To Naruto: -

Dobe, Aku butuh bertemu denganmu! Pukul 5 di tempat biasa.

Setelah mengirim pesan untuk Naruto. Sasuke memutuskan untuk bersiap beranjak dari ranjang king size miliknya.

'Jika bukan karena Hinata, aku tidak akan mau melakukan ini. Akan aku pastikan Hinatalah yang akan datang sendiri padaku.'

Bersiap. Sasuke melakukan ritual mandinya.

.

.

.

Setelah siap dengan segala persiapannya, Sasuke kembali mengirim pesan kali ini untuk Hinata.

To Nata:-

Aku ingin bertemu. Mungkin ini yang terakhir. Pukul 7 di Akamichi Cafe

Ini masih pukul satu, Sasuke mengambil langkah penting demi terwujudnya segala rencana yang telah disusun.

.

.

.

Menuju Uchiha Corp, Sasuke meminta sekretarisnya –Miina- untuk membooking VIP room di Akamichi Cafe untuk pukul setengah 5 hingga pukul 10 malam.

.

Pukul 2 siang Sasuke pergi menuju sebuah toko, tentu dengan penyamaran sebaik mungkin. Hell ! Tidak ada orang yang tidak mengenal Sasuke. Pesona Uchiha tentu tidak akan mau jauh-jauh darinya. Sasuke membeli segala kebutuhan sebagai seorang maniak s*x yang Kasar. Dari mulai Tali, borgol bahkan berbagai macam mainan dia beli demi menunjang rencananya kali ini.

"Totalnya delapan ratus ribu yen tuan." Ucap sang kasir setelah menghitung belanjaan Sasuke. Ini tempat khusus benda-benda 'aneh' itu dijual jadi sang kasir tidak merasa aneh ada seseorang membeli banyak benda tersebut, hanya saja penampilan Sasuke membuat sang kasir menaikkan alisnya.

Penyamaran Sasuke terlihat aneh, Sangat aneh malah, lihat saja itu.

Dia menggunakan topi, kacamata berframe tebal dengan warna kaca yang berwarna ungu jika dilihat oleh orang lain. Sasuke juga mengenakan celana serta baju yang gombrong. Entahlah dia dapat inspirasi dari mana menggunakan penyamaran yang seperti itu.

Setelah selesai berbelanja Sasuke bergegas menuju Akamichi cafe tentu membawa seluruh belanjaan miliknya.

Dalam perjalanan menuju Akamichi café, Sasuke melepas segala penyamarannya namun tetap membiarkan topi serta mengganti kacamata 'nerd'nya dengan kacamata hitam

.

.

.

Menunggu adalah sesuatu yang sangat menyebalkan bagi Sasuke, sudah sejak jam 4 dia ada di ruangan ini, menyiapkan segala macam kebutuhannya untuk menjebak Naruto. Sekarang sudah lewat 30 menit dari waktu yang dia minta agar Naruto datang, dengan kesal Sasuke mengeluarkan ponselnya dan bergegas menghubungi Naruto.

'tuuuuttt'

'tuuuuttt'

'tuuuuttt'

"Sial ! Jika sampai lima detik dia tidak menjawab akan ku pastikan dia akan segera aku—"

"Hei sas! Ada apa…?" suara Naruto dari sambungan ini terdengar memburu. Seperti seseorang yang baru saja marathon.

"Di mana kau!" ucap Sasuke mengabaikan kerutan di keningnya.

"ughh… Aku sedang di… ugghhh Hime berhenti sebentar…" kini suara Naruto terdengar seperti mendesah-

'Siapa memang? Aku tidak suka' dan terdengar suara wanita diujung telpon sana.

"KAU SUDAH MEMBUATKU MENUNGGU DOBE!" Kini Sasuke sudah pada batasnya, kesal tentu saja dan tambahan geram karena suara wanita diujung telpon sana terdengar seperti suara Hinata baginya.

"Astaga Sas…Ugh… Aku lupa mengabarimu bahwa aku tidak bisa datang karena sekarang aku sedang ada di kediaman Hyuuga untuk mengurus pertunangan ku dengan—"

Brak!

Sasuke melempar ponselnya begitu saja, memporak porandakan semua peralatan yang telah dia susun. Marah! Sasuke sangat marah saat tahu Naruto sedang berada di kediaman Hyuuga yang berarti sedang bersama Hinatanya.

