Holla! gomen banget update nya lama, Lady baru selesai ujian dan buntu ide seperti biasa~
haduh, disini humornya sengaja gak Lady banyakin, Lady lebih pengen banyakin romance nya dulu. biar kesan nya gimana gitu hehe
happy reading :D
Disclaimer : Masashi Kishimoto
This fic? It's mine!
Warning : OOC sangat, AU.
Unknown Pair : SasuSaku or GaaSaku
Chapter 7 : One Big Mistake
"Gue………….. suka sama loe,"
Kata-kata itu hampir membuat jantung Sakura pun mental entah kemana kalau saja ia tidak mempunyai tulang rusuk yang melindunginya.
"Eh? Apa Sas?" tanya Sakura tak percaya sambil blushing gak karuan. Sementara Gaara memberikan deathglare terbaiknya pada Sasuke, sayangnya dikacangin.
"Iya, Sak. Gue……………... GYAHAHAAHAHA!" tawa Sasuke pun menggema tiba-tiba di ruang bioskop yang lagi sunyi-sunyinya.
"Heh? Kenapa loe ketawa?" Sakura kebingungan. Sementara Sasuke masih dengan tawa jahanamnya.
"Muka loe blushing abis, Sak! Gyahaahaha! Mana mungkin gue suka sama cewek jidat lebar baka kayak loe? Ge-er amat kali!"
DORR!
Pernyataan Sasuke tadi membuat Sakura gemes. Dilayangkannya satu pukulan terindahnya tepat di pipi Sasuke. Membuat wajah tampan Sasuke pun penyok sebelah.
"Ugh! Baka Sakura jidat lebar! Sakit! Dasar rambut gulali!" Sasuke masih sempat mengolok-olok Sakura walaupun perih melanda pipinya *halah*
"Rambut gulali? Apa itu? Ledekan baru?" Sakura yang merasa dirinya sudah diledek sedemikian rupa pun mulai kehilangan kesabarannya.
"Iya, emang kenapa? Gue kreatif kan? Hahahahaha!" Sasuke ngekek ngekek kayak orang ayan, yang ditanggapi keringat dingin mengucur deras dari Sakura dan Gaara.
Pluk!
"Iuh…?" Sakura mengernyit terlihat jijik dengan pemandangan di hadapannya.
Sebuah telur yang entah habitat asalnya dimana, sukses jatuh diatas kepala Sasuke disusul dengan suara "Berisik woy! Ngerti gak?" Membuat pemuda emo itu tegang dan mematung seketika.
"Sakura…" bisik Sasuke.
"Apa?"
"Jangan bilang kalau diatas kepala gue ini…"
"Telur yang keluar dari PANTAT AYAM!" teriak Sakura sadis. Sasuke langsung menjerit dengan nada F tinggi *author ketauan habis nonton glee*
"Kita keluar saja dari sini. Ayo, Gaara!" ajak Sakura. Gaara mengangguk memancarkan cahaya dari wajahnya (bayangin, ini di dalem bioskop) sebelum ia keluar dan sempat sempatnya tersenyum licik terlebih dahulu pada Sasuke. Sasuke langsung berlari secepat Sena Kobayakawa dari Eyeshield 21 dan meninggalkan bioskop. Tepatnya meninggalkan gedung mall itu juga.
"Agh! Sial! Rambut indahku~" ujar Sasuke sambil meratapi nasib rambutnya yang hanya tinggal kenangan (?)
Sasuke langsung berlari ke kamarnya saat ia sudah sampai di kost-an.
Brak! Pintu dibuka dengan garangnya oleh Sasuke, dan ia langsung berlari menuju kamarnya yang berada di lantai 2. Sasuke terus mengguman gumam kata kata kasar yang tidak sepantasnya ditulis di fic ini karena ini rated T bukan M.
Bruk!
"Shit!" Sasuke ternyata terpeleset, untung wajahnya jatuh ke kasur, kalau tidak, mungkin ia akan sesegera mungkin operasi plastik.
"Egh… mending gue mandi. Huh, sabar Sasuke, sabar. Kalo loe sabar, entar ketemu Miyabi… sabar Sas," ketauan deh otak pervert sang perfect Uchiha ini.
