Someday, When I Can Hold Your Love

By. Lee HyeRi

.

Disclaimer : Semua chara disini milik Tuhan YME dan milik diri mereka masing-masing. Kyuhyun milik Sungmin, dan Sungmin milik Kyuhyun. :p

Rated : T

Main pairing : KyuMin (Kyuhyun x Sungmin)

Genre : Drama, Hurt/comfort

Summary : Bagaimana kehidupan Lee Sungmin yang menjadi 'istri' kedua Cho Kyuhyun? Inilah kisah mereka yang bermula dari janji suci yang diikrarkan dalam suatu ritual yang disebut 'Pernikahan'. KyuMin slight HaeMin. YAOI. MPREG.

Happy reading~

Enjoy! ^_^

===000===

Chapter 7

"Kyuhyun? Kau Kyuhyun 'kan?" panggil wanita paruh baya yang kebetulan melewati padang rumput yang dulu sering didatangi oleh Kyuhyun dan Sungmin.

Kyuhyun memang beberapa kali datang kemari untuk mencari keberadaan Sungmin. Namun sampai sekarang dia masih belum bisa menemukannya, padahal sudah hampir dua minggu setelah kepergian Sungmin yang entah kemana.

Kyuhyun menoleh dan melihat bibi yang baru saja menyebut namanya.

"Chaeyoon-ahjumma,"

Kyuhyun melihatnya dengan tatapan antusias. Dia segera mendekat ke tempat wanita paruh baya itu berdiri. Sudah sangat lama sejak pertemuan terakhir mereka.

"Sedang apa kau disini? Tidak bersama Sungmin?" tanya bibi itu.

Perubahan besar langsung terlihat di raut wajah Kyuhyun saat bibi itu menyebut nama Sungmin. Alih-alih memikirkan jawaban, Kyuhyun lebih memilih untuk terdiam.

"Apa kalian sedang ada masalah? Kemarin wajah Sungmin juga terlihat sedih. Aku jadi khawatir padanya,"

Mata Kyuhyun membulat.

"Bibi bertemu dengan Sungmin? Kapan? Bisa beri tahu aku dimana dia?" tanya Kyuhyun dengan nada gusar.

Bibi itu tersenyum lega. Ditepuknya pelan bahu Kyuhyun yang kemudian membuat Kyuhyun bingung dan tidak mengerti dengan perlakukan dari bibi itu.

"Kau terlihat berbeda, Kyuhyun. Sungmin pasti senang melihatmu begitu peduli padanya,"

.

===000===

.

.

Kyuhyun masih terdiam sambil mengemudikan mobilnya menuju sebuah alamat yang diberikan oleh Chaeyoon-ahjumma. Dia masih saja memikirkan kata-kata bibi tadi.

'Benarkah aku terlihat berbeda?' pertanyaan itu terus dia pikirkan sejak tadi.

Ia kembali meragukan dirinya. Selalu saja begini. Sesungguhnya Kyuhyun tidak punya banyak rasa percaya diri jika hal ini menyangkut dengan Sungmin. Bahkan sampai saat ini pun sejujurnya dia merasa sedikit takut bertemu dengan Sungmin.

Dia sedikit takut karena tidak ingin melihat raut wajah terluka dari namja yang begitu dia cintai itu. Banyak sekali hal yang telah terjadi selama beberapa tahun belakangan ini membuatnya hampir gila. Terlalu rumit baginya sampai kadang Kyuhyun meragukan kondisi kejiwaannya sendiri. Ironis.

Kyuhyun tersadar dari lamunannya saat dia melihat sosok namja manis yang begitu ia rindukan kini berada di halaman sebuah rumah kecil.

Kyuhyun memberhentikan mobilnya di depan rumah itu. Bisa dia lihat Sungmin sedang menyiram bunga di halaman sambil sesekali mengelus perutnya yang kini semakin terlihat membesar. Kyuhyun turun dari mobilnya dan berjalan mendekati sosok namja cantik itu.

