~oOo~
.
My Adorable Bodyguard
.
~oOo~
.
Chapter :: 7 and 8
.
Translated & Editing by Little's Fujoshi
.
Author :: super_501
.
KyuMin FanFiction
.
Pairing: KyuMin
.
Type :: Chaptered
.
Genre :: Romance, Action, Drama, Hurt/Comfort
.
Rate :: T
.
Warning :: Yaoi, Tak sesuai EYD. Typo (s),
.
Disclaimer :: KyuMin milik Tuhan, Orang tua mereka, Super Junior, Elf, SparKyu, Pumpkins, Joyer. ^^
.
~oOo~
.
Summary :: Sungmin bekerja sebagai seorang agen penyamaran polisi , ia dipaksa oleh rekan-rekannya untuk bekerja sebagai bodyguard seorang anak nakal yang dikenal bernama Cho Kyuhyun ( seorang pewaris perusahaan Cho Company yang selalu membuat masalah dan membuat dirinya masuk kedalam masalah yang dia buat sendiri), Sungmin berpikir bahwa ia membutuhkan liburan setelah kematian Yeojachingunya pun menerima pekerjaan itu.
.
~oOo~
.
Music :: ~
Happy Reading
'~ * ~' ~ * ~ '~ * ~' ~ * ~ '~ * ~' ~ * ~ '~ * ~' ~ * ~ '~ * ~ '~ * ~'
~oOo~
" Mwo! AKU AKAN APA?! Lee Donghae, kau sudah gila?" Tanya Sungmin tidak percaya setelah mendengar apa yang Donghae katakan. Mereka saat ini berada di dalam Ruang kerja dan Donghae mencoba menenangkan Sungmin yang sedang mengamuk saat ini.
"Hyung, aku benar-benar tidak punya pilihan lain. Aku membutuhkanmu dalam misi ini karena Euhyuk telah melimpahkannya padaku, dan aku tahu hanya kau yang dapat membantuku, Hyung." Kata Donghae lemah.
"Kenapa kau tidak melakukannya sendiri? Atau mempekerjakan orang lain? Aku tidak akan melakukannya Donghae." Jawab Sungmin sambil memelototi ikan yang sedang ketakutan di depannya saat ini.
"Aku tidak bisa melakukannya karena aku akan menjadi patnermu. Aku juga akan menjadi orang yang memimpin tim. Dan aku benar-benar tidak bisa memperkerjakan orang lain untuk berpura-pura sebagai mitra kita selama pengawasan, karena aku tidak bisa mempercayai orang lain selain dirimu,Hyung. Jebal..Hyung. Jebal." Pinta Donghae dan berlutut sambil menggenggam kedua tangan Sungmin dengan mengunakan aegyeonya kea rah Sungmin " Sekali saja,Hyung. Jebal~~~ kau boleh memintaku untuk melakukan apapun setelah ini."
Sungmin memutar kedua bola matanya, kalah. " Mengapa aku harus berpakaian seperti seorang gadis? Mengapa aku tidak bisa hanya bertindak seperti pekerjaanku sebenarnya?".
"Karena setelah aku berpikir kita akan berada di casino, dan aku harus bertindak seperti orang-orang kaya dengan yeoja-yeoja cantik di sekelilingku sehingga mereka akan berpikir bahwa aku juga dari kalangan seperti mereka. Dengan cara itu, aku akan bisa mendapatkan kepercayaan mereka." Jelas Donghae.
"Oh God! Donghae, You'r Hopeless!"
"Kau tidak perlu khawatir,Hyung. Kau hanya akan datang denganku dan berpakaian seperti seorang Yeoja sekali. Tim ku telah memulai penyelidikan kami tiga hari yang lalu. Kami hanya perlu mengumpulkan beberapa bukti, dan jika kita dapat membuktikan bahwa mereka bersalah, kita akan mulai dengan aksi kita."
"Baiklah," jawab Sungmin dan Donghae langsung memeluknya.
"Jeongmal Gomawo,Hyung! Aku tahu kau tidak akan membiarkanku sengsara. Kau yang terbaik,Hyung." Seru Donghae bahagia.
