Disebuah kamar mucul sebuah pusaran, dan tak lama keluar sesosok pemuda. "ah aku lapar, lagi pula ini kan masih sangat pa..." ujar Naruto sembari melihat jam weker yang ada di kamarnya. Matanya membulat sempurna "AHHHHHH" Naruto langsung melesat ke kamar mandi.
.
.
Skip time 10 menit.
Naruto kini sudah keluar dari kamarnya dengan pakaian seragam lengkap. Ia lalu melangkah kan kakinya ke aras cermin yang terdapat di ruang tv, untuk merapihkan rambutnya.
Tapi apa yang terjadi, saat Naruto melihat wajahnya. "AHHHHHHHH..."
.
.
.
. PROTECTION
Discaimer: Naruto & Highschool DxD bukan punya saya
Warning: OOC, TYPO, alur terlalu cepet
Pair: Naruto x ?
.
.
.
.
.
CHAPTER 7
"huahhhhh...untung saja tidak terlambat. jika terlambat mungkin aku tidak akan bisa masuk pelajaran pertama." Guman pemuda bersurai kuning, yang terlihat lesu karena sudah tiga hari tidak tidur.
"hey Naruto-san, selama tiga hari ini kau kemana. Dan kau mewarnai rambut mu ?" tanya pemuda yang duduknya berada di depan bangku Naruto. kini hanya menatap bingung, kenapa semenjak tidak masuk selama tiga hari Naruto menjadi seperti pengangguran yang kerjanya hanya menonton TV dan makan cemilan. Sehingga kini wajah tampanya sudah tidak tampak sama sekali.
"selama tiga hari ini aku berlatih. Dan untuk rambutku ini, aku tidak mewarnainya." Jelas Naruto dengan nada malas, terlihat dengan jelas kantung mata Naruto yang sudah hitam lekat.
"oh begitu, tapi kau latihan dimana, Naruto-san ?.". "lalu jika kau tidak mewarnainya, kau memakai apa hingga rambut pirang mu, berubah menjadi uban"
"hah.. terserah kau saja, Issei". "sudah jangan gangg-" ucapanya terpotong oleh seorang gadis.
"ne..Naruto-kun. Kau menjadi lebih tampan dengan warna rambutmu yang sekarang." Puji wanita berambut merah tersebut. Ya dia adalah Naruse Mio.
"hah..selanjutnya apa lagi." Ucap Naruto malas, sembari melirik asal suara tersebut.
SREKKK
Suara pintu terbuka dan memperlihatkan sensei yang mengjar pada hari itu. Semua murid yang melihat senseinya datang dengan cepat duduk dio bangkunya masing-masing
"baiklah anak-anak buka buku kimia halaman 156" ujar sensei tersebut.
.
.
.
SHINOBI DIMENSION.
Seorang wanita berambut pirang sedang memandang desa yang ia pimpin dengan tatapan yang sulit di artikan. Ya dia adalah Senju Tsunade.
'kau ada dimana Naruto. disini kami semua meng-khawatirkanmu' batinya.
Sudah hampir seminggu Naruto meninggalkan desa. Bukan karena ia tidak mempercayai Naruto yang ingin latihan di luar desa. Tapi.
.
.
.
.
FLASHBACK ON
Di Sebuah Ruangan terdapat dua orang yang sepertinya merundingkan sesuatu.
"maaf Hokage-sama. Tapi apa perlu saya menikuti Naruto ?". tanya orang tersebut yang memakai topeng kucing. "bukanya saya tidak mau menjalankan misi yang diberikan oleh Hokage-sama, tapi Naruto itu adalah Shinobi terkuat. Dan semua Desa besar telah mengakui itu." Lanjutnya.
"ya aku tau itu. Tapi aku hanya khawatir ia melakukan hal yang aneh-aneh. Kau tau sendirikan sifatnya, Neko." Ujar Tsunade memberi jawaban kepada Anbu yang di panggil Neko.
"tapi Hoka..."
Ucapan Anbu tersebut di pitong oleh Tsunade."tidak ada tapi-tapian. Jika kau keberatan menjalankan misi ini. Aku akan memberkan misi ini kepada Anbu yang lain." Ucapnya penuh dengan Wibawa.
"ha'i saya akan melaksanakanya. Sumimase, saya telah lancang menentang misi yang anda berikan." Ujar Anbu tersebut.
"biklah jika kau sudah mengerti, cepat laksanakan misi ini dan jangan sampai kehilangan jejaknya." Perintah Tsunade dengan nada tegas." Dan kabari aku apa saja yang Naruto lakukan selama ia latian."
