30 menit sudah mereka disana, mereka saling diam menatap air terjun yang menenangkan, sepertinya mereka kenyang karena memakan buah-buahan banyak sekali.

"Sehun itu siapamu?." Tanya Chanyeol memecah keheningan.

"Huh? Sehun itu kekasihku, Alphaku." Baekhyun menoleh pada Chanyeol tapi ia menolehkan pandangnnya kedepan kembali, "Harusnya begitu, harusnya ia seseorang yang pertama untukku, alpha yang ditakdirkan, dan ayah bayi-bayiku,." Baekhyun menatap sendu air terjun disana.

"Apa kau benar-benar tak menginginkan ini?" Tanya Chanyeol.

Namun Baekhyun hanya diam, entah apa yang ia pikirkan.

'Tentu saja, bodoh. Ia bahkan tak sudi bayinya denganku.' -rutuk Chanyeol dalam dirinya. Bisa-bisanya Chanyeol berani menanyakan itu

"Aku marah padamu, aku kecewa padamu tapi aku lebih kecewa pada diriku." Baekhyun akhirnya buka suara kembali, "Harusnya aku tak memisahkan diri tenda agar bisa memakan obat menahan heatku, harusnya aku tak pergi ke sungai sendiri, harusnya aku tak kemah saja saat tahu akan seperti ini." Jawab Baekhyun membuat Chanyeol semakin merasa bersalah.

"Maaf." Ucap Chanyeol pelan.

"Tapi tenang saja aku akan menikah dan memiliki bayi dengan kekasihku. bleeee" Baekhyun menjulurkan lidahnya pada Chanyeol membuang keadaan canggung tadi, Chanyeol tertawa kecil.

"Peganglah janjiku! setelah aku melahirkan aku akan mating dengan Oh Sehun!!!! hahaha." Baekhyun berteriak kemudian tertawa setelahnya.

Chanyeol tertegun melihatnya namun setelahnya ikut tertawa, "Ya. kau harus."

Baekhyun terlihat berpikir, "Sehun ia seseorang yang tampan, bahkan aku tak bisa perpindah hati. hahha... dia baik walaupun terlihat dingin, dia selalu memperlakukan aku dengan baik dan manis." Baekhyun tersenyum dan terkekeh sendiri bersama Chanyeol yang menatap Baekhyun geli.

"Ah... aku ingin tahu dia setampan apa sampai kau seperti ini, Baek." Chanyeol menatap Baekhyun dan ikut tersenyum.

"Tak akan ada yang mengalahkan--" Baekhyun menatap Chanyeol menelisik wajahnya yang tertutup topeng sebelah matanya, "Kau saja jauh." dan aneh tambahnya dalam hati.

"Ayo kita berteman?" Baekhyun meminta dan Chanyeol mengangguk mengiyakan.

"Bagus." Baekhyun menganggukan kepalanya.

Chanyeol terkekeh lalu mengusak rambut Baekhyun karena gemas membuat mereka tertawa.

"Ayo kita pulang ini sudah sore." Ajak Chanyeol diangguki oleh Baekhyun "Ayo."

"Ah..tunggu." Chanyeol menatap Baekhyun bingung.

"Chan, wajahmu sebenarnya kenapa?"Baekhyun menatap wajah Chanyeol, "Boleh aku melihatnya? Aku tak akan takut, tenang saja. Bukankah kita teman?" Baekhyun mencoba memberi pengertian agar Chanyeol tak merasa sedih.

Chanyeom masih diam tak mengubris, ia malah bangkit "Ayo pulang ini sudah sore." Ajaknya.

"Ayolah chan, please. Aku tak akan takut dengan keadaan wajahmu." Baekhyun memelas mengangkat 2 jarinya membentuk V sign.

Chanyeol menghela nafas, "Baiklah." Chanyeol mulai melepas ikatan, Baekhyun menanti dengan harap-harap cemas tapi tak sabar.

Changeol menyimpan topengnya, lalu menengok pada Baekhyun.

Baekhyun membelalakan matanya terkejut, dia bergetar sambil memundurkan duduknya sedikit menjauh dari Chanyeol. hatinya berdetak dengan kencang tak karuan.

"K-ka-kau?" Baekhyun terbata menatap wajah Chanyeol, Baekhyun memalingkan wajahnya yang bersemu ia menenangkan hatinya.