"Pastikan kau akan berhasil dalam hal ini. Atau yang lain dan kita berdua akan dalam bahaya. Ini adalah kasus yang berat, jadi berhati-hatilah." Kata Sungmin saat melepas pelukan Donghae.
"Aku akan melakukan yang terbaik,Hyung."
"Baiklah." Jawab Sungmin. " aku akan pergi sekarang. Beritahu aku kapan aku akan menyamar. Oh Tuhan! Hanya berpikir tentang hal itu membuatku ingin mundur."
"Kau tidak bisa menarik kata-katamu kembali sekarang, Hyung." Donghae tertawa ketika melihat Sungmin memelototinya sebelum keluar dari ruangan.
~oOo~
Yunho sedang sibuk membaca beberapa file tentang Cho Younghwan dan tidak menyadari seseorang telah berhasil masuk ke dalam kantornya. Dia terus menatap laptopnya. Kemudian mengernyit bingung. Orang asing itu menatapnya kagum karena ia melihat keseriusan di wajah Yunho.
"Aku tidak mengira bahwa kau akan tampak Hot ketika kau seperti ini. Kau juga di lihat dari dekat lebih tampan." Kata orang asing itu penuh kagum dan berbanding terbalik dengan Yunho, Yunho melompat dari kursinya karena terkejut. Orang asing itu tertawa ketika melihat ekspresi kaget Yunho. "Cute!" tambahnya.
Yunho segera menenangkan dirinya dan buru-buru menyembunyikan file dalam laci. Ia memelototi penyusup itu sebelum mendekatinya. "Apa yang kau lakukan disini?."
Orang asing itu mempouty bibirnya. " Apa kau tidak ingin mengetahui namaku dulu?"
"Aku tidak punya banyak waktu untuk hal tidak penting, . aku sibuk." Jawab Yunho.
"Kau tahu namaku! Tapi jangan panggil aku . itu membuatku merasa sangat tua. Panggil aku Jaejoong" Jaejoong tersenyum sebelum berjalan ke arah Yunho. Ia membelai lembut pipi Yunho, kemudian meraih dasinya dan menarik Yunho ke arahnya menggunakan dasi Yunho yang dipegangnya. Yunho terkejut dengan tindakan Jaejoong.
"Aku tidak bermain apapun denganmu,Yunho. Tetapi jika kau ingin, kita bisa memainkan beberapa jenis permainan yang aku yakin kau akan menyukainya." Jaejoong berbisik menggoda sambil membelai dada Yunho. Ia kemudian mengarahkan tangannya ke arah selatan tubuh Yunho, dan sebelum Jaejoong berhasil menyentuhnya, Yunho dengan keras meraih tangannya.
"Bisakah kau keluar sebelum aku kehilangan kesabaranku, Kim Jaejoong." Desis Yunho marah.
"Oh! Aku takut. Apa yang akan kau lakukan kepadaku? Menciumku? Menyentuhku? Atau memperkosaku?" kata Jaejoong sexy. " Kau tahu, kau bisa melakukannya. Tapi aku lebih suka yang terakhir."
Yunho meraih lengan kiri Jaejoong dan menyeretnya keluar kantornya dengan marah. "Jangan pernah datang kembali kesini atau aku tidak bisa mengendalikan diriku lagi untuk menyakitimu."
"Sadis. Aku suka itu!" Seru Jaejoong, mengabaikan perlakuan kasar yang ia terima dari Yunho. Jaejoong benar-benar menyukai Tuan. Detective ini. Dan apapun yang ia sukai, harus benar-benar ia dapatkan walaupun dengan cara apapun.
Yunho mendorong Jaejoong keluar dan mengunci ruangannya, sebelum mengerang frustasi, tapi ia tidak tahu apakah itu karena Jaejoong atau karena dirinya sendiri. Di luar kantor, Jaejoong menyeringai saat ia bergumam dengan dirinya sendiri, " aku tidak akan menyerah, Jung Yunho. Ini belum berakhir, akan kupastikan, kau pasti akan takluk padaku."
~oOo~
"Dimana Jaejoong Hyung?" Tanya Changmin sambil terus mencari-cari tanda-tanda kehadiran Jaejoong." Aku tidak melihatnya pergi tadi."
