Cast: EXO
Rated: M O.O
Genre: Was was
Warning: BL, YAOI, TYPO, ANEH, ABSURD, BIKIN PUYENG
AYOO...AYOOOOO... yang anget yang anget...
JiJi balik kawan, sebenernya agak takut buat balik secara uda lama gk update... hehehe maap ya..
Soalnya banyak tugas kampus dan presentasi apalah apalah dari dosen -"
Ampuni jika banyak salahnya, ceritanya jelek, aneh, maap dehh..ntr JiJi hapus kalo jelek T.T
1 CHAP lagi END kok! Semangat buat JiJi!
HOPE YOU LIKE :D
DON'T LIKE DON'T READ
By LeeJINNI
2 Bulan Kemudian…
"Aku lelah..aku tidak akan berharap lagi bahwa Kyungsoo Hyung akan kembali. Aku menyerah" Kai menundukkan wajahnya dan menangis. Sehun, Chen, Kris , Lay dan Suho hanya bisa melihatnya prihatin, namun…
PPLLAAKKK…suara tamparan keras terdengar, Luhan baru saja menampar wajah Kai dengan keras. Ia sudah tidak tahan untuk bersembunyi di kamarnya dan pura-pura untuk tidak peduli, dengan menahan air matanya, Luhan pun berujar. "Kau mau menyerah setelah sejauh ini? Kau sudah tak mencintainya lagi? AYO JAWAB!" geram Luhan sambil mengepal kedua tangannya di depan Kai yang sedang terduduk lemah. Kai kembali ke masa lalunya mengingat semua kelakuannya, megingat betapa ia sangat menyakiti Kyungsoo, dan kini Kai menyesal akan semua yang telah ia lakukan, membuatnya geram akan dirinya sendiri.
"Heiiii…aku dapat informasi bahwa Kyungsoo Hyung ada di China, hoshh..hosh…" Tao terengah saat tiba di depan teman-temannya, tampaknya panda manis ini berlari sekencangnya agar segera sampai di Dorm. Semua mata langsung tertuju pada si Panda tinggi itu, tak terkecuali Kai yang langsung menegakkan badannya lalu berjalan ke arah Tao dengan mantap.
"Kau, siapa yang member tahu" Desak Kai memegangi kedua lengan Tao.
"Tadi aku tidak sengaja melihatnya di Instagram, ada satu netisen yang menangkap foto Kyungsoo Hyung sedang di jalanan Cina kemarin malam" Jelas Tao kepada Kai, sambil memperlihatkan foto yang ia temukan tadi. Kai menatap seluruh teman-temannya, tatapan yakin dari mereka semua tertuju pada mata Kai dengan pasti mereka mengangguk dan berencana untuk pergi ke Cina.
"Angel, kita akan ke Cina, jadi pulanglah sekarang." Ujar Chen pada kekasihnya Xiumin di telfon.
"Apa? Untuk apa kita ke Cina? Bukankah kita sedang vakum?" Xiumin benar-benar bingung sekarang.
"Ada kabar tentang keberadaan Kyungsoo di sana." Chen menjelaskannya dengan lembut.
"Mwoo? Benarkah Chen? Aku akan pulang sekarang dengan BaekYeol" Xiumin langsung menutup telfonnya dengan panik.
Setelah mendengar kabar itu semua member EXO pun berangkat ke China.
Di China..
Kai berlari sekuat tenaganya mengikuti sosok kecil yang berjalan jauh di depannya, di tengah dinginnya udara malam Cina Kai melihat sosok mungil yang ia yakini bahwa itu adalah Kyungsoo, dengan nafas memburu Kai mempertipis jarak mereka berdua dan tanpa berpikir panjang Kai langsung menarik lengan namja mungil itu dan membalikkan badannya namun senyum di wajah Kai menghilang, itu bukan Kyungsoo itu namja lain yang tidak dia kenal. Kai benar-benar sudah putus asa semua harapannya terasa semu, sudah lebih dari 2 minggu Kai di Cina tapi tidak ada tanda-tanda dari Kyungsoo. Kini Kai jatuh bertimpuh merasakan lelah di kaki dan juga hatinya, setitik kecil air mata mulai turun, entah apa yang membuat dirinya jadi secengeng ini tapi yang ia tahu hanya rasa sakit yang terus menyesakkan dadanya membuatnya tidak bisa berfikir dengan tenang, sekuat tenaga Kai meremas sakit yang ada di dadanya tapi perasaan sesak itu tak mau pergi, dan kini semua tekadnya semakin bulat karena dia harus menemukan Kyungsoo. "I need u now" desis Kai lembut sambil menyeka bulir air matanya lalu berusaha untuk bangkit dan berjalan kembali ke Hotel.
