'Little Sweet Heart'

KyuMin fanfiction

Length : Chaptered

Rate : T

Genre : Romance & Drama

Disclaimer : KyuMin milik para Joyers-deul :D

Warning : Typo(s), Yaoi, Boys love, Pedo!Kyu, Kid!Min


.

DON'T LIKE! DON'T READ!

NO BASH! NO FLAME!

.

Chapter 7

.


"Minnie?"

Sungmin mengerjab. raut wajahnya jelas menunjukan kekagetan luar biasa. "H-hyung?" tanya nya tergagap. kedua lengan mungilnya ia angkat. meminta pelukan hangat dari sosok jangkung yang sangat ia rindukan itu. "Siwon hyung!"

Siwon, sosok itu tersenyum bahagia lalu mengulurkan lengan nya dan membawa tubuh mungil Sungmin ke dalam dekapannya. "Minnie-ah~" ujarnya lirih. "Bogoshipo," lengan kekar nya ia angkat untuk mengusap lembut punggung sempit Sungmin.

"H-hyung!" panggil Sungmin lirih sambil melingkarkan lengan putih mulusnya di leher Siwon.

Siwon mengulas senyum lembutnya lalu melirik Kibum yang sendari tadi terabaikan di sampingya itu.

Kibum balas menatap Siwon sembari tersenyum mengerti lalu mengangguk. "Gwaenchana."

Siwon mendekatkan tubuhnya ke Kibum dan mencium kilas kening namja manis itu.

"Cha~ masuk kedalam." ujar Siwon sambil melangkahkan kaki nya masuk ke dalam apartemen Kyuhyun masih dengan Sungmin dalam dekapan nya.

"Siapa yang datang, Ming?" tanya Kyuhyun tanpa melirik Sungmin. ia masih sibuk mengeringkan rambut basahnya dengan selembar handuk putih. bathrobe merah yang melekat di tubuhnya membuktikan bahwa namja penyuka game itu baru saja menyelsaikan mandi sorenya.

Kyuhyun mengangkat wajahnya saat tak dengar jawaban apapun dari Sungmin. kedua mata nya menyipit. berusaha mengenali dua namja asing yang tiba-tiba masuk ke dalam apartemennya itu. kedua alisnya terangkat saat melihat Sungmin tampak nyaman dalam dekapan kokoh salah satu namja asing itu. "Nugu?"

Kibum tersenyum canggung. "Choi Kibum imnida." ujarnya memperkenalkan diri.

Kyuhyun mengangguk lalu menatap penuh intimidasi pada namja lain yang sedang menggendong Sungmin.

Siwon mengerjab. ia lupa kalau mungkin Kyuhyun melupakannya karena sudah lama mereka tak bertemu. "Choi Siwon. hyung Sungmin."

"Ahh!" gumam Kyuhyun mengerti. meskipun dalam hati ia bersungut, kenapa hyung bocah manja itu ada di sini.

Suasana mendadak senyap dan canggung. Sungmin masih dalam dekapan Siwon. sedangkan Kyuhyun yang bingung akan melakukan apa hanya terus menatap Siwon dengan tatapan tak suka, terlebih saat ia melihat Sungmin yang masih apik dan nyaman dalam dekapan namja kekar itu.

"Minnie?"

Sungmin mengangkat wajahnya dari leher Siwon saat tak sengaja ia mendengar suara ibu kandungnya. "Eomma?"

Leeteuk tersenyum, ia berjalan menghampir Sungmin yang masih dalam dekapan Siwon. ia mengangkat lengannya. mengambil alih tubuh mungil Sungmin kedalam dekapan kokoh dan amannya. "Minnie-ah."

"Eomma." gumam Sungmin. "Eomma kenapa tidak pernah mengunjungi Minnie?" tanya nya sebal sambil mengerucutkan bibirnya.

Leeteuk kembali mengulas senyum lembutnya. ia mengusap surai hitam anaknya lembut. "Mianhae Minnie," serunya lirih.

Sungmin mengangguk. ia tidak akan pernah bisa marah dengan sosok yang tengah menggendongnya itu. "Minnie sangat merindukan eomma."

Leeteuk mengangguk. "Nado."

"Ahh! sudah! sekarang ayo kita makan saja!" seru Heechul yang tiba-tiba datang. kedua tangannya menjijing plastik besar berisi makanan. "Kyu, kau dan Minnie sudah makan?"

Kyuhyun menggeleng malas. "Belum eomma."

"Cha~ kita makan!" ajak Heechul lalu mengambil langkah menuju dapur.


.

.


