Chapter 7

2 hari berlalu, Jaejoong masih terbaring di rumah sakit dan belum sadarkan diri juga.

HoMinYooSu masih menunggui Jaejoong di rumah sakit, mereka sudah membolos selama dua hari.

Yoochun dan Junsu sekarang berada di ruangan Jaejoong, mengajak Jaejoong berbicara agar Jaejoong tersadar.

Junsu menggenggam tangan Jaejoong, sementara Yoochun mengelus punggung Junsu.

"Hyung tau? Aku dan Yoochun sudah resmi menjadi sepasang kekasih hehehe," ujar Junsu sambil terkekeh pelan. Tak lama, Junsu terdiam. Suara monoton dari mesin menambah keheningan ruangan itu.

Junsu menatap Jaejoong dengan sendu. Dia ingin hyungnya cepat sadar dan berbagi kebahagiaan dengan hyungnya.

Melihat Junsu bersedih, Yoochun menggenggam tangan Junsu, memberikan ketenangan kepadanya.

"Hyung, kembalilah. Kami merindukanmu, terlebih lagi Yunho hyung, dia sangat merindukanmu," ujar Yoochun sambil mengelus punggung Junsu pelan. Junsu hanya mengangguk, tanda bahwa ia setuju dengan Yoochun.

"Hyung, setelah hyung sadar, bagaimana kalau kita jalan-jalan ke toko kue? Aku ingin sekali makan kue," ujar Junsu.

"Iya hyung, kita aka jalan-jalan ke banyak tempat. Kudengar akan ada festival kembang api di Seoul, kita bisa pergi ke sana berlima, bagaimana?" tanya Yoochun.

"Kalau hyung tidak menjawab, maka jawabannya iya hehehe," ucap Junsu sambil menahan air matanya.

Yoochun mengelus rambut Junsu dengan sayang. "Suie, jangan menangis terus, nanti kamu sakit."

"Ne Chunnie, aku akan berusaha," ujar Junsu sambil mengelap sedikit air matanya.

Yoochun tersenyum lembut ke arah Junsu. Tak berselang lama, Changmin masuk dengan membawa 5 pie buah dan Yunho membawa 5 jus.

"Mari makan," ucap Changmin dengan wajah berseri , "hyung, ayo sini."

Changmin menaruh pie di meja ruangan tersebut sedangkan Yunho menaruh jus di kulkas. Setelah menaruh jus, Yunho mendekati Jaejoong.

"Jae, ada pie dan jus untukmu. Cepatlah sadar, agar kamu bisa makan dan minum bersama kami lagi," ucapnya sambil mengelus rambut Jaejoong dengan lembut.

YooSuMin melihat Yunho dengan perasaan iba. Pasalnya, Yunho hampir 2 hari ini tidak makan dan tidur dengan teratur karena memikirkan Jaejoong.

"Hyung, ayo makan dulu, agar kita ada tenaga untuk menghibur Jaejoong hyung saat dia bangun," ucap Changmin sambil membuka pienya.

Pie ini bukan pie kecil yang hanya berukuran cup kue, tapi kue pie yang cukup besar, kira-kira sebesar kue tart ukuran medium.

"Selamat makan," ujar mereka sambil menyendok pie buah mereka masing-masing.

Mereka asik berbincang dan makan, membuat suasana ruangan itu semakin meriah, namun setelah mereka makan, keadaan menjadi lebih hening. Mereka melamun, pikiran mereka melayang ke alam pikiran mereka masing-masing.

Sekarang ini hanya suara jam dan pendeteksi detak jantung yang mendominasi. Waktu menunjukan pkul 11 malam.

"Hoam, aku mengantuk hyung," ucap Changmin sambil menguap.

"Tidurlah, biar kami yang berjaga," ucap Yunho disertai anggukan dari YooSu.

"Baiklah hyung," lalu Changmin mengambil posisi yang tidur yang nyaman di sofa ruangan tersebut. Beberapa menit kemudian, terdengar dengkuran halus dan dada Changmin yang naik turun teratur.

"Kim Ahjussi dan Kim Ahjumma kemana hyung?" tanya Junsu ke Yunho.

