Jujur sebenernya saya masih pundung sampai saat ini, tapi saya ngga bisa nelantarin fict ini hanya gara2 pundung kan, chapter ini saya kurang mau ngoceh banyak yah… hehehehe
Oh iya, sebelumnya jangan mengharapkan lemon yg bener2 HOT di first time SasuSaku ngelakuin sex, soalnya saya ga mau buat first time mereka begitu Hot, mereka kan belum ngerti apa-apa, jadi yang standar2 aja :D okay!
.
.
L.O.V.E (Lust, Obsession, Victim, Ego)
Naruto Belong Masashi Kishimoto
Rated M-MA
Genre : Romance, Hurt/comfort, Crime, Lemon, slight yuri
.
.
Di depan gerbang sekolah terihat beberapa murid berkumpul, melepas penat setelah mengikuti pelajaran, ada yang mengajak untuk nongkrong bareng, ada yang mengajak ke tempat karaoke, juga ada yang hanya berbincang-bincang di situ sampai mereka puas. Karena ikut kelas khusus percakapan bahasa jepang, Ino harus pulang sendirian tanpa teman-temannya, mungkin yang lain akan langsung pulang, tapi apa yang di lakukan kedua laki-laki yang sedang duduk di dalam kelas yang sama ini?
Tik tik tik
Jarum detik jam berbunyi, menyelimuti kesunyian yang tercipta di antara kedua laki-laki yang sesekali saling lirik.
"Tumben kau tidak pulang dan langsung tidur, Shikamaru?"
"Kau juga tumben, kenapa tidak langsung pulang, Neji."
"Aku sih masih betah di sini," jawab Neji menyenderkan tubuhnya di kursi,"Kalau kau?"
"Menunggu Ino," jawab Shikamaru terus terang. Dan jawaban jujur Shikamaru membuat Neji tersentak, tahu begitu tadi dia juga jawab jujur saja, "Kau masih betah kan? yasudah, aku susul Ino dulu, daaah"
Begitu Shikamaru berdiri dan berjalan ke arah pintu, Neji menahannya, "Tunggu! Kau tidak bermaksud meninggalkanku sendirian kan?"
"Haah? Kau sendiri yang bilang masih betah di sini."
Sreeeeeg.
"Loh? Shikamaru? Neji? Kenapa belum pulang?" Ino yang datang membuka pintu terkejut melihat Shikamaru dan Neji masih berada di dalam kelasnya.
"Aku menunggumu, tidak enak kan kalau pulang sendirian," jawab Shikamaru dengan tenang.
"Aku juga menunggumu," sambung Neji.
"Hihihi, terima kasih yah," cara bicara Ino makin lama makin bagus, tidak salah lagi, gadis ini jenius, padahal baru beberapa bulan yang lalu Sasuke menyuruhnya untuk belajar bahasa jepang, dan sekarang Ino sudah sedikit mahir menguasainya.
Setelah mengambil tasnya, Ino berjalan di tengah-tengah antara Shikamaru dan Neji, mereka bertiga pulang bersama, tapi ini di luar rencana Shikamaru yang berniat pulang berdua dengan Ino. Sesampainya di depan gerbang, langkah mereka terhenti karena langkah Ino yang tiba-tiba terdiam, saat Shikamaru dan Neji melirik, mata Ino terbelalak, seolah sedang melihat hantu. Menelusuri apa yang Ino lihat, pandangan Shikamaru dan Neji pun berubah.
Tiga orang yang kini sedang berjalan menuju sekolahnya, memakai seragam serba putih, seragam dari sekolah kawasan elite, dan Shikamaru tahu betul sekolah apa itu, sekolah yang hanya bisa dimasuki oleh orang-orang jenius. Salah satu dari ketiga sosok itu berjalan dan melewati Ino, Shikamaru, Neji begitu saja. Dua laki-laki berambut merah berwajah datar, dan satu laki-laki berambut pirang dengan gaya rambut yang sangat mirip dengan Ino. Sampai membuat Neji dan Shikamaru berpikir kalau jangan-jangan laki-laki berambut pirang itu adalah…
"Brother?" gumam Ino pelan dengan ekspresi shocknya.
Saat mendengar gumaman Ino. Shikamaru dan Neji langsung menoleh ke arah ketiga orang yang baru saja melewati mereka itu. Aura yang kuat terasa dari mereka, entah siapa mereka sebenarnya, yang jelas saat ini Shikamaru merasakan firasat buruk, "Kita harus cepat kembali," usul Shikamaru, menarik tangan Ino yang masih setengah kaget dan diikuti oleh Neji.
.
.
"Sakuya-chaaaaan, Sakuya-chaaan… kamu di mana?"
Terus menerus meneriaki nama anak yang baru saja dipungut (?) oleh Sasuke, Sakura mencari tiap-tiap lorong mansion itu, di temani oleh anjing kesayangannya. Dan hebatnya lagi, anjing kesayangan Sakura itu tidak galak terhadap Sakuya yang merupakan orang baru di mansion ini. Saat Sakura sedang membuka pintu ruangan satu persatu, tanpa di sengaja dia membuka pintu kamar Naruto.
"Sakura-chan? Ada apa?" tanya Naruto di tengah-tengah kegiatan push-up nya yang hanya memakai satu tangan. Karena melihat sosok Naruto yang sedang telanjang dada, wajah Sakura langsung memerah, ternyata tubuh Naruto tidak kalah atletisnya dengan Sasuke.
"A-anu, Sakuya-chan, apa kamu melihatnya?"
Naruto menghentikan kegiatannya dan menghampiri Sakura, "Tidak, mungkin dia di kamarnya."
"Oh, kamarnya itu di mana?"
"Hah? Kau tidak tahu kamarnya?"