"Jangan mengkhawatirkannya." Kata Jungmin sebelum masuk ke dalam mobilnya dan menghidupkan mobilnya. " Dia mungkin ada urusan dengan seseorang. Sekarang, masuk ke dalam mobil dan kita pulang. Aku harus mengistirahatkan kecantikan wajahku. Aku tidak ingin memiliki tanda-tanda jerawat seperti Kyuhyun. Nanti aku tidak bisa mencuri perhatian Ikan Hot itu."
"Hei! Aku dengar itu!" Teriak Kyuhyun.
" Itu trademarkmu, Kyuhyun. Jika kau tidak memiliki tanda-tanda itu, aku mungkin bertanya-tanya bagaimana kita bisa mengenalimu." Goda Jungmin.
"Tutup mulutmu, wajah Kuda! Jangan mengolok-olok bekas jerawatku." Kyuhyun balik berteriak.
"Itulah dampak karena bermain game dengan laptop dan PSP bodohmu itu." Tambah Heechul.
"Kau juga, Heechul? Seperti kau tidak kecanduan game saja." Kata Kyuhyun dengan nada mengejek. Heechul memukul kepala Kyuhyun dan sebelum Kyuhyun membalas pukulan Heechul, ia melihat Sungmin datang dari arah lain dengan tatapan seriusnya. Tapi ketika ia melihat Kyuhyun dan teman-temannya, ia langsung tersenyum.
JungMin dan Changmin mengucapkan selamat tinggal sebelum mobil yang mereka kendarai melaju meninggalkan Kyuhyun dan yang lainnya. Heechul memutuskan untuk tinggal, karena ia ingin menunggu Jaejoong. Kyuhyun dan Sungmin memutuskan untuk pulang lebih dulu. Perjalanan pulang begitu tenang. Sungmin ingin memulai percakapan dengan Kyuhyun, tapi ia tidak tahu bagaimana ia memulainya.
"Bolehkah aku bertanya sesuatu?" Tanya Kyuhyun setelah merasa bosan dengan keheningan yang mereka ciptakan.
Sungmin melirik Kyuhyun sebelum memandang kea rah jalanan lagi. "Apa itu?"
"Apa hubunganmu dengan Yunho? Dan siapa orang yang mengajakmu untuk berbicara tadi? Mereka tampaknya dekat denganmu." Tanya Kyuhyun dan tiba-tiba ia menyesal mengajukan pertanyaan-pertanyaan itu. Ia merasa canggung dan memutuskan untuk menatap kea rah lain sementara batinnya terus mengutuk dirinya sendiri.
"Waeyo? Apa kau cemburu?" Sungmin tidak bermaksud mengatakannya keras-keras dan Kyuhyun menatapnya heran. Ia terbatuk dan tertawa malu. " Aku hanya bercanda. Lupakan kalau aku pernah mengatakan ."
"Aku cemburu." Kyuhyun tiba-tiba menjawab dan kesunyianpun melanda mereka.
Sungmin berdehem dan mencoba untuk berkonsentrasi lagi, sebelum menjawab pertanyaan Kyuhyun beberapa waktu lalu. " Mereka teman-temanku." Sungmin mencoba menjawab sesederhana yang ia bisa karena ia tidak akan mampu untuk mengungkapkan apa yang ia lakukan dan siapa ia sebenarnya.
"Kau punya hubungan baik dengan Polisi." Sungmin terkejut mendengar kata-kata Kyuhyun. Apa Kyuhyun jadi mencurigainya? Ia harus memikirkan alasan dengan cepat.
"Apa maksudmu?" Tanya Sungmin berusaha terdengar bahwa ia tidak seperti yang dikatakan Kyuhyun.
Kyuhyun menatap Sungmin tajam, mencoba untuk mengamati reaksi Sungmin, tapi ia tidak melihat apa-apa. " Tida ada. Lupakan saja." Sungmin tidak meliriknya, jadi ia memutuskan untuk mengajukan pertanyaan lain. " Dimana pacarmu sekarang? Apa kau tidak berencana untuk mengunjunginya? Jangan berpikir aneh dengan apa yang aku tanyakan sekarang. Aku hanya ingin tahu tentang pacarmu."