Akhirnya Sasuke membawa handuk dan mulai turun ke lantai bawah lalu segera mandi.
Di kamar Sasuke,
"My lovely otouto!" tiba-tiba sebuah makhluk datang entah darimana ke kamar Sasuke.
"Kemana dia?" setelah celingak-celinguk beberapa detik pun, makhluk itu akhirnya masuk lebih dalam(?)
"Halo…? Aku mau bawa sepraimu ke laundry ya Sasuke sayang…" ieks.
Akhirnya karena merasa dicuekkin, makhluk itu mulai membuka seprai itu dari kasurnya.
"Ugh! Kok bau amis gini sih? Sasuke ngompol ya?" Itachi menutup hidung saat mencium bau seprai Sasuke dan segera membawanya keluar.
"Sak, kamu suka Sasuke?" tanya Gaara mengintrogasi setelah mereka sampai di dalam mobil Gaara.
"Hah? Apa? Siapa? Gak salah denger?" Sakura malah berpura pura balik nanya sambil mengernyitkan dahi.
"Jawab deh." Ucap Gaara dingin.
"Enggak kok. Berani sumpah deh!" jawab Sakura seraya mengangkat jari tengah dan telunjuk tangan kanannya.
"Oh," tanggap Gaara singkat sembari menyalakan mesin mobilnya dan mulai berlalu dari tempat itu.
"Marah?" tanya Sakura memelas.
"Buat apa marah?" Gaara sama sekali tidak menatap lawan bicaranya.
"Err... cemburu?" tanya Sakura sambil memalingkan wajahnya yang memerah.
"Kau kira aku suka kamu?" tanya Gaara ketus. Wah, batin itu batin loh, Sak..
"Yah... eng…"
"Instingmu tajam ya? Apa aku yang mudah ditebak?" lanjut Gaara lagi, yang membuat Sakura bingung.
"Maksud?"
"Aku memang suka kamu,"
Ciit!
Tiba tiba mobil berhenti di sebuah tempat sepi yang Sakura tidak kenal sama sekali. Mata emerald Sakura membulat memancarkan kebahagiaan tentunya. Gaara tersenyum.
"Jadilah pacarku." Ujar Gaara seraya mengaitkan tangan kanannya ke tangan kiri Sakura dan mencium tangan mulus itu. Sontak membuat jantung Sakura berdisko ria.
"Bohong…" bisik Sakura sambil menunduk.
"Aku serius…"
"Bohong. Gaara bohong…" Sakura mulai menggelengkan kepalanya.
Tanpa disangka, tangan tangan Gaara mulai menggapai punggung Sakura dan mendekatkan kepala gadis itu ke dadanya. Memeluknya.
"Aku janji bakal jagain kamu, gak bakal ngecewain kamu, bakal—"
"St! Aku gak suka cowok gombal." Canda Sakura.
"Menurutmu aku cowok seperti itu?" tanya Gaara tak melepaskan pelukannya.
"Tidak," jawab Sakura singkat.
"Jadi artinya…?"
"Iya." Jawab Sakura sambil melepaskan pelukannya di dada Gaara. Gaara tersenyum puas.
"Arigatou, Sakura-chan…"
"Aishiteru, Gaara-kun…"
5 detik berselang, bibir hangat mereka sudah saling bersentuhan…
"Hah? Demi apa?" teriak Ino tepat di telinga Sakura.
"Demi kian." Jawab Sakura santai sambil mengucek telinganya.
"Oh, ayolah, kau gak serius kan?" ulang Ino lagi, yang membuat Sakura mendecak pelan.
"Aku, Sakura Haruno, adalah pacar seorang Sabaku Gaara. Apa itu mustahil?" ujar Sakura meyakinkan.
"Memang,"
"Memang apa?" tanya gadis pink itu.
"Memang mustahil." Jawab Ino cengengesan, disusul deathglare Sakura. Tapi tetep aja, yang namanya mata emerald, mau se-deathglare apapun juga tetep gak serem.
"Kau—"
"Gulali." Ucap seseorang yang entah datang darimana.