Di Hotel…
"Kai pergi kemana malam-malam begini? Ini sudah sangat larut dan handphonenya pun tidak aktif" Lay berujar panik dalam pelukan Suho.
"Tenang saja Yixing, Kai pasti baik-baik saja. Dia kan sudah dewasa dia pasti bisa menjaga dirinya." Ucap Luhan menenangkan.
"Ya sudah, sekarang kalian semua kembalilah ke kamar kalian dan beristirahatlah." Titah Suho yang masih memeluk Lay dengan erat.
Setelah semua member kembali ke kamar mereka, Lay melepaskan pelukannya dari lengan kokoh Suho.
"Waeyo?" Suho mengikuti langkah Lay menuju kaca besar yang memperlihatkan gemerlapnya malam Cina di sisi kiri tempat tidur mereka.
"Aku hanya khawatir, ini semakin membingungkan. Aku ingin kembali ke masa lalu saat kita tidak ada masalah seperti saat ini." Lay melipat kedua tangannya, melihat sedih ke arah luar jendela seakan terbayang harmonisnya mereka dahulu.
"Kau harus bersabar, ini semua pasti akan berakhir bahagia. Lihat saja nanti." Suho tersenyum lembut dan menempatkan kedua tangannya di pundak Lay berusaha untuk menenangkannya.
Senyuman lembut Suho yang terpantul di kaca besar itu membuat Lay membalikkan tubuh rampingnya dan segera memeluk Suho dengan erat, meluapkan segala kekhawatiran dan rasa sedih di hatinya. Dia rindu kyungsoo, dia rindu tawa Kai, dia rindu kejahilan BaekYeol, dia rindu semua waktu saat mereka ber12 tertawa dan menangis bersama, dia rindu, benar-benar rindu kehangatan itu. Lay hanya bisa menangis sekarang tanpa tahu harus berbuat seperti apa, bahkan kini Kyungsoo belum juga di temukan.
Kamar No 122 (HunHan)
"Kau sedang apa?" Tanya Sehun pada Luhan yang tengah berada di balkon kamar mereka.
"Tidak, aku hanya sedang mencari udara segar" Jawab Luhan tanpa melihat ke arah Sehun.
"Kau rindu Kyungsoo Hyung kan?" Luhan perlahan mulai memeluk pinggang ramping luhan dari belakang.
"Iya, aku rindu dia" Jawab Luhan sambil menyenderkan kepala belakangnya ke dada Sehun, pelukan hangat Sehun membuat Luhan merasa lebih nyaman sekarang.
"Aku ingin mengatakan sesuatu.." Ucap Sehun ragu-ragu.
"Apa? Kau ingin bilang apa?" Sesaat Luhan merasa gugup dan jantungnya mulai bekerja lagi untuk membuatnya merasa deg-degan.
"Aku ingin kau menjadi milikku selamanya, bisakah?" Tanya Sehun sembari mengeluarkan 2 buah gelang berwarna hitam dari kantong celananya.
Luhan yang menatap gelang hitam yang ada di tangan kanan Sehun benar-benar merasa senang, entah bagaimana gelang itu terlihat seperti cincin untuknya. Luhan berpaling untuk melohat ekspresi Sehun dan itu dia senyuman lembut milik Sehun terlihat jelas hanya untuk dirinya.
"Apakah ini sebuah lamaran?" Tanya Luhan yang masih dalam posisi yang sama seperti tadi. Sehun masih memeluknya dari belakang dengan tangan kirinya, tangan kanan Sehun mengarahkan gelang hitam itu di depan kedua matanya yang kini berbinar senang melihat gelang itu.
"Kalau kau ingin seperti itu, baiklah aku melamarmu. Sekarang jawabanmu?" Tanya Sehun sambil memasangkan gelang hitam itu ke tangan kanan Luhan.
