Sebelumnya
"Annyeong Semuanya"
Sapa seseorang tiba-tiba, datang dengan sepedanya hitamnya .
Ia adalah Chanyeol, Baekhyun mengerutkan keningnya bingung, untuk apa Chanyeol datang sepagi ini ke rumahnya . Biasanya Chanyeol masih tertidur pulas jam segini, terlebih ini hari libur .
"Selamat pagi Paman Oh, Selamat pagi Bibi Oh . Selamat pagi Baekhyun . Waw Sehun-ah kau sudah kembali pulang ? Ada Luhan juga . Ouh, selamat pagi semuanya"
Ucap Chanyeol dengan bersemangatnya, ciri khas Chanyeol .
"Ouh selamat pagi Chanyeol-ah . Tumben sekali kau datang sepagi ini ?"
Tanya Appa Baekhyun bingung, sepertinya semua orang pun ingin menanyakan hal demikian pada Chanyeol .
"anak muda harus memiliki jiwa yang bersemangat Paman"
Ucapnya bersemangat membuat semua orang tertawa, Baekhyun juga tertawa, Chanyeol benar-benar dapat mencairkan suasana .
"aku dan Baekhyun tadinya mau bersepeda tapi sepertinya hari ini Baekhyun sibuk"
Ucap Chanyeol sambil menatap Baekhyun yang terlihat bingung, ia seakan mengisyaratkan sesuatu . Baekhyun tau jika Chanyeol saat ini tengah berbohong karna sebenarnya ia dan Chanyeol tidaklah memiliki janji apapun . Apa lagi janji bersepeda .
"ah kebetulan sekali Chanyeol-ah, saat ini Sehun sudah kembali pulang kerumah, lebih baik kau ikut kami merayakan kepulangannya, kami sudah menyiapkan banyak makanan"
Ucap Umma Baekhyun sambil tersenyum ramah .
"Wah benarkan ? baiklah kalau seperti itu . Bee, lain kali saja kita bersepedanya oke, aku tak bisa menolak masakan lezat Bibi Oh"
Ucap Chanyeol kembali membuat semua orang tertawa .
Baekhyun menarik nafasnya lega, dengan adanya Chanyeol disini, walau pun kedatangan Chanyeol tak terduga, tapi setidaknya Baekhyun tak akan di buat mati berdiri karna adanya Sehun dan Luhan disini .
Chanyeol memang sahabat terbaik yang Baekhyun miliki, ia benar-benar bisa di andalakan di saat seperti ini .
Twins But Different
"jadi kalian sudah saling mengenal rupanya"
Ucap Umma Baekhyun saat mereka semua masuk kedalam rumah, berjalan ke ruang tamu .
"iya Bi, kami satu sekolah hanya kelas kami berbeda"
Ucap Chanyeol .
"Sehun-ah apa Luhan itu kekasihmu ?"
Tanya Appa Baekhyun, semua orang mengarahkan pandangan pada Appa Baekhyun, termasuk Baekhyun .
"ne Appa, Luhan kekasihku"
Ucap Sehun sambil merangkul Luhan dan Luhan pun tersipu malu, benar-benar membuat Baekhyun muak .
"aahhh ternyata kau sudah besar Sehun-ah"
Ucap Appanya sambil menepuk bahu lebar putranya itu . Sehun hanya tersenyum .
"aaahh~ Bibi bolehkah aku langsung makan-makananmu, aku sangat lapar"
Ucap Chanyeol sambil menepuk perutnya .
"hahahaha baiklah-baiklah"
Umma Baekhyun tertawa renyah karna ucapan Chanyeol, semua pun tertawa .
"Aku akan memasak dulu . Kalian berbincang saja dulu, Sehun juga baru sampai jadi istirahat saja dulu . Oh ya Sehun-ah karna kamarmu sedang di perbaiki kau tarulah barang-barangmu di kamar Baekhyun dulu"
Ucap Umma Baekhyun .
Sehun dan Baekhyun memandang keget Umma mereka, mengapa Ummanya harus menyuruh Sehun menaruh barangnya di kamar Baekhyun . Sekedar menaruh baju, Baekhyun pikir kamar Sehun masih bisa di gunakan dan barang-barang yang lain Sehun bisa menaruhnya di ruang tamu, mengapa harus di kamarnya . Tidakkah Ummanya tau, jika hal itu sama saja membuat Baekhyun semakin tersiksa .