"Kenapa Chan?" Baekhyun menggigit bibirnya menatap Chanyeol yang menatapnya dalam diam.

"Kenapa kau menutupi sebagian wajahmu? Sedangkan wajahmu baik em baik saja." Baekhyun bingung tapi juga ada kecewa masuk kehatinya.

"Agar semua orang menganggapku mengerikan. Agar tak ada yang terluka lagi karenaku agar semuanya selamat dan tak ada korban lagi karena diriku." Chanyeol menatap Baekhyun datar.

Baekhyun merasakan perubahan Chanyeol. Namun, air matanya keluar dengan sendirinya ia merasa dibohongi dan marah pada diri sendiri.

"Sudahlah ayo kita pulang. Aku sudah lapar." Chanyeol mulai memasang topengnya kembali.

Baekhyun yang masih terdiam langsung tersadar, Baekhyun menghapus airmatanya. Baekhyuna mengangguk langsung mengikuti langkah Chanyeol menundukan kepalanya dalam diam.

Baekhyun masih tak percaya apa yang barusan ia lihat. Ia masih memiliki pertanyaan walaupun Chanyeol sudah menjawabnya, tapi jawaban yang Chanyeol berikan belum membuat Baekhyun merasa puas. Kenapa? Siapa yang Chanyeol maksud?

'Sialll.. setelah melihatnya, kenapa aku jadi malu pada diriku sendiri.'

Baekhyun menggigit bibirnya bayangan yang ia pikirkan selama ini tidak terbukti bahwa wajah Chanyeol itu mengerikan, diganti bayangan wajah ekspresi datar Chanyeol yang tampan dengan mata bulatnya yang berwarna hitam.

...

Mereka seperti biasa saja setelah kenyataan itu, Baekhyun tahu Chanyeol tidak nyaman dan tak menyukai membicarakan masalah itu, maka Baekhyun hanya diam menunggu waktu yang tepat, mungkin. Baekhyun tak mengerti sebenarnya. siapa yang terluka?

Baekhyun mendekati Chanyeol. Ia ingin tidur tapi ia menginginkan sebuah pelukan pelukan.

'Kenapa aku ini?' Baekhyun gelisah terus menatap Chanyeol malu, ia teringat wajah tampan Chanyeol.

'Aish.. kenapa wajahnya tampan sekali? Matanya sangat memikat juga hidungnya yang besar dengan dimple dipipinya. Stop Baekhyun' ia menggeleng gelengkan kepalanya mengenyahkan pikiran anehnya.

"Chan.." Panggilanya pelan.

"Ya? kenapa Baek?" Chanyeol menatap Baekhyun yang berdiri disana. Baekhyun melihat sekeliling asal tidak pada Chanyeol.

'Hormon hamil sialan." Dumel Baekhyun, "Aku ingin tidur tap-tapi tak tahu kenapa aku ingin dipel-ah apaya?... peluk?"

Baekhyun menggaruk kepalanya sendiri malu tambah bingung juga, suaranya mengecil diakhir kata, Baekhyun yakin Chanyeol tidak akan mendengarnya.

Chanyeol bangkit, "Ayo, Apakah baby tak mau jauh dari daddynya? Maaf Baek."

"Ehh?? Iyaa tak apa." Baekhyun kaget kemudian memalu sendiri ia berlari kecil memasuki kamar dan merebahkan dirinya.

Hatinya bergerumuh dan terasa penuh tak karuan, menunggu Chanyeol dengan perasaan aneh. Dirasa tempat tidur sebelah terisi hati Baekhyun semakin berdetak dengan kencang, menunggu apa selanjutnya.

Chanyeol mengangkat tangannya memeluk Baekhyun dari belakang. Chanyeol mengusap perut buncit Baekhyun. Baekhyun menoleh, mereka saling pandang, Chanyeol memajukan wajahnya dekat semakin dekat Baekhyun menutup matanya saat bibir mereka menempel.

Awalnya Chanyeol diam ditakutkan Baekhyun akan mendorongnya karena lancang tapi setelah dirasa tak ada penolakan Chanyeol langsung menggerakan bibirnya, menyesap bibir bawah Baekhyun pelan dan Baekhyun pun terbawa suasana menggerakan bibirnya menyesap bibir tebal Chanyeol.

