Sai, cowok dingin itu jatuh cinta pada seorang gadis heboh bernama Ino Yamanaka, berhasilkah usahanya? Ino's Story chapter terakhir ini bisa menjawabnya.

Alice Glocyanne with a proudly presents

"Everything"

Disclaimer: Punya Masashi Kishimoto, lah.. Masa punya gue?? Lagu Everything-nya punya Michael Buble.

Enjoy it!!

OoOoOoOoOoOoOoOoOoOoOoOoOoOoOoOoOoOoOoOoOoOoOoOoOoOoOoOoOoOoOoO

Keesokan harinya di sekolah……….

'Kira-kira apa, ya lanjutan kalimat Sai kemarin? aduuhh…. bikin penasaran aja… Mana hari ini dia ngga masuk, lagi...' batin Ino.

"Hayoooo lo… ketauan bengong… mikiran apa? Sai, ya?" kata Tenten mengagetkan Ino.

"Diiihhh… apaan, sih…" Ino berusaha mengelak.

"Eh, kemaren kan lo di ajak Sai pergi, ngapain aja?" Tanya Tenten lagi.

"Maauuuu taauuuuu….. ajaaaahh…." kata Ino misterius.

"Ihhh…. songong amat, loo…." hardik Tenten.

"Bodo… becanda ding… ntar ajah gue kasih taunya.." Ino berkata dengan penuh teka teki.

"Beneran, yah?!" Tanya Tenten ngga percaya.

"Iyaaaaahhh…." kata Ino mulai ngga sabar.

"Awas, lo.."

"Ya ampunn…. iyaa… ntar pulang sekolah"

"Ah… kelamaan, istirahat aja, ya…"

"Yeee…. istirahatnya 15 menit lagi… Maunya.."

"Ah, biarin.."

"Ya udah deh…" Ino pasrah.

"Wah, lagi ngomongin apa, sih? kok kayaknya seru banget" Tanya Sakura tiba-tiba.

"Iya.. Ino-chan dan Tenten-chan lagi ngomongin apa, sih? Aku boleh tau, ngga?" Tanya Hinata yang langsung nimbrung.

"Engg… gini… kemaren, waktu pulang sekolah, Ino diajak Sai pergi, makanya.. daritadi gue tanyain" kata Tenten ngasih spoiler.

"Dihh… Tenten… langsung bocor.." kata Ino ngga terima.

"Loh, kok gue? Si Sakura ma Hinata ini… Kayak gue ngasih tau orang lain aja.. mereka kan sahabat kita juga.." ujar Tenten membela diri.

"Iya, sih.. yaudahlah.. ntar gw kasih tau, nanti pas istirahat.." jawab Ino.

"Wah.. tinggal 10 menit lagi.. sekarang aja napa? tanggung amat.." kata Sakura nawar 'kebijakan' Ino.

"Jadi ginii…" Ino pun menceritakan kejadian kemaren.

- - - - - -

Istirahat sudah tiba, seperti biasa, Ino, Sakura, Hinata dan Tenten ngumpul di kantin, mereka membahas tentang peristiwa antara Sai dan Ino kemarin.

"Kok cepet banget, sih berubahnya?" Tanya Sakura heran.

"Mana gue tau.." Balas Ino.

"Jangan-jangan dia cuma pura-pura" Terka Tenten.

"Tenten-chan, nggak bagus punya prasangka buruk" Kata Hinata kalem.

"Iya, bu guruu..." Balas Tenten cuek.

Tiba-tiba, muncullah seorang anak cowok yang jangkung, kulitnya putih pucat dan rambut yang berwarna hitam, dialah Sasuke.

"Hai, semua.." Kata Sasuke tiba-tiba.

"Loh, Saskay kok ada di sini?" Tanya Sakura.

"Sudah kubilang, berhenti memanggilku dengan sebutan aneh itu, Sakura-chaaaann.." Kata Sasuke dengan nada yang di panjang-panjangkan.

"Ih, kan lucu kalo gitu, kesannya tuh imuutt... banget.." Sahut Sakura manja.

"Terserah, deh" Jawab Sasuke pasrah.

"Hei, anak ayam, tumben-tumbenan lo kesini, kenapa?" Tanya Ino ketus, padahal Sasuke nggak punya salah apa-apa.

"Nah, nih dia si Ino..." Kata Sasuke dengan raut wajah bahagia.