"Mereka sibuk mengurusi bawahan Aikawa dan Aikawa, mengumpulkan data dan memberikan kesaksikan di kantor polisi. Sebenarnya mereka tidak enak kepada kita karena mereka merasa mereporkan kita," jawab Yunho.

"Cho Ahjumma, Cho Ahjussi mengurusi rumah dan juga menemani Kim Ahjumma karena belakangan ini kondisi fisik Kim Ahjumma melemah. Lee Ahjussi dan Sooman sunbae ikut mengintrogasi bawahanAikawa dan sibuk ke Jepang untuk memeriksa anak buah Aikawa di Jepang dan menghubungi polisi," lanjut Yunho.

"Mereka sibuk sekali. Aku harap mereka menjaga kesehatan mereka," ucap Yoochun.

"Kalian juga, tidurlah, biar aku yang menunggu Jaejoong malam ini," ucap Yunho sambil berjalan ke samping ranjang Jaejoong.

"Tapi hyung belakangan ini juga tidak cukup tidur, lebih baik hyung yang tidur, biar aku yang menjaga Jaejoong hyung," ucap Yoochun.

"Jangan Chunnie, nanti kamu sakit, biar aku saja yang menggantikan Yunho hyung," kata Junsu.

"Tidak Suie, kamu banyak menangis dalam 2 hari ini, kamulah yang istirahat. Sekarang tidurlah," ucap Yoochun sambil mengelus pipi Junsu lembut.

"Tapi Chun—" kata Junsu tapi dipotong oleh Yunho.

"Lebih baik kalian berdua tidur, itu lebih adil. Bagaimana? Jangan protes," kata Yunho menatap mereka.

"Aish kalian bikin iri saja," kata Yunho sambil menatap Jaejoong.

"Hyung, coba cium Jaejoong hyung agar dia cepat sadar, seperti yang di dongeng putri tidur," kata Junsu.

"Suie, mana ada yang seperti itu di dunia ini," kata Yoochun sambil mencubit pipi Junsu dengan gemas.

Yunho menaikan alisnya.

"Appo Chunnie,"kata Junsu sambil memanyunkan bibirnya dan mengusap pipinya yang bekas dicubit Yoochun.

"Appo? Sini aku sembuhkan," kata Yoochun sambil menarik dagu Junsu kemudian mencium pipi Junsu. "Masih sakit?"

"Tidak Chunnie, ish Chunnie alibi mau cium Suie kan? Pervert Chunnie," kata Junsu sambil mencubit lengan Yoochun dengan pelan sambil menunjukan wajah yang tersipu malu.

"Lihat-lihat pipimu malah makin memerah, aku cium lagi ya," kata Yoochun sambil mendekati wajah Junsu lagi yang sudah memerah.

"Ehem," Yunho berdehem karena YooSu terus saja mengumbar kemesraan mereka di depannya.

YooSu terdiam, tak lama mereka duduk berdekatan. Yoochun menaruh kepala Junsu di pundaknya, sementara Yoochun menyenderkan kepanya ke bantalan sofa.

Yunho menatap Jaejoong dalam. Dia mengelus tangan Jaejoong dengan lembut. "Jae, cepatlah bangun. Aku sendirian. Yoochun sudah berpasangan dengan Junsu, Changmin selalu saja makan. Ayolah bangun, temani aku ya?"

Yunho mengelus pelan pipi Jaejoong yang tidak tertutup alat bantu pernapasan.

"Jae, bogoshipo. Aku tidak bisa tidur. Kamu tidak kasian padaku? Kamu tega sekali."

"Jae, kamu mau ke mana nanti kalau kamu sudah sembuh? Pasti aku akan ikut bersamamu. Dan saat itu juga... aku akan membuatmu jatuh cinta padaku."

"Kamu jangan protes ya kalau aku bisa berhasil menaklukan hatimu nanti. Aku pasti bisa hehehe."

Yunho mengecup kedua mata Jaejoong dengan lembut.

"Mata ini, aku merindukannya. Bukalah matamu, Jae. Matamu sangat indah."

Yunho mengecup dahi Jaejoong.