Baekhyun memalingkan wajahnya terlalu enggan melihat wajah Sehun, Chanyeol lalu menghampiri Baekhyun yang terlihat gusar .
"Bee"
Panggil Chanyeol lembut .
"Yeol"
Balas Baekhyun lirih dengan senyum yang di paksakan .
Chanyeol dan Baekhyun pun meninggalkan Sehun dan Luhan yang masih disana seolah asik dengan dunia mereka .
"Chanyeol-ah terimakasih kau sudah datang"
Ucap Baekhyun sambil tersenyum .
Mereka saat ini berada di kolam renang rumah Baekhyun yang terletak di belakang rumahnya .
"sama-sama"
Ucap Chanyeol sambil tersenyum, Chanyeol berharap tindakannya kali ini tidak salah .
Semalam Chanyeol menghubungi Baekhyun, ia tau pasti perasaan Baekhyun sangat tidak baik karna kejadian siang tadi dan Chanyeol merasa bertanggung jawab untuk membuat mood Baekhyun kembali membaik, karna jika bukan sebab Chanyeol memberi tahu Baekhyun perihal Sehun mungkin Baekhyun tak akan bersedih . Dan semalam Chanyeol berencana untuk mengajak Baekhyun berjalan-jalan besok pagi, bersepeda atau mengajak Baekhyun jalan-jalan, apa saja yang penting Baekhyun kembali tersenyum .
Baekhyun dan Chanyeol merendam kaki mereka di kolam renang . Baekhyun menyandarkan kepalanya pada bahu Chanyeol, ia selalu nyaman jika sahabat-sahabatnya berada di dekatnya, apa lagi Chanyeol .
Baekhyun tak tau, dari mana Chanyeol mengetahui Sehun hari ini datang pulang kerumah . Baekhyun tak memberitahukan perihal ini pada siap pun . Tapi Chanyeol benar-benar datang di saat yang tepat .
Chanyeol dan Baekhyun terdiam, sibuk dengan pikiran masing-masing .
Baekhyun masih memikirkan bagaimana bisa Sehun mengajak Luhan di saat seperti ini . tadinya Baekhyun ingin berdamai meminta maaf pada Sehun, mungkin sikapnya salah walau pun Baekhyun tak pernah merasa bersalah karna apa yang ia lakukan itu benar menurutnya .
Baekhyun ingin memperbaiki hubungan mereka yang sempat merenggang bagaimana pun Baekhyun merindukan Sehun. Tapi sayangnya Sehun malah melakukan hal seperti itu . Membuat Baekhyun semakin membenci Luhan .
"Baekhyun, Chanyeol ayo masuk . Ummamu sudah selesai membuat makanan"
Panggil Appa Baekhyun .
"ne Paman kami akan kesana"
sahut Chanyeol .
Baekhyun dan Chanyeol pun bangkit dari sana menuju ruang makan . Tapi lagi-lagi Baekhyun di buat murka denga sikap Luhan, bagaimana mungkin saat ini Luhan terlihat begitu akrab dengan Ummanya sedangkan Baekhyun saja masih sulit melakukannya . Chanyeol dan Baekhyun menghampiri mereka .
Umma Baekhyun menyuapkan sup labuh kesukaan Sehun pada Luhan dan Luhan dengan berlebihannya berekspresi mengatakan bahwa sangat enak makanan Ummanya dengan ekspresi di buat-buat, membuat mual Baekhyun saja.
"Umma ini enak sekali, mashita"
Ucap Luhan sambil tersenyum, Umma Baekhyun lalu mengusap rambut Luhan sayang .
What the hell !!! Barusan Luhan panggil Umma Baekhyun apa ? Umma ? Baekhyun benar-benar sudah tidak tahan lagi untuk tidak menampar Luhan, ia sudah merebut Sehun darinya sekarang dia juga mau merebut Ummanya . Benar-benar wanita licik . tangannya sudah siap melayangkan tamparan keras si wajah mulus Luhan .
"Bibi aku juga mau di suapi sup labu nya, aaaaa"
Ucap Chanyeol, Baekhyun langsung mengalihkan pandangan pada Chanyeol dan tangannya sudah kembali berada di sampingnya .
"ah kau manja sekali Chanyeol-ah . Baiklah"
Ucap Umma Baekhyun sambil tersenyum menyuapi sup labu pada Chanyeol .