.

.

Mata Sungmin terlihat membulat melihat keberadaan Kyuhyun di rumah barunya. Dia sampai menjatuhkan alat penyiram bunga yang dari tadi dia pegang sambil menatap tidak percaya pada Kyuhyun yang telah berhasil menemukan tempat tinggal barunya.

"Kyuhyun-ah," gumam Sungmin dengan suara agak parau saat Kyuhyun merengkuhnya dalam sebuah pelukan.

Beberapa kali Sungmin berusaha lepas dari pelukan itu, namun sia-sia.

Erat.

Erat sekali Kyuhyun memeluknya.

"Min, kau begitu membuatku khawatir. Kenapa kau pergi seperti itu? Kau tidak tahu, aku... aku-" kata-kata Kyuhyun terhenti saat Sungmin membalas pelukannya.

Cukup lama mereka dalam posisi seperti itu. Saling berbagi rasa sakit. Seolah dengan pelukan hangat itu mereka sama-sama bisa menunjukan kalau mereka terluka satu sama lain saat mereka terpisah.

"Maaf," gumam Sungmin. Air matanya sudah tak terbendung. Dia meruntuki kebodohannya lagi. Selalu saja dia tidak bisa menolak Kyuhyun. Selalu saja dia membiarkan dirinya tidak bisa lepas dari sosok tampan itu.

Kali ini sama saja. Di saat dia memilih untuk pergi dan melupakan semuanya, Kyuhyun datang dan membuat hatinya kembali bingung. Namun tidak bisa dipungkiri jika ada sebuah perasaan bahagia yang terselip di hatinya saat melihat Kyuhyun datang ke tempat ini.

Dia bahagia karena Kyuhyun mencari dan menemukannya.

"Kyu? K-kau... menangis?" tanya Sungmin yang merasa bahu kanannya agak basah. Kyuhyun hanya terdiam sambil tetap menenggelamkan kepalanya di antara bahu dan punggung kanan Sungmin. Bisa Sungmin rasakan nafas pria di pelukannya ini agak berat. Bahunya agak terguncang. Sungmin menepuk dan mengelus pelan punggung Kyuhyun untuk menenangkannya meski dirinya sendiri juga sedang menangis.

"Aku sangat mencintaimu," gumam Kyuhyun dengan suara agak bergetar. Ingin rasanya dia berteriak dan mengatakan kenyataan yang selama ini dia tutupi dari Sungmin. Kenyataan bahwa sebenarnya dia sama sekali tidak menginginkan keberadaan Seohyun dalam rumah tangga mereka. Namun rasanya dia tidak sanggup untuk berkata apapun. Terlalu banyak hal yang dia sembunyikan. Terlalu banyak luka yang selama ini dia tanggung sendiri. Dia tidak ingin membebani Sungmin dengan semua hal itu.

Selama ini Kyuhyun dapat bertahan dengan semua penderitaan itu karena ada Sungmin di sampingnya. Meski dengan cara yang salah, dia terus berusaha mempertahankan namja yang begitu dia cintai itu.

Namun setelah Sungmin pergi, dia merasa hidupnya begitu kosong. Dia merasa tidak bisa bertahan dengan segala tekanan yang diberikan oleh Seohyun pada masa depannya. Dia merasa tidak sanggup jika harus selamanya menanggung semua itu –sendirian.

Sungmin tidak mengerti apa-apa, namun dia bisa merasakan kalau Kyuhyun punya begitu banyak hal yang selama ini dia sembunyikan.

Dia tidak pernah melihat Kyuhyun menangis –sejak saat itu. Terakhir kali dia melihat Kyuhyun menangis adalah saat Kyuhyun dan keluarganya akan pindah ke kota besar dan meninggalkan Sungmin kecil yang saat itu menangis dengan kerasnya.