"Maaf ya aku selalu mengecupimu selama kamu tidak sadar. Makanya kamu cepat sadar kalau tidak mau kukecupi hehehe."

Lama Yunho memandangi wajah Jaejoong sambil tidak terasa waktu terus berjalan dan menunjukan pukul 2 malam.

Yunho tertidur dengan kepalanya tertumpu pada tangannya. Dia terlihat cukup lelah.

Tanpa mereka semua sadari, jemari Jaejoong bergerak perlahan.

.

.

Keesokan paginya, Yunho bangun dari tidurnya. Terasa hangat, sesuatu memyelimuti badannya. Seingatnya, semalam dia tidak menggunakan selimut.

"Hyung, terima kasih atas selimutnya," kata Changmin.

Yunho hanya melongo.

"Kok hyung melongo, bukankah hyung yang menyelimuti kami semalam?" Tanya Junsu.

Yunho menggeleng. "Bukan salah satu dari kalian yang menyelimutiku?"

"Bukan hyung. Ah, mungkin suster yang menyelimuti tubuh kita," kata Yoochun.

"Mungkin saja," kata Yunho sambil melipat selimutnya. Kemudian dia menatap wajah Jaejoong yang masih tertidur, mengusap pipinya perlahan, dan menakupkan pipi Jaejoong.

"Pagi Jae. Cepatlah sadar dari mimpi indahmu."

"Cie hyung, hyung so sweet sekali dengan Jaejoong hyung," goda Junsu.

"Bahkan semalam dia mengucapkan kalimat 'Aku akan membuatmu menyukaiku Jae' hahaha," Kata Yoochun sambil tertawa.

"Betul! Aku juga mendengarnya," ucap Changmin.

"Ja-jadi kalian tidak tidur?"kata Yunho salah tingkah.

"Kami tidur hyung, tapi saat bagian itu, kami tidak tidur hahaha," kata Junsu.

"Aish kalian ini," kata Yunho sambil memalingkan wajahnya.

"Hyung malu ya? Lihat wajah hyung memerah hahaha ," goda Yoochun.

"Aish kalian ini—"

"Kalian berisik sekali," ucap seseorang sambil mengucek matanya.

Mereka mengenal suara itu, suara lembut yang selalu mengucapkan kalimat dingin, tapi suara itu hilang selama 3 hari ini. Suara yang mereka rindu untuk didengar.

"h-hyung?" tanya Changmin sambil melihat ke arah Jaejoong.

Ya, Jaejoong terbangun sekarang. Dia berusaha untuk duduk, tetapi agak susah.

"Hei Yunho, cepat bantu aku duduk," kata Jaejoong dingin.

Yunho hanya melongo melihat Jaejoong, begitu juga dengan YooSuMin.

"Kenapa diam saja sih? Ish," katanya sambil berusaha mendudukan dirinya di ranjang.

"Nah sudah. Pagi semuanya," ucap Jaejoong dengan nada ceria dan senyum mengembang di bibir cherrynya.

Terlihat jelas sekarang. Mata doe yang sempat tertutup oleh kelopak mata itu terbuka dan memancarkan kehangatan kepada mereka. Tangan yang berkulit putih pucat itu melepas masker oksigen yang selama beberapa hari ini menopang tubuhnya.

Tangan kirinya yang terinfus itu sekarang bergerak menarik selimut sampai ke dadanya.

Bibir cherry itu tidak berhenti tersenyum, seperti memberitau kalau dia baik-baik saja sekarang.

HoMinYooSu masih terpaku sambil melihat Jaejoong. Jaejoong merasa risih dilihat dengan banyak mata seperti itu.

"Kenapa? Kalian seperti melihat hantu saja," katanya sambil mengibaskan tangan di depan muka Yunho.

"Apa kamu benar Jaejoong?" tanya Yunho masih menatap Jaejoong dengan tidak percaya.

"Menurutmu? Memang ada Jaejoong lain selain aku?" tanyanya sambil membetulkan posisi duduknya, "aw sakit"

"Hyung/Jae!" ucap HoMinYooSu sambil menerjang Jaejoong. Mereka berteriak kegirangan melihat Jaejoong sudah kembali sadar.

