Genre: Action/Romance/Tragedy
Disclaimer: Pandora Hearts—Jun Mochizuki
Warning : Ada AU alias Alternate Universe/ AT alias Alternate Timeline/ dan OOC alias Out Of Character dan Death Charas
Gak suka? Silahkan tinggalkan~ Review? Critic? Flame? Silahkan, jangan malu-malu *author digebuk*
Day 6 – The Requiem of Summer
[Cloudy, Summer – Thursday]
Sesuai janji, harusnya Reo hari ini datang ke kelas Break untuk mengantar Break sepulang sekolah ke tempat Black Knight. Tapi, kemana dia? Bahkan sedari tadi ia belum datang ke sekolah. Alice juga hari ini tidak masuk karena sakit, jadi makan siang hari ini agak sepi, hanya ada Oz, Sharon dan Eliot.
"Tumben Alice sakit," komentar Eliot.
"Mungkin flu musim panas?" balas Oz. "Oh ya, kemana Reo-san, Eliot?"
"Entahlah, dia sering muncul dan menghilang jadi aku tidak tahu…"
KYAAAAAAAAAAA
"Ada teriakan dari lantai 1…" seru Sharon.
"Apa jangan-jangan mayat lagi?" sambung Echo.
"Ayo kesana, Eliot!"
"O-Oke Oz…"
Mereka berempat menuju lantai 1, mencari asal suara secara terpencar. Dan yang teriak adalah Ada! Vincent datang lebih dulu daripada mereka berempat dan sedang menenangkan Ada seraya mereka berempat berlari menuruni tangga. Eliot kebetulan menemukan mereka berdua duluan.
"A-Ada Vessalius, ada apa?" pekik Eliot yang menuruni tangga duluan.
"Kenapa…kenapa ada mayat tergantung di dalam ruang IPA seperti itu…" isak Ada di pelukan Vincent.
"Cup cup, Ada-sama, tenang saja, nanti kubereskan…"
"Mayat…?" gumam Eliot.
"Loh, Eliot-kun…?" Ada melihat Eliot di sisi atas tangga.
"Eliot, sebaiknya kau jangan melihat mayatnya…" peringat Vincent.
Eliot yang tak sabaran membuka ruang IPA, seketika ia menemukan mayat yang benar-benar digantung tak bernyawa disana, keadaannya mirip dengan korban yang ditemukannya beberapa hari lalu. Di kemeja putih yang dikenakannya tertulis tulisan berwarna merah darah Black Knigt.
Dan mayat itu adalah…
"R-REO…!"
TET TOT TET TOT
Suara sirene sudah memenuhi SMU Abyss. Kali ini mayat ditemukan didalam sekolah, dan sangat membuktikan bahwa pelakunya bukan Reo—bagi Break. Tidak ada yang mampu berbicara pada Eliot saat itu. Echo, Sharon dan Oz yang mendengar teriakan Eliot langsung menuju ruang IPA dan melihat mayat Reo tergantung disana tanpa berkata apa-apa, Vincent juga sudah memanggil polisi. Vincent menyuruh Ada tetap di ruang kesehatan setelahnya.
Gilbert pun mendatangi mereka berlima (Oz, Sharon, Eliot, Vincent, Echo) yang diam di koridor lantai 2.
"Aku turut menyesal soal kepergian Reo-kun, Eliot," ucap Gil setengah menunduk.
"Aku tidak butuh kata-kata mengasihaniku dari mulutmu Gilbert,"
"Eliot…"
"Sudah Gil, biarkan Eliot dulu, kau urus saja soal kasus ini ke kepsek bersamaku," perintah Vincent.
"…"
Dengan sorot mata penuh kasihan itu Gil dan Vince meninggalkan mereka berempat menuju kantor kepsek, lalu kebetulan Break dan Liam datang dari lantai 3.