Astaga… ingin sekali Sasuke mengubur Naruto hidup-hidup.

Bergegas, Sasuke segera meninggalkan ruangan ini, mengabaikan banyaknya bangku dan segala macam benda yang berserakan.

.

.

.

Senpai yang menyebalkan! Tapi…

WARNING : DLDR, OOC, Lebay, Gaje, Ceritanya ngawur.

.

Rate: M

Menjauhlah demi melindungi keselamatan Jantung anda.

.

.

.

.

.

Apartemen SASUKE

Bodoh.

Bodoh.

Bodoh.

Bodoh.

Bodoh.

Bodoh.

Kata yang selalu Sasuke ucapkan sejak dirinya bangun tadi. Sasuke sudah berkali-kali berguling dan memukul kepalanya karena segala rencana yang dia buat agar Naruto gagal tunangan tidak ada yang berhasil, bahkan media semakin gencar memberitakan acara pertunangan yang akan berlangsung di Konoha Resort.

Uzumaki dan Hyuuga akan segera dipersatukan dalam ikatan pertunangan.

Itu kalimat yang selalu terngiang dalam pikiran Sasuke, acara ini akan berlangsung tiga hari lagi, tepat saat ulang tahun Hyuuga Hiashi.

Menyerah…

Rasanya hanya pilihan itu yang akan Sasuke ambil. Salahkan perasaannya yang semakin terasa hampa saat tahu dia sangat membutuhkan Hinata. Sasuke bahkan mengabaikan fakta bahwa sampai saat ini dirinya masih belum 'bangun'.

.

.

.

Sementara di tempat lain. Neji sedang kebingungan bersama Naruto dan Hyuuga lainnya karena tidak ada pergerakan apapun dari Sasuke. Sungguh hal ini jauh diluar perkiraan mereka, bahkan sebelum rencana ini berjalan Hiashi dengan yakin berkata bahwa Sasuke akan berusaha merebut Hinata meski kenyataannya yang akan bertunangan adalah Naruto dan Hanabi.

"Bagaimana ini? Undangan sudah disebar sedangkan Sasuke meyerah?" Tanya Neji pada orang-orang yang ada di sekitarnya.

"Aku tidak tahu, bahkan aku sudah mencoba memanipulasi mimpi Sasuke." Ucap Hanabi dan dibalas oleh delikan Naruto. Well, yang Naruto tahu 'memanipulasi mimpi' ala Hanabi adalah mimpi yang iya iya dan setau Naruto juga, Hanabi adalah tokoh utama dalam mimpi itu –Karena itu yang selalu Naruto alami jika hanabi sedang memanipulasi mimpinya-.

"Sejak kapan? Kenapa kau tidak memberitahuku kalau kau memanipulasi mimpi Sasuke?" Ucap Naruto sambil memeluk Hanabi dari samping, mengabaikan Hyuuga lain yang menatap matanya tajam 'toh sebentar lagi aku akan bertunangan' batin Naruto yang dapat dengan jelas didengar Hiashi.

"engghh…" Kini Hanabi malah meleguh karena Naruto semakin berani, bahkan lidah Naruto sudah semenjak tadi menari-nari ditelinganya.

"Berhentilah berbuat mesum dengan putriku, Bocah! Atau kau akan ku buat lemas selamanya!" Ucap Hiashi mengancam Naruto yang kini hanya menyengir cuek.

"Lalu bagaimana kelanjutan acara ini?" Tanya Neji mengabaikan kemarahan pamannya.

"Biarkan saja tetap berlangsung, toh tinggal 3 hari lagi… lagi pula, pengumuman ini sudah menyebar sejak sebulan yang lalu." Ucap Harashi –salah satu tetua Hyuuga-.

"Yosh! Mari berjuang demi kelangsungan klan!" seru Naruto dengan semangat, dan hanya dibalas yang lain dengan memutar bolamata.

.

.

.

Aula Uchiha Corp –sehari sebelum pertunangan Naruto-

.

Seluruh karyawan Uchiha Corp saling berbisik. Saat ini mereka sedang berkumpul di aula Perusahaan, memandang kearah mimbar. Di depan sana, Sasuke sudah berdiri dengan wajah angkuhnya meski dapat dilihat jelas dirinya terlihat sangat kacau.