Sakura menggelengkan kepalanya, Sasuke sengaja tidak memberi tahukan Sakura di mana kamar Sakuya, dan tanpa harus di tanya, Naruto tahu apa alasannya, saat ini Naruto hanya bisa menyengir pasrah, kalau dia memberi tahu Sakura, Sasuke pasti mencincangnya, kalau tidak di beri tahu, Sasuke pasti memarahinya karena membiarkan Sakura terus mencari kamar Sakuya. Posisi yang sangat serba salah.
"Aku antar kamu kesana, tunggu aku ambil kaos-ku dulu," ujar Naruto yang menyampingkan reaksi Sasuke nanti.
Setelah Naruto memakai bajunya, dia menemani Sakura berjalan, sambil berbincang-bincang tentang masalah yang tidak penting, seperti bagaimana kelakuan Sasuke kalau sedang berdua saja dengan Sakura, hal konyol apa yang dilakukan Kyo kalau Sasuke sedang memonopoli Sakura. Sekedar informasi, terkadang Sasuke dan Kyo itu suka saling adu tatap, anjing yang unik bukan?
Sesampainya mereka di depan kamar Sakuya.
"Jangan kaget yah," ucap Naruto sambil memegang kenop pintu.
Begitu pintu di buka, terlihat sosok Sakuya yang sedang memainkan psp-nya di atas kasur sambil tidur-tiduran, terpasang earphone di telinganya, pantas saja Sakura memanggil dari tadi tidak di sahut, manga berserakan di mana-mana, dan tembok-tembok yang tertempel poster. Saat Sakuya menyadari kehadiran Sakura.
"MAMAAAAAA!" Sakuya melempar psp-nya dan melompat memeluk Sakura.
"Sakuya-chan, aku mencarimu dari tadi," ujar Sakura memeluk balik tubuh Sakuya.
"Ada apa? Tumben mencari Sakuya."
"Tidak ada apa-apa, hanya ingin ngobrol-ngobrol saja," jawab Sakura tersenyum ramah.
"Kalau begitu aku tinggal yah," pamit Naruto.
"Iya, terima kasih Naruto," ucap Sakura.
"Daah, Naru nii-san!"
Naruto tersenyum dan melambaikan tangannya, kemudian menutup rapat pintu kamar Sakuya. Begitu sosok Naruto sudah tidak ada, Sakura melangkah dan memungut salah satu manga yang berserakan. Sakura memperhatikan manga-manga tersebut, mayoritas adalah jenis manga pembunuhan. Bahkan tidak ada satu pun manga yang ber genre romance.
"Sakuya-chan suka baca yah?" tanya Sakura, menduduki tubuhnya di lantai sambil bersender di tepi kasur.
"Iya, untuk referensi," Sakuya menjawab sambil merubah posisinya, tidur dengan beralaskan paha Sakura menjadi bantalnya.
"Membunuh?"
"Hu'um."
"…" ekspresi Sakura berubah menjadi sendu, tidak Sakuya sadari karena saat ini dia memejamkan matanya, menikmati tiap belaian yang Sakura berikan.
"Sakuya suka tangan Saku nee-san, mirip dengan mama, begitu lembut dan penuh kasih sayang," gumam Sakuya.
"Sakuya-chan boleh kok menganggapku mama," izin Sakura.
"Ng, sudah Sakuya anggap dari pertama kali Saku nee-san menyentuh Sakuya."
"Kalau boleh tahu, orang tuamu… kemana?" tanya Sakura pelan dan sedikit ragu, takut menyinggung perasaan Sakuya.
"…" Sakuya tidak langsung menjawab, dia merubah posisinya kini saling berhadapan dengan Sakura, "Sebelum Sakuya menjawab, janji pada Sakuya, nanti akan menjawab juga pertanyaan Sakuya."
"Aku janji," Sakura mengangguk.
"Orang tua Sakuya sudah meninggal, di bunuh oleh para saingan bisnis mereka, salah satunya adalah Jyo dan Saito itu, tingggal satu lagi… Sakuya hampir berhasil balas dendam," jelas Sakuya dengan ekspresi tersenyum, namun senyuman itu mengandung ke piluan yang bisa Sakura rasakan, "Saat itu, mama…"
Ingatan Sakuya seolah melayang menuju lima tahun yang lalu, sambil terus bercerita pada Sakura, "Mama… dengan berlumuran darah di lehernya… memeluk Sakuya dengan erat…"
"Melindungi Sakuya yang masih tidak berguna… ingin sekali saat itu Sakuya membunuh mereka, tapi yang bisa Sakuya bunuh hanya anak buahnya saja… Sakuya tidak puas sebelum melihat darah yang muncrat dari leher orang-orang itu… Sakuya…"
Sebelum meneruskan ceritanya, Sakura langsung memeluk tubuh Sakura. Saat ini Sakura berpikir, setidaknya orang tuanya tidak di bunuh tepat di kedua matanya, tapi Sakuya… saat kejadian itu berlangsung dia hanya seorang diri, sedangkan Sakura punya Sasuke, setelah itu Sakuya harus berjuang sendirian di luar, bertahan hidup dengan cara apa? Mencuri? Di kejar-kejar? Membunuh?
"Mama-chan? Kenapa?" tanya Sakuya dalam pelukan Sakura.
"Mulai saat ini, Sakuya-chan adalah anggota keluarga di mansion ini, jangan sungkan untuk melakukan apapun yah," ujar Sakura lembut dan sedikit senang Sakuya menambahkan embel-embel chan di belakang panggilan mama itu.
Sakuya melepaskan pelukan Sakura dan menyeringai, aura pilu yang Sakura rasakan tadi seolah hilang begitu saja, "ingat janji yang tadi?"
"Ah? Iya, tentu saja ingat," jawab Sakura.