"ha'i" dengan itu. Anbu tersebut mengilang menggunakan Shunsin.
"hahhh..." tsunade menghela nafasnya. "semoga saja bocah itu tidak melakukan hal yang aneh-aneh" gumanya pelan.
.
.
ANBU SIDE
Setelah mengikuti Naruto, anbu tersebut terus memperhatikan Naruto berlatih. ' gulungan apa itu ?' muncul tanda tanya di dalam otaknya. Karena ia sangat penasaran dengan isi gulungan yang sedang baca.
Setelah beberapa hari memata-matai acara latihan Naruto dari jarak yang cukup jauh dan tidak lupa menekan Chakranya hingga titik paling rendah. Karena jika tidak begitu Naruto akan mudah merasakan kehadiranya. Namun tiba-tiba mata Anbu tersebut terbelalak melihat sesuatu. 'i..itu tadi adalah jutsu milik Yondaime Hokage' batinya. Karena melihat jurus yang berhasil Naruto kuasai.
'aku harus melaporkanya kepada Godaime-sama.' Dengan cepat ia menulis surat gulungan untuk dilaporkan kepada Tsunade. Setelah selesai menulis entah bagaimana caranya surat itu akan sampai kepada Hokage. Karena surat itu menyatu dengan dahan pohon.
.
.
.
GERBANG KONOHA.
"kotetsu. Apa kau tidak bosan mundar mandir seperti itu ?" tanya Izumo.
"diamlah Izumo, aku sedang memikirkan sesuatu" ujar Kotetsu dengan nada kesal, dan tidak lupa ia masih mundar mandir sembari memegangi keningnya.
"sudahlah kau jangan terlalu memikiranya. Karena dia past..."
Perkataan Izumo terpotong karena kehadiran sebuah gulungan yang keluar dari permukaan meja yang ada di pos nya. "hey Kotetsu kemarilah." Panggil Izumo.
"ada apa..."
"cepat kemari" panggilnya sekali lagi.
"memangnya ada apa" jawab Kotetsu dengan nada yang masih terdengar bahwa kesalnya belum hilang sembari menghapiri Izumo yang sedang duduk di posnya."ada apa ?" lanjutnya.
"ada sebuah gulungan keluar dari dalam meja ini" ujar Izumo kepada kotetsu.
"apa maksudmu Izumo ?"
"ya gulungan ini tadi keluar dari dalam meja" jelas Izumo sembari menunjukan gulungan yang ia maksud.
"aku tidak mengerti" jawab Kotetsu.
"jadi seper...". " sudah percuma kau menjelaskanya. Karena semua penjelasn mu tidak ada yang pernah jelas." Potong Kotetsu. " lebih baik kita baca apa isi gulungan itu" lanjutnya.
Izumo pun mengangguk dan membuka gulungan tersebut. Beberapa detik setelah membacanya Kotetsu dan Izumo pun terkagetkan oleh isi gulangan tersebut.
"le..lebih baik kita berikan ini kepada Hokage-sama." Ujar Izumo yang telah tersadar dri keterkagetanya. Dan di balas anggukan oleh Kotetsu. Dan setelah itu keduanya berlari untuk memberi tahukan kepada Tsunade isi gulungan tersebut.
.
.
.
HOKAGE ROOM.
Terlihat seorang wanita sedang tertidur di atas mejanya dengan dokumen dokumen yang tertindih oleh kepala wanita tersebut. Ya kalian pasti tau wanita yang Author maksud.
BRAKKK
Terdengan suara pintu yang di buka dengan paksa.
"HOKAGE-SAM..." perkataan Kotetsu dan Izumo terhenti karena melihat Hokagenya sedang tertidur saat jam kerja seperti ini. 'padahal tadi kami meng gebrak pintu dengan paksa.' Keduanya membatin.
"kenapa kalian diam saja seperti itu, aku sudah mengetahui kalian akan kemari." Lenguh nya kerana ia saat ini baru bangun tidur. "jadi ada apa kalian kemari ?" lanjutnya, tapi masih dengan posisi tidurnya.
"a..a..ah iya saya hampir lupa" Izumo merogoh kantung ninjanya. "saya hanya ingin memberikan gulungan ini Hokage-sama" ujar Izumo sembari berjalan mendekati meja sang Hokage.
Tsunade yang sedari tadi bicara dengan posisi tidurnya pun. Bangkit "gulungan ?"
"iya Hokage-sama" Izumo me-iyakan. Dan memberikan gulunga tersebut kepada Tsunade.