Sasuke mengenakan kemeja berwarna Hitam begitu pula celananya, tanpa setelan jas ataupun dasi dengan wajah angkuh, rambut berantakan dan lingkar hitam di sekitar matanya sungguh sangat jauh dari kata rapih dan terkesan 'tidak Uchiha sekali', tapi justru hal ini yang membuat hampir seluruh karyawan di sana memekik senang melihat penampilan Sasuke yang terlihat semakin tampan.

"Ehem! Perhatiannya!" Saat ini MC membuka pembicaraan membuat seluruh karyawan yang ada di sana terdiam.

"Seperti yang kita tahu, akan ada acara pertunangan antara Uzumaki dan Hyuuga, oleh sebab itu kalian kami minta berkumpul adalah untuk menentukan dresscode apa yang akan kita gunakan sebagai identitas bahwa kita berasal dari Uchiha Corp." Keseluruhan dari karyawan masih berbisik-bisik, Tentu mereka semua tahu acara pertunangan dua keluarga besar tersebut karena dari pihak laki-laki adalah sahabat bos mereka sendiri.

"Setelah perbincangaan yang panjang akhirnya pihak perusahaan memutuskan untuk menyediakan dresscode yang akan kalian kenakan." Aula semakin riuh.

"Kita semua akan berangkat dari kantor, karena acaranya pukul 4 sore jadi karyawan hanya akan bekerja hingga pukul 12 siang, setengah harinya kalian dibebaskan untuk mempersiapkan diri." Seluruh karyawan semakin bersorak, sangat jarang mereka mendapat kebebasan seperti itu meski hanya satu jam saja.

"Tidak ada yang perlu mengenakan pakaian pesta atau membawanya dari rumah karena semua akan disiapkan perusahaan besok! Saya rasa cukup sekian." Pembicaraan singkat ini ditutup dengan riuh tepuk tangan dan –masih- dengan tatapan kagum kearah Sasuke.

"Sasuke –sama orangnya baik ya! Bahkan dia sangat perhatian pada sahabatnya sehingga meminta kita semua hadir." Ucapan ini keluar dari seorang karyawati berambut pirang, wajahnya masih bersemu dan pancaran kekaguman masih jelas terlihat di sana.

"Iya, bahkan beliau rela mengeluarkan biaya lebih untuk menyiapkan pakaian pesta kita." Ucap karyawan lainnya masih dengan nada kagum.

Sasuke yang kebetulan lewat di antara karyawannya hanya berwajah datar.

'Aku akan menyerah dobe…aku akan tetap membiarkanmu bertunagan dengan Hinata' ucap Sasuke dalam hati sambil berlalu meninggalkan gedung Uchiha Corp.

.

.

.

Hari ini datang…

Hari dimana dua keluarga besar akan dipersatukan dalam satu ikatan bernama pertunangan.

Hari yang menyedihkan bagi seorang anggota dari keluarga lainnya.

Lingkar hitam di mata sasuke semaki terlihat pekat, Jika diingat sudah 3 hari ini dia tidak bisa tidur. Sasuke lelah juga takut, dia takut mimpi tentang perginya Hinata akan kembali berputar.

Ini pukul 10 pagi, saat ini Sasuke sedang bersandar di bangku miliknya. Wajahnya terlihat begitu pucat. Kurang tidur, mimpi buruk dan bayangan-bayangan saat Hinata ada di Apartemen miliknya membuat Sasuke terlihat lemah saat ini.

'Ketika aku begitu mencintai seorang wanita… kenapa harus sahabatku sendiri yang merebutnya… Seharusnya aku meng'iyakan ucapan Hinata agar mencium Naruto di depan umum.'

Wajah penyesalan itu tergantikan dengan wajah angkuh saat tahu bahwa salah seorang bawahannya datang keruangan ini.

"Ada apa?"

"Baju pesanan perusahaan sudah datang Sasuke –sama, kami sudah melakukan pengecekkan dan semuanya sesuai dengan keinginan Sasuke-sama." Karyawan itu adalah Era, karyawan yang ditugaskan Sasuke untuk memesankan dresscode bagi karyawan lainnya.

"Hn" Hanya itu jawaban yang Sasuke berikan, meski begitu Era sudah tahu dengan pasti apa yang akan selanjutnya dia lakukan.

"Saya undur diri Sasuke-sama, Permisi…" Setelah Era meninggalkan Ruangan ini, Tidak lama kemuadian terdengar suara dari Speaker kantor.