Mereka saling melumat satu sama lain,lalu Chanyeol menghentikan dan menatap Baekhyun, "Tidurlah." Chanyeol mengecup dahi Baekhyun.

Baekhyun hanya diam dengan wajahnya semerah tomat masak.

..

.

.

.

Setiap paginya Baekhyun lebih sering menggerakan tubuhnya, agar kandungannya sehat. Baekhyun jalan-jalan ketempat dulu Chanyeol memperlihatkan wajahnya.

Baekhyun sekarang lebih terbuka pada Chanyeol, ia juga menjadi peduli pada bayinya. Ia merasa harus mempedulikannya walaupun ia tak menginginkannya.

Baekhyun membersihkan tubuhnya disana. Ia merasa nyaman disana. Kadang ia mencuci bajunya dan baju Chanyeol yang mungkin tidak pernah di cuci Chanyeol.

Chanyeol menggaruk malu tapi mengatakan terima kasih pada Baekhyun.

Baekhyun sendiri malah ikut-ikutan menjadi malu sendiri atas sikapnya yang berubah menjadi manis.

.

.

.

Semakin hari kehamilan Baekhyun semakin membesar, ngidamnya berangsur-angsur berkurang. Namun hormon-hormon Baekhyun yang meningkat dan sensitif.

Ia selalu menatap Chanyeol yang half naked diam-diam, sesudahnya ia bisa mengendalikan Dan cukup dengan membayangkan Chanyeol dengan wajah sexynya.

Namun berbeda saat ini, baekhyun saat ini menangis menahan hormonnya.

"Apa yang harus kulakukan. Hiks"

Baekhyun sudah mencoba memasukan jarinya tapi tetap saja ia merasa kurang dan tubuhnya semakin meminta yang lebih.

"Chanhh - Chanyeol hiks!!" Baekhyun meneriakan mana pria itu.

Dan tak lama Chanyeol berlari menghampiri baekhyun di balik selimut. Lalu Chanyeol menutupi hidungnya karena peroform yang meningkatkan gairah itu sangat memenuhi kamar ini.

"Ada apa? Apakah ada yang sakit?"

Wajahnya tidak tertutupi oleh topeng, ia memang sudah sering melepaskannya karena Baekhyun juga sudah tahu kebenarannya.

Baekhyun dapat melihat raut khawatir disana dan wajah tanpa topeng itu sangat sexy dengan rambut yang basah membuat Baekhyun semakin tak tahan.

"A-aku..." baekhyun tak sanggup melanjutkan ucapannya. Ia membuka selimut memperlihatkan tubuhnya yang telanjang "-Tolong aku hiks." baekhyun terlihat frustasi.

Chanyeol terdiam menatap lubang yang basah itu tapi tak lama langsung duduk dan bergerak, ia gelap mata ketika matenya tengah di kuasai birahi dan memegang pergelangan kaki baekhyun dan menekuk nya sedikit terbuka.

Mendengus paha dalam Baekhyun, sampailah pada lubang mengkerut yang mengeluarkan cairan alami. Mengulurkan lidahnya sekali, bermain disana.

"Ahhhh." baekhyun langsung menjepit kepala Chanyeol dengan paha dalamnya sedangkan kakinya menekan tempat tidur dengan punggung melengkung reflek.

"Hush, hati-hati tingkah mu Baekhyun."

Chanyeol menatap ekpresi Baekhyun yang menyerjit ia melakukannya lagi dengan sangat berkala. Menjilat, menyeruput menguluri lidahnya agar masuk. Chanyeol lakukan.

Baekhyun telah gelonjotan sendiri akan sensasinya "Please masuki aku."

Satu tangan Baekhyun meremas rambutnya sendiri dan satunya memegang perut bawah yang mengembung. Wajar saja usia kandungannya sudah 27 minggu.

Chanyeol langsung menurunkan celananya dan menatap baekhyun dibawahnya. Ia mengemut nipple baekhyun dengan bagian bawah tengah berusaha masuk.

"Nghhh - Arggh sakith." baekhyun menahan sakit, ini sex kedua untuknya. Sakitnya masih sama.

