"Mau kemana, Mas?" tanya Euiwoong ketika melihat Haknyeon keluar dari service room sambil membawa ember dan juga sikat kecil.
"Mau nyuci mobil bentar." Haknyeon berjalan mendekati Euiwoong. "Kenapa? Mau ikut, Ung?"
"Kalau nyuci mobilnya di Jeju, aku ikut. Ini di depan rumah doang, apa coba faedahnya aku ikut?"
Haknyeon tertawa dan mengecup pipi Euiwoong kilat. "Masak apa sih, Ung? Dari aku pulang kerja tadi kamu di dapur terus, keluar dapur cuma buat sholat aja tadi."
"Masak takjil sekalian buat anak kost, Mas," ujar Euiwoong sambil mematikan kompor.
"Oh gitu. Yaudah, aku nyuci mobil dulu ya, jangan kangen loh."
Euiwoong berbalik dan segera mencubit hidung Haknyeon sambil tertawa.
Haknyeon memang punya usaha kos-kosan disebelah rumah meskipun ia bekerja sebagai PNS di kantor dinas kehutanan. Itu memang inisiatif Haknyeon dan kos-kosan itu sudah ada sejak ia lulus kuliah. Awalnya hanya tiga kamar, tetapi sekarang sudah ada dua belas kamar.
.
.
"Mau kemana, Ung?" tanya Haknyeon saat melihat istrinya membawa beberapa kotak tupperware.
"Mau ngasih takjil ke anak-anak." Euiwoong meletakkan kotak tupperware di teras dan segera mengikat rambutnya. "Kenapa? Mau ikut, Mas?"
"Kalau ngantar takjil ke Jeju aku ikut, ini cuma lima langkah dari rumah."
Euiwoong terkikik. "Sekalian mau ngapel dong."
Haknyeon buru-buru menyemprot Euiwoong dengan air selang, beruntung Euiwoong punya gerak reflek yang bagus.
"Ish! Basah tau, Mas. Aku kan udah mandi," sungut Euiwoong.
"Ngapel, ngapel. Ini suami kurang ganteng apa lagi coba?"
Euiwoong nyengir dan segera berlari menuju kos-kosan. "Hehehe. Aku ngapel dulu ya, Mas."
"Lee Euiwoong!"
.
.
"Mas, kayaknya ada yang manggil deh di depan," ujar Euiwoong sambil menuangkan air putih pada gelas Haknyeon.
"Ya sana kamu bukain dong pintunya, Ung."
Euiwoong duduk di kursi dan memasang ekspresi puppy andalannya. "Duh kayaknya kakiku sakit deh Mas. Aduh, aduh."
Haknyeon tertawa dan mengacak surai Euiwoong sebelum berdiri.
"Loh, kenapa San?" tanya Haknyeon ketika mendapati satu anak kosnya sedang duduk di kursi kayu teras rumah.
Sanha berdiri dan segera menghampiri Haknyeon. "Air di kamar mandi kosan nggak ngalir, Pak."
Haknyeon mengangguk. "Oh jadi kamu belum mandi nih?"
"Ehehe, iya Pak. Mas Eunwoo, Mbak Chaeyeon, sama Mas Dongbin juga belum Pak. Baru pada pulang kerja soalnya."
"Yaudah, suruh mandi ke rumah saya aja dulu. Besok pagi saya telpon orang PDAM."
Sanha mengerjapkan matanya beberapa kali. "Nggak usah, Pak. Ngerepotin kalau mandi di rumah Bapak."
"Ah kata siapa?" Haknyeon memukul pelan bahu Sanha. "Sana panggil yang belum mandi, suruh mandi disini ya?"
"Siapa, Mas?" tanya Euiwoong setelah Hakyeon kembali ke meja makan.
"Sanha bilang airnya nggak nyala di kos, jadi kusuruh mandi disini. Nggak papa kan, Ung?"
Euiwoong tersenyum. "Iya lah nggak papa."
.
.
Minggu pagi setelah sholat subuh, Haknyeon dan Euiwoong kembali bergelung dibawah selimut sambil menonton film Zootophia yang kebetulan sedang tayang di salah satu stasiun televisi.
"Ung," panggil Haknyeon.
"Kenapa, Mas?"
Haknyeon tidak menjawab, malah memeluk Euiwoong dengan erat.