"Kenapa lo nyari-nyariin gue?" Tanya Ino heran.

Sasuke merogoh saku celananya sebentar.

"Nih, ada titipan dari Si Muka Batu" Kata Sasuke asal sambil menyodorkan sepucuk surat dan satu kotak cokelat yang di beri pita merah.

"Siapa yang lo maksud dengan 'Si Muka Batu'?" Tanya Ino sembari mengambil benda-benda itu dari tangan Sasuke.

"Yah... Siapa lagi kalo bukan si Sai itu.." Sahut Sasuke sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.

"Hah? Sai? Sumpe, lo?" Tanya Ino kaget campur heran.

"Iye, lah.. Masa' Sasuke Uchiha bohong.." Jawab Sasuke.

"Terus, kok lo yang ngasih, bukannya si Sai itu?" Sambung Tenten.

"Kan dia ngga masuk.. Masa lo ngga tau?" Sahut Sasuke.

"Oh, iya, ya.. Lupa gue... Makasih, ya.." Kata Ino.

"Iya, sama-sama. Oh, ya, Sakura-chan, lo mau, nggak, nanti malem jalan sama gue? Mumpung si Itachi lagi ada di rumah, kalo dia nggak ada, gue harus jaga rumah.." Tanya Sasuke agak blushing.

"Waaahh... Mau, dong.." Sambar Sakura semangat.

"Ya udah, nanti malem gue jemput jam 7" Jawab Sasuke cerah.

"Oke!!" Kata Sakura cepat.

"Kalau begitu, gue pergi dulu, ya.. Bye, ya, Sakura-chan, sampai ketemu nanti malam.." Kata Sasuke sambil membalikkan badan dan melambaikan tangan secara asal.

"Cie... Sakura... Ehm.. Ehm.." Goda Tenten.

"Ah, diem, lo... Tau sih, yang udah tunangan.. Gaya lo langsung selangit.." Sahut Sakura dongkol.

"Ah.. Brisik.." Jawab Tenten blushing plus sebel.

"Nah.. Nggak enak, kan.. Digangguin.. Makanya jadi orang jangan suka usil.." Balas Sakura.

"Diem napa, sih?" Sahut Tenten geram.

"Iya, deh.. Jeung.." Kata Sakura puas.

"Oh, ya, Ino-chan, apa isi suratnya?" Tanya Hinata mendamaikan Sakura dan Tenten.

"Oh, iya... Gue buka, deh.." Jawab Ino.

Maka Sakura, Hinata dan Tenten mengerubungi Ino untuk membaca isi surat itu :

'To Ino..'

'Sorry, ya, atas perkataan gue tempo hari, gue bener-bener nyesel..'

'Sekarang, gue berusaha untuk menjadi diri gue yang baru, yang bisa tersenyum dan tertawa lepas seperti dulu.'

'Ini semua berkat lo'

'O,ya.. Nanti pulang sekolah, kalo lo ngga keberatan, pergilah ke danau yang kemaren gue tunjukin..'

'Gue ada di sana, dan gue bakal nungguin lo'

'-Sai- '

Ke-empat gadis itu kembali ke tempat semula.

"Waaaahh... Sai-kun ngajakin Ino-chan ketemuan.. Mana kalimat suratnya tuh romantis banget, deh.." kata Hinata membuka pembicaraan.

"Terus, lo dateng, ngga?" Tanya Tenten.

"Dateng aja" Bujuk Sakura.

"Ya iyalah... Gue pasti dateng.." Jawab Ino.

- - - - -

Ino bergegas pergi ke danau itu, sepertinya, ia merasa terlambat gara-gara Asuma-sensei sering mengambil waktu pulang anak-anak, alhasil, yang harusnya keluar jam 15.00, malah jadi jam 15.30, memang ngga seberapa, tapi Ino udah panik banget.

Ino sampai ke tempat yang di janjikan Sai, Ino duduk lesehan di atas rumput segar nan hijau, pandangannya menyapu semua sudut, di temukannya lah sosok Sai yang sedang memegang gitar, lalu tatapan mereka bertemu, wajah Ino memanas.

"Inooo!!" Seru Sai dari kejauhan sambil berlari kecil dan menenteng gitarnya.

'Hah? Ngapain tuh orang bawa-bawa gitar?' batin Ino.