Sungmin menghentikan mobilnya dan menatap Kyuhyun. " Kau tahu apa? Kau membuatku bingung dengan caramu bertindak. Beberapa saat, kau jadi anak yang berkata tajam, kemudian menjadi teman baik, kemudian berubah menjadi anak yang nakal sesaat kemudian mengklaim bahwa aku ini milikmu, lalu tiba-tiba bertindak lembut dan pemalu, ingin tahu tentang kehidupan pengawalnya. Aku tidak tahu apa yang kau inginkan, Kyuhyun. Tetapi jika kau mencoba untuk bermain denganku, berhentilah sekarang .'sebelum aku mulai jatuh cinta denganmu.' Kata Sungmin dan terakhir di dalam hatinya.
"Aku tidak bermain-main denganmu, percayalah." Kata Kyuhyun lembut sebelum meraih tangan Sungmin dan menggenggamnya. " Ketika aku mengatakan aku mencintaimu, aku serius. Aku hanya ingin bertemu dengannya, karena dia sangat beruntung memilikimu. Dan kau terus mengklaim dirimu itu straight, itu sebabnya aku penasaran."
Sungmin mendesah dan menarik tangannya dari genggaman Kyuhyun saat ia menyalakan mesin mobilnya lagi. ketika ia menarik tangannya, tiba-tiba ia merasa kosong. Sungmin ingin memegang menggenggam tangan Kyuhyun lagi tapi Sungmin memutuskan lebih baik tidak. Apa yang akan Kyuhyun pikirkan bila itu terjadi?
"Kita mau kemana?" Tanya Kyuhyun ketika ia menyadari bahwa Sungmin tidak menuju ke Cho Mansion.
"Kita akan mengunjungi Yeojachinguku."
Kyuhyun merasa hatinya tertusuk ketika ia mendengar apa yang dikatakan Sungmin, dan pada saat yang sama, ia merasa bersemangat untuk bertemu dengan Yeoja yang telah merebut hati Sungmin. Mungkin setelah ini, ia akan mencoba untuk menghindari Sungmin sehingga ia tidak akan menyebabkan Yeojachingu Sungmin marah. Sungmin, di sisi lain, merasa gugup. Ia tidak mengunjungi pacarnya dalam waktu yang lama karena ia mengatakan bahwa ia belum Move On. Tapi sekarang, ia tahu bahwa secara perlahan ia akan Move on karena Kyuhyun. Ia merasa sulit untuk mengakui, tapi sekarang ia yakin bahwa ia tidak Straight lagi.
"Kita sampai." Kata Sungmin setelah ia memarkir mobilnya. Kyuhyun menatap Sungmin penuh Tanya setelah melihat dimana mereka berada.
"Apa kau yakin?" Sungmin hanya tersenyum kea rah Kyuhyun sebelum keluar dari mobilnya
~oOo~
FLASBACK
Saat itu adalah hari paling membahagiakan dalam hidup Sungmin. Saat ia berdiri di luar gereja menunggu calon istrinya tiba. Ia tidak bisa menyembunyikan kegugupan dan kegembiraan yang ia rasakan.
Sungmin memandang sekelilingnya dan tersenyum ketika ia mengakui banyak orang-orang yang datang untuk menyaksikan hari penting dalam hidupnya. Sungmin hanya berharap orang tuanya juga hadir, tapi ia tahu bahwa mereka akan mengawasinya dari Surga sekarang. Sungmin di besarkan tanpa kehadiran orang tua. Hanya kakaknya yang mendukungnya. Ia belajar dengan keras untuk Hyungnya. Ketika di sekolah, ia selalu menjadi korban bullying karena wajahnya yang cantik. Ia selalu pulang dalam keadaan menangis atau memiliki memar-memar di wajahnya dan juga seragamnya yang kotor karena ulah teman-teman sekelasnya. Sungmin mencoba menyembunyikan itu dari Hyungnya, namun Hyungnya tahu tentang hal itu, sehingga ia mendaftarkan Sungmin di sekolah seni bela diri dengan pemikiran bahwa hal itu akan membantu Sungmin dalam menjaga dirinya sendiri. Itu adalah waktu ia bertemu dengan Sunny orang yang membawa cahaya ke dalam hidupnya. Sungmin sangat suka memanggilnya Sunshine , karena itu yang telah Sunny bawa ke dalam hidupnya. Bersinar, di sisi lain, Sunny suka memanggilnya Vitamin. Persahabat mereka berkembang, dan setelah mereka lulus perguruan tinggi, Sungmin tidak menemukan keberanian untuk menyatakan cinta pada Sunny. Sungmin kadang-kadang merasa bersalah karena membuat Sunny khawatir karena pekerjaannya sebagai agen penyamar Polisi. Hidupnya telah masuk dalam banyak sekali bahaya, dan Sungmin melakukan yang terbaik untuk menyembunyikan jati dirinya, serta segala sesuatu tentang Hyungnya dan Sunny.
