DISCLAIMER ALL CHARA BELONG TO MASASHI KISHIMOTO
Genre : Romance/Drama/Angst/Tragedy
Pair : SasoSaku/One sided SasuSaku
Warn : OOC, typo(s) bertebaran, Bad Sasuke
.
Long time ago, there's a clown who's in love with the princess, but the princess already engaged with the prince...
The prince try to separated the clown from the princess... What will happen? Can their love destined to be together?
Here's their story
By Riku18
xxx
Hidden Feeling Behind The Mask
Chapter 7
(Sudden Kiss!)
.
.
Sejak hari itu tiap kali bertemu, Sakura dan Sasuke selalu saja bertengkar. Hal ini membuat Ino kewalahan karena mendengar celotehan Sakura mengenai betapa buruknya sikap Sasuke. Sama seperti hari ini, Ino datang ke kediaman Sakura karena teman merah mudanya itu meminta Ino untuk datang. Ino sudah bisa menebak kalau gadis itu pasti sedang bermasalah lagi dengan Sasuke. Saat ini kedua gadis itu sedang berbincang-bincang di dalam kamar Sakura.
"Aku heran dengan kalian berdua, kenapa kalian bisa bertunangan kalau hubungan kalian sebenarnya separah ini?" tanya Ino sambil menghela napas pasrah. Dia memijit keningnya yang terasa sakit.
"Semua itu ide Paman Jiraiya! Dari awal aku sudah bilang kalau aku tidak mau ditunangkan oleh siapapun tapi dia tetap memaksa!" dengus Sakura sambil melipat kedua tangannya di dada. Gadis itu kesal dengan Jiraiya yang selalu membawa-bawa almarhum ayahnya untuk memaksanya bertunangan.
"Paman Jiraiya bermaksud baik. Dia hanya tidak ingin kau terus-menerus menunggu anak itu," balas Ino yang sedikit heran, apa sih yang membuat Sakura begitu setia pada anak laki-laki kecil yang bahkan dia sendiri tidak mengenalnya.
"Aku hanya minta diberi kesempatan... Sekali saja untuk mengutarakan perasaanku... Hanya itu... Aku sendiri tidak mengharap untuk dibalas, apa satu keinginanku yang seperti itu sulit sekali dimengerti?" jawab Sakura dengan mata yang memerah. Ino menatap Sakura dengan rasa kasihan. Dia tahu Sakura sudah terlalu lama menyimpan rasa. Pasti rasanya sangat tersiksa.
"Sama sekali tidak bisa dimengerti!" balas Ino yang sedikit jengkel juga melihat Sakura yang kadang terlalu memakai perasaan daripada logika.
"Dengar ya, Sakura. Hubunganmu dengan anak itu tidak ada harapan! Sadarlah kalau sekarang statusmu sudah memiliki tunangan yaitu Uchiha Sasuke. Belajarlah untuk menerima dia!" sebenarnya Ino kasihan melihat Sakura tapi dia juga tidak ingin melihat gadis itu terus menunggu. Untuk kesekian kalinya dia mencoba mengingatkan Sakura agar tersadar dari harapannya yang seperti mimpi.
"Kau sama saja dengan yang lain, tidak pernah mendukung usahaku!" Sakura jadi semakin kesal karena perkataan Ino yang seperti mendukung Sasuke.
Sakura dengan gusar bangkit dari tempat duduk dan segera melempar tubuhnya di atas ranjang besar dan nyaman miliknya. Tubuhnya memunggungi Ino yang hanya bisa menatapnya dengan tatapan prihatin dari belakang.
"Pikirkan masa depanmu Sakura, jangan menunggu sesuatu yang tidak akan pernah datang kembali," ucap Ino untuk yang terakhir kalinya masih mencoba untuk menasehati teman semasa kecilnya itu.
Sakura tak bergeming, dia hanya menatap kosong ke arah bantal putih miliknya. Ino menghela napas pelan, kemudian dia berjalan pergi meninggalkan Sakura sendirian di dalam kamar. Membiarkannya untuk memikirkan semua apa yang dikatakannya.
Keadaan menjadi hening setelah Ino pergi meninggalkannya. Sakura berbalik dan duduk di atas tempat tidurnya sambil memeluk guling. Dia tahu kalau semua yang dikatakan Ino benar. Anak laki-laki itu memang tidak seharusnya dia tunggu, apalagi mereka tidak terlalu mengenal sebelumnya. Sakura juga tahu kalau tidak mudah untuk merubah takdir dan seharusnya dia mulai bisa belajar menerima kehadiran Sasuke.