Semua makanan yang di bawa oleh Heechul sudah tertata rapi di atas meja makan yang cukup besar. Sungmin masih terduduk nyaman dalam pangkuan Leeteuk. Siwon duduk berdampingan dengan Kibum dan Kyuhyun serta Heechul yang duduk berdampingan di depan Kibum dan Siwon. mereka memulai acara makan malam itu dengan cukup canggung.

"Eomma~ Minnie tidak mau itu!" ujar Sungmin memecah keheningan sambil menunjuk sumpit yang sedang di pegang oleh Leeteuk.

"Sayang~ sayur baik untuk kedesehatanmu." jawab Leeteuk memberi pengertian.

Sungmin menggeleng keukuh. "Eomma~" rengek nya enggan.

Leeteuk menghela napas. Sungmin sangat keras kepala. mungkin itu adalah akibat karena ia terlalu memanjakannya. "Baiklah." ujarnya lirih lalu menyingkirkan sayuran itu dari sumpitnya. "Aaaa~"

Sungmin membuka mulutnya. menerima suapan dari Leeteuk.

"Dasar manja!" lirih Kyuhyun sambil terus memainkan makanannya tanpa minat.

"Cho!" desis Heechul lalu menatap tajam putra satu-satunya itu.

Kyuhyun mengangkat wajahnya dan menatap datar Heechul. "Waeyo eomma?" tanyannya malas.

"Apa kau tahu apa yang kau bicarakan tadi?"

Kyuhyun mengangguk santai. "Nde~"

"Ck!" Heechul berdecak. "Seperti kau tidak saja!"

"Heh?" gumam Kyuhyun bingung.

"Kau pikir usia berapa kau baru berhenti di suapi oleh Hanna eomma, hm?" tanya Heechul meremehkan.

"Memang usia berapa eomma?" tanya Siwon penasaran.

Heechul mengangkat ke sembilan jari nya. "Sembilan tahun!" jawab Heecehul sambil melirik Kyuhyun sinis.

Suara gelak tawa seketika memenuhi ruangan cukup luas bernuansa abu-abu itu.

"Ya! eomma!" teriak Kyuhyun tidak terima dengan wajah memerah karena malu.

"Eh? Kyunnie hyung? berusia sembilan tahun?" tanya Sungmin bingung. kalau ia tidak salah dengar, Heechul tadi menyebutkan angka sembilan. "Dengan Minnie berarti.." Sungmin mengangkat sembilan jari nya. menurunkan satu persatu jari mungil nya sampai hitungan ke tujuh. "Eh? dua?" Sungmin mengerjab bingung.

Semua tergelak.

"Yak! bocah!" teriak Kyuhyun.

Siwon mengacak sayang surai hitam lembut itu. "Bukan begitu Minnie.." ujarnya gemas. "Bukan usia Kyuhyun hyung yang sembilan tahun."

Sungmin memiringkan kepalanya dan menatap bingung Siwon. "Lalu?"

"Usia Kyuhyun hyung tujuh belas! tapi Kyuhyun hyung baru berhenti di suapi saat usia sembilan tahun." ujar Siwon membenarkan.

Sungmin melotot kaget. lalu mengalihkan pandangannya pada Kyuhun. "Benarkah? hyung?"

"Te-tentu saja tidak!" ujar Kyuhyun berbohong.

"Mengaku saja Cho! apa perlu eomma menghubungi Hanna eomma, hm?" Tanya Heechul sambil menyunggingkan seringai kebanggaannya.

"Eh? jari Minnie kenapa?"

Semua yang berada di ruangan itu menoleh sekilas pada Kibum lalu memusatkan pandangan pada jari tengah Sungmin yang terbalut plester.

Leeteuk mengusap jari mungil itu sebelum bertanya lembut. "Chagi, ini kenapa, hm?"

Sungmin mengerjab lalu ikut melihat jari mungil nya. "Kena pisau eomma," jawabnya polos.

"Cho!" hardik Heechul tajam.

"Tidak! sungguh bukan aku!" sahut Kyuhyun membela.

"Bukan Kyunnie hyung kok!" bela Sungmin. "Tapi Noona itu!"

Heechul mengangkat alisnya heran. "Noona?"

"Seohyun." sahut Kyuhyun menjawab kebingungan Heechul.

Heechul mengangguk paham. "Ahh! yeoja itu masih dekat dengan mu ya?"ujarnya lalu melirik Kyuhyun.

Kyuhyun mengangkat bahunya. "Bisa di bilang seperti itu."