"Kyaaaa~ Bibi ini sup labu terenak yang ku makan, Bee cobalah, Bibi suapi Baekhyun juga"
Ucap Chanyeol sambil menatap Baekhyun .
"ahaha kau berlebihan Chanyeol-ah . Mmm, ayo sayang buka mulutmu"
Ucap Umma Baekhyun sambil menyodorkan sendok berisi sup labu untuk Baekhyun .
Chanyeol mengisyaratkan untuk memakannya, Baekhyun lalu menyuap sup itu dengan perasaan terharu, ini kali pertama lagi setelah sekian lama ia tak meminta Ummanya untuk menyuapinya . Rasanya sangat menyenangkan .Sekali lagi Chanyeol menyelamatkan Baekhyun dari rasa emosinya .
Hari ini berlalu cukup menyenangkan untuk Baekhyun tidak seperti pikirannya, ini semua karna Chanyeol selalu ada untuk meredakan semua emosinya . Setiap kali Luhan mencoba untuk merebut perhatian semua orang, maka Chanyeol akan datang dan mengajak Baekhyun untuk bergabung bersamanya .
"Bibi terimakasih untuk hari ini, aku sangat senang. Terimakasih, aku pamit pulang"
Ucap Chanyeol ketika ia akan hendak pulang . acara penyambutan Sehun sudah berakhir .
"Umma, Appa, terimakasih untuk hari ini, kalian sangat baik . Baekhyun-ah terimakasih juga"
Ucap Luhan dengan senyum liciknya, ciiihhh Baekhyun benar-benar muak dengan gadis rubah itu .
"terimakasih juga Chanyeol, Luhan sudah datang" ucap Umma Sehun sambil tersenyum .
"Umma, Appa aku akan mengantar Luhan pulang"
Ucap Sehun, Baekhyun melotot mata sipitnya seolah akan keluar, dada nya naik turun menahan kesal, tak cukupkah kejadian hari ini, apakah Sehun harus mengantarnya pulang juga ?
"ah bagaimana jika Luhan pulang bersama denganku saja, kita satu arahkan Luhan-ah ?"
Tanya pada Chanyeol pada Luhan .
"ah ne, sudah Oppa tak udah mengantarku pulang aku bersama Chanyeol saja, tak apakan Chanyeol-ah"
Ucap Luhan tersenyum .
"kau tak keberatankan Chanyeol-ah ?"
Tanya Sehun .
"tidak Sehun-ah, Luhan kekasihmu itu artinya ia juga temanku juga . Yasudah ayo Luhan-ah . Annyeong semuanya"
Ucap Chanyeol yang di ikuti Luhan menaiki sepedanya dan mereka mulai meninggalkan pekarangan rumah Sehun dan Baekhyun .
Baekhyun melenggangkan kakinya meninggalkan Sehun yang masih berdiri di pekarangan rumah mereka, ia benar-benar berhutang banyak pada Chanyeol hari ini . Andai saja Chanyeol tak pernah datang, mungkin hal-hal buruk sudah terjadi hari ini, setidaknya satu tamparan keras sudah mendarat di pipi Luhan paatinya tapi karna Chanyeol semua perhatiannya beralih padanya .
"Chanyeol-ah aku berhutang padamu"
Ucap Baekhyun dalam hati .
"sayang ayo sini, kita sudah lama tak berkumpul"
Panggil Appa Sehun dan Baekhyun .
Mereka pun berkumpul di ruang tengah dengan atmosfer kecanggungan disana . Sehun dan Baekhyun masih dalam perang dingin mereka . enggan untuk memulai pembicaran barang hanya kata 'hai' saja .
"Baekhyun-Sehun, lusa kalian akan ulangtahun, bagaimana kita rayakan"
Ucap Umma Baekhyu dan Sehun memecahkan keheningan .
"Andwae !!!"
Ucap Baekhyun dan Sehun bersamaan . Walau pun mereka sedang bertengkar tetap saja mereka saudara kembar yang memiliki ikatan kuat dari apapun .
"Waeyo ? kalian sudah lama tak bertemu anggap saja ini sebagai pesta penyambutan kau pulang Sehun-ah"
Ucap Appa mereka dengan sedikit bingung .
"kami sudah terlalu besar untuk merayakan ulangtahun Appa"
kilah Baekhyun .