Sudah sangat lama saat masa kecil mereka. Namun tangis Kyuhyun masih sama. Tanpa suara namun begitu mengesankan luka yang begitu mendalam saat melihatnya. Seolah kita bisa merasakan begitu banyak rasa sakit yang selama ini ditanggung olehnya –sendirian.

.

===000===

.

.

.

Sungmin terbangun dari tidurnya saat merasakan sinar matahari masuk melalui celah-celah jendelanya. Senyum terhias di wajahnya saat merasakan lengan Kyuhyun masih memeluk tubuhnya erat. Dielusnya pelan helai-helai rambut kecoklatan milik suaminya yang masih tertidur di sebelahnya.

Sudah sangat lama sejak moment indah pagi hari mereka. Perasaan nyaman saat dia terbangun di pelukan Kyuhyun begitu ia rindukan.

"Ng~" Kyuhyun menggumam pelan sambil membuka matanya. Dilihatnya wajah manis Sungmin yang sedang tersenyum menatapnya. Ah, sambutan pagi yang begitu sempurna bagi Kyuhyun.

"Selamat pagi," sapa Sungmin dengan senyum manisnya.

Kyuhyun tidak menjawab. Dia masih sibuk menatap wajah 'istri'nya yang begitu dia rindukan. Hampir dua minggu Sungmin menghilang. Rasanya sudah sangat lama Kyuhyun tidak bertemu dengannya.

Dikecupnya dahi, pipi, dan mata Sungmin berkali-kali membuat Sungmin terkikik geli melihat tingkah aneh Kyuhyun hari ini.

"Kau aneh," bisik Sungmin.

Sekali lagi Kyuhyun tidak menjawab. Kali ini dia mengecup pelan bibir Sungmin. Sebuah ciuman yang begitu lembut. Mereka berdua sangat merindukan sensasi ini. Perasaan begitu nyaman saat mereka sedang membagi cinta mereka lewat sentuhan-sentuhan.

"Mmh~" Sungmin mendesah pelan saat Kyuhyun menarik belakang kepala Sungmin untuk memperdalam ciuman mereka. Lama sekali mereka saling melumat bibir satu sama lain. Menautkan lidah dan saling menginvasi satu sama lain.

Mereka menghentikan ciuman mereka sejenak. Saling menatap dan tersenyum sambil mengatur nafas.

Tak lama kemudian, mereka kembali menautkan bibir mereka. Memulai kembali ciuman panjang yang mereka lakukan tadi.

Lama sekali mereka bercumbu. Saling berguling. Saling menindih walaupun masih hati-hati karena takut bayi di perut Sungmin terhimpit.

"Boleh aku tinggal disini untuk sementara?" tanya Kyuhyun saat mengakhiri percumbuan mereka. Sungmin hanya mengangguk senang.

Direngkuhnya kembali tubuh Sungmin dalam sebuah pelukan erat. Namun kali ini sebuah pukulan pelan mendarat di punggung Kyuhyun.

"Kau menghimpit anakku!" kata Sungmin sambil melepaskan diri dari pelukan Kyuhyun yang begitu berlebihan.

Kyuhyun menatap tidak percaya pada kata-kata Sungmin.

"Bukan hanya anakmu, Minnie. Janin ini juga anakku," Kyuhyun kini duduk di pinggir ranjang sambil mengelus pelan perut Sungmin yang telah membesar.

"Bukankah kau meragukannya," gumam Sungmin dengan raut wajah terluka saat mengingat kata-kata Kyuhyun tempo hari.

"Saat itu aku benar-benar emosi. Kau tahu aku paling tidak suka kalau kau dekat dengan mantan kekasihmu itu, apalagi kau sampai menginap disana. Ku pikir reaksiku wajar,"

"Wajar bagimu!" Sungmin mengerucutkan bibirnya karena tidak suka dengan ucapan Kyuhyun.

Kyuhyun tersenyum sambil menggenggam erat tangan kanan Sungmin.

