CHAPTER INI FULL HUNSOO MOMENT
SELAMAT MEMBACA
Kyungsoo POV
Saat ini aku dan Sehun sedang dalam perjalanan pulang ke apartment. Suasana didalam mobil begitu hening jika saja Sehun tak memutar music, aku tidak tahan dengan kondisi ini tadi juga saat makan malam kalau bukan aku yang bertanya pertanyaan tidak penting mungkin Sehun akan tetap mengunci rapat rapat mulutnya, biasanyakan dia yang selalu menggangguku dan kami akan berargumen sekarang huft... sudahlah.
Sehun terlihat fokus menyetir kemudian dia membelokkan mobilnya,dia memutar arah, tunggu!, ini bukan jalan pulang menuju apartmentnya, sontak aku menghadapkan wajahku kearahnya, dia nampak tenang Seolah olah dia tak melakukan apapun,
"Kau tidak salah jalankan?" Ujarku terus menatapnya, Sehun menggindikkan bahunya santai
"Lihat saja" ucapannya terdengar ambigu, lihat apa?, apa maksudnya?, kurasa orang ini benar benar aneh seharian ini.
Aku memilih diam menatap sekitar kota Seoul yang ngemerlap dimalam hari, hal yang sangat jarang kulihat adalah Seoul saat malam hari, itu karena dari dulu sampai Sekarang eomma dan appa tidak pernah membiarkanku keluar malam, aku tidak merasa dikekang dengan itu malah aku bersyukur di jauhkan dari hal negatif jika terlalu sering keluar malam, kalau mau keluar dimalam hari biasanya aku akan diantar dan ditemani oppaku, tapi lebih baik dirumah saja dari pada dia yang harus mengantarku, kalian harus tau dia benar benar menyebalkan.
Sehun membawa mobilnya kearah pusat kota, aku tetap diam, ingin lihat apa yang akan memelankan laju mobil dan memarkirkannya di depan jejeran tokoh tokoh, tanpa mengatakan apapun dia turun dari mobil dan berjalan menjauh.
Author POV
Kyungsoo yang melihat Sehun turun dari mobil dan berjalan menjauh tanpa mengatakan apapun padanya bahkan meliriknya saja -Kyungsoo jamin- tidak.
Kyungsoo menganga dibuatnya, ketika menyadari Sehun semakin jauh dengan buru buru perempuan mungil itu melepas sabuk pengamannya,
Sial! Kenapa dengan benda ini!?,Kyungsoo memaki seatbelt yang seakan tidak ingin melepaskannya, Kyungsoo kembali melihat kedepan dengan tangan yang masih bekerja melepaskan sabuk itu dari badannya, Kyungsoo masih bisa melihat wujud punggung Sehun yang hampir tertelan lautan manusia disana, perempuan ini kembali memfokuskan diri dengan seatbeltnya yang akhirnya terlepas juga dari badannya.
Kyungsoo turun dari mobil dengan cepat dan melangkah lebar lebar menuju tempat terakhir dia melihat Sehun, hilang, Sehun benar benar hilang dari pandangannya sekarang, Kyungsoo berusaha mencari cari lelaki itu di tengah tengah kerumuan orang,yang dia dapatkan tetap sama,Kyungsoo tidak melihat Sehun dimanapun malah sekarang dia terjepit antara kerumunan manusia yang menenggelamkan tubuh mungilnya,Kyungsoo berusaha keluar dari kerumunan itu tapi dia malah disenggol sana sini, terseret tak tentu arah.
"Akh!" Kyungsoo menjerit pelan saat kakinya diinjak entah oleh siapa ditambah lagi seseorang dibelakangnya menyenggolnya hingga Kyungsoo tersandung kaki sendiri, Kyungsoo hampir saja terjatuh dipijakan jika saja tidak ada seseorang yang merengkuh tubuhnya, orang itu membawanya keluar dari kerumunan tersebut.
Kyungsoo diam membiarkan seseorang itu memeluknya dam membawanya keluar dari kerumunan orang orang disana, Kyungsoo juga masih terlalu bingung dipelukan orang itu, seseorang itu melepaskan pelukannya dan itu membuat Kyungsoo tersadar.