"Jauhi dia Kyuhyun-ah,"

"Waeyo?" tanya Kyuhyun bingung.

"Kau sudah bersama dengan Sungmin sekarang."

"Aku hanya bermain-main dengannya eomma."

"Kyu.."

"Sungguh!" ujar Kyuhyun meyakinkan

"Terserah kau saja lah!" ujar Heechul akhirnya. "Tapi ingat! awas kalau kau sampai menyakiti Minnie!"

Kyuhyun mengangguk malas. "Aku tahu eomma,"

"Ahh sudahlah! ayo kita lanjutkan!" ujar Leeteuk memecah kecanggungan.


.

.


"Hyung.. hyung ingin pergi lagi ya?" tanya Sungmin sambil memegang kuat ujung kemeja Siwon.

"Minnie.." Siwon menunduk. menyamakan tubuh Sungmin yang tengah berdiri menahan tangis.

"Minnie kan masih rindu dengan Siwon hyung!" ujar Sungmin sebal.

"Hyung akan kembali lagi besok. mulai sekarang, Siwon hyung akan tinggal di Korea bersama Minnie." ujar Siwon sambil mengusap sayang rsurai hitam lembut Sungmin.

"Benarkah?" tanya Sungmin menmastikan.

Siwon mengangguk."Nde."

"Kalau kau ingin bersama dengan Siwon hyung, tinggal saja bersama nya." ujar Kyuhyun sinis.

Sungmin menoleh pada Kyuhyun lalu menggeleng kuat. "H-hiks!" Sungmin berlari menuju Kyuhyun yang masih duduk di atas sofa. mendudukan dirinya di pangkuan Kyuhyun dan memeluk erat bahu namja jangkung itu. "Minnie ingin tinggal bersama Kyunnie hyung!"

"Cho!" Heechul menggeram.

Kyuhyun mendesah malas lalu mengusap punggung sempit Sungmin yang masih memeluknya erat. "Nde, nde. uljima."

Sungmin mengangkat wajahnya lalu menatap polos Kyuhyun. "Minnie masih tinggal bersama Kyunnie hyung kan?"

Kyuhyun mengangguk malas. "Nde. berhenti menangis. aku bosan di marahi eomma terus." ujar Kyuhyun sambil melirik sinis Heechul.

Sungmin mengangguk patuh lalu menghapus sisa air matanya. "Nde Kyunnie hyung!"

"Minnie, Eomma pulang dulu nde?" pamit Leeteuk sambil menghampiri Sungmin yang masih di pangkuan Kyuhyun dan mencium sayang kening Sungmin. "Baik-baik nde, jangan nakal dengan Kyuhyun hyung!" ingat Leeteuk.

Sungmin mengangguk lalu mencium kedua pipi Leeteuk. "Nde eomma!"

"Siwon hyung dan Kibum hyung pergi dulu nde?" pamit Siwon lalu ikut mencium kening Sungmin.

Sama seperti dengan Leeteuk, Sungmin mengangguk dan mencium pipi Siwon dan Kibum bergantian. "Nde, hati-hati nde?"

Apartemen Kyuhyun sudah sepi sekarang. meninggalkan Sungmin dan Kyuhyun berdua.

"Hei! cepat turun dari sini!" ujar Kyuhyun.

Sungmin menggeleng dan semakin menyamankan dirinya. "Shireo!"

"Turun atau kau pulang!" ancam Kyuhyun.

Sungmin merengut sebal lalu menurunkan tubuhnya dari pangkuan Kyuhyun. "Ish! Kyunnie hyung!"


.

.


Kangin tampak sibuk dengan setumpuk berkas-berkas yang bertumpuk rapi di atas meja kerjanya. mendekati musim tender seperti ini, ia harus bekerja ekstra untuk mendapatkan tender baru nya. bahkan namja paruh baya itu tidak bisa menyempatkan waktu untuk menjemput kepulangan putra sulungnya.

Kangin melepaskan kacamata nya. ia lalu menumpuhkan punggungnya pada kursi kerjanya. berniat memejamkan matanya sebentar. mungkin dengan begitu rasa lelah nya berkurang.

Tok.. tok.. tok

Cklek!

Suara ketukan itu menginstrupsi niatnya untuk tidur, ia membuka sedikit matanya untuk mengintip siapa yang berani mengganggu kegiatan tidurnya. ia mendapati seorang yeoja cantik yang diketahui adalah sekertaris nya.

"Waeyo?"

Yeoja itu membungkuk. "Mianhae Sanjangnim. Cho Sanjangnim ingin bertemu dengan anda."

Hangeng?