'Apa yang seharusnya kulakukan?' ucap Sakura dalam hati yang benar-benar merasa bingung. Di sisi lain harapannya pada anak laki-laki itu masih sangat besar tapi di sisi lain dia juga tidak bisa menutup mata akan kehadiran Sasuke yang memiliki status jelas sebagai tunangannya.
'Sigh... Kurasa aku memang tidak punya pilihan lain,' ucapnya lagi sambil menghela napas panjang. Sepertinya dia sudah membuat keputusan. Mungkin sudah saatnya bagi dirinya melupakan cinta pertamanya dan membuka diri dengan kenyataan yang ada.
Esoknya Sasuke seperti biasa datang ke rumahnya pagi-pagi sekali. Pemuda itu memang selalu datang hanya untuk memastikan Sakura tidak pergi keluar menemui clown itu. Tiap kali Sakura ingin pergi keluar, pemuda itu pasti melarangnya dan hal tersebut selalu berujung pada pertengkaran yang tak ada habisnya.
Sakura terlihat sudah rapih dan sedang menuruni tangga. Langkahnya terhenti saat melihat sosok Sasuke yang sudah ada di ruangan utama, menatapnya dingin. Dengan sedikit angkuh Sakura tetap melanjutkan langkah kakinya turun ke bawah. Hari ini dia harus keluar dan tidak boleh ada satu pun yang melarangnya.
"Kali ini kau tidak bisa mencegahku!" ketus Sakura pada Sasuke. Gadis itu melangkah cepat berusaha untuk melewati sosok pemuda dingin tersebut.
"Hari ini kita pergi keluar," kata Sasuke dengan cepat. Ucapannya membuat Sakura berhenti sejenak sambil menoleh ke belakang, menatap Sasuke dengan keheranan.
Sakura membuka mulutnya sedikit, seperti hendak mengatakan sesuatu. Namun pada akhirnya bibir kecil itu terkatup kembali. Dia berdiri, mengernyit menatap Sasuke dengan aneh. Pemuda itu selalu marah kalau mengetahui Sakura ingin pergi keluar, tapi sekarang dia malah mengajak Sakura pergi, benar-benar aneh.
"Kenapa? Apa perlu ku ulangi? Hari ini kita akan pergi keluar," kata Sasuke dengan sedikit seringai yang menghiasi wajah pucatnya.
"Apa kau merencanakan sesuatu, Sasuke?" tanya Sakura dengan nada sinis.
"Hmmm..." Ada jeda panjang seolah dia sedang menggantung kalimatnya sendiri. "Tidak juga. Aku hanya ingin mengetahui, apa yang membuatmu begitu keras kepala untuk pergi keluar?" sambungnya dengan penuh arti.
Sakura sedikit mengetahui maksud perkataan Sasuke, tapi dia tidak mau ambil pusing. Yang jelas, hari ini dia bisa pergi keluar dan itu sudah merupakan suatu kebahagiaan baginya.
"Ayo pergi," kata Sasuke yang kemudian berjalan mendahului Sakura.
ooo
Sakura dan Sasuke berjalan ke pusat kota Konoha. Memang hanya di pusatnya saja yang banyak terjadi kegiatan. Beraneka macam toko ada di sekitar pinggir jalan, toko kue, boneka, restoran dan hotel, serta rumah sakit. Tepat di tengahnya berdiri tenda besar milik kelompok sirkus itu. Sakura merasakan hatinya menghangat saat mengingat kebersamaannya dengan clown itu. Perlakuan unik darinya, sederhana tapi membekas. Tanpa sadar dirinya jadi tersenyum sendiri. Sasuke yang mendapati reaksi Sakura seperti itu langsung mendecih pelan.
"Tch... " Sasuke merasa kesal dengan sikap yang ditunjukkan Sakura terhadap clown aneh itu. Dia benar-benar tidak mengerti apa yang menarik dari clown sirkus yang selalu membuat lelucon dan selalu ditertawakan orang-orang dibanding dirinya? Sasuke yakin kalau dirinya sangat jauh lebih hebat dan lebih superior dalam segala hal dibanding clown itu.
Prok prok prok prok prok!
Suara tepukan tangan dari arah sebuah jalan kecil terdengar cukup keras. Sakura yang mendengarnya merasa yakin kalau clown itu ada di sana. Tanpa pikir panjang lagi, dia bergegas melangkah cepat ke jalan kecil itu. Sasuke yang kaget melihat Sakura tiba-tiba saja berjalan cepat meninggalkannya langsung menyusul gadis itu.