"Dasar ceroboh, apa yang kau lakukan disana, bodoh?" Seseorang itu yang ternyata seorang Oh Sehun itu menaikkan nada suaranya terdengar khawatir dan frustasi. Kyungsoo yang mendengar perkataan itu mendadak emosi,
"Kau yang bodoh, kenapa meninggalkanku sendirian" Kyungsoo hampir saja menjerit, dia takut, Kyungsoo takut berada di tengah kerumunan seperti tadi, dia tidak terbiasa, bagaimana kalau Sehun tak menemukannya apa yang akan dia lakukan ditengah tengah banyak orang, Kyungsoo tidak pernah berada ditengah tengah kerumunan sebelumnya apalagi ini malam hari.
Suara Kyungsoo terdengar seperti menahan tangis dan amarah, menahan tangis akibat takut dan shock, amarah karena merasa dipermainkan,tidak tau kah Sehun bahwa dia benar benar panik saat tidak melihat lelaki itu dimana mana.
Sehun menatap lurus kearah mata Kyungsoo, manik itu mencampurkan berbagai perasaan disana tetapi yang paling mendominasi dimanik itu adalah perasaan takut, sangat terlihat, bahkan Sehun bisa merasakan ketakutan dimanik itu.
Rasa bersalah menjalari hati Sehun, dia tak bermaksud membuat Kyungsoo takut seperti ini, Sehun hanya ingin membuat Kyungsoo kesal dengan meninggalkan perempuan itu tapi ini diluar perkiraannya, Sehun tak tau akan seperti ini. Lelaki itu juga tidak benar benar meninggalkan Kyungsoo, Sehun sebenarnya berdiri tak jauh dari mobil, dia mengamati Kyungsoo yang terlihat panik didalam mobilnya bahkan masih tetap mengamati saat Kyungsoo berjalan cepat kearah kerumunan disana untuk mencarinya, Sehun masih tetap diam mentap Kyungsoo sampai akhirnya Sehun melihat Kyungsoo terjepit ditengah tengah kerumunan itu dan dengan sigap dia melangkah kesana.
"Aku mau pulang" Kyungsoo berucap lirih dengan kepala tertunduk, Sehun semakin merasa bersalah.
"Aku mau pulang kerumahku" oh tidak, tidak boleh, pikiran Sehun mulai panik
Dan entah dorongan dari mana Sehun kembali memeluk Kyungsoo, membuat tubuh perempuan itu terkubur di dekapannya,
"Maaf" hanya kata itu yang keluar dari bibir Sehun, Kyungsoo tertengung mendengar maaf dari lelaki yang dikenalnya memiliki ego yang tinggi ini, seorang Oh Sehun minta maaf adalah hal yang sangat jarang atau bahkan mustahil dan sekarang lelaki ini minta maaf kepadanya setelah bertahun tahun mengrecokinya, benar benar keterlaluan, kenapa tidak dari dulu.
Rasa takut dan amarah Kyungsoo sekarang berganti menjadi kekesalan yang membuncang sampai ubun ubunnya, dengan kesal Kyungsoo melepaskan pelukan Sehun dan menendang keras tulang kering lelaki itu.
"Akh!" Dengan tidak elit lelaki berwajah layaknya anggota boyband itu memekik kesakitan sambil memegang kakinya, sungguh Sehun rasa kakinya akan lumpuh saat itu juga sebab Kyungsoo menendangnya seperti ingin menendang bola.
Kyungsoo memincingkan mata bulatnya, menatap sengit lelaki dihadapannya, dia masih kesal sangat kesal malahan jika saja di dapat melakukan itu lagi Kyungsoo janji akan melakukannya dengan amat sangat keras agar lelaki ini tau rasa, sekalian saja tidak bisa jalan. Oh jiwa Satansoonya telah kembali.
Kyungsoo berbalik berniat meninggalkan lelaki dihadapannya sebelum tangan lelaki itu terlebih dahulu menahannya,
"Kau mau kemana?" Sehun sekarang sudah dapat mengendalikan rasa sakit dikakinya walaupun masih terasa berdenyut denyut.
"Pulang" ucap Kyungsoo ketus ,menampik tangan Sehun dilengannya
"Tidak boleh" Sehun berseru
"Apa hakmu, tuan?"
"Kau datang bersamaku dan pulang juga harus bersamaku"
"Kau bukan oppaku yang bisa mengatur ngaturku" Kyungsoo benar benar siap meninggalkan Sehun, Sehun melirik kesekitar, bagaimana pun caranya Kyungsoo harus tetap bersamanya tapi Sehun tak mungkin memohon agar perempuan bermata bulat ini tetap bersamanya karena jika Sehun melakukannya Kyungsoo pasti akan memandangnya aneh dan juga karena egomu sangat tinggi tuan Oh.
