Naruto © Masashi Kishimoto
Tinggal Bersama © Thia Nokoru
Sasuke - Sakura
.
* Tinggal Bersama *
.
Chapter 7,
Pagi-pagi sekali di rumah kediaman Sasuke sudah terdengar keributan dari ruang tamu rumah itu.
"Karin, masa kau tidak mau kencan denganku disana?"
"Sudah berapa kali aku bilang kepadamu kalau aku tidak mau kencan denganmu!"
"Lupakan saja Sasuke, Karin! Aku sudah lama, sejak dulu aku sudah menyukaimu Karin! Kenapa sih, kau tidak pernah suka kepadaku?!"
"Karena aku menyukai Sasuke! Sudah jelas, kan?!"
Entah harus berapa lama Karin dan Suigetsu saling adu mulut hanya karena Suigetsu yang terus memaksa Karin untuk mau bersama dengannya. Karin sudah sangat kesal dengan Suigetsu yang terus menerus memaksanya, sedangkan Suigetsu tidak perduli kalau Karin kesal atau marah, yang penting Suigetsu bisa bersama dengan Karin.
"Guk guk guk…!"
Terdengar suara gonggongan anjing yang memasuki rumah kediaman Sasuke. Adu mulut Karin dan Suigetsu pun teralihkan oleh suara anjing itu.
"KIBA! KENAPA KAU BAWA ANJING SEGALA, HAH?" Suigetsu sangat terkejut melihat anjing yang dibawa oleh Kiba.
"Hehehe… tidak apa-apa, kan? Kasihan kalau aku tinggal dia sendirian di rumah…"
"Kalian berdua ini, ribut sampai terdengar keluar rumah…" keluh Shikamaru pada Karin dan Suigetsu.
"Masalah untukmu, Shikamaru? Huh?" Suigetsu memicingkan matanya pada Shikamaru.
"Berisik…" ketus Shikamaru.
Suigetsu cemberut dibilang berisik oleh Shikamaru.
"Guk guk guk…"
"Ih, Kiba, mana boleh anjing masuk ke pemandian air panas, Bodoh!" Karin sebenarnya hanya tidak suka dengan anjing.
"Tidak apa-apa… pasti boleh…" kata Kiba santai.
"Terserah…" Karin sedikit sebal, kenapa juga Kiba membawa seekor anak anjing berlibur?
"Berisik sekali kalian semua," Sasuke berjalan menghampiri teman-temannya.
Karin menatap Sasuke dengan berbinar-binar, akhirnya… Karin bisa bersama dengan Sasuke. Dengan cepat pun Karin berlari menghampiri Sasuke dan langsung bergelayut manja pada lengan Sasuke.
"Sasuke~ ayo kita berangkat berdua saja~" ucap Karin manja.
"Lepaskan Karin, kau ingat syarat aku mau pergi berlibur?"
Kata-kata Sasuke sangat dingin dan menusuk untuk Karin. Karin pun segera melepaskan pelukannya pada lengan Sasuke.
"Ahahaha… maaf, aku lupa…" Karin sangat kesal, kenapa Sasuke masih tidak pernah luluh pada dirinya?
"Karin, kalau Sasuke tidak mau kau peluk, peluk aku saja…" Suigetsu menyeringai pada Karin.
"Aku tidak mau! Mimpi saja sana!" Karin membuang muka pada tatapan Suigetsu yang menyeringai padanya.
"Maaf, kami terlambaaaattt…" seru Ino.
Ino dan Hinata sudah tiba.
"Belum terlambat, kok!" kata Kiba.
"Guk guk guk…"
Suara anjing mengalihkan perhatian Ino dan Hinata. Ino sudah tahu anjing itu milik siapa, sedangkan Hinata, Hinata langsung menghampiri anak anjing yang sangat lucu itu.
"Wah, kau lucu sekali… siapa namamu?" tanya Hinata pada anak anjing itu sambil mengelus kepala anak anjing itu.
"Namanya adalah Akamaru. Dia anjing-ku… lucu, kan? Hehe…"
Wajah Hinata langsung memerah mendengar kalau Akamaru adalah anak anjing milik Kiba.
"Guk guk guk…"
Hinata menggendong Akamaru dengan lembut. Akamaru pun mengeluskan kepalanya pada bahu Hinata.
"Sepertinya Akamaru menyukaimu, Hinata…"
Kiba senang Akamaru menyukai Hinata, sedangkan Hinata masih memerah wajahnya.
"Kita sudah kumpul, lalu… dimana Sakura? Dia belum datang?" Ino sama sekali belum melihat kehadiran Sakura.