"baiklah kalian boleh kembali" ujar Tsunade setelah menerima gulungan yang diberika oleh Izumo. Dan memerintahkan Izumo dan kotetsu kembali ke tempatnya.
"hai" jawab Izumo dan Kotetsu berbarengan. Dan selanjutnya merka berdua pun keluar dari ruangan tersebut.
Serasa kedua penjaga gerbang itu telah pergi. Tsunade pun membukan gulungan tersebut. "kita lihat apa yang yamato laporkan." Gumanya sembari membuka gulungan tersebut.
.
.
'untuk Hokage-sama. Ada kabar gembira bagi seluruh desa, terutama untuk anda. Karena kita semua telah mempunyai "Konoha no Kiiroi Senkou" baru setelah sepeninggalan Yondaime Hokage.
Dan bahkan "Konoha no Kiiroi Senkou" yang sekarang kita punya lebih hebat dari pendahulunya'
.
.
Ya kurang lebih seperti itu isi surat yang di tulis oleh Anbu Neko atau yang di panggil Yamato. Sebuah senyuman menghiasi wajah Tsunade setelah membaca isi surat tesebut. "sepertinyadia akan menjadi Shinobi terhebat dalam sejarah, bahkan akan kehebatanya akan mendekati Rikkudou Sannin" guman Tsunade.
.
.
.
SKIP TIME BEBERAPA JAM
.
.
Anbu Neko masih setia memperhatikan latihan yang sedang Naruto jalankan. 'kenapa perasaanku tidak enak' batin Anbu Neko atau Yamato.
Dan benar saja selang beberapa jam Yamato memperhatikan Naruto, ia melihat Naruto sedang merapal handseal yang ia pun tidak tahu jutsu apa yang akan Naruto keluarkan.
"JIKKUKAN HIARISHIN!"
Yamato hanya menaikan sebelah halisnya setelah mendengar nama jutsu yang di teriakan oleh Naruto, 'Jikkukan Hiraishin ?' tanya pada dirinya sendiri. 'jangan-jangan..!'. 'ini gawat'
Tapi tak berselang lama muncul sebuah cahaya yang sangat terang, hingga ia pun harus menutup matanya. Meski ia sedang menutu matanya, Yamato segera keluar dari persembunyianya untuk menggalkan jutsu tersebut. Tapi sayang ia terlambat menghentikan jutsu Naruto.
Beberapa detik kemudian, Cahaya tersebut menghilang dan Naruto-pun sudah tidak ada di sana. "cih..KUSO... aku kurang cepat" ujarnya dengan nada yang sedikit kesal sembari menundukan wajahnya.
Yamato pun berdiri. "aku harus melaporkannya langsung kepada Hokage-sama." Dengan itu Yamato pun menghilang menggukan Shunshin.
.
.
.
RUANG HOKAGE
"erghh...dokumen-dokumen ini sangat menyusahkan" geram Tsunade yang sedang menjalan kan aktiftasnya. Yaitu memberi stempel pada setiap dokumen yang di ajukan oleh warga konoha hingga misi yang diajukan oleh client yang memintany mengirimkan ninja-ninja terbaik yang dimiliki oleh Konoha.
Namun kini aktiftasnya harus terhenti. Karena ia merasakan sebuah Chakra yang datang. Dan benar saja seorang anbu yang ia kirim untuk memata-matai Naruto telah kembali dengan Shunshin. "apa Naruto telah menyesaikan latihanya ?" tanya Tsunade.
"pertama saya ingin meminta maaf kepada anda Hokage-sama" ujar Yamato sembari berlutut kepada tsunade.
Tsunade hanya menaikan sebelah halisnya, pertanda ia belum mengerti apa yang di maksud oleh Yamato." Apa maksudmu ?" ujarnya bertanya kepada yamato.
"saya telah gagal menjalakan misi" jawab Yamato yang masi berlutut.
"APA ..!". "lalu dimana Naruto sekarang" ujar Tsunade dengan nada agak membentak.
"itulah yang ingin saya laporkan"Tsunade kembali meikan sebelah alisnya. "Naruto...menghilang menggunakan jutsu Jikkukan Hiraishin" lanjut Yamato.
"Jikkukan Hiraishin ?"
"ya Jikkukan Hiraishin. Mungkin lebih tepatnya jutsu Dimensi ruang dan waktu.". "jadi intinya. Naruto sekarang sudah tidak ada di dunia ini. Melaikan di dimensi yang berbeda dengan kita." Jelasnya.