Chanyeol membawa Baekhyun bangun dan duduk di atas pahanya. Ia balikan, tentu saja karena perut Baekhyun yang besar menghalanginya dan di takutkan akan terhimpit. Penisnya mulai keluar-masuk konstan dan semakin lama semakin cepat tapi tetap konstan.

Chanyeol mencium punggung Baekhyun, ia membuat kissmark di leher, pundak dan punggung Baekhyun. Baekhyun sibuk mendesah dan meremas rambut Chanyeol dibelakangnya.

Baekhyun menoleh menatap sisi wajah Chanyeol dan mendesah didekat telinga Chanyeol "ah ah ahh ahh Chan ugh."

Tangan Chanyeol memeluk perut besar Baekhyun dan satunya mengusap niple Baekhyun.

"Ugh Chan enakh ahh ah ahh ahhhh eunghh. Noo CHANNNN!!" Baekhyun datang membuat pahanya bergetar, perut tegang. Setelahnya ia melemas menyandar pada Chanyeol.

"Hah.. hah.. Kau hebat Chan." Baekhyun menengok kesamping menatap mata Chanyeol sambil tersenyum dan mencium dagunya.

Setelah dirasa Baekhyun tenang, saatnya Chanyeol mengejar pelepasannya.

"Pegang perutmu."

Chanyeol menarik keluar penisnya sehingga hanya ujungnya yang ada dalam diriku, Baekhyun mengangkang lebar diatas pahanya dan menekuk kakiku.

Tangannya mencengkeram perutnya sendiri lembut dan mulai berpindah pegangan pada rambutnya dengan kekuatan putus asa saat Chanyeol mulai untuk mendorong dirinya ke dalam diri Baekhyun, lambat pada awalnya, kemudian kecepatannya mulai meningkat.

"Ughh nghh" Pantat Baekhyun menempel dan sekarang Baekhyun menerima miliknya sepenuhnya, seluruh miliknya masuk ke dalam dan menggesek dinding lubang Baekhyun cepat, tergelincir dengan licin kembali keluar, hanya untuk menekan lagi, dibantu oleh cairan lubicari yang merembes dari lubangku yang berdenyut dan precumnya.

"CHANNN Ahhh ahh yeah." Erangan Baekhyun sekarang vokal memenuhi rumah pohon, bukan hanya rintihan napas, tapi suara jeritan kenikmatan sepenuhnya.

Chanyeol bergabung dengan Baekhyun menggeram dan mendengus, seperti binatang mengamuk dengan mata liar dan otot berkilat, keringat berkilau ditubuhnya. Dia seperti pertama kali kita melakukan mating. Bukan main sangat jantan dan sexy.

"CHANNN!"

Dorongannya bertambah cepat, Chanyeol menyangga perut Baekhyun dari belakang dan Baekhyun merasa getaran kecil mulai menjalar di pahanya, pada awalnya hanya gemetar kecil dari otot-otot Baekhyun rasakan. Baekhyn mencegah untuk memperlambat lonjakan pinggulnya sendiri, naik dari punggung dan bergulir kearahnya, sekarang Baekhyun mengerang tanpa henti.

"Nghhh ahh fuck Chann!!."

Getarannya menyebar seperti api kebakaran ke otot-otot lubang Baekhyun dan naik sampai perut, paru-paru, lengan dan kakinya, sampai Baekhyun menjerit seakan kerasukan. Chanyeol seperti piston di dalam dirinya.

'Apakah dia hilang ingatan aku tengah hamil besar?'

Pemikiran Baekhyun hilang dengan mulut terbuka dalam suara menderu matanya hilang meninggalkan hanya putih saja. Getarannya berubah menjadi gempa bumi, seluruh tubuh Baekhyun mengejang, padahal Baekhyun belum orgasme sepenuhnya.

"AHHHH CHANNNN." Baekhyun menjerit keras sekarang, lebih keras dari suara yang pernah Baekhyun keluarkan saat bercinta dengannya. Mungkin juga karena hormon Baekhyun dan Baekhyun benar-benar menjadi hamba untuk Chanyeol yang direnggut olehnya, tubuh Baekhyun dibawa ke puncak dari sensasi oleh Chanyeol.

Chanyeol menggeram, dan kemudian miliknya berdenyut dan mendorong dalam irama keras dan Baekhyun merasa Chanyeol klimaks, merasa otot-ototnya menegang dan Chanyeol bersandar pada bahuBaekhyun sambil mengusap perut besarnya.