"Ya! kalian ini! Appo!" teriak Jaejoong ketika dipeluk oleh keempat temannya.

"Jae, akhirnya kamu sadar," ucap Yunho senang kemudian mengecup kening Jaejoong.

Jaejoong terdiam sementara ketiga orang lainnya menatap Yunho dengan tatapan 'apa yang kamu lakukan'.

"Ya!Apa yang kamu lakukan Yunho!? Dasar pervert!" teriak Jaejoong sambil mengelus keningnya yang dikecup Yunho.

"A-Aku hanya kegirangan Jae," ucap Yunho sambil salah tingkah. Jaejoong tertegun melihat tingkah Yunho.

Tak lama, "Hyung! Aku juga cium hyung ya," ucap Changmin sambil mengecup pipi kanan Jaejoong selagi Jaejoong tertegun melihat tingkah Yunho.

"Ya! Changmin!" teriak Jaejoong

"Hyung , muah," Yoochun mengecup dahi sebelah kanan Jaejoong.

"Yoochun!"

"Hyuung~" Junsu juga ikut mengecup pipi Jaejoong.

"Ya kaliaaan!" teriak Jaejoong.

Mereka terdiam melihat Jaejoong yang berteriak dan memanyunkan bibirnya.

"Wah wah anak Umma memanyunkan bibirnya. Awas kalau dari kalian mencium bibir Jaejoong, akan kupukul K.O kalian," ucap Mrs. Kim sambil masuk ke dalam ruangan rawat inap dan membawa sarapan untuk mereka semua. Tampak Cho Ahjumma membantu Mrs. Kim. Ada 2 nampan yang berisi pancake untuk HoMinYooSu serta bubur untuk Jaejoong.

"Umma ngg sini," ucap Jaejoong sambil menggapai-gapai udara ke arah Mrs. Kim, kebiasaan manja Jaejoong kalau dia sedang sakit. Mrs. Kim hanya terkekeh melihat tingkah putranya yang sudah beranjak dewasa itu.

HoMinYooSu melongo melihat tingkah Jaejoong. 'Bagaimana bisa dia menjadi imut seperti itu,' pikir mereka dalam hati.

"Sudah kalian makan sana. Ada pancake. Kalau kalian mau eskrim, ada di kulkas. Kalau mau pakai madu, itu ada di meja," ucap Mrs. Kim sambil membetulkan letak selimut Jaejoong, "kamu makan juga ya Joongie."

"Sudah lama Umma tidak memanggilku dengan nama itu," kata Jaejoong tersenyum.

"Dan sudah lama Umma tidak mencubiti pipi Joongie," kekeh Mrs. Kim sambil mencubit pipi Jaejoong pelan.

Jaejoong terkekeh, membuat HoMinYooSu memperhatikan ibu dan anak itu sampi tidak mengedipkan mata. Terpancar kehangatan dari kedua orang itu, sangat hangat.

"Tuan muda, ayo makan," ucap Cho Ahjumma sambil membagikan pancake untuk mereka,"sampai melongo begitu tuan muda, terpesona dengan tuan muda Jaejoong?"

"Ti-tidak Ahjumma," ucap Yunho sambil mengambil pancake tumpuk 2dengan topping madu.

"Ahjumma, sepertinya Yunho hyung menyukai Jaejoong hyung," bisik Junsu sambil menyuap pancake kejunya.

"Saya tau tuan muda, saya pernah memergoki tuan muda Yunho mengecup kening tuan muda Jaejoong saat tuan muda Jaejoong masih belum tersadar. Niatnya malam itu saya mau menggantikan tuan muda Yunho, eh saya malah melihat tuan muda Yunho mencium kening tuan muda Jaejoong dengen begitu lembut," bisik Cho Ahjumma menggebu-gebu.

"Ahjumma, bagaimana kalau kita jodohkan mereka?" bisik Yoochun sambil merangsek ke tengah-tengah Junsu dan Cho Ahjumma, membawa serta pancake topping eskrimnya.

"Tentu saja, mereka cocok. Tuan muda Yunho tampan, tuan muda Jaejoong cantik," kekeh Cho Ahjumma sambil setengah berbisik.