Terlihat dari tubuh Tsunade yang mulai menegang. Karena mendengar berita Naruto yang sudah ia anggap sebagai cucunya sendiri kini sudah tidak ada lagi di dunia Shinobi.
"aku tidak mau tau. Bagaimanapun caranya kau harus menemukan Naruto." gumanya pelan, meski begitu Yamamto masih bisa mendengarnya. "dan jangan lupa beritahu semua Negara untuk mencari nya. Mngkin saja jutsunya gagal dan terlempar ke suatu tempat." Lanjutnya
"hai" dengan itu Yamoto pun menghilang menggunakan Shunsin.
.
.
.
FLASHBACK OFF
'sudah seminggu Yamato dan pasukan Anbu yng lainya belum memberi kabar' batin Tsunade.
CKLEKK
Tsunade berbalik kearah suara pintu yang terbuka. "ada apa Shizune ?" tanya nya kepada Wanita yang baru saja memasuki ruang kerjanya.
"tidak Hokage-sama. Saya hanya membawakan anda makanan. Karena anda sudah dua hari ini belum makan."ucap Shizune yang memberitahu tujuanya.
"ah arigatou. Simpan saja di meja. Nanti aku kana memakanya." Ujarnya sembari kembali berbalik melihat desa yang ia pimpin dari jendela yang ada di ruangan tersebut.
"hai" Shizune yang membawa makanan untuk Tsunade mendekat kemejan Tsunade. Lalu meletakanya. "kalau begitu saya permisi. Hokage-sama" ucapnya
"..."
Namun tidak ada balasan dari Tsunade. Shizune yang melihat keadaan guru sekaligus atasanya seperti itu hanya bisa menatapnya dengan tatapan kasihan. Karena setelah mendengar bahwa sang pahlawan perang pergi entah kemana. Tsunade mulaibanyak melamun dan pekerjaanyapun hampir tidak ia sentuh. Lalu Shizune pun meninggalkan Ruangan tersebut.
.
.
.
HYUUGA MANSSION
Di sebuah kamar yang serba berwarna lavender. Terlihat seorang wanita dengan rambut indigo sedang menangis. Ya dia adalah Hyuuga Hinata sang Byakugan no Hime.
"hisk...Naru...hisk..to-kun." Terdengar di sela tangisanya ia menyebutkan nama Naruto. hinata sudah empat hari seperti itu karena mendengar berita bahwa orang yang sangat ia cintai menghilang.
Dan hari ini entah sudah berapa jam ia menagisi Naruto.
Tapi setalah menyebutkan Nama Naruto di sela tangisanya. Kini tak terdengar suara apa apa, kamar tersebut kini hening tidak ada suara apa pun. Dan jika di lihat dengan seksama Hinata ternyata sudah tertidur karena ia sudah terlalu lama menangis.
.
.
.
MINDSCAPE
Di sebuah tempat yang serba putih terlihat seorang wanita yang seperti sedang kebingungan.
"dimana ini" tanya wanita berambut indigo dengan mata lavendernya yang mengobservasi ruangan yang serba putih tersebut.
"akhirnya kau datang juga Byakugan No Hime" tiba-tiba suara berat khas orang yang sudah lanjut usia terdengar oleh telinga Hinata dan itu pun sontak mengagetkanya.
Dengan cepat Hinata memasang kuda-kuda bertarungnya sembari membalikan badanya ke asal suara tersebut. Dan benar saja Hinata melihat dua orang lanjut usia. Dengan wwajah yang aneh, menurutnya. Bagaimana ia tidak berpendapat seperti itu, karena dua orang kakek tua yang dihadapanya memiliki tanduk.
'bola hitam itu sama seperti Naruto-kun dan matanya...' . 'Rinnegan' batin Hinata yang melihat salah satu kakek tua di depanya yang sedang terbang menggunakan sebuah bola yang sama dengan Naruto saat memasuki Ashura-mode "siapa kalian" ucap Hinata yang sudah mengaktifkan Byakuganya.
Dua kakek tua yang melihat Hinata dengan kuda-kuda bertarunya, hanya tersenyum.
"sepertinya dia memang tepat menjadi reinkarnasi mu, nii-san" ujar kakek tua yang sedang mengapung dengan Godu dama nya. ya dia adlah Rikkudou Sannin sang pencipta dunia Shinobi.
"ya kau benar Hagoromo. Dia memang pantas, bahkan lebih dari pantas." Ucap kakek tua yang satunya.
Hinata yang tidak mengerti maksud perkataan dari kedua kakek tua di penya hanya dapat membatin. 'Reinkarnasi ?'