"Mama-chan dan papa-kun, sudah berapa kali melakukannya?" ledek Sakuya jahil dan sukses membuat wajah Sakura memerah.
"Sa-Sakuya-chan! Kamu masih kecil, kenapa bisa tahu hal-hal seperti itu!" tegur Sakura.
"Loh? Dulu Sakuya sering memergoki anak-anak di smp Sakuya yang sedang melakukan sex di gudang peralatan olah raga, melihat mama-chan dan papa-kun sangat dekat dan sepertinya papa-kun sangat menyayangi mama-chan, Sakuya jadi penasaran."
Sakura hanya terdiam, apa setidak normalnya kah dunia ini sekarang? Yah walaupun Sakura dan Sasuke saat itu juga baru berumur 14 tahun, tapi mereka tidak di sembarang tempat untuk melakukannya, mereka juga melakukan sex pertama kali karena hormon puberitas Sasuke yang datang lebih awal gara-gara ulah seseorang.
"Sakuya-chan, aku akan menjawab sekali dan ini yang terakhir, aku dan Sasuke kun memang sudah sering melakukannya, tapi kita main aman kok," jawab Sakura cepat dengan nada grogi, bagaimana bisa dia menjelaskan itu pada anak kecil, "Nah, sekarang aku kembali ke kamar dulu yah, nanti makan malam kau harus ikut, daaah."
Sakura bergegas keluar dari kamar Sakuya. Sementara itu, Sakuya yang di tinggal hanya terdiam sambil tersenyum lembut, menyentuh kepala yang tadi di belai oleh Sakura, "Terima kasih, Sakura nee-san."
.
.
Sakura yang berlari menuju kamarnya sendiri terlihat gugup, saat tadi Sasuke sedang pergi bersama Karin. Memang ada saatnya salah satu elite assassin itu pergi berpasangan untuk mendapat pelatihan khusus dari mereka. Tapi Sakura tidak menyangka kalau Sasuke akan kembali secepat ini, yang kini sudah berada di kamarnya, memakai kacamata sambil membuka laptop yang di pegangnya, bersender di atas kasur.
"Dari mana kamu?" tanya Sasuke.
"Sa-Sasuke kun? Kapan datang?" tanya Sakura. Menghampiri sosok Sasuke.
"Baru saja," jawab Sasuke singkat, melepas kacamatanya dan meletakkan laptop di meja kecil yang terletak di sebelah kasur, kemudian Sasuke mengulurkan tangannya, "Sini."
Sakura meraih tangan itu. Sambil menaiki kasur, Sakura menatap intens Sasuke, membuat Sasuke bertanya, "Ada apa?"
"Tidak apa-apa, hanya saja… aku jadi berpikir, apa yang kita lakukan ini wajar yah?"
"Haah?"
"Tadi… aku ke kamar Sakuya-chan, kami berbincang-bincang, dan dia cerita katanya saat dia di smp dulu dia sering memergoki temannya bercinta di gudang peralatan olah raga, ya ampun anak sekecil mereka sudah kenal sex?" gumam Sakura tidak percaya.
Pernyataan Sakura membuat Sasuke heran, lalu bagaimana dengan mereka sendiri yang sudah melakukan sex dini?
"Begini, Sakura…"
"Dan lagi aku kembali berpikir, kita kan juga melakukan sex waktu usia kita 14 tahun," ucap Sakura dengan serius, "Sebenarnya itu tidak boleh, setidaknya tunggulah saat kita berumur 16 tahun seperti…"
"Sakura," Sasuke meraih wajah kekasihnya itu dan memaksanya untuk menatap mata onyx-nya, "Kau menyesal?"
Deg.
Pertanyaan Sasuke membuat dada Sakura ngilu.
"Me-menyesal? Tidak sama sekali, tapi… aku merasa Sakuya-chan itu tidak boleh melihat adegan itu, aku khawatir nanti jalan pikirannya… atau dia melakukannya juga…duh, gimana yah menjelaskannya…"
"Intinya, kamu tidak mau Sakuya mengalami hubungan percintaan seperti kita? Melakukan sex dini, begitu?" tebak Sasuke.
"Ya! Benar, aku tidak mau, aku khawatir, pria yang bagaimana nanti yang akan mengencani Sakuya-chan," ujar Sakura smabil berpikir.
"Kau ini sudah benar-benar menjadi seperti mamanya, ada apa dengan kalian sih?" ucap Sasuke heran.
"Sasuke kun tidak mengerti betapa sakitnya saat pertama kali melakukan sex!" protes Sakura, "Aku tidak mau Sakuya-chan merasakan hal itu dulu sampai tubuhnya siap."
"Pertama kali itu memang selalu sakit, coba kau ingat-ingat lagi, saat itu… siapa yang meminta lebih?" ungkit Sasuke.
Sakura terdiam dan menuruti ucapan Sasuke, otaknya kembali ke masa pertama kali, kenapa mereka bisa melakukan sex.
Flashback.
Sasuke dan Naruto baru saja pulang dari pelatihan khusus mereka, entah kenapa wajah mereka berdua beda dari biasanya, ada yang aneh, itulah pemikiran Sakura. Begitu Sakura mendekati mereka, Naruto menjauh dan Sasuke menepis tangan Sakura. Hal itu membuat Sakura yang selalu berada di dalam mansion ini merasa jengkel.
"Tidak mau lagi di sentuh olehku?" tanya Sakura dengan nada kesal.
"Bu-Bukan begitu, Sakura-chan…uumm, aaghhh! Teme aku ke kamar duluan! ***-sensei brengseeeeeek!" jerit Naruto sambil berlari.
Kini Sakura mendekatkan dirinya pada Sasuke,"Ada apa, Sasuke kun? Naruto bertengkarkah dengan *** sensei?"
