhi kepalanya.
Namun saat itu, ramen yang mereka pesan sudah selesai dibuat. "Silahkan!" ucap Teuchi sambil duduk di sebuah kursi.
"Sebenarnya aku tidak ingin mengungkit masa lalu; terlalu menyakitkan" ucap Naruto pelan. "Tapi sepertinya aku harus menceritakannya,"
"Kisahku dimulai ketika aku lahir tanggal 10 Oktober 16 tahun silam. Saat itu mungkin adalah masa paling membahagiakan dalam hidupku. Selama tiga tahun aku mendapat kasih sayang dari kedua orangtuaku." Naruto menjeda. Ia memainkan sumpit di mangkuk ramennya kemudian mencicipinya sedikit.
"Kemudian Menma lahir. Namun saat itu, ada seorang pria bertopeng yang secara sengaja melepaskan Kyuubi ke Konoha. Namun berkat kerja keras seluruh desa, serangan itu berhasil dihentikan dan Kyuubi berhasil di segel ke dalam Menma. Dan sejak saat itu, Menmapun dianggap sebagai pahlawan desa," jedanya lagi. Iapun kembali menyeruput ramen tersebut.
"Aku mulai dilupakan sejak saat itu. Semua perhatian tertumpah pada Menma. Aku yang waktu itu mulai menyadarinya tidak dapat berbuat banyak. Hingga puncaknya, waktu keluarga kami berkunjung ke kediaman Hyuuga untuk makan malam. Saat itu Minato meminta kepada Hiashi untuk mengecek kestabilan segel Kyuubi. Namun ternyata pandangannya sempat melihat kearahku. Dan dari situ, akhirnya mereka mengetahui aku tidak mempunyai Chakra," Naruto kembali menjeda dan memainkan ramennya, tetapi ia tidak memakannya. Ia sedang mengingat lagi masa- masa dulu.
"Lalu, bagaimana akhirnya kau bisa memiliki Chakra?" Tanya Sasuke. Ramen di mangkuknya tersisa setengahnya.
"Itu aku tidak bisa memberi tahumu. Anggap saja seseorang yang baik memberikanku aliran Chakra," Balas Naruto sambil menghabiskan ramennya.
"Dan mengenai aku dengan Menma, kau pasti tahu mengingat kau sekelas dengannya waktu insiden aku terlempar keluar jendela kelas," lanjut Naruto.
"Maaf. Aku pernah merendahkanmu. Aku tidak tahu bahwa masa lalu mu ternyata masih lebih pahit daripada diriku,"
Sedangkan Teuchi yang mendengarnya kemudian mengambil dua mangkok ramen lagi untu mereka berdua. "Nah, makanlah! Hari ini kalian aku gratiskan!"
"Benarkah ji-san? Terimakasih! Tapi bisakah yang ini dibungkus? Aku ingin memberikan ini untuk Nii-san ku," Tanya Naruto.
"Baiklah! Tunggu ya," ucap Teuchi sambil pergi untuk mengambil ramen.
"Nii-san? Siapa itu Nii-sanmu?" Tanya Sasuke lagi.
"Besok akan kupertemukan kalian. Sekarang aku harus kembali ke pondok," Balas Naruto.
"Pondok? Kenapa kalian tidak tinggal bersamaku di mansion Uchiha? Disana Cuma aku seorang," tawar Sasuke.
"Hmmm, sepertinya ide bagus. Akan ku tanyakan kepada Nii-sanku, terimakasih Sasuke!"
"Ini ramenmu Naruto," ucap Teuchi sambil memberikan bungkusan berisi ramen.
"Terimakasih ji-san, nah kami permisi!" balas Naruto sambil berjalan keluar bersama Sasuke.
"Besok apa kau ada kegiatan Naruto?" ucap Sasuke sambil menatap bintang.
"Kurasa tidak. Ada apa?" balas Naruto.
"Apa kau bisa melatihku? Aku ingin menjadi kuat!" ucap Sasuke lagi.
"Boleh saja! Nah, temuilah aku di tempat latihan kalian seperti biasa pagi- pagi. Aku akan menunggumu. Kalau begitu aku pergi dulu," kata Naruto
" Tunggu!" tahan Sasuke. "Mulai sekarang kita teman?" lanjutnya sambil mengulurkan tangan.
"Teman!" balas Naruto sambil menerima uluran tangan Sasuke.
"Sampai jumpa besok!" ucap kedaunya sambil berlalu.
TBC
A/N : Hahhh, selesailah sudah chapter 7 ini. Maaf- maaf author telat apdet. Banyak kegiatan soalnya #plakk. Nah, bagaimana keseluruhan chapter ini? Baik/Buruk?
Mohon maaf bagi yang tidak suka dengan adegan fightnya yang kurang 'hot'. Mohon maaf juga bagi yang gak suka NaruSasu jadi bertemen. Tapi, beginilah jalan yang athor pilih #dilemparkekali
Dan yang terakhir, author berterimakasih atas dukungan dalam bentuk apapun. Author sangat menghargainya.
Dan yang terakhir, sampai berjumpa di chapter 8!
Salam hangat author,
=AnselmusSarira=
::LOGOUT::