"aku tanya sekali lagi. Siapa kalian sebenarnya. Dan dimana ini" Hinata kemabli bertanya kepada dua kakek tua yang ada di depanya.
"ah maaf telah mengavbaikan pertanyaamu. Aku adalah Ootsuki Hamura dan dia adalah adiku Ootsuki Hagoromo. atau yang kalian kenal Rikkudou Sannin." Ujar Hamuramemperkenalkan diriya dan sang adik.
Kaget. Ya itulah yang Hinata rasakan saat ini. Karena sedang berhadapan dengan sang pencipta dunia Shinobi. 'Rikkudou Sannin' batin Hinata
Hinta me-nonaktifkan Byakuganya dan juga berdiri dengan biasa (tanpa kuda kuda bertarunya) "maaf telah berprasangka buruk kepada anda Hamura-sama, Rikk.." . "panggil saja aku Hagoromo" ucap Rikkudou Sannin memotong ucapan Hinata.
"hai. Hogoromo-sama."
"begitu lebih baik" . " jadi apa ku tau apa maksud kami memanggil kau kemari, hinata" tanaya Hagoromo kepada Hinata.
"aku tidak tahu, Hagoromo-sama" ujarnya
"aku memanggil mu kamari, untuk memberikan sesuatu yang penting" kini hamura yang bicara. " dan.." hamura manggantung kata-katanya.
.
.
.
DXD DIMENSION
"pelajaran hari ini cukup sampai disini." Ucap sang guru mengakhiri pelajaranya.
Dengan itu semua murid yang ada di kelas berdiri "HAI ARIGATOU GOZIMASU" ujar seluruh murid. Kecuali satu orang. Ya pemuda bersurai putih sedang tidur dengan nyenyak di bangkunya tanpa ada yang menggangu selama pelajaran.
Tapi acara tidurnya kini harus terhenti, di akibatkan oleh seseorang yang meng-gung-gungcang tubuhnya. "ne Naruto-kun, sampai kapan kau mau tidur semuanya sudah pulang" ucap wanita yang kini sedang berusaha membangunkan Naruto.
"eungh...sebentar lagi, Hinata. Aku masih mengantuk" ucap Naruto yang sedang di bangunkan oleh seorang wanita berambut merah dan juga memiliki aset yang besar.
'Hinata ? apa dia kekasih Naruto-kun ?' bantinya.
"eungh..sudah waktunya pulang ternyata" ujar Naruto sembari membereskan barang-barangnya. Naruto melirik ke sebelah kanan, ia mengangkat sebelah alisnya "kau sedang apa ?" tanya Naruto kepada wanita tersebut.
Sedangkan yang ditanya pun terkagetkan oleh pertanyaan Naruto, ya karena dia sedang melamun "e..eh ti..tidak. kapan kau bangun Naruto-kun ?" tanya wanita berambut merah tersebut.
"baru saja. Kenapa kau tidak membangunkan ku, dan malah melamun ?" tanya Naruto sembari berdiri.
"aku tadi sudah membangunkamu naruto-kun. Tapi kau malah mengigau seperti ini 'eungh..sebentar lagi Hinata'...seperti itu' ucapnya dengan watados. Sedangkan Naruto mukanya sudah serupa dengan kepiting rebus karena malu.
"sudah lah lebih baik kita segera pulang." Naruto mengalihkan topik pembicaraan.
"ah iya kau benar Naruto-kun." Dengan itu kedua remaja tersebut keluar meninggalakan sekolah.
.
.
.
NARUTO'S APARTEMEN.
BUBB
"hah...hari ini entah kenapa terasa sangat melelahkan." Guman Naruto sembari merebahkan tubuhnya di kasur.
"Naruto" panggil Kurama kepada Naruto
" Hn.. ada apa, Kurama ?" jawabnya.
"bisakah kau kemari" pinta Kurama.
"nanti aku kesana." . "sekaranng aku ingin tidur dulu sebentar." Lanjutnya.
"tidak bisakah kau menunda acara tidurmu itu, Gaki. Karena aku ingin menyampaikan suatu hal yang penting." Ujarnya
"hah.. baiklah-baiklah."
.
.
.
NARUTO'S MINDSCAPE
"ada apa, Kurama" tanya Naruto sembari menatapa Kurama dengan tatapan malas.
"Ada yang ingin Bicara padamu, Naruto" ujar Kurama sembari menujuk ke belakang Naruto.
"Siap...AHHHHH" perkataan Naruto tergantikan oleh teriakan. Naruto langsung melompat ke tempat Kurama.