Akhirnya Sakura tiba di gang kecil itu. Di sana dia melihat clown tersebut sedang merapihkan peralatan sirkus miliknya. Sepertinya dia sudah selesai melakukan latihan. Sakura sama sekali tidak beranjak dari tempatnya, sampai pada akhirnya clown itu berada tepat di depannya, sedang menatap Sakura dari balik topeng senyumnya. Tak berapa lama dia melihat ada sosok Sasuke yang kemudian mensejajarkan dirinya di sebelah Sakura.
"Rupanya kalian berdua sudah baikan, ya?" tanya clown tersebut sambil menatap Sasuke dan Sakura secara bergantian.
"Tentu saja. Kami ini adalah pasangan yang paling serasi dan termesra di Konoha," balas Sasuke yang langsung mendekap tubuh Sakura ke dalam pelukannya. Berkat aksi Sasuke, beberapa orang gadis yang juga ada di sana langsung menjerit histeris.
"Sasuke, apa yang kau lakukan? Lepaskan aku!" bisik Sakura yang merasa tidak nyaman dengan perlakuan Sasuke dan berusaha melepaskan pelukan pemuda itu dari tubuhnya.
"Apa kau bisa mengambil gambar kami berdua?" tanya Sasuke yang tidak mempedulikan rintihan Sakura karena Sasuke memeluknya terlalu erat. Pemuda itu menyerahkan sebuah kamera pada clown tersebut.
"O-oh, tentu saja bisa!" balas sang clown yang langsung mengambil kamera itu dari tangan Sasuke dengan gaya yang sedikit canggung.
"Tersenyumlah yang manis Sakura," kata Sasuke yang berdiri di belakang Sakura dan mendekap gadis itu dengan erat. Terdengar adanya suara jerit tertahan saat Sasuke memperlakukan Sakura dengan begitu mesra.
"Tolong lakukan sesuai aba-abaku!" teriak Sasuke pada sang clown yang sedang bersiap-siap untuk mengambil gambar mereka berdua.
Sasuke memulai aba-abanya dan tepat pada hitungan ketiga, pemuda itu melakukan tindakan yang sama sekali tidak terduga. Sasuke menarik dagu Sakura dan membuat gadis itu harus terpaksa menoleh ke arahnya yang berdiri di belakang. Setelah melihat jarak wajah mereka semakin dekat tanpa pikir panjang lagi Sasuke langsung mencium bibir merah muda Sakura. Ya, dia mencium bibir gadis itu.
Sakura melebarkan kedua matanya sambil mencerna apa yang sedang terjadi saat ini. Dia berusaha melepaskan diri tapi pelukan Sasuke semakin merengkuhnya dan membuat ciuman mereka berdua semakin dalam. Sasuke tampaknya sudah tidak peduli lagi kalau saat itu mereka sedang berada di depan umum.
"Maaf, tapi gambarnya sudah kuambil," sela clown itu seperti berusaha untuk menghentikan aksi yang sedang dilakukan Sasuke.
Sasuke melepaskan ciuman dan pelukannya dari Sakura sambil melirik ke arah clown bertopeng itu. Dia memamerkan sebuah seringai kepada clown tersebut, seperti mau menunjukkan kemenangan dirinya atas Sakura.
"Kau keterlaluan Sasuke!" bentak Sakura sambil menyeka kasar bibirnya.
"Jangan marah begitu. Bukankah kita sering melakukannya?" balas Sasuke dengan nada suara yang menggoda. Serentak wajah orang-orang yang ada di sana langsung memerah begitu mendengar pernyataan Sasuke barusan.
"Jangan bicara yang tidak-tidak! Sudah, lebih baik aku pulang!" Sakura benar-benar dibuat kesal setengah mati oleh pemuda itu. Dengan langkah cepat dia bergegas meninggalkan tempat tersebut diiringi oleh tatapan dari semua orang.
"Sekarang kau sudah tahu, kan? Dia itu milikku," kata Sasuke sambil memandang sang clown dengan tatapan sinis. Tindakannya tadi hanya untuk menunjukkan kalau dia memiliki hak penuh atas diri Sakura yang kemungkinan besar akan menjadi istrinya.
"Itu hanya anggapanmu saja," balas sang clown dengan tenang, "yang pantas untuk menentukan adalah Nona Sakura sendiri sekalipun anda adalah tunangannya tapi kemungkinan semua itu berubah bisa saja terjadi, jadi jagalah dia selagi kau bisa," katanya lagi sambil mengembalikan kamera tersebut kepada Sasuke.