Tapi suatu hari Hyungnya meninggalkannya dengan alasan bahwa ia mencoba untuk menyelamatkan dan melindungi seseorang yang menyayanginya. Sungmin tidak mempertanyakan keputusan Hyungnya, bahkan ia mendukung dan membantu Hyungnya ke luar negeri dengan seseorang yang Hyungnya bilang bahwa orang itu adalah kekasihnya. Sungmin tahu bahwa Hyungnya adalah seorang Gay, dan meskipun seperti itu, cinta dan kesuciannya tidak memudar. Sungmin tidak tahu apa alasan Hyungnya sebenarnya dan kekasihnya keluar negeri. Dan sekarang adalah hari pernikahannya, ia mencoba untuk mengirim undangan ke mereka, tapi Hyungnya tidak datang. Itu membuatnya kehilangan harapan bahwa Hyungnya akan kembali, dan pada saat yang sama ia juga khawatir tentang kemungkinan yang terjadi dengan Hyungnya.
"Kau akan menjadi pengantin pria di pernikahan ini." Sungmin tersenyum setelah mendengar suara Donghae. Ia berbalik dan melihat rekan-rekannya berada disana, kecuali sahabatnya Yunho, yang saat ini menjemput pengantinnya di rumahnya. Tadi malam, Yunho menyatakan perasaannya dan ia merasa bersalah. Ia tidak bisa mencintainya lebih dari seorang teman, dan Yunho tahu itu. Ia hanya bisa meminta maaf setelah melihat ekspresi wajah Yunho.
"Kau masih bisa berubah pikiran."Shindong menggoda Sungmin dan memperoleh pukulan dari Istrinya.
"Apa yang kau bilang, Dongie?" Nari memelototinya dan Shindong langsung mencium bibir istrinya.
"Aku hanya menggodanya, Chagi-ah. Itu tidak akan terjadi." Jawab Shindong manis.
"Hentikan itu. Kita disini untuk menyaksikan pernikahan Sungmin dan Sunny, bukan LoveyDovey dari kalian. Kalian bisa melakukannya nanti." Kata Eunhyuk, dan mereka semua langsung tertawa.
~oOo~
Yunho tiba di apartemen Sunny dan Sunny dengan senang hati membuka pintunya untuk Yunho. " Annyeong Yeopeonie. Apa kau siap?" Tanya Yunho dan mencoba untuk menyembunyikan rasa sakit yang ia rasakan karena memikirkan bahwa gadis di depannnya ini akan segera menjadi istri dari Namja yang ia cintai diam-diam sejak lama.
"Aku gugup Oppa. Apa aku terlihat cantik?" Tanya Sunny gugup.
Yunho meraih tangan Sunny dan meremasnya lembut. " Kau sempurna."
"Gomawo, Oppa. Aku senang memiliki Oppa sebagai teman baik Sungmin Oppa. Kalian berdua telah melalui banyak hal bersama. Berjanjilah padaku bahwa Oppa akan melindungi Sungmin Oppa dan tidak akan pernah meninggalkannya." Yunho tiba-tiba merasakan sesuatu yang aneh akan terjadi. Sunny tersenyum manis dan Yunho hanya bisa menganggukkan kepalanya mencoba untuk menghapus perasaan gelisah dalam dirinya.