"Seluruh karywan diminta berkumpul untuk mengambil dresscode masing-masing. Untuk Pria diminta menuju divisi Keuangan, sedangkan yang Wanita menuju divisi Supporting" setelahnya Kegaduhan mulai tercipta saat setiap karyawan diminta bergegas untuk berdandan.

Bus dari kantor pun sudah disapkan oleh Perusahaan.

.

Tepat pukul 3 sore, seluruh karyawan sudah selesai dengan dandanan mereka. Pria dengan stelan jas dan yang wanita dengan shortdress atau longdress. Mereka benar-benar terlihat seragam.

Total keseluruhan karyawan Uchiha Corp yang ikut berjumlah sekitar 1000 orang dihitung dari officeboy hingga GM . Mereka semua adalah karyawan kantor pusat, semua ikut kecuali beberapa orang di bagian keamanan.

"Bagi seluruh karyawan diminta melakukan fingerscanning sebelum menaiki bus, Karyawan yang Absent akan dikenakan sanksi pemotongan Gaji selama 1 bulan penuh."

Suara ituu terdengar dari Speaker yang berada di depan gedung Uchiha corp.

.

.

.

.

.

Konoha Resort

Saat ini Hinata tengah berada di ruang makeup, menjadi cermin untuk adiknya sendiri –Hanabi-. Hanabi dan Hinata mengenakan busana yang sama, Gaun dengan warna lavender dan sedikit sentuhan silver membuat keduanya terlihat sangat cantik, Perubahan –sementara- warna rambut Hanabi juga membuat keduanya terlihat semakin identik.

"Apa kau sudah siap Nata? Tanya Hanabi pada Hinata yang saat ini terlihat gugup. Ini adalah acara pertunangan terbesar yang pernah diselenggarakan Hyuuga maupun Uzumaki.

Hinata menggangguk, meski Hanabi tau dengan pasti apa yang saat ini kembarannya rasakan. Hanabi hanya mampu tersenyum karena dia tau, dengan senyuman itu Hinata akan merasa lebih tenang.

Perasaan mereka sama, Takut acara ini gagal karena Sasuke memilih menyerah. Semua terlihat jelas belakangan ini. Setelah perbincangan antara Hyuuga dan Naruto, Hanabi tahu bahwa Sekarang adalah tanggal yang cocok jika ingin mengembalikan orientasi para keturunan klan ternama ini.

"Kita hanya perlu membuat Sasuke datang saja kan?" Tanya Hanabi berbasabasi, meski dia sudah tahu apa yang harus dan tak harus dia lakukan.

"Hm… Aku khawatir Sasuke tidak akan datang. Dia sudah bilang padaku bahwa dia akan menerima kelemahannya sebagai lelaki." Hinata menunduk dengan mata yang mulai berkaca-kaca.

Hanabi hanya mampu menepuk pundak kembarannya sebagai tanda agar Hinata bersemangat, kemudian Hanabi pamit karena 5 menit lagi acara akan dimulai.

.

.

'drrttt-Baca pesanku'

Getar Handphone dan suara dari dering sms di atas meja rias membuayarkan lamunan Hinata. Itu Handphone Hinata dan Hinata tahu dengan pasti siapa yang mengirimkan pesan, karena dering sms itu adalah suara rekaman sang pengirim.

Sasuke… Pesan itu dari Sasuke. Sudah lama Hinata tidak menerima pesan dari Sasuke, terakhir dia menerima saat Sasuke memintanya datang ke Akamichi kafe. Hinata merindukan sosok Sasuke, bahkan dia sangat rindu saat bisa membaca pikiran mesum senpainya tersebut.

Hinata merasa menyesal belum bisa sepenuhnya membantu Sasuke, dia ingat dengan pasti bahwa Mereka terikat dalam sebuah janji yang telah Hinata tandatangani.

Akhirnya Hinata memutuskan untuk membuka pesan dari Sasuke.

From : Senpai mesum

Astaga! Bahkan nama di kontak Handphonenya belum dia ganti, nama yang sengaja Hinata pakai agar selalu mengingatkannya bagaimana cara mereka bertemu. 'Hal konyol yang membuatnya terpaksa menadatangani kontrak mengenai kesembuhan Sasuke' Sesuatu yang ia sesali saat tahu dampak apa yang terjadi dalam kehidupannya.