"Bu-bukan… itu…"
"Yasudah kalau tidak mau cerita," Sakura membuang wajahnya seolah tidak peduli, tapi Sasuke tidak bisa menahannya, dirinya… dengan sendirinya memeluk tubuh Sakura dari belakang, "Sakura… tolong aku…"
"Hah?"
Sasuke langsung membawa Sakura ke kamar mereka, mencium Sakura dengan nafsu yang menggebu-gebu, Sakura hanya bisa menerima ciuman demi ciuman yang Sasuke berikan. Tapi kali ini Sasuke lebih berani, tangannya meraba dada Sakura yang masih belum tumbuh dengan sempurna itu.
"Aahnn~ Sa-Sasuke kuun? Ada apaa?"
"Aku…maaf, Sakura, aku akan katakan terus terang," Sasuke berusaha tenang dan menggenggam bahu Sakura, Sakura merasa genggaman Sasuke gemetar, "Tadi saat kami berlatih, aku dan Naruto merasa haus, *** sensei memberikan minumannya pada kami, tapi kami tidak tahu dan dia pun tidak sadar, kalau itu adalah… minuman perangsang…"
Sakura tercengang, bagaimana bisa terjadi kesalahan seperti ini? "*** sensei sedang mabuk?"
Sasuke mengangguk,melihat Sasuke yang sepertinya menderita, Sakura jadi tidak tega. Kemudian Sakura melingkarkan lengannya di leher Sasuke, "Lakukan saja, suatu saat juga Sasuke kun akan melakukannya kan? cepat atau lambat," bisik Sakura.
Sasuke memejamkan matanya, betapa hinanya dia melampiaskan nafsu yang tidak sengaja dia dapat dari minuman laknat itu pada Sakura, walaupun Sakura mengizinkannya, Sasuke tetap tidak tega, "Tidak usah, biar kulakukan sendiri saja," tolak Sasuke, yang berusaha meninggalkan Sakura.
Tapi Sakura menarik baju Sasuke dan mendorongnya ke atas kasur, Sakura menindih Sasuke dan menciumnya dengan lembut, "Kalau aku bilang tidak apa-apa ya tidak apa-apa," ucap Sakura pelan, menuntun tangan Sasuke menyentuh dadanya,"Kita tanggu bersama, deritaku Sasuke kun yang menanggung, derita Sasuke kun, aku yang menanggung, cukup adil bukan?"
Merasa pilu mendengar pengakuan Sakura, laki-laki yang masih dalam tahap dewasa ini membalikkan tubuh Sakura, hingga kini dialah yang berada di atas, "aku janji akan pelan-pelan."
Sakura mengangguk, kemudian Sasuke melanjutkan aktifitasnya. Di buka oleh ciuman yang panas, rabaan di buah dada Sakura, kemudian Sasuke membuka baju Sakura, dan Sakura melepaskan kemeja sekolah Sasuke, melepaskan kancingnya satu persatu. Merasa aksi Sakura yang ternyata juga memberikan respon bagus, Sasuke langsung melumat dada Sakura, menjilat putting Sakura yang masih segar, belum tersentuh sama sekali.
"Aahhnn~"
Mendengar desahan nikmat yang keluar dari mulut Sakura membuat Sasuke bersemangat, dia merasa celananya itu sudah sangat sempit, ingin sekali dia melepaskan celana itu, tapi Sasuke masih takut akan reaksi Sakura nanti. Dia tidak mau nanti Skaura malah lari keluar begitu melihat makhluk kecil milik Sasuke.
Sesudah melumat kedua buah dada Sakura, Sasuke bersiap-siap, memasukkan jari-jarinya ke celana dalam Sakura.
"Hyaaa, Sa-Sasuke kuun,,aaaahhhnn~ nnggghhhhh~"
Sasuke memainkan klitoris Sakura, dan jarinya mulai terasa basah oleh cairan yang Sakura keluarkan. Tanpa mereka mengerti, Sakura sudah mencapai orgasmenya yang pertama, tapi karena tidak paham, Sasuke terus menggoyangkan klitoris Sakura.
"Aaahhnnn! Sa-Sasuke kun! Hentikaaan~ aahhh~ aaahhnn~ hentikaan, ge-geliii~"
"Ah, maaf," Sasuke menghentikan permainannya, di lihat cairan yang menempel di jari-jari Sasuke, saat itu Sasuke berpikir, bagaimanakah rasa cairan itu? Dan tanpa keraguan, Sasuke menjilatnya, tidak di sangka ternyata cairan itu terasa manis. Lalu Sasuke pun memutuskan untuk mencoba langsung dari sumbernya.
Jilatan demi jilatan tercipta, membuat sang gadis yang kini sedang mencengkram selimut menggeliat kenikmatan.
"Aaahhh~ aaaahhnnn~"
Sakura menjambak pelan rambut Sasuke, kenapa kegiatan ini begitu nikmat? Kemudian Sasuke berhenti, dia membuka celana panjangnya, kemudian boxernya, sehingga terlihat jelas kejantanan Sasuke yang membuat mata Sakura terbelalak.
"Sa-Sasuke kun! Apa itu?"
Pertanyaan yang sulit untuk di jelaskan.
"Sakura… aku akan memasukkan ini ke dalam tubuhmu," jelas Sasuke sambil memposisikan kejantanannya di depan kewanitaan Sakura, "Kalau kau merasa sakit dan ingin berhenti, katakan padaku, saat itu juga aku akan menghentikannya."
Sakura hanya mengangguk tanpa mengerti apa yang akan terjadi, dan… dari mana Sasuke tahu tentang hal-hal seperti ini? Itu dengan niat akan Sakura tanyakan langsung pada Sasuke setelah kegiatan mereka selesai.
Pertama Sasuke melongkarkan kesempitan Sakura memakai jarinya. Satu jari dimasukkan.