"Duh kenapa sih, Mas?"
"Nanti sore mau jalan, nggak? Main ke taman kota, terus pas udah mau buka puasa kita ke sekitaran pantai gitu."
Euiwoong merengut. "Emang kamu bosen sama masakanku, ya Mas?"
"Bukan gitu sayang, tapiㅡ"
Euiwoong menggeliat, berusaha melepaskan pelukan Haknyeon. "Bilang aja kalau bosen, ya kan? Kan? Kan?"
Haknyeon speechless ketika melihat Euiwoong yang out of character pagi ini. Padahal biasanya istri lucunya itu selalu senang dipeluk dan diajak jalan.
Euiwoong tiba-tiba menoleh pada Haknyeon sambil tersenyum jahil. "Becanda doang Mas, hehehe."
Haknyeon tertawa, lalu bangkit dan menggelitik pinggang ramping Euiwoong. Membuat wanita yang baru dinikahinya empat bulan lalu itu tertawa lepas dengan sesekali memukul badan Haknyeon.
"Duh ampun masㅡhahaha."
Haknyeon segera menghentikan kegiatannya menggelitik Euiwoong dan beralih menjadi memeluk Euiwoong yang terlalu lemas karena tertawa.
"Mas," panggil Euiwoong.
"Kenapa, Ung?"
"Kebayang nggak sih, kalau dulu aku nerima ajakan nikahnya Kak Minho? Terus yang ngurus kamu tiap hari siapa, ya?"
Haknyeon merengkuh Euiwoong dan meletakkan lengannya menjadi bantal Euiwoong.
"Ung, dengar ya." Haknyeon mengelus surai Euiwoong. "Jangan pernah bayangin hal-hal jelek kayak gitu. Sekarang kan kamu udah jadi istrinya Joo Haknyeon, terus aku udah jadi suaminya Lee Euiwoong. Nggak usah mikirin hal-hal macam begitu, nggak berfaedah deh. Sama kayak tarian alpacanya Kak Youngmin."
Euiwoong tersenyum dan segera memeluk Haknyeon. "Hehehe, makasih ya Mas."
"Makasih buat apa?"
Euiwoong mendongak untuk menatap Haknyeon. "Makasih udah mau nuntun aku jadi istri dan ibu rumah tangga yang baik. Udah sabar ngehadapin aku yang kadang kurang ajar ke kamu."
"Iya, sayang. Lain kali kalau aku salah, kasih tau ya? Aku nggak mau jadi suami yang nggak baik buat kamu."
Euiwoong kembali menenggelamkan wajahnya pada dada Haknyeon. Hanya beberapa detik, kemudian ia mendongak untuk menatap Haknyeon yang juga sedang menatapnya. "Kamu tadi ngomongin Kak Youngmin, aku jadi kangen sama dia."
"Sabar dong, akhir tahun ini kan kontrak suaminya udah habis di Jepang," ujar Haknyeon sambil membelai surai Euiwoong.
Euiwoong menguap dan menyamankan diri dalam pelukan Haknyeon. "Aku ngantuk Mas, tidur dulu ya?"
.
.
Haknyeon mengunggah satu foto saat ia dan Euiwoong sedang bulan madu di jeju. Masih hangat, karena mereka berdua baru pulang bulan madu tiga hari yang lalu. Mereka berdua mengenakan dress-code putih dengan latar belakang pantai beserta sunset. Haknyeon merangkul bahu Euiwoong dan Euiwoong melingkarkan tangannya pada pinggang Haknyeon.
'j0ohaknyeon._ Softly, with mood, warmly, tightly hug her 🎶🎶 Hey euiungggg, 사랑해'
.
'guanlain_ tolong jangan cemari timeline instagramku pagi-pagi, hyung
glorypath aku mau menagih oleh-oleh!
komurola makanya cepat nikah, nak guanlain_
pockyjr makanya cepat nikah, nak guanlain_ (2)
hyseob_ aku mau menagih oleh-oleh!(2)
deywhiii aku mau menagih oleh-oleh!(3)
j0ohaknyeon._ makanya cepat nikah, nak guanlain_ (3)
j0ohaknyeon._ pasir pantai jeju, kan? Sudah kubawakan masing-masing sekilo untuk kalian~ glorypathhyseob_deywhiii '
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