From : Senpai mesum

Ini adalah terakhir kalinya aku mengirimkanmu pesan. Mungkin ini juga menjadi awal mula muculnya Uchiha Sasuke sebagai seorang lelaki yang menyimpang. Aku harap kau tidak akan kaget saat tahu siapa laki-laki yang membuatku terpaksa merelakan kewarasanku sebagai lelaki straight. Meski kau tidak membalasnya, aku yakin kau sudah membaca pesan ini. Terima kasih atas perjuanganmu untuk membuatku 'bagun' Nata Hime.

Hinata kembali terpaku. Ini adalah pesan terpanjang yang pernah Sasuke kirimkan untuknya . Pesan tersebut seolah mengatakan bahwa Sasuke akan pergi jauh.

.

.

.

.

Pesta di Konoha Resort sudah dimulai sejak 40 menit yang lalu, tamu undangan yang diperkirakan berjumlah 6000 orang lebih membuat pihak resort menyediakan tempat parkir jauh dari lingkungan acara.

"Belum ada tanda-tanda dari karyawan Uchiha corp" Ucap salah seorang pihak penyelenggara melalui intercom yang tersambung di earphone keluarga Hyuuga beserta Naruto.

"Neji, Karyawan Uchiha corp belum datang, Apakah Sasuke melarang mereka untuk menghadiri acara ini?" Tanya Hiashi pada Neji yang saat ini terlihat tengah berkonsentrasi.

"Hm, Aku rasa Sasuke memang melarang mereka paman." Ucap Neji dengan nada yang dibuat setenang mungkin.

Banyak media yang meliput dan menunggu acara ini dimulai, tapi Hiashi masih meminta waktu agar Pertunangan Naruto ditunda, sehingga dengan sangat terdesak pihak penyelenggara mempersiapkan kue ulang tahun untuk Hiashi seolah ini adalah kejutan.

Hinata ada di sana, membawa kue berbentuk bulat dengan hiasan berbentuk katana seperti milik leluhurnya.

It's plan B!

Yeps, Plan B yang juga sudah direncanakan matang oleh seluruh pihak yang terlibat. Membuat keseluruhan orang di sana tidak sadar bahwa pesta kejutan untuk Hiashi adalah rencana yang sengaja dibuat sendiri oleh Hiashi. Rencana untuk menunda waktu setidaknya satu hingga satu setengah jam kedepan sebagai kepastian bahwa karyawan dari Uchiha corp akan datang.

.

Bruummm…

Gerbang Konoha Resort kini dipenuhi deretan Bus berlogo kipas dengan warna merah dan putih. Tanpa banyak bertanya, pihak kemanan segera membukakan gerbang untuk sekitar 20 bus dengan logo yang sama.

Lapangan parkir yang seolah terlihat penuh membuat bus mau tidak mau berhenti tepat di depan gedung resort guna menurunkan para penumpang.

Dan… betapa terkejutnya pihak media beserta pihak yang tengah menyelenggarakan acara saat tahu ada hampir 1000 karyawan datang dengan pakaian Serba Hitam pakaian yang menjadi tradisi adanya kabar duka cita.

Bruk bruk bruk

Dengan tergesa Neji berjalan menuju pintu masuk diikuti Hiashi, Naruto dan juga Hinata –Hanabi saat ini terpaksa bersembunyi di ruang ganti-

"Ada apa ini?" Tanya Neji dengan nada geram, Neji tahu dengan pasti bahwa orang-orang yang mengenakan pakaian serba Hitam ini adalah karyawan dari pihak Uchiha corp.

"Maaf jika kedatangan kami yang terlambat ini mengganggu acara pertunagan Uzumaki sama dan Hyuuga sama." Ucap salah seorang yang Neji ketahui sebagai GM di Uchiha Corp.

"Aku tidak peduli kalian terlambat atau tidak, yang aku ingin tahu mengapa kalian mengenakan pakaian dengan warna hitam?" kini Hiashi yang mengambil suara, tidak lama setelah keributan ini terjadi Minato beserta Kushina ikut bergabung di depan pintu masuk.

"Kalian mencoreng acara ini dengan warna pakaian kalian." Ucap Minato saat tidak ada seorang pun dari karyawan Uchiha corp yang berbicara.