"Baiklah, pulang saja sana memangnya kau tidak liat disana ada apa" Sehun berkata remeh, menunjuk kearah halte bus, bukan haltenya yang jadi masalah tapi orang yang berada dihalte tersebut, orang dihalte sana kebanyak orang mabuk dan tak ada seorang perempuan disana, melihat itu Kyungsoo bergindik, Kyungsoo rasa dia tidak akan sampai dengan selamat dirumahnya apalagi perempuan ini tak membawa apapun kecuali dirinya sendiri, semua barang barangnya dia tinggalkan diapartermant Sehun dan juga Kyungsoo tak punya uang sepeserpun, tidak mungkinkan Kyungsoo jalan kaki kerumahnya.
Tapi pada dasarnya ego Kyungsoo sekarang sedang berada pada kedudukan tertinggi dibandingkan dengan akal sehatnya, Sehun menantangnya dan Kyungsoo bukan seorang pengecut, jadi dengan penuh keberanian Kyungsoo melangkah pergi meninggalkan Sehun.
Sehun diam mengamati Kyungsoo, mau lihat sampai mana perempuan itu mengambil tindakan, Sehun tau Kyungsoo tak membawa apapun karena semua barang perempuan itu ada diapartmentnya dan Sehun bisa menjamin Kyungsoo akan kembali dengan sendirinya kehadapanya, memangnya perempuan itu bisa kemana, uang saja Kyungsoo tak punya dan jangan berfikir konyol jika Kyungsoo ingin jalan kaki, jarak pusat kota dengan rumah Kyungsoo saja sangat jauh.
Sehun mengawasi Kyungsoo dari tempatnya, perempuan itu melangkah melewati halte yang ada orang orang mabuknya, Sehun dapat melihat keragu raguan langkah Kyungsoo, perempuan itu takut dan ragu, tapi dasar perempuan keras kepala itu tetap tidak mau menurunkan sedikit egonya, tuan Oh kau juga sama sepertinya. Sepasang manusia dengan ego tingginya masing masing.
Kyungsoo hampir saja selama melewati halte itu sebelum seseorang memengang pundaknya, refleks Kyungsoo berbalik dan menyundul selangkangan orang itu dengan lututnya.
"Arrggh" sosok itu menrintih, jatuh berbaring ditanah dengan memegang selangkangannya.
Kyungsoo memanfaatkan hal itu untuk kabur tapi sayang sekali kakinya di pegang dengan kuat oleh orang dibawahnya, Kyungsoo rasa ingin menangis saja, dia takut, dia ingin berteriak minta tolong tapi perempuan itu malu,ckckck dia masih sempat memikirkan hal itu. sudah kubilangkan egonya sekarang sedang berada diperingkat pertama daripada akal sehatnya.
Kyungsoo berusaha menarik kakinya tapi orang itu juga ikut terseret dan juga kakinya terasa ingin lepas,apalagi melihat sekitar tampak mulai sepi Kyungsoo benar benar ingin menjerit minta tolong sebelum Sehun datang dan mendang tangan orang mabuk itu agar terlepas dari kaki Kyungsoo.
Kyungsoo berhasil lepas dia berdiri gemetaran dibelakang Sehun, Sehun menarik tangan Kyungsoo menjauh dari sana sebelum terjadi hal yang lebih parah dari ini.
Mereka berlari sebab teman-teman orang mabuk tadi mengejer mereka, Sehun menggenggam erat tangan Kyungsoo begitupun dengan Kyungsoo, sebenarnya Sehun bisa saja melawan mereka tapi dia tak yakin melawan 4 orang yang mabuk dengan membawa Kyungsoo, yang ada dipikiran Sehun saat ini hanya membawa Kyungsoo menjauh dari 4 orang itu tanpa harus bergulat.
Sehun membawa Kyungsoo berlari kearah
Cheonggyecheon Stream, sungai indah yang berada dijantung kota Seoul, mereka turun kebawah, Sungai ini sangat ramai jadi kemungkinan 4 orang itu menemukan mereka sangat kecil apalagi pencahayaan disini kurang,
Kaki Kyungsoo sudah cukup letih berlari lari tapi dia harus bersyukur sebab dia memakai sneakers. Sehun terus membawanya berlari melewati kepadatan orang orang disana.