"Aku mengaku salah. Kau bisa menamparku lagi kalau kau mau," Kyuhyun meletakan telapak tangan Sungmin di pipi kirinya.

Mata Sungmin terbelalak. Dia begitu kaget mendengar seorang Kyuhyun dengan harga diri yang begitu tinggi baru saja mengatakan hal itu. Kemana perginya Kyuhyun yang dingin?

"Kyu," gumam Sungmin sambil menatap Kyuhyun dengan pandangan terluka. Matanya memanas melihat Kyuhyun mencium telapak tangannya yang masih berada pipi Kyuhyun.

"Kenapa baru sakarang kau bersikap lembut padaku," sekali lagi Sungmin menggumam. Itu bukan sebuah pertanyaan melainkan lebih terdengar seperti sebuah statment.

Kyuhyun hanya terdiam sambil melepaskan tangan Sungmin. Apa yang harus dia katakan? Terlalu banyak alasan. Terlalu banyak hal yang begitu sulit dijelaskan. Sekali lagi Kyuhyun hanya bisa mengumpat dalam hati karena tidak bisa menjelaskan apapun.

.

===000===

.

Hyukjae POV

.

Akhirnya Sungmin menghubungiku. Aku begitu lega saat semalam Sungmin bilang kalau dia baik-baik saja. Hampir dua minggu Sungmin pergi dan sudah banyak orang yang panik karena hal itu. Namun aku masih begitu heran dengan sikap Sungmin. Bisa-bisanya dia bilang kalau dia sedang bersama dengan Kyuhyun. Huhh, si kelinci bodoh benar-benar tidak bisa lepas dari Cho brengsek itu.

Aku masih termenung memikirkan Sungmin saat ku lihat ponselku menyala dan bergetar.

Donghae meneleponku!

Aku menggigit bibir bawahku sambil menatap gusar pada ponselku. Apa yang harus aku katakan padanya setelah aku mengatakan hal yang tidak seharusnya ku katakan beberapa hari yang lalu?

"Hallo?" akhirnya aku memutuskan untuk menjawab teleponnya.

"Bisa kita bertemu?" tanyanya dari seberang telepon.

"Hm. Tentu," aku mencoba bersikap wajar padanya.

"Kau sedang di rumah sakit 'kan?"

"Iya," jawabku singkat.

"Aku akan menjemputmu setelah jam kerjamu selesai,"

Aku hampir saja terlonjak kaget dan jatuh dari kursi kerjaku kalau saja tadi tidak berpegangan pada meja. Ada apa ini? Kenapa tiba-tiba dia ingin menjemputku?

.

===000===

.

.

"Kau harus makan, Seohyun," kata Heechul sambil berniat menyuapkan sesendok bubur untuk Seohyun.

Namun Seohyun hanya terdiam menatap sosok Heechul yang begitu baik padanya selama hampir dua minggu ini. Seohyun masih terbaring lemah di kamarnya. Kondisi tubuhnya menurun drastis setelah dia bertengkar dengan Victoria. Saat itu, hanya Heechul satu-satunya orang yang menolongnya.

Begitu kagetnya Seohyun saat Heechul bilang dia mengenal baik Kyuhyun dan Sungmin. Bahkan Heechul juga terlihat kaget saat dia mengetahui kalau Kyuhyun dan Sungmin yang dimaksud oleh Victoria dan Seohyun adalah sahabat-sahabatnya. Awalnya Heechul sempat berpikir ke arah kedua sahabatnya itu saat mendengarkan pertengkaran Victoria dan Seohyun. Namun semuanya masih meragukan.

Semuanya menjadi lebih jelas saat Heechul menginjakan kakinya ke rumah Seohyun. Rumah yang sama dengan rumah milik Kyuhyun dan Sungmin yang pernah dia kunjungi saat Kyuhyun baru saja menikah dengan Sungmin. Sungguh miris mengetahui bahwa wanita di sebelahnya adalah orang yang begitu membuat kedua sahabatnya menderita. Meski Heechul tahu jelas alasan Seohyun melakukan semua perbuatannya itu.