Sai duduk di samping Ino dan tersenyum 'yang begitu'.

'Kok senyumnya masih kayak gitu, sih?' batin Ino lagi.

"Hai.." Sapa Sai kaku.

"Hai juga.." Jawab Ino.

"Ino, kau telah menerima suratku?" Tanya Sai nggak penting.

"Udah, lah.. Kalo belom, gue ngga mungkin ke sini.. Oya, makasih ya, cokelatnya" Jawab Ino.

"Hmm... Sama-sama" Ujar Sai.

"Oh, ya.. Sebenarnya ada apa lo memanggil gue kesini?" Tanya Ino.

"Ngg... Kenapa, ya? Lupa.." Kata Sai cuek.

"Hah? Lupa? Tau gitu gue balik aja.." Kata Ino dongkol sambil mengambil tas-nya.

"Nggak, ding, bercanda.." jawab Sai sambil tersenyum 'yang (masih) begitu'.

"Terus apa?" Tanya Ino yang masih rada sewot.

Sai mengambil, memangku gitarnya dan meletakan jarinya membentuk kunci-kunci nada.

"Hah? Lo bisa main gitar?" Tanya ino.

"Dengerin dulu kenapa, sih?" Sahut Sai sedikit tak sabar.

Sai mulai memainkan intro sebuah lagu, jari-jarinya tampak mahir membunyikan nada demi nada, mata Sai menatap lurus ke mata Ino dan setelah itu mengalihkannya ke danau, ia mulai bernyanyi :

"You're a falling star, you're the get away car"

"You're the line in the sand, when i go too far"

"You're a swimming pool, on an august day, and you're the perfect thing to say"

Hah? lagu Everything? Maksudnya apa?? batin Ino. Sai melanjutkan nyanyiannya.

"And you play it coy, but it's kinda cute"

"Ah, when you smile at me you know exactly what you do"

"Baby don't pretend that you know it's true"

"'Cause you can see it when i look at you"

Oh My Gosh... Sai? Nyanyi Everything? Gue ngga mimpi kan?

"And in this crazy life, and trough these crazy times"

"It's you, it's you.. you make me sing, you're every line"

"You're every word, you're everything"

Bagai dapat membaca pikiran Ino, Sai tersenyum, ia melanjutkan nyanyiannya.

"You're a corusel, you're a wishing well, and you light me up"

"When you ring my bell. You're a mystery, you're from outher space"

"You're every minute of my everyday"

"So, lalalalalalala"

"So, lalalalalalala"

"You're every song... And i sing along... 'cause you my everything... Yeah... Yeah.."

Sai mengakhiri lagunya dan menatap Ino.

Ino tertegun, diam membisu, nggak menyangka selain mahir menggambar, ternyata suara Sai sangatlah bagus, tapi itu belum seberapa, lagu itu benar-benar menancap di hatinya.

"Sai... Apa maksudnya?" Tanya Ino.

"Lho? Memangnya belum cukup, ya? lagu tadi bilang 'You're every song and i sing along.. 'cause you my everything..' " Jawab Sai polos-dan-to-the-point.

"Jadi..?" Tanya Ino.

"Aishiteru, Ino-chan.." Jawab Sai sambil tersenyum tulus, manis sekali.

Ino sedikit tak percaya atas apa yang di dengarnya, tanpa sadar, Ino merasa pipinya di basahi oleh sesuatu yang hangat, dan di ketahui itu adalah air mata, ia masih menatap lekat Sai.

"I'll always love you... Forever.. So, would you be my girl?" Kata Sai lagi.

Kalimat terakhir Sai membuat Ino ingat terhadap Shikamaru, karena itulah kalimat yang Shikamaru pakai untuk menembak Ino, tapi Ino segera menepis ingatan itu jauh-jauh, dan di gantikannya dengan anggukan cepat, dan Ino memeluk Sai sambil mengusap airmata-nya.

Sai memasang raut wajah heran "Hei.. Kenapa malah nangis? Lo ngga suka, ya?"

Ino menggeleng pelan.

"Lalu?" tanya Sai.

"Gue pengen lo selalu ada buat gue, dan gue ngga mau kejadian kayak Shikamaru terulang lagi" Jawab Ino.

Sai lalu balas memeluk Ino dan mengusap kepalanya. Ino melepas pelukannya dan tersenyum, yang di balas Sai dengan senyuman tulus yang menghiasi wajah tampan dan pucatnya.