"Iya, ya, aku lupa kalau masih ada Sakura… apakah dia tidak jadi datang karena marah kepadaku?" tanya Karin.
"Kau tidak perlu berpikir seperti itu, Sakura adalah gadis yang baik. Sejak awal dia sudah memaafkan perbuatanmu kepadanya…" kata Sasuke. "Tapi, walau Sakura sudah memaafkanmu, kalau kau menyakiti Sakura lagi, aku yang tidak akan pernah memaafkanmu Karin… aku akan memberimu perlawanan…" ucap Sasuke yang terdengar menakutkan bagi Karin.
Karin hanya bisa mengangguk kecil. Kata-kata Sasuke sangat serius padanya. Karin jadi takut dengan Sasuke.
"Hei, Sasuke… aku heran deh… kau sangat perduli kepada Sakura. Sepertinya… kau tahu banyak tentang Sakura? Kalian ini berpacaran, kan?" Ino sangat penasaran antara hubungan Sasuke dan Sakura karena Karin.
"Sebentar lagi kau akan tahu jawaban dari pertanyaanmu…" ucap Sasuke santai.
"Ah, maaf… maaf sudah menunggu lama…" Tiba-tiba saja keluarlah Sakura dari dalam rumah Sasuke sambil membawa 2 tas sedang di tangannya.
"…."
Mereka semua terkejut melihat Sakura yang keluar dari dalam rumah Sasuke. Melihat keterkejutan teman-temannya, Sasuke hanya menyeringai saja.
"SAKURAAA…!" teriak Karin, Suigetsu, Kiba, dan Ino.
Sakura juga terkejut, tiba-tiba saja teman-temannya menyerukan namanya sambil berteriak seperti itu.
"Nona Sakura, sudah aku bilang biar aku saja yang membawa tas Nona…" Seorang laki-laki berambut pirang dikuncir satu itu muncul dari balik badan Sakura.
"Tidak apa-apa, Deidara… aku bisa sendiri, kok!"
"Tapi…"
"Sudahlah… tidak apa-apa…"
Sakura terlihat keberatan membawa 2 tas itu, Deidara ingin membantu, tapi Sakura menolaknya.
"Apa? NONA?" tanya Karin dan Ino tidak percaya.
"Ah! Jadi, kalian ini tinggal bersama, ya?" tanya Suigetsu sambil menepuk tangannya.
"Hn," sahut Sasuke. Sakura hanya cengengesan saja di depan teman-temannya.
Akhirnya, rahasia mereka terbuka juga kalau Sakura tinggal di rumah Sasuke.
"Apakah dia yang Nona bilang mirip denganku?" Deidara menunjuk Ino.
"Iya, kalian berdua memang mirip!" seru Sakura.
"Kenapa kau menunjuk-nunjuk padaku?! Tidak sopan sekali!" Ino merasa tidak suka ditunjuk-tunjuk oleh Deidara.
"Hahaha… maaf, aku hanya bertanya saja pada Nona Sakura…" Deidara cengengesan pada Ino.
"Maaf, Ino…" ucap Sakura tersenyum. Ino tidak mengerti, apa yang sedang Deidara dan Sakura bicarakan tentangnya?
"Menurutku, tetap saja berbeda. Aku lebih tampan, kan?" Deidara mengedipkan sebelah matanya pada Sakura.
"Tentu saja! Kau kan laki-laki!" seru Sakura.
Sasuke memperhatikan Sakura dan Deidara yang terlihat asik dengan pembicaraan mereka. Sasuke tidak suka melihatnya.
"Sudah kumpul semua, mana mobilnya?" tanya Sasuke. Semua memperhatikan Sasuke yang terlihat ingin sekali segera pergi berlibur. Padahal Sasuke hanya ingin Sakura segera menjauh dari Deidara.
"Mobil? Tentu saja pakai mobilmu, Sasuke!" seru Karin senang.
Rasanya sudah tidak heran lagi Karin berkata seperti itu. Semuanya menatap kepada Karin dengan tatapan menusuk.
"Kenapa pakai mobilku?"
"Berkumpul di rumahmu ya sudah pasti pakai mobilmu, Sasuke! Kau punya mobil wisata, kan?" kata Karin cuek.
"…." Sasuke terdiam.
"Kalau kau masih ingin bertanya siapa yang menyetir, tentu saja kau Sasuke. Hanya kau yang bisa menyetir, kan?" kata Karin lagi cuek.