"Ayo kita pergi. Aku sudah tidak sabar melihat Sungmin Oppa." Sunny berseru dan Yunho membantunya masuk ke dalam mobil.
Yunho masih merasa gugup saat ia perlahan menghidupkan mobilnya dan ingin melaju menuju tempat dimana pernikahan akan berlangsung. Ia akan menjalankan mobilnya ke sisi jalan, ketika sebuah mobil melaju kencang dan dengan cepat menabrak mobil yang mereka kendarai. Sebelum itu terjadi, Sunny melihat mobil itu dan dengan cepat memeluk tubuh Yunho . Butuh beberapa menit bagi Yunho untuk memproses apa yang terjadi kepada mereka. Ia melihat sekelilingnya dan ia merasa sulit untuk bergerak. Kaca depan mobil yang pecah mengenai kepalanya, dan darah mengalir di dahinya. Yunho menurunkan tatapannya dan ia mulai panic saat melihat tubuh Sunny penuh dengan darah. Gaun putihnya telah terendam oleh darah. Yunho menggerakkan tangannya yang sedang terluka dan menepuk lembut wajah Sunny untuk membangunkannya. Yunho kemudian menyentuh leher Sunny untuk merasakan denyut nadi karotis, tapi tidak ada.
"Sunny….Lee Sunkyu! Buka matamu. Aku mohon buka matamu. Oh Tuhan! Ku Mohon…" Yunho memohon dengan air mata yang mengenangi wajahnya. " ANDWE! Jebal… Sungmin… ia menunggumu… kau tidak bisa meninggalkannya dengan cara seperti ini…kenapa kau menyelamatkanku?" Yunho terus menangis dan mencoba untuk membangunkan Sunny. Ambulans tiba, dan sebelum Yunho mengetahui itu, ia kehilangan kesadarannya dengan masih memeluk tubuh tidak bernyawa Sunny.
~oOo~
Sungmin mondar-mandir sambil melirik jam tangannya. Sudah satu jam sejak Yunho pergi dan mereka seharusnya sudah berada disini sekarang. Beberapa saat yang lalu, ia merasa ada sesuatu yang buruk telah terjadi. Sungmin merasa tiba-tiba kosong dan hatinya terasa perih. Sungmin bahkan membentak Donghae karena memintanya untuk meminum air untuk menghilangkan kegusarannya. Sungmin segera meminta maaf dan Donghae hanya berucap 'Gwanchana' karena ia tahu bahwa Sungmin sedang dalam keadaan buruk.
"Kau membuat kami pusing karena melihatmu. Berhenti mondar-mandir, mereka akan segera tiba. Yunho Hyung tidak akan merebut Sunny darimu." Kata Junsu dan tertawa melihat ekspresi Sungmin.
Sungmin hendak membalas, ketika telepon berdering. Sungmin segera mengangkatnya ketika mengetahui Id Caller. "Yunho, kau dimana? Jangan berpikir untuk membawa Sunny pergi." Jawab Sungmin. Tetapi ketika ia mendengar jawaban dari sang penelpon, Sungmin merasa dunianya tiba-tiba runtuh.
"Tuan, pemilik ponsel ini mengalami kecelakaan. Ia aman sekarang, tetapi Yeoja yang bersamanya tidak dapat terselamatkan. Saya sarankan anda untuk datang ke Seoul International Hospital sekarang."
Sungmin merasa tubuhnya bergetar dan lututnya melemah. Ia menggigit bibirnya untuk mencegah air mata yang siap untuk jatuh dari matanya. "A-Anda bercanda,kan? Katakan ini hanyalah lelucon."
"Jeongmal Mianhamnida, Tuan."
Teman-temannya yang sejak dari tadi mengawasinya, segera menghampirinya ketika melihat reaksi Sungmin. Mereka dapat merasakan bahwa sesuatu yang salah telah terjadi. Sungmin menjatuhkan ponselnya dengan tubuhnya yang masih bergetar, ia mencoba untuk menghentikan air mata yang keluar dengan bebasnya dari matanya. HyunJoong memeluknya dan menoba menghibur. Leeteuk mengangkat ponsel Sungmin dari lantai dan mencoba untuk berbicara dengan si penelpon. Ia menatap Sungmin cemas saat mendengar apa yang di beritahukan oleh si penelpon tentang kecelakaan itu.
