Tittle : I'M NOT A LIAR

Cast : KyuWook, ZhouKyu, ZhouWook, MinWook

Rated : T

Genre : Romance, Drama, Sad

.

.

Chapter 7

.

.

NORMAL POV

Kini terlihat dua orang namja manis sedang tertidur lelap karena kelelahan sehabis bermain kejar-kejaran. Tetapi salah satu dari mereka sepertinya belum tertidur lelap karena ia masih terlihat sedikit membuka matanya sambil melirik ke namja di sebelahnya.

"Terima kasih Min, karena kau selalu ada untukku apa pun yang terjadi." Kata Wookie namja manis yang masih terbangun itu kepada Sungmin yang sudah terlelap disebelahnya.

KEESOKAN HARINYA

"Wuuaaahhhh…. Mianhe Wookie chaggy. Aku ketiduran di rumahmu. Hehehe… abis kemarin aku capek banget jadinya malas pulang deh." Kata Sungmin sambir cengar-cengir.

"Tak apa Minnie chaggy, lagipula aku akan sangat senang kalau chaggy ku ini mau sering-sering menginap dirumahku." Kata Wookie manis membuat Sungmin tak tahan untuk mencubit pipinya.

"Wookie….. nae aegya. Kau tidak sekolah sayang? Turun dan makan sekarang. Umma dan appa sangat merindukanmu." Sebuah panggilan dari sang umma menyelamatkan Wookie dari cubitan Sungmin yang kini berstatus sebagai namja chingunya.

"Umma mu sudah pulang dari Jepang Wook?" tanya Sungmin.

"Aku juga baru tahu. Ya sudah, umma menyuruh makan. Kajja kita turun." Ajak Wookie.

Wookie dan Sungmin pun turun dan pergi ke ruang makan menemui umma dan appa nya.

"Sejak kapan umma dan appa pulang kesini?"

"Baru kemarin malam kami sampai disini. Kami lihat rumah sangat sepi berarti kamu sudah tidur. Kami tidak ingin mengganggu tidurmu." Jawab sang appa.

"Kami merindukanmu chaggya, maafkan kami tak selalu bisa menemani hari-harimu." Kata umma Wookie sambil memeluk Wookie erat.

"Tak apa umma, lagipula ada Minie yang selalu menemaniku. Ya kan Min?"

"Ne." jawab Sungmin seadanya.

"Eh, ternyata ada Minnie disini. Kau harus sering-sering menginap disini Sungminnie. Ahjuma akan sangat senang kalau kau bisa selalu menemani Wookie." Kata umma Wookie ke Sungmin.

"Tentu saja Minnie akan selalu menemaniku umma. Sekarang kami berdua berpacaran, dan Minnie akan sering menginap disini. Benar kan Min?" kata Wookie membuat Sungmin tergugup-gugup.

"N-ne ahjuma, ahjushi. Aku akan sering menginap disini menemani Wookie."

"Kau boleh saja sering menginap disini dan tidur dengan Wookie, tapi jangan melakukan hal yang macam-macam, mengingat sekarang kalian sepasang kekasih." Kata sang appa memperingatkan.

"Ne ahjushi."

Suasana makan pun menjadi sangat ramai karena umma Wookie yang selalu bertanya tentang hubungan Sungmin dan Ryeowook.

"Sejak kapan kalian berpacaran?"

"Baru kemarin umma." Jawab Wookie.

"Siapa yang menyatakan cinta duluan?"

"Dia." Jawab Sungmin dan Wookie bersama-sama.

"Ya sudah, baiklah. Aku senang akhirnya kalian berpacaran juga, aku sudah menduga kalau dari dulu kalian itu cocok sekali."

"Diamlah chaggy, kita ini sedang makan. Lagipula Wookie dan Sungmin bisa telat ke sekolah nanti."

Kini Sungmin dan Wookie sudah berada di dalam mobil Sungmin , mereka sedang dalam perjalanan menuju sekolah mereka.

"Min, jangan lupa kita ini sekarang berpacaran. Jadi jangan bersikap seperti dulu lagi."