Sudah dipaksa ikut berlibur, pakai mobilnya juga, yang menyetir juga lagi, bener-bener deh… Sasuke merasa diperbudak oleh Karin. Seharusnya ia bisa bersantai, bukan jadi capek nantinya.
"Aku tidak pergi." Sasuke kembali masuk ke dalam rumahnya.
"EHHH…?! SASUKEEEE…!" teriak Karin.
Sasuke tidak perduli dengan Karin yang berteriak memanggil namanya.
"SASUKE! SASUKE! SASUKE! JANGAN PERGIIII…!" teriak Karin mencegah Sasuke pergi.
"Sasukeee~" ucap Karin dibantu Suigetsu, Kiba, dan Ino. Shikamaru hanya menghelakan napasnya saja. Sakura dan Hinata juga hanya tersenyum kecut melihat teman-temannya.
Kasihan Sasuke, melihat teman-temannya yang seperti itu, terlihat ingin sekali menikmati liburan, Sasuke menatap Sakura seolah-olah ingin mencari jawaban, tapi Sakura hanya tersenyum saja, tidak membantu sama sekali. Ini benar-benar diluar dari sifat asli Sasuke, mempunyai rasa perduli dan kasihan kepada teman-temannya. Mengenal cinta bisa membuat dirinya sedikit demi sedikit berubah.
"Haaahh… baiklah… kalian sudah membuat aku menderita…" Sasuke pun akhirnya menyetujui untuk ikut kembali.
"HOREEEE… Sasuke sangat baikkk~" seru Karin dan Ino bersamaan.
Semua menatap Sasuke, tidak menyangka kalau Sasuke bisa baik seperti ini. Sasuke sudah berubah, jauh sangat berubah. Yang dulunya mereka takut dengan Sasuke, kini mereka membutuhkan Sasuke. Kehadiran Sakura lah yang membuat Sasuke merasakan hangatnya dari cinta.
"Kenapa kalian menatapku seperti itu? Aku ambil mobil dulu, kalian tunggulah di halaman depan."
Sasuke pun pergi ke garasi mobilnya. Teman-temannya segera keluar dan menunggu di halaman depan rumah Sasuke.
Sakura sedikit cemas, apakah Sasuke baik-baik saja? Ini dilakukannya dengan terpaksa atau memang Sasuke juga ingin? Sakura pun segera menyusul Sasuke dengan tas-tas bawaannya.
"Kau tidak apa-apa, Sasuke?" tanya Sakura sambil menaruh barang-barangnya.
"Hn, menurutmu?" tanya balik Sasuke.
Sakura cemberut, padahal Sakura ingin tahu bagaimana perasaan Sasuke mengikuti liburan ini, tapi Sasuke malah bertanya balik.
"Menurutku? Kau sangat ingin liburan sampai kau rela berkorban untuk itu, hahahaha…" Sakura menertawakan Sasuke.
Sasuke menatap Sakura yang sedang menertawakannya. Tidakkah Sakura mengerti kalau ini dilakukannya agar Sakura bisa menikmati liburan? Yah, walau Sasuke juga ingin berlibur bersama dengan Sakura.
"Ayo masuk,"
Sasuke menyuruh Sakura untuk masuk ke dalam mobil, Sakura segera menaruh barang-barangnya dan Sasuke ke bagasi mobil.
"Aku lakukan ini agar kau bisa menikmati liburan bersama dengan teman-temanmu…" ucap Sasuke saat Sakura sudah masuk ke dalam mobil.
Mendengar ucapan Sasuke, membuat Sakura sangat senang.
"Terima kasih, Sasuke… aku senang sekali…" ucap Sakura sambil tersenyum manis.
Melihat senyum Sakura yang bahagia itu sudah membuat Sasuke merasa bahagia. Sasuke senang bisa membuat Sakura tersenyum. Sasuke pun menjalankan mobilnya ke halaman depan rumahnya. Semua teman-temannya sudah menaiki mobil. Shikamaru mendampingi Sasuke duduk di depan. Perjalanan mereka menuju onsen memakan waktu 3 jam, selama itu mereka semua duduk diam dengan tenang di mobil. Mereka tahu, Sasuke pasti tidak suka keributan, kalau sampai mereka berisik dan mengganggu Sasuke mengemudi, bisa-bisa mereka diturunkan di tengah jalan oleh Sasuke.
"Waahh… kita sudah sampai!"
Karin berseru senang dan segera keluar dari mobil dan masuk ke dalam onsen untuk memesan kamar.