"I love you too" jawab Ino pelan dan sedikit mendesah.

Dan mereka pun duduk dalam iam dan menikmati indahnya matahari yang terbenam, seolah matahari tak ingin mengganggu dua sejoli yang berbahagia itu.

OoOoOoOoOoOoOoOoOoOoOoOoOoOoOoOoOoOoOoOoOoOoOoOoOoOoOoOoOoOoOo

-OWARI-

Toleksyowh:

AliceG : Yuhuuuu!! BANZAI!! 7 chapter selese!! Sebetulnya, mau saia panjangin lagi... Tapi saia udah keburu janji sama yang lain kalo fict ini Cuma sampe chap 7... HixHix.. Tapi gapapa ding.. Ohya, saia naik kelas!! Gyahahaha... Lega, deh... Lumayan, saia masuk 15 (?) besar!! -tipe author yang norak-.

Shikamaru: 15 besar? Seumur-umur gue ngga-pernah-ngga-rengking-satu tauk!!

AliceG : Songong..

Shikamaru : Makanya jadi orang jangan bego!!

AliceG : Beraninya kau sama author!! Rasakan ini!! Sectusempra!! -sambil ngambil tongkat sihir 27 cm, kayu ash, inti rambut Veela-

Shikamaru : Weee!! ga kena... Menurut perhitungan gue.. Jika massa bergerak dari jarak A ke B dengan sudut miring sekitar 10 derajat, maka dengan menggunakan rumus blahh... blahh... -mulutnya di bekep sama author-

AliceG : Diam kau!! Sekarang libur tlah tiba!! Hatiku gembiraaaa... -nyanyiin lagu Tasya yang libur tlah tiba-

Ino : Udah deh.. Ngomong-ngomong soal Harrypotter, ternyata, jawaban quis chap 6 ngga ada yang bener... Soalnya jawabannya : "Alice mau nyamain serial Harry Potter yang sampe 7 jilid" Ngga jelas, kan.. Author kita yang kyut inih?

AliceG : Hahahaha... Ngga jelas, emang... Nyok kawan-kawanku tercinta, mari di bacakan review dari author-author baik hati ini...

Sakura : Buat PinkBlue Moonlight, sayang sekali jawaban anda salah.. Padahal kalo di pikir-pikir jawaban kamu masuk akal juga.. Cuma authornya aja yang ngotot... Makasih atas ripiu kamu selama ini!!

Naruto : Naruchu-chan, jawabanmu juga salah... Oya, asalnya, memang Alice mau bikin yang banyak konfliknya.. Tapi apa daya.. udah keburu janji bakal segera tamat dan otak author yang emang pas-pasan udah mentok banget, pas udah di publish, eh... Idenya Alice baru nongol, maklum, dia agak lemot.

Hinata : Ngg... Naruto-kun ngga boleh ngomong kasar begitu... Kan ngga sopan.. Ng.. Ini ada review dari Faika Araifa, ngg.. yang nelpon Sai-kun? Alice kayaknya ngga mikir sampe situ, deh..

Tenten : PuteeChan, Kok ngereviewnya cuma dua? Kan janjinya semuanya... Tapi Alice bilang makasih, tuh!!

AliceG : Yak.. Itulah temen-temen saia yang jadi sukarelawan buat bacain review. Sekali lagi, saia mau bilang makasih buat kalian yang udah setia baca Ino's Story dari awal sampe akhir, apalagi buat yang ngereview, saia terharu.. Ohya, saia rencananya mau ganti Penname, jadi Dhieenn.Glocyanne, soalnya, ada yang ngira kalo Alice itu nama asli saia.. Jadi, saia ubah jadi nama yang masih ngandung unsur dari nama asli saia "DINDA" ('Din' bisa di tulis 'Dien' kan?). Kalo 'Glocyanne' tetep ngga saia ganti soalnya itu nama belakang orang yang saia perankan di forum IndoHogwarts. Coming Soon!! Fict tentang dunia ballet yang TETAP ber-genre ROMANCE Pairings : SasuSaku dan tetep ada pairings lain, kok, cuma tokoh utamanya Sasuke dan Sakura. Tunggu, ya!! Paling lama satu setengah minggu sejak fict ini di publish. jangan lupa di review!!

Arigatougozaimasu,

Alice Glocyanne.