Kalian tau mengapa Naruto begitu ? Ya karena tepat saat Naruto berbalik. Ia langsung di suguhi oleh tatapan mata satu yang dimiliki oleh Juubi.
"ahh aku kira siapa, ternyata kau Juubi." Ucap Naruto sembari mengusap keringatnya.
"jangan seneknya memanggil ku dengan nama Juubi. Aku pun mempunyai nama, gaki." Protes juubi.
"ah gomen gomen hehehe..." ujar Naruto meminta maaf sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "lalu siapa namamu ?" lanjutnya.
" beritahu dia kurama" printah Juubi.
"aku menolaknya. Lagi pula kau tinggal memberi tahu namamu" tolak Kurama.
"kau...hahhh. kau pasti akan kaget mendengar namaku, Naruto"
"kaget ? kenapa aku harus merasa kaget ?" tanya Naruto.
"lebih baik aku merubah juduhku terlebih dahulu" ujar Juubi. 'merubah jujud ?' Naruto bertanya-tanya di dalam hatinya.
Tiba-tiba tubuh Juubi bercahaya, dan cahaya tersebut semakin lama semakin terang. ' kau pasti kaget melihat dia denganya yang nanti akan kau lihat Naruto' batin Kurama
Cahaya tersebut sedikit demi sedikit menghilang. Dan setelah cahaya tersebut menghilang sepenuhnya. Narutopun membuka matanya. Dan benar perkiraan Kurama, saat ini Naruto hanya diam dengan seluh badanya yang sudah menegang.
"k...kau..."
.
.
.
RUANG PENELITIAN ILMU GAIB
" dimana anak kuning itu. Bukanya akau sudah menyuruhnya kemari." Ucap perempuan berambut merah dengan nada kesal. "apa kau telah membri tahunya kiba" lanjutnya sembari melirik kearah kiba.
"ahh seprtinya kurang tepat jika kau mengatainya dengan sebutan anak kuning, Bucho." Namun yang Menjawab bukanlah kiba, melaikan Issei yang sedang bersantai di ruangan tempat berkumpulnya seluruh peerage Rias."Dan Kiba tadi sudah memberi tahunya, bahwa kau mengundangnya kemari,Buchou" lanjutnya.
"kurang tepat ?" Rias hanya menaikan satu alinya.
"ya kurang tepat, karena sekarang rambutnya bukan lagi berwarna kuning, melaikan putih, Buchou" jelasnya.
"oh jadi dia merubah warna rambutnya..." ." tunggu kenapa kau mempermasalahkan warna rambutnya, Issei" protes Rias.
" ya karna panggulan yang berikan itu kurang tepat, Buchou hehehe" ujar Issei dengan seriangan yang membuatnya semakin kesal.
"Issei dari pada kau cengengesan seperti itu lebih baik kau menyusul anak ku.. an tidak anak putih itu ke apartementnya." Perintah Rias yang melihat Issei hanya cengengesan.
"hahhh bailah Buchou." Ujar issei dengan nada sedikit malas, sembari bangkit dari sofa. " tapi apa hanya kau sendiri yang kesana ?" ucap Issei bertanya.
"ya kau sen.." perkataan Rias terpotong oleh Akeno. "aku akan mengantar mu, Issei." Ujar Akeno menawarkan dirinya untuk mengantar Issei.
"tidak usa..." lagi-lagiperkataan Rias dipotong oleh Akeno. "tidak apa apa, Bochou. Lagi pula Issei tidak bisa menggunakan lingkaran sihir jika sendiri, dan itu akan memakan waktu yang lebih lama. Jadi lebih baik aku mengantarnya menggunakan linggkaran sihir, agar lebih cepat khu khu khu" jelas Akeno, atau lebih tepat sebagai alasan agar dia dapat bertemu denga Naruto.
Rias yang mendengar alasan logis dari Akeno hanya dapat pasrah. "hahh. Baiklah kau boleh mengantarnya"
"Arigatou, Buchou"
Semangat Issei pun kembali karena ia akan di antar oleh Akeno. "kau memang pengertian Akeno-senpai" ujar Issei sembari menggankat jempolnya seperti Guy. Namun yang berbeda adalah wajahnya yang kini sedang dalam mode Mesum.
"kalau begitu kami pergi, Buchou." ujar Akeno sembari melirik ke arah Issei dan di balas anggukan oleh Issei. "ne..Issei apa kau tau Apartement Naruto-kun ?" tanya Akeno sebelum ia dan Issei menghilang menggunakan lingkaran sihir.