Onsen mewah ini berada di tengah-tengah bukit pegunungan yang tidak begitu tinggi, dan disekelilingnya adalah sebuah perkebunan yang sangat luas. Mereka semua menatap takjub pada pemandangan disini, kecuali Sasuke.
"Sasuke kau lelah? Mau minum?" Sakura menyodorkan sebotol air mineral kepada Sasuke.
"Yah, aku ingin istirahat sejenak…" Sasuke mengambil air mineral yang Sakura berikan.
"Tempatnya bagus sekali, ya…" ucap Ino.
"Tentu saja! Keluargaku sering sekali datang kemari…" ucap Karin bangga.
Karin sudah selesai memesan kamar dan mendapatkan kunci kamar mereka. Sasuke lebih dulu meminta kunci kamar kepada Karin, karena rasanya Sasuke ingin sekali tidur di kamarnya tanpa ada yang mengganggunya.
"Iya, ini masing-masing dapat satu kamar, ya…" ucap Karin sambil membagikan kunci.
Semuanya sudah mendapatkan kunci kamarnya masing-masing dan menuju kamarnya masing-masing. Kamar mereka saling bersebelahan, dengan urutan pertama adalah kamar Karin, lalu Sasuke, lalu Sakura, Suigetsu, Ino, Hinata, Shikamaru, dan yang terakhir adalah Kiba. Mereka pun masuk ke dalam kamarnya masing-masing.
Sakura memasuki kamarnya yang terlihat pas sekali untuk satu orang. Saat masuk, langsung terlihat ada sebuah pintu yang menuju teras di kamar ini. Setelah menaruh barang-barangnya, Sakura membuka pintu teras dan ternyata tiap kamar mempunyai terasnya masing-masing. Sakura berjalan menuju teras, menghirup udara pegunungan yang sejuk, dan menatap pemandangan di luar sana. Sejauh mata memandangan yang terlihat adalah warna hijau. Seluruh bukit ini hampir dipenuhi oleh perkebunan.
Cklek
Terdengar suara pintu terbuka. Sakura menoleh pada sumber suara, dan ternyata yang keluar adalah Sasuke. Sasuke melihat Sakura yang sudah lebih dulu berada di teras.
"Sasuke, lihat… indah sekali, ya…" ucap Sakura senang.
"…." Sasuke hanya tersenyum melihat Sakura yang sepertinya begitu senang.
Tidak lama pun semuanya membuka pintu teras dan bersama-sama menatap pemandangan di luar sana.
"Perkebunan apa yang berada disana?" tanya Sakura.
"Itu adalah perkebunan berbagai macam buah-buahan jenis berry dan cery. Cery disini rasanya sangat enak, berbeda dengan buah cery dari tempat-tempat lain. Bentuknya yang lebih kecil, rasanya lebih manis," jelas Karin.
"Waahh… aku jadi ingin mencobanya…" Sakura sangat senang dan tidak sabar untuk mencoba buah cery itu.
"A-aku juga mau mencobanya… sepertinya enak ya…" ucap Hinata yang juga ingin mencoba buah cery itu.
"Aku juga, aku ingin kesana…" ucap Ino juga.
Para laki-laki hanya diam saja mendengarkan para perempuan yang ingin sekali pergi ke sana. Tapi tidak dengan Suigetsu, Suigetsu juga ikut bersemangat ingin pergi kesana.
"Baiklah… tujuan pertama kita adalah Perkebunan Cery! Yeahhh…!" seru Suigetsu senang.
"Benarkah?" Sakura, Hinata, dan Ino mengucapkannya bersamaan.
Melihat Sakura yang sangat ingin kesana, yah… apa boleh buat, sudah pasti Sasuke lah yang akan membawa mereka kesana, kan?
"Kalau kalian mau, besok pagi kita akan berangkat kesana…" ucap Sasuke.
Mendengar Sasuke berkata seperti itu, para perempuan terlihat senang sekali. Karin juga ikut senang, rasanya bersama dengan mereka saat ini adalah pengalaman pertama baginya. Apakah setiap pertemanan itu bisa sesenang ini? Rasanya berbeda sekali dengan pertemanan yang Karin lakukan dengan teman-temannya di sekolah.
"Hei, bagaimana kalau kita sekarang berendam? Ada tempat pemandian umumnya juga lho…" ucap Karin genit sambil mendekati Sasuke.
"Wah, ayo kita berendam bersama!" ucap Suigetsu semangat sambil menatap Karin.
"Jangan menatapku Suigetsu Bodoh! Aku hanya ingin berendam bersama Sasuke saja…" ucap Karin genit.