"Kalian berhenti!" Oh tidak orang orang itu masih mengejar mereka rupanya, Sehun memutar otak mencari jalan keluar, disini tidak ada tempat untuk bersembunyi tapi Sehun dapat memanfaatkan cahaya remang remang disini, Sehun mencari tempat yang sangat kurang pencahayaan kemudian membawa langkah mereka kesana.
Dan dengan gerakan cepat Sehun mendorong Kyungsoo ketembok disampingnya, merapatkan tubuh mereka, Sehun meletakkan salah satu lengannya dipinggang Kyungsoo, membawa tubuhnya dan Kyungsoo semakin dekat, menghapus jarak.
Kyungsoo kaget saat Sehun mendorongnya ketembok ditambah lagi badan mereka sangat rapat tanpa cela dan jantungnya serasa ingin melompat dari tempatnya saat Sehun menipiskan jarak antara wajah mereka.
Kyungsoo bersumpah wajahnya terasa panas dengan posisi ini, perempuan ini hendak mendorong Sehun menjauh sebelum lelaki itu memperingatinya lewat tatapan tajamnya.
"Jangan bergerak, nanti mereka mengenali kita" Sehun berbisik didepan bibir Kyungsoo, membuat Kyungsoo merasakan perasaan aneh pada respon tubuhnya.
Tangan Sehun yang bebas dipakai untuk menahan beban tubuhnya ditembok belakang Kyungsoo, tubuh Kyungsoo benar benar dikurung oleh Sehun ,apalagi lengan Sehun yang berada dipinggangnya membuat jantung perempuan mungil itu berdetak seperti akan pecah, dan dilihat dari sisi manapun masing masing wajah mereka tak telihat, itu akibat bantuan pencahayaan dan karena posisi mereka yang terlihat intim
"Mana mereka?"
Kyungsoo dapat mengintip dari balik pundak Sehun, orang yang mengejar mereka tepat berada dibelakang punggung Sehun, mereka melihat sekeliling yang sudah pasti mencari mereka.
Kyungsoo agak merundukkan kepalanya saat salah satu dari teman orang mabuk itu melirik kearah mereka, Sehun dan Kyungsoo tetap pada posisi intim itu untuk beberapa menit.
Tak lama setelah melirik kearah mereka Kyungsoo dan Sehun dapat mendengar suara desisan.
"Kalian !jika ingin berbuat mesum jangan ditempat umum" oh rupanya pemabuk seperti mereka mengerti tata krama juga ternyata. Kyungsoo yang mendengar kata kata itu merasa pipinya bertambah panas. Entah karena malu atau marah. memangnya siapa yang mau berbuat mesum, bodoh!, Kyungsoo berbatin.
Merasa tidak direspon kedua orang itu- Sehun dan Kyungsoo- orang yang tadi menegur mereka kembali mendesis.
"Sudahlah, mereka sudah kabur" salah seorang yang lain berkata kemudian berbalik pergi, ketiga orang yang lain juga ikut berbalik dan pergi.
Melihat itu Kyungsoo dengan segera mengalihkan pandangannya kedepan,pandangannya bertabrakan dengan mata Sehun, Kyungsoo terpaku melihat mata pria didepannya yang menatapnya begitu tajam dan ada sesuatu lain dimata pria ini.
Kyungsoo baru sadar jika jarak wajahnya dengan wajah Sehun hanya kurang lebih 2 cm dan sedikit pergerakan yang salah saja mereka akan berciuman, memikirkan hal itu Kyungsoo dengan buru buru mendorong Sehun menjauh.
Dan Sehun yang memang tidak mempersiapkan diri hampir saja jatuh saat Kyungsoo mendorongnya. Tapi untung saja dia masih bisa menjaga keseimbangannya.
"Kau kenapa?" Sehun bertanya kesal
"Mereka sudah pergi dan aku mau pulang"
"Pulang saja sana, dan aku tidak akan menolongmu lagi jika mereka melihatmu"
Memikirkan dirinya akan ditangkap oleh orang orang tadi membuat Kyungsoo terdiam, dia ingin pulang tapi disisi lain juga dia takut tertangkap.
"Sudahlah aku yang akan mengantarmu pulang tapi tidak sekarang"
"Kenapa? Aku ingin sekarang"
"Ya sudah kalau mau pulang sekarang, pulang saja sendiri" sialan lelaki ini!, Kyungsoo mengumpat dalam hati.
"Aku ikut denganmu" Kyungsoo berkata kesal, menaikkan nadanya. Diam diam Sehun tersenyum penuh kemenangan
++++.