"Aaaahhhn! Uunggghhhh~"
Dua jari di masukkan sambil menggoyangkan dan memaju mundurkan jari-jari itu.
"Uggh! Aaaahh~"
Sampai tiga jari.
"Hyaaa! Aaaaahhhhh! Nngghhh~"
Merasa sudah sedikit longgar, Sasuke menyiapkan dirinya tepat di lorong kewanitaan Sakura. Sebelum Sasuke memasukkannya, dia membelai kening Sakura dan mencium kening itu. Sakura menatap Sasuke yang sedang menciumnya. Dia tahu Sasuke sedikit takut untuk melakukannya. Makanya kini Sakura langsung memeluk tubuh Sasuke, "Teruskan saja," bisik Sakura pelan.
Sasuke memjamkan matanya, dan sekali dorongan, Sasuke menerobos selaput yang tebal sehingga merobeknya, dan kini keluar darah yang mengalir dari kewanitaan Sakura, tapi tidak ada yang menyadarinya karena tidak ada yang melihat ke area itu.
"Kyaaaaaa! Sasuke kuuun! Sakiiit~ hiks~"
"Maafkan aku~ maaf Sakura, maaf," ucap Sasuke berkali-kali sambil menciumi wajah gad- wanita itu.
"Ng, maaf juga, aku tidak tahu rasanya perih sekali, sakit… apa sudah masuk seluruhnya?" tanya Sakura polos, mengingat panjangnya kejantanan Sasuke tadi.
"Belum, baru setengah," jawab Sasuke malu-malu.
"Huuuh~ sebentar Sasuke kun, aku atur nafas dulu," pinta Sakura.
Merasa Sasuke sudah sedikit tidak bisa menahan, karena saat ini keringat Sasuke mengalir lumayan deras, lengannya juga gemetar karena menahan berat tubuhnya sendiri. Akhirnya Sakura menggoyangkan pinggulnya, rasa sakit tadi juga tidak terlalu sakit, "Sasuke kun sudah boleh mulai."
Akhirnya dengan sekali lagi hentakan, seluruh kejantanan Sasuke berhasil masuk ke dalam lorong sempit itu, Sasuke terus memaju mundurkan pinggulnya, karena ini adalah pertama kalinya untuk mereka, Sakura sudah akan merasakan orgasmenya lagi.
"Sasuke kuun! Sasuke kuun~ aaahhhh~ le-lebih cepaaaat! Aaaaaahhhnnnnnn!" dan Sakura pun mengeluarkan orgasme di tengah-tengah genjotan Sasuke, sedangkan Sasuke sendiri belum merasakan klimaksnya.
Sasuke mempercepat genjotannya untuk mencapai klimaks yang cepat, sehingga membuat Sakura ngilu.
"Sasuke kuun! Aaaahhn! Su-sudaaaah~ aaaaaaaaahhh! Sasuke kun ngiluuuu~ nggghhh~"
Sasuke itu pada dasarnya egois, tapi dia juga tidak mau merasa tanggung begitu saja, tanpa memperdulikan jeritan Sakura, Sasuke terus menggenjot Sakura, tapi dia juga tidak mencampakkan Sakura, Sasuke berusaha menenangkan Sakura yang menjerit ngilu dengan cara memeluk Sakura erat-erat, mencium kening dan sesekali turun ke bibir, membiarkan Sakura mencakar punggungnya sampai berdarah.
"Aaaaaahhhh~" akhirnya Sasuke mengeluarkan cairannya di dalam tubuh Sakura.
Masih dalam tahap orgasme, Sasuke terjatuh di atas tubuh mungil Sakura.
End of flashback.
"Dan saat itu, apa yang Naruto lakukan?" tanya Sakura yang kini tengah terbaring di atas perut Sasuke.
"Ah, dia melakukannya sendiri di kamar mandi," jawab Sasuke sambil berusaha mengingat apa yang Naruto katakan dulu.
"Temeee, aku melakukannya sebanyak tiga kali, dan menyedihkan sekali kulakukan dengan sendiri~"
"Hahaha, dan Sasuke kun, apa kau ingat? Tiga hari kemudian, aku mendapat haid pertamaku," ujar Sakura menaikkan sedikit tubuhnya.
"Hn, dan saat itu aku tahu, bagaimana caranya agar kau tidak hamil," kata Sasuke menyeringai.
"Mesum!" ledek Sakura, mencubit pipi Sasuke.
.
.
Saat makan malam tiba, Sasuke dan Sakura menghampiri para elite assassin yangs udah berkumpul di ruang makan, di tambah lagi kini ada Sakuya yang sedang menyengir ke arah Sakura, dan di balas lambaian oleh Sakura. Ada yang berbeda pada malam ini, Sasuke merasa aura Shikamaru, Neji dan Ino tidak seperti biasanya. Seperti sedang menutupi sesuatu.
"Hari ini aku yang memasaaak, masakan Naruto itu tidak enak, makanya aku yang akan mengambil alih mulai sekarang," ujar Karin yang terlihat sudah menyediakan beberapa makanan lezat.
"Mari makaaaaan," ucap Naruto riang.
Di tengah aktifitas makan, terasa begitu damai, Sakuya merasa inilah suasana yang paling dia idamkan selama lima tahun. Terlihat Karin yang mendumel karena Naruto menyisakan sayuran di pinggir piring, membuat Sakuya menghabiskan seluruh sayuran yang tidak dia suka itu karena tidak mau kena omelan Karin. Hanya Neji, Shikamaru dan Ino yang tenang cara makannya. Sasuke sesekali mengambil tomat dari piring Sakura, membuat Sakura protes padanya.
Setelah mereka selesai, Sasuke membersihkan mulutnya dan membuka pembicaraan, "Ada apa dengan kalian?" tanya Sasuke langsung pada ketiga orang yang bertingkah lebih diam dari biasanya.