"Maafkan kami tuan, kami tidak bermaksud membuat malu pemilik pesta ini, kami kesini karena ini adalah permintaan ter- hiks akhir hiks dari hiks hiks hiks"

Bukannya melanjutkan bicaranya, karyawati yang baru saja ingin menjelaskan justru menangis. Beberapa temannya mencoba menenangkan, dengan menepuk pundak sang teman dan ada beberapa karyawati yang ikut menangis.

Perlu kalian tahu acara Pertunangan ini direkam jelas oleh sebuah stasiun televisi terkenal di Konoha.

Dan datangnya karyawan Uchiha corp menjadi kegaduhan tersendiri. Tangisan semakin terdengar meski tidak ada yang menangis sambil menjerit, tidak ada yang sanggup menenangkan. Semua bingung, dan seluruh pihak penyelenggara disibukkan oleh keadaan ini.

Keistimewaan milik keluarga Hyuuga juga berantakan di sini, banyak laki-laki yang berpikiran mesum karena melihat beberapa wanita seksi sehingga konsentrasi mereka yang semula hanya menargetkan seorang Sasuke Uchiha kini berhamburan. Bagaikan mendengar dengungan ribuan lebah, itu yang saat ini Hiashi dan beberapa Hyuuga special rasakan.

"Jelaskan ada apa?!" ucap Naruto dengan nada tinggi. Terbiasa berada di dekat Sasuke sebagai sahabat dan juga kolega membuat seluruh karyawan Uchiha Corp mematuhi ucapan Naruto.

Hening.

"Maaf telah membuat kegaduhan di acara pertunangan Naruto sama, maaf juga karena kami mengenakan pakaian dengan warna Hitam seperti saat ini. Kami baru saja menghadiri acara pemakaman, Sasuke sama Meninggal—"

"APA?!" Kini seluruh pihak yang ada dalam acara ini berteriak serempak tanpa peduli bahwa ucapan Bee –laki-laki yang berbicara dengan Naruto- belum sepenuhnya selesai.

Naruto terlihat Frustasi, begitupula Hinata dia yang paling terlihat terpukul.

"SASUKE MENINGGAL ?! TIDAK MUNGKIN SASUKE MENINGGAL!" Naruto Frustasi hingga tidak menyadari bahwa ada sosok lain yang tengah menghampiri dirinya.

"Ya dobe, Sasuke meninggal. Tapi bukan meninggal dalam arti sebenarnya… Sasuke Meninggalkan reputasinya demi masa depannya sendiri meski harus malu" Sosok itu berbicara tepat di samping Naruto, dan tepat saat Naruto menoleh sebuah keciuman di bibir mendarat dengan pasti tanpa keragu-raguan.

Semua terbengong

UCHIHA SASUKE DAN UZUMAKI NARUTO BERCIUMAN DI HADAPAN RIBUAN KARYAWAN DARI RELASI HYUUGA CORP PADA PERTUNANGAN ANTARA UZUMAKI DAN HYUUGA.

Dan seluruh karyawan Uchiha corp hanya mampu mengira-ngira alas an mengapa Sasuke mewajibkan karyawan menggunakan dresscode berwarna hitam.

Perkiraan mereka adalah bahwa Sasuke sama cemburu karena orang yang dia cintai a.k.a Naruto akan bertunangan dengan putri dari keluarga Hyuuga.

Dan Hinata sebagai pihak yang menurut mereka 'dilukai' hanya mampu menatap kosong hingga tak sadarkan diri.

.

.

'Ahh… ternyata masalah cinta sesama jenis ya' batin seorang Officeboy yang telah belasan tahun bekerja di Uchiha corp.

.

.

.

.

.

.

TBC

.

.

.

Well Guys… ini masihh akan berlanjut. Maaf jika feelnya belum juga didapat meski FF ini akan segera berakhir. Rambu gak mau banyak cincong.

Trims buat kammu yang mau Follow, Favorit, bahkan bela-belain review dan menjadi silent reader.

Fict gaje ini akan segera berakhir diikuti fict rambu yang satu lagi. Hah! Menjadi Author itu tidak mudah ternyata end well ini bukan FICT YAOI or BOY LOVE

Bagian ciuman di atas hanya sebagai pemanis #eaa …

Hah! Syudahlah btw, Rambu gak cek lagi update an yang ini…

Psstt! Kalo ada TYPO (S) bilang aja ya

byebye guys…

Don't Forget to

.

Follow

.

.

Favorit

.

.

Review

.

.

Flame

.

.

Or Just to be Silent Reader

.