Setelah kecelakaan itu, Sungmin tidak pernah terlihat menangis ataupun tersenyum di depan orang lain. Ia tidak meneteskan setetes air matapun saat pemakaman Sunny. Ia hanya menatap kosong ke bawah dan tidak pernah bertatap muka dengan orang-orang yang berada disana. Teman-temannya mencoba menghiburnya, tapi ia akan selalu berbicara bahwa ia baik-baik saja. Sungmin mengunci dirinya di kamar selama sebulan, mencoba untuk mengenang saat-saat ia bersama Sunny, menangis sepanjang hari dan tertidur. Ketika Sungmin kembali bekerja, ia menghindari Yunho. Ia menyalahkan Yunho atas apa yang telah terjadi dan tentu saja dirinya sendiri. Sungmin tidak pernah mengunjungi Sunny karena ia tahu ia akan hancur dan menangis di dalam hatinya. Sungmin menenggelamkan dirinya dalam pekerjaan, dan bahkan selalu ikut serta di dalam misi-misi berbahaya.
FLASBACK END
~oOo~
Sungmin menatap penuh kerinduan ke arah makam Sunny. Ia membelai salib yang tertancap itu dengan lembut sambil tersenyum . " Annyeong. Apa kabar? Sudah sangat lama, Ne?. Mianhae karena tidak mengunjungimu setelah pemakaman itu. Aku tahu kau menyadari seberapa cengengnya diriku. Aku mungkin akan menenggelamkan seluruh pemakaman ini jika aku menangis saat itu , dan kau tidak akan menyukainya." Sungmin tertawa dan air mata perlahan-lahan mengintip di sudut matanya.
Kyuhyun hanya bisa menatap tubuh Sungmin. Ia tidak tahu apa yang harus ia katakan atau bagaimana ia harus bereaksi setelah Sungmin mengatakan kepadanya bahwa Yeojachingunya meninggal setahun yang lalu pada saat hari pernikahan mereka. Kyuhyun hanya bisa mengatakan maaf dan Sungmin hanya tersenyum ke arahnya. Untuk pertama kalinya, ia melihat mata Sungmin menyiratkan rasa sakit. Mata foxy yang menurutnya selalu bersinar kini terjebak dalam kegelapan. Kyuhyun ingin mengatakan kepada Sungmin bahwa ia ada disini bersamanya, bahwa ia bersedia untuk menawarkan tangannya untuk membantunya, dan bersedia untuk mendengarkannya. Kyuhyun ingin membantu Sungmin untuk bangkit , tapi bagaimana ia bisa melakukannya jika ia sendiri juga terjebak dalam masa lalunya?
"Kau tahu, aku membencimu. Bagaimana bisa kau meniggalkanku di saat pernikahan kita? Itu memalukan! Kau bisakan memilih untuk pergi setelah hari pernikahan kita. Dan membayangkan kau memakai tubuhmu sendiri untuk melindungi Yunho, Ck~ itu membuatku cemburu, Sunny." Hati Kyuhyun melunak ketika ia mendengar kata-kata yang terucap dari bibir Sungmin. Kyuhyun berjalan ke samping Sungmin dan dengan lembut menautkan jari-jari mereka. Sungmin meliriknya sebelum melanjutkannya, "Sunny, aku membawa seorang teman yang ingin bertemu denganmu. Namanya Cho Kyuhyun."
"Annyeong. Akhirnya aku bisa bertemu denganmu. Jangan mengkhawatirkan Sungmin Oppamu, aku akan merawatnya untukmu. Aku sangat menyukainya, kau tahu. Tapi ia masih keras kepala untuk mengakui bahwa ia juga menyukaiku." Kata Kyuhyun dan memperoleh sebuah pukulan dari Sungmin.
"Bagaimana bisa kau mengatakan hal-hal semacam itu? Kau sangat hebat..ck.."
"Aku mengatakan yang sebenarnya. Aku bahkan mengakuinya di depan Yeojachingumu." Jawab Kyuhyun genit.