"…"
Tidak ada yang menjawab, tapi dari pada Sasuke mengamuk nanti, Shikamaru lah yang akhirnya membuka jawaban, "Tadi, kami bertemu dengan beberapa orang setelah pulang sekolah."
"Beberapa orang?" tanya Naruto bingung.
"Tiga orang," jelas Neji.
"Mereka memiliki aura yang sangat kuat, aku tidak tahu mereka kawan atau lawan, yang jelas… aku yakin mereka sangat kuat," jawab Shikamaru serius.
"Dan sepertinya…" kini Neji yang berucap, "Salah satu di antara mereka itu adalah…"
"Kakakku," potong Ino, yang membuat seluruh di ruang makan itu terkejut, bukankah kakaknya Ino seharusnya sudah tewas? "Aku sangat tahu itu kakakku… tapi… dia seolah tidak mengenaliku…"
"Kakakmu? Apa kamu sudah menyapanya?" tanya Sakura yang terlihat ingin ikut campur.
"Belum, aku… terlalu takut…"
"Apa yang mereka lakukan di sana?" tanya Sasuke pada Shikamaru.
"Tidak tahu, mereka memakai seragam sekolah elite, berjalan menuju dalam gedung sekolah kita, aku mempunyai feeling, kalau mereka itu murid pindahan, tapi kenapa pindah? Pasti mereka mempunyai tujuan khusus," jawab Shikamaru panjang lebar.
"Kalau memang benar mereka murid pindahan, Sakura… jangan sekali-kali kau coba untuk mendekati salah satu di antara mereka," perintah Sasuka yang menjuruskan kalimat itu untuk sosok orang yang di duga adalah kakaknya Ino.
"Eh? Tapi-"
"Tidak ada tapi, sudah bisa kubaca jalan pikiranmu, kau itu-"
Teeet Teeeeet Teeeeet
Suara bel gerbang depan terus berbunyi, kejadian ini sangat jarang ada bahkan hampir tidak pernah. Saat Shikamaru, Neji dan Naruto akan bangkit dan berlari menuju gerbang, Sasuke mencegahnya, "Biar aku saja," ujar Sasuke.
Tapi semua tidak menurut begitu saja, dari belakang mereka mengikuti Sasuke yang kini dengan hati-hati berjalan ke depan gerbang. Terlihat sosok wanita berambut panjang yang sedang mencengkram erat pagar-pagar hitam dengan wajah panik.
"Tolong! Tolong aku!" pinta wanita itu.
Sebelum Sasuke membukakan gerbang, dia menerawang sekitar wanita itu, terlihat ada laser sniper yang diarahkan ke kepala wanita itu.
"MENUNDUK!" teriak Sasuke menggenggam kepala wanita itu dan memaksanya menunduk. Terjadilah penembakan sniper yang berhasil Sasuke hindari, wanita itu selamat, tapi…
"SAKURAAAAAA!" jerit Karin.
Tembakan itu tepat mengenai perut Sakura yang sedang berlari mendekati Sasuke. Membuat mata Sasuke terbelalak dan melupakan sosok wanita yang sedang berdiri di luar, "SAKURAA!"
"Mama-chaaaaaan!" Sakuya dengan gesit berlari, memanjat dan melompat pagar yang lumayan tinggi itu, mengejar sang sniper yang bersembunyi entah di mana.
Naruto membukakan pagar untuk wanita itu agar cepat masuk, "Cepat kau masuk!" bentak Naruto, Sasuke menggendong Sakura langsung ke kamarnya, di ikuti oleh Ino, Karin, wanita itu dan Shikamaru. Sementara Naruto dan Neji menunggu Sakuya yang sedang berkeliaran di luar mencari sang pelaku.
.
.
"Sakura bertahanlah aku mohon!" Sasuke terus menerus menggenggam tangan Sakura.
"Aaakhh! Uhuk! Sa-sakiiit~"
"Kita harus membawanya ke dokter," usul Karin.
"Tidak akan sempat, kita lakukan operasi dadakan," ujar Ino tegas.
"Operasi dadakan! Kau jangan gila! Bisa-bisa Sakura mati!" bentak Sasuke, ini kedua kalinya para elite assassin yang melihat diri Sasuke yang kehilangan ketenangannya.
"Sasuke, sebelumnya aku sering membantu pamanku operasi kecil-kecilan seperti mengeluarkan peluru dari tubuh hewan," jawab Ino yang mencari sesuatu di laci-laci Sasuke.
"Itu hewan! Sakura ini manusia!"
"Sasuke! Calm down," bentak Ino, "Bantu aku mencari kain putih, Karin tolong siapkan air hangat 3 maskom, Shikamaru, siapkan pisau dan sumpit besi yang sudah di sterilkan, Sasuke… bersediakah tubuhmu menjadi pelampiasan sakit Sakura?"
Sasuke mengangguk, kemudia pandangannya kembali pada Sakura yang mati-matian menahan rasa sakit.
Ketika semua sudah beres, Ino menutup mulutnya memakai masker, lampu meja belajar pun menjadi penerang ruangan yang sudah terang itu, sehingga kini terlihat lebih terang dan memperjelas luka tembak di perut Sakura. Melihat Sakura yang begitu kesakitan, Sasuke tidak memperdulikan lagi imejnya yang selalu tenang, ekspresinya saat ini begitu kacau. Terus menerus mengganggam tangan Sakura, dan Sakura sendiri menahan sakit dan terus mencengkram tangan Sasuke hinggat tangan laki-laki itu berdarah.
"Aaaarrgghhhh! Hyaaaaaaa!"
Ino terus berusaha membedah sedikit perut Sakura dan mengambil peluru yang menyangkut di dalam perut Sakura, tapi mendengar Sakura menjerit kesakitan begitu, Ino tidak tega.