"Aku berada di sisimu bukan karena aku berada di pihakmu. Aku masih tidak membenarkan semua perbuatanmu itu, Seohyun-sshi," kata Heechul sambil memberikan segelas air untuk Seohyun.

"Terserah. Aku tidak peduli pada apapun,"

.

===000===

.

.

"Janin Anda sehat, Tuan Cho. Namun akan lebih baik kalau Anda lebih memperhatikan makanan Anda. Bayi Anda akan butuh banyak asupan gizi," kata Kyuhyun sambil memeriksa perut Sungmin dengan stetoschope.

Sungmin terkikik geli melihat Kyuhyun memeriksanya secara berlebihan.

"Aku dan bayiku akan sehat kalau suamiku baik padaku," sekali lagi Sungmin bergurau sambil menyindir Kyuhyun.

Kyuhyun hanya bisa memberikan death glare pada Sungmin yang terus menyindir perubahan sikapnya.

"Hah! kau menyebalkan," Kyuhyun pun beranjak menuju balkon di sebelah kiri kamar mereka.

Sungmin kembali tertawa melihat wajah kesal Kyuhyun. Dia menyusul Kyuhyun dan memeluk pria itu dari belakang.

"Aku hanya bercanda, Kyu," kata Sungmin dengan nada lembut.

Kyuhyun melepas pelukan Sungmin dan berbalik memeluknya dari depan.

"Aku tahu," ucapnya sambil mencium puncak kepala Sungmin.

"Kyu, aku ingin ke padang rumput bersamamu,"

"Benarkah? Ayo!"

.

===000===

TBC

.

a/n : Horeee~~ Chapter 7... lalalala...
Wife in your life juga dari dulu baru nyampe chap 7. Jadi nanti update-nya saya barengin ama fic ini... ^_^
Mianhae, readerdeul(?)... saya tau kalian pasti mau marah-marah karna saya terlalu cepet bikin KyuMin ketemu lagi. Tapi saya gak tega nyiksa Sungmin lagi. Kalo nyiksa Gyu, bukannya ntar malah Sungmin makin lama bahagianya. Ini juga konflik masih belom kelar... Jadi, ya... gak menutup kemungkinan buat sad ending kalo banyak yang pengen... *plak :p
Aishh... boleh minta review? ^_^

.

.

Special thanks for :

kyumin forever, kim changbo, Little Chick Ryuu , HyunMing joo, aya chan, Leeyasmn, kyuminlinz92 , emak mecca, tjkyuri, imsmL, Yuuki mesa, kwangrin cho, VainVampire, KyuLov, Hyeri, Ciel, Ms. KMS, kyumin1103, Rima KyuMin Elf , Bunny Ming, JoBel13ve, minnieGalz, Chikyumin, Myeolchi's wife, Me Is, emyKMS, siticho, diitactorlove, Mousy, vitaminielf, ELLE HANA , singingbell, gyumin88, Kyu Junior, melani kyuminElfsha, kimhyena , Jirania Triana, ar13n, MegaKyu, Cho Yooae, Decita Gaemgyu, nene, naeminnie, just kyuMIN, Park Min Rin , , aniya1004, eLizxie Aire , Rasma manies (gak manis deh *plak :p), yukiLOVESUNGMIN, Baby-ya , Dina LuvKyumin, min190196, Eternal Spring, Miyu1905 , Nurmakyuminelf, CHO GYUMIN LEE, bunny pinka, Ticia, CharolineElf, RizkaIwanda, melly, JiYoo861015 , Mailani GD-lovers, Cho Miku, Thania Lee, jewELFishy, assofa, Kim Sung Ra SparKYU , Nikyuminie, Song MiEun , icha, han gege.