Di lain pihak entah mengapa Rias yang melihat kepergian Akeno dan Issei ke apartment Naruto. hatinya mulai resah dan takut Naruto di goda oleh Akeno. ' apa yang terjadi padaku ? kenapa setiap aku memikirkan Naruto, jantungku berdetak lebih cepat. Dan jika Akeno menggodanya, hatiku terasa sakit' Rias mebatin sembari melamun.
"cou..."
"Buchou" panggil Asia. Lamunan Rias pun buyar karena Asia memanggilnya.
"apa Buchou baik baik saja ?" tanya Asia dengan tatapan Khawatir.
"aku tidak apa-apa Asia" jawab Rias bohong. "dari pada kau mengkhawatirkan ku. Lebih baik kalian membagikan kontrak kepada Manusia, sembari menunggu Issei dan Akeno kembali" ujar Rias dengan senyum yang terpampang di wajah cantiknya.
"baiklah,Buchou." Jawab Koneko sembari memakan cemilanya.
"Buchou benar. Kita tidak boleh bersantai-santai seperti ini" Ujar Kiba. Mendengar perkataan Kiba Rias pun memberikan senyumnya.
"baiklah kalau begitu aku, Koneko, dan Asia permisi" ucap Kiba sembari meninggalkan ruangan tersebut.
.
.
.
APARTEMENT NARUTO.
Di sebuah ruang tamu yang ada di sebuah apartement. Muncul lingkaran sihir berwarna merah darah dengan lambang keluarga yang paling terkenal di underworld. Yaitu keluarga Gremory. Dan dari lingkaran itu pula muncul dua orang berbeda gender. Ya mereka adalah Akeno da Issei. Yang di perintah oleh Rias untuk menyusul Naruto ke apartementnya.
Tapi sebenarnya yang di perintah oleh Rias hanya Issei, namun karen Akeno memiliki maksud lain kepada Naruto. ia pun menawarkan dirinya untuk menemani Naruto.
"Naruto-san, apa kau ada di rumah ?!" Issei berteriak di dalam apartement milik Naruto.
"sudahlah Issei dari pada kau berteriak seperti itu, lebih baik kau mencarinya di dapru atau di kamar mandi. Dan aku akan mencari ke kamar Naruto" ucap Akeno
"ah baiklah, aku akan mencarinya di dapur dakamar mandi" ujar Issei menerima saran dari Akeno. "etto, tapi kenapa kau yang akan ke kamar Nruto, bukanya aku Akeno-senpai ?" tanya Issei.
"itu RA-HA-SI-A. Issei. Apa kau keberatan ? khu khu khu" jawab Akeno dengan penekanan di kata "rahasia". Dan juga Ki yang tiba-tiba keluar darri tubuh Akeno.
"a...ah...ti..tidak sama sekali senpai." Dengan keringat dingin yang sudah muncul di dahinya. Issei pun menjawab dengan gugup. 'a..ahh sepertinya dugaan ku salah' batin Issei.
"kalau begitu cepat lakukan" perintah akeno
"h..ha'i" dengan itu Issei pun berlari ke dapur lalu ke kamar mandi untuk mencari Naruto.
Kita lihat apa yang di lakukan Akeno saat masuk kedalam kamar Naruto.
Akeno yang baru saja masuk ke dalam kamar Naruto, langsung bingun dengan apa ayang sedang Naruto lakukan hingga dia melupakan undangan dari Rias. Ya karena dia melihat Naruto seddang bersila d atas kasurnya. Atau yang lebih akrab kita sebut bermeditasi. 'apa dia sedang bermeditasi ?' batin Akeno. 'tapi dengan begitu, kau semakin tampan saja khu khu khu' lanjutnya masih membatin.
.
.
.
NAURO'S MINDSCAPE
"apa kau tidak apa apa Naruto ?" tanya Kurama yang melihat ekspresi Naruto setelah mendengar perkataan seseorang yang berada di depanya dan Naruto.
"ya aku tidak apa apa Kurama." Jawab Naruto singkat.
"lalu apa kau akan menerimanya ?" tanya Gyuki.
"entahlah aku akan memikirkanya nanti" jawab Naruto
"hahhh... jika kau belum mendapatkan jawabanya, lebih baik kau segera kembali ke dunia nyata." Ujar seseorang yang ada di depanya.
"memangnya kenapa, aku saih ingin berada di sini" ujar Naruto.
"karena sekarang pakaian yang sedang di kenakan oleh tubuhmu sedang di lucuti oleh seorang wanita." Dan perkataan itu pun membuat Naruto cengo.