Kangin mengangguk. "Persilakan."

Yeoja itu mengangguk dan kembali membungkukan badannya. ia lalu beranjak dari ruangan kerja Kangin yang luas itu.

Selang beberapa detik, Hangeng dan sesosok pria tua berdiri di ambang pintu. "Kangin-ah," panggil Hankyung.

Kangin sontak berdiri dan melangkahkan kaki nya meninggalkan meja kerjanya saat mengetahui siapa yang sedang berdiri gagah di samping Hankyung. "Yeunghwan Ahjussi.." ia membungkukan badannya. memberi hormat pada pria baya itu.

Yeunghwan tersenyum. "Tidak perlu sekaku itu, Kanginnie."

"Ahh, Ahjussi, Hanggeng-ah, silakan duduk." ujar Kangin mempersilahkan.

Kedua namja itu mengangguk lalu mengikuti langkah Kangin menuju sofa besar yang memang di sediakan untuk tamu atau kolega-kolega penting bisnisnya.

"Seharusnya Ahjussi tidak perlu kemari jika ada keperluan penting dengan ku. aku bisa menemui Ahjussi di rumah saja.." ujar Kangin ramah.

Pria baya itu tertawa. "Tidak.. tidak. aku tidak setua itu sampai harus merepotkan mu Kangin-ah,"

Kangin tersenyum. "Lalu Yeunghwan Ahjussi, ada apa sampai repot-repot kemari?"

Yeunghwan menghentikan tawanya lalu menatap Hankyung sebentar. ia kembali menatap Kangin. "Sebenarnya.."

"Hm?"

"Aku kemari untuk meminta Minnie."

Kangin terdiam sebentar lalu kembali menatap Yeunghwan. "Meminta?"

Yeunghwan mengangguk. "Aku ingin benar-benar meminta Minnie untuk cucuku, Kyuhyun."

Kangin menatap Yeunghwan tak mengerti. "Bukankah Minnie memang sudah bersama Kyuhyun. bahkan mereka tinggal bersama sekarang."

"Aku tahu. hanya saja, aku ingin meminta kepastian mu Kangin-ah," Yeunghwan menatap serius Kangin. "Aku tahu, Chullie mengatakan padaku bahwa Teukie sempat meragukan Kyuhyun kan?"

Kangin mengangguk ragu.

"Bahkan Chullie sampai menemui ku beberapa waktu lalu untuk mengundur waktu pertunangan Kyuhyun dan Minnie. untuk memastikan apakah Kyuhyun benar-benar mencintai Minnie atau tidak. aku menerima, karena menurutku itu memang langkah yang paling baik. hanya saja.."

"Nde?"

"Aku tidak mempermasalahkan Teukie, Kangin-ah. aku paham sebagai ibu yang melahirkan Minnie, memang benar-benar sulit melepaskan begitu saja Minnie kepada Kyuhyun yang belum tentu mencintai Minnie. tapi aku mempersalahkan mu.."

Kangin mengerjab bingung. "Nde?"

"Kau menerima perjodohan ini karena mempercayai Kyuhyun untuk menjaga Minnie, atau.. karena masalah Minnie dan Siwon.. dua tahun silam?"

Tubuh Kangin sontak menegang. "Aku.. aku.."


.

TBC

.


Maaf kalau lagi-lagi pendek.

ini aja ngetiknya numpang di laptop eomma gegara laptopku rusak T^T dan numpang wifi di sekolah buat ngepost. Mianhae nde?

takut Minggu depan gak bisa update soalnya aku try out MKKS 4 hari full T^T

Mian kalo ada typo, belum sempat ngedit.

No siders nde?

Last, Mind to review?


Thanks To :

reaRelf.1 | lee sunri hyun | sissy | babychoi137 | LiveLoveKyumin | shflynie | Ristinok137 | hyuknie | .1272 | Cywelf | 5351 | cintakyumin137 | NadyaputriKpopersBestFriendofYuNaCha | Park Heeni | chu | Vietha | AlmiraAzhari | | Cho Na Na | Tika137 | abilhikmah | NN | Phia89 | Heldamagnae | maria8 | rizkaendahagustin | minXiu | ammyikmubmik | farla 23 | bebek | Kyumin joyer | KikyWP16 | kyuminsaranghae | Park Min Gi | UnyKMHH | Cho MeiHwa | Aey raa kms | min | winecouple | Ria | Itshu | TifyTiffanyLee | Zahra Amelia | | Queenshi137 | Dan para Guest..

Mianhae kalo ada yang belum di sebut / kelewatan *bow*