Yunho bingung melihat ketiga orang di depannya berbisik-bisik. Dia menyikut tangan Changmin. "Mereka kenapa?" tanyanya.

"Mereka mau menjodohkanmu dengan Jaejoong hyung, hyung," kata Changmin sambil menyuap pancake strawberrynya.

"Mwo!?" uhuk uhuk uhuk," Jaejoong terbatuk mendengar ucapan Changmin, langsung mengambil air di meja sampingnya.

"Ya Changmin! Kamu mau membuat Jae tersedak!?" protes Yunho.

"Jae? Jae? Bukankah Yunho hyung mau memanggil Jaejoong hyung dengan sebutan 'Boo'?" ucap Changmin sambil mengembangkan senyum evilnya.

"I-Itu...," Yunho membuang mukanya ke arah lain, tetapi di arah lain disambut tatapan jahil dari Mrs. Kim yang daritadi memperhatikan mereka.

"Oh, jadi Yunho mau dengan Joongie? Akan ahjumma bantu," kata Mrs. Kim sambil mengedipkan mata keempat orang di depannya dan dibalas kedipan mereka semua.

"Ummaaa," ucap Jaejoong mempoutkan bibir cherrynya, membuat kelima orang itu terkekeh melihat kepolosan Jaejoong, sementara Yunho menyembunyikan pipinya yang bersemu merah. Tentu saja memerah, mereka bilang di depan orangnya langsung secara blak-blakan.

"Ah, tunggu, jadi Jae sudah bangun dari jam berapa?" tanya Yunho menatap Jaejoong yang sedang menelan buburnya.

"Hemmm, sepertinya jam 2 pagi. Lalu aku lihat kalian semua tertidur tanpa selimut, jadi waktu suster melakukan pengecekan saat malam hari, aku menyuruh suster untuk menyelimuti tubuh kalian. Aku terjaga sampai jam 4. Saat aku mau tidur lagi, Umma dan Cho Ahjumma datang, tapi sayangnya aku mengantuk, jadi aku tidur lagi."

"Betul, kalian tampaknya sangat mengantuk, bagaimana kalau kalian pulang lalu istirahat, beberapa hari ini kalian tidak makan dan tidur dengan teratur," ucap Mrs. Kim sambil mengupas buah pear untuk Jaejoong.

"Kantung mata kalian besar, tidurlah, istirahat di rumah. Terlebih lagi kamu Yunho, kantung matamu besar sekali," kata Jaejoong sambil menyuap suapan bubur terakhirnya.

Mendengar penuturan Jaejoong, keenam orang di ruangan tersebut sontak melihat Jaejoong, lalu Mrs. Kim, Cho Ahjumma dan YooSuMin tersenyum evil ke arah Yunho.

Yunho salah tingkah melihat kelima orang melihatnya dengan tatapan hendak memakannya.

Jaejoong hanya terdiam karena tidak menerima jawaban dari Yunho.

Tak lama setelah mereka sarapan, HoMinYooSu bersiap untuk pulang. YooSuMin, Cho Ahjumma, dan Mrs. Kim sengaja meninggalkan Yunho di ruangan bersama Jaejoong. Mereka mengintip dari balik jendela yang gordennya sengaja dibuka setengah agar terlihat.

"Yoochun, Junsu, dan Changmin sudah pulang?" tanya Jaejoong sambil membetulkan posisi duduknya, agak sedikit susah karena luka pada tubuhnya masih belum sembuh.

"Kata dokter, kamu jangan terlalu banyak bergerak Jae. Hmm tidak tau, mereka tiba-tiba saja hilang," kata Yunho sambil membetulkan letak duduk Jaejoong.

Jaejoong hanya mengangguk "gomawo Yunho."

"Panggil Yun saja kalau kamu mau," kata Yunho sambil menatap mata Jaejoong dalam-dalam.

"Kenapa, menatapku seperti itu?" Tanya Jaejoong sambil menghadap arah lain. Salah tingkah?

"mmm i-itu, terima kasih telah menolongku. Aku benar-benar berterima kasih karena kamu telah menyelamatkan nyawaku," kata Yunho sambil menggaruk tekuknya yang tidak gatal.