"Tenang saja Wook, lagipula dari dulupun mereka sudah mengira kalau kita berpacaran kok."

"Benarkah? waah kita memang pasangan serasi." Riang Wookie.

"Idih, ogah ah jadi pasangan serasi nenek sihir." Goda Sungmin.

"Yah! Apa katamu Lee Sungmin? Lagian semua orang tuh berharap banget jadi pasangan serasi aku."

"Dasar pede."

Akhirnya mereka sampai di sekolah. Berbeda dari biasanya, kini Wookie turun dari mobil dengan dibukakan pintu olah Sungmin. Dalam perjalanan mereka menuju ke kelas, terkadang Sungmin maupun Wookie saling mencuri ciuman di pipi.

"Waaahhh,,,, lihat itu eoni! Mereka semakin hari semakin mesra saja." Celetuk Sunny.

"Diam kau! Aku benci Sungmin. Aku akan merebut Wookie kembali. Liat aja ntar." Geram Taeyoon.

"Aku punya ide." Kata Jessica.

.

.

Sepulang Sekolah

"Wook, aku kekamar mandi dulu ya bentar. Kebelet nih."

"Cepet ya Min, aku tunggu di parkiran."

.

Di toilet, tiba-tiba ada segerombolan namja berbadan besar berseragam sama dengannya memojokkan Sungmin.

"Siapa kalian? Apa mau kalian hah? Aku tak punya waktu untuk meladeni kalian, namja chinguku sedang menungguku." Kata Sungmin tanpa rasa takut sama sekali.

"Kami adalah orang yang akan membuatmu menyesal karena telah mendekati Ryeowook kami. Jauhi Kim Ryeowook atau nyawamu akan melayang sia-sia." Kata salah satu dari namja besar tadi. Dibanding dengan Sungmin, namja-namja itu benar-benar jauh lebih besar dan kuat.

"Aku tak takut dengan kalian." Sungmin pun mengambil kuda-kuda, tidak sia-sia kalau selama ini ia belajar martial art.

"Kau akan menyesal dengan kata-katamu barusan. Jangan salahkan kami kalau wajah cantikmu itu akan kami hancurkan."

Sekelompok namja tadi langsung mengeroyok dan menyerang Sungmin tanpa ampun. Pada awalnya Sungmin masih bisa menangkis dan melawan, tetapi lama-kelamaan karena kalah jumlah akhirnya Sungmin pun dengan pasrah menerima pukulan bertubi-tubi hingga ia mengeluarkan banyak darah.

"Sudah cukup segini dulu saja. Mulai sekarang jauhi Wookie atau kami bisa melakukan lebih dari ini."

.

Disisi lain Wookie sudah tidak sabar menunggu Sungmin akhirnya memutuskan untuk menyusul Sungmin ke kamar mandi. Betapa kagetnya Wookie saat mngetahui Sungmin tergeletak tak berdaya dengan muka lebam-lebam karena pukulan.

"Astaga! Minnie kau kenapa? Siapa yang melakukannya?" tanya Wookie yang hanya dib alas dengan ringisan kesakitan dari Sungmin.

"Kita kerumah sakit sekarang." Kata Wookie sambil memapah Sungmin menuju mobil.

"Aku tak mau ke rumah sakit. Aku mohon jangan bawa aku kerumah sakit."

"Baiklah, kita tak akan kerumah sakit. Tapi, aku akan mengobati lukamu di rumah."

Sesampainya dirumah Wookie, Wookie turun dan memapah Sungmin masuk ke dalam rumah. Mereka disambut dengan teriakan kaget dari umma Wookie.

"Astaga Wook! Apa yang terjadi dengan Sungmin?" tanya ummanya sambil membantu Wookie memapah Sungmin menuju ke kamarnya.

"Kamu temani Sungmin disini dulu, umma akan mengambilkan obat untuk mengobati Sungmin." Wookie pun menjawab dengan menganggukkan kepalanya.

"Chaggy katakan siapa yang melakukan ini padamu." Kata Wookie sambil membelai sayang kepala Sungmin.