"Pe- Pelan CHANNN EUNGGHHHH"

Selanjutnya Baekhyun melihat bintang, saat orgasmenya mulai terjadi, titik-titik putih di seluruh pandangannya, titik-titik kecil tak berwarna menyebar keluar satu sama lain sampai seluruh dunia menjadi putih sepenuhnya, tubuh Baekhyun terkurung dalam ekstasi dan kejang yang begitu kuat tak berujung, tanpa henti bahkan hingga Baekhyun tak mampu menjerit, terisak, tak bisa bernapas atau bahkan berkedip.

Miliknya terus tenggelam dalam diri Baekhyun, mendorong ledakan dalam tubuh Baekhyun jadi lebih panas, lebih tinggi, dan lebih kuat.

Baekhyun pikir dirinya sedang di robek menjadi dua oleh kenikmatan murni, dan Chanyeol masih terus mendorong, hingga dia datang membuat lubang Baekhyun sangat basah.

Saat ledakan bergulir melalui tubunya, Baekhyun kejang-kejang, dan entah bagaimana kaki Baekhyun sudah tidak menapak di tempat tidur, Baekhyun mengangkang memegang kedua lututnya sendiri terbuka agar tak menyakiti bayinya.

Napasnya kembali menjadi terengah-engah, pusing memabukkan, bibir bergetar dan Baekhyun menyadari sebagian penyebab melihat bintang karena Baekhyun secara harfiah, secara fisik tak bisa bernapas, orgasmenya begitu intens.

'Mungkin karna aku tengah hamil dan merasa seintens ini?'

Baekhyun bisa merasakan knot yang membesar menguncinya. Sakit tapi lama-lama menjadi nikmat.

Baekhyun mendengar suara tersedak, dan merasa dadanya naik-turun, dan menyadari bahwa suara itu adalah dirinya, menangis tak terkendali, menjerit dan gemetar. Chanyeol menyadarinya segera, dan dengan segera merebahkan Baekhyun ditempat tidur, ia memegang pipi Baekhyun dengan tangannya.

"Aku menyakitimu? Apakah perutmu sakit?." Chanyeol tampak takut atas pemikiran itu, "Kau menangis."

Baekhyun hanya menggeleng dan memaksa tersenyum, mendorong pergi air matanya. "Tidak, tidak. Chan… Tidak apa-apa."

"Bernahkah? Maaf aku bermain keras." Chanyeol mencari ke dalam mata Baekhyun, masih tampak cemas.

Dan Baekhyun hanya mengangguk.

"Omong-omong tanda dipantat mu sangat cantik, aku suka." Dengan senyum mesum.

"Yakk mesum." Baekhyun menggetok kepala Chanyeol karena malu sekali, akhirnya Baekhyun menyerah juga dan memberikan tubuhnya kepada Chanyeol untuk kedua kalinya.

Setelahnya, Mereka tampak menikmati suasana sunyi.

"Aku ingin bertanya, bolehkan" Baekhyun menatap Chanyeol di sampingnya.

Baekhyun tersenyum saat mendapat anggukan dan ciuman dikening, "Kenapa kau tinggal di hutan?"

.

.

.

.

TBC

wik wik wik wik wik ahh ahh ah ah ih ih ih ih . ketularan lagu thailand deh.

Btw itu nc sebagia dari novel terjemah. judulnya kalo ada yang tau bisa bantu dijawab. wajar lupa itu udah lama dan novel terjemahnya ada di pc yang rusak. karena di hp nyari nyari cuman ada 5 novel tejemah dewasa lol. Untung tung udah sempat di copy bagian ncnya walapun dikit dan aku ubah sedikit. aku suka baeknya yang kewalah ea eaaa karena diriku ga bisa buat baekhyun teparr jadi aku ambil dari sana.

Btw ngakak baca comenan nyaa;V Sekarang cy udah buka dulu topengnyaa biar kulihat wajah gantengnya. Ga taulah Chapter ini sempat bingung mau yang mana dulu nih bakal kasih tau. akhirnya buka topeng. I dunno Chap ini. pokoknyamah baca aja kalo yang mau baca ff abal abal ini .

Maaf bacottt molooo wik wik wik.