"Sama-sama Yun," Jaejoong tersenyum ke arah Yunho, "sudah sepantasnya sesama teman saling melindungi."

"Boleh aku memanggilmu dengan sebutan 'Boo'?" Tanya Yunho sambil menggenggam tangan Jaejoong.

Jantung Jaejoong berdesir, dia merasakan sesuatu yang menghangat di jantungnya. Jantungnya berdebar lebih kencang tapi dengan irama yang lembut.

Jaejoong cukup lama terdiam.

"Baiklah, kalau kamu tidak menjawab, berarti kamu mengiyakan," kata Yunho sambil mengelus tangan Jaejoong pelan.

"Kenapa memanggilku dengan sebutan itu?" tanya Jaejoong sambil mengerjab-ngerjabkan mata doenya dengan lucu, kebiasaannya kalau sedang bingung.

"Hmmm tidak tau, hanya ingin saja hehehe," kata Yunho sambil terkekeh pelan. 'Dia tampan saat tertawa. Eh? Jaejoong, apa yang ada dipikiranmu, aish,' batin Jaejoong.

"'Boo'? hmm tidak buruk." Jaejoong membuang mukanya ke arah lain, menyembunyikan pipinya yang memerah.

"Hmmm, Yun.."

"Ne?"

"Apa benar... itu... kalau kamu suka padaku?" tanya Jaejoong sambil menunduk, menyembunyikan wajahnya.

"Kalau iya kenapa?" tanya Yunho sambil mengelus kepala Jaejoong.

"Tapi aku... belum.. bi-" ucapan Jaejoong terhenti saat Yunho menarik dagu Jaejoong dan mengecup bibir Jaejoong dengan agak menekan bibirnya ke bibir Jaejoong.

Mata Jaejoong terbelalak, kaget dengan apa yang dilakukan oleh Yunho.

Tak beda dengan Mrs. Kim, Cho Ahjumma, dan YooSuMin yang menonton adegan mesra itu di depan mereka, mereka juga ikut kaget dengan tingkah Yunho. Tapi tak lama, Mrs. Kim tersadar.

Mrs. Kim hampir saja ingin masuk ke dalam ruangan karena melihat Yunho main seenak hati mencium Jaejoong.

"Ahjumma,tunggu jangan masuk," bisik Yoochun.

"Tapi mereka berciuman dan itu ciuman pertama anakku, astaga mereka itu," bisik Mrs. Kim sambil mengigit bibir bawahnya karena gemas.

"Mereka sudah besar nyonya, biarlah tuan muda merasakan sebuah ciuman," bisik Cho Ahjumma sambil mencegah Mrs. Kim masuk ke ruangan.

Mrs. Kim menyerah dan hanya mempoutkan bibirnya. 'Tidak ibu tidak anak sama saja,' batin YooSuMin.

Yunho agak tidak rela kehilangan bibir cherry yang baru saja dia rasakan saat dia melepas ciuman mereka.

Jaejoong masih kaget dan terpaku menatap Yunho.

"Ya! Kamu mencuri ciuman pertamaku!" kata Jaejoong sambil mengusap bibirnya dengan punggung tangannya.

"Hahaha, baguslah, berarti kamu akan jadi milikku selamanya," kata Yunho sambil tertawa.

"Aku belum mengiyakan untuk menjadi kekasihmu kan? Kenapa kamu langsung menciumku?" tanya Jaejoong dengan muka cembetut.

"Itu mantra agar kamu menjadi milikku Boo hehehehe."

"Siapa yang mau denganmu?" desis Jaejoong.

"Benarkah? Kalau nanti kamu sampai jatuh cinta padaku, akan kuberikan hukuman," senyum evil Yunho terkembang.

"Ya! Coba saja kalau bisa!" Ucap Jaejoong sambil memanyunkan bibirnya lagi, tanda dia sedang ngambek.

"Baik, aku terima tantanganmu, putri yang manis," kata Yunho sambil menoel pipi Jaejoong.

"Aku bukan seorang putri," kembali bibir Jaejoong mempout sempurna.