"arhhhhh...kenapa kau tidak memberitahuku sebih cepat" ujar Naruto " kalau begitu aku pergi dulu minna. Jaa" dan denga itu Naruto menghilang dari pandangan ke sembilan Bijuu dan seorang yang menjadi penghuni baru di dalam tubuhnya.
'sepertinya takdirmu tidak berubah sedikitpun, Naruto' batin Kurama yang melihat kepergian Naruto
.
.
.
BEBERAPA MENIT SEBELUM NARUTO KEMBALI KEDUNIA NYATA.
"tubuhmu sangat indah Naruto-kun" guman Akeno yang sedang melepas pakaian yang sedang Naruto pakai. "dan warna rambutmu yang sekarang menambah ketampanan mu. Dan itu membuat mu semakin bernafsu untuk membuatmu menjadi milik seutuhnya." Lanjutnya.
Namun acara tersebut tak barlangsung lama dan harus terhenti, karena kesadaran Naruto telah kembali.
Setelah kesadaranya kembali, Naruto pun dengan cepat bangun, mengingat ia sudah dalam keadaan terlentang. "KYAAAA... apa yang kau lakukan Akeno-san" tanya Naruto sembari menutupi dadadnya seperti perempuan yang sedang menutupi OPPAI nya.
"ara ara ternyata aku kurang cepat khu khu khu" ujar akeno dengan senyum khasnya. " dan aku hanya akan menjdikan mu menjadi miliku seutuhnya Naruto-kun" lanjutnya dengan wajah tanpa dosa.
"kurang cepat pantatmu borok. Jika kurang cepat bisa bisa keperjakaan ku hilang oleh mu Akneo-san" protes Naruto.
"Akeno-san apa kau tidak apa ap..." perkataan Issei terhti karena melihat keadaan yang ada di depanya. "hey kucing putih apa ku akana memperkosa Akeno-san hah ?" lanjutnya.
"e...etto..a..ano. aku bisa menjelaskanya"
"hiks.. hiks Issei untunglah hiks.. kau datang. Aku hiks... hampir saja di nodai Naruto-kun hiks hiks." Ujar Akeno sembari pura pura menangis.
"NARUTO KAU KAN MENERIMA BALASANYA !"
Bughhh
Brakkk
Meaouwwww
.
.
Setelah kejadian kekerasan tersebut
"kau keterlaluan Naruto-san" ujar Issei sembari memegangi wajahnya yang penuh dengan lebam akibat dipukuli oleh Naruto,
" itu lahmu sendiri karena tidak mau mendengakan penjelasnku terlebih dahulu." Ujarnya denga wajah watados. " dan kau juga sama saja Akeno." Lanjutnya sembari melirik Akeno yang ada di sebelah kananya. Sedangkan yang bersangkutan hanya tersenyum dan itu membuat Naruto sweetdrop.
"tapi tunggu. Kenapa kalian kemari" tanaya Naruto yang sudah lupa bahwa dirinya di undang oleh Rias.
"ahhh.. kami hapir melupakan itu, tujuan kami kamari. Karena Bucbhou sudah menunggumu hampir dua jam. Dan bukankah Kiba sudah memberi tahu mu." Ujarnya.
"ah gomen gomen aku lupa akan janji itu he he he" ujar Naruto dengan tawa hambarnya." Lalu kenapa kita tetap berdiam diri disini. Lebih baik kita ke tempat Rias." Ajak Naruto.
"Naruto-kun benar. Lebih baik kita ketempat Buchou sekarang, atau akau akan di gantung, karena membuatnya menunggu lebih lama lagi." Ujar Issei.
Dengan itu ketiganya meninggalkan apartement Naruto menggunakan lingkaran sihir.
.
.
.
RUANG PENELITIAN ILMU GAIB
Di sebuah ruangan berarsitektur Eropa muncul sebnuah lingkaran sihir
"jika aku dimarahi oleh Buchou, aku akana menyalahkan semuanya padamu Naruto" ujar Issei dengan wajah ketakutan, karena ia takut di gantung oleh Rias.
"..."
Namun tak ada respon dari Naruto maupun Akeno.
"hey jangan aba..." perkataan issei setelah melihat aras tatapan Akeno dan Naruto.
"apa ayang terjadi disini" ujar Naruto.
.
.
.
.
TBC
Yosh akhirnya chapter 7 selesai juga. Ya walaupun ceritanya agak amburigul.
Jangan lupa riview nya minna.
.
.
.
Ashura log out