"sudahlah kalian ikut saja . Baekhyun-ah besok ajak teman-temanmu datang kerumah untuk membantu mendekorasi dan Sehun ajak Luhan juga, sepertinya dia pandai membuat kue, ia bisa membantu Umma"
Ucap Umma Baekhyun dan Sehun .
Baekhyun bak di sambar petir saat nama Luhan di sebut, mengapa wanita itu harus datang lagi . Semua orang seperti tersihir dengan tingkahnya . Hari ini saja sudah membuat Baekhyun muak bagaimana bisa Ummanya meminta Sehun untuk menyuruh Luhan datang lagi .
"baik Umma"
Sahut Sehun sambil tersenyum, ia terlihat begitu senang saat nama Luhan di sebut jauh berbeda dengan Baekhyun yang sangat enggan mendengar nama wanita licik itu .
"aku kembali kekamar dulu . Selamat malam semuanya"
Baekhyun pergi begitu saja tanpa peduli dengan panggilan orangtuanya yang melihatnya bingung .
Baekhyun benar-benar sudah tidak tahan dengan semua ini . Mengapa takdir seperti ini yang harus ia tempuh . Apa di kehidupan terdahulu Baekhyun seorang yang tak baik sampai-sampai Tuhan menghukumnya saat ini .
"Sehun-ah, kau begitu jahat padaku tak taukah aku sangat mencintaimu, tak bisakah kau menghargai perasaanku sedikit saja"
Baekhyun menangis dalam kamarnya, sikap Sehun benar-benar membuat Baekhyun sakit .
Bahkan sampai saat ini pun Sehun tak meminta maaf padanya . Sungguh ia tak akan menyangka akan seperti ini akhirnya . Kepulangan Sehun yang ia gitu dambakan, saat ini justru menjadi hal yang ia benci .
Ia bahkan berharap Sehun tak pernah pulang kerumah, jika seperti ini akhirnya .
Baekhyun menengok pada sebuah jam yang berada di dinding kamarnya . Ini sudah menunjukan pukul 12 malam . Baekhyun memegang pipinya yang basah, ternyata ia tertidur saat ia menangis .
Tenggorokannya sangat haus, ia pun bangun dari kasurnya dan beranjak keluar untuk mengambil minuman .
Saat melintas ruang tamu ia tak sengaja berpapasan dengan Sehun ternyata ia masih terjaga . Baekhyun membalikan tubuhnya, mengurungkan niatnya untuk minum, tenggorokannya seperti sudah tak terasa haus lagi . Tapi tangan Sehun menarik lengannya .
"Bee !!"
Bentak Sehun pelan namun penuh dengan penekanan . Ia tak mungkin berteriak itu akan membangunkan orangtuannya .
"Ada apa !!"
Ucap Sena tak kalah membentak, suaranya tak dapat terkontrol .
Sehun menarik tangan Baekhyum, membawanya ke dapur . Ia tak mungkin berteriak di ruang tengah, ia tak ingin jika orangtuanya mendengar .
"apa kau sebenci itu padaku Bee ?"
Tanya Sehun sambil menatap mata Baekhyun sendu . Baekhyun memalingkan wajahnya, tak sanggup jika harus menatap mata Sehun yang sangat teduh .
"lepaskan aku"
Baekhyun meronta ia masih enggan bicara pada Sehun . Masih terlalu kesal dengannya .
"bahkan kau menghapus tulisan tanganku dikamar, apa kau benar-benar membenciku ?"
tanya Sehun lagi dengan nada kecewa .
"ku pikir itu hanya tulisan bocah 5 tahun yang tak tau apapun tentang sebuah janji, dan aku yakin saat itu pun kau menulisnya asal . Lihat buktinya saat ini kau tak menepati apa yang kau tulis sendiri, Sehun-ah"
Ucap Baekhyun dengan nada mencibir, menatap mata Sehun dengan kilat kekecewaan .
"kau salah Bee, Kau tak tau yang sebenarnya"
Ucap Sehun, ia benar-benar tak mengenal Baekhyun adiknya, saat ini Sehun merasa jika Baekhyun berubah .
"sudahlah aku bukan anak kecil yang tak tau apapun tentang dunia ini . aku tau mana yang salah dan benar"
Baekhyun menghempaskan tangan Sehun lalu berlari kembali ke dalam kamarnya .