"Hahaha, aku senang melihatmu bertingkah polos seperti ini dibandingkan dengan tingkahmu yang dingin. Ah, tapi aku juga suka tingkahmu yang dingin, jadi intinya aku suka keduanya," kata Yunho sambil duduk di ranjang Jaejoong.

"Sempit, pindah sana ish," katanya sambil mendorong Yunho agar berdiri.

"Tidak mau, aku mau bersama dengan putri manisku hehehe,"

"Ya Jung Yunho!" kata Jaejoong setengah berteriak.

"Aku tidak dengar~ lalalala," kata Yunho sambil menutup telinganya dengan jari terlunjuknya.

Sementara itu di luar ruangan rawat inap, para pihak yang mengintip adegan mesra YunJae hanya terdiam.

"Kalau begini kita harus merencanakan mereka ngedate," ucap Changmin setelah dirasa cukup mengamati YunJae.

"Aku setuju," kata Junsu yang disertai anggukan oleh Yoochun.

"Ngedate? Boleh juga. Tapi ngedate yang seperti apa?" tanya Mrs. Kim sambil menaruh jari telunjuknya di dagunya.

"Akan saya urus semuanya nyonya besar, tuan muda. Tenang saja, akan menjadi date yang tidak terlupakan," ucap Cho Ahjumma dengan smirknya.

Tak lama keempat orang lainnya juga menyunggingkan smirknya.

Apa rencana yang akan mereka lakukan? Apa Jaejoong berhasil ditaklukan oleh Yunho? Berharaplah Yunho tidak diterkam (?).

.

.

TBC

.

.

Akhirnya update lagi hehehe ^^

Terima kasih bagi kalian yang selalu membaca, menunggu update, dan mereview ff ini ^^

Saya senang membaca review kalian hehehe, membuat saya makin bersemangat melanjutkan ff ini sampai tamat ^^

Bagaimana? Adegan romantisnya kurang tidak? Kalau kurang, akan berusaha saya tambah. Tapi di chapter selanjutnya, akan banyak adegan YunJae, YooSu dan Changmin. Changmin dengan siapa? Tunggu update selanjutnya XD

Terima kasih atas dukungannya ^^

Mohon ditunggu chapter selanjutnya hehehe ^^

.

.

Balasan Review:

meybi : iya itu masa lalu Jaejoong hehehe. Akhirnya terungkap hohoho ^^ iya, sekarang yunJae yang berjuang kkk~ ^^

Vic : hehehe kata Yoochun: "dimana saja asal ada Junsu, smeuanya terasa romantis" XD Emak caem? Wkwkkw XD udah sadar kok, balas tidak ya~ kkk~ mohon ditunggu chapter selanjutnya~ ^^

Guest : ini lanjut kok hehehe ^^ Jaenya udah sadar kok hehehe ^^

SimviR : iya, YooSu jadian mendahului YunJae wkwkwkk Changmin sama siapa ya~ mohon ditunggu lanjutannya ^^

atikayunjae1 : moah akhirnya muncul wkwkw XD ne, sudah diperbaiki. Bagaimana? Jauh lebih baik tidak? Hehehe ^^ thank you :*

J-Twice : Halo salam kenal hehehe ^^ musuh Jae masih ada tentunya hehehe. Cie lagi demen sama Suie XD Jae di sini udah sadar kok ^^

meybi : Jaejoong kuat kok hehehe ^^

ichigo song : nggak apa lah wkwkwk biar mereka bisa mengerjai YunJae (?) hahaha XD Tenang, Changmin selalu menyimpan iPod di sakunya wkwkwkw XD Jaejoong sudah bangun hehehe ^^

YunHolic : wkwkw biasalah dia kalau bangun tidur harus ketemu kulkas wkwkkw XD

NaraYuuki : Iya, di sini nembak lagi wkwkwk XD kemarin YooSu, sekarang YunJae wkwkw XD Changmin pasangannya siapa ya~ tunggu kelanjutannya ya ^^ hehehe

nin nina hahaha Jaema masih belom sadar akan perasaannya wkwkwk thanks atas dukunagnnya ya hehehe ^^