"I-Ino… la-lakukan sa… ja… to…long diper-cepat," pinta Sakura tersendat-sendat.
Seketika Ino langsung mengingat Neji yang bisa meracik ramuan apapun, "Neji! Panggil Neji, apakah dia punya obat bius?" perintah Ino.
"Ok," Shikamaru langsung berlari keluar, sangat kebetulan di luar Naruto dan Neji sedang berjalan bersama Sakuya.
"Shika nii-san! Mama-chan?"
"Tenang, Ino sedang mengatasinya, Neji… apa kau pernah meracik obat bius?" tanya Shikamaru dengan nada terburu-buru.
"Tentu saja ada, selalu kubawa kok," jawab Neji merogoh kantongnya dan menunjukan botol yang berisikan obat bius,
"Nice!" Shikamaru menyambarnya dan langsung kembali ke kamar, "Ino! Aku dapat obat biusnya."
"Baiklah," Ino mengambil obat bius yang berbentuk cairan itu, di tumpahkannya sedikit pada sapu tangannya dan di tempelkan pada Sakura, sehingga perlahan Sakura tertidur dan genggaman tangannya pada Sasuke melonggar.
Dengan sangat hati-hati, Ino berhasil mengambil peluru itu dan diceburkan ke dalam baskom berisi air hangat agar darahnya hilang dan terlihat jenis apa peluru itu. Untuk hal itu, serahkan saja pada Neji yang ahlinya senjata.
"Sudah selesai, aku juga sudah menjahit lukanya, tunggu sampai Sakura sadar, mungkin dia akan merasakan sakit lagi, kalau dia tidak bisa menahan rasa sakitnya, kita bisa memberikannya obat penghilang rasa sakit sementara," jelas Ino.
Shikamaru sangat terkesima melihat kehebatan Ino dalam pengobatan, sosok Ino saat ini… membuat Shikamaru merasakan sedikit debaran yang aneh.
"Ayo semua keluar, biarkan Sasuke saja yang menemani Sakura," perintah Karin, "Dan kau!" Karin menunjuk pada wanita berambut panjang yang dari tadi menonton adegan penyembuhan Ino pada Sakura, "Ikut kami!"
Begitu keluar, Sakuya langsung menghampiri sosok wanita itu dan mendorongnya kencang, "Kalau sampai terjadi sesuatu pada mama-chan, Sakuya lah yang akan membunuhmu!"
"Ma-Maafkan aku…. A-aku benar-benar minta maaf… hiks… aku tadi di kejar oleh sekelompok orang yang mengincarku! Hiks~"
Melihat wanita itu menangis terhisak-hisak, Karin menghela nafasnya, "Siapa namamu?"
"Hinata…Hyuuga Hinata."
Begitu wanita itu menyebutkan nama dan marganya, mata Neji terbelalak,"H-Hyuuga?"
Saat sadar, Hinata, nama pemilik rambut indigo panjang itu memusatkan perhatiannya pada Neji, "Kau… Neji?"
A/N : nah, sudah sampai chapter 7, ngga terasa yah… berkat kedatangan fitri kemarin saya sudah kembali lumayan semangat, hehehee, makasih yah fit, maaf pulang kejebak ujan badai, tapi di dalam mobil kan kita jadi semakin mesra, apalagi dengan soundtrack mayonaka no orchestra yang kita nyanyikan bersama itu, wahahahahahaa #DiGorokV3
Okaaay, saatnya jawab ripiu
Bluremi : lumayan lemon si fitri? Berkat bantuan gue tuh, *Bangga yang terjadi sama Sakuya ga ada hubungannya kok, nanti kita kasih tahu, sebenernya 5 tahun yg lalu itu jepang lagi krisis :D
BlueHarchi Uchiha : saya pundung di tolak cinta saya T_T
Tsundere evil : iya cewek terakhir itu Hinata, kita emang pasangan yang lucu kok ^^
Asuka-chan : panggil senap, panggil mas juga boleh hahaha… pacaran? Emang keliatannya gitu yah? Gpp sih kalo kalian nganggepnya begitu :p *ngebayangin reaksi v3*
Raiha Laf Qyaza : iya, Sakuya itu keinginan sendiri ngebunuh, lagian yg dia bunuh itu Cuma org2 yg berhubungan sama masa lalunya kok.
Kir : yang lain pasti kebagian romancenya kok, jangan buru-buru hahahahaa
Kira : ShikaIno ada kok lemonnya, Neji hampir ngerape ino, tapi ga sampe nge rape
Y0uNii D3viLL : yg mau nyelakain Sakura udah pasti ada, dia kan kelemahannya Sasuke : )
IzuYume SaitouKanagaki : hahahaam ngakak ya? Saya juga ngakak, lemonnya bagus? Itu ada bantuan dari aku loh *bisik2 hahahahahaa, udah jadian ngga yaaaah, kasih tau ga yaaaaaah XD
Sasusaku lovers : ==" lemon Sakukarin biar fitri aja deh yg bikin, *angkat tangan
Toeto : Huoooo! Semangat anak muda yang LUAAR BIASA! Perkenalan Sakuya emang begitu kok alurnya jeung…. Eh mas… #Loh? Lo itu laki apa cewek deh? ==" Sakuya bakal dapet jodoh kok, ga usah sedih, Naruto sma Hinata? sepertinya tidak :D nanti sifat Sakuya lama-lama jadi feminine kok setelah bertemu dengan pujaan hatinya.