Mata Luhan tidak tahan untuk tidak menangis, dengan senangnnya Luhan pun membalikkan badannya dan memeluk Sehun erat, menyalurkan semua perasaan cintanya yang selama ini sempat terhalangi tembok yang sangat besar.
"Saranghae my dear" Sehun mengecup puncak kepala Luhan dengan sayang.
"Nado, nado saranghae Sehunie" Ucap Luhan sambil sedikit terisak.
Yah, biarkanlah mala mini jadi milik mereka, selama ini cinta mereka terhalang banyak rintangan jadi kini biarkan mereka bahagia dan biarkan mereka merasakan manisnya cinta mereka berdua. Membiarkan semua hasrat yang mereka pendam selama ini, perasaan ingin memeluk, mencium, memegang tangan satu sama lain, kini biar mereka nikmati semuanya. Malam ini malam terindah mereka berdua, malam yang tak akan pernah terlupakan di pikiran mereka.
Kamar 124
Kai kini sudah kembali ke kamarnya terbaring lemas di atas tempat tidur putih itu, wajah pucatnya sudah jelas menggambarkan betapa lelahnya dia.
"Kau dari mana saja?" Suho memasuki kamar Kai saat dia tadi tidak sengaja melihat Kai datang.
"Aku putus asa...hiks..bunuhlah aku! Aku ingin mati sajaa..." Ucap Kai menangis sekerasnya terdengar suara kesedihan yang amat dalam disana.
"Sudahlah Kai, kita akan menemukannya. kita baru saja sampai dan tak mungkin bisa secepat itu kan kita menemukannya." Suho menepuk nepuk pundak kai sayang.
Perasaan iba muncul lagi di diri Suho, ia sadar kai harus melewati ini agar ia tahu betapa berharganya seseorang yang ia cintai. Suho keluar dari kamar Kai dengan menghela nafas berat, seluruh tubuhnya ikut lelah sekarang, mendengar semua ocehan Kai membuatnya ikut membayangkan perasaan hancur Kai.
"Kau dimana Kyungsoo.." Hela nafas Suho terdengar lagi tapi kini lebih pelan.
1 Minggu Kemudian, masih di China..
Kyungsoo, iya itu Kyungsoo. Dia sedang menyirami bunga bunga cantik yang ada di depannya dengan senyum manisnya Kyungsoo seolah ikut senang saat melihat bunga bunga itu menjadi segar saat mendapat air. Kini matanya menatap langit biru di atas kepalanya melihat awan putih yang beriringan pelan membawa ketenangan dalam diri Kyungsoo, perlahan Kyungsoo menutup matanya merasakan hembusan pelan angin pagi ini. Semua ini membuat Kyungsoo lebih nyaman, jauh dari semua masalahnya, dari semua orang yang mengenalnya, ini menyenangkan begitu pikir Kyungsoo dulu, tapi kini setitik air mata jatuh ke pipinya perasaan bersalah merambat di hatinya, ia merasa bersalah kepada semua member, ibunya, fansnya, semua itu membuat Kyungsoo merasakan sakit berkali kali lipat di hatinya. Terutama perasaan rindunya pada namja yang tidak bisa dipungkiri ia cintai, Kim Jong In alias kai, bahkan mengingat namanya saja membuat Kyungsoo merasa sesak.
"Aku harus kembali." Mantap Kyungsoo sambil bergegas masuk ke dalam rumah mini yang di sewanya.
~~~~~~TBC~~~~~~
Ya tuhan terima kasih karena cerita ini ada ujungnya juga...
Tinggal satu lagi, sumpah satu lagi...itu akan dibuat secepatnya! Harus! Yoshh!
Terima kasih juga buat kalian yang mungkin uda bosen nunggu tapi tetep mau ngabaca cerita gk jelas ini...Makasiii T T JiJi terharu...
JiJi cuma bisa bilang maap kalo cerita ini banyak salahnya dan bikin kalian kesel, tapi bener JiJi gk ada maksud kayak gitu...
Minta Review ya kawan kawan sekalian, biar tambah semangat untuk endingnya...
Atau ada yang mau ngasik saran buat endingnya, itu bisalah JiJi pertimbangkan... hehe ^^"