"Tenang saja chaggy, aku tidak apa-apa kok, hanya nyeri sedikit. Aku juga tak tahu siapa mereka, mereka hanya sekelompok orang yang tak menyukaiku." Jawab Sungmin lemah.

"Parah begini kau bilang baik-baik saja. Lihat saja, kalau aku ketemu orang-orang itu, aku akan menghabisi mereka semua."

"Hahaha….. kau ini ada-ada saja nae aegya. Sungmin yang jago martial art saja bisa k.o. Apalagi kau yang kurus dan lemah gemulai ini." Kata umma sambil membawakan obat untuk Sungmin.

"Jangan meledekku umma." Kesal Wookie.

Wookie dan ummanya mengobati luka Sungmin sampai selesai.

"Umma akan mengembalikan ini dulu sebentar, kau mau umma ambilkan minum apa calon menantuku?" tawar umma Wookie ke Sungmin.

"Terserah ahjuma saja." Jawab Sungmin sekenanya.

Kini Wookie dan Sungmin berdua saja, tetapi tiba-tiba saja Wookie malah menangis dan Sungmin pun dibuat bingung olehnya.

"Yah, Kim Ryeowook! Kenapa kau menangis eoh?"

"Huweeee….. aku ini sahabat yang buruk. Kau selalu saja melindungiku, tapi aku tak pernah bisa melindungimu. Maafkan aku Min." kata Wookie di sela tangisannya.

"Ssssttt…. Sudahlah jangan menangis, nanti aku bisa dikira umma mu ngejahatin kamu. Lagi pula siapa yang bilang kau ini sahabatku? Kau bukan sahabatku Kim Ryeowook." Kata Sungmin membuat tangisan Wookie malah tambah kencang.

"Bahkan kau sudah tak menganggap aku sahabatmu lagi. Maafkan aku huweeee…"

"Ssssttt…. Jangan berteriak, nanti umma mu dengar. Kau bukan sahabatku lagi karena sekarang kau adalah namja chinguku. Saranghae Kim Ryeowook." Kata Sungmin tiba-tiba menempelkan bibirnya ke bibir Ryewook. Ryeowook yang mendapatkan ciuman tiba-tiba hanya bisa pasrah menerimanya dan mengalungkan tangannya di leher sungmin untuk memperdalam ciuman mereka. Mereka pun akhirnya berciuman dengan penuh rasa cinta.

"Minuman dat…tang." Seketika Sungmin dan Ryeowook melepas ciuman mereka dengan kaget saat mengetahui ummanya memergoki mereka tengah berciuman.

"Wuaaahh…. Maafkan umma karena mengganggu kalain, umma tak tau kalau kalian sedang berciuman. Eh Wookie, ada orang yang mencarimu. Ia sedang menunggumu di ruang tamu, temuilah ia, ia bilang ada urusan denganmu." Kata umma Wookie.

"Eh, siapa umma?"

"Umma tidak tahu, umma lupa menanyakan namanya. Tapi sepertinya ia sahabatmu saat kau masih kecil dulu. Siapa ya namanya? Umma lupa, ia tampan sekali." Wookie pun melirik sebentar kearah Sungmin mengisyaratkan kalau ia bertanya 'kau tau siapa?' dan dijawab Sungmin dengan mengangkat bahunya.

"Baiklah, aku akan kebawah untuk menemuinya. Umma titip Sungmin sebentar ya."

Wookie pun turun untuk menemui tamunya. Betapa kagetnya ia setelah mengetahui siapa orang yang mencarinya.

"Lama tak bertemu Honey."

.

.

TBC

Chapter ini full dengan MinWook, jadi buat yang request MinWook jangan lupa baca dan Review lagi ya. Dan buat yang pinginnya KyuWook dan KyuMi tenang aja, chapter depan bakal muncul lagi kok. Dan meskipun sekarang ini banyak MinWook, tapi belum tentu juga ntar endingnya MinWook. Jadi review lagi ya. Komentar dari kalian sangat aku harapkan.

RNR PLISSSS…..