RaffaLOPEFitriFans : HAHAHAHAHAA saya suka penname kamu! Fitri itu kaya kucing, malu-malu mau ==a
HikariNdychan : yap, kamu benar, yang dimaksud ratu itu Sakura
Itachu : hahahaa, iya nanti Sakuya bakalan dapet pacar kok :D nanti pas Sakuya suka sama seseorang itu dijadiin bahan ledekan sama kakak-kakaknya (elite assassin) :D
GerardErza : saya manis? Semua irang sudah tahu itu! Hahahahaa #Plak! Pacaran? Kamu mau jadi yang kedua? #DigilesV3 ero baki kami para pria itu hal yang wajar nak, fitri itu? Dia manis eh cute sih kalo saya bilang, gampang di boongin, rada lemot, makannya banyak, cerewet, langsing, sok gaya, jutek mampus kalo sama orang baru, tatapannya juga sinis, rambutnya sebahu #Panjangin yah fit :D
RaVFfa3 ajieb : saya ada sedikit masalah kemarin, di tambah suasana mendukung buat pundung, tadinya sih mau bikin praktek langsung, fitri yang ngajakin malah #Dibom hahahahahahaaa, becanda loh
Hasni kazuyakamenashi stareels : hahaha, first sex mereka ada di chapter ini kok, organisasi lain itu emang ada, tunggu chapter depan!
Pah : makanya bikin akun doong :D
Kanraragi : iya, karena kita suka dengan kejutan, hahahahaa
FhYyLuVRhYy ELF : iyaa, hubungan Sasusaku di sini saya mau praktekan dengan V3, *ampun fit, sumpah ampun* hahahahhaaa ternyata banyak yg suka sama OC nya yah :D bagus lah
blackcherryBee : wah, sampe di masukin bookmark? :D cerita yg ga gampang ketebak itu emang tipikal fitri bgt, tapi lemonnya tipikal saya bgt yah? *menyeringai mesum* iya, banyak pwp yg ngasal, mungkin mereka bikin utnuk ngebashing chara kali yah? Makanya, dilarang buat baca fict ini di angkot maupun di tengah jalan XD Neji nanti ada kisahnya sendiri XD
kikyo fujikazu : ehem, banyak yg nunggin lemon yah? XD
doremi saku-chan : lah? Takut kenapa? Kita ga gigit, Cuma nge rape #BUAAK
Soo dana : iya udah ga pundung kok :D
Mella-chan : hai juga, Hinata udah mulai di munculin kok di chapter ini, ga YURI kok, Cuma yuri sepihak, hahahaha… kalo nyuruh jadian suruh si fitri tuh, #Lalalalalala
Aochan : Waaahh! Review paling terpanjang yang pernah kita baca! AMAZIIING! FANTASTIC! #Apasih ==" silent reader selama setahun? Kok kuat? Pasti kuat juga yah nahan perasaan selama setahun? Wakakakakaka #Plak ohh, yang Raffa Agustin, itu idah g bisa aktif, lemon fitri mah emang ga ada yg enak buat di baca, cemen dia… *ambil tameng… resep nya? Nanti gue tanyain sama orangnya yah, hahahaha, summary yg tidak mungkin? Inget, inget slogan saya dan fitri dong ini kan fanfiction "MENJADIKAN HAL YANG TIDAK MUNGKIN MENJADI MUNGKIN" tapi jangan maksain juga ==" Sasuke jadi lembek? Itu bukan lembek, itu Cuma perasaan sayang aja, dia selalu tegas kok ke sakura, wah ide 3some yg brilliant! Kayanya seru tuh bikin 3some dengan pihak wanita yg yuri, boleh2, hahahahaa nih requestan lo udah kita kita bikin di sini : D masalah ID Ym, nama valentine itu gue ambil dari karakter jill valentine di resident evil :D seksi bgt tuh cewek~
Okakura Roman : hei, OC mu banyak yang suka tuuuh, hahahaha cieee ciieeeeee
Icha Yukina Clyne : gimanaaaa sih, masa chapter saya kamu ga log in, pilih kasih! #ngambek
Ran murasaki NH : sama-sama, kita akan selalu ngebales review kalian kok, supaya kita ada feedbacknya, kalian baca n review kita bales dan bikin another chapter, jadi seru kan? bisa sambil ngobrol juga, hehehee OC nya yg dipinjemin perempuan hahahaha, cinlok? Ada ga yaaaaah XD
Chadeschan : yuri saya anti, apalagi yaoi T_T tapi si fitri entah dateng dari mana itu penyakit akhir2 ini lagi mengidam NaruSasu -_-
Karasu Uchiha : hahaha, dipinjeminnya itu :D
Uchihaiykha : hahahaa, first sexnya sasusaku kayaknya jadi hot topic yah :D Sakuya itu baik kok, dia pure baik.
Ngga log-in : :D makasiih, iya sakuya itu bukan karakter jahat kok, tenang aja :D
Wakamiya Hikaru : iya, kita kaya pengantin baru, fitri masakin sop buat saya loh, rasanya juga enak, #BukaSecret…
Aoi ciel : bukaan, itu bukan anaknya Sasuke n Sakura ==" hahahaha, kita ga saling benci kok, kita malah saling sayang, ya ga fit? *siap2 dimaki2 di YM
Poetry-chan : baru sempat review? Kemaren kemana aja? Seru loh, hahaha namanya juga di tolongin cewek, pasti nge down lah seorang sasuke, jangankan sasuke, saya aja kalo ditolong cewek rada gimanaaa gitu, harga diri sih yg ternoda #Aih ternoda~
Kazuka ayam cherry : iya, banyak yg suka Sakuya ternyata, sesuatu yah :D
D3rin : hahahaha, hayooooo umur berapaa kamuuuu, sialan gue dikira setan, hahahhaa….
Kyuhyuncho : iya nih kita juga ga bsia nerka fic ini bakalan sampe chapter berapa, soalnya ceritanya aja masih panjang bgt, maslaah orang ketiga, itu ga bsia kita bocorin sekarang :D