"Bagaimana kalau kita cari sendiri si Black Knight ini?" ajak Break dengan raut muka serius pada Echo dan Oz. "Kasus ini sudah tidak bisa kudiamkan,"
"…Biar aku yang menjaga Eliot-kun," sambung Liam seraya menyeret Eliot yang lemas itu pergi menjauh.
"Break-senpai, aku ikut," Sharon mengajukan diri.
"Kau disini saja, aku tidak bisa menjamin keselamatanmu!"
"Tapi Break-senpai—!"
"…Hmph, cukup Sharon! Aku, Oz dan Echo akan keluar, kau disini, oke?"
Break pun pergi dengan Oz dan Echo mengikutinya, Sharon dibiarkan disana.
"Dasar kak Xarks bodoh!" teriakan Sharon menggema dilantai itu.
Masa bodoh, Break tetap berjalan tanpa mengiraukannya.
Oz, Echo dan Break menyusuri gang kecil sekitar SMU Abyss, mencari sarang Black Knight—geng Reo yang harusnya ia perlihatkan hari ini. Sayang, Reo sudah meninggal mengenaskan di SMU Abyss. Echo ingat kalau ia pernah menabrak orang aneh di depan gang dekat apartemen bobroknya.
"Menurutmu dia itu Black Knight, Echo?" tanya Break.
"Kurasa begitu, Xerxes-senpai,"
Diujung gang ada rumah tua yang sudah hangus, rumah itu dikelilingi oleh rerumputan sebuah tanah kosong ditengah-tengah suasana kota itu.
"Apa ini tempat mereka?" tanya Oz.
"Ayo masuk…" lanjut Echo.
Rumah itu benar benar kosong, hanya ada grafitti bertuliskan Black Knight was Here disana. Break mendobrak masuk dengan menjebol pintu pun tidak mendapat apa-apa.
"…Tampaknya mereka tidak ada, cih," Break menghela napas.
"Ayo kembali ke sekolah saja, Sharon-san pasti menunggui kita," ujar Oz.
"Xerxes-senpai ayo…"
Break nampak menemukan sesuatu.
"Catatan kas OSIS SMU Abyss…"
Saat buku tersebut dibuka, isinya hanya :
Reo (BK)
Sharon Rainsworth (BK)
Alice-kaichou 22-09
"22/09? Tanggal hari ini, kan?" ucap Oz.
"Reo-san kan meninggal hari ini, lalu apa hubungannya dengan Sharon-san dan Alice-kaichou?"
"Apa jangan-jangan itu tagihan utang?" ucap Oz.
"Hutang? Memang sih ini kas OSIS, tapi buat apa Reo dan Sharon berhutang pada kas OSIS?" tanya Break.
"Maksud senpai, ini tanggal kematian mereka?" jelas Echo.
"Intinya, Sharon-san dan Alice-chan dalam bahaya?"
"Tch…KURANG AJAR!"
BRAKKK
Break seketika berlari meninggalkan Oz dan Echo disana bersama buku kas OSIS. Tanpa pilihan lain, mereka berdua pun memutuskan kembali ke sekolah.
Ruang kesehatan, SMU Abyss.
Di depan ruang kesehatan, Liam sedang berada disana.
"Liam-senpai, dimana Sharon-san?" tanya Oz.
"Oh kalian sudah kembali, syukurlah…"
"Eh?" tanya Echo—kebingungan dengan ekspresi Liam.
"Rainsworth-san, dia…" Liam menjelaskan. "Dia datang dengan bat baseball berlumuran darah ke arah kantor OSIS, aku saja sudah ketakutan tadi,"
Seketika Oz dan Echo pun meninggalkan Liam dan menuju kantor OSIS.
BRAKKK
Disekeliling kantor OSIS hanya tertinggal kertas-kertas berserakan dan jendela ruang itu sudah terbuka lebar. Yang tertinggal hanya secarik kertas tertempel di meja ketua OSIS…
Semuanya akan kubunuh
Selamat tinggal,
Para pendosa yang terbohongi
Black Knight
To be continued, and don't forget to review!