"Karin, kau masih ingat syaratnya, kan…?" Sasuke menatap Karin tajam.
Karin memanyunkan bibirnya tanda kesal. "Tidak seru, ah!"
"Karin, kalau Sasuke tidak mau bersamamu, kau denganku saja… kita berendam sama-sama, ya…" Suigetsu terlihat sangat senang.
"Mimpi saja sana!" Karin membentak, dan langsung berjalan masuk ke kamarnya sambil membanting pintu kamarnya.
"Ah, tidak asik!" Suigetsu pun kembali masuk ke dalam kamarnya.
Satu persatu mulai kembali masuk ke dalam kamarnya masing-masing. Kini, tinggal Sasuke dan Sakura yang masih berada di teras.
"Bagaimana? Mau berendam sama-sama?" ucap Sasuke sambil mengedipkan sebelah matanya pada Sakura.
Wajah Sakura seketika memerah dan tidak percaya kalau Sasuke bisa menggoda seperti itu. "Dasar mesum!" ucap Sakura sambil berlalu pergi masuk ke dalam kamarnya.
Melihat wajah Sakura yang memerah, Sasuke hanya tertawa saja.
"Sepertinya liburan kali ini tidak buruk juga…" gumam Sasuke pelan.
Yah, bagi Sasuke yang jarang sekali berlibur bersama dengan teman-teman, baru pertamakali liburan yang seperti ini dirasakannya. Dan ia juga sedikit merasa senang dengan liburan kali ini.
Sakura, Ino, dan Hinata memutuskan untuk berendam di pemandian khusus wanita. Mereka bertiga sudah mengajak Karin, tapi Karin tidak mau karena Karin ingin tidur di kamarnya.
"Hei, bukankah pemandian laki-laki bersebelahan dengan pemandian wanita?" tanya Ino.
"Benarkah?" tanya Sakura lagi.
"Ya, sepertinya begitu…" pikir Ino.
Sakura, Ino, dan Hinata mengganti pakaian mereka hanya dengan sehelai handuk kecil yang menutupi tubuh mereka. Setelah memasuki kolam air hangat yang lumayan besar, barulah mereka melepas handuk kecil mereka.
"Waaahhh… nyaman sekali…" seru Ino.
Mereka bertiga menikmati hangatnya air yang merendam tubuh mereka. Suasana yang tenang dan sepi, membuat pikiran mereka menjadi tenang.
Di bagian kolam laki-laki juga sama, Sasuke, Suigetsu, Shikamaru, dan Kiba, sedang berendam di pemandian khusus laki-laki. Anjing peliharaan Kiba Akamaru, hanya bermain-main di pinggir kolam, karena hewan dilarang untuk ikut berendam.
"Sakura… kau baik-baik saja?" Tiba-tiba saja Ino bertanya seperti itu.
"Ino… hm, aku baik-baik saja…" ucap Sakura sambil tersenyum.
Ino dan Hinata menatap Sakura, yah… Sakura memang orang yang baik. Apapun yang sudah Karin lakukan kepadanya, Sakura sepertinya sudah tidak memikirkannya lagi.
"Besok kita ke perkebunan, waahh… pasti asik sekali bisa makan buah cery ya…" Ino membayangkan memakan buah cery yang manis itu.
"Iya, aku juga ingin mencobanya…" ucap Hinata.
"Syukurlah ya… kita bisa liburan bersama-sama seperti ini…" ucap Sakura senang.
Mereka semua menikmati berendam di pemandian air panas itu. Jam sudah menunjukkan pukul 6 sore, mereka semua berkumpul di ruang makan. Menikmati makan malam mereka dengan penuh canda dan tawa. Bagaimana liburan mereka esok hari berkunjung ke perkebunan? Tunggu chapter selanjutnya…
BERSAMBUNG
Re-publish
6 Maret 2016
A/N :
Nyo, terima kasih sudah membaca dan mereview chapter sebelumnya, ya… m(_ _)m
Hahaha… maaf baru diupdate, entah sudah berapa taon ya… ^^a udah lama, sedikit lagi ceritanya, authornya gimana sih…? #plak tapi-tapi makasih kalau masih ada yang mau membaca lagi dan memberi review lagi… hehehe… ^^v
Nih, langsung 2 chapter saya update biar puas bacanya… :D
Siapa yang senyum-senyum sendiri baca fanfic ini, hayooo… ngaku…? :3
Jujur, saya yang senyum-senyum sendiri kalau baca review-review dari kalian semua… :D makasih ya... :D