"Baekhyun-ah, inilah yang kami takutkan, inilah alasan mengapa kami memisahkanmu dengan Sehun"
Appa Baekhyun berujar dengan kecewa sedang sang Umma hanya menangis di pelukan sang suami dan Sehun hanya menatap Baekhyun kecewe .
Baekhyun menatap bingung, masih tidak mengerti arah pembicaraan orangtuanya .
"ada apa ?"
Tanya Baekhyun bingung .
"seharusnya Sehun tak pernah di pulangkan jika akhirnya seperti ini"
Umma Baekhyun berujar sambil terus menangis .
"Umma, Appa ada apa ? kenapa ? katakan padaku"
Baekhyun berujar frustasi, ada apa dengan keluarganya .
"aku tidak menyangka Bee jika kau menyukaiku, Bee aku ini kakakmu, sungguh aku kecewa, lebih baik aku kembali ke Amerika"
Sehun akhirnya buka suara .
Bak disambar petir, Baekhyun terdiam membeku . Dari mana mereka tau perihal perasaannya .
"aku .. aku ..."
Baekhyun gugup tidak tau harus berkata apa, ia bingung . Bahkan ia tak memikirkan hal ini sebelumnya .
"kami kecewa padamu Baek"
Ucap Ummanya .
"Umma"
Lirih Baekhyun entah sejak kapan sudah menangis .
"Sehun akan kembali ke Amerika dan kami akan ikut bersama dengannya"
Ucap Appa Baekhyun .
"Andwae !!"
Baekhyun berteriak histeris, tidak !! ini tidak boleh di biarkan sudah cukup rasa sakitnya kehilangan Sehun selama 11 tahun dan sekarang ia harus kehilangannya lagi sekaligus kedua orangtuannya, tidak ini tidak boleh terjadi .
"maaf Baek kami harus pergi"
"Andwaeeee !!!!"
Hosh~ hosh~
Baekhyun terengah, dadanya naik turun, peluh sudah bercucuran di dahinya, ternyata ia baru saja bermimpi . Mimpi yang sangat buruk dan mengerikan . Ia kembali menangis mimpinya seolah nyata, itu sangat mengerikan tapi hatinya pun tak bisa di cegah .
Baekhyun berjalan menuruni tangga menuju ruang bawah, hari ini ia bangun agak siang, karna semalaman yang ia lakukan hanyalah menangis sampai jam 3 pagi, di tambah lagi saat bangun ia kembali menangis karna mimpi buruknya, bersyukur matanya tak bengkak .
"selamat pagi princess"
Sapa Kai lalu memeluk Baekhyun yang masih terlihat berantakan karna baru bangun tidur .
"Kai aku belum mandi"
Ucap Baekhyun melepaskan pelukan Kai .
"biar saja kau tetap cantik bahkan saat bangun tidur"
Ucap Kai sambil mencium rambut Baekhyun yang beraroma bayi menurut Kai .
"Selamat pagi Baekhyun-ah"
Ucap Chanyeol dan Suho bersamaan dan ternyata mereka semua sudah berkumpul bahkan Luhan sudah datang, dan saat ini wanita licik itu sedang bercanda dengan Sehun, mengacuhkan keberadaan Baekhyun yang memandang mereka tak suka .
Semua orang sedang menghias rumah Baekhyun dengan hiasan khas ulangtahun, semalam orangtua mereka menghubungi teman-teman anaknya itu . Seakan mengulang kembali memori lama saat Baekhyun dan Sehun berulangtahun dan merayakan bersama .
"kau mandilah, kau tercium bau, kau tau"
Ledej Chanyeol yang sukses membuat Baekhyun tersadar dari lamunannya .
"ish~"
Dengus Baekhyun, di iringi tawa Chanyeol, Suho dan Kai .
"ouh kau sudah bangun Baek"
Ucap Luhan sambil tersenyum .
"aku mau mandi dulu"
Ucap Baekhyun mengabaikan ucapan Luhan yang terlihat menghembuskan nafasnya dan berjalan kembali menuju kamarnya .
"Baek"
Panggil Luhan .
"jangan pernah bersikap seolah tak pernah terjadi sesuatu antara kita dan berhenti berakting seolah kita berteman baik"
Baekhyun beujar dengan wajah kesalnya .
Rubah licik itu benar-benar pandai memainkan peran, ia berlakon bak wanita baik di hadapan Sehun sedang ia wanita licik, Baekhyun tau itu .