Sehun dan Kyungsoo duduk disalah satu anak tangga dekat sungai, Kyungsoo mengamati sekitar, jujur Kyungsoo belum pernah kesini sebelumnya tapi dia sering mendengar tentang Cheonggyecheon Stream, Kata orang orang setiap tahunnya cheonggyecheon stream selalu menjadi tempat acara seperti Seoul lantern Festival yang diadakan pada bulan bulan tertentu.
"Kau belum pernah kesini sebelumnya?" Sehun membuka percakapan. Kyungsoo mengangguk mengiyakan.
"Ayo" Sehun berdiri dari duduknya menjulurkan tanganya, Kyungsoo menatap Sehun bingung, apa lelaki ini sudah mau pulang?, tapi Kyungsoo rasa dia masih ingin melihat lebih lama lagi sungai buatan ini.
Lebih baik menuruti Sehun saja dari pada dia ditinggal, Kyungsoo menyambut uluran tangan Sehun, awal awalnya dia merasa aneh saat Sehun menggenggam tangannya tapi lama kelamaan Kyungsoo merasa terbiasa, rasa saat yang pertama kali muncul saat Sehun menggenggam tangannya tetap sama, hangat.
Mereka berjalan beriringan ternyata Sehun tak ingin pulang tapi lelaki itu ingin mengajak Kyungsoo berjalan jalan disekitar sungai, Sehun menghentikan langkahnya tepat pada spot pelemparan koin.
"Kau ingin membuat permintaan?" Sehun melirik Kyungsoo dari sudut matanya
"Aku tidak punya koin" Sehun merogoh saku jaketnya, mengeluarkan 2 buah koin.
"Ambillah satu"Sehun menyodorkan telapak tanganya yang diatasnya berada 2 koin, dengan ragu ragu Kyungsoo mengambil salah Satu dari koin itu.
"Berdiri disini dan usahakan masuk kedalam sana dan sebelum melemparkan koin buatlah permintaan" Sehun menunjuk gambar koin emas kemudian menunjuk arah tempat pelemparan koin yang berada didalam sungai. Kyungsoo menurut dia berdiri tepat digambar koin itu. Kemudian menyebutkan permohonannya didalam hati, perempuan itu mulai mengayunkam tangan untuk melempar koinnya dan masuk, kata orang kalau koin itu masuk ketempat pelemparannya berarti permintaan kita akan terkabul, Kyungsoo tersenyum melihat koinnya tepat sasaran berarti permintaannya akan terkabul.
"Bagus juga lemparanmu" ucapan Sehun lebih terdengar mengejek dibanding memuji tapi Kyungsoo tak ingin mempermasalahkan itu sebab dia senang koinnya masuk tepat sasaran.
"Sekarang giliranmu" Kyungsoo menyuruh Sehun.
"Aku tidak mau melakukan itu"
"Kenapa?"
"Aku akan melemparkan koin ini jika DIA sudah menjadi milikku" Kyungsoo menatap Sehun bingung,DIA? Siapa DIA yang Sehun maksud?, apakah orang yang dicintainya?,
"Kau terlihat seperti mengambil percakapan didalam adegan drama melankolis tuan Oh"
"Terserah kau saja" kali ini Sehun yang pasrah, lelaki itu memasukkan kembali koinnya kedalam kantung jaketnya kemudian mengagkat lengannya, melihat jam.
"Sudah pukul 10:00, sebaiknya kita pulang"
Mereka sampai diapartermant Sehun tepat pukul 10:23. Sehun berada dikamar tamu sebelah ruangan tidur yang saat ini Kyungsoo tempati. Lelaki itu membiarkan Kyungsoo menempati kamarnya.
Kyungsoo membolak balikkan badannya gelisah,wajah perempuan itu merona. Dan Kyungsoo rasa otaknya sudah salah berfungsi sebab sedari tadi pikirannya terus mengulang ulang kejadian di Cheonggyecheon Stream saat Sehun menghimpitnya ditembok untuk bersembunyi dari para pemabuk itu.
"Apa yang kau pikirkan,bodoh!" Kyungsoo memaki dirinya sendiri, perempuan itu memukul kepalanya dengan kepalan tangan mungilnya.
TBC
Buat para readers yang nunggu atau yang minta Hunsoo momentnya apa puas dengan chap ini? Semoga kalian puas dan makasih buat review nya.