"Cih... " Sasuke berdecak kesal karena omongannya sama sekali tidak mempengaruhi sang clown untuk mundur, dan ini bertanda perang sudah dikibarkan untuk memperebutkan Sakura.
ooo
Sementara itu Sakura yang baru pulang langsung masuk ke dalam kamarnya. Begitu di dalam kamar gadis itu segera menghambur memeluk bantal dan menangis sejadi-jadinya di sana. Sakura saat ini benar-benar merasa dipermainkan oleh Sasuke. Menciumnya di depan umum, benar-benar membuat malu dan kesal. Dia menyesal telah bodoh diperdaya Saske, dan seharusnya dia tahu kalau Sasuke merencanakan sesuatu yang tidak baik kepadanya.
Di tempat yang berbeda, dapat terlihat kalau clown itu sedang duduk dengan lunglai. Berkali-kali dia menghela napas. Baginya hari ini adalah hari terburuk dalam sejarah hidupnya setelah hari di mana dia harus kehilangan kedua orang tuanya. Ada suatu gejolak amarah dalam hatinya. Tangannya terus terkepal untuk menahan rasa marahnya.
"Lupakan," kata seorang pemuda yang tiba-tiba saja muncul menghampiri sang clown.
Tersentak kaget, sang clown menoleh ke arah pemuda berambut putih yang sedang berdiri di sebelahnya.
"Lupakan gadis itu," katanya lagi mempertegas maksud dari kata-katanya.
Setelah mengetahui maksud dari pemuda itu, sang clown hanya terdiam sambil menghela napas dalam-dalam.
"Aku tidak bisa melupakannya dan karena dia adalah alasanku kembali ke kota ini," jawab sang clown dengan suara lemah.
"Terserah. Tapi, yang jelas aku sudah memperingatkanmu. Ingat, mengharapkan untuk bisa bersanding dengan gadis kaya sepertinya bagaikan menantikan bidadari turun dari langit! Dia tidak pantas untuk orang seperti kita, apalagi dia sudah memiliki tunangan. Jadi, lupakan dia." Celoteh pemuda berambut putih itu mencoba menasehati temannya. Dia harap agar temannya itu mau berpikir sekali lagi mengenai perasaannya pada gadis yang bernama Sakura itu. Mereka terlalu jauh berbeda bagaikan bumi dan langit, jadi sebelum semuanya terlambat dan berakhir sakit hati, dia ingin temannya mengurungkan niatnya.
.
Di kediam Haruno, tampak Jiraiya dan Tsunade baru saja pulang dari urusan bisnisnya. Begitu sampai di dalam keduanya sudah disambut oleh Sasuke yang ternyata memang sengaja menunggu Jiraiya dan Tsunade yang hari ini pulang.
"Ada yang ingin kubicarakan dengan kalian berdua," kata Sasuke sambil memasang wajah serius kepada Jiraiya dan Tsunade.
"Hal apa yang mau kau bicarakan pada kami?" tanya Tsunade dengan sedikit tidak sabar. Maklum, dia baru saja pulang, masih terasa lelah dan ingin cepat-cepat istirahat.
"Aku ingin segera menikah dengan Sakura minggu ini," jawabnya membuat Tsunade melotot dan Jiraiya tersedak. Intinya pernyataan Sasuke barusan sangat mengejutkan.
Bagaimana tanggapan Jiraiya dan Tsunade terhadap keinginan Sasuke yang ingin segera menikahi Sakura?
TBC...
A/N : Well, thanks buat sarannya. Tapi seperti yang udah gw bilang di chapter awal, ini berdasarkan lagu yang gw liat. Di sini gw hanya coba untuk mengembangkan cerita dari lagu tersebut. jadi soal perasaan clown yang seperti tersamar, bisa gw katakan memang dari sananya. Tapi di chapter ini gw jelasin sedikit.
Untuk genre romance, gw pribadi merasa gak harus selalu terpatok sama adegan romantis ala kisah cinta anak remaja hehehe, yang jelas masih bertema mengenai kisah cinta, apalagi di fic ini gw juga ambil genre angst and tragedy, jadi harap dimaklumi kalau memang adegan romantis ala titanic gak bisa reader temui di sini.
Saran lainnya soal perasaan si clown akan sebisa mungkin gw tunjukkin sedikit demi sedikit (harusnya sih udah pada bisa nebak). Peran Sasuke antagonis tapi yah, mari berharap adanya perubahan. Oke, selamat menikmati.
.
.
"Enjoy it!".