"Hn?" tanggap Sakura cuek.
"Hey, itu kan trade mark gue!" sewot Sasuke.
"So?" tanya Sakura menantang.
"Ya… loe gak boleh seenaknya make gitu aja!" bales Sasuke salah tingkah.
"Kenapa loe? Beda dari biasanya," komentar Sakura.
"Beda? Beda gimana?"
"Biasanya kalo loe udah datang, rambut gue acak acakan atau tangan gue merah merah." Jawab Sakura dengan tampang sengah. Sedetik kemuadian, Sasuke langsung mengacak acak rambut Sakura dan mencubitnya. Tapi Sakura tak bergeming.
"Telat, Sas." Ujar Sakura dengan rambut gak karuan, tapi tetep PeDe gila. Sasuke blushing.
"Eh, emang bener loe jadian sama si tampang killer itu?" tanya Sasuke mengejek.
"Loe yang killer, FBI." Bales Sakura puas, Sasuke kabur saking malunya.
"FBI?" tanya Ino pada Sakura, setelah Sasuke pergi.
"Hahahaha!"
Melihat Sakura tertawa dengan nada kalong wewe baru nemuin anaknya, Ino mundur 5 meter dari tempatnya yang tadi.
"Tadaima!" teriak Sakura setelah ia sampai di kost-annya.
"Loe kira ini rumah loe?" tanggap Sasuke yang sedang membaca buku di ruang TV dengan sinis.
"Yeh, suka suka gue! Mulut mulut gue!" balas Sakura tak kalah sinis.
"Berisik, baka. Bikinin gue jus tomat, gak pake lama." Lanjut Sasuke sembari membalik lembaran bukunya.
"Gak,"
"Mau gue cium?'' goda Sasuke dengan seringai kecilnya.
"Dasar otak mesum!" teriak Sakura sambil meraih bantal dan melemparnya tepat di wajah Sasuke. Untung cuma ada mereka berdua di ruangan itu.
"Woy! Bikin jus tomat apa susahnya sih? Tinggal taro tomat di blender, pencet tombol on! Selesai. Loe kan babu gue, jidat lebar."
"Tuh tau cara bikinnya, kenapa gak bikin sendiri? Udah ya gue mau ganti baju!" ujar Sakura seraya meninggalkan Sasuke yang (lagi lagi) membuat seringai mesum di wajahnya.
"Mau gue dobrak pintunya pas loe lagi telanjang?"
"MESUM!" akhirnya Sakura pun mengalah dan berlari ke dapur. Dibalas dengan senyum kemenangan Sasuke.
Tok… tok…
Suara ketukan pintu kamar Sakura terdengar, di dalamnya terdapat seorang wanita yang sedang menonton TV. Walaupun lebih seru menonton TV di ruang TV kost-an ini, tapi Sakura tetap memilih beridam di kamarnya.
"Iya, sebentar…"
Ceklek…
Dilihatnya pemuda berambut merah darah, dengan tato 'Ai' di dahinya sedang tersenyum di depan kamar Sakura.
"Aku kangen, Sakura-chan…" ujar cowok itu.
"Hehe, iya aku juga, Gaara-kun…" jawab Sakura malu malu. Tanpa aba aba lagi, Gaara langsung memeluknya dan mendapat balasan serupa dari Sakura.
Drap… drap…
"Sak, ini ada surat dari—"
Slep.
Surat yang dibawa Sasuke terjatuh setelah melihat adegan romantis diantara dua sejoli yang masih hangat hangatnya. Sepertinya mereka tidak menyadari kehadiran Sasuke.
"Hm, gue ganggu ya…" gumam Sasuke sambil masih terus memperhatikan pertunjukkan di depannya.
Dengan langkah seribu, cowok emo itu langsung berbalik badan dan berjalan meninggalkan pasangan kekasih itu.
To Be Continued
Ya ampun! chap ini paling lebay sumpah!
Pendek ya? sudah Lady bilang, buntu ide! haduh maaf ya pemirsa
Gomen ya disini Sasuke nya mesum banget! habis aku suka kalau Sasuke tuh mesum hehe *smirk*
Review please? :3
No flame, please...