"Terserahmu." Sungmin berkata sambil berjalan menuju mobil dan menarik Kyuhyun untuk mengikutinya. Sungmin tersenyum sendiri dan menghela nafas lega. Ia mampu membiarkan senyum tulus merayap di wajahnya lagi setelah waktu yang lama.
Sungmin akan memasuki mobil ketika Kyuhyun memeluknya dari belakang. Sungmin mencoba untuk melepaskannya tapi semakin ia bergerak pelukan Kyuhyun semakin erat. "Biarlah semua yang kau rasakan keluar. Aku tidak ingin melihatmu seolah-olah kuat ketika kau berada di depanku. Aku ingin melihatmu yang sebenarnya,Min. aku bisa merasakan betapa rapuhnya dirimu. Biarkan mereka keluar. Aku akan selalu berada disini untukmu. Aku akan membantumu bangkit, dan tolong bantu aku juga. Saranghae,Min. aku bersedia untuk menunggumu."
Mereka tetap dengan posisi itu selama beberapa menit. Sungmin bisa merasakan kedua pipinya memerah dan jantungnya yang seakan ingin mematahkan tulang rusuknya karena terlalu keras berdegup. Sungmin hanya berharap bahwa Kyuhyun tidak akan mendengarnya. Sungmin beberapa kali mencoba untuk menyangkal, tetapi ia tahu ia mulai jatuh cinta dengan Kyuhyun. Saat ini, ia tahu bahwa ia juga mencintai Kyuhyun, tetapi ketika ia berpikir tentang misinya, senyumnya dan harapannyapun memudar. Ia tahu Kyuhyun akan membencinya jika ia tahu bahwa ia sedang mencoba untuk mengumpulkan bukti-bukti , meskipun ia tahu Kyuhyun sangat membenci Appanya. Dan apa maksud Kyuhyun dengan membantunya untuk bangkit juga? Apa ia mencoba untuk mengunakannya untuk melupakan seseorang?
~oOo~
Sudah lewat tengah malam ketika Kyuhyun dan Sungmin tiba di Cho Mansion. Mereka akan masuk ke kamar mereka masing-masing, ketika mereka mendengar suara kaca pecah, dan diikuti bentakan keras dari kamar .
"S-Siapa kau? A-Apa yang kau inginkan?" Sungmin langsung berlari menuju kea rah suara itu ketika ia mendengar suara memohon , tetapi dihentikan Kyuhyun.
"Kyuhyun, biarkan aku pergi. Apa yang kau lakukan?" Sungmin berkata sambil mencoba untuk melewati Kyuhyun tetapi Kyuhyun bertekad untuk tidak membiarkan Sungmin pergi.
"Aku tidak tahu apa yang terjadi di dalam kamar Appaku, tapi aku tidak ingin kau pergi ke sana dan membahayakan dirimu." Bisik Kyuhyun kepadanya.
"Kyuhyun, kau tahu aku ini adalah bodyguarmu. Dan sebagai bodyguardmu, aku berhak untuk melindungimu dan Appamu. Sekarang, biarkan aku lewat. Aku bisa menanganinya sendiri.' Kata Sungmin sebelum mendorong Kyuhyun kuat. " Pergi ke kamarmu. Apapun yang terjadi, jangan keluar.'
"Tidak. Aku akan pergi denganmu." Gumam Kyuhyun keras kepala.
"Tolong dengarkan aku, Kyuhyun! Pergi ke kamarmu sekarang sebelum aku akan memutuskan untuk menendangmu." Ancam Sungmin. Kyuhyun menghela nafas dan mengikuti perintah Sungmin enggan.
Kyuhyun menutup pintu kamarnya dan menguncinya. Ia hendak berbaring di tempat tidurnya ketika ia mendengar suara tembakan. Kyuhyun segera keluar dari kamarnya karena bayangan Sungmin yang sedang dalam bahaya terus mengganggunya. Ia membuka pintu kamar Appanya dan tubuhnya bergetar ketika ia melihat Sungmin di lantai bersimbah darah.
"SUNGMIN!"
~oOo~TBCoOo~