Ciiihhh menjijikan .
Semua orang asik menghias setiap sudut rumah ini, bahkan sampai keluar rumah Baekhyun . pelataran, kolam renang tak luput untuk di hias .
Baekhyun juga sudah bergabung bersama teman-temannya untuk menghias setiap ruangan .
Baekhyun seperti lupa akan kesedihannya saat berkumpul dengan teman-temannya . Mereka seperti sumber kebahagiaan Baekhyun saat ini, mampu membuat Baekhyun merasa jauh lebih baik .
"apa kalian haus ? aku ambil minuman dulu ya"
Ucap Baekhyun lalu beranjak meninggalkan teman-temannya .
Baekhyun hendak masuki ruang dapur rumahnya, tak sengaja ia melihat ke akraban yang tercipta antara orangtuanya, Sehun dan Luhan, bahkan mereka bercanda satu sama lain terlihat sekali raut kebahagiaan mereka .
Tak sengaja Sehun melihat Baekhyun yang hanya terdiam disana, sontak Baekhyun membalikan tubuh mungilnya menjauh, mengurungkan niatnya untuk membawakan minuman untuk teman-temannya .
Baekhyun berlari menaiki tangga menuju kamarnya, ia merasa tak berguna di sini, merasa tak di anggap keberadaannya, tak hanya Sehun tapi kedua orangtuannya . Baekhyun benar-benar mengutuk rasa cintanya ini, rasanya bak sebuah racun yang perlahan-lahan membunuhnya . Hanya rasa sakit yang Baekhyun rasakan, ia tak tau jika mencintai akan sesakit ini rasanya .
klek
Pintu kamar Baekhyun terbuka .
Baekhyun terkejut dengan siapa yang datang saat ini . Sehun masuk ke dalam kamarnya lalu menutupnya kembali . untuk apa dia datang .
"apa yang kau lakukan disini, keluar !!"
Bentak Baekhyun saat Sehun mendekatinya .
"Bee, mengapa kau seperti ini, aku tak mengenali dirimu yang dulu . Mana adikku Baekhyun yang dulu"
Ucap Sehun lirih, ia benar-benar tak mengerti dengan perubahan pada diri Baekhyun sekarang . Dan ia sedih melihatnya . Ia merindukan Baekhyun adiknya dulu .
"aku bukan adikmu lagi !!"
Bentak Baekhyun sambil menangis .
"apa maksudmu !!"
Ucap Sehun kecewa dengan jawaban Baekhyun .
"anggap aku bukan adikmu lagi, karna AKU MENCINTAIMU OH SEHUN !!"
Tangis Baekhyun benar-benar pecah, ia sudah tak tahan menahan perasaan yang benar-benar membunuhnya perlahan-lahan ini . Tidak peduli jika nanti akibat fatal akan ia dapatkan . Ia tak peduli, ia hanya ingin meluapkannya dan berharap Sehun memahami dan membalas cintanya .
"APA MAKSUDMU BEE, KITA INI SAUDARA !!!"
Bentak Sehun, ia tak mengerti dengan jalan pikiran Baekhyun saat ini .
"aku tau !! aku tau !! aku tau Sehun-ah !! tapi aku juga tak mengerti dengan perasaanku ini"
Ucap Baekhyun terus menangis .
"Bee, apa kau sadar inilah yang di takuti Appa dan Umma, mengapa kau seperti ini Bee, aku ini kakakmu"
Ucap Sehun, ia juga mencintai Baekhyun tapi hanya sebatas adik tak lebih dari itu . Sekarang ia mengerti mengapa orangtuanya memisahkan mereka . Inilah yang mereka takutkan dan saat ini semua seolah terbukti .
"aku juga tak tau Sehun-ah tapi perasaanku mengatakan jika aku mencintaimu . Kau tau betapa cemburunya aku saat mendengar kau dan Luhan berkencan hatiku sangat sakit sekali Sehun-ah, di tambah lagi kau mencium Luhan, itu membuatku seperti mau mati Sehun-ah !!! aku rasa ingin mati Sehun-ah !!"
Ucap Baekhyun mengeluarkan isi hatinya yang selama ini selalu ia pendam . Ada perasaan lega saat mengatakannya .
Sehun tak menyangka jika Baekhyun melihatnya berciuman dengan Luhan .
"Chu~"
TBC
